Anda di halaman 1dari 8

INISIASI 1

Selamat berjumpa, para Mahasiswa


Pada pertemuan Tutorial Online (Tuton) pertama ini, kita akan membahas
Modul 5. Semoga dapat memudahkan Anda utk mempelajari modul mata
kuliah Studi Kelayakan Bisnis/EKMA4311.

MODUL 5
PENILAIAN ASPEK EKONOMI NASIONAL &
MANFAAT SOSIAL
A. Ruang Lingkup Analisis Ekonomi & Analisis Keuangan
Analisis ekonomi suatu proyek tidak hanya memperhatikan manfaat yg
dinikmati & pengorbanan yg ditanggung oleh perusahaan, tetapi oleh
semua pihak dalam perekonomian. Istilah lengkapnya adalah analisis
ekonomi nasional karena memperhatikan manfaat & pengorbanan yg
dinikmati & ditanggung oleh semua pihak dalam perekonomian.
Sedangkan analisis yg hanya membatasi manfaat & pengorbanan dari
sudut pandang perusahaan disebut analisis keuangan atau analisis
komersial.
Analisis ekonomi terutama penting dilakukan untuk proyek-proyek yg
berskala besar, yg kerap kali menimbulkan perubahan dalam
penambahan supply & demand akan produk-produk tertentu karena
dampak yg ditimbulkan pada ekonomi nasional akan cukup berarti.
Secara rinci, analisis ekonomi dilakukan dengan alasan karena adanya :
1. Ketidaksempurnaan pasar yg merupakan bentuk dari struktur pasar
yg tidak bersaing secara sempurna (termasuk di dalamnya berbagai
distorsi yg timbul karena peraturan pemerintah). Contohnya adanya

pengendalian harga (termasuk pengendalian suku bunga kredit),


proteksi, dumping, & kedudukan monopoli.
2. Adanya pajak & subsidi. Pajak berarti pendistribusian sebagai
kekayaan konsumen (dalam hal pajak penjualan) atau perusahaan
(dalam hal pajak penghasilan) ke pemerintah.
3. Adanya penambahan industri. Kawasan industri baru bermunculan &
diikuti dengan berkembangnya kegiatan perekonomian yg tumbuh
di beberapa lokasi industri.
4. Berlakunya konsep consumers surplus & producers surplus.
Analisis biaya & manfaat sosial (social cost and benefits analysis/SCBA)
melakukan analisis dengan memperhatikan tambahan faktor-faktor
berikut :
1. Masalah externalities. Externality menunjukkan suatu produk
spesifik yg mempunyai karakteristik sbb:
a. Tidak dengan sengaja diciptakan oleh sponsor proyek tersebut
(perusahaan), tetapi timbul karena kegiatan ekonomi yg sah
b. Di luar kendali mereka yg terkena dampak externality tersebut,
entah dampak yg menguntungkan ataupun merugikan
c. Externality tidak diperdagangkan
2. Perhatian akan pendistribusian penghasilan yg lebih merata
3. Perhatian akan peningkatan savings yg diharapkan akan
meningkatkan investasi
B. Penilaian Manfaat Proyek bagi Ekonomi Nasional
Dalam penyusunan studi kelayakan bisnis guna menilai kelayakan
suatu proyek, selain mengadakan analisis & penilaian terhadap aspekaspek teknikal, pasar atau komersial, keuangan, manajemen & yuridis,
perlu pula diadakan analisis kemanfaatan yg dapat atau akan
ditimbulkan oleh proyek yg bersangkutan terhadap perekonomian
secara nasional & kemanfaatan sosial. Analisis tersebut bisa dilakukan
secara kuantitatif maupun kualitatif.

Aspek-aspek yg perlu dianalisis mengenai kemanfaatan proyek


terhadap ekonomi nasional, al :
1. Kemanfaatan ekonomi ditinjau dari rencana pembangunan nasional
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh proyek yg
akan didirikan (diperluas, direhabilitasi, direlokasi atau
dimodernisasi) tersebut :
a. Memberikan kesempatan kerja atau tambahan kesempatan kerja
bagi masyarakat pekerja langsung maupun tidak langsung,
seperti buruh harian, buruh musiman, tenaga manajemen
b. Menggunakan modal lokal, bahan baku lokal & tenaga kerja lokal
c. Menghasilkan devisa (proyek orientasi ekspor) atau menghemat
penggunaan devisa (proyek substitusi impor)
d. Membantu pertumbuhan industri lain
e. Memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri dengan kualitas
produk tinggi & harga terjangkau oleh masyarakat
berpenghasilan rendah
f. Menambah pendapatan nasional berupa pajak-pajak yg secara
tidak langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor
lain
2. Nilai tambah
Secara kuantitatif, nilai tambah yg akan dihasilkan oleh suatu
proyek baru atau proyek perluasan dapat dihitung dengan
membandingkan nilai tambah suatu proyek dengan proyek lain yg
sejenis sehingga bisa diketahui proyek-proyek mana yg
menghasilkan nilai tambah lebih tinggi daripada lainnya. Dalam
suatu proyek perluasan perlu pula diketahui ada tidaknya kenaikan
nilai tambah dari sebelum hingga sesudah perluasan. Perhitungan
nilai tambah dilakukan dengan asumsi kapasitas normal.
3. Pembagian atau distribusi nilai tambah

