Anda di halaman 1dari 14

Refleksi

1. Kekuatan dan kelemahan tindakan perbaikan pengembangan di siklus 1


Rkh
Ke

Kekuatan

Kelemahan
Belum mampu mengelola waktu

Persiapan media dan sumber belajar

sehingga kegiatan pembelajaran

cukup matang

berjalan lebih dari waktu yang

Menguasai materi dengan baik

ditentukan
Belum menguasai penggunaan

sehingga kegiatan dapat berjalan

metode pembelajaran

optimal
Cara penyampaian materi masih
3

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan

belum maksimal sehingga masih

sesuai dengan RKH

ada anak yang belum paham

Pengelolaan kelas sudah cukup baik

Kurang menguasai dalam


penggunaan metode pembelajaran

2. Kekuatan dan kelemahan diri dalam merancang dan melaksanakan


tindakan perbaikan pembelajaran
Rkh
Ke
1
2
3

Kekuatan
Berusaha untuk membuat media yang

Masih belum bisa membuat media

menarik untuk anak


Memilih metode pembelajaran yang

yang menarik untuk, anak-anak


Belum menguasai referensi bahan

menarik dan menyenangkan bagi anak


Mengatur setiap rencana kegiatan

dan metode pembelajaran yang ada


Masih belum bisa mengelola waktu

dengan sistematis

sesuai dengan rencana


Belum bisa membimbing anak

Menumbuhkan rasa percaya diri


4

Kelemahan

sehingga mampu meningkatkan mutu


pembelajaran

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Siklus 1

secara maksimal serta memotivasi


mereka agar terlibat secara aktif
dalam kegiatan pembelajaran

Rencana Kegiatan Harian


RKH
ke

pembukaan

Mengucap

Inti

Memasangkan

Penutup

Menggunting

salam,

benda sesuai

berdasarkan

membaca

dengan

surah, berdoa

pasangannya

pola
Mampu

sebelum

berdasarkan

mengerjakan

kegiatan
Menceritakan

fungsi

tugas sendiri
Evaluasi
Berdoa, pulang

Mengurutkan

kejadian

secara

sederhana
Menyebutkan
ciptaan-

ciptaan Tuhan
Mengucap

gambar dengan

benda dari

membaca

tulisan

ukuran besar ke

sebelum
kegiatan
Meniru
pelaksaan
ibadah secara

sederhana
Berani
bertanya dan
menjawb

Menghubungkan

salam,
surah, berdoa

pertanyaan
Berjalan maju
pada
lingkaran
sambil

kecil

membawa

beban
Mengucap
salam
Membaca

gambar seri

bentuk
lingkaran,

dengan sederhana
Mengurut pola

abc-abc
Membuang

segiempat

kegiatan
Bercakap-

tema
Mengucap

salam
Membaca

segitiga dan

sampah pada
tempatnya

surah, berdoa

Menggambar
bebas dari

cakap tentang

menceritakan isi

sebelum

Mengurut dan

dan menjawab

surah, berdoa

Menghubungkan 2

Menujukkan

kumpulan benda

kebanggaan

yang sama

terhadap hasil

sebelum

jumlahnya
Meniru huruf

karya
Menyanyi

kegiatan
Bercakap-

bintang
Melipat kertas

bersama
Evaluasi,

berdoa
Pulang

cakap tentang

bentuk bintang

tema

Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus 1


Pertemuan I
Pembukaan
Guru mengucap salam, membaca surah, dan berdoa sebelum mulai
kegiatan. Setelah itu bercakap-cakap tentang tema
Kegiatan Inti
Guru meminta anak menyebutkan nama-nam benda yang ada di

