Anda di halaman 1dari 12

Nama : Rizkiani Cahya Putri Sinaga

NIM : 4163230033
Kelas: Matematika Nondik B 2016
Alat-Alat Laboratorium Beserta Fungsinya
1. Labu Erlenmeyer

Fungsi Erlenmeyer :
Erlenmeyer digunakan dalam proses titrasi
untuk menampung larutan yang akan dititrasi
Tempat membuat larutan
Tempat pembiakkan mikroba dalam
mikrobiologi. Erlenmeyer tidak dapat
digunakan untuk mengukur volume.

2. Labu destilasi
Untuk destilasi larutan.Pada bagian atas
terdapat karet penutup dengan sebuah
lubang sebagai tempat termometer.

3. Gelas Beaker

4. Corong gelas

Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.Beaker glass memiliki


takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume
suatu zat ciar. Beaker Glass atau gelas piala merupakan wadah yang terbuat
dari borosilikat.Gelas piala yang digunakan untuk bahan kimia yang
bersifat korosif terbuat dari PTPE.Untuk mencegah kontaminasi atau
hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.Fungsi
beaker Glass ( Gelas Piala ) : untuk mengaduk, mencampur dan
memanaskan cairan.
Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan
karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong
digunakan untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat
ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah
diberi kertas saring pada bagian atas. Fungsi nya adalah membantu
memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain
terutama yang bermulut kecil.

5. Corong bucher
Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. Biasa
dikombinasikan dengan erlenmeyer berpancur yang dihubungkan
dengan pompa vakum, dan dibagian atas dikombinasikan dengan
kertas saring

6. Buret

Digunakan untuk mengukur volume larutan dengan presisi


tinggi seperti titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula
digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.

7. Corong pisah
Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena
adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa
digunakan pada proses ekstraksi.Cara menggunakannya
masukkkan larutan ke dalam corong dari atas dalam keadaan
keran corong tertutup.Goyangkan corong agar larutan
tercampur.Balikkan corong dan buka kerannya agar gas
yang dihasilkan larutan tersebut keluar.
8. Labu ukur leher panjang

Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang


tinggi.Berfungsi untuk menampung dan mencampur larutan kimia.

9. Gelas Ukur (Graduated Cylinder)


Digunakan untuk mengukur volume larutan yang tidak membutuhkan
ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.Gelas ukur dapat terbuat
dari gelas (polipropilen) ataupun plastik. Gelas ukur dapat mengukur
volume 10 hingga 2000 mL.Gelas ukur dapat digunakan untuk
mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat
pada berbagai ukuran volume.

10. Kondensor
Digunakan untuk destilasi larutan.Lubang-lubang bawah
tempat air masuk, lubang atau tempat air keluar.Berfungsi
sebagai pendingin saat proses destilasi larutan.

11. Pipet Filler

Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk


larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah
disambungkan pada pipet ukur.

12. Pipet ukur

Untuk mengukur volume larutan.


13. Pipet volume atau pipet gondok atau volumetric
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume
tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada
bagian yang menggembung.

14. Pipet tetes

Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.


15. Viskometer Ostwald

Berfungsi untuk mengetahui viskositas atau kekentalan


suatu zat atau larutan.

16. Pengaduk

Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan


maupun ketika reaksi sementara berlangsung.

17. Tabung reaksi (test tube, culture tube)


Untuk mereaksikan dua atau lebih
zat.Berfungsi sebagai tempat menampung
larutan dalam jumlah sedikit.Fungsi tabung
reaksi adalah sebgai wadah mereaksikan dua
atau lebih larutan / bahan kimia, untuk
pengembangan mikroba.

18. Spatula plastik dan logam


Untuk mengambil bahan-bahan kimia
dalam bentuk padatan, misalnya dalam
bentuk kristal. Untuk zat-zat yang
bereaksi dengan logam digunakan spatula
plastik sedangkan zat-zat yang tidak
bereaksi dengan dengan logam dapat
digunakan spatula logam.
19. Kawat nikrom

Untuk uji nyala dari beberapa zat.


20. Pipa kapiler atau kaca kapiler
Untuk mengalirkam gas
ke tempat tertentu dan
digunakan pula dalam
penentuan titik lebur
suatu zat.

21. Desikator
Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus
bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam
laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu
desikator biasa dan desikator vakum. Menyerap
uap air setelah pengeringan.
22. Eksikator

Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat / alat / bahan.


Zat yang akan didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam
krusible. Lalu masukkan krus ke dalam eksikator.

23. Indikator universal


Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Caranya: setelah kertas
indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada
kotak kertas universal, perubahan warna yang dihasilkan kertas
indikator dicocokkan dengan table warna indikator.

24. Gelas arloji


* Sebagai penutup (gelas kimia) saat melakukan pemanasan atau
penguapan terhadap suatu bahan kimia
* Untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk
bahan padat atau pasta
* Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.
25. Hot hands
Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam
kondisi panas.

26. Kertas saring

Untuk menyaring larutan.


27. Kaki tiga

Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.


28. Kawat kasa
Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu
pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas
Bunsen.Berfungsi untuk menampung bahan kimia atau larutan
dalam jumlah yang banyak.
29. Rak tabung reaksi

Tempat tabung reaksi.Biasanya digunakan pada saat melakukan


percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam
mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya
menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun
orang lain.
30. Penjepit
Untuk menjepit tabung reaksi.Berfungsi untuk menjepit tabung reaksi
selama melakukan pemanasan.

