Anda di halaman 1dari 13

STATISTIK

Tugas Statistik Uji Korelasi

Oleh:
Gde Parie Perdana
1529061037

PENDIDIKAN SAINS
PROGAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2016

KORELASI
Data Hasil Pengukuran 40 Orang Siswa
NO

X1

X2

X3

50

55

108

36

61

42

120

39

38

44

115

37

54

47

130

45

53

57

132

40

38

46

126

41

49

48

118

42

40

48

112

34

55

55

121

38

10

39

48

118

40

11

32

41

108

25

12

55

50

128

39

13

49

51

110

34

14

55

57

125

43

15

40

43

105

31

16

46

45

112

38

17

44

45

108

33

18

45

46

100

32

19

43

45

112

35

20

39

43

96

30

21

45

56

124

45

22

38

48

108

34

23

36

42

112

38

24

45

52

120

54

25

48

54

118

52

26

49

52

115

46

27

52

58

128

58

28

50

52

120

56

29

37

46

108

36

30

39

45

112

34

31

54

62

126

62

32

34

46

114

40

33

38

42

100

32

34

45

48

112

38

35

47

49

108

35

36

42

38

102

32

37

36

36

112

40

38

51

56

118

42

39

38

44

105

36

40
42
X1 = Motivasi Belajar
X2 = Gaya Kognitif

48

110
40
X3 = IQ
Y = Prestasi Belajar

1.

2.

3.

Hitung koefisien korelasi sederhana:


a) X1 X2
c) X2 X3
e) X2 Y
b) X1 X3
d) X1 Y
f) X3 Y
Koefisien korelasi ganda:
a) X1,X2 Y
c) X2,X3 Y
b) X1,X3 Y
d) X1,X2,X3 Y
Koefisien korelasi parsial (jenjang-1):
a) X1 dan Y, X2 kontrol
c) X2 dan Y, X1 kontrol e) X3 dan Y, X1 kontrol
b) X1 dan Y, X3 kontrol
d) X2 dan Y, X3 kontrol f) X3 dan Y, X2 kontrol
Koefisien korelasi parsial (jenjang-2)
a) X1 dan Y, X2 dan X3kontrol
b) X2 dan Y, X1 dan X3 kontrol
c) X3 dan Y, X1 dan X2 kontrol

Tabel Bantu Perhitungan Koefisien Korelasi

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

X1
50
61
38
54
53
38
49
40
55
39
32
55
49
55
40
46
44
45
43
39
45
38
36
45
48
49

X2
55
42
44
47
57
46
48
48
55
48
41
50
51
57
43
45
45
46
45
43
56
48
42
52
54
52

X3
108
120
115
130
132
126
118
112
121
118
108
128
110
125
105
112
108
100
112
96
124
108
112
120
118
115

Y
36
39
37
45
40
41
42
34
38
40
25
39
34
43
31
38
33
32
35
30
45
34
38
54
52
46

X1

X2

2500
3721
1444
2916
2809
1444
2401
1600
3025
1521
1024
3025
2401
3025
1600
2116
1936
2025
1849
1521
2025
1444
1296
2025
2304
2401

3025
1764
1936
2209
3249
2116
2304
2304
3025
2304
1681
2500
2601
3249
1849
2025
2025
2116
2025
1849
3136
2304
1764
2704
2916
2704

X3
11664
14400
13225
16900
17424
15876
13924
12544
14641
13924
11664
16384
12100
15625
11025
12544
11664
10000
12544
9216
15376
11664
12544
14400
13924
13225

Y
1296
1521
1369
2025
1600
1681
1764
1156
1444
1600
625
1521
1156
1849
961
1444
1089
1024
1225
900
2025
1156
1444
2916
2704
2116

X12

X22

X32

Y2

2750
2562
1672
2538
3021
1748
2352
1920
3025
1872
1312
2750
2499
3135
1720
2070
1980
2070
1935
1677
2520
1824
1512
2340
2592
2548

5400
7320
4370
7020
6996
4788
5782
4480
6655
4602
3456
7040
5390
6875
4200
5152
4752
4500
4816
3744
5580
4104
4032
5400
5664
5635

5940
5040
5060
6110
7524
5796
5664
5376
6655
5664
4428
6400
5610
7125
4515
5040
4860
4600
5040
4128
6944
5184
4704
6240
6372
5980

1800
2379
1406
2430
2120
1558
2058
1360
2090
1560
800
2145
1666
2365
1240
1748
1452
1440
1505
1170
2025
1292
1368
2430
2496
2254

