Anda di halaman 1dari 11

7.

SENSOR dan AKTUATOR


7.1 Macam-Macam Sensor
7.1.1 LDR
LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis resistor yang berubah hambatannya
karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar,
sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.
LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor yang biasa digunakan
sebagai detector cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya. Light Dependent
Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah
elekrtroda pada permukaannya.
Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang
mengenainya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10 M dan dalam keadaan
terang sebesar 1 k atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti
cadmium sulfide. Dengan bahan ini energy dari cahaya yang jatuh menyebabkan
lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi
bahan telah mengalami penurunan.
LDR digunakan untuk mengubah energy cahaya menjadi energy listrik. Saklar
cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan
LDR. Akan tetapi karena responnya terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak
digunakan pada situasi di mana intensitas cahaya berubah secara drastis. Sensor ini
akan berubah nilai hambatannya apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya.
Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan
elektron bebas dengan jumlah yang relative kecil. Sehingga hanya ada sedikit
elektron untuk mengangkut muatan elektrit. Artinya pada saat cahaya redup, LDR
menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang
besar pada saat gelap atau cahaya redup. Pada saat cahaya terang, LDR menjadi

konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi kecil pada saat
cahaya terang. Penerapan laindari sensor LDR ini ialah alarm Pencuri.
Misalnya untuk rangkaian system alarm cahaya (menggunakan LDR) yang aktif
ketika terdapat cahaya. Ketika kita akan mengatur kepekaan LDR (Light Dependent
Resistor) dalam suatu rangkaian maka kita perlu menggunakan potensiometer. Kita
atur letaknya agar ketika mendapat cahaya maka buzzer atau bell akan berbunyi dan
ketika tidak mendapat cahaya maka buzzer atau bell tidak akan berbunyi.

7.1.2 Photo Transistor

Photo transistor
Photo transistor adalah suatu transistor yang memiliki resistansi antara kaki
kolektor dan emitor dapat berubah sesuai intensitas cahaya yang diterimanya. Photo
transistormemiliki 2 terminal output dengan nama emitor dan colektor, dimana nilai
resistansi emeitor dan kolektro tersebut akan semakin rendah apabila intensitas cahaya
yang diterim photo transistor semnakin tinggi.
7.1.3 Photo Dioda

Photo dioda
Photo dioda adalah suatu dioda yang akan mengalami perubahan resistansi pada
terminal anoda dan katoda apabila terken cahaya. Nilai resistansi anoda dan katoda pada
photo dioda akan semakin rendah apabila intensitas cahaya yang diterima photodioda
semkin tinggi.
7.1.4 Sensor Cahaya Ultraviolet

Sensor cahaya ultraviolet merupakan sensor cahaya yang hanya merespon


perubahan intensitas cahaya ultraviolet yang mengenainya. Seonsor cahaya ultraviolet ini
akan memberikan perubahan besaran listrik pada terminal outputnya pada saat menerima
perubahan intensitas pancaran cahaya ultraviolet. Sensor cahaya yang populer salah
satunya UVtron. Modul sensor cahaya UVtron akan memberikan perubahan tegangan
output pada saat sensor UVtron menerima perubahan intensitas cahaya ultraviolet. Berikut
adalah bentuk modul sensor cahaya UVtron.
7.1.5 Sensor PIR (Passive Infra Red)
Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi
adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak
memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari
luar.Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR.
Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan terdeteksi ketika
sumber infra merah dengan suhu tertentu (misal: manusia) melewati sumber infra merah
yang lain dengan suhu yang berbeda (misal: dinding), maka sensor akan membandingkan
pancaran infra merah yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan
maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.
Sensor PIR terdiri dari beberapa bagian yaitu :
- Lensa Fresnel
- Penyaring Infra Merah
- Sensor Pyroelektrik
- Penguat Amplifier
- Komparator
Pancaran infra merah masuk melalui lensa Fresnel dan mengenai sensor
pyroelektrik, karena sinar infra merah mengandung energi panas maka sensor pyroelektrik

