Anda di halaman 1dari 35

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. karena


atas berkah, rahmat, taufik dan inayah-Nya

penulis dapat

menyelesaikan penyusunan Laporan Farmakognosi II ini.


Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan
kepada

dosen

pembimbing

praktikum

beserta

asisten

pembimbing yang telah memberikan bimbingannya sehingga


penulis dapat melakukan praktikum dan menyusun laporan ini
dengan baik.
Kritik dan saran yang bersifat membangun tentu saja
penulis sangat membutuhkannya demi peningkatan kualitas
penulisan.
.

Kendari,

19

April

2016

Penulis

NUR AFNI RIDWAN


O1A1 14 032

MEGAWATI

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

PERCOBAAN II
UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Obat tradisional merupakan produk yang dibuat dari


bahan alamyang jenis

dan sifat kandungannya

sangat

beragam. Obat tradisional sudah dikenal dan digunakan


diseluruh dunia sejak beribu tahun yang lalu. Bahan baku
obat alamidapat berasal dari sumber daya alam biotik
maupun

abiotik.Obat

tradisional

umumnya

berasal

dari

tumbuhan baik dari daun, batang, akar, rimpang, bunga


maupun biji.
Tumbuhan merupakan tempat berbagai jenis senyawa
kimia serta beragam sifat yang dimilikinya dan dimanfaatkan
sebagai

suatu

alamiahyang

tumbuhan
digunakan

mengalami

proses

dinyatakan

lain,

obat.
sebagai

pengolahan

umumnya

Simplisia

obatyang

apapun

berupa

adalahbahan
belum

juga,

bahan

kecuali

yang

telah

dikeringkan. Haksel merupakan bagian-bagian dari simlisia


berupa rajangan atau irisan yang belum dalam bentuk
serbuk. Oleh karena itu, pada percobaan ini dilakukan
pemeriksaan organoleptis untuk menganalisa karakteristik
suatu

bahan

menggunakan

pancaindra

dengan

mendeskripsikan warna, bau dan rasa.


2. Teori Umum
Uji organoleptik (Amerine et al., 1965) adalah pengujian
yang menggunakan indera peraba, pembau, penglihatan, pencicip
dan pendengar untuk memberikan penilaian secara subyektif
Orang/kelompok yang mempunyai tugas untuk memberikan
penilaian disebut panelis, dibedakan menjadi 5 macam yaitu (1)
RISNAWATI
WIWIN

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

Panelis perorangan, (2) Panel terbatas, (3) Panelis terlatih (7-15


orang), (4) Panel setengah terlatih (15-25 orang), dan (5) Panel
tidak terlatih (lebih dari 25 orang) (Julianingsih dkk., 2004).
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai
obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali
dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia
nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian
tanaman

atau

aksudat

tanaman.

Simplisia

hewani

adalah

simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat


yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat
kimia murni. Simplisia pelikan (mineral) adalah simplisia yang
berupa bahan pelikan yang belum diolah atau telah diolah dengan
cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni (Ditjen POM.,
1977).
Uji

Organoleptik

ini

dilakukan

dengan

tujuan

untuk

mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap parameter


rasa, warna, aroma, dan kenampakan dari produk. Pemilihan
alternatif digunakan

untuk

menentukan

alternatif perlakuan

terbaik pada kriteria nilai harapan. Dasar perhitungan untuk


pemilihan alternatif adalah hasil kualitas produk untuk setiap
parameter keadaan dasar dan probabilitas dari masing-masing
parameter keadaan dasar tersebut. Uji bobot untuk mengethaui
tingkat kepentingan parameter cita rasa, warna, aroma, tekstur
yang dinyatakan dalam persen (Pang dkk., 2013).
Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai
obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali
dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia
dibedakan atas simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia
pelican (mineral). Untuk menjamin mutu keseragaman senyawa
aktif, keamanan, maupun kegunaannya, maka simplisia harus
memenuhi

persyaratan

minimal.

Untuk

dapat

memenuhi

persyaratan minimal tersebut beberapa faktor yang berpengaruh


antara lain adalah: 1. Bahan baku simplisia 2. Proses pembuatan
RISNAWATI
WIWIN

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

simplisia termasuk cara penyimpanan bahan baku simplisia dan 3.


Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia. Pada umumnya
pembuatan

simplisia

melalui

tahapan

sebagai

berikut:

pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, perajangan,


pengeringan, sortasi kering, pengepakan, penyimpanan dan
pemeriksaan mutu (Rahayu dkk., 2009).
Kayu manis merupakan salah satu tanaman multi fungsi telah
dikenal luas gunanya sebagai rempah pemberi cita rasa atau bumbu,
hasil

olahannya

dimanfaatkan

seperti

dalam

minyak

atsiri

industri-industri

dan

farmasi,

oleoresin

banyak

kosmetik/aromatik,

makanan, minuman, rokok, dsb. Uji organoleptik Meliputi parameter


aroma, warna dan rasa dengan skala hedonik yaitu: (1) Sangat tidak
suka, (2) Tidak suka, (3) Suka, dan (4) Sangat suka oleh seorang
panelis (Djafar dan Redha., 2012).

3. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah pada percobaan

ini adalah bagaimana

melakukan identifikasi beberapa macam haksel yang biasa digunakan


dalam ramuan untuk pengobatan atau tersedia di apotek?
4. TUJUAN
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui
identifikasi beberapa macam haksel yang biasa digunakan dalam
ramuan untuk pengobatan atau tersedia di apotek.
5. MANFAAT
Manfaat pada percobaan ini adalah mengetahui identifikasi
beberapa macam haksel yang biasa digunakan dalam ramuan untuk
pengobatan atau tersedia di apotek.