kartu gambar
Guru meminta anak menyebutkan fungsi dari masing-masing

benda
Guru meminta anak memasangkan benda sesuai dengan
fungsinya

Istirahat

Anak membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah cuci tangan,


makan bersama, dan bermain
Penutup
Evaluasi kegiatan sehari melalui tanya jawab, menyanyi, berdoa ,
salam, pulang
Pertemuan II
Pembukaan
Guru mengucap salam, membaca surah, dan berdoa sebelum mulai
kegiatan. Selanjutnya tanya jawab tentang tema. Setelah itu kegiatan
berjalan maju pada lingkaran sambil membawa beban.
Kegiatan Inti
Guru meminta anak menyebut nama benda yang ada di kartu
gambar
Guru meminta anak menyebutkan huruf yang ada di kartu
Guru meminta anak menghubungkan gambar dengan tulisan
Istirahat
Anak membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah cuci tangan,
makan bersama dan bermain
Penutup
Guru meminta anak mengurutkan benda dari ukuran besar ke kecil
Evaluasi kegiatan sehari melalui tanya jawab, menyanyi, berdoa ,
salam, pulang
Pertemuan III
Pembukaan
Guru mengucap salam, membaca surah, dan berdoa sebelum mulai
kegiatan. Bercakap-cakap tentang tema
Kegiatan Inti

Guru meminta anak bercerita dengan bahasa sederhana


Guru meminta anak mengurutkan isi gambar seri

Guru meminta anak mengurut pola abc-abc

Istirahat
Anak membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah cuci tangan,
makan bersama dan bermain
Penutup

Guru meminta anak menggambar bebas dari bentuk

lingkaran, segitiga, dan segiempat


Evaluasi kegiatan sehari melalui tanya jawab, menyanyi,
berdoa, salam dan pulang

Pertemuan IV
Pembukaan
Guru mengucap salam, mengajak anak membaca surah, dan
berdoa sebelum kegiatan. Selanjutnya bercakap-cakap tentang
tema.
Kegiatan Inti
Guru meminta anak menghitung jumlah gambar pada

kartu
Guru meminta anak mencari 2 kumpulan benda yang

sama jumlahnya
Guru meminta anak meniru huruf b i n t a n g
Guru meminta anak melipat bentuk bintang

Penutup

Guru meminta anak untuk memperlihatkan hasil

karyanya
Evaluasi kegiatan sehari melalui tanya jawab, menyanyi,
berdoa, salam dan pulang

Pengamatan/Pengumpulan data/Instrumen
Pengamatan Kemampuan Guru

Format Kemampuan Guru pada siklus 1 adalah sebagai berikut :


RKH

APKG 1
Penilai 1
Penilai 2

ke
1
2
3
4
Format pengamatan

APKG 2
Penilai 1
Penilai 2

pengembangan kognitif anak melalui

kegiatan memasangkan benda sesuai dengan pasangannya


berdasarkan fungsi
RK

Penilaian Perkembangan Anak

KBM

ke
Memasangkan
1

2
3
4

dengan

benda

sesuai

pasangannya

berdasarkan fungsi
Menghubungkan gambar dengan
tulisan
Mengurutkan pola abc-abc
Menghubungkan 2 kumpulan

benda yang sama jumlahnya


Keterangan :
= BB (belum berkembang)
=MB (mulai berkembang)
=BSH (berkembang sesuai harapan)
=BSB (berkembang sangat baik)

Refleksi
Data yang terkumpul mulai observasi baik perencanaan dan
pelaksanaan pengembangan kemampuan guru maupun anak di

evaluasi dan dan di analisa untuk mendapatkan atau menemukan


kekuatan

dan

kelemahan

tindakan

perbaikan

kegiatan

pengembangan.
Kekuatan dan kelemahan tindakan perbaikan pengembangan di
siklus 2
Rkh
Ke
1

Kekuatan
Persiapan media dan sumber belajar

Media yang di gunakan kurang

cukup matang
Menguasai materi dengan baik

menarik minat anak

sehingga kegiatan dapat berjalan


optimal

3
4

Kelemahan

Pencapaian pembelajaran sesuai


dengan RKH yang dibuat
Mampu mengelola kelas secara baik

Belum menguasai sepenuhnya


penggunaan metode pembelajaran
Cara penyampaian materi masih
belum berhasil sehingga masih ada
anak yang belum paham
Kurangnya referensi bahan materi

