Anda di halaman 1dari 7

I.

TujuanPercobaan
Dapat menggambarkan karakteristik trafo hubung singkat
VP = f ( Ihs Primer ), VS = f ( Ihs Sekunder )
Ihs Primer = f (Ihs Sekunder ), VS = f ( Ihs Primer )

Dapat menentukan parameter trafo Zek, Rek, Xek


Dapat menentukan rugi tembaga trafo

II.

HasilPercobaan

VP

IP

Pin

IS

Pcu

Pinti

Cos

Zek2

Rek2

Xek2

(Volt)

(mA)

(Watt)

(A)

(Watt)

(Watt)

()

()

()

12

160

0,35

2,19

0,52

75,00

39,06

64,02

15

225

0,6

2,67

0,59

66,67

39,51

53,70

21

325

0,8

2,46

0,59

64,62

37,87

52,35

28

440

1,2

2,73

0,65

63,64

41,32

48,39

32

510

10

1,5

10

2,94

0,61

62,75

38,45

49,59

38

600

15

1,8

15

3,00

0,66

63,33

41,67

47,70

43

710

22

2,1

22

2,96

0,72

60,56

43,64

41,99

48

800

28

2,4

28

3,00

0,73

60,00

43,75

41,06

51

890

35

2,7

35

3,03

0,77

57,30

44,19

36,49

57

980

45

45

3,06

0,81

58,16

46,86

34,46

III. JawabanPertanyaan
1. Hitung cos , , Pen, Rek2, Zek2, ek2 pada Tabel 3?
Jawab :
Pcu

Pinti

(Watt)

(Watt)

Cos

Zek2

Rek2

Xek2

()

()

()

1
2
4
8
10
15
22
28
35
45

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

2,19
2,67
2,46
2,73
2,94
3,00
2,96
3,00
3,03
3,06

0,52
0,59
0,59
0,65
0,61
0,66
0,72
0,73
0,77
0,81

75,00
66,67
64,62
63,64
62,75
63,33
60,56
60,00
57,30
58,16

39,06
39,51
37,87
41,32
38,45
41,67
43,64
43,75
44,19
46,86

64,02
53,70
52,35
48,39
49,59
47,70
41,99
41,06
36,49
34,46

Di dapat menggunakan rumus:


Pin
Cos = Vp . Ip
a=

Is
Ip

Rek =

Pin
Ip

Zek =

Vp
Ip

Xek =

Zek Rek

2. Mengapa rugi tembaga (Pcu) pada trafo = Pin trafo


Jawaban : Karena rugi inti kecil sekali (Pinti 0) dan dapat diabaikan hal ini terjadi karena
tegangan

pada percobaan hubung singkat primer berkisar 15% s/d 30% dari tegangan

nominalnya sehingga fluks magnitnya kecil.

3. Dari table 1 buat grafik


Vp = f (Ih primer)

Vp = f( Ihs primer)
50
45
40
35
30
Vp

Vp = f( Ihs primer)

25
20
15
10
5
0
0.14000000000000001 0.5 0.84000000000000041 1.8
Ihs Primer

I hs primer = f(Pcu)

Ihs Primer = F (Pcu)

Ihs Primer

2
1.8
1.6
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0.69000000000000017

22.9
Pcu

Vp = f (I hssekunder)

41.7

Vp = F (Ihs Sekunder)

Vp

50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
0.3000000000000001

0.9

1.5

2.1

2.7

Ihs Sekunder

4. Mengapa percobaan hubung singkat ekuivalent dengan rugi tembaga trafo


Jawaban : Karena fluks magnit yang sangat kecil, maka pada percobaan hubung singkat
didapat nilai rugi inti yang sangat kecil sehingga rugi inti tersebut dapat diabaikan.

