Anda di halaman 1dari 6

Nama Jurnal

Nama

ANALISIS

Peneliti
Dimas

HUBUNGAN

Adiyasa W

RISIKORISIKO
TERHADAP
PENGUKURA
N EFISIENSI
BANK YANG
LISTING DI
INDONESIA
PERIODE
2007-2011

dan Ririen
Setiati
(2010)

Operasional Variabel
variabel input meliputi :
a. variabel price of capital,
dihitung dengan
menggunakan rasio dari
non-interest expense
dengan total fixed assets.
Biaya total (Total Cost) dari
setiap sampel bank terdiri
dari interest expense dan
non-interest expense. dan
price of funds (Sun dan
Chang, 2009). Price of funds
dihitung dengan
menggunakan rasio dari
beban bunga (interest
expense) dengan total
deposits. Price of capital

Metode
Penelitian ini menggunakan

(OEA),
c. Total Deposits (TD), dan

Risiko kredit mempunyai

metode SFA (Stochastic

hubungan yang signifikan

Frontier Approach) untuk

terhadap teknikal efisiensi dari

mengukur efisiensi

perbankan. Risiko pasar

perbankan dalam mengolah

mempunyai hubungan yang

inputnya menjadi output.

signifikan terhadap teknikal

Penggunaaan rasio

efisiensi dari perbankan . Risiko

keuangan yang tradisional

operasional mempunyai

dianggap tidak dapat lagi

hubungan yang signifikan

relevan untuk

terhadap teknikal efisiensi dari

menggambarkan kinerja

perbankan.

perusahaan secara valid.


Pendekatan efficient frontier
dianggap lebih unggul
dibandingkan penggunaan
rasio keuangan dalam
mengukur performa
perusahaan (Wang, 2002)

Variabel output meliputi :


a. Total Loans (TL),
b.
Other Earning Assets

Kesimpulan

d.

Liquid Assets (LA).

No

Variabel

Proxy

Determinan
Loan Loss Reserves

Loan Loss Reserves

2.

Ratio
Exchange Rate

Gross Loans
Annualized Standard Deviation from

3.

Volatility
Interest Volatility

daily exchange rate return


Monthly standard deviation of the BI

4.

Exchange

rate
Difference between exchange rate of t

5.

Interest Change

and t-1
Difference between the BI rate of t and

6.

ROA Volatility

t-1
5-year standard deviation of ROA

7.

Return Volatility

Annualized standard deviation from the

8.

ETA ratio

monthly log return


Total Equity
Total Asset

Dimana :
i.

Risiko Kredit diukur dengan menggunakan rasio Loan Loss Reserves (LLR) yaitu cadangan piutang tak tertagih dibagi
dengan gross loans. Penggunaan rasio ini bertujuan untuk mengukur kualitas output dan bagaimana manajer
menginvestasikan pada aset yang berisiko tinggi (Sun dan Chang, 2009).

ii.

Risiko Operasional, terdapat tiga variabel untuk menghitung risiko operasional yaitu, volatilitas ROA, volatilitas
return saham, dan equity to asset ratio. Volatilitas ROA adalah indikator volatilitas berbasis akuntansi yang dihitung
dengan me-log-kan standar deviasi dari ROA selama lima tahun (ROA_V). Volatilitas return saham adalah indikator

volatilitas berbasis pasar yang dihitung dengan memasukkan standar deviasi secara annual dari log return bulanan
(Ret_V). Equity to Asset Ratio menghitung posisi modal suatu bank sebagai fraksi terhadap total aset. Rasio ini bisa
digunakan sebagai proxy apakah manajer bank seorang risk-averse atau risk lovers (Sun dan Chang, 2009).
iii.