akan menghasilkan arus listrik. Sensor pyroelektrik terbuat dari bahan galium nitrida
(GaN), cesium nitrat (CsNo3) dan litium tantalate (LiTaO3). Arus listrik inilah yang akan
menimbulkan tegangan dan dibaca secara analog oleh sensor. Kemudian sinyal ini akan
dikuatkan oleh penguat dan dibandingkan oleh komparator dengan tegangan referensi
tertentu (keluaran berupa sinyal 1-bit). Jadi sensor PIR hanya akan mengeluarkan logika 0
dan 1, 0 saat sensor tidak mendeteksi adanya pancaran infra merah dan 1 saat sensor
mendeteksi infra merah. Sensor PIR didesain dan dirancang hanya mendeteksi pancaran
infra merah dengan panjang gelombang 8-14 mikrometer. Diluar panjang gelombang
tersebut sensor tidak akan mendeteksinya. Untuk manusia sendiri memiliki suhu badan
yang dapat menghasilkan pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 9-10
mikrometer (nilai standar 9,4 mikrometer), panjang gelombang tersebut dapat terdeteksi
oleh sensor PIR. (Secara umum sensor PIR memang dirancang untuk mendeteksi
manusia).

7..2 Kompresor

Fungsi utama kompresor yaitu untuk menambah jumlah energi suatu compressible
fluid, baik itu dengan cara memberikan tekanan tinggi, menambah kecepatan dan ketinggian
fluida gas tersebut sesuai yang telah disebutkan dalam hukum bernoulli. Dengan
memanfaatkan tekanan maupun kecepatan dalam jumlah yang tinggi, maka energi tersebut

dapat digunakan untuk menggerakkan suatu benda, misalnya saja kulkas, air conditioner dan
mesin-mesin. Selain itu, ada juga jenis kompresor vacum yang bisanya banyak digunakan
untuk menghisap gas atau udara yang memiliki tekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer.
Khusus untuk area industri, penggunaan kompresor sangatlah penting, biasanya suatu
industri tertentu memanfaatkan kompresor sebagai penghasil udara bertekanan atau sebagai
salah satu komponen dari mesin-mesin. kompresor banyak digunakan pada mesin
pneumatic, sedangkan kompresor yang menjadi komponen alat biasanya terdapat pada
mesin pendingin, turbin gas dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui prinsip kerja kompresor, maka kita ambil contoh sederhana pada
pompa yang digunaan untuk memompa ban kendaraan. Saat piston atau tuas pegangan
ditarik ke atas, maka tekanan silinder pada bagian bawah akan mengalami penurunan
sampai di bawah tekanan atmosfer, jadi udara luar akan mudah masuk ke dalam rumah
pompa melalui katup hisapan. Setelah tuas atau piston kita tekan ke bawah, maka udara di
dalam pompa tersebut akan keluar mencari area yang tekanannya lebih rendah.
Hal tersebut terjadi karena tekanan yang diberikan oleh piston yang kita tekan akan
memapatkan udara di dalam rumah pompa sehingga menjadi udara yang bertekanan. Saat
anda menghubungkan katup buangan (outlet valve) dengan ban kendaraan anda, maka
tekanan di dalam ban tersebut akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai batas
tertentu sesuai yang anda inginkan. Jadi, contoh yang kita ambil tadi jelas menggambarkan
bahwa proses pemampatan terjadi karena adanya perubahan volume pada gas/udara karena
adanya suatu tekanan dan kecepatan yang diberikan.
7.3 Lampu TL
Sebagian besar rumah dan kantor-kantor sekarang sudah menggunakan lampu TL
(tube lamp), atau yang juga sering kita sebut sebagai lampu neon. Lampu ini diklaim lebih
hemat energi dibandingkan dengan lampu pijar (bohlam). Hmm, apakah memang benar
demikian? Bagaimana sih cara kerjanya sampai bisa diklaim lebih hemat dari lampu pijar?

