Anda di halaman 1dari 4

I.

Pokok Bahasan (Tugas, Wewenang, dan Keanggotaan)


A. Majelis Wali Amanat (MWA)
MWA merupakan badan yang mewakili kepentingan pemerintah, masyarakat, dan
universitas. Keanggotaan MWA terdiri dari Menteri (Bidang Pendidikan), Senat Akademik
Universitas,

Rektor,

Masyarakat,

Karyawan,

dan

Mahasiswa

yang

semuanya

diangkat/diberhentikan oleh Menteri untuk masa jabatan 5 tahun, terkecuali untuk


mahasiswa yang memiliki masa jabatan 1 tahun.
Tugas

utama

MWA

adalah

menetapkan

kebijakan

umum

universitas,

mengangkat/memberhentikan pimpinan universitas, melaksanakan fungsi pengawasan dan


pengendalian umum atas pengelolaan universitas dan melakukan penilaian kinerja
pimpinan universitas. Rincian tugas dan kewajiban MWA adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan kebijakan umum UI setelah mendapatkan pertimbangan dari SA dan DGB;
2. Melakukan pengawasan terhadap kondisi keuangan UI;
3. Mengesahkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Strategis
(Renstra), dan RKA serta mengevaluasi implementasinya;
4. Memberikan masukan kepada Rektor atas pengelolaan UI, dan pelaksanaan peraturan
perundang-undangan;
5. Melakukan penilaian atas kinerja Rektor sekali dalam setahun, bersama-sama dengan SA
dan DGB;
6. Mengangkat dan memberhentikan Rektor UI; dan
7. Menyelesaikan permasalahan UI yang tidak dapat diselesaikan organ lain setelah melalui
pertimbangan rapat koordinasi antar organ.
MWA dapat mendelegasikan kewenangannya secara tertulis kepada Rektor untuk tugastugas tertentu. Dalam melaksanakan tugasnya, MWA dibantu oleh Komite Audit (KA) dan
Komite Risiko (KR).
B. Senat Akademik (SA)
Senat Akademik merupakan badan yang bertugas dalam bidang akademik yang
terdiri dari 2 wakil Guru Besar dan 2 wakil Dosen Non Guru Besar dari setiap fakultas
serta Rektor dan Dekan Fakultas sebagai anggota ex-officio. SA bertugas dalam menyusun,
merumuskan dan menetapkan kebijakan, memberikan pertimbangan dan melakukan

pengawasan di bidang akademik. Anggota SA merupakan dosen tetap yang menduduki


jabatan fungsional akademik paling rendah jenjang lektor kepala, telah memiliki pengalaman
mengajar paling singkat 5 tahun di UI, serta memiliki reputasi akademik yang menonjol dan
bukan merupakan perangkat rektor.

C. Rektor
Rektor merupakan Organ yang memimpin penyelenggaraan dan pengelolaan
universitas. Rektor, dibantu oleh 4 orang Wakil Rektor, bertugas untuk menjalankan fungsi
pengelolaan universitas secara keseluruhan, melaksanakan penyelenggaraan pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina sivitas akademika (dosen &
mahasiswa) serta membina hubungan dengan alumni, baik di lingkungan universitas dan
masyarakat. Rektor diangkat/diberhentikan oleh Majelis Wali Amanat untuk masa jabatan 5
tahun, setelah melalui proses pemilihan yang diadakan khusus dalam suatu rapat terbuka
Majelis Wali Amanat.
D. Dewan Guru Besar (DGB)
DGB merupakan organ universitas yang menjalankan fungsi pengembangan
keilmuan, penegakan etika, dan pengembangan budaya akademik. Anggotanya adalah
seluruh Guru Besar Universitas Indonesia. DGB dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu
seorang sekretaris yang keduanya dipilih oleh anggota DGB untuk 5 tahun masa jabatan
dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak melebihi dua kali masa jabatan. Tugas
dan wewenang DGB adalah sebagai berikut:
1. DGB melakukan pembinaan kehidupan akademik dan membina integritas moral serta
etika akademika universitas
2. DGB memberikan pertimbangan atas usul pengangkatan Guru Besar, Doktor Kehormatan
atau pemberian kehormatan lainnya kepada Senat Akademik dan/atau pimpinan
universitas

II.

Analisa

Struktur

inti

organisasi

Universitas

Indonesia

(setelah

disederhanakan) terdiri dari 4 Organ penting yaitu Majelis Wali Amanat (MWA), Rektor,
Senat Akademik (SA), dan Dewan Guru Besar (DGB). Seperti yang telah ditunjukkan pada
Lampiran Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor: 3784/SK/R/UI/2014 bahwa
hubungan antara MWA, Rektor, SA, dan DGB digambarkan dengan garis kolegialitas yang
menunjukkan bahwa ke empat organ tersebut sifatnya saling menilik dan mengimbangi satu
sama lain. Hal tersebut menyebabkan ketidakjelasan struktur komando sehingga dapat
menciptakan kebingungan dalam hal pertanggungjawaban hasil kinerja (kepada siapa suatu
organ harus mempertanggungjawabkan hasil kerjanya). Jika dilihat dari tugas dan wewenang
yang dimiliki oleh MWA, dapat terlihat bahwa MWA merupakan organ pengawas layaknya
Dewan Komisaris. Namun keanggotaan MWA yang termasuk didalamnya masyarakat,
mahasiswa, dan karyawan menjadi salah satu concern mengenai kelayakan para anggota
tersebut dalam menjalankan perannya sebagai pengawas (dilihat dari segi kualitas
pengetahuan maupun pemahaman mengenai universitas). Selain itu, MWA bertugas menilai
kinerja pimpinan universitas atau rektor yang bertindak seperti Direksi. Namun dalam struktur
keanggotaannya, rektor merupakan anggota dari MWA.
Jika ditelaah dari tugas dan wewenang yang dimiliki, MWA dan Senat Akademik
memiliki fungsi pengawasan serta berperan dalam perumusan kebijakan. Kedua organ
tersebut dapat dikategorikan sebagai Dewan Komisaris (walaupun dalam struktur organisasi,
kedudukannya tidak dijelaskan lebih tinggi dari yang lain). Sedangkan DGB dan Rektor
merupakan Direksi yang berperan dalam aktivitas operasional universitas.

III.

Saran
Saran untuk struktur organisasi UI adalah agar lebih diperjelas kedudukan tiap-tiap

organ dan bagaimana sistem pertanggungjawaban antar sesama organ. Dengan penggambaran
menggunakan garis kolegialitas, tidak dapat terdefinisikan bagaimana alur komando dan
tanggung jawab antara satu organ dengan organ lainnya. Selain itu, hindari keanggotaan
ganda dalam suatu organ agar tetap independen dan perlu ditinjau lebih dalam lagi apakah
kelayakan anggota telah sesuai dalam memenuhi kewajibannya.

Sumber:
http://www.ui.ac.id/
Peraturan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 004/Peraturan/MWA-UI/2015 Tentang
Anggaran Rumah Tangga Universitas Indonesia
Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor: 3784/SK/R/UI/2014