Anda di halaman 1dari 23

ASKEP KANKER HATI ( KARSINOMA HEPATOSELULER )

TINJAUAN TEORI
1. Pengertian
Kanker hati adalah penyakit kronis pada hepar dengan inflamasi
dan fibrosis hepar yang mengakibatkan distorsi struktur hepar dan
hilangnya sebagian besar fungsi hepar. ( Gips & Willson :1989 )
Kanker hati adalah penyakit gangguan pada hati yang disebabkan
karna hepatis kronik dalam jangka panjang yang menyebabkan gangguan
pada fungsi hati. ( Ghofar , Abdul : 2009 )
Kanker hati berasal dari satu sel yang mengalami perubahan
mekanisme kontrol dalam sel yang mengakibatkan pembelahan sel yang
tidak terkontrol. Sel abnormal tersebut akan membentuk jutaan kopi, yang
disebut klon. Mereka tidak dapat melakukan fungsi normal sel hati dan sel
terus menerus memperbanyak diri. Sel-sel tidak normal ini akan
membentuk tumor (Anonim, 2004).
2. Etiologi
Kanker hati ( karsinoma hepatoseluler ) disebabkan adanya infeksi
hepatis B kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama. ( ghofar, Abdul :
2009 )
Penyebab kanker hepar secara umum adalah infeksi virus
hepatitis B dan C, cemaran aflatoksin B1, sirosis hati, infeksi parasit,
alkohol serta faktor keturunan. (Fong, 2002).
Infeksi virus hepatitis B dan C merupakan penyebab kanker hepar
yang utama didunia, terutama pasien dengan antigenemia dan juga
mempunyai penyakit kronik hepatitis. Pasien laki-laki dengan umur lebih
dari 50 tahun yang menderita penyakit hepatitis B dan C mempunyai
kemungkinan besar terkena kanker hepar. (Tsukuma dkk., 1993; Mor dkk.,
1998).
Orang yang didiagnosis menderita kanker hati berusia diatas
enam puluh tahun. Dari sebuah survei di Kanada,setiap tahun sekitar
1800 orang didiagnosis menderita kanker hati, dan separuh lebih adalah
lelaki.
Faktor faktor yang dapat merusak hati dan penyebab kanker hati :
1) Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang

2)
3)
4)
5)
6)

Tidak buang air di pagi hari


Pola makan yang terlalu berlebihan
Tidak makan pagi
Terlalu banyak mengkonsumsi obat obatan
Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat

pewarna, pemanis buatan.


7) Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi
penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan. Jangan
mengkonsumsi makanan yang di goreng bila kita dalam kondisi
penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8) Mengkonsumsi makanan mentah ( sangat matang ) juga menambah
beban hati. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga,
jangan disimpan.
9) Alkohol
10) Keturunan
11) Hepatis B, C
3. Patofisiologi
Kanker hati terjadi akibat kerusakan pada sel sel parenkim hati
yang biasa secara langsung disebabkan oleh primer penyakit hati atau
secara tidak langsung oleh obstruksi aliran empedu atau gangguan
sirkulasi hepatik yang menyebabkan disfungsi hati. Sel parenkim hati
akan bereaksi tehadap unsur unsur yang paling toksik melalui
penggantian glikogen dengan lipid sehingga terjadi infiltrasi lemak dengan
atau tanpa nekrosis atau kematian sel. Keadaan ini sering disertai dengan
infiltrasi sel radang dan pertumbuhan jaringan fibrosis. Regenerasi sel
dapat terjadi jika proses perjalanan penyakit tidak terlampau toksik bagi
sel sel hati. Sehingga terjadi pengecilan dan fibrosis selanjutnya akan
menjadi kanker hati.