Sesuai namanya, lampu TL tersusun dari tabung yang berisi sedikit gas mulia seperti
argon atau neon, dan juga sedikit air raksa. Pada bagian dalam tabung tersebut juga diberi
lapisan putih yang terbentuk dari bahan kimia, umumnya kalsium. Pada kedua ujung tabung
terdapat filamen yang jika dipanaskan akan memancarkan elektron. Elektron ini mengalir
lewat tabung ke ujung satunya. Selama melewati tabung, elektron akan bertumbukan dengan
atom air raksa yang sudah menguap karena panas. Tumbukan ini akan menghasilkan energi
yang kemudian diserap oleh atom air raksa. Energi tersebut kemudian dipancarkan kembali
dalam bentuk ultraviolet. Lapisan putih pada tabung kemudian menyerap energi ultraviolet
ini dan memancarkannya sebagian, sehingga terjadilah perpendaran (lihat tulisan
sebelumnya tentang benda yang berpendar). Inilah yang kita lihat sebagai cahaya lampu.
Lalu mengapa lampu ini bisa lebih hemat dari lampu pijar? Ini karena panas yang
diperlukan untuk memanaskan filamen agar memancarkan elektron tidak terlalu besar.
Selain itu proses perpendarannya juga tidak memerlukan energi panas. Bandingkan dengan
lampu pijar yang membutuhkan panas cukup besar karena harus membuat filamen benarbenar memancarkan cahaya. Akibatnya, lampu pijar juga menghasilkan panas yang
sebenarnya tidak diperlukan.
7.4 Slinder Pneumatik
Silinder pneumatik adalah aktuator atau perangkat mekanis yang menggunakan
kekuatan udara bertekanan (udara yang terkompresi) untuk menghasilkan kekuatan dalam
gerakan bolak balik piston secara linier (gerakan keluar - masuk). Silinder pneumatik
merupakan alat atau perangkat yang sering kita jumpai pada mesin mesin industri, baik itu
dalam industri otomotif, industri kemasan, elektronik, dan berbagai industri maupun instansi
instansi yang lain. Silinder pneumatik biasa digunakan untuk menjepit benda, mendorong
mesin pemotong, penekan mesin pengepresan, peredam getaran, pintu penyortiran, dan lain
sebagainya. Silinder pneumatik mungkin memang memiliki banyak fungsi kegunaan, akan
tetapi fungsi dasar silinder tidak pernah berubah, dimana mereka berfungsi mengkonversi
tekanan udara atau energi potensial udara menjadi energi gerak atau kinetik.

Air cylinder

Dalam pengoperasiannya, silinder pneumatik dikontrol oleh katup atau valve pengontrol.
Katup pengontrol ini berfungsi mengontrol arah udara yang akan masuk ke tabung silinder.
Dengan kata lain, katup kontrol arah inilah yang mengontrol gerakan maju atau mundur
(keluar atau masuk) piston. Katup kontrol arah ini biasa dikendalikan secara mekanis atau
manual dengan tangan, maupun secara elektris seperti Solenoid valve.
7.5 Macam Macam Alat Ukur Instesitas Cahaya
7.5.1. Spketrofotometer
Spektrofotometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur jumlah
cahaya pada panjang gelombang tertentu yang melewati sebuah materi. Alat ini
mengukur jumlah cahaya berdasarkan interaksi antara materi dengan cahaya yang
ditembakkan. Cahaya tersebut bisa berupa inframerah, ultra violet, dan cahaya
tampak sedangkan materi berupa atom atau molekul (biasanya dari bahan kaca
atau kuarsa). Alat ukur cahaya ini terdiri dari spektrometer yang tujuannya
menghasilkan cahaya dari gelombang yang diinginkan. Ada dua jenis
spektrofotometer, beam tunggal dan beam ganda.
7.5.2 Lux Meter
Lux meter juga dikenal sebagai lightmeter. Ia adalah alat untuk
mengukur intensitas cahaya (selain fotometer). Peralatan ini terdiri dari sebuah
sensor cahaya dari bahan foto sel dan layar. Fungsi dari alat ini untuk mengukur

