Anda di halaman 1dari 6

Keunggulan Tespen DC :

arus listriknya rendah 20 s/d 30 miliamper

dapat menditeksi kabel arus listrik positip dan negatip

dapat digunakan dalam jangka waktu lama ( masa pakai lampu LED dapat mencapai 80
ribu jam ) sampai rambut memutih bisa digunakan.

dapat digunakan pada tegangan 3 s/d 36 volt

jika ingin mengukur arus listrik dc 50 s/d 100 maka nilai resistor dapat diganti dengan
ukuran 5 kilo ohm.

cara membuat tespen dc


Komponen yang diperlukan

tespen lama/ Baru...................................................Rp. 5.000,-

1 lampu LED 3 warna ( merah-hijau-biru)...............Rp. 1.500,-

1 buah resistor 220 s/d 1K ....................................Rp.

100,-

Lampu Led kakinya lebih panjang adalah anoda positip terhubung ke ujung tespen

Tespen dc sudah jadi, siap tempur digunakan, ujung obeng tespen untuk menditeksi arus positip
sedangkan capit buaya sebagai basis masa, jika pemasangannya terbalik lampu LED tidak nyala.
Semoga info ini dapat membatu dan bermanfaat.

membuat sendiri Testpen DC

Untuk troubleshooting sistem kelistrikan body & mesin pada mobil /motor paling cocok kita
gunakan sebuah alat tester DC yang mudah dan praktis seperti pada gambar diatas.
Hasilnya lebih cepat dan akurat dari pada menggunakan AVOmeter.
alat seperti ini sudah ada yang menjualnya dengan harga murah berkisar 15rb.
Tetapi bila anda kesulitan untuk mendapatkanya, anda bisa membuatnya sendiri dirumah
Lampu tester sistem kelistrikan mobil ini memang tergolong sederhana tetapi bikin pekerjaan
praktis dan mudah, dengan modal sedikit anda sudah mampu mengatasi trouble sistem
kelistrikan mobil/motor
Bahan yang digunakan :
1. Jepit buaya
2. 1 buah tespen + lampu DC kecil atau bisa juga lampu led 2 warna + resistor 470 ohm
dimasukkan kedalam bekas botol lem pena cair yang ujungnya dikasih paku
3. Skun Sekring kaca(tabung) (sebagai penjepit lampu di dalam tespen)
4. Kabel fleksibel
catatan:
- Ujung tespen di buat pipih n lancip dengan fungsi sebagai pelepas skun dan ujung tester yang
aman saat test soket2 yang kecil.

- Jepit buaya di tempelkan pada body mobil / motor sebagai (-) sedangkan ujung test pen
berfungsi sebagai pencari tengangan (+). Bila menggunakan 2 buah led bisa untuk melihat arah
arus (bisa bolak-balik)

Bikin Tespen Multifungsi, Buat Cek Arus AC-DC


Foto: Jack

Bikin Tespen Multifungsi, Buat Cek Arus AC-DC

Buat yang sering otak-atik kelistrikan motor sudah selayaknya memiliki alat ini. Ya,
test pen atawa tespen. Terutama, tespen yang model AC-DC.
Untuk menentukan mana kabel yang positif atau mana yang negatif lebih mudah,
buka Arys Wahyu Nugroho, salah satu bikers penyemplak Yamaha RX-King asal
Salatiga, Jawa Tengah.
Mantapnya, bro Arys punya ide buat mewujudkan itu. Pertama, siapkan tespen
model biasa buat basis alat. Lalu, siapkan juga lampu LED beda warna sebanyak
dua buah. Misal, biru dan hijau. Tak lupa, resistor dan kabel sepanjang 10 - 15 cm.

Kini, lanjutkan dengan membongkar tespen buat mengeluarkan isi di dalamnya.


Kita ubah lampu yang ada di dalam tespen dengan dua lampu LED yang beda
warna tadi, bebernya.
Tujuan diberi dua lampu LED yang beda warna adalah untuk ketahui arah aliran
listriknya. Jika lampu LED yang menyala hanya satu, berarti listik yang mengalir di
dalam rangkaian itu searah. Tapi, jika keduanya menyala, bisa dipastikan arusnya
bolak-balik.
Selanjutnya kedua lampu LED itu digabung berlawanan. Maksudnya, kaki positif
lampu LED yang pertama dihubungkan dengan kaki negatif lampu LED yang kedua.
Untuk membatasi arus yang mengalir agar lampu tak putus, di rangkaian lampu
ditambahkan hambatan atau resistor.
Nilai resistor yang dipakai 20 - 50 kilo ohm, bilangnya. Usai rangkaian lampu
selesai dirangkai, kini masukkan ke dalam tespen dan tespen siap digunakan.