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

B. BAHAN
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah
sebagai berikut :
1. Piperis nigri Fructus (Buah Merica)
2. Orthosiphonis Folium (Daun Kumis Kucing)
3. Psidii Folium (Daun Jambu Biji)
4. Zingiberis Rhizoma (Rimpang Jahe)
5. Curcumae Rhizoma (Rimpang Temulawak)
6. Curcumae domestika Rhizoma (Rimpang Kunyit)
7. Kaempferia Rhizoma (Rimpang Kencur)
8. Sappan Lignum (Kayu Secang)
9. Perseae Folium (Daun Alpukat)
10.Cinnamomi Cortex (Kulit Kayu Manis)
11.Languatis Rhizoma (Rimpang Lengkuas)
12.Carthami Flos (Bunga Kesumba)
13.Coriandri Fructus (Buah Ketumbar)
14.Tamarindi Folium (Daun Asam Jawa)
15.Caricae Folium (Daun Pepaya)
16.Phaseoli Semen (Biji Kacang Ijo)
17.Moringae Folium (Daun Kelor)
18.Hibiscus rosa-sinensis Folium (Daun Kembang Sepatu)
19.Ipomaeae aquaticae Folium (Daun Kangkung Air)
20.Caryophyllum (Cengkeh)
21.Ricini Folium (Daun Jarak)
22.Batatasae Folium (Daun Ubi Jalar)
23.Bilimbii Folium (Daun Belimbing)
24.Morindae Folium (Daun Mengkudu)
25.Anarcardii Folium (Daun Jambu Mete)

1. Merica (Sarpian, 2003)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Piperales

Famili

: Piperaceae

Genus

: Piper

Spesies

: Piper nigrum L.

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

2. Kumis Kucing (Sunarto, 2009)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Asteridae

Ordo

: Lamiales

Famili

: Lamiaceae

Genus

: Orthosiphon

Spesies

: Orthosiphon spicatus Bbs.

3. Jambu Biji (Parimin, 2005)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Diotyledoneae

Ordo

: Myrtales

Famili

: Myrtaceae

Genus

: Psidium

Spesies

: Psidium guajava Linn.

4. Jahe (Rukmana, 2000)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Genus

: Zingiber

Spesies

: Zingiber officinale Roxb.

5. Temulawak (Rukmana, 1995)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Genus

: Curcuma

Spesies

: Curcuma xantorrhiza Roxb.

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

6. Kunyit (Curcuma domestica val.)


Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
ordo

: Monocotyledoneae
: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Genus

: Curcuma

Species
: Curcuma domestica val.
7. Cengkeh (Caryophyllum)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Myrtales
Famili
: Myrtaceae
Genus
: Syzigium
Spesies
: Syzigium aromaticum L.
8. Asam (Tamarindi Folium)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Fabales
Famili
: Fabaceae
Genus
: Tamarindus
Spesies
: Tamarindus indica L.
9. Kasumba (Bixa orellana)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Violales
Famili
: Bixaceae
Genus
: Bixa
Spesies
: Bixa orellana
10.
Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Malvales

Famili

: Malvaceae

Genus

: Hibiscus

Spesies
11.
Mengkudu
Regnum
Divisi
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

: Hibiscus rosa sinensis L.


(Morindae citrifoliae fructus)
: Plantae
: Spermatophyta

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Rubiales
Famili
: Rubiaceae
Genus
: Morinda
Spesies
: Morinda citrifolia L.
12. Alpukat (Persea americana Mil)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Ranales
Famili
: Lauraceae
Genus
: Persea
Spesies
: Persea americana Mil
13. Pepaya (Carica papaya L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Violales
Famili
: Caricaceae
Genus
: Carica
Spesies
: Carica papaya L.
14. Jarak (Jatropha curcas)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Euphorbiales
Famili
: Euphorbiaceae
Genus
: Jatropha
Spesies
: Jatropha curcas
15.
Kayu manis (Cinnamomum burmannii)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Laurales
Famili
: Lauraceae
Genus
: Cinnamomum
Spesies
: Cinnamomum burmannii
16.
Daun ubi (Manihot utilissima)
Regnum
: Plantae
Devisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Euphorbiales
Famili
: Euphorbiaceae
Genus
: Manihot
Species
: Manihot utilissima
17.
Kacang hijau (Vigna radiata L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

Kelas
: Magnoliophyta
Ordo
: Rosales
Famili
: Leguminasae
Genus
: Vigna
Spesies
: Vigna radiata L.
18.
Lengkuas (Alpinia galangal)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Ordo
: Zingiberales
Family
: Alpinieae
Genus
: Alpinia
Spesies
: Alpinia galanga
19.
Belimbing (Averrhoa bilimbi)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Geraniales
Famili
: Oxalidaceae
Genus
: Averrhoa
Spesies
: Averrhoa bilimbi
20.
Kelor (Moringa oleifera L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Brassicales
Famili
: Moringaceae
Genus
: Moringa
Spesies
: Moringa oleifera L.
21.
Ketumbar
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Apiales
Famili
: Apiaceae
Genus
: Coriandrum
Spesies
: Coriandrum
22.
Kangkung (Ipomoea reptans)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliapsida
Ordo
: Solanales
Famili
: Convovulceae
Genus
: Ipomea
Spesies
: Ipomoea reptans
23.
Kencur (Kaempferia galangal L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Tracheopyta
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
24.

25.

:
:
:
:
:

Magnoliopsida
Zingiberales
Zingiberaceae
Kaempferia
Kaempferia galangal L.

Jambu mete (Anacardium occidentale L)


Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Sapindales
Famili
: Anacardiaceae
Genus
: Anacardium
Spesies
: Anacardium occidentale L.
Secang (Caesalpinia sappan L.)
Regnum
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dycotyledoneae
Ordo
: Fabales
Famili
: Fabaceae
Genus
: Caesalpinia
Spesies
: Caesalpinia sappan L.