1. Kekuatan dan kelemahan diri dalam merancang dan melaksanakan


tindakan perbaikan pembelajaran
Rkh
Ke
1
2
3

Kekuatan

Kelemahan

Meyakinkan diri bahwa perbaikan yang

Masih belum bisa membuat media

saya lakukan bisa berhasil


Memilih metode pembelajaran yang

yang menarik minat anak


Belum bisa mengelola waktu

menarik dan menyenangkan bagi anak


Mengatur setiap rencana kegiatan

pembelajaran
Kurangnya pembimbingan dari

secara sistematis

pihak lain
Keterbatasan kemampuan dan biaya

Mencoba membuat media yang


menarik untuk anak

dalam membuat media yang


menarik

DESKRIPSI SIKLUS 2
Rencana Kegiatan Harian
RKH
Ke
1

Pembukaan

Inti

Penutup

3
4

Melaksanakan Tindakan Perbaikan Siklus 2


Pertemuan ke V
Pembukaan
Setelah berbaris guru mengajak anak duduk membentuk lingkaran ,
mengucap salam, membaca surah, berdoa sebelum kegiatan.
Kemudian bercakap-cakap sesuai tema.
Kegiatan Inti
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa gambar dan
meminta anak untuk mencari pasangannya berdasarkan fungsi.
Penutup
Tanya jawab tentang kegiatan sehari, menyanyi bersama, berdoa
dan pulang
Pertemuan ke VI
Pembukaan

Guru mengajak anak duduk membentuk lingkaran , mengucap


salam, membaca surah, berdoa sebelum kegiatan. Kemudian tanya
jawab sesuai tema.
Kegiatan Inti
Guru menyiapkan beberapa kartu gambar benda langit dan
tulisannya. Kemudian guru membagi anak menjadi 2 kelompok, 1
kelompok anak mendapat kartu gambar, dan 1 kelompok anak
lainnya mendapat kartu tulisan. Tiap anak diminta untuk mencari
pasangan yang cocok dengan kartunya.
Penutup
Tanya jawab tentang kegiatan sehari, menyanyi bersama, berdoa
dan pulang
Pertemuan ke VII
Pembukaan
Guru mengajak anak duduk membentuk lingkaran , mengucap
salam, membaca surah, berdoa sebelum kegiatan. Kemudian tanya
jawab sesuai tema.
Kegiatan Inti
Guru bercerita kepada anak kemudian guru mengevaluasi isi cerita
tersebut dengan meminta anak untuk bercerita secara sederhana.
Penutup
Tanya jawab tentang kegiatan sehari, menyanyi bersama, berdoa
dan pulang
Pertemuan ke VIII
Pembukaan

Guru mengajak anak duduk membentuk lingkaran , mengucap


salam, membaca surah, berdoa sebelum kegiatan. Kemudian
bercakap-cakap sesuai tema.
Kegiatan Inti
Guru menyiapkan beberapa kartu gambar benda langit dan
tulisannya. Kemudian guru membagi anak menjadi 2 kelompok, 1
kelompok anak mendapat kartu gambar, dan 1 kelompok anak
lainnya mendapat kartu tulisan. Tiap anak diminta untuk mencari
pasangan yang cocok dengan kartunya.
Penutup
Tanya jawab tentang kegiatan sehari, menyanyi bersama, berdoa
dan pulang

Pengamatan/Pengumpulan data/Instrumen
Pengamatan Kemampuan Guru
Format Kemampuan Guru pada siklus 2 adalah sebagai berikut :
RKH

APKG 1
Penilai 1
Penilai 2

ke
1
2
3
4
Format pengamatan

APKG 2
Penilai 1
Penilai 2

pengembangan kognitif anak melalui

kegiatan memasangkan benda sesuai dengan pasangannya


berdasarkan fungsi
RK
H
ke
1

Penilaian Perkembangan Anak


KBM
Memasangkan

benda

sesuai

dengan

2
3
4

pasangannya

berdasarkan fungsi
Menghubungkan gambar dengan
tulisan
Mengurutkan pola abc-abc
Menghubungkan 2 kumpulan

benda yang sama jumlahnya


Keterangan :
= BB (belum berkembang)
=MB (mulai berkembang)
=BSH (berkembang sesuai harapan)
=BSB (berkembang sangat baik)

