Anda di halaman 1dari 9

PEWARNAAN NEGATIF

II. Tujuan
1. Dapat melakukan prosedur pewarnaan negatif dan memahami pentingnya setiap langkah
dalam prosedur,
2. Dapat memahami reaksi kimiawi dari dalam prosedur tersebut.
3. Mengamati Morfologi Bakteri yang terdapat pada preparat

III. Tinjauan Teori


Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena selain bakteri itu
tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan
suatu teknik pewarnaan sel bekteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Olek karena
itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitianpenelitian mikrobiologi (Rizki, 2008).
Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus, basil, spirilum, dan sebagainya) dapat
dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Istilah pewarna sederhana dapat diartikan
dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte, 1990).
Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya
bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan
sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Faktor-faktor
yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna , substrat, intensifikasi
pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna,
kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. sebaliknya terdapat juga
preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam,
dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro, 1994).
Macam macam pewarnaan (yulneriwanti,2008):
1. Pewarnaan negatif
Bakteri tidak diwarnai tetapi mewarnai latar belakangnya
Ditujukan untuk bakteri yang sukar untuk diwarnai, seperti spirochaeta.
2. Pewarnaan sederhana
Menggunakan satu macam zat warna (biru methylen/air fuchsin)
Tujuannya hanya melihat bentuk sel
3. Pewarnaan differensial
Menggunakan lebih dari satu macam zat warna
Tujuannya untuk membedaka antara bakteri
Contoh: pw.gram.pw. bakteri tahan asam
4. Pewarnaan khusus
Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri, seperti kapsul,spora, flagel,
(yulneriwanti,2008)
Pada dasarnya pewarnaan negatif bukan digunakan untuk mewarnai bakteri, tetapi mewarnai
latar belakangnya menjadi gelap, zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan
sekitarnya, sehingga bakteri tampak transparan dengan latar belakang hitam. Pewarnaan negatif,
metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi latar belakngnya menjadi hitam gelap. Pada
pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Teknik ini berguna untuk
menentukan morfologi dan ukuran sel. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau
perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia, maka terjadi penyusutan dan salah satu bentuk agar
kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Metode ini menggunakan cat

nigrosin atau tinta cina. Pewarnaan negatif atau pewarnaan asam dapat terjadi karena senyawa
pewarnaan berwarna negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral, dinding sel bakteri cenderung
bermuatan negatif sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel
bakteri. Oleh karena itu dinding sel menjadi tidak berwarna. Contoh pewarna yang biasa digunakan
yaitu tinta cina, larutan nigrosin, asam pikrat dan eosin. Teknik ini berguna untuk menentukan
moffologi dan ukuran sel. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan
yang keras dengan bahan-bahan kimia, maka terjadi penyusutan dan salah satu bentuk agar penentuan
sel dapat diperoleh denagan lebih tepat. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina
(Hadiotomo,1990).
Pada pewarnaan negatif, lingkungan yang berwarna hitam disebabkan oleh pewarna yang
digunakan adalah nigrosin atau tinta cina yang memiliki warna dasar hitam. Hal ini telah sesuai
dengan pustaka yang menyebutkan bahwa zat pewarna asam membawa suatu muatan negatif, maka
pada sel yang permukaannya juga negatif akan ditolak oleh sitoplasma sel sehingga zat warna ini akan
berkaitan dengan lingkungan yang mengelilingi sel dan bagian dalam sel akan tetap berwarna bening
(Alcamo,1996)
Selaini itu, disebutkan juga pustaka bahwa bakteri merupakan organisme mikroseluler yang
pada dinding selnya mengandung ion negatif, zat warna (nigrosin) yang bermuatan negatif tidak akan
mewarnai sel tetapi yang terwarnai adalah lingkungan luarnya saja (entjang,2003)