C. DESKRIPSI TANAMAN
1. Piperis nigri Fructus (Buah Merica)
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

10

2. Orthosiphonis Folium (Daun Kumis Kucing)


3. Psidii Folium (Daun Jambu Biji)
4. Zingiberis Rhizoma (Rimpang Jahe)
5. Curcumae Rhizoma (Rimpang Temulawak)
6. Curcumae domestika Rhizoma (Rimpang Kunyit)
7. Kaempferia Rhizoma (Rimpang Kencur)
8. Sappan Lignum (Kayu Secang)
9. Perseae Folium (Daun Alpukat)
10.Cinnamomi Cortex (Kulit Kayu Manis)
11.Languatis Rhizoma (Rimpang Lengkuas)
12.Carthami Flos (Bunga Kesumba)
13.Coriandri Fructus (Buah Ketumbar)
14.Tamarindi Folium (Daun Asam Jawa)
15.Caricae Folium (Daun Pepaya)
16.Phaseoli Semen (Biji Kacang Ijo)
17.Moringae Folium (Daun Kelor)
18.Hibiscus rosa-sinensis Folium (Daun Kembang Sepatu)
19.Ipomaeae aquaticae Folium (Daun Kangkung Air)
20.Caryophyllum (Cengkeh)
21.Ricini Folium (Daun Jarak)
22.Batatasae Folium (Daun Ubi Jalar)
23.Bilimbii Folium (Daun Belimbing)
24.Morindae Folium (Daun Mengkudu)
25.Anarcardii Folium (Daun Jambu Mete)
1. Merica (Piper nigrum L.)
Batang tanaman merica beruas-ruas. Ukuran batang
berdiameter 6-25 mm. Daun merica berbentuk bundar lebar
atau lonjong seperti daunt alas. Bagian pangkal daun berbentuk
bulat dan semakin ke ujung semakin meruncing. Permukaan
atas daun tanaman merica berwarna hijau tua mengkilap,
sedangkan permukaan bawah berwarna hijau pucat dan buram.
Bunga lada termasuk bunga berumah satu dan merupakan
bunga duduk. Buah merica berbentuk bulat seperti bola. Buah
yang masih muda (mentah) memiliki kulit luar (epikarp)
berwarna hijau mengkilap, setelah masak berubah menjadi
kuning dan merah menyala. Buah merica memiliki rasa pedas
yang berbeda dengan pedas dari cabai rawit (Sarpian, 2003).
2. Kumis Kucing (Orthosiphon spicatus Bbs.)
Kumis kucing merupakan tumbuhan tak berkayu atau
disebut terna, tumbuh tegak, siklus hidup relatif panjang, tinggi
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

11

dapat mencapai 2 meter. Batang bentuk bulat, silindris, relatif


kecil, berwarna coklat, berbulu, pendek atau gundul, basah.
Daun tunggal, berbentuk bulat telur, sedikit melengkung,
berumpuk atau memisah, bagian tepi bergerigi, agak kasar, tak
teratur, tulang dau, dan tangkai berwarna hijau keunguan,
berbintik halus. Bunga majemuk berupa tandan yang keluar di
bagian ujung cabang, warna keunguan dan putih. Buahnya bulat
telur, banyak, berwarna hijau, dan akan berubah hitam bila
sudah masak (Sunarto, 2009).
3. Jambu Biji (Psidium guajava Linn.)
Jambu biji merupakan tanaman perdu bercabang banyak.
Tingginya dapat mencapai 3-10 m. batang jambu biji memiliki
ciri khusus, diantaranya berkayu keras, liat, tidak mudah patah,
kuat, dan padat. Daun jambu biji berbentuk bulat panjang, bulat
langsing, atau bulang oval dengan ujung tumpul atau lancip.
Warna daun beragam seperti hijau tua, hijau muda, merah tua,
dan hijau berbelang kuning. Permukaan daun ada yang halus
mengilap dan halus biasa. Buah jambu biji berbentuk bulat atau
bulat lonjong dengan kulit buah berwarna hijau saat muda dan
berubah kuning muda mengilap setelah matang (Parimin, 2005).
4. Jahe (Zingeberis officinale Roxb.)
Tanaman jahe merupakan terna tahunan, berbatang semu
dengan tinggi antara 30 cm 75 cm. berdaun sempit
memanjang menyerupai pita dan tersusun teratur dua baris
berseling. Rimpang jahe memiliki bentuk yang bervariasi, mulai
dari agak pipih sampai gemuk (bulat panjang), dengan warna
putih

kekuning-kuningan

hingga

kuning

kemerah-merahan.

Rimpang jahe berwarna kuning muda atau kuning, berserat


halus dan sedikit. Beraroma maupun berasa kurang tajam
(Rukmana, 2000).
5. Temulawak (Curcumae xantorrhiza Roxb.)
Temulawak termasuk tanaman tahunan yang tumbuh
merumpun.

Tanaman

ini

berbatang

semu

dan

mencapai

ketinggian 2-2,5 meter. Daun tanaman temulawak bentuknya


RISNAWATI
WIWIN

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

12

panjang dan agak lebar. Warna bunga umumnya kuning dengan


kelopak bunga kuning tua, serta pangkal bunganya berwarna
ungu. Rimpang induk bentuknya bulat seperti telur, sedangkan
rimpang cabang terdapat bagian samping yang bentuknya
memanjang. Warna kulit rimpang adalah kuning kotor. Warna
daging rimpang adalah kuning, dengan cita rasanya pahit,
berbau tajam, serta keharumannya sedang (Rukmana, 1995).
6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting
daun dengan tangkai pendek serta bertandan.Pada saat masih
muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian
berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi
menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh
kering akan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab
mengandung minyak atsiri.
7. Asam
Helaian anak daun berwarna hijau kecoklatan atau hijau
muda, bentuk bundar panjang, panjang 1 cm sampai 2,5 cm,
lebar 4 mm sampai 8 mm, ujung daun membundar, pinggir daun
rata hampir sejajar satu sama lain. Tulang daun terlihat jelas.
Kedua permukaan daun halus dan licin, permukaan bawah
berwarna lebih muda.
8. Kasumba
Pohon kecil, tingginya 2 - 8 m. Bentuk daun bundar telur
hampir seperti jantung, warna merah tua keunguan. Perbungaan
bentuk malai 8 - 50 bunga warna merah gelap. Buah seperti
buah rambutan warna merah tua/gelap yang umumnya bagian
ujung

terlihat

merekah

sehingga

biji-bijinya

dapat

keluar

cepat. Manfaat tumbuhan : Biji-biji kesumba masih dipakai untuk


mewarnai bahan anyaman dan kipas, mengandung zat pewarna
yang disebut bixin. Zat ini dapat diekstraksi dengan merendam
biji dalam air. Biji biasa digunakan untuk mewarnai produkproduk makanan.
9. Kembang sepatu
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

