Anda di halaman 1dari 25

IN-LINE TYPE INJECTION PUMP

SISTEM BAHAN BAKAR

Gambar di atas memperlihatkan sistem pompa injeksi bahan bakar. Putaran motor dipindahkan ke
poros bubungan pompa injeksi dengan kopling atau roda gigi penggerak.
Pompa supply, diputar oleh poros bubungan, mengisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan
menekan bahan bakar ke saringan dengan tekanan kira-kira 1,8 - 2,5 kg/cm 2 . Bahan bakar yang
telah disaring kemudian diteruskan ke ruang bahan bakar dalam rumah pompa injeksi.
Plunger diangkat oleh putaran poros bubungan, menambah lebih besar tekanan bahan bakar.
Bahan bakar ini ditekankan oleh pompa injeksi.
Karena jumlah bahan bakar yang diberikan oleh pompa supply dua kali jumlah maksimum yang
diinjeksikan pompa, katup pengembali dipasang untuk mengembalikan kelebihan bahan bakar ke
tangki bila tekanan bahan bakar melebihi harga yang telah ditentukan.
Kelebihan bahan bakar dari nosel (yang juga melumasi bagian dalam pemegang nosel) mengalir
melalui katup pengembali pemegang nosel dan dikembalikan ke tangki bahan bakar.

KONSTRUKSI DAN CARA KERJA

Gerakkan plunger adalah tetap, di angkat oleh tappet dan kembali turun oleh pegas. plunger,
melalui putaran motor. Ruang bahan bakar pada rumah pompa selalu terisi dengan bahan bakar.
Lubang masuk dan keluar barrel berhubungan dengan ruang bahan bakar ini.
Bila plunger turun, bahan bakar diberikan ke barrel. Bila plunger sampai titik bawah, isapan bahan
bakar berakhir. Waktu plunger naik, lubang masuk dan lubang keluar pada barrel tertutup oleh
plunger, tekanan bahan bakar naik. Bahan bakar ditekan kedalam katup delivery, dan diteruskan ke
nosel melalui pipa injeksi.

Bila tekanan bahan bakar melebihi tegangan


pegas nose[, bahan bakar disemprotkan kedalam
ruang bakar motor oleh
nosel.
Lebih jauh plunger turun, dan pada posisi helix
plunger bertemu dengan lubang masuk dan
keluar barrel, pemberian bahan bakar berakhir.
Katup pemberi tertutup oleh tekanan pegas katup
pemberi, sehingga bahan bakar tidak lagi
diberikan, walaupun plunger masih turun. Bila
plunger diputar, langkah efektif (effective stroke)
berubah dan akibatnya banyaknya bahan bakar
juga berubah.

HELIK PLUNGER
Plunger mempunyai tipe helix bawah atau
vertikal Was clan bawah), tergantung pada posisi
helix, dan dibagi lagi menjadi tipe helix kiri dan
kanan What. gb. 5).
Plunger helix kanan, langkah efektip bertambah
bila plunger diputar arah jarum jam (dilihat dari
bawah plunger).
Langkah efektip pada plunger helix kiri berkurang
bila plunger diputar arah jarum jam (dilihat dari
bawah plunger).
Spesifikasi plunger tipe PE(S)-A terlihat pada
tabel di bawah.
Tipe plunger
Plunger
helix bawah
Plunger
helix vertikal

Mulai injeksi

Akhir injeksi

Tetap

Berubah

Berubah

Berubah

CIRI-CIRI JUMLAH INJEKSI


Ciri-ciri jumlah injeksi untuk diameter plunger yang berbeda terlihat dalam gambar.

MEKANISASI PERPUTARAN PLUNGER

Dengan pompa PE(S)-A, plen bagian bawah pompa disisipkan kedalam alur control sleeve, dan gigi
pada bagian atas control sleeve berhubungan dengan gigi control rack. Dengan demikian , plunger
akan berputar bila control rack digerakkan dan banyaknya injeksian berubah.

PLUNGER DENGAN HELIK DUA TAHAP


Dibandingkan dengan helik standar (helix no. 2)
bila memakai plunger dengan sudut helix lebih
besar (helix no. 1) waktu bekerja kecepatan
rendah/beban ringan, nilai perubahan banyaknya
injeksian dapat diperoleh hanya dengan gerakan
kecil control rack.
Maksud ini adalah untuk memperbaiki banyaknya
penginjeksian pada kecepatan rendah.