Refleksi
Setelah melakukan perbaikan siklus 1 dan siklius 2 kegiatan
pengembangan

sudah

baik

dan

mengalami

peningkatan

kemampuan guru maupun kegiatan pengembangan kognitif anak


dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match.
PEMBAHASAN SETIAP SIKLUS
1. SIKLUS 1
Hasil penelitian di TK Dasamaya Banjarmasin pada siklus 1
peneliti belum berhasil melakukan kegiatan pembelajaran
pengembangan kognitif dengan menggunakan beberapa model
pembelajaran.
Hal ini terjadi karena ada beberapa kelemahan pada guru di
antaranya : guru kurang menguasai teknis pembelajaran, media
kurang menarik dan variatif, serta kurang menguasai dalam
penggunaan model pembelajaran.

Sehingga peneliti merasa pada siklus 1 ini belum mencapai


hasil yang optimal dan belum mampu merangsang minat dan
ketertarikan anak dalam pembelajaran tersebut.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Keterangan :
= BB (belum berkembang)
=MB (mulai berkembang)
=BSH (berkembang sesuai harapan)
=BSB (berkembang sangat baik)

SIKLUS 2
Kegiatan

pengembangan

siklus

sudah

mulai

terlihat

peningkatan, baik dari guru maupun anak. Semua ini dapat


terjadi tidak terlepas dari upaya guru untuk menciptakan proses
kegiatan yang dapat membangkitkan minat, perhatian, dan
partisipasi anak dalam kegiatan tersebut. Guru benar-benar
berusaha memperbaiki kelemahan pada siklus 1 dari segi
penguasaan materi, dan pembuatan media, serta menjelaskan
pada anak tentang penggunaan model pembelajaran. Serta
menentukan penggunaan model Make a Match yang dirasa bisa
untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
bagi anak serta mampu mencapai keberhasilan yang optimal.
Setelah dilaksanakan perbaikan pada siklus 2 ini terdapat anak
yang

dikategorika

berkembang

sangat

baik

dan

anak

dikategorikan berkembang sesuai harapan.


Berdasarkan data di atas dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil perbaikan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 da siklus 2
utuk kegiatan pengembangan kognitif anak dalam memasangkan benda sesuai
dengan pasangannya berdasarkan fungsi, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kegiatan pengembangan dengan model pembelajaran Make a Match mampu
meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam memasangkan benda sesuai
dengan pasangannya berdasarkan fungsi.
2. Kegiatan pengembangan dengan model pembelajaran Make a Match mampu
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi
anak serta mampu membuat anak menjadi aktif dan kreatif dalam belajar
dan memahami materi pembelajaran degan baik.
3. Kegiatan pengembangan dengan model pembelajaran Make a Match mampu
merangsang keberanian serta rasa percaya diri anak dalam mengungkapkan
pendapat dan idenya.
4. Kegiatan pengembangan dengan model pembelajaran Make a Match
diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme guru serta meningkatkan
mutu proses belajar mengajar.
Saran
1. Bagi guru bisa lebih kreatif dalam memilih metode dan strategi
pembelajaran yang tepat untuk menyajikan kegiatan pengembangan aspek
kognitif terutama kemampuan memasangkan benda sesuai fungsi, serta

membuat media yag dapat menarik minat anak dan memberikan motivasi
terhadap anak utuk lebih berpartrisipasi dalam kegiatan pembelajaran
2. Bagi sekolah hendaknya selalu memberikan dukungan kepada pendidik
untuk selalu belajar agar lebih kreatif , inovatif dan menjadi pendidik yang
professional.
3. Bagi peneliti hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan
referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya.