Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MANAJEMEN LAKTASI

OLEH :
ANISA MUBAROKAH
P27820114002

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO SURABAYA
TAHUN AJARAN 2015/2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


MANAJEMEN LAKTASI
Pokok Pembahasan

: Manajemen Laktasi

Bidang Studi

: Keperawatan Maternitas

Sasaran

: Ibu Nifas

Waktu

: 30 menit

Hari/Tanggal

: Kamis, 30 Juni 2016

Tempat

: Ruang Obgyn RS Al-Irsyad Surabaya

A. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan peserta penyuluhan mampu
memberikan ASI dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara maksimal.
B. TUJUAN KHUSUS
Setelah selesai megikuti penyuluhan, peserta penyuluhan dapat :
1.
2.
3.
4.
5.

Menyebutkan pengertian ASI eklusif


Menyebutkan manfaat dan keutamaan pemberian ASI
Mendemonstrasikan cara merawat payudara dengan benar
Memahami dan mendemonstrasikan posisi menyusui yang benar
Menyebutkan cara memompa dan menyimpan ASI

C. MATERI PENYULUHAN
Manajemen laktasi pada ibu nifas
D. GARIS BESAR PENYULUHAN (Terlampir)
1. Pengertian dari ASI eklusif
2. Manfaat dan keutamaan dari pemberian ASI
3. Cara perawatan payudara dengan benar
4. Cara menyusui posisi menyusui yang benar
5. Cara memompa dan menyimpan ASI
Lampiran Materi Penyuluhan
1. Pengertian ASI eklusif
ASI eklusif adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) kepada bayi yang berumur 0-6
bulan tanpa adanya tambahan makanan lain. Pemberian ASI sangat dianjurkan
diberikan setelah bayi lahir sampai dengan usia 6 bulan, selanjutnya makanan yang

tepat harus ditambahkan pada diet bayi sementara pemberian ASI tetap berlanjut
sampai usia 1 tahun atau lebih.
2. Manfaat dan Keutamaan ASI
Manfaat ASI dapat dirasakan oleh ibu dan bayi. Manfaat ASI bagi bayi
diantaranya adalah sebagai daya tahan tubuh utama bagi tubuh bayi, tidak
menimbulkan reaksi alergi serta memberi keuntungan psikologis antara ibu dengan
bayi yakni adanya kontak langsung yang dapat mendekatkan hubungan diantara
mereka. Sedangkan manfaat yang dapat dirasakan ibu diantaranya adalah dapat
meningkatkan produksi ASI, mencegah terjadinya bendungan ASI, merangsang
pengeluaran darah atau proses kembalinya perut ibu setelah persalinan serta
mencegah terjadinya kanker payudara.
Keutamaan ASI, pemberian ASI sangat penting mengingat daya tahan tubuh
paling utama untuk bayi berasal dari kandungan ASI yang keluar pertama kali setelah
persalinan untuk itu ibu harus segera memberikan ASI kepada bayinya selain itu ibu
harus sesering mungkin menyusui bayinya dengan demikian produksi ASI akan terus
bertambah banyak dan cukup untuk kebutuhan bayi.
3. Cara Perawatan Payudara
Sebelum memberikan ASI ibu harus melakukan perawatan terhadap payudaranya
sebelum disusukan kepada bayinya, payudara dapat dibersihkan dengan cara sebagai
berikut :
1. Mencuci kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun
2. Ibu duduk bersandar
3. Pakaian atas dibuka
4. Handuk diletakkan dibawah payudara

5. Kapas dibasahi dengan baby oil


6. Kedua puting susu dikompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan
minyak selama 3-5 menit
7. Kapas digosok-gosokan di sekitar putting susu untuk mengangkat kotoran.
8. Kompres kedua payudara menggunakan air hangat dilanjutkan dengan air dingin
untuk melancarkan produksi ASI. Kompres selama 3-5 menit kemudian pijat
kedua payudara dengan 2 jari tangan serarah jarum jam bergantian payudara
kanan dan kiri.

4. Posisi tubuh dalam menyusi :


1. The Cradle Position (Posisi Dekapan)
Posisi ini baik bagi bayu lahir, pastikan punggung dalam posisi yang
benar dan jaga bayi berada di perut, kepala bayi berada di dalam dekapan,
sokong kepala badan dan punggung bayi serta lengan bayi perlu berada di
bagian sisinya.
2. The Cross Cradle Hold (Posisi Mendekap Silang)
Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala,
mirip dengan posisi dudukan tetapi ibu harus memiliki kontrol yang besar atas
kepala bayi. Posisi ini baik untuk bayi premature atau pada ibu dengan puting
payudara yang kecil.
3. Posisi Football Hold (Posisi Pencengkram)
Posisi ini sangat sesuai jika baru pulih dari pembedahan caesar, ibu
memiliki payudara yang besar, menyusui bayi prematur atau bayi yang kecil
ukurannya atau menyusui anak kembar pada waktu yang bersamaan. Pegang
bayi di samping ibu dengan kaki di belakang ibu dan bayi terselip di bawah
lengan. Sokong kepala bayi dengan tangan menggunakan bantal.