KATUP DELIVERY
Katup delivery memberikan bahan bakar tekanan
tinggi kepada nosel melalui pipa injeksi. Setelah
plunger selesai memberikan bahan bakar, katup
delivery mencegah aliran batik bahan bakar dari
pipa injeksi kepada barrel. Bila katup delivery
turun, tekanan bahan bakar didalam pipa injeksi
berkurang karenagerakan isap torak, hingga
dapat mencegah kebocoran bahan bakar setelah
nosel menutup.

KATUP DELIVERY (untuk torak dengan penarikan kembali yang berubah-ubah)


Karena modifikasi torak katup delivery, efek
tarikan kembali bahan bakar telah dikurangi
(jumlah tarikan kembali telah berkurang) pada
tingkat kecepatan rendah, clan saat tekanan
bahan bakar sisa dalam pipa injeksi bertambah,
kestabilan injeksian bahan bakar dapat diperoleh.
Akan tetapi pada tingkat kecepatan tinggi torak
dengan penarikan kembali yang berubah-ubah
tidak mempunyai pengaruh apa-apa.

PEMEGANG KATUP DELIVERY MEMAKAI KATUP DAMPING


Fungsi.
Bila terjadi penurunan tekanan bahan bakar
secara tiba-tiba dikarenakan penarikan katup
delivery waktu bekerja pada kecepatan tinggi/
beban penuh, tekanan negatip dan gelembung
udara (kekosongan) dapat terjadi dalam pipa
injeksi.
Dalam hal yang luar biasa, pipa injeksi dapat
pecah. Katup damping dapat mencegah terjadinya tekanan negatip dan gelembung udara.
Konstruksi.
Katup damping (katup bola) dipasang didalam
pemegang katup delivery. Dudukan katup dan
pegas dipasang dibagian atas pemegang katup
delivery. Dibagian bawah dipasang pembatas
katup delivery dengan sebuah lubang. Dibawah
pembatas ini dipasang pegas katup delivery dan
katup delivery.
Cara kerja.
Pada waktu ada injeksi bahan bakar dari plunger,
katup damping (katup bola) terbuka, dan bahan
bakar ditekan melalui bagian tengah pembatas
katup delivery ke nosel. Akan tetapi setelah
injeksi bahan bakar, katup damping (katup bola)
menutup lebih cepat dari pada katup delivery,
oleh karena itu bahan bakar mengalir melalui
bagian atas lubang pembatas katup delivery.
Tekanan dalam pipa injeksi kemudian turun
hanya sebanyak isi penarikan kembali. Oleh
karena itu, tekanan bahan bakar turun tiba-tiba
dan kekosongan dapat dicegah.

POROS BUBUNGAN
Poros bubungan digerakkan oleh motor melalui
kopling atau alat timing.
Tergantung pada spesifikasi kam tangensial atau
cembung atau tangensial/kombinasi eksentrik
dipakai untuk menggerakkan plunger. Selain dari
itu terdapat kam eksentrik pada poros bubungan
untuk menggerakkan pompa supply.

TAPPET
Unit tappet dibuat untuk merubah gerakan putar
poros bubungan kepada gerakan turun naik,
hingga menaikkan clan menurunkan plunger,
demikian pula pengaturan timing pompa injeksi.
Ada dua bentuk tappet yang dipakai, dengan
perbedaan konstruksi bagian atasnya.
Untuk pompa injeksi yang biasa, dipakai tappet
yang dapat disetel, sedangkan untuk pompa
injeksi kecepatan tinggi biasanya memakai shim.

SUPPLY PUMP (IN-LINE TYPE INJECTION PUMP)


Pompa supply A KS atau KE dipakai pada pompa
injeksi tipe A. Karena konstruksi dan fungsi dasar
adalah sama, dibawah ini dijelaskan konstruksi
dan fungsi hanya tipe KE.
Konstruksi.
Gambar di samping terlihat konstruksi pompa
supply tipe KE.
Gerakan poros bubungan dipindahkan melalui
tappet dan batang penumbuk ke torak pompa
supply. Pegas bekerja mengembalikan torak.
Gerakan turun naik torak menjadi isapan dan
tekanan bahan bakar.

Cara kerja supply pump


Seperti terrihat pada gambar (A), waktu poros berputar seperti posisi A, bahan bakar diisap melalui
lubang isap check valve.
Ketika kam berputar dari posisi A keposisi B, bahan bakar ditekan, lubang isap check valve tertutup,
dan bahan bakar ditekan melalui lubang buang chek valve, seperti terlihat pada gambar (B).
Bila pertambahan tekanan bahan bakar besar sekali, pegas torak menekan bahan bakar kedalam
ruang pompa, sehingga menutup lubang isap check valve dan isapan bahan bakar berhenti, seperti
terlihat pada gambar (C).
Pompa Priming.
Pompa priming dapat dipasang pada pompa supply dan digerakkan dengan tangan untuk
memberikan bahan bakar ke sistem injeksi dari tangki waktu pekerjaan priming atau mengeluarkan
udara.
Catatan : Setelah memakai pompa priming, pompa ini harus disekrupkan kuat-kuat agar air dan
kotoran tidak masuk. Saringan dipasang pada lubang isap untuk menahan kotoran masuk ke dalam
pompa supply.

GOVERNOR MODEL RLD


CIRI KHAS
Governor mekanik RLD dibuat oleh Diesel kiki
untuk perlengkapan kendaraan bermesin disel,
adapun ciri khasnya adalah sebagai berikut :
1. Governornya adalah variable speed dengan
ciri
khas
memperingan
tenaga
untuk
menggerakan control lever.
Pada linkage sistim yang baru, control
levernya bebas dari pengaruh adanya tenaga
pada governor spring. Jadi dengan kata lain
untuk menggerakan control lever pada posisi
maksimem adalah sama dengan pada
governor jenis minimum dan maksimum
speed governor.
2. Tidak hanya mengontrol jumlah bahan bakar
saja, juga dapat mengontrol kerjanya mesin
pada waktu posisi full load, tetapi dalam kelebihan jumlah pengiriman bahan bakar pada
waktu start diset dengan mudah, menggantikan torque cam dengan yang lebih pantas.
Gambar 1 dan 2 sebagai contoh, diperlihatkan
bagaimana
pengaruhnya
terhadap
putaran mesin pada waktu mengganti torque
cam dan governor.

10

KONSTRUKSI

Tiap-tiap flyweight dipegang pada tempatnya


dengan pin press-fitted kedalam flyweight holder,
yang kemudian dipasangkan pada camshaft
pompa injeksi.
Flyweight terbuka keluar, terpusat pada pin. Terbukanya flyweight mengakibatkan sleeve bergerak dalam porosnya sepanjang slider yang
terletak pada belakang flyweight arm. Sleeve
digabungkan dengan shifter lewat sebuah
bearing. Shifter dihubungkan dengan bagian
bawah pada tension lever oleh sebuah pin clan
bergerak hanya dalam sebuah poros.

11

Tension lever didukung oleh shaft tension lever


yang dipasangkan separuh bagiannya berada
pada governor cover. Spring seat dihubungkan
pada bagian atas pada tension lever oleh pin,
dengan shaft governor dimasukan dibagian
tengah dari spring seat. Shaft governor dipegang
oleh guide screw (dikencangkan kedalam
governor cover) dan governor housing; shaft
governor hanya bergerak pada porosnya.

Spring seat diletakan pada bagian depan pada


shaft governor. Spring governor ditekan antara
dua spring seats.

Pada permukaan governor cover diulirkan sebuah shaft governor dan terdapat mur untuk set
posisi dari pada spring seat bagian depan. Pada
bagian bawah dari governor cover dipasangkan
idling spring capsule ; idling spring menempel
pada governor.cover dibagian ujung dari shifter.
Governor spring dan idling spring melawan gaya
centrifugal pada flyweight selama mesin berputar,
tension lever diset dalam posisi berhadapan ke
flyweight lift. (Gb. 7)

12

Guide lever dan tension lever kedua-duanya dipasangkan sepusat pada shaft tension lever dan
ditahan bersama-sama oleh tenaga dari cancel
spring (1). Ball joint dilas pada bagian atas dari
guide lever.

Bagian tengah dari floating lever dipegang oleh


supporting lever. Pada ujung floating lever yang
satu mengggerakan ball joint pada guide lever
dan ujung yang lainnya menggerakan ball joint
pada rack conneting link dimana disambungkan
ke control rack.

Salah satu dari ujung start spring dikaitkan kedalam governor housing, dan ujung yang lainnya
dikaitkan ke control rack conecting linknya. Start
spring selalu menarik control rack kearah penambahan pengiriman bahan bakar.

13

Shaft control lever ditunjang oleh supporting


lever dan dipegang oleh cancel spring (2).
Control lever, supporting lever dan shaft control
lever merupakan satu unit. Gerakan dari control
lever akan menyebabkan supporting lever
bergeser pada fulcrum selanjutnya pada floating
lever.

Torque cam dipasangkan seperti terlihat pada


gambar, pin dipres kedalam governor cover
(bagian control rack). Torque cam dihubungkan
dengan rod dan adjusting nut pada bagian atas di
tension lever.
Jarak antara torque cam dan tension leverpin
distel dengan menggunakan adjusting nut pada
rod dan lock screw. Gaya pada 2 spring pada rod
dapat distel dengan adjusting nut. Torque cam
berporos pada dudukan dimana penyetelannya
pada rod, atau gerakan dari tension lever adalah
sama seperti perubahan pada flyweight lift.
Mur dan shaft diset kedalam governor housing
pada bagian yang berlawanan dengan control
rack. Pada shaft dipasangkan sebuah bush. Ushaped lever dihubungkan ke sensor lever pin
dipasang antara shaft yang dimasukan dalam
bushing dan guide screw, seperti dalam gambar.
U-shaped lever, shaft dalam bushing dan cansel
spring (3) bergerak dalam satu unit.

14

Sensor lever dimasukan pada U-shaped lever.


Bagian ujung atas dari sensor lever berbentuk
garpu dan baut dimana mengikat baik control
rack dan rack connecting link. Bagian ujung
bawah dari sensor lever berhubungan dengan
torque cam. Full-load setting lever dan return
spring dipasang pada shaft seperti dalam gambar
14. Full-load setting lever selalu menekan full
load setting bolt. Gerakan dari full-load setting
lever adalah sehubungan dengan gerakan dari
sensor lever. Ada dua adjusting bolt; satu untuk
kecepatan mesin maksimum dan satu lagi untuk
kecepatan minimum, yang terletak pada bagian
atas dari governor cover.

PRINSIP KERJA
VARIASI KONTROL KECEPATAN
Tidak sama seperti conventional variable speed
governor yang mana kontrol kecepatannya mesin
sehubungan dengan governor spring force
seperti yang diset oleh control lever governor
mekanik RLD pengaruh kontrol kecepatannya
diset oleh floating lever fulcrum dengan control
lever. Dengan governor RLD hanya diperlukan
sedikit kekuatan/tenaga untuk menggerakan
control lever. Gambar 15 menunjukkan hubungan
antara kecepatan pompa injeksi bahan bakar,
flyweight lift dan posisi control rack. Gambar 16
menunjukkan bagaimana kerja dari governor
mekanik RLD.
Idling spring dan governor spring pada governor
RLD tidak dilengkapi dengan initial setting force;
Ketika flyweight adalah 0 seperti terlihat pada
gambar, hanya start spring yang dilengkapi
dengan initial force setting. Karena itu flyweight
lift mulai pada kecepatan yang lebih besar dari
pada putaran pompa (B), yang menghasilkan
gaya centrifugal untuk melawan initial setting
force dari start spring. Karena kecepatan mesin
bertambah,
flyweight
mempunyai
gaya
centrifugal yang melampaui setting force pada
idling dan governor spring (gambar 15 B sampai
F). Maksimum lift pada flyweight adalah 13 mm.
Flyweight lift mengakibatkan gerakan pada
tension lever dengan cara shifter dengan diikuti
oleh gerakan dari guide lever. Gerakan dari
guide lever mengakibatkan gerakan pada floating
lever, yang kemudian menggerakan control rack
pada posisi yang berlawanan.
15

Bergeraknya control lever sedikit dari posisi


idling kearah full-speed setting bolt dengan guide
lever bagian ball joint yang berada pada Po pada
waktu pompa injeksi tidak jalan (ditunjukan oleh
garis yang tebal pada gambar di atas), akan
mengakibatkan supporting lever berputar pada
poros floating lever ke titik Po.
Karena berputarnya floating lever, control rack
bergerak dari Ro untuk menambah jumlah
pengiriman bahan bakar. Sesudah control rack
mencapai Ra, 2 fulcrums (Po dan Ra) yang
terpasang. Floating lever fulcrum dipasang pada
titik Qb bagian atas dan ditengah antara floating
lever fulcrums Po dan Ra.