13

Batang berbentuk Bulat, berkayu, keras, diameter 9 cm,


masih muda ungu setelah tua putih kotor.Daun : Tunggal, tepi
beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm,
lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.Bunga : Tunggal, bentuk
terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima,
hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua
puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai
sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah.
10.
Mengkudu (Morindae citrifoliae fructus)
Tumbuhan ini berbentuk pohon dengan tinggi 4-8cm.
Batang berkayu, bulat, kulit kasar, percabangan monopoidal.
Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing. Panjang
10-40 cm. Bunga majemuk, bentuk bongkol, bertangkai, benang
sari 5. Buah bongkol, permukaan tidak teratur, berdaging,
panjang 5-10 cm, hijau kekuningan.
11.
Alpukat
Jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 m, berakar
tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak
bercabang, dan ranting berambut halus. Daun pada tanaman
alpukat ini berbentuk tunggal dengan tangkai yang panjangnya
1,5-5

cm,

kotor,

letaknya

berdesakan

di

ujung

ranting,

bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti


kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak
menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm,
lebar 3-10 cm.
12.
Pepaya
Pepaya merupakan tanaman herba. Batangnya berongga,
biasanya tidak beracun, dan tingginya dapat mencapai 10 m.
Daunnya merupakan daun tunggal, berukuran besar, dan
bercangkap. Tangkai daun panjang dan berongga. Bunganya
terdiri dari tiga jenis, yaitu bunga jantan, bunga betina, dan
bunga semurna. Bentuk buah bulat sampai lonjong. Batang,
daun, dan buahnya mengandung getah yang memiliki daya
enzimatis, yaitu dapat memecah protein. Pertumbuhan tanaman
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

14

papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah


ditanam buahnya telah dapat dipanen.
13.
Jarak
Tanaman jarak pagar termasuk famili Euphorbiaceae, satu
famili dengan karet dan ubikayu. Pohonnya berupa perdu
dengan

tinggi

tanaman

17

m,

bercabang

tidak

teratur.

Batangnya berkayu, silindris bila terluka mengeluarkan getah.


Daunya berupa daun tunggal, berlekuk, bersudut 3 atau 5,
tulang daun menjari dengan 57 tulang utama, warna daun hijau
(permukaan bagian bawah lebih pucat dibanding bagian atas).
Panjang tangkai daun antara 415 cm. Bunga berwarna kuning
kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk malai, berumah
satu. Bunga jantan dan bunga betina tersusun dalam rangkaian
berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun.
Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 24 cm,
berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah
jarak terbagi 3 ruang yang masing masing ruang diisi 3 biji. Biji
berbentuk bulat lonjong, warna coklat kehitaman. Biji inilah yang
banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 3040
%.
14.

Kayu manis (Cinnamomum burmannii)


Semak atau pohon kecil, tinggi 5 m sampai 15 m,

pepagangan (kulit) berbau khas. Helaian daun berbentuk


lonjong, panjang 4 cm sampai 14 cm, lebar 1,5 cm sampai 6 cm,
permukaan atas halus, permukaan bawah berambut berwarna
kelabu kehijauan yang tertekan pada permukaan daun atau
bertepung, daun muda berwarna merah pucat; berpenulangan
3; panjang tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. Perbungaan
berupa malai, berambut halus berwarna kelabu yang tertekan
pada permukaan; panjang gagang bunga 4 mm sampai 12 mm,
juga berambut halus; tenda bunga, panjang 4 mm sampai 5
mm, helai tenda bunga sesudah berkembang tersobek secara
melintang dan terpotong agak jauh dari dasar bunga; benang
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

sari lingkaran ketiga,

15

mempunyai kelenjar di tengah-tengah

tangkai sari. Buah adalah buah buni, panjang lebih kurang 1 cm.
15.
Daun ubi
Tanaman perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan
cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar
cabang yang kemudian membesar menjadi umbiakar yang dapat
dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan
panjang 50-80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam
umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong
tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin.
Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap
akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi
manusia. Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang
kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein
yang

bagus

justru

terdapat

pada

daunsingkong

karena

mengandung asam amino metionina


16.
Kacang hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian
sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.
Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat
dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan
ada yang ungu. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan
panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu
muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna
hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang
hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna
bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa
ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang
hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.
17.
Lengkuas
Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi
batangnya mencapai 2-2,5 meter. Tanaman ini memilki akar tak
teratur. Pada lapisan luar terdapat kulit tipis berwarna coklat
sedangkan dibagian tangkai yang berbentuk umbi berwarna
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

16

merah. Bagian dalam berwarna putih dan jika dikeringkan


menjadi kehijau-hijauan. Lengkuas mempunyai batang pohon
yang terdiri atas susunan pelepah pelepah daun. Daun-daunnya
berbentuk bulat panjang antara daun yang terdapat pada bagian
bawah terdiri atas pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas
batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian
daun. Bunganya juga muncul pada bagian ujung tumbuhan.
Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga memiliki
aroma yang khas.
18.
Belimbing
Pohon belimbing wuluh kecil setinggi sekitar 10 meter
dengan diameter pangkal batang mencapai 30 cm. Batangnya
bergelombang dan tidak rata, kasar dan berbenjol- benjol,
percabangan sedikit, arah condong ke atas. Cabang muda
berambut halus seperti beledu dan berwarna cokelat muda.
Daun majemuk menyirip ganjil sepanjang 30-60 cm dengan 1145 pasang anak daun. Anak daun berwarna hijau, permukaan
bawah berwarna hijau muda, bertangkai pendek, berbentuk
bulat telur hingga jorong dengan ujung agak runcing, pangkal
daun membulat, tepi daun rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm.
Bunga majemuk yang tersusun dalam malai, berkelompok.
Bunga belimbing asam, seperti buah kepel, tumbuh keluar dari
batang

atau

percabangan

yang

besar.Bunga

kecil-kecil

berbentuk bintang, berwarna ungu kemerahan. Buah berupa


buni, bentuk bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 cm, berwarna
hijau kekuningan, berair banyak, jika masak rasa asam. Bentuk
biji bulat telur, gepeng. kuningan. Perbanyakan dengan biji dan
cangkok.
19.
Kunyit (Curcuma domestica val.)
Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m,
daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah
atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan
umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga
terang. Perbanyakannya dengan anakan.
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

20.

17

Kelor
Moringa oleifera L. dapat berupa semak atau dapat pula

berupa pohon dengan tinggi 12 m dengan diameter 30 cm.


Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas
rendah. Daun tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak
sempurna, kecil, berbentuk telur, sebesar ujung jari. Helaian
anak daun memiliki warna hijau sampai hijau kecoklatan, bentuk
bundar telur atau bundar telur terbalik, panjang 1-3 cm, lebar 4
mm sampai 1 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat,
tepi daun rata. Kulit akar berasa dan berbau tajam dan pedas,
dari dalam berwarna kuning pucat, bergaris halus, tetapi terang
dan melintang. Tidak keras, bentuk tidak beraturan, permukaan
luar kulit agak licin, permukaan dalam agak berserabut, bagian
kayu warna cokelat muda, atau krem berserabut, sebagian besar
terpisah. Moringa oleifera L. mengandung kombinasi senyawa
yang unik yaitu isotiosianat dan glukosinolat. Isotiosianat (ITC)
merupakan

zat

yang

terdapat

dalam

berbagai

tanaman,

termasuk Moringa oleifera L., dan memiliki potensi sebagai agen


kemopreventif.
21.
Ketumbar
Tanaman ketumbar berupa semak semusim, dengan tinggi
sekitar satu meter. Akarnya tunggang bulat, bercabang dan
berwarna

putih.

berlubang

dengan

Batangnya

berkayu

percabangan

lunak,

dichotom

beralur,

berwarna

dan
hijau.

Tangkainya berukuran sekitar 5-10 cm. Daunnya majemuk,


menyirip, berselundang dengan tepi hijau keputihan. Buahnya
berbentuk bulat, waktu masih muda berwarna hijau dan setelah
tua berwarna kuning kecokelatan. Bijinya berbentuk bulat dan
berwarna kuning kecokelatan Ketumbar dapat dibudidayakan di
dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 2.000
meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dipanen setelah
berumur tiga bulan, kemudian dijemur dan buahnya yang
berwarna kecoklatan dipisahkan dari tanaman.
22.
Kangkung
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

18

Kangkung merupakan tanaman yang sangat tergolong lama


tumbuh, tanaman ini memiliki akar tunggang dan bercabangcabang. Perakaran ini menembus dengan kedalam 60 100 cm,
dan menyebar luas secara mendatar 150 cm hingga lebih,
terutamanya tanaman kangkung pada air. Batang pada tanaman
kangkung

bult dan berlubang, berbuku-buku, dan banyak

mengandung air. Terkadang buku-buku tersebut mengeluarkan


akar tanaman yang serabut dan juga berwarna putih dan ada
juga berwrana kecoklatan tua. Kangkung juga memiliki tangkai
dauan melekat pada buku-buku batang dan di keiak batang
terdapat mata tunas yang dapat tumbuh cabang baru.
23.

Kencur
Simplisia berupa irisan pipih, bau khas, rasa pedas, bentuk

hamper bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 1-4


mm, panjang 1-5 cm, lebar 0,5-3 cm, bagian tepi berombak dan
keriput, warna cokelat sampai cokelat kemerahan, bagian tegah
berwarna putih sampai putih kecoklatan. Korteks sempit, lebar
lebih kurang 2 mm, warna putih.
24.

Jambu mente
Anacardium occidentale, berbentuk pohon, berwarna coklat

tua, batang berkayu (lignosus), silindris, permukaan kasar,


percabangan monopodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah
tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada yang
mendatar. Daun merupakan daun tunggal yang hanya tumbuh
di ujung-ujung ranting. Daun pada Anacardium occidentale L.
merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai
daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut
daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (1,5-3 cm), daun
berbentuk bulat telur sungsang dan guratan rangka daunnya
terlihat jelas bulat telur terbalik, kebanyakan dengan pangkal
runcing dan ujung membulat. Helaian daun tunggal, warna hijau
kekuningan sampai hijau tua kecoklatan, panjang 4 cm sampai
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

19

22 cm, lebar 2 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat


(rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun
runcing (acutus) yakni jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu
tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya
pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (kurang dari
90).
25.
Secang
Habitus berupa semak atau pohon kecil, tinggi lebih dari
10m. Ranting-ranting berlentisel dan berduri, bentuk duri
bengkok, tersebar. Daun majemuk, panjang 25-40 cm, bersirip,
9-14 pasang sirip, panjang sirip 9-15 cm, setiap sirip mempunyai
sepuluh sampai dua puluh pasang anak daun yang berhadapan.
Anak daun tidak bertangkai, bentuk lonjong, pangkal daun
hampir rompang, ujung bundar serta sisinya agak sejajar,
panjang anak daun 10-25 mm, lebar 3-11 mm. Perbungaan
berupa malai, terdapat di ujung, panjang malai 10-40 cm,
panjang gagang bunga 15-20 cm, pinggir kelopak berambut,
panjang daun kelopak yang terbawah 10 mm, lebar 4 mm,
tajuk memencar berwarna kuning, helaian bendera membundar
bergaris tengah 4-6 mm, empat helai daun tajuk lainnya juga
membundar dan bergaris tengah 10 mm, panjang benang sari
15 mm, panjang putik 18 mm. Polong berwarna hitam,
berbentuk lonjong, pipih dengan panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm,
berisi 3-4 biji, panjang biji 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7
mm.

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

20

D. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. HASIL PENGAMATAN UJI ORGANOLEPTIK

Organoleptis
No. Nama Haksel

Bau

Rasa

Warna

Piperis nigri
Fructus

3.

Psidii Folium

Hijau
Kecoklat
an

Batu kandung
empedu, kandung
kemih, keputihan,
demam dan
masuk angin

Khas J.
Biji

kecoklat
an

Diare, mengontrol
kolesterol dan

Lamiales

Khas

Myrtale

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

Lama
Kelam
aan
Pahit

Pedis

Orthosiphonis
Folium
2.

Coklat

Menurunkan berat
badan, perut
kembung dan
mengurangi
hidung tersumbat

Khas
merica

Piperales

1.

Kegunaan

Suku

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

21

diabetes
Zingiberis
Rhizoma
Zingiberale
s

4.

Curcumae
Rhizoma
Zingiberal
es

5.

6.

Curcumae
domestika
Rhizoma

Kaempferia
Rhizoma
7.

Zingiberal
es

Khas
temulaw
ak

Pedis

Sepat

Pekat

Coklat

Melancarkan
peredaran darah,
perut kembung
dan demam

Coklatorange

Laxative,
diuretik,dan
menghilangkan
nyeri
sendi

Coklat

DM, usus buntu,


nyeri haid dan
melancarkan haid

Zingiberal
es

Khas
kencur

Agak
pedis

Coklat

Radang lambung,
radang anak
telinga, , masuk
angin, sakit kepala,
batuk, diare

Pabale

Khas
kayu
secan

pekat

Agak
hitam

Bahan kosmetik,
obat dan makanan

Hamb
ar

Hitam

Membasmi batu
ginjal,
menghaluskan kulit
dan DM

manis

Coklat

Sappan
Lignum
8.

Khas
jahe

Perseae
Folium
9.

10.

Cinnamomi
Coryex

Laruales

Zingiberal
es

Khas
kayu
manis

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

Mengobati
meningitis,
mengurangi kadar

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

22

kolesterol dan
mencegah kanker
Languatis
Rhizoma
11.

Zingiberal
es

Khas
lengkuas

Asterales

Lemah

Pedis

Kecoklat
an

Menghangat kan,
dan menambah
nafsu makan

Pahit

Orange

Mengobati cacar air

Agak
pedis

Hambar

Menurunkan kadar
kolesterol, anemia,
diare, dan
gangguan
pencernaan

asam

Hijaucoklat

Mengobati asma,
reumatik dan
penurun demam

Menobati demam
berdarah,
meningkatkan
nafsu makan dan
anti jerawat

Carthami Flos

12.

Coriandri
Fructus
13.

Apiales

Khas
ketumba
r

Fabales

Khas
asam

Tamarindi
Folium
14.

Caricae
Folium
15.

16.

Phaseoli
Semen

Violales

Aromatik
khas

Pahit

Hijaucoklat

Rosales

Tawar

Hijau

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

Mencegah penyakit
jantung,

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

23

antioksidan, tulang
dan gigi
Moringae
Folium
17.

Brasicales

Bau
hangus

Malvales

Bau
gurih

Solandes

Khas
kangkun
g

Myrtales

Aromatik
khas

Pedis

Khas

hamba
r

Hibiscus rosasinensis
Folium
18.

Ipomaeae
aquaticae
Folium
19.

Agak
pahit

Hijau

Alergi, sakit mata,


rematik dan nyeri
pegal linu

Hijau

Obat flu, batuk,


sakit kepala dan
sariawan

Hijau

Penenang saraf,
insomnia, sakit
kepala dan wasir

Caryophyllum

20.

Kecoklat
an

Mengobati sakit
gigi, peradangan
mual dan muntah

Ricini Folium
Eupharbial
es

21.

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

Coklat

Mengatasi susah
buang air besar
dan menurunkan
panas

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

24

Batatasae
Folium
Eupharbal
es

22.

Khas

kecut

Coklat

Mengatasi stroke
dan meningkatkan
daya tahan tubuh

Hijau
kecoklat
an

Cacar air, sakit


kepala, sakit kulit,
batuk, reumatik
dan hipertensi

Hijaucoklat

Mengobati kanker,
melancarkan
pencernaan dan
hipertensi

Hijau

Obat penyakit kulit,


sembelit, sariawan,
hipertensi

Bilimbii

Geraniales

23.

Folium
Morindae

Rubiales

24.

Asin

Agak
pekat

Folium
Anarcardii
Folium
Sapindale
s

25.

2. PEMBAHASAN

Simplisia adalah bahan alam yang telah dikeringkan


yang digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

pengolahan.

Kecuali

25

dinyatakan

simplisia tidak lebih dari 60

lain

suhu

pengeringan

C. Simplisia terbagi atas

simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan atau


mineral.

Sedangkan

haksel

merupakan

simplisia

dalam

bentuk rajangan, irisan, fragmen atau utuh yang biasanya


terdapat dalam ramuan atau sediaan (haksel tidak berbentuk
serbuk).
Identifikasi tanaman dapat dilakukan dengan berbagai
cara diantaranya mulai dari mengetahui informasi-informasi
dari klasifikasi tanaman itu sendiri, mempelajari tempat dan
asal daerah tumbuh, melakukan pengujian kandungan zat
aktif yang terkandung, serta mengamati dengan merasakan
bau dan rasa dari berbagai haksel yang dibuat.
Percobaan

ini

dilakukan

identifikasi

haksel

secara

organoleptik. Organoleptik merupakan suatu metode yang


digunakan untuk menguji kualitas suatu bahan atau produk
menggunakan panca indra manusia. Jadi dalam hal ini aspek
yang diuji dapat berupa warna, rasa, bau dan tekstur.
Organoleptik merupakan salah satu komponen yang sangat
penting dalam menganalisis kualitas dan mutu produk.
Uji organoleptik indra pada manusia sangat dibutuhkan
antara lain indra peraba yang berkaitan dengan struktur,
tekstur

dan

konsistensi.

Struktur

merupakan

sifat

dari

komponen penyusun, tekstur merupakan sensasi tekanan


yang dapat diamati dengan mulut atau perabaan dengan jari,
dan konsistensi merupakan tebal, tipis dan halus. Indra
penglihatan

yang

berhubungan

dengan

warna

kilap,

viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat


RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

26

jenis, panjang lebar dan diameter serta bentuk bahan. Indra


pembau, dimana pembauan juga dapat digunakan sebagai
suatu indikator terjadinya kerusakan pada produk, misalnya
ada bau busuk yang menandakan produk tersebut telah
mengalami kerusakan, serta indra pengecap, dalam hal
kepekaan rasa , maka rasa manis dapat dengan mudah
dirasakan pada ujung lidah, rasa asin pada ujung dan pinggir
lidah, rasa asam pada pinggir lidah dan rasa pahit pada
bagian belakang lidah.
Percobaan kali ini, dilakukan uji organoleptik 25 haksel
antara lain buah merica (Piperi nigri fructus), daun kumis kucing
(Orthosiponis folium), daun jambu biji (Psidii folium), rimpang jahe
(Zingiberis rhizoma), rimpang temulawak (Curcumae rhizoma),
rimpang kunyit (Curcumae domestica rhizoma), kayu secang
(Sappan lignum), rimpang kencur (Kaempferia rhizoma), kulit kayu
manis

