Anda di halaman 1dari 12

SOAL 1

UJI KETIDAK-ADAAN TREND

A. Uji Ketidakadaan Trend

Deret berkala yang nilainya menunjukkan gerakan yang berjangka panjang


dan mempunyai kecenderungan menuju kesatu arah, arah menaik dan menurun
disebut dengan pola atau trend. Umumnya meliputi gerakan yang lamanya lebih dari
10 tahun. Trend musim sering disebut dengan variasi musim dan hanya menunjukkan
gerakan dalam jangka waktu satu tahun saja, sebagai contoh ditunjukkan hidrograp
debit dari musim penghujan ke musim kemarau. Deret berkala yang datanya kurang
dari 10 tahun kadang-kadang sulit untuk menentukan gerakan suatu trend. Hasilnya
dapat meragukan, karena gerakan yang diperoleh hanya mungkin menunjukkan suatu
sikli dari suatu trend. Sikli adalah gerakan yang tidak teratur dari suatu trend.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya trend dari suatu deret berkala lebih baik
digunakan data yang meliputi lebih dari 25 tahun pengamatan runtut waktu. Gerakan
jangka panjang dari deret berkala umumnya disebut dengan trend sekuler (secular
trend). Variasi musim dari hidrologi biasanya dipengaruhi oleh kondisi iklim. Variasi
acak umunya gerakan yang disebbakan oleh factor kebetulan (chance factor), missal
banjir besar, dan umumnya variasi acak sulit untuk diramal waktu kejadiannya.
Apabila dalam deret berkal amenunjukkan adanya trend maka datanya tidak
disarankan untuk digunakan untuk beberapa analisis hidrologi, misalnya analisis
peluang dan simulasi. Apabila deret berkala itu menunjukkan adanya trend, maka
analisis hidrologi harus mengikuti garis trend yang dihasilkan. Ketidak adaan trend
dapat diuji dengan banyak cara. Secara visual dapat ditentukan dengan
menggambarkan deret berkala dalam kertas grafik aritmatik. Beberapa metode
statistic yang dapat digunakan untuk menguji ketidak adaan trend dalam deret
berkala, diantaranya diuji dengan:

Korelasi peringkat metode Spearman


Mann dan Whitney
Tanda dari Cox dan Stuart

Masing-masing cara pengujian itu akan diuraikan secara singkat pada


subbab ini.
Tabel 1.1 Data Debit Banjir Harian Maksimum Tahunan

No.

Tahun

Q
(m3/dt
)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

25.0
22.0
41.6
59.9
32.2
160.1
134.8
176.6
15.2
43.8
64.3
129.5
35.5
44.1
34.4
26.0
27.2
15.2
21.5
17.5
66.8
50.3
296.9
39.7
223.8
91.6
175.0
42.2
492.5
455.5
362.6

Sumber : Data Perhitungan

1.1 Uji Korelasi Peringkat Metode Spearman


Trend dapat dipandang sebagai korelasi antara waktu dengan variat suatu
variable hirologi. Oleh karena itu koefisien koreasinya dapat digunakan untuk

menentukan ketidak adaan trend dari suatu deret berkala. Salah satu cara adalah
dengan menggunakan koefisien korelasi peringkat metode Spearman, yang dapat
dirumuskan sebagai berikut:
n

KP = 1 -

6 (dt )2
i =l
3

n n

n2
= KP ( 1KP 2 )

(1.1)

(1.2)

Keterangan:
KP = Koefisien korelasi peringkat dari spearman
n

= jumlah data

dt = Qt Tt
Tt = peringkat dari waktu
Qt = peringkat dari variable hidrologi dalam deret berkala.
t

= nilai distribusi t, pada derajat kebebasan (n-2) untuk derajat kepercayaan

tertentu (umumnya 5%)


Uji t digunakan untuk nenetukan apakah variable waktu dan variable itu
saling tergantung atau tidak tergantung. Dalam hal ini yang diuji adalah Tt dan
Qt.
Contoh perhitungan:

Data debit diurutkan dari besar ke kecil.


dt = peringkat Qt peringkat Tt
=61 =5

dt2 = 52 = 25

Tabel Perhitungan dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 1.2 Perhitungan Koefisien Korelasi Peringkat Metode Spearman

No.