16

Bergerak control lever selanjutnya kearah fullspeed setting bolt akan memindahkan L-shaped
lever dari supporting lever. Apabila mesin dijalankan pads kondisi seperti ini, kecepatan pompa
injeksi bahan bakar bertambah, bertambah pula
gaya centrifugalnya dari pada idling spring dan
governor spring forces.
Flyweight memindahkan guide lever lewat
tension lever.

Flyweight lift menyebabkan tension lever dan


guide lever bergerak, memajukan ball joint dari
Po ke Pa karena kecepatan mesin bertambah.
Perpindahan floating lever bersamaan dengan
berputarnya supporting lever sekeliling Ra pada
control rack bagian ball joint, dengan kekuatan
cansel spring (2) yang dipasang pada supporting
lever. Fulcrum floating lever kemudian berpindah
ke Qb. Kecepatan pompa mencapai Na ketika
guide lever ball joint mencapai Pa. Dengan
serentak, fulcrum floating lever berpindah ke Qa
dimana L-shaped lever dan supporting lever
terhubung.
Ketika kecepatan mesin melampaui Na, flyweight
lift mencapai La dan Pa (Guide-lever ball joint)
berpindah ke Pa. Pada waktu ini, floting lever
berputar pada Qa ketika control rack bergerak
dari Ra kearah Ra' untuk mengurangi jumlah
pengiriman bahan bakar.
Governor mengontrol putaran mesin oleh
gerakan control rack untuk menambah jumlah
pengiriman bahan bakar (sambil menjaga
floating-lever
titiktitik
variasinya)
karena
kecepatan mesin bertambah dari semula dimana
putaran pompa Na dalam keseimbangannya
dengan Ra (posisi control rack).

17

FULL-LOAD CONTROL RACK POSITION:TORQUE CAM REGULATION

Torque cam memungkinkan posisi full-load control rack untuk dirubah menambah atau mengurangi
jumlah pengiriman bahan bakar sesuai dengan putaran pompa, dimana perubahan dengan putaran
pompa. Torque cam yang telah dikembangkan untuk mengurangi asap buang dan menambah
pengaruh moment maksimum dan pengaruh tenaga maksimum dari mesin pada beban penuh.
Berpindahnya control lever seperti itu menghubungkan full-speed setting bolt ketika mesin
melampaui putaran minimum akan merubah jumlah pengiriman bahan bakar.
Dengan serentak, sensor lever berputar sekeliling S, fulcrum pada U-shaped lever dengan bagian
bawah dari sensor lever dalam hubungan dengan torque cam. Akibatnya perpindahan control rack
diatur seperti dalam gambar oleh garis yang tebal pada gambar.
Pada kondisi tersebut diatas, cancel spring (2) menyebabkan control rack bagian ball joint memutar
floating lever dengan guide lever ball joint bersama pada sebuah fulcrum.

18

Akibatnya, sensor lever menyentuh torque cam. Kemudian karena kecepatan pompa bertambah
seketika, tension lever memutar torque cam kekiri (Gb. 22) melalui rod pada bagian atas dari
tension lever. Posisi torque cam tergantung pada kecepatan mesin. Sensor lever dalam hubungan
dengan torque cam, mengatur posisi full-load mengontrol rack. Mekanismenya torque cam dapat
dipergunakan dalam segala jenis variasi pada mesin, sejak bentuk dari torque cam dibuat secara
khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah pengiriman bahan bakar pada mesin.

19

STARTING FUEL INJECTION QUANTITY: INCREASE MECHANISM

Pada waktu mesin tidak berputar, start spring melalui floating lever dan guide lever, kerja dari
tension level adalah untuk mengurangi sesedikit mungkin flyweight lift dan memutar torque cam
kekanan. Pemindahan gerakbn control lever pada kedua-duanya tension lever maupun torque cam
seperti digambarkan diatas, dari posisi idling ( bergaris tebal ) ke posisi kecepatan penuh ( bergaris
strip-strip ), lewat supporting lever menggerakan control rack untuk menambah jumlah pengiriman
bahan bakar. Pada waktu ini ujung bagian bawah dari sensor lever menghubungkan notch dalam
torque cam celah kecil diperlihatkan dengan garis
tebal dalam gambar. Sebagai akibat, posisi fullload control rack bergerak keposisi pengurangan
bahan bakar. Gerakan control lever kembali ke posisi idling, sesudah mesin dihidupkan akan mengakibatkan floating lever menarik control rack kebelakang melepaskan sensor lever dari notch dalam
torque cam.
Perhatian : Jangan menaikan putaran mesin apabila baru dihidupkan.
Hal tersebut untuk mencegah sensor lever terlepas dari notch pada torque cam dan akan
membahayakan bagi governor

