Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

TEKNIK TENAGA LISTRIK


Pembangkit Listrk Tenaga Uap

DISUSUN OLEH :
FERLI SUMIRAT (14.16.1.0011)
ADE RIDWAN AMALI (14.16.1.0014)
RICKI MAGFIRA R (14.16.1.0012)
IPAN SOFYAN (14.16.1.0007)
ISIS SILAHUDIN (14.16.1.0008)
TEKNIK MESIN A

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MAJALENGKA TAHUN 2014-2015
1

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, shalawat dan
salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad Saw utusan dan manusia pilihannya. Berkat rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan tugas dari dosen
mata kuliah Teknik Tenaga Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
Penulis menyadari bahwa makalah yang saya buat ini jauh dari yang
diharapkan, hal ini karena penulis masih ada dalam tahap pembelajaran. Jadi, tidak
tertutup kemungkinan banyaknya kekurangan-kekurangan baik dari segi penyajian
makalah, penggunaan bahasa maupun teknik penulisan makalah.
Penulis membuat makalah ini dengan cara pribadi. Adapun suka dan duka
penulis dalam membuat makalah ini yaitu pada saat mencari sumber informasi dan
mengetik hasil makalah.
Tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu, terutama :
1. Bapak Prof. Dr. H.Sutarman ,Ir,M.sc selaku Rektor Universitas Majalengka
2. Bapak Dr. H. Riza M. Yunus, S.T,.S.E.,M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Majalengka
3. Bapak Anton Dwi Kusuma S.T,.M.T. selaku dosen mata kuliah Teknik Tenaga Listrik,
dan
4. Semua pihak yang telah membantu saya.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat
dipergunakan sebagai salah satu rujukan dalam pembuatan suatu administrasi
pendidikan dalam profesi keguruan serta bagi perkembangan ilmu Pendidikan
Bahasa Indonesia
Majalengka, Oktober 2015

Penyusun

Daftar isi
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan masalah

1.3 Tujuan

BAB II
Pembahasan
2.1 Pengertian PLTU

2.2 Peralatan Utama PLTU

Boiler

Turbin

Kondensor

10

Generator

11

Peralatan bantu

11

2.3 Prinsip Kinerja PLTU

16

2.4 Permasalahan yang sering terjadi pada pengoprasian PLTU

18

BAB III
Penutup
A. Kesimpulan

19

BAB I
3

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Selama berabad-abad, manusia telah mengamati tentang proses terjadinya
listrik. Merka telah beberpa kali melakukan percobaan guna mendapatkan
pemecahan taka-teki tentang kelistrikan. Banyak tkoh-tokoh yang berhasil
mengungkap dan membuat suatu penemuan yang erat kaitannya fengan dunia
listrik diantaranya Michaek Faraday dengan salah satu hasil kegiatannya adalah
tentang rotasi electromagnetic. Hasil penemuannya ini merupakan dasar terpentin
dari perkembangan dunia listrik berikutnya. Penemuan tersebut terus dikembangkan
dalam berbagai alat listrik seperti transformator dan generator. Generato yang
pertamakali menggunakan system rotasi ditemukan oleh H.M. Pexii ari Paris pada
tahun 1832. Generator pertama ini menggunakan sebuah magnet permanen
berbentuk tapal kuda diputar menegelilingi sebuah inti besi yan berlilitan yang
dihubungkan dengan sebuah komutator dan bila diptar mengasilkn bunga api.
Sejarah tenteng listrik komersial pertamakali beroperasi pada tahun 1882 bulan
januari di London inggris, kemudian di New York pada bulan September tahun yang
sama. Listrik komersial ini menggunakan arus searah dengan tegangan rendah. Di
Indonesia, sejarah penyediaan listrik pertama kali diawali oleh sebuah embangkit
tenaga listrik di Gambir, Jakarta pada bulan Mei 1897, Surakart pada tahun 1908,
Bandung pada tahun 1906, Surabaya pda tahun 1912 dan Banjarmasin pada tahun
1992. Pada awalnya pusat-pusat tenaga listrik ini menggunakan tenaga termis.
Kelangsungan hidup manusia di muka bumi tidak bisa lepas dari kebutuhan akan
enegi listrik. Saat sekarag ini kebutuhan akan listik semakin hari semakin meningkat
seiring kemajuan teknologi yang ssemakin maju. Denga kemajuan teknolgi yang
semakin maju akan sangat membutuhan kebutuhan akan energy listrik yang
semakin banyak pula. Dapat dikatakan kemajuan teknologi akan berbanding lurus
dengan konsumsi energi listrik. Oleh sebab itu dibutuhkan pembangkit listrik yang
lebih banyak lagi untuk mmenuhi kebutuhan listrik tersebut. Dengan menggunakan
segala sumber daya alam yang ada sebgai pembengkitnya. Salah satu pembangkit
yang palingbanyak beropersai untuk memenuhi kebutuhan listrik dunia dan termasuk
di Indonesia adalah Pembangkit listrik tenaga uap, Pembangkit listrik tenaga gas,

