Anda di halaman 1dari 5

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pelayanan kebidanan mempunyai tujuan melindungi dan mempromosikan kesehatan

perempuan, terutama membantu

perempuan hamil dan keluarganya. Bidan dalam

memberikan pelayanan kebidanan yang paripurna dan berkesinambungan akan berorientasi


pada asuhan kebidanan yang bersifat holistik, meliputi pemahaman aspek aspek sosial,
emosional, kultural, spiritual, psikologikal dan fisik perempuan. Asuhan kebidanan yang
diberikan ini berdasarkan bukti bukti nyata yang terbaik dan terkini, sehingga bidan harus
mampu memberikan nasihat, informasi dan fasilitas yang dibutuhkan perempuan agar mereka
mampu berpartisipasi serta mengambil keputusan untuk peningkatan kesehatannya.
Menurut Tim IBI & AIPKIND (2010) mengenai survey tentang kinerja bidan melalui
pendekatan kualitatif menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan bidan yang ramah,
terampil dan tanggap dibidangnya. Mencermati harapan masyarakat tersebut, sudah
selayaknya organisasi profesi dan asosiasi institusi pendidikan kebidanan (IBI dan AIPKIND)
menyusun suatu standar kompetensi bidan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam
penyelenggaraan pendidikan kebidanan, agar lulusan yang dihasilkan dapat memberikan
pelayanan kebidanan berkualitas. Standar kompetensi bidan ini disusun berdasarkan body of
knowledge, filosofi dan paradigma pelayanan kebidanan dengan mengacu pada Permenkes
No. 369/ Menkes/ SK/ III/ 2007, tentang Standar Profesi Bidan, Permenkes No. 161/ Menkes/
PER/ I/ 2010 tentang registrasi tenaga kesehatan dan Permenkes No 1464/ Menkes/ Per/ X/
2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan serta essential competencies
International Confederation of Midwives (ICM) tahun 2010.
1.2

Metode
Metode yang digunaan dalam penyusunan makalah ini adalah metode kepustakaan

dengan mencari dan mengumpulkan data data yang berhubungan dengan materi makalah
yaitu mengenai konsep kebidanan baik melalui media internet maupun referensi dari sumber
buku.
1.3

Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini diantaranya adalah :

Untuk mengetahui definisi tentang standar kompetensi bidan.


Untuk mengetahui macam standar kompetensi bidan

BAB 2. PEMBAHASAN
1

2.1.

Definisi
Kompetensi bidan adalah pengetahuan yang dilandasi oleh pengetahuan, ketrampilan,

dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan
pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan, secara aman, dan tanggung jawab sesuai dengan
standar dengan syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat (PP IBI, 2004).
Sedangkanmenurut (Sujianti, 2009 dan Mufdlilah, 2009) kompetensi bidan

adalah

kemampuan dan karakteristik yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang
harus dimiliki oleh seorang bidan dalam melaksanakan praktek.
Di dalam lingkup praktik kebidanan, kompetensi bidan sebagai mana tertuang dalam
buku kompetensi bidan di Indonesia. Kompetensi tersebut dikelompokkan dalam dua kategori
yang merupakan kopetensi minimal yang mutlak diberikan oleh bidan persalin dan
kompetensi tambahan/lanjutan yang merupakan pengembangan dari pengetahuan dan
ketrampilan dasar untuk mendukung tugas bidan dalam memenuhi perkembangan iptek (PP
IBI,1997). Mengacu pada Permenkes 572 tahun 1996 tentang registrasi dan praktik bidan
serta memperhatikan kompetensi bidan yang di susun oleh ICM, pada Februari 1999, disusun
kompetensi bidan Indonesia dan disahkan pada KONAS IBI XII di Denpasar Bali.
Kompetensi dan wewenang bidan Indonesia terdiri atas Kompetensi 1-9 dan wewenang bidan
sesuai pasal 18 Kepmenkes RI No. 900/ Menkes/SK/VII/2002.
2.2

Standar Kompetensi Bidan


1. Kompetensi ke-1:
- Pengetahuan Umum
- Ketrampilan dan Perilaku yang Berhubungan dengan Ilmu - ilmu Sosial
- Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Profesional
Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu sosial,
kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu
tinggi, sesuai dengan budaya untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya.
Maksudnya ialah jadi setiap bidan selain mempunyai kompetensi dan keterampilan
berbasis kedokteran bidan juga harus mempunyai ilmu social dan etik yang bermutu
sesuai

dengan

kebudayaan

masyarakat,

misalnya

mempunyai

dan

dapat

menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat dan kerugian praktik


kesehatan tradisional dan modern.
2. Kompetensi ke-2 :
- PraKonsepsi
- KB danGinekologi
Bidan memberikan asuahan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang
tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka
2

untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan


kesiapan menjadi orang tua. Maksudnya ialah jadi seorang bidan selain harus bisa
memberikan asuhan kesehatan yang benar seperti memberikan konseling pada saat
kehamilan kepada pasangan calon orang tua tetapi seorang bidan juga harus mampu
menempatkan diri tentang bagaimana menanggapi perbedaan kebudayaan di setiap
lapisan masyarakat.
3. Kompetensi ke-3 :
- Asuhan Konseling Selama Kehamilan
Bidan member asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan
kesehatan selama kehamilan yang meliputi deteksi dini, pengobatan atau rujukan.
Maksudnya disini ialah Bidan harus memberikan asuhan kehamilan yang baik dan
benar untuk memaksimalkan kesehatan selama kehamilan diantaranya adalah
memeriksa tanda, gejala dan indikasi rujukan pada komplikasi tertentu dalam
kehamilan.
4. Kompetensi ke-4 :
- Asuhan Selama Persalinan dan Kelahiran
Bidan memberkan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan
setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman,
menangani situasi kegawat daruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita
dan bayinya yang baru lahir. Maksudnya ialah seorang bidan harus menguasai budayabudaya mengenai pesalinan yang ada di masing-masing daerah yang akan digelutinya.
Berbasis persalinan yang baik dan benar, yang dapat menangani segala kemungkinan
kondisi yang akan terjadi mengenai masalah kesehatan wanita dan bayi yang baru
lahir.
5. Kompetensi ke-5 :
- Asuhan Pada Ibu Nifas dan Menyusui
Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi,
tanggap terhadap budaya setempat. Maksudnya ialah, jadi seorang bidan harus
memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui dengan pelayanan yang baik dengan
member pengetahuan mengenai masalah-masalah pada saat menyusui, manfaat ASI
eklusif dan melakukan konseling tentang seksualitas dan KB pasca persalinan dengan
menyesuaikan terhadap budaya masyarakat setempat.
6. Kompetensi ke-6 :
- Asuhan Pada Bayi Baru Lahir
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi baru
lahir sehat, sampai dengan umur 1 bulan. Maksudnya ialah bidan harus teliti
cermatdanberhati- hati dalam menangani bayi yang baru lahir sampai dengan umur 1
3

bulan seperti membersihkan badan bayi baru lahir dan melakukan pemeriksaan fisik
pada bayi baru lahir.
7. Kompetensi ke-7 :
- Asuhan Pada Bayi dan Balita
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi dan
balita sehat (1 bln - 5 thn). Maksudnya ialah bidan tidak hanya menangani dan
member asuhan kepada bayi yang baru lahir tetapi juga terhadap bayi dan balita
seperti dalam hal menangani panyakit atau kelainan pada saat masa pertumbuhan bayi
dan anak.
8. Kompetensi ke-8 :
- Kebidanan Komunitas
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada keluarga,
kelompok dan masyarakat sesuai budaya setempat. Maksudnya ialah bidan juga
memberikan asuhan kesehatan terhadap keluarga, kelompok dan masyarakat
berdasarkan kebudayaan yang ada di daerah setempat dengan cara member
penyuluhan kepada suatu kelompok atau masyarakat setempat.
9. Kompetensi ke-9 :
- Asuhan pada Ibu/Wanita dengan Gangguan Reproduksi
Bidan melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan
reproduksi. Maksudnya ialah bidan harus mengetahui dan memahami masalah
masalah tentang asuhan kebidanan yang berkaitan dengan gangguan reproduksi
contohnya terhadap pasien dengan penyakit keputihan yang parah
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang
dilandasi atas keterampilan dan pegetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang yang harus
dimiliki oleh seorang bidan dalam melaksanakan praktek kebidanan pada berbagai pelayanan
kesehatan secara aman dan bertanggung jawab sesuai dengan standar sebagai syrarat untuk
dianggap mampu oleh masyarakat. Sesuai dengan keputusan menteri kesehatan telah dibentuk
standar komptensi bidan yang terdapat dalam standar profesi bidan, standar kompetensi yang
terdiri dari sembilan kompetensi ini sebagian ada yang berhubungan dengan wewenang bidan
namun ada pula yang tidak berhubungan yaitu tentang kompetensi yang mengharuskan bidan
memberi pelayanan sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Bidan Indonesia. 2008. Lima Puluh Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan.
Jakarta. Pengurus Pusat IBI.
Sujianti. 2009. Buku Ajar Konsep Kebidanan Teori & Aplikasi. Yogyakarta. Nuha
Medika.

Anda mungkin juga menyukai