20

CARA KERJA
MESIN START

Flyweight dalam keadaan menutup tidak berkembang pada waktu mesin tidak dihidupkan. Seperti
dijelaskan sebelumnya, baik idling spring dan governor spring biasanya tidak ditekan, tanpa initial
force. Pada waktu menjalankan menekan penuh accelerator, control lever tersambung dengan
accelerator-rod yang menghubungkan pada maksimum speed setting bolt. Dengan serentak,
floating lever juga bergerak, mendorong control rack menambah jumlah pengiriman bahan
bakar pada waktu mesin start. Sensor lever menempel notch pada torque cam, yang mengontrol
jumlah pengiriman bahan bakar pada waktu mesin start.
Control rack kemudian bergerak kearah posisi fullload rack dan akhirnya mencapai posisi
penambahan bahan bakar untuk start, yang dibatasi oleh rack limiter.

21

Pada waktu accelerator terlepas setelah mesin hidup, control lever kembali terhubung dengan idling
speed setting bolt. Selanjutnya, control rack bergerak untuk mengurangi jumlah pengiriman bahan
bakar dan ujung sensor lever lepas dari notch torque cam. Kerjanya control lever setelah itu tidak
lagi menambah bahan bakar pada mesin.

22

PENGONTROLAN PUTARAN IDLING

Ketika control lever kembali pada posisi idling sesudah mesin hidup, floating lever fulcrum kembali
pada posisi idling Qo, governor siap untuk memulai mengontrol kecepatan idling. Pada waktu
kecepatan mesin berkurang, gaya centrifugal pada flyweight juga berkurang, tenaga idling spring
lebih kuat dan flyweight menutup. Control rack kemudian bergerak sekitar floating lever fulcrum Qo
dalam perjalanan penambahan jumlah bahan bakar untuk menghindari mesin berhenti putarannya.
Apabila putaran mesin bertambah, tenaga idling spring lebih kecil dari pada gaya centrifugal
pada flywieght, sehingga terjadi tarikan kembali pada control rack untuk mengurangi jumlah bahan
bakar (seperti diperlihatkan oleh garis strip strip pada gambar 27) dengan demikian mengurangi
putaran mesin.
Dengan cara ini governor mengimbangi putaran mesin waktu idling, mempergunakan keseimbangan
antara besar gaya centrifugal dengan jumlah tenaga start spring dan idling spring untuk mencegah
terjadinya fluktuasi pada putaran mesin.
Ketika mesin pada putaran idling, sensor lever tidak berhubungan dengan torque cam.

23

TORQUE CAM MENGONTROL PENGIRIMAN JUMLAH BAHAN BAKAR SELAMA FULL LOAD

Penekanan accelerator pada waktu mesin berputar tanpa muatan, sampai control lever menempel
pada baut setting maksimum putaran, akan menggerakan floating lever sekeliling ball joint pada
guide lever, dan menggerakan control rack kearah posisi full-load (Ra) akan menggerakan ujung
sensor lever untuk menempel pd torque cam. Fluktuasi putaran mesin setelah itu akan memutar
tension lever shaft. Persisnya, torque cam ber
gerak sekeliling shaft tersebut. Karena torque cam bergerak, ujung sensor lever mengikuti pada
permukaan torque cam, merubah posisi control rack untuk mengontrol jumlah pengiriman bahan
bakar. Pada waktu putaran mesin berubah tension lever memutar, merubah ball joint pada Pa di
guide lever dan menggerakan foating lever fulcrum 0. Torque cam merubah control rack oleh
sensor lever.

24

MENGONTROL KECEPATAN MAKSIMUM

Dengan control lever menempel pada maksimum speed setting bolt, putaran mesin dapat bertambah ketika jumlah pengiriman bahan bakar dikontrol oleh mekanisme torque camsensor lever. Pada
waktu putaran mesin bertambah, kemudian dengan supporting lever berhubungan dengan L-shaped
lever pada control lever-shaft, guilde
lever ball joint bergerak dari Pa menuju Pa' berporos pada floating lever fulcrum Qa. Control rack
kemudian ditarik kebelakang untuk mengurangi jumlah pengiriman bahan bakar untuk mengatur
kecepatan maksimum. Sementara itu ujung sensor lever terlepas dari torque cam untuk mengontrol
kecepatan maksimum.

25