dan Pembangkit listrik tenaga gas uap. Etiga pembangkit tersebut memiliki
kesamaan yaitu panas. sumber daya yang paling banyak digunakan sebagai
pembangkit pada Pembangit listrik tesebut adalah energy yang tidk dapat
diperbaharui seperti batubara, gas alam, maupun bahan bakar minya lainnya.
Pembangit tersebut merupakan pembangkit terbesar yang paling banyak
menghasilkan energy listrik di Indonesia

1.2 Rumusan Masalah


Hal-hal yang akan dibahas dalam makalah ini :

Pengertian PLTU
Peralatan utama PLTU
Prinsip kerja PLTU
Permasalahan yang ada pada PLTU
Kesimpulan

1.3 Tujuan
Mengenal dan mengetahui PLTU
Pentingnya PLTU sebagai pemasok listrik di Indonesia

BAB II
5

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian PLTU
Suatu sistem pembangkit tenaga listrik yang mengkonversikan energi kimia
listrik dengan menggunakan uap air sebagai fluida kerjanya, yaitu
dengan memanfaatkan energi kinetik uap untuk menggerakkan poros sudu sudu turbin. Sudu -sudu turbin mengerakkan poros turbin, untuk selanjutnya poros
turbin mengerakkan generator. Dari generator inilah kemudian dibangkitkan
energi listrik.

2.2 Peralatan Utama PLTU


1. BOILER
Boiler yang umumnya disebut ketel uap merupakan satu bagian utama dari PLTU
yang fungsinya adalah untuk memproduksi uap yang selanjutnya uap tersebut
dialirkan ke turbin.
a. Boiler terdiri dari dua komponen utama yaitu:

Ruang bakar sebagai alat untuk mengubah energi kimia menjadi energi panas.

Alat penguapan terdiri dari pipa-pipa penguap yang mengubah energi

pembakaran (energi kimia) menjadi energi potensial uap, (energi panas).


b.

Konstruksi boiler dari beberapa bagian antara lain :


Tube Wall

Tube Wall adalah merupakan pipa yang dirangkai membentuk dinding dan dipasang
secara vertikal pada 4 (empat) sisi, sehingga membentuk ruangan persegi empat
yang disebut ruang bakar.
Fungsi tube wall adalah alat pemanas air dengan bidang yang luas sehingga
mempercepat proses penguapan.

Burner (Alat Pembakaran)

Burner pada boiler dilengkapi dengan Nozzle dan Diffusor udara sehingga dengan
kedua peralatan tersebut terjadi pengabutan bahan bakar dan udara bercampur
untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna.

Boiler Drum

Boiler drum terbuat dari plat baja yang berbentuk silinder dan dipasang mendatar di
atas rangkaian pipa-pipa pemanas.
Fungsi Boiler Drum adalah untuk menampung air pengisi dan uap basah dari Tube
Wall sekaligus untuk pemisah antara uap dan air.

Super heater (Pemanas Lanjut)

Super Heataer adalah suatu alat yang kontruksinya merupakan rangkaian pipa-pipa
yang berbentuk spiral diletakkan di bagian atas ruang pembakaran.
Fungsi dari Super Heater adalah untuk memanaskan uap basah menjadi uap kering.

Economizer

Economiser adalah suatu alat yang konstruksinya merupakan rangkaian pipa-pipa


yang berbentuk spiral dan dipasang pada saluran gas bekas yang berfungsi untuk
memanaskan air sebelum masuk ke Boiler Drum.

Air heater (Pemanas Udara)

Air Hetaer adalah suatu alat yang konstruksinya dapat dibuat dari pipa lurus yang
disusun pada saluran gas bekas dan berfungsi untuk memanaskan udara pembakar.

2.