(Cinnamomi

korteks),

rimpang

lengkuas

(Languatis

rhizoma), kesumba (Carthami flos), daun alpukat (Perseae folium),


buah ketumbar (Coriandri fructus), daun asam jawa (Tamarindi
folium), daun pepaya (Caricae folium), biji kacang hijau (Phaseoli
semen), daun kelor (Moringae folium), daun kembang sepatu
(Hibisci Rosa-sinensis folium), daun kangkung air (Ipomoeae
aquaticae folium), cengkeh (Caryophyllum), daun jarak (Ricini
folium), daun ubi jalar (Batatasae folium), daun belimbing (Bilimbii
folium), daun mengkudu (Morindae folium), dan daun jambu mete
(Anacardii folium). Uji organoleptik harus dilakukan dengan cermat
karena memiliki kelebihan dan kelemahan.Uji organoleptik memiliki
relevansi yang tinggi dengan mutu produk karena berhubungan
langsung dengan selera konsumen.Selain itu, metode ini cukup
mudah

dan

cepat

pengamatannya

untuk

juga

dilakukan,

cepat

hasil

pengukuran

diperoleh.Dengan

demikian,

dan
uji

organoleptik dapat membantu analisis usaha untuk meningkatkan


RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

27

produksi atau pemasarannya. Uji organoleptik juga memiliki


kelemahan dan keterbatasan akibat beberapa sifat indrawi tidak
dapat dideskripsikan. Manusia merupakan panelis yang kadangkadang dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental, sehingga
panelis dapat menjadi jenuh dan menurun kepekaannya.

Uji organoleptik harus dilakukan dengan cermat karena


memiliki kelebihan dan kelemahan. Uji organoleptik memiliki
relevansi

yang

tinggi

dengan

mutu

produk

karena

berhubungan langsung dengan selera konsumen. Selain itu,


metode ini cukup mudah dan cepat untuk dilakukan, hasil
pengukuran

dan

pengamatannya

juga

cepat

diperoleh.

Dengan demikian, uji organoleptik dapat membantu analisis


usaha untuk meningkatkan produksi atau pemasarannya.
Setelah dilakukan uji organoleptis, diperoleh rasa, bau
dan warna yang berbeda-beda dari masing-masing haksel.
Perbedaan tersebut disebabkan karena kandungan kimia dari
masing-masing haksel berbeda-beda. Kandungan tersebut
pulalah yang memberikan efek terapi yang beragam dari
setiap haksel. Berdasrakan hasil pengamatan dari segi rasa
yaitu berbagai macam rasa dari setiap haksel, misalnya Pada
umumnya berwarna hijau, hijau kecoklatan, putih kecoklatan,
kuning kecoklatan, coklat sampai coklat tua. Namun ada
beberapa tanaman yang memiliki warna berbeda dari yang
lainnya yaitu orange kemerahan pada kasumba. Untuk bau
pada umumnya berbau khas,beberapa berbau khas aromatik
dan berbau khas agak tengik hanya pada daun jambu mete.
Adapun untuk rasa ada yang agak pahit, pedas, sepat, agak
keasaman bahkan ada yang hambar. Berdasarkan hasil
pengamtan diperoleh hasil bahwa daun jambu mente berwarna
hijau kecoklatan yang memilki bau khas agak tengik dan rasa yang
RISNAWATI
WIWIN

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

28

agak pahit.Daun kumis kucing berwarna kecoklaltan dengan bau


khas dan rasa yang hambar.Daun kelor berwarna hijau kekuningan
dengan bau khas dan rasa yang pahit.Daun belimbing berwarna
hijau kecoklatan dengan bau khas dan agak keasaman.Daun ubi
jalar berwarna hijau kecoklatan dengan bau khas dan rasa yang
hambar.Daun jarak berwarna hijau kecoklatan bau khas dan rasa
yang pahit.Daun alpukat berwarna hijau kecoklatan dengan bau
yang khas dan rasa yang pahit.Daun mengkudu berwarna hijau
kecoklatan dengan bau yang khas dan rasa yang pahit.Daun
kembang sepatu berwarna hijau kecoklatan dengan bau khas dan
rasa yang hambar.Daun asam berwarna hijau kecoklatan dengan
bau khas dan rasa yang asam.Sedangkan daun jambu biji berwarna
hijau kecoklatan dengan bau khas dan rasa yang pahit dan sepat
ketika dikunyah. Rimpang kencur berwarna putih kecoklatan
dengan

bau

khas

aromatic

dan

rasa

yang

pahit

dan

pedas.Ketumbar berwarna putih kecoklatan dengan bau khas


aromatic dan rasa yang pahit dan pedas.Kunyit berwarna orange
pekat hingga coklat dengan bau khas aromatik dan rasa yang
begitu pahit.Lengkuas berwarna putih kecoklatan dengan bau khas
aromatic dan rasa yang pedas.Temulawak berwarna kuning muda
hingga kuning kecoklatan dengan bau khas aromatic dan rasa yang
pahit dan pedas.Kacang hijau berwarna hijau dengan bau khas dan
rasa yang hambar. Kayu manis berwarna coklat muda dengan bau
khas aromatic dan rasa yang aawalnya manis kemudian pedas dan
pahit. Lada hitam berwarna hitam dengan bau khas aromatik dan
rasa yang pedas.Jahe berwarna putih kecoklatan dengan bau khas
aromatk dan rasa yang pedas.Akar brotowali berwarna putih krem
dengan bau khas dan rasa yang sangat pahit.Kasumba berwarna
orange kemerahan dengan bau khas dan rasa yang hambar.Kayu
hopea

berwarna

orange

denga

bau

khas

dan

rasa

yang

hambar.Kemudian yang terakhir adalah cengkeh yang berwarna

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

29

coklat tua dengan bau khas aromatik dan rasa pedas kepahitan
dan rasaya sangat melekat dilidah ketika dikunyah.

Uji

organoleptik

juga

memiliki

kelemahan

dan

keterbatasan akibat beberapa sifat indrawi tidak dapat


dideskripsikan. Manusia merupakan panelis yang kadangkadang dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental,
sehingga

panelis

dapat

menjadi

jenuh

dan

menurun

kepekaannya.

