Anda di halaman 1dari 1

2.

Apa saja hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menetapkan strategi suatu
perusahaan? Jelaskan!
Penetapan strategi perusahaan yang tepat, ditambah visi yang jelas dan misi yang sulit namun
dapat diraih menjadi langkah penting dalam pembentukan kegiatan apapun. Dalam
penetapannya, tidak akan terlepas dari beberapa hal. Hal-hal tersebut salah satunya adalah
mempertimbangkan faktor eksternal dan internal lingkungan perusahaan. Kedua faktor tersebut
dapat menjadi dasar dalam menetapkan strength, weakness, opportunities, maupun threat yang
mungkin ditemukan perusahaan, yang mana analisis SWOT ini dapat menjadi bentukan strategi
lain dalam meminimalisir risiko yang mungkin didapat, seperti misalnya kedatangan kompetitor .
Pertimbangan lain adalah budget maupun forecast. Kegiatan usaha apapun rentan dengan risiko
salah satunya risiko finansial. Pengelolaan yang tidak tepat dapat memengaruhi keberlangsungan
perusahaan tersebut. Orang-orang yang berwenang di bidangnya, para strategy planner, dapat
berembuk dan berkoordinasi menetapkan financial strategy
Selain itu, strategi yang baik dapat menjadi fondasi bagi perusahaan karena seiring berjalannya
waktu pasti ditemukan berbagai tantangan yang dapat menggoyahkan keberlangsungan
perusahaan (sustainability). Perusahaan juga harus dapat beradaptasi dengan dinamika perubahan
yang dinamis terjadi, utamanya pada globalisasi sekarang, demi mempertahankan atau
meningkatkan value perusahaan.

4. Strategi apa yang diambil oleh PT. Latinusa tbk.? Tepatkah strategi yang diambil?
Jelaskan!
Strategi yang diambil PT. Latinusa tbk. adalah peningkatan kapasitas produksi mereka agar dapat
memenuhi peluang akan permintaan pasar domestik. Selain itu, dilakukan juga peningkatan
volume produksi dengan proyek investasi revamping. Ditambah dengan semakin ketatnya
persaingan utamanya dengan masuknya importir dan kebijakan bea masuk ke Indonesia yang
terbilang rendah, perusahaan juga melakukan pengembangan jejaring penjualan di pasar
domestik khususnya untuk industri makanan yang membutuhkan tinplate. Harapannya, apabila
kebutuhan pasar domestik dapat terpenuhi, persentase kontribusi importir ke Indonesia dapat
ditekan, profit dan value perusahaan pun ditingkatkan.
Apabila visi dari perusahaan adalah utamanya pemenuhan kebutuhan bahan baku kaleng ke pasar
domestik, strategi peningkatan kapasitas ini merupakan cara yang cukup tepat. Perusahaan perlu
bekerja lebih keras lagi untuk menutupi kekurangan volume yang belum dipenuhi, misalnya
dengan outsourcing yang mungkin saja justru ber-cost lebih rendah agar pemenuhan selisih
kebutuhan tidak didapat penuh dari import. Perusahaan juga bukan tidak mungkin dapat
bernegoisasi dengan pemerintah perihal bea masuk importir agar tidak merugikan perusahaan di
pasar domestik.