5. Setiap grafik buat analisanya


Jawaban : Grafik pada nomor 3
a) Grafik Vp = f(Ip)
Dari grafik tsb dapat dilihat hubungan antara tegangan primer terhadap arus primer
adalah berbanding lurus, semakin tinggi nilai tegangan, maka arus yang dihasilkanpun
semakin tinggi tetapi pada saat arus diturunkan, dengan arus yang sama, nilai Vp lebih
besar. Hal ini karena pada saat arus dinaikkan telah terjadi magnetisasi, yaitu secara
kasarnya sudah terbentuk magnet. Hal ini sesuai dengan percobaan oerstedt, yaitu
Apabila kompas didekatkan dengan kumparan yang dialiri arus, maka jarum kompas
akan menyimpang. Jarum kompas akan melenceng apabila ada medan magnet. Jadi,
apabila kumparan arus dialiri arus, maka akan terbentuk magnet.
b) Grafik Ip = f(Pcu)

Dari grafik tsb dapat dilihat hubungan antara arus primer dengan rugi tembaga adalah
berbanding lurus, semakin tinggi arus prmer maka rugi tembaganya pun semakin besar
sampai mencapai titik jenuh,setelah mencapai titik jenuh, kenaikan arus tidak terlalu
signifikan. Dan saat arus diturunkan kembali, perbedaan grafiknya tidak terlalu terlihat.
c) Grafik Vp = f(Is)
Dari grafik tsb dapat dilihat hubungan antara tegangan primer dengan arus sekunder
adalah berbanding lurus, semakin besar nilai tegangan disisi primernya maka arus di sisi
sekunder juga semakin besar. Pada saat arus diturunkan kembali, pada Is yang sama,
nilai Vp lebih besar. Hal ini diakibatkan telah terbentuknya magnet pada trafo.

IV.

KESIMPULAN PERCOBAAN

Pada percobaan hubung singkat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan :
Hubungan antara tegangan primer terhadap arus primer adalah berbanding lurus, semakin
tinggi nilai tegangan, maka arus yang dihasilkanpun semakin tinggi, saat percobaan
nilainya naik tetapi dan pada saat arusnya diturunkan kembali nilai tegangan primer
menjadi lebih besar, hal ini karena pada trafo sudah terbentuk magnet.
Hubungan antara arus primer dengan rugi tembaga adalah berbanding lurus, semakin
tinggi arus primer maka rugi tembaganya pun semakin besar sampai mencapai titik jenuh.
Setelah mengalami kejenuhan, kenaikan arus tidak terlalu signifikan, malah cenderung
datar Dan saat arus diturunkan kembali, perbedaan grafiknya tidak terlalu terlihat.
Hubungan antara tegangan primer dengan arus sekunder adalah berbanding lurus,
semakin besar nilai tegangan disisi primernya maka arus di sisi sekunder juga semakin
besar, Pada saat arus diturunkan kembali, pada Is yang sama, nilai Vp lebih besar. Hal ini
diakibatkan telah terbentuknya magnet pada trafo.
Hubungan antara tegangan primer dengan arus hubung singkat di sisi sekunder adalah
berbanding lurus, semakin besar nilai tegangan primernya maka arus hubung singkat
disisi sekunder juga semakin besar.
Hubungan arus saat hubung singkat dengan rugi rugi tembaga adalah berbanding lurus,
semakin besar arus hubung singkatnya maka rugi tembaganya pun semakin besar.

Hubungan tegangan primer dan arus primer hubung singkat adalah berbanding lurus,
semakin besar nilai tegangan primer, maka arus hubung singkat primernya juga semakin
besar
Pada percobaan trafo hubung singkat disisi sekunder, pada trafo akan mengalami panas
berlebih karena adanya rugi tembaga di kedua sisi trafo sedangkan pada percobaan
hubung singkat di sisi primer ketika mencapai tegangan nominal, fluks magnet pada trafo
akan mengecil sehingga rugi intinya juga akan sangat kecil dan dapat diabaikan
Nilai tahanan pada percobaan hubung singkat primer dan sekunder nilainya jauh berbeda
Nilai PinPcu karena rugi inti kecil sekali (Pinti 0) dan dapat diabaikan hal ini terjadi karena
pada percobaan hubung singkat primer berkisar 15% s/d 30% dari tegangan nominalnya sehingga
fluks magnitnya kecil.