IV. ALAT DAN BAHAN


1. ALAT
N
O
1
2
3
4.

NAMA ALAT
Lampu Spritu
Ose
Objek glass
Mikroskop

UKURAN

JUMLAH

1
1
5
1

2. BAHAN
N
O
1
2
3
4
5

NAMA BAHAN
Bakteri
Karbol Funchsin
Kristal violet
Minyak imersi
Tinta cina

WUJUD

KONSENTRASI

JUMLAH

Cair
Cair
Cair
cair

10 ml
10 ml
5 ml
-

V. Prosedur Kerja
No

Cara kerja

Hasil pengamatan

No

Cara kerja

Hasil pengamatan

VI. Pembahasan

Pewarnaan negatif atau peawarna asam dapat terjadikarena senyawa pewarna


bermuatan negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral, dinding sel bakteri cenderung
bermuatan negatif sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding
sel. Oleh karena itu sel menjadi tidak berwarna. Contoh pewarna yang biasa digunakan yaitu
tinta cina, larutan nigrosin, asam pikrat dan eosin.
Pewarnaan negatif, metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar
belakangnya menjadi hitam gelap. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan
(tembus pandang). Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Pada
pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahanbahan kimia, maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga
penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Dengan demikian pewarnaan negatif
berguna untuk melihat bentuk-bentuk sel yang sesungguhnya serta berguna untuk
pengukuran-pengukuran bakteri. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina.
Pewarnaan negatif yaitu pewarnaan yang ditujukan terhadap bakteri yang sulit diwarnai,
dimana bakterinya tidak diwarnai melainkan latar belakangnya, metode pewarnaan negatif merupakan
suatu metode perwarnaan umum, dimana digunakan larutan zat warna yang tidak meresap ke dalam
sel-sel bakteri melainkan melatar belakangi sehingga kelihatan atau nampak sebagai bentuk-bentuk
kosong tak berwarna(negatif) (Lay.1994).

Dari praktikum yang dilakukan, ditemukan bakteri bentuk coccus yang tidak
terwarnai (transparan) tetapi latar belakangnya hitam karena tidak menyerap zat warna yang
diberikan yaitu tinta cina.
Prinsip pewarnaan negatif yaitu suatu metode pewarnaan tidak langsung dimana digunakan
larutan zat warna yang tidak meresap kedalam sel bakteru melainkan ke dalam latar belakangnya
(Lay.1994)

VII. Kesimpulan
-

Pewarnaan kapsul ialah metode pewarnaan diferensial yang khususnya untuk


melihat bagian bagian kapsul dari suatu bakteri

Berdasarkan pengamatan yang di bawah mikroskop, maka dapat disimpulkan bahwa


pada sampel tersebut ditemukan bakteri berbentuk coccus dengan latar belakang
hitam.

Reagen yang digunakan dalam praktikum ini adalah tinta cina, alkohol, oil immersion

Pewarnaan bakteri dipengaruhi faktor-faktor antara lain fiksasi, pelunturan warna, substrat,
intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup
Macam-macam
pewarnaan
anatara
lain
:
pewarnaan
sederhana,pewarnaan
differensial,pewarnaan spora dan perwarnaan kapsul

VIII. Daftar Pustaka


1.

Alcamo, I.E.1996. Fundamental of Microbiology, 5th Edition. Addison Wesly Longman, Inc :
New York

2.

Entjang, I.2003. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan. Citra Aditya
Bakti. Bandung

3.

Hadiotomo, Ratna Siri. 1990. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta : PT. Gramedia.

4.

Jimmo.2008. Http:// Pembuatan Preparat Dan Pengecatannya_Blog

5.

Yulneriwanti.2008.http://01-bakteri.html.diakses pada tanggal 22 september 2016

Jakarta, 20/09/2016
Nilai

(Tanda Tangan)

Riong S Panjaitan M.Si

````````````````````````````````````

(Tanda Tangan)

Harijadi Basri. Ir

(Tanda Tangan)

Algren Ruben Awirana

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

PEWARNAAN NEGATIF

NAMA : ALGREN RUBEN AWIRANA


NPM : 1543050056
GRUP : F
KELOMPOK : V

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA