Anda di halaman 1dari 16

&

KONST
RUKSI
III
Dicky Andeska
(22312064)
Ridho Darmawan
(2631230)
M. Ekky Darmawan
(24312917)
Yudit Sudiana
(27312917)
Vicky Nuari Hidayat
(27312574)
FAKULTAS TEKNIK SIPIL &
PERENCANAAN | TEKNIK
ARSITEKTUR |
UNIVERSITAS
GUNADARMA

[14 SISTEM
STRUKTUR]
Parallel Bearing Wall & Core Facade Bearing Wall

II

BEARING WALL SYSTEM STRUCTURE


Adalah sebuah sistem kombinasi terutama baik anggota horisontal atau struktur
dan struktur dinding vertikal yang dirancang untuk mengirimkan beban diterapkan ke
tanah .

Subsistem dan Interaksi


Komponen utama dari sistem Bearing Wall adalah anggota horisontal atau
struktur , dinding vertikal , dan semacam pondasi. Sistem bagian Bearing Wall Ini
bekerja sama untuk melawan baik secara vertikal dan horizontal beban diterapkan .
Beban vertikal biasanya hasil dari beban hidup yang diterapkan bahwa bangunan ini
dirancang untuk mengandung serta banyak klimaks seperti angin , salju , dan aktivitas
seismik . Beban horisontal yang paling sering diterapkan oleh angin , bumi , dan
aktivitas seismik .
Beban vertikal - beban vertikal umumnya diterapkan pada struktur atap atau
struktur lantai bangunan . Struktur ini dapat terdiri dari berbagai elemen seperti dek
logam , beton , pracetak papan beton , kayu lapis , dll Sistem ini biasanya didukung
oleh salah satu dari dua metode . Jika sistem ini cukup kuat , itu dapat menjangkau
secara langsung antara header dari dinding . Jika tidak, lantai atau atap akan
beristirahat pada beberapa jenis kayu palang atau subsistem balok . Balok ini atau
balok kemudian akan duduk di piring bantalan , yang , pada gilirannya , duduk di header
dari dinding . Pelat bantalan dirancang untuk mendistribusikan beban titik ke daerah
yang lebih besar dari header tembok . Beban tersebut kemudian ditransfer dari header
kepada anggota vertikal dinding , yang disebut kancing . Kancing bersandar pada
semacam sill plate yang biasanya mirip dalam konstruksi header . Sill plate ini
dikenakan pada yayasan. Yayasan ini dapat bervariasi tergantung pada total beban
sedang dilakukan dan tekanan dukung tanah . Biasanya , dinding eksterior dan setiap
dinding membawa sisa beban besar pada dinding pondasi . Dinding fondasi ini , pada
gilirannya , bersandar pada dinding pijakan terus menerus . Dinding Interior yang tidak
membawa banyak beban dapat bersandar pada lempengan menebal , yang merupakan
daerah dari lantai slab yang memiliki kedalaman meningkat untuk memberikan beton
tambahan untuk mendukung beban dinding . Jika tekanan dukung tanah rendah dan
tidak akan mendukung dinding pijakan terus menerus , sistem pile dapat digunakan .
Tumpukan adalah anggota struktural vertikal yang biasanya didorong ke dalam tanah
untuk kedalaman di mana tanah mampu mendukung beban . Umumnya , akan ada
kepala tiang di bagian atas tumpukan , dan balok kelas akan span dari pile cap ke pile

III

cap . Jika diperlukan , tumpukan tambahan dapat digerakkan di bawah sinar kelas itu
sendiri untuk dukungan tambahan . Sebuah balok kelas adalah balok beton bertulang
yang dituangkan ke dalam tanah dan bertindak sebagai pijakan dinding terus menerus .

PARALLEL BEARING WALL (Dinding Pendukung Sejajar)


Sistem ini terdiri dari unsur-unsur vertikal yang dipraktekkan oleh berat sendiri,
sehingga menyerap gaya aksi lateral secara efisien. Sistem dinding sejajar ini terutama
digunakan untuk bangunan apartment yang tidak memerlukan ruang bebas yang luas
dan sistem-sistem mekanisnya tidak memerlukan sistem inti. Pada konstruksi ini hanya
dinding-dinding searah saja yang menerima beban (arah memanjang atau melebar).

INTI DAN FASADE PENDUKUNG STRUKTUR (Core and Facade


Bearing Walls)

IV

Unsur bidang vertikal membentuk dinding luar yang mengelilingin sebuah struktur ini.
Hal ini memungkinkan ruang interior yang terbuka. Yang bergantung pada kemampuan
bentangan dari struktur lantai. Inti ini memuat sistm-sistem transportasi mekanis vertikal
serta menambah kekakuan bangunan.

a. Bearing walls
b. Frame Walls
c. Core Walls
d.
Core Bearing Wall
Dinding geser yang diletakkan didalam bangunan,
misalnya mengelilingi core yang berfungsi area service,
shaft dan tangga darurat yang menyerupai bentuk kotak
atau bentuk lain yang kaku sebagai tipe dari struktur. Core
Bearing Wall dibuat agar semua alur sistem utilitas, lift,
tangga, dll berjalur dengan teratur pada arahnya, lebih
efisien karena pada bagunan tinggi butuh suatu alur yang
terarah agar alirannya tidak mampet dan cepat sampai
pada tujuannya, sehingga jikalau terjadi kerusakan tidak
terlalu susah untuk mencari sumber masalahnya

Project description : 77 West Wacker Drive Chicago Illinois USA


Twin 21 Osaka Japan
Majestic Building Wellington New Zealand
World Trade Center Building

Facade Bearing Wall


Facade bearing wall adalah suatu sistem dinding
struktur yang diletakkan pada facade bangunan,
sistem ini digunakan untuk menahan gaya-gaya
lateral, digunakan untuk mengantisipasi adanya
getaran gempa bumi, dan biasa digunakan untuk
meperkecil besar kolom yang besar. Bangunan yang menggunakan sistem ini akan benar-benar
rigid dan kuat karena sekeliling fasad menggunakan sistin struktural

Project description : Leiter zum Wasser, Mhlendammschleuse, Berlin

VI

Sistem Pemasangan Bearing Wall Sistem


Penggunaan sistem bekisting baja, karena
Mempermudah dalam pengecoran, dan
bekisting tersebut dapat digunakan kembali
untuk pengecoran selanjutnya, sehingga dapat
lebih meminimalisir pengeluaran dana dan
peng-efisiensikan bahan bangunannya.

Bagian Bagian Dalam Bearing Wall


Ini adalah gambar lapisan lapisan Bearing wall
Dinding menggunakan rangka tulangan didalamnya
Dalam pengecoran dilaksanakan bergabungan dengan
Kolom karena tulangan yang berada pada dinding

VII
Ini menjadi satu kesatuan dengan sistim kolomny
Core
Dinding geser yang diletakkan didalam bangunan, misalnya mengelilingi core yang berfungsi
area service, shaft dan tangga darurat yang menyerupai bentuk kotak atau bentuk lain yang
kaku sebagai tipe dari struktur
Project description : 77 West Wacker Drive Chicago Illinois USA
Twin 21 Osaka Japan
Majestic Building Wellington New Zealand

Core And Outrigger System


Core dan outrigger system adalah suatu sistem yang terdiri atas core sebagai inti bangunan
yang bersifat struktural dan outrigger yang dipasang pada tiap-tiap lantai tertentu pada
bangunan tinggi dan mempunyai hubungan langsung dengan core. Selain sebagai pengaku
gaya lateral, outrigger system juga digunakan untuk memperkecil ukuran kolom sehingga biaya
bangunan bisa menjadi lebih ekonomis
Gaya lateral yang bekerja pada bangunan diterima dan ditahan oleh outrigger yang kemudian
disalurkan ke core sebagai inti bangunan yang meneruskannya ke pondasi sehingga gaya
lateral tersebut dapat ditahan.
Projects Description : Waterfront Place Brisbane Australia
Two Prudentia Plaza Chicago Illinois USA
Citibank Plaza Hongkong

Facade Bearing Wall


Facade bearing wall adalah suatu sistem dinding struktur yang diletakkan pada facade
bangunan, sistem ini digunakan untuk menahan gaya-gaya lateral, digunakan untuk
mengantisipasi adanya getaran gempa bumi, dan biasa digunakan untuk meperkecil besar
kolom yang besar.
Sistem pembuatannya ditempat, memakai bekisting.

VIII

STRUKTUR DINDING PENDUKUNG (BEARING WALL)


Dengan pengembangan teknologi baru penggunaan rekayasa batu bata dan panel-panel
prefabrikasi beton menyebabkan konsep ekonomis dinding pendukung memungkinkan untuk
bangunan tinggi sampai tingkat menengah antara 10 20 lantai.
Secara umum struktur dinding pendukung disusun oleh dinding-dinding linier, maka dengan
penataan posisi dinding pendukung di dapat 3 kelompok dasar yaitu:

Sistem dinding melintang (cross-wall)


Terdiri atas dinding-dinding linier yan gbertemu tegak lurus dengan panjang bangunan,
sehingga tidak berpengaruh pada pengolahan faade utama dari bangunan.

Sistem dinding memanjang (long-wall)


Terdiri atas dinding-dinding linier yang parallel dengan panjang bangunan, sehingga
dapat membentuk faade utama bangunan.

Sistem 2 arah (two-way)


Terdiri atas dinding-dinding yang mendukung pada ke dua arah, yaitu memanjang dan
melintang.

Pengaruh struktur dinding pendukung oleh pembebanannya tergantung dari jenis bahandan
jenis interaksi antara bidang lantai horizontal dan bidang dinding vertikal. Pada konstruksi batu
bata dan sistem prefabrikasi beton terjadi struktur lantai yang bersendi pada dinding menerus.
Sedangkan pada bangunan cetak di tempat (cast-in-place) pelat-pelat lantai dan dinding
merupakan kesatuan menerus.
Pada struktur dinding pendukung, beban vertikal disalurkan langsung ke struktur lantai.
Rentang lantai berkisar antara 4 8 meter, bergantung kemampuan dukung dan kekakuan
lateral dari sistem lantai.

IX
Gaya-gaya horizontal disalurkan ke struktur lantai (sebagai diafragma horizontal) ke dinding
geser (shear wall) parallel terhadap aksi gaya. Dinding geser ini mendukung beban yang
diterima oleh tinggi oleh tingginya kekakuan sebagai balok yang tebal, mewadahi beban geser
dan lenturan melawan runtuh.
Pada bangunan beton cast-in-place kestabilan didukung oleh gaya portal sistem lantai dan
dinding yang monolitik yang bekerja sebagai kotak terhadap pengaruh lentur.

Sangat jarang terwujud bentuk didnding geser yang massif (bebas perlubangan) karena selalu
dibutuhkan perlubangan pada bidang tersebut yang hal ini merupakan titik perlemahan.
Perlubangan tersebut digunakan sebagai jendela/pintu/koridor/jalur fasilitas-fasilitas yang
bersifat mekanik dan elektrik/listrik dan lain-lain.

STRUKTUR CORE GESER (SHEAR CORE)

Ukuran
Berdasarkan

transportasi vertikal

bangunan digunakan core untuk mewadahi


Fungsi

sistem distribusi energi

Sistem shear wall stabilitas lateral pada bangunan

XI
Bentuk core:

Core terbuka

Core tertutup

Core tunggal

Core kombinasi dengan dinding linier

Jumlah core:

tunggal

ganda/banyak

Letak/lokasi core:

internal

perimeter

eksternal

Penataan core:

simetri

asimetri

Bentuk bangunan sebagai dasar dari bentuk core:

langsung

tidak langsung

Bahan core:

baja

beton

kombinasi baja beton

XII

Core rangka baja:

Dapat memenuhi prinsip rangka vierendeel menahan stabilitas lateral.

Sistem rangka vierendeel agak lebih fleksibel, sehingga layak digunakan pada
bangunan betingkat rendah (low-rise).

Batang pengukuh (bracing) diagonal rangka vierendeel (rangka truss vertikal) digunakan
untuk mempertinggi tingkat kekakuan (stiffness) bangunan-bangunan yang lebih tinggi.

Keuntungan core rangka baja: waktu perakitan bagian-bagian prefabrikasi yang relatif
cepat.

Core beton:

Membatasi ruang karena harus mendukung beban.

Tidak dibutuhkan pemikiran tambahan untuk mencegah bahaya kebakaran.

Rendahnya tingkat ke-liat-an (ductility) terdapat pada bahan beton ini sebagai
kekurangannya dalam menghadapi beban gempa.

XIII

Sistem struktur menurut kami adalah suatu struktur yang berfungsi menjadi inti struktur dan
menyeimbangkan ke struktur lainnya.

XIV

STRUKTUR KONSTRUKSI 3

High Rise Building


KELOMPOK 1|SISTEM STRUKTUR PARALLEL BEARING WALL
Bangunan Tinggi adalah istilah untuk menyebut suatu bangunan yang memiliki
struktur tinggi. Penambahan ketinggian bangunan dilakukan untuk menambahkan
fungsi dari bangunan tersebut. Contohnya bangunan apartemen tinggi atau perkantoran
tinggi.
Bangunan tinggi menjadi ideal dihuni oleh manusia sejak penemuan elevator (lift)
dan bahan bangunan yang lebih kuat. Berdasarkan beberapa standard, suatu
bangunan biasa disebut sebagai bangunan tinggi jika memiliki ketinggian antara 75 kaki
dan 491 kaki (23 m hingga 150 m). Bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari 492
kaki (150 m) disebut sebagai pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13
kaki (4 meter), sehingga jika suatu bangunan memiliki tinggi 79 kaki (24 m) maka
idealnya memiliki 6 tingkat. (Wikipedia)
Sistem struktur bangunan tinggi yang umum digunakan ada 14 macam, yaitu
1. Dinding pendukung sejajar
(Parallel bearing wall)
2. Inti dan dinding pendukung
fasade (Core and faade bearing
wall)
3. Boks Berdiri sendiri (Self support
box)
4. Plat terkantilever (Cantilevered
slab)
5. Plat rata (Flat slab)

6. Interspasial (interspatial)
7. Gantung (suspention)
8. Rangka Selang Seling
(Staggered truss)
9. Rangka Kaku (Rigid frame)
10. Rangka Kaku dan Inti (Rigid
frame and core)
11. Rangka Trussed (Trussed frame)
12. Rangka Belt trussed dan inti (Belt
trussed frame and core)

XV

13. Tabung dalam tabung (Tube in


tube)

14. Kumpulan tabung (Bundled tube)


15.

16. Pemilihan sistem struktur bangunan tinggi tidak hanya berdasarkan atas
pemahamana struktur dalam konteksnya semata, tetapi lebih kepada faktor
fungsi terkait dengan kebutuhan budaya, sosial, ekonomi dan teknologi.
17. DINDING PENDUKUNG SEJAJAR (PARALLEL BEARING WALL)
18.

Sistem dinding pendukung sejajar berfungsi sebagai dinding pemikul


beban, khususnya beban vertical bangunan. Struktur massa kecuali sebagai
pemikul, juga berfungsi sebagai penutup ruang dan pelindung terhadap iklim
yang sempurna. Tetapi karena dibutuhkan bahan yang banyak dan upah
pemasangan yang mahal, maka menjadi kurang ekonomis.

19.
20.
21.

(Pic: google)

(pic:google)

Dinding pendukung sejajar tersebut dapat dibuat dengan bahan yang


dapat cukup kuat untuk menahan beban khususnya beban vertical, seperti kayu,
besi, dan beton. Untuk mendapatkan kekuatan maksimal pada umumnya
Bearing Wall menggunakan bahan beton bertulang yang memiliki kekuatan yang
sangat baik. Penggunaan Baearing Wall sendiri umumnya ditemukan pada
bangunan bangunan tinggi yang memiliki beban/gaya yang sangat besar
sehingga diperlukan sebuah struktur yang mampu menahan keseluruhan

XVI

beban/gaya yang terjadi pada bangunan. Karena dinding bantalan membawa


beban kompresi vertikal dan relatif ramping dibandingkan dengan tinggi badan
mereka, dinding batu tipis yang lentur benar-benar bisa menyebabkan kegagalan
karena kelemahan yang melekat pada batu dalam ketegangan. Pilaster dapat
digunakan untuk mengeraskan dinding bantalan terhadap tekuk tanpa
penebalan. alternatif dinding dapat menegang dengan membangun dalam dua
wythes terpisah (lapisan) yang terhubung pilaster internal yang membentuk
setara dinding H-Column. Dinding bantalan paralel biasanya digunakan untuk
rumah multifamily. mereka tidak hanya memberikan dukungan utama untuk lantai
dan atap masing-masing unit, tetapi juga berfungsi untuk mengisolasi unit untuk
akustik dan kontrol. Pola dindin
22. bantalan paralel paricularly untuk
baris-rumah
dan
kota-house
rencana di mana setiap unit
memiliki akses ke dua belah
pihak untuk masuk, melihat dan
ventilasi silang.

24. The Monadnock Building di


Chicago adalah salah satu
contoh dari bangunan tinggi yang
menggunakan struktur Parallel
Bearing Wall. (Sumber: Buku
Understanding Structure).

26.

27.