tingkat pencahayaan dalam dalam satuan candela pada suatu tempat. Intensitas
cahaya diukur untuk menentukan tingkat pencahayaan di suatu tempat. Semaiki
jauh dari sumber cahaya maka akan semakin kecil intensitasnya. Lux meter
sekarang sudah ada versi digital. Anda tinggal meletakkan sensornya dan otomatis
ia akan menampilkan besarnya intensitas cahaya pada layar digital yang ada.

Lux Meter Digital


Prinsip kerjanya, ia mengubah energi dari foton cahaya menjadi
elektron. Cahaya yang mengenai sel foto dioda akan ditangkap sebagai energi
yang diubah sel foto arus listrik. Semakin besar intensitas cahaya yang ditangkap
akan semakin besar arus listrik yang dihasilkan.
7.5.2. Ganiofotometer
Ganiofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur distribusi
spasial sumber radiasi sehingga dapat menampilkan sifat fotometrik cahaya
tampak pad sudut tertentu. Kata ganiofotometer sendiri berasal dari bahata yunan
Gonio yang berarti sudut dan Fotometer yang berarti cahata. Alat ini banyak
digunakan dalam industri otomotif . Ganiofotometer bisa digunakan untuk
mengukur distribusi intensitas, fluks cahaya, koordinat warna, dan temperatur
warna.
7.5 Dimmer Pencahyaan
Rangkaian Dimmer adalah rangkaian yang bisa mengatur besaran dan juga tingkat
cahaya lampu yang menyala. Anda bisa mengaturnya mulai dari yang redup hingga ke
remang-remang sampai ke nyala lampu yang terang. Dan anda juga bisa membuat rangkaian
dimmer pengatur nyala lampu dengan pola sederhana. Di dalam rangkaian dimmer ini,

terdapat 3 komponen penting guna mengatur kerja dimmer ini. Komponen TRIAC berfungsi
untuk mengatur besaran tegangan AC yang masuk ke perangkat lampu ini. Sementara
komponen DIAC dan VR berfungsi untuk mengatur bias TRIAC guna menentukan titik on
dan off pada komponen TRIAC ini.

Komponen TRIAC yang bisa anda gunakan dalam rangkaian ini bisa
menggunakan semua tipe dengan kapasitas yang disesuaikan dengan beban dari lampu itu
sendiri. Standardnya TRIAC jenis AC03F dan AC05F biasa digunakan untuk komponen ini.
Dan komponen DIAC bisa diganti dengan lampu neon kecil. Untuk kapasitor, gunakan
kapasitor dengan nilai batas tegangan minimal 250 volt. Dan diusahakan lebih tinggi lagi
dari batas minimal tersebut. Sementara untuk resistor, pilih komponen resistor yang
memiliki daya minimal 0.5 watt.

Rangkaian Dimmer

Sementara untuk cara kerja dimmer sendiri adalah. Tegangan masuk ke


dalam trafo dengan nilai output travo 220 V. Tegangan tersebut masuk ke dioda bridge yang
memiliki kapasitor 1000 nf 16 v dimana akan mengubah gelombang DC menjadi lebih
halus. Perlu diperhatikan juga untuk kapasitor yang digunakan. Seperti yang sudah
disebutkan diatas gunakan besaran minimal dari tegangan output. Jika kurang dari itu,

rangkaian dimmer akan rusak atau tidak menyala. Dari tegangan yang masuk ke dioda,
aliran tegangan diarahkan ke sumber lampu yang sudah disiapkan. Rangkaian dimmer ini
hanya cocok untuk di pakai untuk lampu pijar saja