Anda di halaman 1dari 6

PENGANTAR

Masalah kesehatan atau derajat kesehatan ditentukan oleh dua faktor


utama, yakni faktor lingkungan dan faktor prilaku. Oleh sebab itu, upaya untuk
memecahkan masalah kesehatan juga ditujukan kepada dua masalah tersebut.
Perbaikan lingkungan fisik juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan
masyarakat. "Health is not everything, but without health everything is nothing"
kata-kata diatas tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya kesehatan.
Menurut Hendrik L. Blumm, terdapat empat faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat, yaitu : faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor pelayanan
kesehatan, dan faktor genetik.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................
BAB I : Pendahuluan .........................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Menurut H.L. Blum, dikutip Notoadmodjo (2007), derajat kesehatan

dipengaruhi 4 (empat) macam faktor yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan


kesehatan, dan hereditas. Faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor
terbesar yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan.Oleh
karena itu, lingkungan sehat dan perilaku sehat perlu diupayakan dengan
sungguh-sungguh.
Lingkungan merupakan salah satu peran penting dan berpengaruh positif
terhadap terwujudnya status kesehatan masyarakat.Lingkungan juga merupakan
determinan dalam menularkan dan munculnya suatu penyakit, baik menular
maupun tidak menular.Usaha memperbaiki atau meningkatkan kondisi lingkungan
ini dari masa ke masa, dan dari masyarakat satu kemasyarakat lain, bervariasi dan
bertingkat-tingkat,

dari

yang

sederhana

sampai

kepada

yang

modern

(Notoatmodjo ,2003).
Masih tingginya penyakit berbasis lingkungan antara lain penyakit
disebabkan oleh faktor lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat yang
masih

rendah.

Berdasarkan

aspek

sanitasi

tingginya

angka

penyakit

berbasislingkungan banyak disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih


masyarakat, pemanfaatan jamban yang masih rendah, tercemarnya tanah, air, dan
udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, sampah,
sarana transportasi, serta kondisi lingkungan fisik yang memungkinkan (Achmadi,
2008).
Saat ini penyakit berbasis lingkungan merupakan faktor yang paling
dominan di Indonesia dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di
Indonesia. ISPA dan diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan selalu
masuk dalam 10 besar penyakit di hampir seluruh puskesmas di Indonesia, selain
Filariasis, Malaria, HIV AIDS, TBC, Kusta, Diare dan Penyakit Infeksi
Pencernaan, Penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, Penyakit berpotensi
wabah (Demam Berdarah Dengue, Penyakit infeksi baru), eradikasi polio,
(Depkes RI, 2000). Hal ini antara lain karena sanitasi lingkungan yang buruk.

Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampahsampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit (bacteri
pathogen), dan juga binatang serangga pemindah/penyebar penyakit (vektor).
Oleh sebab itu sampah harus dikelola masyarakat.Salah satu ruang lingkup
kesehatan lingkungan tersebut adalah sampah.Sampah berasal dari lingkungan,
maka penyakit yang ditimbulkan oleh sampah yaitu penyakit yang berbasis
lingkungan. Untuk mencegah atau timbulnya penyakit di masyarakat maka
dilakukan pengurangan atau pengendalian faktor lingkungan yang diduga
berhubungan dikenal dengan faktor risiko lingkungan, salah satunya adalah
sampah. Jika sampah tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan lingkungan
tidak sehat maupun sebaliknya. Penyakit bawaan sampah diantaranya Dysentrie
basilaris, Dysentrie amoebica, Cholera, Thypus, Ascariasis, DBD, sakit mata,
penyakit kulit yang disebabkan oleh vektor tikus dan lalat (Slamet,1994).
Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor dalam menyukseskan
program kesehatan lingkungan. Sebaik apa pun program yang dilakukan
pemerintah tanpa peran aktif masyarakat, program tersebut tidak akan mencapai
hasil yang diharapkan. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan lingkungan.Keharusan
berpartisipasi bertolak dari arah bahwa lingkungan hidup adalah milik bersama
yang pemeliharaan dan pemanfaatannya harus dilaksanakan bersama-sama oleh
pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Semua pihak harus terlibat, karena
masing-masing tanpa kecuali menggantungkan diri pada sumber alam dan
lingkungan sebagai sumber kehidupan (Mikkelsen, 2003)

BAB II
RUMUSAN MASALAH
Apakah teori Hl Blum masih relevan di masa sekarang ?

BAB III
LANDASAN TEORI