4. Pathway
Etiologi : malnutrisi, alkoholisme, virus hepatitis, zat toksik

Peradangan

Kerusakan Hati

Nekrosis hepatoseluler

Gangguan rasa
nyaman nyeri

terputusnya keutuhan jaringan

Kolaps lobulus hati

Terbentuknya jaringan parut

kelainan jaringan perenkim paru

Disertai septa fibrusa

Distorsi pembuluh darah dan

terganggunya sistim

terganggunya aliran darah portal

kerja paru

Hipertensi portal

peningkatan sistim terganggu

Fibrogenesis

expansi

Pola nafas tdk


efektif.

peningkatan tekanan hidrostatik

Serosis hati

Acites

Fungsi hati terganggu

menekan gaster

Gangguan

Gangguan

Gangguan

Metebolisme

sistesis

metabolisme

Bilirubin

Vit. K

zat besi

Rasa penuh pada perut

Ggg. Nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh

Anoreksia

Bilirubin tak

faktor pembekuan

Terkonjugasi

Faeses Ikterik
pucat

darah

gangguan
asam folat

Resiki
tinggi
perdarah

Penurunan sel darah erah

Urin gelap
Anemia
Kelemahan
Ggg.
Intoleran
Body
si
Penumpukan garam empedu
Pruritus
image
aktifitas
Kerusakan
Dibawah kulit
integritas
kulit
5. Manifestasi Klinik

Manifestasi klinik dari Carcinoma Hepatoseluler berupa tanda dan


gejala yang meliputi : Kulit menjadi berwarna kuning, Deman, Menggigil,
Merasa lelah yang luar biasa, Nausea, Nyeri pada perut, Kehilangan
nafsu makan, Berat badan yang turun drastis, Nyeri pada punggung dan
bahu, Urin yang berwarna gelap, Terjadi pendarahan di bagian dalam
tubuh.
6. Penatalaksanaan
A. Non Bedah
1) Terapi Radiasi
Tujuan :
Mengurangi nyeri dan gangguan rasa nyaman, gejala
anoreksia, panas dan kelemahan.
Pelaksanaan metode radiasi meliputi :
Penyuntikan anti bodi berlabel isotop radio aktif
secara

intravena

yang

secara

spesifik

akan

menyerang antigen yang berkaitan dengan tumor.


Penempatan sumber radiasi perkutan intensitas

tinggi untuk terapi radiasi interstisil.


2) Kemoterapi
Tujuan :
Untuk memperbaiki kualitas hidup

pasien

dan

memperpanjang kelangsungan hidupnya.


Bentuk terapi ini juga dapat dilakukan sebagai terapi ajuan
setelah dilakukan reseksi tumor hati.
Pelaksanaan metode Kemoterapi meliputi :
Kemoterapi sistemik
dan kemoterapi infus regional.

merupakan

dua

metode

yang

digunakan

untuk

memberikan preparat antineoplastik kepada pasien tumor


primer dan metastasis hati.
Untuk memberikan kemoterapi dengan kosentrasi yang
tinggi kedalam hati melalui arteri hepatika dipasang pompa
yang dapat ditanam. Metode ini menghasilkan pemberian
obat dengan cara infus yang kontinyu, dapat di andalkan
dan terkontrol yang dapat dilaksanakan sendiri dirumah.
3) Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di rumah
Tujuan :
Membantu pasien dan kulurganya untuk mengatasi
gejala yang dapat terjadi serta prognosis penyakit

tersebut
Untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan
strategi penanganan rasa nyeri serta pendekatan
terhadap penanganan masalah yang dapat terjadi.

Kepada pasien dan keluarganya diberitahukan tentang


strategi penatalaksanaan dan peranan mereka dalam
kemoterapi. Mereka diminta untuk mengkaji sendiri dan
melaporkan komlikasi serta efek samping kemoterapi yang
akan

digunakan.

mendapatkan

Oleh

informasi

karena
yang

itu,
benar

mereka
tentang

harus
kerja

kemoterapi dan efek yang di kehendaki serta yang tidak di


kehendaki.

Perawat

harus

menekankan

pentingnya

kunjungan tindak lanjut untuk memungkinkan pengkajian


yang sering terhadap respon pasien dan tumor yang
diderita setelah dilakukan kemoterapi, kondisi tempat
pompa di pasang dan terjadinya efek yang bersifat toksik.
Pasien

didorong

untuk

melanjutkan

kembali

semua

aktivitas rutinya untuk menghindari aktivitas yang dapat


merusak pompa tersebut.
4) Drainase Bilier Perkutan
Digunakan untuk melakukan pintasan saluran empedu
yang tersumbat oleh tumor hati, pankreas atau saluran
empedu pada pasien tumor yang dianggap beresiko.
Dengan bantuan fluroskopi, sebuah kateter dimasukan

melalui dinding abdomen dengan melewati lokasi obstruksi


kedalam deudenum. Sebagai hasil prosedur ini pasiem
merasa lebih nyaman, dan kualitas hidup hidup serta
kelangsungan hidupnya meningkat. Selama beberapa hari
setelah dipasang kateter tersebut dibuka untuk drainase
eksternal.