Risiko Pasar, penelitian ini menggunakan standar deviasi dari return nilai tukar harian rupiah terhadap Dollar US
(Ex_V), standar deviasi dari suku bunga (BI rate) bulanan (interest_V) dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar
(Ex change) dan tingkat suku bunga yang mengikuti BI rate (Interest change) dari t-1 hingga t (Sun dan Chang, 2009)

Nama Jurnal

Nama

STUDI

Peneliti
Fredell

PERBANDIN

GAN
TINGKAT

Operasional Variabel

Dalam pengukuran

Rata-rata tingkat

kinerja efisiensi dan

efisiensi Bank

Definisi

Colline,

Dimensi
Tingkat

Operasional
Suatu ukuran

Semakin

Maksimasi dari

produktivitas, dapat

Domestik baik

2010

Efesiensi

yang

efesien

jumlah output

digunakan dengan

dan meningkat

(E)

membandingk

apabila

atau jumpalh

analisis parametrik

dari

BANK

an antara nilai

jumlah

input

salah satu

tahun ke tahun,

DOMESTIK

output dengn

output

contohnya Data

sedangkan rata-

DAN BANK

nilai inputnya

meningkat

Envelopment

rata tingkat

ASING DI

lebih besar

Analysls (DEA). DEA

efisiensi Bank

INDONESIA

dari pada

adalah teknik

Asing

jumlah

analisis berdasarkan

berfluktuasi

linear programmrng

tetapi masih

untuk mengukur

baik.

Input (X)

Sumber daya

inputnya
Semakin

Ukuran

Kesimpulan

Variabel

EFISIENSI

Indikator

Metode

Biaya

yag digunakan

kecil input

Operasional,

tingkat efisiensi

untuk

semakin

Biaya lain-lain

suatu unit

Secara umum

menghasilkan

baik

dan Dana Pihak

organisasi (dalam

Bank Asing

output
Hasil yang

Ketiga
Pendapatan/Lab

hal ini : bank), dan

periode 2003-

Semakin

dapat

2007 kurang

timbul karena

besar

a, Besarnya

mengidentifikasi

dapat

adanya proses

output

Kredit

input atau output

menyalurkan

atau suatu

semakin

suatu bank yang

kredit karena gap

Dana

input
Dana yang

baik
Semakin

Jumlah

dapat membantu

to target yang

Pihak

didapatkan

kecil DPK

tabunga, giro

untuk mencari

paling besar

Ketiga

dari

semakin

dan deposito

penyebab dan jalan

terjadi

(X1)

masyarakat

berpengar

keluar dari sumber

pada faktor

berupa

uh positif

ketidakefisienan

output Kredit.

tabungan, giro

terhadap

suatu bank

Sedangkan Bank

maupun

tingkat

Biaya

deposito
Biaya yang

efesiensi
Semakin

Bunga

dikeluarkan

besar

menyalu;kan

(X2)

bank untuk

biaya

kredit serta

membayar

bunga

pendapatan

bunga yang

smakin

bunga, Faktor

timbul dari

tidak

output

simpanan

efisien

Pendapatan

Output (Y)

Domestik cukup
baik
Biaya Bunga

dalam

Biaya

Biaya yang

Semakin

Biaya gajo,

Bunga dan faktor

Operasion

timbul untuk

besar

Tunjangan dan

input Biaya

al Lain

kegiatan

biaya

Adminitrasi dan

Bunga serta

(X3)

operasional

operasiona

umum.

Biaya

bank selain

l lainnya

Operasional

biaya bunga

semakin

untuk Bank

tidak

Domestik dan
Bank Asing tidak

Dana yang

efisien
Semakin

Jumlah kresit

terlalu

dipinjamkan

besar

yang diberikan

jauh berbeda.

bank kepada

kresit

Sedangkan

masyarakat

semakin

Pendapatan

Pendapata

Hasil yang

efisien
Semakin

Pendapatan

n Bunga

diperoleh

besar

bunga, Komisi

(Y2)

bank atas

pendapata

dan provisi atas

dana yang

n bungan

kredit

dipijamkan

semakin

kepada

efisien

Pendapata

masyarakat
Hasil yang

Semakin

Provisi dan

diperoleh

besar

Komisi lainnya

Operasion

bank diluar

pendapata

dan laba atas

al Lainnya

pendapatan

n lain

selisih kurs

Kredit (Y1)

Operasional
selain bunga,
Bank
Asing jauh lebih
baik dari Bank
Domestik

(Y3)

bunga

semakin
efisien