Anda di halaman 1dari 4

MATERY

KHUSNUZHON

Oleh : ARI ROHMIATI

A. PENGERTIAN PENGERTIAN PERILAKU HUSNUZHAN.


1. Pengertian
Husnuzan artinya berprasangka baik. Sedangkan huznuzan kepada Allah SWT
mengandung arti selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, karena Allah SWT
terhadap hamba-Nya seperti yang hamba-Nya sangkakan kepada-Nya, kalau seorang
hamba berprasangka buruk kepada Allah SWT maka buruklah prasangka Allah kepada
orang tersebut, jika baik prasangka hamba kepadanya maka baik pulalah prasangka Allah
kepada orang tersebut.
2. Contoh
a. Husnuzan kepada Allah dan Sabar Menghadapi Cobaan-Nya
Berprasangka baik kepada Allah Swt. artinya menganggap qada dan qadar yang
diberikan Allah adalah hal yang terbaik untuk hamba-Nya, karena Allah Swt.
bertindak terhadap hamba-Nya seperti yang disangkakan kepada-Nya, kalau seorang
hamba berprasangka buruk kepada Allah Swt., maka buruklah prasangka Allah
kepada orang tersebut, jika berprasangka baik kepada-Nya, maka baik pulalah
prasangka Allah kepada hamba-Nya.
3. Sikap
a. Senantiasa taat kepada Allah.
b. Bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan.
c. Bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan.
d. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.

B. PENGERTIAN HUSNUZAN KEPADA DIRI SENDIRI


1. Pengertian
Husnuzan kepada diri sendiri adalah sikap baik sangka kepada diri sendiri dan
meyakini akan kemampuan diri sendiri.
2. Contoh
1

a. Menghargai atas apa yang sudah ada pada diri sendiri.


b. Senantiasa sabar, berusaha, dan tawakal.
c. Rajin belajar dan memanfaatkan potensi yang ada
d. Meningkatkan keterampilan untuk bekal hidup.
e. Menyayangi diri sendiri dan tidak mudah putus asa.
3. Sikap
Husnuzan kepada diri sendiri dapat ditunjukkan dengan sikap-sikap berikut:
a. Percaya Diri
Seseorang yang percaya diri tentu akan yakin terhadap kemampuan dirinya,
sehingga ia berani mengeluarkan pendapat dan berani pula melakukan suatu tindakan.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan apabila
tidak percaya diri tentu akan memperoleh kerugian dan mungkin bencana .
b. Gigih
Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata gigih berasal dari bahasa
Minangkabau yang artinya berkeras hati, tabah, dan rajin. Sikap dan perilaku gigih
termasuk akhlakul karimah, yang hendaknya diterapkan antara lain dalam hal
berikut :
1) Menuntut Ilmu .
2) Bekerja mencari rezeki yang halal.
3) Membentuk pribadi yang tangguh.
4) Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh
buruk dari orang lain.
5) Menjadikan seseorang kreatif.
6) Menyebabkan seseorang tidak gampang berputus asa dan menyerah terhadap
keadaan.

c. Berinisiatif
Berinisiatif artinya pelopor atau langkah pertama, atau senantiasa berbuat sesuatu
yang sifatnya produktif. Berinisiatif menuntut sikap bekerja keras dan etos kerja yang
tinggi.
Ciri khas orang penuh inisiatif, adalah:
1) Kreatif
2) Tidak kenal putus asa
C. HUSNUZAN KEPADA SESAMA MANUSIA
1. Pengertian
Adalah sikap yang selalu berpikir dan berprasangka baik kepada sesama manusia.
Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada
2

orang lain tanpa ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang
jelas.
2. Bentuk
a. Husnuzan Terhadap Lingkungan Hidup
Artinya, kita harus selalu menjaga lingkungan yang telah diberikan oleh Allah
Swt kepada kita semua supaya tidak akan terjadi kerusakan alam yang akan
meninbulkan bencana.
b. Husnuzan Terhadap Tumbuhan
Manusia perlu menyayangi tumbuhan karena tumbuhan juga makhluk Allah
Swt. Selain itu, tumbuhan juga sangat diperlukan oleh manusia dalam kehidupan
sehari hari baik untuk dimakan, obat obatan dan sebagai hiasan. Supaza mereka
tetap dapat diguakan dengan baik, kita harus senantiasa merawat dan
menyayanginya.
c. Husnuzan Terhadap Binatang
Walaupun hewan ada yang liar, kita harus tetap menyayanginya karena ia juga
makhluk Allah. Binatang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kita halus selalu merawatnya.
d. Husnuzan Terhadap Makhluk Gaib
Selain menciptakan manusia, Allah juga menciptakan makhluk yang tidak
terlihat yaitu makhluk gaib. Walaupun kita tak dapat melihatnya kita harus tetap
mempercayainya.
e. Husnuzan Terhadap Sesama Manusia
Kita harus saling berprasangka baik terhadap sesama manusia dan kita sangat
dilarang untuk berprasangka buruk terhadap sesama manusia. Kita harus
berhusnuzan terhadap sesama manusia dalam segala hal baik dalam sikap, ucapan
dan perbuatan kita terapkan dalam kehidupan sehari hari.
3. Contoh
a. Kehidupan Berkeluarga
Tujuan hidup berkeluarga yang islami adalah terbentuknya keluarga (rumah
tangga) yang memperoleh rida dan rahmat Allah SWT, bahagia serta sejahtera,
baik di dunia maupun di akhirat.
b. Kehidupan Bertetangga
Kehidupan bertetangga dianggap saling berprasangka baik dan tidak saling
mencurigai jika antara lain bersikap dan berperilaku :
1. saling menghormati
2. berbuat baik kepada tetangga
c. Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
Tujuannya adalah terwujudnya kehidupan yang aman, tentram, adil, makmur,
dibawah ampunan dari ridha Allah SWT
3

Sikap dan perilaku terpuji yang harus diwujudkan dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara itu antara lain :
1) Genearasi tua menyayangi genersi muda, sedangkan generasi muda
menghormati generasi tua.
2) Semua anggota masyarakat atau sesama warga negara hendaknya saling
menolong dalam kebaikan serta ketakwaan dan jangan saling menolong
dosa serta pelanggaran
4. Sikap
a. Saling mengormati
b. Berbuat baik tehadap sesama
c. Generasi tua menyayangi generasi muda
d. Saling tolong-menolong dalam kebajikan