Anda di halaman 1dari 7

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEHNIK JIGSAW

DISUSUN OLEH:

DI SUSUN OLEH :

CHRISNO TONGKA

A 351 14 052

JATI PURNOMO

A 351 14 053

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUA SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016

A. Pengertian Metode Melatih/ Drill


Pengertian Metode Penggunaan istilah drill (latih
siap) dimaksudkan agar pengetahuan dan kecakapan
tertentu

menjadi

milik

siswa

dan

dapat

dikuasai

sepenuhnya. Adapun metode drill (latih siap) itu sendiri


menurut beberapa pendapat memiliki arti sebagai berikut
1. Suatu teknik yang dapat di artikan sebagai suatu
cara mengajar di manasiswa melaksanakan kegiatankegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan atau
keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah
dipelajari.
2. Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran
dengan jalan melatih anak-anak terhadap bahan
pelajaran yang sudah diberikan.
3. Suatu kegiatan dalam melakukan hal yang sama
secara berulang-ulang dansungguh-sungguh dengan
tujuan

untuk

memperkuat

menyempurnakan
menjadi permanen.

suatu

suatu

asosiasi

keterampilan

atau

supaya

Dari

beberapa

pendapat di

atas, dapat

ditarik

kesimpulan bahwa metode drill (latih siap) adalah suatu


cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan melatih
siswa agar menguasai pelajaran dan terampil. Dari segi
pelaksanaannya siswa terlebih dahulu telah di bekali
dengan pengetahuan secara teori secukupnya. Kemudian
dengan

tetap

di

bimbing

oleh

guru,

siswa

disuruh

mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil.


B. Tujuan Metode Drill
Tujuan metode

drill

(latih

siap)

adalah

untuk

memperoleh suatu ketangkasan, keterampilan tentang


sesuatu yang dipelajari anak dengan melakukannya secara
praktis pengetahuan-pengetahuan yang dipelajari anak itu.
Dan siap di pergunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.
Sedangkan menurut Roestiyah dalam strategi belajar
mengajar teknik metode drill (latih siap) ini biasanya
dipergunakan untuk tujuan agar siswa:
1. Memiliki
keterampilan
motoris/gerak,

seperti

menghafal kata-kata,menulis, mempergunakan alat


atau membuat suatu benda; melaksanakangerak
dalam olah raga.
2. Mengembangkan

kecakapan

intelek,

seperti

mengalikan, membagi,menjumlahkan, mengurangi,


menarik akar dalam hitungan mencongak.Mengenal
benda/bentuk dalam pelajaran matematika, ilmu
pasti, ilmukimia, tanda baca dan sebagainya.
3. Memiliki
kemampuan
menghubungkan
antara
sesuatu keadaan dengan hallain, seperti sebab
akibat banjir - hujan; antara tanda hurufdan bunyi
-ing,

-ny

dan

lambang/simbol

lain
di

sebagainya;

dalam

peta

penggunaan

dantarn-lain.Dari

keterangan-keterangan

di

atas,

dapat

ditarik

kesimpulan bahwa tujuandari metode drill (latihan


siap)

adalah

untuk

melatih

kecakapan-

kecakapanmotoris dan mental untuk memperkuat


asosiasi yang dibuat.
C. Langkah-langkah pembelajaran Metode Drill
Ada beberapa langkah-langkah pembelajaran metode
drill diantaranya yaitu:
a. Pemberian Konteks. Yakni guru memberi arti makna
dari kata itu dengan salah satu atau beberapa tenik.
b. Pengulangan Kata. Yakni anak harus mengulang lafal
kata itu tanpa konteks sampai mereka mampu
melafalkannya dengan cukup baik.
c. Pengecekan Arti Kata. Yakni dengan

memberi

peratanyaan mengenai kata itu, dan dari respon


anak, guru dapat mengetahui apakh itu kata itu
sudah menjadi bagian dari miliknya atau belum.
d. Pemberian Kalimat Contoh atau Model. Yakni guru
mamberi kalimat contoh yang mengingatkan anak
tentang bagaimana manggunakan kosa kata dalam
kalimat dengan konteks yang benar.
D. Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Metode
Drill
Agar penggunaan metode drill dapat efektif, maka harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. Sebelum pelajaran dimulai hendaknya diawali terlebih dahulu
dengan pemberian pengertian dasar.
b. Metode ini dipakai hanya untuk bahan pelajaran kecekatankecekatan yang bersifat rutin dan otomatis.
c. Diusahakan hendaknya masa latihan dilakukan secara singkat, hal
ini dimungkinkan agar tidak membosankan siswa.
d. Maksud diadakannya latihan ulang harus memiliki tujuan yang
lebih luas.