E. Penutup
1. Kesimpulan
Kesimpulan

dari

percobaan

ini

adalah

berdasarkan

pengamatan yang telah dilakukan, dari beberapa haksel dapat


diperoleh kesimpulan bahwa setiap jenis haksel memiliki ciri
khas pada identifikasinya masing-masing, diantaranya warna,
bau, dan rasa. Dimana dari ketiga aspek tersebut kita dapat
mengetahui khasiat dari masing-masing simplisia atau haksel
yang dapat berguna dalam pengobatan.
2. Saran
Saran dari percobaan ini adalah pada saat pengujian
organoleptik diharapkan praktikan dapat lebih serius dalam
RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

proses

pengerjaannya

30

sehingga

kesalahan

dalam

proses

pengujian dapat diminimalisir

RISNAWATI

HAERIAYANTI LESTARI
O1A1 14 042

WIWIN

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

31

DAFTAR PUSTAKA
Adi, L.T. 2007. Sehat Berdasarkan Golongan Darah. Tangerang :
Agromedia Pustaka.
Djafar, Fitriana dan Fauzi Redha. 2012. Karakterisasi Dan Modifikasi
Sifat FungsionalKayu
Manis Dalam Produk Pangan (Characterization And
Modification Functional Of Cassia Vera In Food Product).
Hasil Penelitian Industri. Volume 25, No. 1.
Depkes.

2009. Farmakope Herbal Indonesia, Edisi


Departemen Kesahatan Republik Indonesia.

I.

Jakarta

Depkes. 1995. Materia Medika Indonesia, Jilid VI. Jakarta : Departemen


Kesehatan Republik Indonesia.
Herliana, E. 2013. Penyakit Asam Urat Kandas Berkat Herbal. Jakarta :
FMedia.
Julianingsih., Dan Debo Aya. 2014. Penentuan Komposisi Bahan Baku
Optimal Produk Kecap X Dengan Metoda Metode Togushi.
Jurnal Teknik Industri.Vol. 6 (2).
Pang, Calvin Jatmika Endang Noerhartati, Fungki Sri Rejeki. 2013.
Optimasi Proses Pengolahan Mi Ikan Tongkol (Euthynnus
Affinis). Reka Agroindustri Vol. I No. 1.
Parimin, S.P. 2005. Jambu Biji Budidaya dan Ragam Pemanfaatannya.
Bogor : Penebar
Swadaya.
Rahayu, Wiranti Sri Dwi Hartanti, Dan Nasrun Hidayat. 2009. Pengaruh

Metode Pengeringan Terhadap Kadar Antosian Pada


Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.).
Pharmacy, Vol.06 No.

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. Yogyakarta : Kanisius.

Rukmana, R. 1995. Temulawak : Tanaman Rempah dan Obat.


Yogyakarta : Kanisius.
Rukmi, I. 2009. Keanekaragaman aspergillus pada berbagai simplisia
jamu Tradisional. Jurnal Sains & Matematika. Vol. 17(2).
Sarpian, T. 2003. Pedoman Berkebun Lada dan Analisis Usaha Tani.
Yogyakarta : Kanisius.
Sunarto, H. 2009. 100 Resep Sembuhkan Hiperteni, Asam Urat, dan
Obesitas. Jakarta : PT Alex Media Komputindo.
RISNAWATI
O1A1 14 042

MEGAWATI

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

RISNAWATI
O1A1 14 042

32

MEGAWATI

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

33

DAFTAR PUSTAKA
Amin dan Asni.,2010.Buku Ajar Materi Medika dan Terapi.Farmasi UMI:
Makassar.
Andansari, Silvy Eka., Desty Rusdiana Sari Dan Achmad Roesyadi.
2014. Konversi Rumput Laut Menjadi Monosakarida Secara
Hidrotermal. Jurnal Teknik Pomits .Vol. 3, No. 2.
Anonim, 1989.Materia Medika Indonesia Jilid V.Departemen Kesehatan
Republik Indonesia: Jakarta.
Anonim, 1990.Analisis hasil penelitian arkeologi III, Bali, 7-13 Oktober
1989 proceedings : ajian agrikultur berdasarkan data
arkeologi.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Bali.
Anonim, 2009.Farmakope Herbal Indonesia
Kesahatan Republik Indonesia: Jakarta.

Edisi

I.Departemen

Dalimartha,S., 1999, Atlas Tumbuhan Indonesia,


TrubusAgriwidya, Jakarta
Dianzy. Ratu Inka Kharisma 2015. Pengaruh Proporsi Pati Bengkuang
Dan Tepung Kacang Hijau Terhadap Sifat Fisik Dan Jumlah
Mikroba Bedak Dingin. E- Journal. Volume 04 Nomer 01.
Ditjen POM.1995.Farmakope IndonesiaEdisi IV.Departemen Kesehatan
Republik Indonesia : Jakarta.
Hambali, Erliza., 2008. Teknologi Bioenergi. PT Agromedia Pustaka:
Jakarta
Harsanto,
P.B.,
Yogyakarta.

1986,

BudidayadanPengolahanSagu,

Kanisius,

Lukman, Anita., Deni Anggraini1., Noveri Rahmawati1 Dan Nani


Suhaeni. 2013. Pembuatan Dan Uji Sifat Fisikokimia Pati Beras
Ketan Kampar Yang Dipragelatinasi. Jurnal Penelitian Farmasi
Indonesia. Vol. 1(2).
Priyanta, Rissang Bagus Sigit., Cokorda Istri Sri Arisanti, I G.N. Jemmy
Anton P. 2012. Sifat Fisik Granul Amilum Jagung Yang
RISNAWATI
O1A1 14 042

MEGAWATI

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

34

Dimodifikasi Secara Enzimatis Dengan Lactobacilus Acidophilus


Pada Berbagai Waktu Fermentasi. Jurnal Penelitian. Vol 1(2).
Rochani, Siti.,2007.Bercocok Tanam Jagung. Bandung: Azka Press.
Setiadi.2009. Budi Daya Kentang. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suarni, I.U. Firmansyah, Dan M. Aqil. 2013. Keragaman Mutu Pati
Beberapa Varietas Jagung. Jurnal Penelitian Pertanian
Tanaman Pangan. Vol. 32 No. 1.
Song,N., SriM.T., dan Regina,B.,2010, Evaluasi Indikator Toleransi
Cekaman Kekeringan pada Fase Perkecambahan Padi (Oryza

sativa L.). Jurnal Biologi, Vol.14(2).

Tjitrosoepomo, Gembong.2000. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta:


Gadjah Madha University Press.

RISNAWATI
O1A1 14 042

MEGAWATI