Anda di halaman 1dari 2

Nama : Erma Fika Lasabuda

NIM: 14061034
Kelas : A semester 2

1. Pemikiran Socrates
Alasan saya memilih pemikiran Socrates yaitu karena seorang Socrates adalah orang
yang sederhana, baik, jujur dan adil. Semasa hidupnya ia gunakan untuk berfilsafat
dan membantu orang lain menemukan kebenaran yang sebenarnya . Socrates sangat
demikian adilnya, sehingga Ia tak pernah berlaku zalim. Ia begitu pandai menguasai
dirinya, sehingga Ia tak pernah memuaskan hawa nafsu dengan merugikan
kepentingan umum. Dan ia demikian cerdiknya, sehingga ia tak pernah khilaf dalam
menimbang baik dan buruk.
Socrates dalam berfilsafat memiliki pemikiran yang berisikan :
-

Manusia harus hidup dengan tujuan kebaikan (eudoimonia) bukan

semata-mata mengejar materi. Pemikiran ini membuat saya lebih mngerti


arti hidup saya, hidup bukan hanya semata-mata mengejar materi atau
kepuasan dunia saja dan meninggalkan perbuatan-perbuatan baik.
Keduanya harus diimbangi antara kebaikan dan kepuasan dunia. Saya
sebeleum belajar filsafat ini lebih banyak menghabiskan hidup saya untuk
mengejar materi dan melupakan melakukan perbuatan yang baik untuk
mengimbangi kehidupan saya. Pemikiran socrates ini sangat berpengruh
terhadap hidup saya sekarang, saya lebih banyak melakukan aktivitasaktivitas yang membuat saya dapat memaknai hidup saya, seperti lebih
banyak beribadah, berdoa dan tidak lupa melakukan perbuatan baik
kepada sesama. Saya sekarang menyadari bahwa betapa pentingnya arti
kehidupan itu. Karena saya percaya Tuhan menciptakan manusia untuk
alasan tertentu dan untuk tujuan tertentu pula. Socrates juga mengatakan bahwa
jiwa manusia bukanlah nafasnya semata-mata, tetapi asas hidup manusia dalam arti yang
lebih mendalam. Jiwa itu adalah intisari manusia, hakekat manusia sebagai pribadi yang
bertanggung jawab. Oleh karena jiwa adalah intisari manusia, maka manusia wajib
mengutamakan kebahagiaan jiwanya (eudaimonia = memiliki daimon atau jiwa yang baik),

lebih dari pada kebahagiaan tubuhnya atau kebahagiaan yang lahiriah, seperti umpamanya:
kesehatan dan kekayaan. Menurut socrates, jiwa manusia memiliki kemampuan untuk dua
aktivitas sekaligus yakni aktivitas mengetahui dan aktivitas menghendaki (bertindak).
Aktivitas mengetahui menunjuk kepada kemampuan jiwa manusia untuk mencapai atau
menangkap sesuatu yang baru di luar dirinya. Sedangkan aktivitas menghendaki menunjuk
pada perbuatan atau tindakan yang dilakukan seseorang. Keyakinan ini mneghantar socrtaes
untuk tiba pada kesimpulan bahwa bila seseorang memilik pengetahuan tentang yang baik
maka ia akan terdorong untuk berbuat yang baik. Oleh karena itu bagi sokrates jiwa yang
baik harus diisi dengan pengetahuan karena hanya dengan pengetahuan manusia bisa
melakukan yang baik. Semakin banyak jiwa seseorang mengetahui, semakin banyak ia
berbuat yang baik. Manusia harus membuat jiwanya menjadi jiwa yang sebaik
mungkin.Jikalau hanya hidup saja, hal tersebut belum ada artinya. Pendirian Socrates yang
terkenal adalah Keutamaan adalah Pengetahuan. Keutamaan di bidang hidup baik tentu
menjadikan orang dapat hidup baik. Hidup baik berarti mempraktekkan pengetahuannya
tentang hidup baik itu. Jadi baik dan jahat dikaitkan dengan soal pengetahuan, bukan dengan
kemauan manusia.
2. catatan kritik atau saran
- materi tentang filsafat selama ini mudah saya mengerti, dan
proses pembelajran yang berlangsungpun sangat menarik karena sir
dapat

memberikan

gambaran-gambaran

melalui contoh yang mudah dipahami.


-saran terhadap pengajar

umum

kepada

kami