X1X2
1980
1638
1628
2115
2280
1886
2016
1632
2090
1920
1025
1950
1734
2451
1333
1710
1485
1472
1575
1290
2520
1632
1596
2808
2808
2392

X1X3
3888
4680
4255
5850
5280
5166
4956
3808
4598
4720
2700
4992
3740
5375
3255
4256
3564
3200
3920
2880
5580
3672
4256
6480
6136
5290

No
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

X1
52
50
37
39
54
34
38
45
47
42
36
51
38
42

X2
58
52
46
45
62
46
42
48
49
38
36
56
44
48

X3

X1

X2

X3

X12

X22

X32

Y2

X1X2

X1X3

128
58 2704 3364 16384 3364 3016
6656
7424 3016 3364
7424
120
56 2500 2704 14400 3136 2600
6000
6240 2800 2912
6720
108
36 1369 2116 11664 1296 1702
3996
4968 1332 1656
3888
112
34 1521 2025 12544 1156 1755
4368
5040 1326 1530
3808
126
62 2916 3844 15876 3844 3348
6804
7812 3348 3844
7812
114
40 1156 2116 12996 1600 1564
3876
5244 1360 1840
4560
100
32 1444 1764 10000 1024 1596
3800
4200 1216 1344
3200
112
38 2025 2304 12544 1444 2160
5040
5376 1710 1824
4256
108
35 2209 2401 11664 1225 2303
5076
5292 1645 1715
3780
102
32 1764 1444 10404 1024 1596
4284
3876 1344 1216
3264
112
40 1296 1296 12544 1600 1296
4032
4032 1440 1440
4480
118
42 2601 3136 13924 1764 2856
6018
6608 2142 2352
4956
105
36 1444 1936 11025 1296 1672
3990
4620 1368 1584
3780
110
40 1764 2304 12100 1600 2016
4620
5280 1680 1920
4400
2
2
2
2
X1
X2
X3
Y
X1
X2
X3
Y
X1X2
X1X3
X2X3
X1Y
X2Y
X3Y
1791 1930 4576 1582 82111 94438 526490 64984 87424 206313 222011 71884 77507 182825
44,78 48,25 114,40 39,55

1. Korelasi Sederhana
a. X1 X2
Rumusan Hipotesis
Ho : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan gaya kongnitif
siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara motivasi belajar dan gaya kongnitif siswa.
Untuk mencari koefisien korelasi sederhana dapat dilakukan dengan
persamaan rhitung dibawah. Jika rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
n xy x y
rxy
2
2
2
2
n x x n y y

Sehingga, koefisien korelasi dari X1 X2 yaitu:


4087424 17911930
r12
0,63
2
2
4082111 1791 4094438 1930

Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,63 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan gaya kognitif
siswa.
b. X1 X3
Rumusan Hipotesis
Ho : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan IQ siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara motivasi belajar dan IQ siswa.
Koefisien korelasi dari X1 X3 yaitu:
40206313 17914576
r13
0,59
2
2

40 82111 1791 40 526490 4576

Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,59 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan IQ siswa. Hal.
c. X2 X3
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara gaya kognitif dan IQ siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara gaya kognitif dan IQ siswa.

Koefisien korelasi dari X2 X3 yaitu:


40222011 1930 4576
r23
0,61
2
2
4094438 1930 40526490 4576

Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,61 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha
diterima. Jadi terdapat hubungan positif antara gaya kognitif dan IQ
siswa.
d. X1 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar
siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X1 Y yaitu:
4071884 17911582
r1 y
0,49
2
2
4082111 1791 4064984 1582

Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,49 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan prestasi
belajar siswa.
e. X2 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara gaya kognitif dan prestasi belajar siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara gaya kognitif dan prestasi belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X2 Y yaitu:
4077507 1930 1582
r2 y
0,66
2
2
4094438 1930 4064984 1582

Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,66 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jadi terdapat hubungan positif antara gaya kognitif dan prestasi belajar
siswa.

f. X3 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara IQ dan prestasi belajar siswa.
Ha : Terdapat hubungan antara IQ dan prestasi belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X3 Y yaitu:
40182825 4576 1582
r3 y
2
2
40526490 4576 4064984 1582

r3 y 0,69
Jika taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N = 40, maka harga rtabel = 0,3044
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,69 sedangkan
rtabel sebesar 0,3044 sehingga rhitung > rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jadi terdapat hubungan positif antara IQ dan prestasi belajar siswa.
2. Koefisien Korelasi Ganda
Ringkasan Perhitungan koefisien korelasi sederhana
r

