Anda di halaman 1dari 3

KEHIDUPAN OBED EDOM

Ada rahasia besar di balik kehidupan Obed-Edom. Alkitab mengatakan bahwa hanya
dalam kurun waktu tiga bulan sejak Tabut Allah berada di rumahnya, Obed Edom
diberkati Allah luar biasa.
Sebelum berada di rumah Obed Edom, Tabut Allah pernah berada di rumah Abinadab
selama 20 tahun (1 Samuel 7 : 1-2), namun Alkitab tidak mencatat bahwa Tuhan
memberkati Abinadab.
Mengapa Allah memberkati Obed Edom secara luar biasa?
1. Menghormati Allah.
Obed Edom belajar dari Daud. Daud menyadari bahwa dalam kepemerintahan Saul,
Tabut Allah tidak diindahkan sehingga berkat Allah tertutup (1 Taw 13 : 3).
Kemenangan demi kemenangan diperoleh Daud ketika ia menghormati Allah.
Jadilah orang yang menghargai dan menghormati Tuhan. Karena berkat Tuhan turun
ketika kita menghormatiNya. Berkat juga tidak ditentukan oleh berapa lama kita
menjadi orang Kristen. Karena banyak orang Kristen yang hidup biasa-biasa tanpa
menghormati Tuhan sehingga berkat dan mujizat Tuhan seolah-olah tertutup.
2. Lapang Hati (2 Samuel 6 :12).
Daud diberi tahu bahwa Allah sangat memberkati Obed Edom ketika Tabut Allah berada
di rumahnya. Ketika Daud berkeinginan untuk memindahkan Tabut Allah dari
rumahnya, Obed Edom tidak mempertahankan Tabut Allah sebagai haknya penuh walau
ia diberkati secara luar biasa.
Kasusnya kira2 seperti ini. Anda diberikan suatu usaha restoran yang terlilit utang
banyak dan hampir bangkrut. Anda pun menerimanya tanpa ada perjanjian atau ikatan
apapun dan semua utang restoran tersebut otomatis menjadi tanggungan anda. Tapi
karena kegigihan dan ketekunan anda, ternyata di bawah pengelolaan anda, restoran
tersebut menjadi terkenal dan berkembang. Tiba2 pemiliknya yang lama datang dan
meminta anda untuk mengembalikan restoran tersebut kepada anda. Kalo mau jujur
secara manusiawi, kita pasti akan merasa sangat jengkel dan marah bila kita berada di
posisi tersebut. Bahkan mungkin kita akan tetap berusaha sebisa mungkin untuk

mempertahankan restoran tersebut.


Seperti itulah posisi yang dialami Obed Edom. Dia tahu bahwa Uza disambar murka
Allah karena menyentuh Tabut Allah tersebut walaupun maksud Uza sebenarnya untuk
menjaga Tabut Allah tersebut agar tidak jatuh, namun dia tetap menerima Tabut Allah
tersebut dipindahkan kerumahnya walau diapun beresiko mengalami hal yang sama
seperti yang dialami Uza, dan dia benar2 menjaga dan menghormati Tabut Allah
tersebut.
Apabila Obed Edom tidak mempunyai hati yang lapang, maka dia akan pahit hati
sehingga melakukan apa yang salah dan tidak mendatangkan kasih karunia.
3. Lapar Dan Haus Akan Firman Tuhan (1 Taw 15 : 25)
Ketika tabut Allah dibawa ke kota Daud, Obed Edom tidak mau ketinggalan. Dia terus
mengikuti pergerakan Tabut Allah kemanapun Tabut itu pergi. Tertulis dalam Matius 5 :
6, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, maka mereka akan
dipuaskan".
4. Rendah Hati (1 Taw 16 : 5)
Obed Edom diberi kepercayaan Daud untuk menjaga pintu. Walau hanya tugas kecil,
tapi Obed Edom melakukan tugasnya dengan sepenuh hati sehingga Daud melihat
kesungguhan hatinya dan memberikannya kepercayaan yang lebih besar lagi. Ia tidak
meremehkan tugas yang diberikan Daud walau ia mempunyai pengalaman memuji dan
menyembah Tuhan langsung ketika Tabut Allah berada di dalam rumahnya. Ia
melakukan tugas kecil yang dipercayakan kepadanya dengan rendah hati.
Alkitab mengatakan bahwa siapa yang setia dalam perkara kecil, akan diberi
kepercayaan untuk melakukan perkara yang lebih besar lagi. Setialah dalam setiap
perkara walaupun hal-hal yang kecil. Karena Tuhan bisa memberkati kita lewat hal itu.
5. Menurunkan Berkat Kepada Anak-Anaknya (1 Taw 26 : 6,8)
Anak-anak Obed Edom tercatat dalam sejarah menjadi orang-orang yang sukses seperti
ayahnya. Hal ini dikarenakan Obed Edom menjadi orang tua yang menjadi teladan bagi
anak-anaknya. Sehingga mereka meniru ayahnya dan berhasil menjadi orang yang
sukses di masa itu.

Marilah kita belajar menghormati dan menghargai Tuhan. Sehingga tidak hanya mujizat
dan penyertaanNya yang turun atas kita, tapi juga berkat2Nya sampai kepada anak cucu
kita.