4. Saddle Hold (Posisi Duduk)


Poisisi duduk adalah posisi yang nyaman dan menyenangkan untuk
menyusui.Posisi ini sesuai untuk bayi yang sakit pilek maupun sakit telinga.
Bayi duduk tegak dengan kaki menangkai ibu.
5. The Lying Position (Posisi Berbaring)
Posisi ini apabila ibu dan bayi merasa letih, menyusui dengan berbaring
akan memberikan banyak kesempatan untuk istirahat dan tidur lebih banyak
pada malam hari, ibu dapat tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan
kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut menyentuh ibu.
5. Cara memompa dan menyimpan ASI
Pada ibu yang bekerja, ibu dengan payudara bengkak atau terbendung dan pada
ibu yang merasa nyeri pada puting susu maka akan lebih bila dikeluarkan
menggunakan pompa payudara. Pompa dapat digunakan apabila payudara terasa
sangat penuh. Memompa payudara dapat dilakukan menggunakan tangan dan
mengguunakan alat. Cara pengeluaran ASI dengan pompa payudara :
1. Tekan bola karet untuk mengeluarkan udara

2. Ujung leher tabung diletakkan pada payudara dengan puting susu tepat di
tengah dan tabung benar-benar melekat pada kulit.
3. Bola karet dilepas, sehingga puting susu tertarik kedalam.
4. Tekan dan lepas beberapa kali sehingga ASI akan keluar dan terkumpul pada
lekukan pada penampung pada sisi tabung.
5. Setelah dipakai atau akan dipakai, alat pompa harus dicuci bersih dengan
menggunakan air mendidih
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat dengan syarat bila
disimpan pada tempat yang memiliki suhu ruangan:
1. Di udara terbuka atau bebas
:
6-8 Jam
2. Di lemari Es (4C)
:
24 Jam
3. Di Freezer (-18C)
:
6 bulan
ASI yang telah didinginkan sebelum diberikan kepada bayi, tidak boleh direbus
karena dapat merusak unsur kekebalannya.ASI cukup didiamkan beberapa saat di
suhu ruangan atau dapat direndam di dalam wadah yang telah berisi air panas
E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. MEDIA
1. Leflat
G. ALAT DAN BAHAN
1. Kursi
2. Alat peraga
H. PEORGANISASIAN
a. Pemateri : Anisa Mubarokah
1. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan bahasa yang mudah di
mengerti oleh peserta.
2. Memotivasi pasien untuk selalu aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
3. Memotivasi peserta untuk bertanya.
b. Moderator : Anisa Mubarokah
1. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
2. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
3. Menutup acara penyuluhan.
c. Observer : Anisa Mubarokah
1. Mencatat nama, alamat, mencatat pertanyaan yang ditanyakan dan jawaban.
2. Mengevaluasi hasil penyuluhan.
3. Membagi lefleat pada peserta
d. Fasilitator : Anisa Mubarokah
1. Mendemonstrasikan cara perawatan payudara dengan benar.

2. Memotivasi peserta penyuluhan untuk mendemonstrasikan apa yang sudah


dicontohkan.

I. PELAKSANAAN KEGIATAN
N
o
1.

Tahap

Waktu

Pembukaan5 menit

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan peserta

1.Moderator mengucapkan

1.Peserta menjawab salam


2.Peserta mendengarkan
3.Peserta menyepakati kontrak

salam pembuka.
2.Moderator menanyakan
kabar peserta.
3.Moderator memperkenalkan

waktu

diri beserta tim.


4.Moderator menjelaskan
kontrak waktu daan tujuan
penyuluhan
5.Moderator menjelaskan topik
yag akan diberikan
6.Moderator
menggali
pengetahuan

audien

tentang kontrasepsi sistem


2. Pelaksanaa
n

15 menit

kalender
Menjelaskan isi materi

1. Mendengarkan dan mem-

1.Pengertian dari ASI eklusif


2.Manfaat dan keutamaan dari
pemberian ASI
3.Cara perawatan

payudara

dengan benar
4.Cara
menyusui
menyusui yang benar
5.Cara
memompa
menyimpan ASI

posisi
dan

perhatikan

materi

yang

diberikan
2. Menanyakan hal hal yang
kurang jelas

3. Penutup

10 Menit 1.Moderator

menegaskan 1.
2.
kesimpulan dari topik yang
3.
sudah dibahas sebelumnya.
2.Mengajukan
pertanyaan
sebagai review.
3.Moderator
mengucapkan

Memperhatikan
Menjawab pertanyaan
Mengucapkan
kembali
terimakasih

atas

mahasiswa

yang

kepada
telah

memberikan penyuluhan.
4. Menjawab salam
terima kasih atas waktu dan
5. Menerima leaflet
perhatian peserta
4.Moderator
mengucapkan
salam penutup

J. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
1. Penyelenggaraan penyuluhan manajemen laktasi di tempat penyuluhan di
ruang Obgyn RS Al-Irsyad Surabaya .
2. Pelaksanaan penyuluhan manajemen laktasi sudah diknsultasikan dengan
pembimbing.
3. Peserta hadir tepat waktu ditempat penyuluhan
4. Peserta mengisi lembar absensi penyuluhan
b. Evaluasi Proses
1. Peralatan penyuluhan manjemen laktasi seperti perawatan payudara
dipersiapkan sebelum acara dimulai.
2. Peserta aktif bertanya
3. Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara penyuluhan
berakhir.
c. Evaluasi Hasil
Peserta memahami materi penyuluhan yang diberikan sesuai dengan
tujuan khusus.

DAFTAR PUSTAKA

2013. Posisi Ibu dan Bayi yang Benar Saat. http://seputar-ibuhamil.blogspot.com


Diakses pada tanggal 28 Juni 2016 pukul 14.00

Lembar Kehadiran Penyuluhan