X1 X2
0,59
X1 X3
0,63
X2 X3
0,61
X1 Y
0,49
X2 Y
0,66
X3 Y
0,69
Koefisien Korelasi Ganda dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut.

r1 y r2 y 2r1 y r2 y r12
1 r12
2

R(1, 2) y

Kriteria tolak H0 jika Fhitung > Ftabel


a. X1, X2 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan gaya kognitif
terhadap prestasi belajar siswa.
Ha : terdapat hubungan antara motivasi belajar dan gaya kognitif terhadap
prestasi belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X1,X2 Y yaitu:

r r2 y 2r1 y r2 y r12
1y
1 r12
2

R(1, 2) y

r1 y r2 y 2r1 y r2 y r12
2

R(1, 2 ) y

1 r12
(0,49) 2 (0,66) 2 2(0,49)(0,66)(0,63)

1 0,63

0,67 0,40
0,72 0,84
0,37

Jadi, ada korelasi positif sebesar 0,84 antara motivasi belajar dan gaya
kongnitif terhadap prestasi belajar siswa siswa. Pengujian terhadap
koefisien korelasi ganda dapat menggunakan persamaan sebagai berikut.

R2 / k
Fh
(1 R 2 ) /(n k 1)
0,84 2 / 2
0,3528
0,3528
Fh

44,33
2
(1 0,84 ) /(40 2 1) (0,2944 ) /(37) 0,007957
Ftabel diperoleh daritabel statistik dengan dk pembilang = k dan dk
penyebut = (n - k - 1). Jadi dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 40 - 2 - 1
= 37. Dengan taraf kesalahan 5%, harga F tabel ditemukan 3,23.
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 44,33
sedangkan Ftabel sebesar 3,23 sehingga Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan
Ha diterima. Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar
dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar siswa.
b. X1, X3 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan IQ terhadap
prestasi belajar siswa.
Ha : terdapat hubungan antara motivasi belajar dan IQ terhadap prestasi
belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X1,X3 Y yaitu:
r1 y r3 y 2r1 y r3 y r13
2

R(1,3) y

1 r13
(0,49) 2 (0,69) 2 2(0,49)(0,69)(0,59)

1 0,59

0,71 0,39
0,78 0,88
0,41

Jadi, ada korelasi positif sebesar 0,88 antara motivasi belajar dan IQ terhadap
prestasi belajar siswa siswa. Pengujian terhadap koefisien korelasi ganda
dapat menggunakan persamaan sebagai berikut.

Fh

R2 / k
(1 R 2 ) /(n k 1)

0,88 2 / 2
0,3872
0,3872

63.51
2
(1 0,88 ) /(40 2 1) (0,2256 ) /(37) 0,006097
Ftabel diperoleh daritabel statistik dengan dk pembilang = k dan dk penyebut =
(n - k - 1). Jadi dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 40 - 2 - 1 = 37. Dengan
taraf kesalahan 5%, harga F tabel ditemukan 3,23.
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 63,51 sedangkan
Ftabel sebesar 3,23 sehingga Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan Ha diterima..
Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan IQ terhadap
prestasi belajar siswa.
Fh

c. X2, X3 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara gaya kognitif dan IQ terhadap prestasi
belajar siswa.
Ha : terdapat hubungan antara gaya kognitif dan IQ terhadap prestasi belajar
siswa.
Koefisien korelasi dari X2,X3 Y yaitu:
r2 y r3 y 2r2 y r3 y r23
2

R( 2,3) y

1 r23
(0,66) 2 (0,69) 2 2(0,66)(0,69)(0,61)

1 0,61

0,91 0,55
0,92 0,95
0,39

Jadi, ada korelasi positif sebesar 0,95 antara gaya kognitif dan IQ terhadap
prestasi belajar siswa siswa. Pengujian terhadap koefisien korelasi ganda
dapat menggunakan persamaan sebagai berikut.

R2 / k
Fh
(1 R 2 ) /(n k 1)
0,95 2 / 2
0,451
0,451
Fh

170,83
2
(1 0,95 ) /(40 2 1) (0,0975) /(37) 0,00264
Ftabel diperoleh daritabel statistik dengan dk pembilang = k dan dk penyebut =
(n - k - 1). Jadi dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 40 - 2 - 1 = 37. Dengan
taraf kesalahan 5%, harga F tabel ditemukan 3,23.
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 170,83
sedangkan Ftabel sebesar 3,23 sehingga Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan Ha
diterima.. Jadi terdapat hubungan positif antara gaya kognitif dan IQ
terhadap prestasi belajar siswa.