TURBIN

Turbin adalah suatu perangkat yang mengkonversikan energi uap yang


bertemperatur tinggi dan tekanan tinggi menjadi energi mekanik (putaran). Ekspansi
uap yang dihasilkan tergantung dari sudu-sudu (nozzle) pengarah dan sudu-sudu
putar. Ukuran nozzle pengarah dan nozzle putar adalah sebagai pengatur distribusi
tekanan dan kecepatan uap yang masuk ke Turbin. Turbin uap berkapasitas besar
memiliki lebih dari satu silinder cashing. Hal ini dapat kita lihat dari macam silinder
casing pada Turbin:
1. Cross Compound
Dimana HP (High Pressure) dan LP (Low Pressure) turbinnya terpisah dan masingmasing dikopel dengan satu generator.
2. Tandem Compound
Dimana HP dan IP (Intermediet Pressure) turbinnya terpisah dengan LP Turbin tetapi
masih dalam satu poros.
Prinsip Kerja Steam Turbine
Steam Turbine adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah energi panas
dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Konstruksinya
terdiri dari rumah turbin dan rotor. Pada rotor turbin ditempatkan rangkaian sudusudu jalan secara berjajar. Dalam pemasangannya, rangkaian sudu tetap dan
rangkaian sudu jalan dipasang berselang-seling. Energi panas dalam uap mula-mula
diubah menjadi energi kinetik oleh nozzle, selanjutnya uap dengan kecepatan tinggi
ini akan mengenai sudu-sudu jalan pada rotor turbin yang akhirnya mengakibatkan
putaran rotor.
Pada PLTU, Turbine dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :
1. High Pressure (HP) Turbine
HP Turbine mengekspansikan uap utama yang dihasilkan dari superheater dengan
tekanan 169 kg/cm2 dan temperatur 538oC, kemudian uap keluar HP Turbin (41
kg/cm2) dengan temperatur 336oC dipanaskan kembali pada bagian reheater
diboiler untuk menaikkan entalpi uap. Uap reheat lalu diekspansikan di dalam
Intermediate Pressure (IP) turbine.
Data HP Turbin:
8

a. Jumlah sudu : 1 pasang sudu impuls (tingkat 1) 14 pasang sudu reaksi


b. Arah uap ke Pedestal
c. Jumlah 1 buah
2. Intermediate Pressure (IP) Turbine
IP Turbine mengekspansikan uap reheat dengan tekanan 39 kg/cm2 dan temperatur
538oC, sedang uap keluarnya bertekanan 8 kg/cm2 dan suhunya sekitar 330oC.
Data IP Turbine:
a. Jumlah sudu : 12 pasang sudu reaksi
b. Arah ekspansi berkebalikan dengan HP Turbin
c. Jumlah 1 buah
3. Low Pressure (LP) Turbine
LP Turbine mengekspansikan uap bertekanan 8 kg/cm2 dan temperatur 330oC, dan
tekanan uap keluar dari LP Turbin pada tekanan 56 mmHg (Vaccum), kondisi vakum
ini diciptakan di dalam condenser dengan temperatur 40oC.
Data LP Turbine:
a. Jumlah sudu : 8 pasang per turbin
b. Arah ekspansi uap saling berlawanan
c. Jumlah : 1 buah

3.

KONDENSOR
9

Kondensor adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengkondensasikan uap


bekas dari turbin menjadi air. Kondensor terbuat dari plat baja berbentuk silinder
yang diletakkan secara mendatar dan didalamnya dipasang pipa-pipa pendingin
yang terbuat dari kuningan paduan.
a.

Peralatan pada Kondensor


Ejector
Fungsinya adalah untuk membuat ruangan kondensasi di dalam kondensor

menjadi vaccum (Hampa) sehingga uap bekas dari turbin mengalir ke ruang
kondensor tersebut dengan cepat dan bersinggungan terhadap pipa-pipa pendingin
kondensor yang akhirnya uap tersebut menjadi air kondensat.

Pompa Air Kondensat (Condensat Pump)


Pompa tersebut untuk memompakan air kondensat dari dalam bak penampungan

(Hotwell) ke tanki air pengisi.

Pompa Air Pendingin (Cooling Water Pump)


Pompa tersebut untuk memompakan air kedalam kondensor dan lat pendingin

lainnya yang dipompakan dari sungai, laut atau bak penampungan bagi unit yang
menggukan pendingin tertutup.

4.

GENERATOR
10

Generator adalah suatu alat untuk merubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
a.

Generator terdiri dari dua bagian utama yaitu :


Stator
Stator adalah bagian yang diam terdiri dari kumparan-kumparan tembaga dan inti

besi.

Rotor
Rotor pada generator adalah bagian yang berputar terdiri dari lilitan dan kutub-

kutub magnet. Untuk menunjang operasional, generator dilengkapi dengan Exciter


yang terdiri dari pilot exciter dan main exciter.

5.

PERALATAN BANTU

a.

BFP dan feed water pump

Fungsi utama feed water system pada PLTU adalah untuk melayani kebutuhan air
pada boiler agar tetap tersedia dengan cukup.
Komponen Utama Feed Water Sistem pada PLTU terdiri dari :

Tangki Air Pengisi (FWT)

Pompa Air Pengisi (FWP)

Pemanas Tekanan Tinggi (HPH)

Ekonomizer

Boiler Drum

Sirkulasi feed water pump


11

Mula-mula air dalam tanki (FWT) dialirkan ke pompa air pengisi (FWP)

Kemudian air dipompakan ke boiler melalui HPH, di dalam alat tersebut air

dipanasi dengan uap yang dialirkan dari turbin

Dari HPH air dialirkan ke economizer air masuk ke boiler drum dan selanjutya

masuk ke tube wall melalui pipa down comer.

b.

FD.FAN DAN SYTEM UDARA

Fungsi utama system udara adalah system yang dilengkapi dengan peralatan
hingga mendapat udara panas yang dibutuhkan untuk proses pembakaran dengan
sempurna di dalam boiler.
Komponen Utama pada sistem udara antara lain :

FD. Fan (Kipas Tekan Paksa)

FD. Fan adalah suatu alat Bantu boiler yang berfungsi untuk menghisap udara luar
dan ditekan ke burner.

Steam Air Heater

Steam Air Heater adalah suatu alat untuk memanaskan udara dengan menggunakan
uap sebagai pemanas.

Air Heater (Pemanas Udara)

Air Heater adalah suatu alat yang dipasang pada saluran gas bekas dan berfungsi
untuk memanaskan udara dengan menggunakan gas bekas sebagai pemanas.

Burner (Pembakar)

Burner adalah suatau alat yang dipasang pada pendingin Boiler yang berfungsi
untuk mencampur udara dengan bahan bakar dan tempat berlangsungnya
pembakaran.

c.

FAN DAN SISTEM GAS BEKAS


12

Fungsi utama ID Fan adalah untuk menghisap gas bekas hasil pembakaran di dalam
ruang bakar boiler sambil mengatur tekanan agar tetap konstan sebelum dikeluarkan
ke cerobong terlebih dahulu digunakan memanasi air pengisi dan udara pembakar.
Komponen utam pada system gas bekas dapat kita lihat pada lembar peraga yang
terdiri dari :

Super Heater 1a, 1b -1b, 2

Air Heater 2

Economizer

Air Heater 1

ID. Fan

Cerobong

Sirkulasi gas bekas

Mula-mula gas panas dari hasil pembakaran di dalam ruang baker boiler

mengalir ke atas dan memanasi pipa-pipa super heater 2.

Dari Super Heater 1a gas terus mengalir dan memanasi air heater 2 kemudian

mengalir ke arah bawah dan memanasi air heater 1 dan selanjutnya ke ID. Fan.

Dari ID. Fan gas bekas dikeluarkan melalui cerobong ke udara bekas.

Pengeluaran gas bekas diatur dengan pembukaan klap yang dipasang pada

saluran seblum gas buang.

d.

SISTEM BAHAN BAKAR


13

Fungsi bahan bakar pada PLTU adalah untuk memanasi air di boiler hingga menjadi
uap. Jenis bahan bakar yang digunakan ada tiga macam yaitu : minyak residu,
minyak solar, dan gas alam.
Sistem pembakaran
Sistem pembakaran pada PLTU keramasan dilakukan di dalam boiler yang letaknya
terpisah dari turbin atau dapat disebut mesin pembakar luar.Sistem pembakaran
pada PLTU keramasan dapat menggunakan bahan bakar residu dan gas.Untuk
bahan bakar residu dan solar dipompakan ke dalam burner melalui heater dan filter.
Untuk bahan bakar gas dialirkan ke burner melalui scrubber dan reducing
station.

e.

SISTEM PELUMASAN

Fungsi pelumasan pada alat bantu adalah untuk mencegah kerusakan pada bagianbagian yang bergerak. Fungsi pelumasan pada turbin adalah untuk pendinginan dan
pelumasan pada bantalan dan rotor turbin minyak pelumas pada turbin juga
digunakan untuk system pengaturan.
Jenis pelumas yang dipakai pada peralatan PLTU terdiri dari dua macam yaitu
pelumas cair dan padat.