Tahun

Peringk
at Tt

Q
(m3/dt
)

Peringk
at Qt

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

25.0
22.0
41.6
59.9
32.2
160.1
134.8
176.6
15.2
43.8
64.3
129.5
35.5
44.1
34.4
26.0
27.2
15.2
21.5
17.5
66.8
50.3
296.9
39.7
223.8
91.6
175.0
42.2
492.5
455.5
362.6
Jumlah

Sumber: Hasil Perhitungan

n = 31

6
5
13
18
9
24
23
26
1
15
19
22
11
16
10
7
8
2
4
3
20
17
28
12
27
21
25
14
31
30
29

dt
6 = 53
5
3
10
14
4
18
16
18
-8
5
8
10
-2
2
-5
-9
-9
-16
-15
-17
-1
-5
5
-12
2
-5
-2
-14
2
0
-2

dt2
7 = 62
25
9
100
196
16
324
256
324
64
25
64
100
4
4
25
81
81
256
225
289
1
25
25
144
4
25
4
196
4
0
4
2900

6 (dt )2

KP = 1 -

=1-

i =l
3

n n

17400
313 31

= 0,415

n2
t = KP ( 1KP 2 )
312
= 0,415 ( 1(0,415)2 )

= -5,505

dk = n-2
= 31-2
= 29

tc (dari tabel) dengan derajat kepercayaan 5%

-5,505

tc(=5%)
+
1,699
-1.699

H0 ditolak, maka ada trend

-5,505

2,045

H0 ditolak, maka ada trend

Uji

thitung

1 Sisi
2 sisi

-2,045

Kesimpulan

Nilai t hitung ditolak dikarenakan t hitung lebih kecil dari tc (-) sehingga
menunjukkan adanya trend dalam data.

tc (dari tabel) dengan derajat kepercayaan 1%

-5,505

tc(=1%)
+
2,462
-2,462

H0 ditolak, maka ada trend

-5,505

2,756

H0 ditolak, maka ada trend

Uji

thitung

1 Sisi
2 sisi

-2,756

Kesimpulan

Nilai t hitung ditolak dikarenakan t hitung lebih kecil dari tc (-) sehingga
menunjukkan adanya trend dalam data.
Dari hasil perhitungan derajat kebebasan (dk) = 29 data maka diperoleh
t0,975 = 2,045 dan t-0.975 = -2,045 (untuk derajat kepercayaan 5%). Dari hasil
perhitungan t = -5,505 adalah menunjukkan adanya trend.

1.2 Uji Mann dan Whitney


Uji Mann dan Whitney untuk menguji apakah dua kelompok data yang
tidak berpasangan berasal dari populasi yang sama atau tidak. Dan dua kelompok
sempel yang diukur dari 2 kelompok populasi A dan B, maka dapat dibuat
hipotesis bahwa A mempunyai sebaran yang sama dengan B untuk pengujian
kedua kelompok tadi digabungkan dan kemudian dibuat rangkaian dari data
tersebut dari nilai terbesar ke terkecil.
Rumus yang digunakan sebagai berikut:
N1
U1 = N1 + N2 + 2 (N1 + 1) Rm

(1.3)

U2 = N1 . N2 U
(1.4)
Keterangan:
U1 . U2 = parameter statistic
N1
= jumlah data kelompok A
N2
= jumlah data kelompok B
Rm
= jumlah nilai peringkat dari rangkaian data kelompok A
U

Z=

N1. N2
2

1
{ N N ( N + N 2 +1 ) }
12 1 2 1

1 /2

(1.5)
Contoh Perhitungan:
Gabungkan kedua kelompok data A dan data B
Buat peringkat rangkaian data terbesar sampai terkecil
Hitung jumlah peringkat rangkaian data tiap kelompok
Hitung parameter statistic
Tabel 1.3 Perhitungan Uji Mann dan Whitney

No
.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Pering
kat
6
5
13
18
9
24
23
26
1
15
19
22
11
16
10
7
225

Kelompok I
25
22
41.6
59.9
32.2
160.1
134.8
176.6
15.2
43.8
64.3
129.5
35.5
44.1
34.4
26
Jumlah

Sumber: Hasil Perhitungan

Dari tabel diatas bisa dihitung:


N1 = 16
N2 = 15
Rm = 225

U1 = N1 . N2 +

N1
N2

(N1 + 1) Rm

= 16 . 15 +

16
15

(16 + 1) 225

= 33,133

U2 = N1 . N2 U1
= 16 . 15 33,133
= 206,867
U

Z=

N1. N2
2

1
{ N N ( N + N 2 +1 ) }
12 1 2 1

1 /2

Kelompok II
27.2
15.2
21.5
17.5
66.8
50.3
296.9
39.7
223.8
91.6
175
42.2
492.5
455.5
362.6

Pering
kat
8
2
4
3
20
17
28
12
27
21
25
14
31
30
29
271

33,133
=

16 . 15
2

1
{ 16.15 ( 16+15+1 ) }
12

1/ 2

= -0,341

Tabel 1.4 Perbandingan Nilai Zc dengan Zhitung


Uji
1 Sisi
2 sisi

Zhitun
g
-0,341
-0,342

Z( =5%)
+
1,645
-1,645
1,960
-1,960

Kesimpulan
H0 diterima, maka tidak ada trend
H0 diterima, maka tidak ada trend

Berdasarkan table nilai kritis tc dengan derajat kepercayaan 5% didapat Zc +


= 1,645 dan Zc- = -1,645. Dari hasil perhitungan didapatkan z terletak 1,645 <
-0,341 < -1,645. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok I dan kelompok II
berasal dari populasi yang sama atau tidak terjadi perubahan nilai yang nyata atau
tidak menunjukkan adanya trend.
1.3 Uji Tanda dari Cox dan Stuart
Perubahan trend dapat juga ditunjukkan dengan uji tanda dari Cox dan
Stuart. Nilai data diurut waktu dibagi menjadi 3 bagian yang sama. Setiap
bagiannya jumlahnya n= n/3. Apabila sampel acak tidak dapat dibagi menjadi 3
bagian yang sama maka bagian yang kedua jumlahnya dikurangi 2 atau 1 buah.
Selanjutnya untuk membandingkan nilai bagian ke 1 dan ke 3, dan memberi
tanda (+) untuk nilai yang plus dan (-) untuk nilai yang negatip. Jumlah total nilai
(+) dan (-) diberi tanda S, maka nilai Z dapat dihitung sebagai berikut:
Untuk sampel besar (n>30):
n
S
6
1/ 2
Z=
(1.6)
n
( )
12
Untuk sampel kecil (n<30) :
n
S 0,5
6
1/2
Z=
n
( )
12

(1.7)

Contoh perhitungan:
Tabel 1.5 Pehitungan Uji Tanda Cox dan Stuart
No
.

Kelompok I

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

25
22
41.6
59.9
32.2
160.1
134.8
176.6
15.2
43.8
64.3

Kelompok
III

Tanda
III-I

50.3
296.9
39.7
223.8
91.6
175
42.2
492.5
455.5
362.6

+
+
+
+
+
+
+
+
-

Sumber: Hasil Perhitungan


Dari table diatas, diperoleh tanda (+) = 8 buah, sehingga:
n
6

S
Z=

n 1/ 2
)
12

31
6
1/ 2

31
( )
12

= 1,452
Tabel 1.6 Perbandingan Nilai Zc dengan Zhitung

1,452

Zc(=5%)
+
1.645
-1.645

H0 diterima, maka tidak ada trend

1,452

1.960

H0 diterima, maka tidak ada trend

Uji

Zhitun
g

1 Sisi
2 sisi

-1.960

kesimpulan

Berdasarkan table nilai kritis tc dengan derajat kepercayaan 5%, didapat Zc+
= 1,645 dan Zc- = -1,645. Dari hasil perhitungan, didapatkan Z terletak diantara
1,645 dan -1,645. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok 1 dan 3 terjadi
perubahan nilai yang nyata atau tidak menunjukkan adanya trend.

Kesimpulan:
Dari hasil perhitungan untuk menguji ketidak-adaan trend dengan
menggunakan 3 metode yaitu Uji Korelasi Peringkat Metode Spearman, Uji Mann
Whitney dan Uji Tanda dari Cox dan Stuart didapatkan bahwa dengan Uji Korelasi
Peringkat Metode Spearman menunjukkan adanya trend sedangkan dengan Uji Mann
Whitney dan Uji Tanda dari Cox dan Stuart tidak menunjukkan adanya trend.