31. Stirer dan batang stirrer


Pengaduk magnetik.Untuk mengaduk
larutan. Batang-batang magnet diletakan
di dalam larutan kemudian disambungkan
arus listrik maka secara otomatis batang
magnetik dari stirer akan berputar.

32. Mortar dan pastle (alu)


Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.Berfungsi untuk
menggerus dan menghaluskan suatu zat.

33. Krusibel
Terbuat dari persolen dan bersifat inert, digunakan
untuk memanaskan logam-logam.Digunakan sebagai
tempat untuk memanaskan logam.
34. Penjepit Krusible

Berfungsi untuk memegang krusible saat pemanasan berlangsung.


35. Evaporating dish (Cawan Porselin)
Digunakan sebagai wadahuntuk menguapkan larutan atau
mengeringkan zat padat yang basah. Terbuat dari porcelain.Misalnya
penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah
menguap.Berfungsi sebagai wadah untuk mereaksikan atau mengubah
suatu zat pada suhu tinggi.
36. Pinggan Poselin

Untuk menguapkan larutan, sehingga lebih pekat atau menjadi kering dan
mengkristalkan zat serta penyubliman.

37. Klem dan statif


Sebagai penjepit, misalnya:
Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi
Menjepit buret dalam proses titrasi
Untuk menjepit kondensor pada proses
destilasi
Statif Berfungsi untuk merangkai alat-alat
praktikum.
38. Ring
Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan
untuk meletakan corong pada proses penyeringan.

39. Clay triangle


Untuk menahan wadah, misalnya krus pada
saat pemanasan ataau corong pada waktu
penyaringan.

40. Kacamata pengaman


Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan
melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan
zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan, misalnya
H2SO4.
41. Pemanas spiritus

Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan.


42. Pemanas atau pembakar Bunsen

Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan


untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Berfungsi
untuk memanaskan larutan dengan bahan bakar gas.
Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api.
Selang bunsen harus dihubungkan dengan kerang yang
terhubung gas agar dapat mengeluarkan api. Api yang
dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
43. Hot plate

Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah


terbakar.
44. Oven

Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000


C.Fungsi : Untuk mengabukan bahan / sampel

45. Tanur
Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi,
sekitar 1000 C.Fungsi : Untuk mengabukan
bahan / sampel

46. Inkubator
Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada
pengujian secara mikrobiologi.

47. Laminar Airflow

48. Autoklaf

49. Cawan Petridish atau Awan Eko atau Telepa Petri


Ada 2 macam yaitu yang terbuat dari kaca dan
plastic. Digunakan untuk membiakkan sel.
Cawan petri selalu berpasangan yang ukurannya
agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar
merupakan tutupnya.
50. Termometer

Berfungsi untuk mengukur suhu atau perubahan suhu.


51. Mikropipet
Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali
thumb knopnya untuk memastikan lancarnya mikropipet.
Tekan thumb knopnya dan masukkan mikropipet ke
dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada
thumb knop agar larutan tersebut keluar.

52. Mikroskop

53. Kaca Pembesar (Loop)

54. Plat Tetes

Berfungsi sebagai tempat mereaksikan zat dalam jumlah sedikit.


55. Sentrifuge
Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke
dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah
tabung tersebut tidak boleh hanya 1 karena di khawatirkan
larutan yang berada dalam tabung akan menyembur.

56. Kaca Objek

57. Pinset

58. Coloni Counter

59. Rotapavor

60. pH meter digital


Bermacam-macam pH meter yang telah diproduksi pabrikpabrik. Digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dari suatu
zat. Biasanya sebelum digunakan dikalibrasi terlebih dahulu
menggunakan larutan buffer. Larutan buffer biasanya telah
disertakan dalam kemasannya, dapat pula dibeli di took-toko
kimia.

61. Botol Timbang

62. Timbangan Analitik (Neraca Analitik)


Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca
tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk
menyalakan neraca, beri alas seperti perkamen ketika akan mulai
menimbang zat. Harus diperhatikan juga kapasitas minimum dan
maksimum bahan yang boleh ditimbang. Fungsi : Menimbang
alat ,bahan dengan ketelitian 0,0001gr dan kapasitas maksimum 210
gr.
63. Lemari Asam
Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih
dahulu tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan.
Gunakan masker dan sarung tangan ketika membukanya.

64. Klem Buret

65. Botol Semprot


Digunakan untuk membilas peralatan kimia lainnya dan berfungsi pada
proses pengenceran dalam suatu wadah misal pengenceran di labu ukur,
erlenmeyer,dsb. Biasanya digunakan untuk menyimpan aquades dan
digunakan untuk mencuci atau membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam
air. Selain itu digunakan juga untuk mencuci atau menetralkan peralatanperalatan yang akan digunakan. Cara menggunakan: menekan botol maka
aquades akan keluar.
66. Piknometer
Piknometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa
jenis atau densitas dari fluida. Berbagai macam fluida yang diukur
massa jenisnya, biasanya kalau dalam praktikum yang di ukur adalah
massa jenis dari oli , dan juga untuk minyak goreng.
Piknometer itu terdiri dari 3 bagian
1. tutup pikno
2. lubang
3. gelas atau tabung ukur
67. Kuvet dan Rak Kuet
Fungsi Rak kuvet untuk meletakkan kuvet.
Fungsi kuvet adalah sebagai wadah standar
yang akan diuji menggunakan
spektrofotometer.

68. Gelas Jar

Fungsi : Sebagai bejana yang digunakan untuk menjenuhkan eluen


pada pengujian zat warna
69. d