e. Latihan diatur sedemikian rupa sehingga bersifat menarik dan


dapat menimbulkan motivasi belajar anak.
E. Kelebihan Metode Drill
a. Bahan pelajaran yang diberikan dalam suasana yang
sungguh-sungguh akan lebih kokoh tertanam dalam
daya ingatan murid, karena seluruh pikiran, perasaan,
kemauan

dikonsentrasikan

pada

pelajaran

yang

dilatihkan.
b. Anak didik akan dapat mempergunakan daya fikirannya
dengan bertambah baik, karena dengan pengajaran
yang baik maka anak didik akan menjadi lebih teratur,
teliti dan mendorong daya ingatnya.
c. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang
segera serta langsung dari guru, memungkinkan murid
untuk melakukan perbaikan kesalahan saat itu juga. Hal
ini dapat menghemat waktu belajar disamping itu juga
murid langsung mengetahui prestasinya.
F. Kelemahan Metode Drill
a. Latihan Yang dilakukan di bawah pengawasan yang
ketat dan suasana serius mudah sekali menimbulkan
kebosanan.
b. Tekanan yang lebih berat, yang diberikan setelah murid
merasa bosan atau jengkel tidak akan menambah
gairah belajar dan menimbulkan keadaan psikis berupa
mogok belajar/latihan.
c. Latihan yang terlampau berat dapat menimbulkan
perasaan

benci

dalam

diri

murid,

baik

pelajaran maupun terhadap guru.


d. Latihan yangs selalu diberikan di bawah

terhadap
bimbingan

guru, perintah guru dapat melemahkan inisiatif maupun


kreatifitas siswa.
e. Karena tujuan latihan adalah untuk mengkokohkan
asosiasi tertentu, maka murid akan merasa asing

terhadap

semua

struktur-struktur

baru

dan

menimbulkan perasan tidak berdaya.


G. Mengembangkan Pembelajaran Geografi Dalam Metode Drill
IDENTITAS
Mata Pelajaran

: Demografi

Kelas/Semester

: X (Sepuluh)/1 (Satu)

Alokasi Waktu

: 20 Menit

A. MATA PELAJARAN
Demografi
B. SASARAN
Siswa SMA kelas X
C. DURASI
1 x 20 menit
D. MATERI PEMBELAJARAN
Kematian/Mortalitas
E. STANDAR KOPETENSI
Menganalisis Tentang Kematian/Mortalitas
F. TEMPAT/ALAT/SUMBER BELAJAR
Tempat : Ruang Kelas
G. METODE PEMBELAJARAN
Metode Latihan/Drill
H. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu :
Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan,
membagi,
dalam

menjumlahkan,

hitungan

mengurangi,

mencongak.

Mengenal

menarik

akar

benda/bentuk

dalam pelajaran matematika, ilmu pasti, ilmukimia, tanda


baca dan sebagainya.
I. LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBELAJARAN
1. Apresiasi
a. Memasuki kelas
b. Mengkondisikan siswa untuk persiapan belajar

c. Salam
d. Berdoa
2. Eksplorasi
a. Menggali pengetahuan siswa tentang kematian/mortalitas
b. Memberi arti makna dari kata itu dengan salah satu
atau beberapa tenik.
c. Mengulang lafal kata itu tanpa konteks sampai
mereka mampu melafalkannya dengan cukup baik.
d. Memberi peratanyaan mengenai kata itu, dan dari
respon anak, guru dapat mengetahui apakh itu kata
itu sudah menjadi bagian dari miliknya atau belum.
J. INTI PEMBELAJARAN
a. Menjelaskan seperti apa pengertian dari kematian/mortalitas.
b. Menjelaskan bagaimana cara memperoleh data kematian
c. Menjelaskan faktor penyebab kematian.
K. KEGIATAN AKHIR
Memberi peratanyaan mengenai kata itu, dan dari respon
anak, dapat mengetahui apakah materi yang di ajarkan
telah dapat di terimah oleh siswa.