d. X1, X2, X3 Y
Rumusan Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar, gaya kognitif dan IQ
terhadap prestasi belajar siswa.
Ha : terdapat hubungan antara motivasi belajar, gaya kognitif dan IQ terhadap
prestasi belajar siswa.
Koefisien korelasi dari X1,X2,X3 Y yaitu:

R(1, 2,3) y 1 (1 r1 y )(1 r2 y 1 )(1 r3 y 1, 2 )


2

r2y-1:

r2 y 1

0,66 0,63.0,49

1 0,63 1 0,49
2

0,52

r3y-1,2:

Ry 31, 2

0,56 0,52.0,38

1 0,52 1 0,38
2

0,35

R(1, 2,3) y 1 (1 r1 y )(1 r2 y 1 )(1 r3 y 1, 2 )


2

1 (1 0,49 2 )(1 0,52 2 )(1 0,35 2 )


1 (0,76)(0,73)(0,88)
0,52 0,72
Jadi, ada korelasi positif sebesar 0,72 antara motivasi belajar, gaya kognitif
dan IQ terhadap prestasi belajar siswa siswa. Pengujian terhadap koefisien
korelasi ganda dapat menggunakan persamaan sebagai berikut.

Fh

72 2 / k
(1 R 2 ) /(n k 1)

0,72 2 / 2
0,259
0,259

19,47
2
(1 0,84 ) /(40 2 1) (0,493) /(37) 0,0133
Ftabel diperoleh daritabel statistik dengan dk pembilang = k dan dk penyebut =
(n - k - 1). Jadi dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 40 - 2 - 1 = 37. Dengan
taraf kesalahan 5%, harga F tabel ditemukan 3,23.
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 19,47 sedangkan
Ftabel sebesar 3,23 sehingga Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima..
Jadi terdapat hubungan positif antara motivasi belajar, gaya kognitif
dan IQ terhadap prestasi belajar siswa.
Fh

3. Koefisien Korelasi Parsial (jenjang-1)


a. X1 dan Y, X2 Kontrol
riy r12 ry 2
R1 y 2
2
2
1 r12 1 ry 2

R1 y 2

0,49 0,63.0,66

1 0,63 1 0,66
2

b. X1 dan Y, X3 kontrol
riy r13 ry 3
R1 y 3
2
2
1 r13 1 ry 3

R1 y3

1 0,59 1 0,69
2

R2 y1

0,66 0,63.0,49

1 0,63 1 0,49
2

1 0,61 1 0,69
2

R3 y1

1 0,59 1 0,49
2

f. X3 dan Y, X2 kontrol
r3 y r32ry 2
R3 y2
2
2
1 r32 1 ry 2

R3 y2

0,41

0,69 0,61.0,66

1 0,61 1 0,66
2

0,41

0,69 0,59.0,49

0,52

0,66 0,61.0,69

e. X3 dan Y, X1 kontrol
r3 y r31ry1
R3 y1
2
2
1 r31 1 ry1

0,14

d. X2 dan Y, X3 kontrol
r2 y r23ry 3
R2 y3
2
2
1 r23 1 ry 3

R2 y3

0,49 0,59.0,69

c. X2 dan Y, X1 kontrol
r2 y r21ry1
R2 y1
2
2
1 r21 1 ry1

0,12

0,47

4. Koefisien Korelasi Parsial (jenjang -2)


X1 dan X2, X3 kontrol
r12 r13r23
R123
2
2
1 r13 1 r23

R123

0,63 0,59.0,61

1 0,59 1 0,61
2

X1 dan X3, X2 kontrol


r13 r12r32
R132
2
2
1 r12 1 r32

R132

1 0,63 1 0,61
2

R231

0,59 0,63.0,61

X2 dan X3, X1 kontrol


r23 r21r31
R231
2
2
1 r21 1 r31

0,33

0,61 0,63.0,59

1 0,63 1 0,59
2

0,43

0,38

Maka:
a. X1 dan Y, X2 dan X3 kontrol
ry12 ry 32 .r132
Ry12,3
2
2
1 ry 32 1 r132

Ry12,3

0,12 0,47.0,33

1 0,47 1 0,33
2

0,04

b. X2 dan Y, X1 dan X3 kontrol


ry 21 ry 31.r231
Ry 21,3
2
2
1 ry 31 1 r231

Ry 21,3

0,52 0,56.0,38

1 0,56 1 0,38
2

0,40

c. X3 dan Y, X1 dan X2 kontrol


ry 31 ry 21.r321
Ry 31, 2
2
2
1 ry 21 1 r321

Ry 31, 2

0,56 0,52.0,38

1 0,52 1 0,38
2

0,35