Cairan

empedu

yang mengalir

keluar

di

observasi dengan ketat untuk mengetahui jumlah , warna


dan adanya darah serta debris.
B. Penatalaksanaan Pembedahan
Lobektomi hepatik dapat dilakukan jika tumor hepatik
primer adalah setempet atau jika tempat primer dapat dieksisi
secara keseluruhan dan metastasis dapt di batasi. Dengan
kemampuan kapasitas pada regenerasi sel-sel hepar, 90% hepar
telahg

dapat

menyebabkan

diangkat

dengan

keterbatasan

berhasil.

Adanya

sirosis

kemampuan

hepar

untuk

beregenerasi.
7. Pengkajian
A. Identitas
1) Usia :
Biasanya menyerang dewasa dan orang tua
2) Jenis kelamin :
Kanker hati sering terjadi pada laki laki dari pada
perumpuan.
3) Pekerjaan :
Dapat ditemukan pada orang dengan aktivitas yang
berlebihan
B. Riwayat kesehatan
1) Keluhan utama :
Keluhan pasien pada waktu dikaji.
2) Riwayat penyakit dahulu :
Pasien dahulu pernah menderita penyakit apa dan
bagaimana pengobatanya.
3) Riwayat penyakit sekarang
C. Data fokus terkait perubahan pola fungsi
Data dasar tergantung pada penyebab dan beratnya pada
kerusakan atau gangguan hati menurut doengoes, 1999 adalah :
1) Aktivitas :
Klien akan mengalami kelelahan , kelemahan, malaise
2) Sirkulasi :

Bradikardi akibat hiperbilirubin berat, akterik pada sclera,


kulit dan membran mukosa.
3) Eliminasi:
Warna urin gelap ( seperti teh ), diare feses warna tanah
liat.
4) Makanan dan cairan :
Anoreksia, berat badan menurun, perasaan mual dan
muntah, terjadi peningkatan edema, asites.
5) Neurosensori :
Peka terhadap rangsangan, cenderung tidur, asteriksis
6) Nyeri / Kenyamanan :
Kram abdomen, nyeri tekan pada abdomen kuadran kanan
atas, mialgia, sakit kepala, gatal gatal.
7) Keamanan :
Urtikaria, demam, eritema, splenomegali, pembesaran
nodus servikal posteior
8) Seksualitas :
Perilaku homoseksual aktif atau biseksual pada wanita
dapat meningkatkan faktor resiko.
D. Pemeriksaan fisik
Menurut Doengoes, 1999 hasil pemeriksaan fisik pada
pasien kanker hati adalah :
1) Tanda tanda vital :
Tekanan darah meningkat,

nadi

brakikardial,

meningkat, pernafasan meningkat.


2) Mata
:
Sklera ikterik
3) Mulut
:
Mukosa kering, bibir pucat.
4) Abdomen
:
Terdapat nyeri tekan pada kuadran

kanan

suhu

atas,

pembesaran hati, asites, permukaan teraba ireguler.


5) Kulit
:
Gatal gatal ( pruritus )
6) Ekstremitas
:
Mengalami kelemahan, peningkatan edema.
E. Pemeriksaan penunjang
1) Laboratorium:
500 mg/dl, HbsAg positf dalam serum, Kalium,
Kalsium. Darah lengkap ; SGOT, SGPT, LDH, CPK, Alkali
Fostatase.

AST / SGOT meningkat Nn ( 10 - 40 unit (4,8 -19


U/L)

ALT / SGPT meningkat Nn ( 5 35 unit (2,4 17

U/L)
LDH meningkat Nn (165 400 unit (80 192 U/L)
Alkali Fostatase meningkat Nn ( 2 -5 unit (20 90

IU/L)
Albumin menurun Nn ( 3,5 5,5 g/dl (35-55 g/L)
Globulin meningkat Nn ( 1,5 3,0 g/dl (15-30g/L)
2) Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan barium esofagus :
Menunjukkan peningkatan tekanan portal.
Foto rongent abdomen :
Pada penderita kanker hati akan terlihat perubahan

ukuran hati.
Arteriografi pembuluh darah seliaka :
Untuk melihat hati dan pankreas.
Laparoskopi :
Melihat perbedaan permukaan hati antara lobus
kanan dengan kiri sehingga jika ada kelainan akan

terlihat jelas.
Biobsi hati :
Menentukan perubahan anatomis pada jaringan

hati
Ultrasonografi :
Memperlihatkan ukuran ukuran organ abdomen.