4. Nilai investasi per tenaga kerja


Untuk memberikan penilaian apakah suatu proyek memberikan
kemanfaatan ekonomi nasional, perlu diukur sampai beberapa jauh
investasi yg ditanamkan akan dapat meningkatkan kesempatan
kerja. Di samping itu, perlu juga dinilai apakah proyek merupakan
padat modal atau padat kerja.
Salah satu cara yg bisa digunakan untuk mengukur proyek padat
modal atau padat kerja adalah pertama-tama perlu diketahui
besarnya investasi secara keseluruhan yg ditanamkan dalam proyek
yg bersangkutan & jumlah tenaga kerja yg terlibat. Kemudian dari
perbandingan antara jumlah investasi & jumlah tenaga kerja akan
diperoleh nilai investasi per tenaga kerja. Total investasi terdiri dari
investasi modal tetap & modal kerja. Khusus bagi proyek perluasan
perhitungan nilai investasi keseluruhan adalah jumlah investasi baik
sebelum maupun sesudah investasi.
Di Indonesia, penetapan out-of proyek padat modal & proyek padat
kerja belum ada batasan yg jelas. Salah satu ukuran yg dipakai
adalah jika nilai investasi per tenaga kerja lebih besar dari $10,000
maka proyek dikategorikan proyek padat modal. Sebaliknya, apabila
nilai investasi per tenaga kerja kurang daripada $10,000, proyek
dikatakan padat kerja.
5. Profitabilitas ekonomi nasional
Kriteria investasi yg bisa digunakan untuk menilai kelayakan proyek
adalah :
a. Metode internal rate of return (IRR). Perhitungan nilai IRR dalam
profitabilitas komersial diharapkan akan memberikan gambaran
tentang besarnya manfaat suatu proyek atau penanaman modal
bagi pengusaha yg bersangkutan atau pemilik modal atau
sponsor proyek, yg ditunjukkan dalam suatu tingkat bunga (%).
IRR belum memberikan gambaran tentang kemanfaatan
ekonomis secara nasional.

b. Metode economics rate of return (ERR). Merupakan metode


serupa dengan IRR yg dipakai untuk menghitung kemanfaatan
proyek secara ekonomi nasional. Metode ini biasa dipakai dalam
dunia perbankan.
Metode-metode ini membawa konsekuensi perbedaan konsep dalam
aliran kas masuk & aliran kas keluar. Dalam perhitungan ERR, bunga
pinjaman tidak merupakan pengeluaran karena bunga merupakan
bagian dari penerimaan masyarakat perekonomian. Begitu pula
pajak-pajak yg pada perhitungan IRR merupakan pengeluaran
perusahaan, dianggap merupakan bagian manfaat keseluruhan yg
dihasilkan proyek & diteruskan kepada masyarakat ekonomi.

6.

Pengaruh sosial yg ditimbulkan oleh proyek


Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui pengaruh sosial yg akan
timbul sehubungan dengan didirikannya suatu proyek. Manfaatmanfaat sosial yg dirasakan oleh masyarakat, adalah:
a. Membuka lapangan kerja baru, baik jumlah maupun jenis
lapangan kerja. Terdapat kemungkinan timbulnya lapangan kerja
baru akibat dari terbukanya industri-industri pendukung maupun
industri pemakai
b. Pengalihan teknologi & pengetahuan yg menyangkut jenis
teknologi yg dipakai oleh proyek bersangkutan, sumber
penerimaan, persyaratan, & cara pengalihan, misalnya melalui
pendidikan & latihan, kontrak manajemen, patungan, lisensi
c. Peningkatan mutu kehidupan dari hasil produksi, misalnya
kesempatan pendidikan, produktif, konsumtif, hiburan, dsb,
sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari produk baru
yg dihasilkan proyek, perbaikan tingkat hidup, perubahan tata
cara & kebiasaan konsumen, perbaikan gizi & kesehatan,
terpenuhinya fasilitas rumah tangga, perbaikan pandangan hidup
masyarakat

d. Pengaruh pada masyarakat sekitar proyek, seperti adanya


perbaikan sistem saluran pembuangan, jalan raya, jembatan &
telepon
7.

Analisis kemanfaatan atau beban sosial


Perhitungan ERR pada butir 5 tidak bisa menerangkan distribusi
manfaat di dalam masyarakat. Selain itu, ERR juga tidak bisa
menerangkan tentang terciptanya lapangan kerja yg akan
dimanfaatkan pengangguran atau oleh tenaga kerja pindahan.
Karena itu, perlu dilakukan suatu perhitungan yg memasukkan
unsur yg selama ini dikenal dengan istilah shadow prices.
Shadow Prices disebut juga accounting prices dapat dianggap
sebagai suatu penyesuaian yg dibuat oleh si penilai proyek terhadap
harga-harga pasar beberapa faktor produksi atau hasil produksi
tertentu karena harga-harga pasar tersebut tidak mencerminkan
atau mengukur biaya atau nilai sosial yg sebenarnya (social
opportunity cost).
Ada 2 alasan mengapa harga-harga pasar dapat dianggap tidak
mencerminkan nilai sosial yg sebenarnya, yaitu:
a. Harga pasar tidak mencerminkan nilai sebenarnya yg diperoleh
masyarakat melalui produksi yg diciptakan suatu proyek
b. Harga pasar tidak mencerminkan nilai yg sebenarnya
dikorbankan ketika sejumlah sumber atau hasil telah dipilih untuk
dipakai dalam suatu proyek tertentu & tidak dipakai dalam
penggunaan-penggunaan lain. Penyimpangan-penyimpangan
harga pasar dari social opportunity cost terutama disebabkan
oleh kebijakan-kebijakan pemerintah berupa pajak, subsidi, &
pengaturan harga atau upah.
Shadow prices yang sering dipakai adalah :
a. Faktor modal, adalah social opportunity cost atau cost of capital
yang dipergunakan sebagai discount rate dalam perhitungan

kriteria investasi sesuai dengan pembahasan yg telah dilakukan


dalam penilaian aspek keuangan.
b. Tenaga kerja tak terdidik, (dikenal dengan istilah shadow wage)
ialah nilai produksi yg dikorbankan dalam kegiatan lain karena
seseorang dipekerjakan di suatu proyek tertentu.
c. Devisa, disebut pula shadow exchange rate merupakan suatu
nilai implisit, misalnya harga satu dollar dalam rupiah. Nilai tukar
implisit merupakan suatu koefisiensi untuk menilai semua jenis
barang dan jasa yg bersifat dapat diperdagangkan (tradeable),
yaitu jenis barang atau jasa yg diimpor atau diekspor, bersifat
sebagai pengganti impor (substitusi impor) atau barang & jasa
tertentu yg karena adanya kebijakan pemerintah terkena
larangan impor atau ekspor. Nilai tukar tersebut sering
menyimpang dari social opportunity cost dalam mata uang
nasional. Salah satu usaha pemerintah yg mengalami tekanan
inflasi maupun defisit dalam neraca pembayaran untuk
memproduksi nilai social opportunity cost adalah dengan
mengadakan devaluasi, meskipun berkurangnya selisih tersebut
bersifat sementara.
8. Penggunaan profitabilitas komersial sebagai dasar untuk
memperkirakan profitabilitas ekonomi nasional
Profitabilitas ekonomi nasional secara kuantitatif dapat pula
diperkirakan dari profitabilitas komersial, tetapi harus disertai
penyesuaian-penyesuaian. Penyesuaian dapat dilakukan pada pos
perkiraan biaya operasi, pos pendapatan operasi, atau pendapatan
bersih pada proyeksi profitabilitas komersial. Profitabilitas komersial
mencerminkan keuntungan yg diharapkan dilihat dari kaca mata
sponsor proyek, profitabilitas ini belum mencerminkan profitabilitas
proyek secara ekonomi nasional.
Penyesuaian minus pada pos biaya dapat dilakukan apabila terjadi,
misalnya pengenaan bea masuk terhadap suatu proyek yg

memerlukan impor barang modal. Bagi proyek, bea tersebut


merupakan biaya sehingga mengurangi laba yang terkena pajak.
Akan tetapi dari segi ekonomi nasional, bea tersebut bukan
merupakan biaya. Oleh karena itu, untuk mencerminkan
profitabilitas ekonomi nasional, pengeluaran bea masuk harus
dikurangkan pada pos biaya operasi.
Sebaliknya, penyesuaian plus pada pos biaya akan dilakukan
apabila proyek mendapatkan subsidi dari pemerintah atau nilai
tukar valuta asing terlalu rendah dibandingkan dengan yg
seharusnya, sehubungan dengan bahan baku yg diimpor.
Penyesuaian pada pendapatan operasi dilakukan apabila terdapat
selisih antara nilai tukar mata uang asing resmi dengan yg
seharusnya (shadow exchange rate). Hal tersebut terjadi pada
proyek yg mendapatkan devisa karena mengadakan ekspor atau
memproduksi barang & jasa pengganti impor yg menghemat devisa
& proyek yg nilai tukar valuta asingnya dinilai terlalu rendah
sehingga diperlukan penyesuaian untuk mendapatkan nilai tukar yg
realistis. Selisih nilai tukar ditambahkan pada pendapatan operasi.
Sebaliknya, apabila proyek mendapatkan proteksi tarif untuk barang
yg diimpor maka untuk mendapatkan nilai profitabilitas ekonomi
nasionalnya, perkiraan pendapatan harus dikurangi sebesar tarif yg
mestinya dikenakan.

Anda mungkin juga menyukai