Pelumas Cair adalah Oli SAE 30 dan 40

Pelumas Padat adalah Grease

Oli SAE 30 digunakan pada turbin dan bearing-bearing alat Bantu diantaranya
pompa-pompa dan mesin compressor, sedangkan Oli SAE 40 digunakan pada
mesin diesel PBK (Pemadam Bahaya Kebakaran)

Pemakaian Grease di PLTU dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya

:
- Alfania Grease
Pelumas tersebur digunakan pada motor motor listrik putaran tinggi
14

- Darina Grease
Pelumas tersebut digunakan pada motor-motor listrik putaran rendah
- Alfania Grease Ep 2
Pelumas tersebut digunakan untuk melumasi bearing di dalam air, diantaranya
bearing Cooling Water Pump.

f.

SISTEM UDARA KONTROL DAN UDARA SERVICE

Sebagai Media Alat Ukur

Satuan yang digunakan bar dan psi berasal dari udara compressor
Satuan yang digunakan mmWC dan Nm 3/h berasal dari udara FD. Fan.

Sebagai Penggerak

Sumbernya berasal dari compressor udara, digunakan pada katup/valve gas dan
ignitor burner

Sebagai Pendingin

Sumbernya berasal dari FD. Fan digunakan pada flame detector burner.

Udara control dan pelayanannya didapat dari dua sumber udara

- Kompressor
- FD. Fan (Force Draught Fan)

15

2.3 Prinsip Kerja PLTU


Di sini saya akan membahas dan mendeskripsikan PLTU secara sederhana saja.
Jadi, PLTU itu adalah unit pembangkitan listrik menggunakan generator yang
digerakkan oleh turbin uap. Putaran Turbin Uap pada PLTU tentu saja didapatkan
dari energi kinetik uap kering.
Prinsip Kerja PLTU

PLTU bekerja berdasarkan prinsip Siklus Rankine


PLTU adalah suatu pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan energi
pembakaran bahan bakar:
-gas (LNG, PLG maupun gas lainnya)
-minyak (minyak ringan hingga minyak berat)
-batu bara (berkualitas tinggi hingga rendah
-Biomass lainnya (bahan lain yang bisa dibakar

16

(1 2) - Air dari kondenser dipompakan/ditekan ke dalam boiler


(2 3) - Air menerima energi panas di dalam boiler, berubah menjadi uap panas
(3 4) - Uap memutar turbin yang seporos dengan generator, merubah energi panas
menjadi energi mekanik yang menggerakkan turbin dan energi listrik dibangkitkan
oleh generator
(4 1 ) - Uap melepaskan energi panas di kondenser, kembali menjadi air.
Dibanding jenis pembangkit lainnya PLTU memiliki beberapa keunggulan.
Keunggulan tersebut antara lain :
- Dapat dioperasikan menggunakan berbagai jenis bahan bakar.
- Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi
- Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan
- Kontinuitas operasinya tinggi
- Usia pakai (life time) relatif lama

17

Namun PLTU mempunyai beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam


memilih jenis pembangkit termal.
Kelemahan itu adalah :
- Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar
- Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar
- Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu
- Investasi awalnya mahal

2.4 Permasalahan sering yang terjadi pada pengoperasian PLTU


Apabila turbin sedang berbeban penuh kemudian terjadi gangguan yang
menyebabkan pemutus tenaga (PMT) generator yang digerakan turbin trip, maka
turbin kehilangan beban secara mendadak.Hal ini menyebabkan putaran turbin akan
naik secara mendadak dan apabila hal ini tidak dihentikan maka akan merusak
bagian-bagian yang berputar pada turbin maupun pada generator seperti bantalan,
sudu jalan turbin, dan kumparan arus searah yang ada pada rotor generator.

18

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah Suatu sistem pembangkit
tenaga listrik yang mengkonversikan energi kimia listrik dengan menggunakan uap
air sebagai fluida kerjanya, yaitu denganmemanfaatkan energi kinetik uap untuk
menggerakkan poros sudu - suduturbin. Sudu -sudu turbin mengerakkan poros
turbin, untuk selanjutnya poros turbin mengerakkan generator. Dari generator inilah
kemudian dibangkitkan energi listrik.
Sehingga cara kerja Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) adalah sebagai berikut:
1. Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet).
2. Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut,
sehingga temperatur udara juga meningkat.
3. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar.
4. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara
mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar.
5. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan
sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur.
6. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang
berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin.
7. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar
kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll.
8. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran
buang (exhaust).

19