8. Diagnosa keperawatan
1) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari
kebutuhan tubuh s/d intake makanan kurang ditandai
dengan penurunan berat badan.
2) Gangguan integritas kulit s/d akumulasi garam empedu
dibawah kulit ditandai dengan eritema, pruritus
3) Gangguan pola nafas tak efektif s/d terganggunya sisitem
kerja paru ditandai dengan ekspansi paru terganggu, nafas
cepat dan dangkal.
4) Resiko tnggi perdarahan s/d gannguan pembekuan darah
ditandai dengan menurunnya HB .
5) Intoleransi aktifitas s/d terganngunya

metabolisme

penghasil energi ditandai dengan kelemahan.


6) Gangguan rasa nyaman nyeri s/d proses inflamasi pada
ditandai dengan adanya respon nyeri.
7) Gangguan body image s/d ikterik ditandai dengan
peningkatan kadar albumin dalam darah.
9. Fokus Intervensi dan Rasional

A. Diagnosa : I
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam kebutuhan
nutrisi terpenuhi
Kriteria Hasil :
Memperlihatkan asupan makanan yang tinggi

kalori, tinggi protein dengan memadai


Mengenal dan mengetahui makanan dan minuman

yang bergizi dan diperbolehkan dalm diit.


Penambahan berat badan tanpa atau bila terjadi

percabangan edema dan pembentukan asites.


Mendukung peningkatan nafsu atau selera makan.
Turut serta dalam upaya memelihara oral hygiene
sebelum makan dan menghadapi mual

Intervensi :
1) Motivasi pasien untuk makan

makanan dan suplemen

makanan.
2) Tawarkan makanan dengan porsi kecil tapi sering.
3) Pelihara oral hygiene sebelum makan.
4) Berikan obat yang diresipkan untuk mengatasi mual dan
muntah.
Rasionalisasi :
1) Motivasi sangat penting bagi penderita anoreksia.
2) Makanan porsi sedikit tapi sering lebih ditolerir oleh
penderita anoreksia.
3) Pengurangan cita rasa yang tidak enak dan merangsang
selera makan.
4) Pengukuran perasaan tidak enak diperut dan pengukuran
selera makan.
B. Diagnosa : II.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam integritas kulit
tetap terjaga.
Kriteria Hasil :
Memperlihatkan turgor kulit yang normal pada ekstremitas
Tidak memperlihatkan luka pada kulit.
Memperlihatkan jaringan yang normal tanpa gejala
eritema, perubahan warna atau peningkatan suhu.
Intervensi :
1) Batasi natrium sesuai yang diresepkan.
2) Berikan perawatan pada kulit.
3) Ubah posisi klien dengan sering.
4) Lakukan latihan gerak secara pasif, tingkatkan ekstremitas
edema.

Rasionalisasi :
1) Meminimalkan pembentukan edema
2) Jaringan dan kilit yang edema merangsang suplai nutrien,
rentan terhadap tekanan serta trauma.
3) Meminimalkan takanan yang lama dan memobilisasi
edema.
4) Meningkatkan mobilisasi edema.
C. Diagnosa : III
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 30 mnt, pola nafas
pasien menjadi efektif.
Kriteria hasil :
Mengalami perbaikan status pernafasan.
Mendukung pengurangan gejala sesak nafas.
Memperlihatkan frekwensi nafas yang normal ( 16 24 x /

mnt ) tanpa terdengarnya suara nafas tyambahan.


Memperlihatkan gas darah yang normal
Tidak terjadi sianosis.

Intervensi :
1) Tinggikan bagian kepala.
2) Hemat tanaga pasien.
3) Ubah posisi dengan interval.
Rasionalisasi :
1) Mengurangi tekanan abdominal pada diafragma dan
memungkinkan pengembangan thorax dan ekspansi paru
yang maksimal.
2) Kompensasi kebutuhan metabolik dan oksigenasi pasien.
3) Meningkatkan ekpansi dan oksigenasi pada semua bagian
paru.
D. Diagnosa IV
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam, terjadi
pengurangan resiko perdarahan dan tidak terjadi perdarahan.
Kriteria Hasil :
Tidak memperlihatkan adanya perdarahan yang nyata dari

gastro intestinal.
Memperlihatkan tanda tanda vital yang normal.
Memperlihatkan hasil pemeriksaan yang negatif untuk
perdarahan.

Intervensi :

1) Amati feses yang di ekskresikan untuk melihat warna,


konsistensi, dan jumlah.
2) Amati manifestasi hemoragi : ekimosis, epistaksis, ptikie,
dan perdarahan gusi.
3) Catat tanda tanda vital dengan intervensi waktu tertentu.
4) Jaga agar klien tanang dan membatasi aktifitasnya.
5) Berikan vitamin k sesuai yang diresepkan.
Rasionalisasi :
1)
2)
3)
4)
5)

Memungkinkan deteksi perdarahan pada gastrointestinal


Menunjukkan perubahan pada mekanisme.
Memberikan dasar bukti adanya syok dan hivivolemia.
Meminimalakn resiko perdarahan dan mengejan.
Meningkatkan pembekuan dengan memberikan vitamin
larut lemak yang diperlukan untuk mekanisme pembekuan

darah.
E. Diagnosa V
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam, pasien
melaporkan peningkatan energi dan partisifasi dalam aktifitas.
kaiteria Hasil :
Melaporkan kekuatan dan kesehatan pasien.
Merencanakan aktifitas untuk memberikan kesempatan

istirahat yang cukup.


Meningkatkan aktivitas dan latihan bersama dengan
bertambahnya kekuatan.

Intervensi :
1) Tawarkan diit tinggi kalori, tinggi protein.
2) Berikan suplemen vitamin ( A, B komplek, C dan K ).
3) Motivasi pasien unutuk melakukan latihan yang diselingi
istirahat.
4) Motivasi pasien untuk melakukan latihan dengan periode
waktu, tubuh bagian atas, bahu bertahap.
Rasionalisasi :
1) Memberikan kalori bagi tenaga dan protein untuk proses
penyembuhan.
2) Memberikan nutrien bagi pasien.
3) Menghemat tenaga pasien sambil mendorong pasien
untuk melakukan latihan dalam batas toleransi pasien.
4) Memberikan perasaan sehat secara umum dan percaya
diri.
F. Diagnosa VI
Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam, rasa nyeri


terkontrol sampai hilang.
Kriteria Hasil :
Melaporkan penguragn rasa nyeri dan rasa tidak nayaman

pada perut.
Mempertahankan tirah baring dan mengurangi aktifitas

ketika nyeri terasa.


Ekspresi wajah rileks

Intervensi :
1) Pertahankan

tirah

baring

ketika

pasien

mengalami

gangguan rasanyaman pada abdomen.


2) Berikan obat anti spasmodik dan sedatif seperti yang
diresepkan.
3) Ajarkan menejemen nyeri
Rasionalisasi :
1) Mengurangi kebutuhan metabolik dan melindungi hati.
2) Mengurangi iritabilitas gastrointestinal dan mengurangi
nyeri.
3) Mengurangi keluhan nyeri.
G. Diagnosa VII
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam, harga diri
tidak terganggu.
Kriteria Hasil :
Mengatakan

pemahaman

akan

perubahan

dan

penerimaan diri pada situsi yang ada.


Mengidentifikasi perasaan dan metode koping terhadap
persepsi diri negatif.

Intervensi :
1) Diskusikan situasi / dorong pernyataan takut atau masalah,
jelaskan gejala dan asal penyakit.
2) Dukung dan dorong pasien, berikan perawatan dengan
positif prilaku bersahabat.
3) Dorong keluarga atau kerabat untuk berpartisifasi dalam
perawatan.
4) Bantu pasien/orang terdekat unyuk mengatasi perubahan
dalam penampilan.
Rasionalisasi :
1) Pasien sangat sensitif terhadap perubahan tubuh
2) Memungkinkan penilaian perasaan untuk mempengaruhi
perawatan pasien.

3) Partisipasi pada perawatan membantu merasa merasa


berguna.
4) Memberikan dukungan dapat meningkatkan harga diri.

TINJAUAN KASUS
Asuhan Keperawatan pada Tn s dengan gangguan sistem
pencernaan akibat kanker hati
1. Pengkajian
A. Identitas Klien
Nama
: Tn. S
Umur
: 58 Th
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Suku
: Sasak
status perkawinan
: Kawin
pendidikan terakhir
: SMP
pekerjaan
: Pedagang pasar
alamat
:
B. Identitas Penaggung jawab
Nama
: Ny S
Alamat
:
Umur
: 56 Th
Hubungan dgn klien
: Istri
C. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama.
Klien mengeluh nyeri seperti ditusuk tusuk di perut
bagian skala nyeri 5, nyeri terasa terus menurus dan
bertambah nyeri ketika klien beraktifitas dan sesak nafas
b. Riwayat Kesehatan Sekarang.
Klien mengatakan sering kali muntah darah dan BAB
warna hitam pada feses. Klien mengatakan BB turun 2 kg
dalam 2 minggu, dari 60 kg menjadi 58 kg.
c. Riwayat Kesehatan Dahulu :
klien mengatakan sering merokok dan mengonsumsi kopi,
klien tidak pernah melakukan pembedahan, bila nyeri
timbul klien hanya berbaring dan berobat ke puskesmas.
d. Riwayat kesehatan keluarga

kelurga klien tidak ada yang menderita penyakit yang


sama sebelumnya.
D. Kebutuhan Biopsikosoialspiritual :
a. Respirasi :
Klien mangatakan sulit bernafas, dan bertambah berat bila
terlentang, RR 32 x/ mnt.
b. Sirkulasi :
klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung
c. Pola kebutuhan eliminasi :
Klien mangatakan BAB berwarna hitam, konsistensi cair
frekwensi 2 x sehari. BAK berwarna seperti teh pekat
frekwensi 3 4 x sehari.
d. Kebutuhan nutrisi :
Klien mengatakan nafsu makan menurun karna terasa
mual, sebelum sakit klien makan tidak teratur, menyukai
makanan pedas, dan klien sering merokok. Minum hanya 2
gelas perhari karna perut terasa penuh dan sebelum sakit
klien sering minum kopi.
e. Kebutuhan rasa nyaman :
P: klien mengatakan sering terasa nyeri.
Q: Nyeri seperti di tusuk tusuk
R: Nyerio terasa di perut bagian atas
S: Skala nyeri 5
T: Nyeri terasa terus menerus dan bertambah nyeri ketika
f.

beraktifitas.
Kebutuhan istirahat tidur :
klien sering terbangun karna adanya rasa nyeri, dan sulit

bernafas.
g. Kebutuhan aktifitas :
Klien mengatakan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya
karna sakit yang dialaminya.
h. Neurosensori :
adanya gangguan pola pikir klien, klien merasa sedih dan
i.

cemas dengan penyakitnya.


Integritas ego :
klien mersa dirinya lemah dan tidak dapat melakukan

j.

pekerjaan seperti biasanya


Personal hygiene :
klien mengatakan tidak bisa membersihkan tubuhnya
sendiri

dan

memerlukan

bantuan.hidup

keluarganya, klien merasa terisolasi


k. Kebutuhan sosialisasi :
Semenjak sakit tidak berguna dan terisolasi.
l. Spiritual :

dengan

Klien mengatakan selalu berdoa kepada Tuhan YME agar


penyakitnya

bisa

segera

sembuh

sehingga

dapat

melakukan aktivitas seperti biasanya.


m. Rekreasi
Klien mengatakan biasa berekreasi saat hari besar
keagamaan seperti saat lebaran
n. Penyuluhan dan pembelajaran :
Klien mengatakan tidak mengetahui

penyebab

dari

penyakitnya.
E. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
Kesadaran delirium
lingkar abdomen 100 cm, positif acites,
BB turun 2 kg dalam 2 minggu,
RR
: 32x/menit
TD
: 140/100 mmHg
N
: 100x/menit
S
: 37,8
b. System respirasi :
klien mengalami kelainan pada pernafasan yaitu takipnea,
pernafasan klien cepat,
c. Sistem Pencernaan :
klien mengalami nyeri tekan abdomen.
d. Sistem Kardiovaskuler :
Adanya melena, sehingga menyebabkan pasien menjadi
anemia
e. Sistem integumen.
Kulit klien kering karena sedikitnya asupan nutrisi ,
f.

dehidrasi, teksturnya kasar,


Sistem persyarafan.
Kesadaran klien delirium, klien bisa merasakan nyeri,

adanya reflex muntah,


g. Sistem muskuloskeletal.
Klien mengalami kesulitan dalam bergerak, disebabkan
oleh adanya nyeri
h. Sistem perkemihan.
Ditemukan Adanya BAB warna hitam pada feses dan BAK
berwarna pekat.
F. Pemeriksaan penunjang :
Endoskopi : Ditemukan kanker lambung
Barium Lambung : Ditemukan kanker lambung
Terapi : Reseksi Kemoterapi
Jenis pemeriksaan

Hasil

Nilai normal

Glukosa

50 mg/dl

70-110 mg/dl

Kreanin

0,4 mg/dl

0,5-1,5 mg/dl

Kolesterol

240 mg/dl

<200 mg/dl

Lipoprotein

300 mg/dl

400-800 mg/dl

Trigliserida

25 mg/dl

40-190 mg/dl

Asam urat

2,8 mg/dl

2,8-6,8 mg/dl

Merkaptopurin

200 mg/24 jam

250-500 mg/24 jam

Albumin

3,0 g/dl

3,5-5,0 g/dl

Hemoglobin

10 mg/dl

12 mg /dl

2. Analisis data :
NO
1.

DATA
Data Subyektif :
P: klien mengatakan sering terasa nyeri.
Q: Nyeri seperti di tusuk tusuk
R: Nyerio terasa di perut bagian atas
S: Skala nyeri 5
T: Nyeri terasa terus menerus dan bertambah

PENYEBAB
Kerusakan hati

MASALAH
Gangguan

rasa

nyaman nyeri
Nekrosis hepato seluler
Terputusnya kontinuitas
jaringan

nyeri ketika beraktifitas.


Data Obyektif :

Klien terlihat meringis


Klien tampak hati hati bila bergerak
N : 100x/mnt
Data Subyektif :
Klien mengatakan sering merasa mual muntah
Klien mengatakan nafsu makannya turun

Nyeri

Asites

pemenuhan
Menekan gaster

Data Obyektif :

Ditandai dengan BB turun 2 kg dalam 2 minggu


Kulit tampak kering

Gangguan

Adanya rasa penuh pada


perut
Anoreksia

nutrisi

kurang dari kebutuhan


tubuh

3. Diagnosa Keperawatan
1) Nyeri berhubungan nekrosis jaringan hati ditandai dengan
4.
P: klien mengatakan sering terasa nyeri.
5.
Q: Nyeri seperti di tusuk tusuk
6.
R: Nyerio terasa di perut bagian atas
7.
S: Skala nyeri 5
8.
T: Nyeri terasa terus menerus dan bertambah nyeri
ketika beraktifitas. klien tampak meringis, klien terlihat
berhati2 ketika bergerak.
2) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya penekanan
pada gater ditandai dengan tidak nafsu makan, klien
mengeluh mual dan mutah Penurunan BB 2 kg dalam 2
minggu.
9.
10.

Prioritas Masalah :
1) Nyeri berhubungan nekrosis jaringan hati ditandai dengan
Klien mengeluh nyeri, klien tampak meringis, klien terlihat
berhati2 ketika bergerak.
2) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya penekanan
pada gater ditandai dengan tidak nafsu makan, klien
mengeluh mual dan mutah Penurunan BB 2 kg dalam 2
minggu.

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

27. Rencana Asuhan Keperawatan


28.

29.

DIA

GNOSA

O
33.

34.

gguan rasa

diharapkan

nyaman

berkurang dan hilang Kriteria

gangguan rasanyaman pada

nyeri

Hasil : Melaporkan penguragn


rasa nyeri dan rasa tidak

abdomen.

Berikan obat anti spasmodik

nayaman

dan

Gan

30.

TUJUAN

31.

35. Setelah 1x24 jam perawatan


nyeri

dapat

pada

dan

mengurangi

aktifitas

Pertahankan
ketika

perut.

Mempertahankan tirah baring

INTERVENSI

32.

baring

tirah

pasien

sedatif

mengalami

seperti

Mengurangi
metabolik

kebutuhan
dan

hati.
36.
Mengurangi

melindungi

iritabilitas

gastrointestinal

yang

diresepkan.
Ajarkan menejemen nyeri

RASIONALISASI

dan

mengurangi nyeri.
Mengurangi keluhan nyeri .

ketika nyeri terasa. Ekspresi


Gan

wajah rileks
39. Setelah dilakukan

37.

38.

gguan

keperawatan

pemenuhan

kebutuhan

kebutuhan
nutrisi

nutrisi

tindakan

Motivasi pasien untuk makan

Motivasi sangat penting bagi

24

makanan

penderita anoreksia.
47.
Makanan porsi sedikit tapi

jam

terpenuhi

dengan kriteria hasil :


40. Memperlihatkan

asupan

makanan yang tinggi kalori,


tinggi
protein
dengan

dan

suplemen

makanan.

Tawarkan makanan dengan


porsi kecil tapi sering.
43.
Pelihara oral hygiene sebelum
makan.

sering

lebih

ditolerir

oleh

penderita anoreksia.
Pengurangan cita rasa yang
tidak enak dan merangsang

memadai,

Mengenal

dan

makanan

dan

mengetahui

minuman yang bergizi dan


diperbolehkan
Penambahan
tanpa

atau

percabangan

dalm

diit,

berat

badan

bila

terjadi

edema

dan

pembentukan asites
41. Mendukung peningkatan nafsu
atau selera makan,
42. Turut

serta

memelihara
sebelum

dalam
oral
makan

menghadapi mual
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.

upaya
hygiene
dan

44.
45.

Berikan obat yang diresipkan


untuk mengatasi mual dan
muntah.
46.

selera makan.
Pengukuran perasaan tidak
enak diperut dan pengukuran
selera makan.

58.
59.
60.
61.
62.
63. Implementasi
64.

65.

/ JAM

O
69.

70.

12/1

2/12
71.

09.0

TGL

66.

78.

TIDAKAN KEPERAWATAN

68.

RESPON HASIL

DX
72.
DX
1

77.

67.

12.0

79.

Mengkaji status nyeri


Memberikan obat anti spasmodik dan

sedatif sesuai advis


Mengajarkan dan menghimbau pasien

untuk bernafas dalam ketika terjadi nyeri


Mempertahan kan tirah baring saat terjadi

nyeri
Mempertahankan suasana yang nyaman
di ruangan
Memberikan obat anti mual sesuai

DX
2

advis
Memotivasi

makanan dan suplemen makanan.


Memberikan makanan dengan porsi

kecil tapi sering.


Memelihara oral hygiene sebelum

pasien

untuk

makan

Nyeri sekala 5
Obat sudah masuk
73.
Klien mau melakukan tehnik nafas dalam
74.
Klien mengerti dan tetap berbaring
75.
76.

Suasana diruangan bersih dan nyaman

Obat sudah diberikan


81.
Klien mengatakan akan mencoba untuk makan
82.

Klien mencoba makan denggan porsi kecil tapi


sering

makan

80.

Klien dan keluarga mau memelihara oral


hygiene sebelum makan

83.

84. Evaliasi
85.

86.

TGL

NO
88.

JAM
89.

13/12/1

2
90.

08.00

95.

96.

/ 87.
91.
92.
93.

EVALUASI
S: Klien mengatakan nyeri berkurang
O: Wajah tampak lebih rileks
A:
Masalah
keperawatan
teratasi

sebagian
94.
P: Implementasi dilanjutkan
97.
S: Klien mengatakan masih mual
98.
O: Klien masih muntah
99.
A: Masalah belum teratasi
100. P: Implementasi dilanjutkan

101.

106.

102.
103.
104.
Daftar Pustaka
105.
Gips,CH & CH Wilson 1989. Diagnosis dan Terapi Penyakit Hati dan

107.

Empedu. Jakarta: Gramedia.


Ghofar,Abdul. 2009. Cara Mudah Mengenal dan Mengobati Kanker.
Yogyakarta:

nhttp://lulu-pramono.blogspot.com/2009/06/askep-kanker-

hati.html
108. http://www.oncolink.org
109.
110.
111.
112.
113.
114.