Anda di halaman 1dari 18

MODUL 1

PENGANTAR SISTEM OTOMASI


I.

PENDAHULUAN
Pada jaman ini semua sudah serba canggih dengan adanya globalisasi dan
dengan adanya teknologi dalam berbagai bidang. Kita hidup di jaman yang sudah
modern, dimana semuanya serba otomatis. selain agar lebih mudah, otomasi juga
dapat menghemat waktu, dan biaya. Otomasi dapat mempercepat perkembangan
dunia industri. Pada jaman yang berkembang ini dapat dikatakan sudah adanya
modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pengantar sistem otomasi
ini mengenal sistem otomasi serta input-input yang ada seperti relay dan push
button.
Otomasi merupakan teknologi yang didasari atas aplikasi mekanis, elektronis
dan komputer untuk operasi dan kontrol produksi. Teknologi yang dimaksud
meliputi mesin-mesin pemrosesan yang otomatis, mesin perakitan yang otomatis,
robot-robot industri, sistem pemindahan dan penyimpanan yag otomatis, sistem
inspeksi yang otomatis, proses pengendalian terkomputerisasi, dan sistem
perencanaan, pengumpulan data, serta pengambilan keputusan untuk aktivitas
manufaktur yang terkomputerisasi.
Otomasi digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan halhal yang
rutin, karena yang seperti kita tahu bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam
hal ketelitian, beda hal nya dengan mesin atau komputer. Jadi, otomasi ini dapat
menggantikan fungsi pekerjaan manusia. Dengan adanya otomasi, pekerjaanpekerjaan yang ada akan menjadi lebih praktis dan efisien. Para pekerja juga tidak
perlu kesusahan untuk menyelesaikan pekerjaannya karena sebagian pekerjaan
sudah dilakukan dengan otomasi seperti contohnya bantuan mesin. Kebanyakan
industri manufaktur sudah menggantikan tenaga pekerjanya menjadi operator yang
bertugas untuk mengontrol kegiatan proses produksi.
Proses automatisasi ini tentu menghasilkan produk atau output yang lebih baik
dibandingkan dengan yang dikerjakan oleh manusia. Dengan adanya proses
automatisasi ini, operator juga harus tahu bagaimana cara mengoperasikan mesin
yang ada. Tujuan dari pembelajaran sistem otomasi ini adalah untuk mengetahui
cara-cara yang benar dari manual ke semua pengoperasian yang serba otomatis.

II.

TUJUAN
Mahasiswa mengetahui dan memahami perangkat dasar yang digunakan dalam
otomasi (switch, pushbutton, relay, contactor, power supply, multimeter)
1

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

Mahasiswa memahami prinsip kerja relay


Mahasiswa memahami gambar rangkaian dari berbagai percobaan pada
praktikum yang ada.
Mahasiswa memahami prinsip kerja rangkaian self-holding

III.

DASAR TEORI
Ditinjau dari sisi teknologi, otomasi industri merupakan integrasi antara
teknologi mekatronika, teknologi komputer dan teknologi informasi. Secara
harfiah pengertian otomasi adalah teknik untuk membuat perangkat, proses, atau
sistem berjalan secara otomatis, status pada saat dioperasikan secara otomatis,
mengendalikan operasi secara otomatis perangkat, proses, atau sistem dengan alat
mekanis atau elektronis yang menggantikan organ manusia untuk observsi, usaha,
dan pengambilan keputusan. Lawan dari otomasi adalah proses manual. Otomasi
adalah robotisasi atau otomasi industri atau kontrol numerik merupakan
pemanfaatan sistem kontrol seperti halnya komputer yang digunakan untuk
mengendalikan mesin-mesin industri dan kontrol proses untuk menggantikan
operator tenaga manusia.
Sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang berkaitan
dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer
(komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk
memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki
fungsi tertentu. Industrialisasi itu sendiri merupakan tahapan dalam pelaksanaan
mekanisasi, dimana konsep mekanisasi tetap mesin-mesin industri dilakukan
manusia sebagai operator dengan menempatkan mesin sebagai pembantunya
sesuai dengan permintaan kerja secara fisik, yang jelas terjadi penurunan besarbesaran kebutuhan manusia sebagai sensor begitu juga berkaitan dengan mental
kerja.
Otomasi mampu meningkatkan aturan main dalam era ekonomi global dan
meningkatkan pengalaman kerja sehari-hari, misal seorang insinyur dapat
mengembangkan penggabungan berbagai ragam devais secara otomatis dan
dengan bantuan model matematika dan peralatan pengorganisasi untuk
membangun sistem yang sangat kompleks sehingga mempercepat pengembangan
aplikasi dan kegiatan manusia.
Sistem otomasi industri berdasarkan konfigurasi sistem kontrol, fasilitas dan
cakupan kerjanya dikelompokkan menjadi:

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi


-

Direct Digital Control (DDC), pada sistem ini, proses dikontrol langsung
oleh kontroler elektronik/komputer. Sistem ini banyak diterapkan pada
pabrik pengolahan dengan mesin prose sederhana (mesin pengemasan
kosmetik, mesin pengolahan kayu, mesin pengemasan makanan, mesin
pengemasan obat dan sebagainya). Pada level otomasi industri menempati

Level-1 (Unit Control/Sell).


Distributed Control System (DCS), sistem ini menerapkan kontrol
terdistribusi, yaitu setiap proses dikontrol oleh masing-masing local
controller. Sedangan masing-masing local controller tersebut dikendalikan
oleh main controller atau supervisory computer. Sistem ini telah
memanfaatkan teknologi jaringan komputer lokal (sering juga dilengkapi
dengan panel MMI untuk memonitor proses) dan banyak dipakai pada
pabrik pengolahan dengan jumlah proses yang banyak dalam satu jalur
produksi (contoh: pabrik pengolahan bahan kimia, pabrik ban, pabrik baja,
pabrik kertas dan sebagainya). Pada level otomasi industri menempati

Level-1 (Group Control).


Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), sistem ini dapat
dikatakan sebagai DCS yang dilengkapi dengan fasilitas:
a. Display visualisasi proses yang sedang berjalan
b. Display alarm and kejadian untuk gangguan (alarm log, logbook)
c. Display trend data (numerik dan grafik) dinamis dan hasil analisisnya
d. Display handbook, datasheet, inventory, expert system (documentation)
e. Komunikasi dan sinkronisasi data dengan kantor pusat.
Ditinjau dari aplikasinya otomasi dapat dibedakan berdasarkan obyek

yang harus diselesaikan, yaitu:


1. Tipe tetap
yaitu mesin otomatis dibuat khusus untuk menyelesaikan pekerjaan
produksi tertentu saja, dan tidak dirancang untuk meyelesaikam
produk lainnya. Pada umumnya mesin otomasi jenis ini digunakan
untuk produksi dalam jumlah banyak dan dibutuhkan waktu
produksi yang cepat akan tetapi sangat ekonomis biaya produksinya
dengan efisiensi yang cukup tinggi.
2. Tipe semi tetap
yaitu mesin dibuat untuk memproduksi atau menangani satu macam
produk atau tugas, namun dalam beberapa parameter (ukuran,
bentuk dan bagian produk) dapat diatur secara terbatas. Investasi
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

awal termasuk cukup tinggi, karena mesin masih bersifat khusus.


Robot yang mandiri termasuk dalam kategori ini.
3. Tipe fleksibel
yaitu mesin dibuat agar dapat digunakan untuk banyak ragam
produknya, sistem otomasi lebih bersifat menyeluruh, bagianbagian produk dapat diproduksi pada waktu yang bersamaan. Yang
termasuk dalam kategori ini contohnya FMS (Flexible Automation
System) dan CIM (Computer Integrated Manufacturing). Robot
adalah salah satu pendukung dalam kelompok otomasi ini.
Ada beberapa perincian level otomasi menurut Prof. Dr. H. Kirrmann dari
Pusat Riset EPFL/ABB Swiss, dengan penjelasan sebagai berikut:
Administrasi: Keuangan, sumber daya manusia, dokumentasi dan perencanaan
(administration) jangka panjang.
Perusahaan: Menentukan target produksi dan merencanakan perusahaan sumber
daya, mengkoordinir lokasi berbeda, mengatur order/pesanan, memprediksi
perilaku proses produksi di masa depan khususnya untuk pemeliharaan peralatan,
menelusuri indikasi kunci keberhasilan untuk kepentingan optimasi aset.
Rekayasa/Produksi: Mengatur pelaksanaan, sumber daya, alur kerja, pengawasan
(manufacturing) kualitas, jadwal produksi, pemeliharaan, menyimpan data pabrik
dan produk untuk keperluan proses berikutnya dengan cara yang aman, menelusuri
proses produksi dan produk untuk sistem manajemen dan informasi pabrik (plant
information and management system PIMS).
Pengawasan: Mengawasi lokasi dan produksi, mengoptimalkan, melaksanakan
(supervision)

operasi,

visualisasi

proses

produksi

dalam

bentuk

panel

display/SCADA) (man-machine interface-MMI), menyimpan data proses dan


membukukan operasi produksi.
SCADA: urutan perintah operasi, proteksi dan penyambungan.
Field: Mengakuisisi data (sensor dan aktuator) dan mentransmisikan data. Level
Field berinteraksi dengan sistem mekanis proses (primary technology) secara tidak
langsung.
Ada beberapa komponen utama pada rangkaian daya yaitu :
1. Sumber tegangan sistem
Sumber tegangan ini sama dengan sumber tegangan yang ada pada induksi
pada umumnya yaitu 380 V dan 220 V untuk standar tegangan di Indonesia.
2. Transformator
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

Device ini berguna untuk menurunkan atau menaikkan tegangan sehingga


diperoleh tegangan output (sekunder) sesuai dengan tegangan kerja sistem
antara PLC jika yang ada bertegangan kerja 100V (device standar Jepang)
maka diperlukan step down trafo input 380 V dan 100 V.
3. Power Supply
Device ini berguna untuk menyearahkan tegangan AC menjadi tegangan DC
yang dibutuhkan untuk sumber tegangan kerja pada type PLC tertentu.
4. Breaker
Breaker berguna untuk memutuskan atau menghubungkan rangkaian dari
sumber tegangan, istilah ini bisa terjadi pada saat kondisi overload, hubungan
singkat dan untuk pemeliharaan, rating tegangan pun harus dipilih sesuai
dengan kapasitas beban yang dilayaninya, dalam hal ini harus dihitung
besarnya daya pada transformator yang melayani device-device seperti power
supply, PLC, relay dan lain-lain.
5. Earth Leakage Breaker (ELB)
Kegunannya hampir sama dengan breaker biasa yaitu memutus-hubungkan
rangkaian dari sumber tegangan, hanya saja ELB memiliki fungsi khusus yaitu
mengisolir sistem dari gangguan hubungkan tanah.gangguan hubung tanah
yang dimaksudkan disini yaitu adanya arus bocor dari sistem ke tanah sehingga
bisa menyebabkan adanya potensi tegangan sentuh yang berbahaya pada
keselamatan manusia. ELB akan memutuskan sistem jika dideteksi adanya
arus bocor beberapa miliampere saja tergantung rating dari ELB tersebut.
6. Circuit Protector
Sebagaimana fungsi breaker, circuit protektor berfungsi khusus untuk
melindungi rangkaian dari gangguan arus lebih dan hubungan singkat, dan bisa
dikatakan bahwa circuit protector adalah breaker dengan rating arus kecil
untuk melindungi rangkaian kontrol.
7. Noise Filter
Device ini berguna untuk men-filter adanya riak-riak tegangan freukuensi yang
memasuki sistem sehingga output-nya selalu menghasilkan tegangan dan
freukuensi yang tidak mengganggu sistem kontrol PLC, Device ini berupa
hubungan seri pararel dari Induktor dan Capasitor yang mampu meredam
khususnya freukuensi-freukuensi liar.
8. Relay
Sebagaimana diketahui bahwa relay akan selalu ada dalam sistem kontrol
bagaimana jenis dan bentuk sistem yang dipakai, manfaatnya dalam mengatur

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

kondisi off-on device menyebabkan relay dipakai dalam sistem rangkaian daya
untuk sistem kontrol.
9. Maintenance Source
Device ini sama dengan stop kontak biasa yang memberikan sumber tegangan
kerja untuk komputer/notebook bagi keperluan pemeliharaan, me-monitoring
dan troubleshooting sistem kontrol PLC.
PLC adalah device kontrol yang juga membutuhkan sistem kontrol pendukung
sebagaimana device-device kontrol lainnya, dan untuk mengaktifkan kerja dari device
ini maka dibutuhkan sumber tegangan dari luar yang disusun dalam sebuah sistem
kontrol yang bertujuan untuk mengatur dan melindungi sistem.
Ada 3 sistem kontrol pendukung yang harus di-instal pada sistem kontrol PLC
yaitu:
1. kontrol rangkaian daya yang mensuplai tegangan sumber ke PLC dan untuk
sumber cadangan bagi penambahan sistem.
2. kontrol rangkaian input yang mensuplai tegangan sumber ke input-an PLC.
3. kontrol rangkaian output yang mensuplai tegangan sumber ke output-an
PLC.

IV.

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN

V.

2 buah push button normally open (NO)


2 buah push button normally closed (NC)
2 buah relay
2 pilot lamp AC
1 buah power supply
1 buah Miniature Circuit Breaker (MCB)
1 buah multimeter
Kabel penghubung dan konektor

GAMBAR RANGKAIAN
1. PERCOBAAN SWITCH

Gambar 1.1. Percobaan Switch


2. PERCOBAAN PUSH BUTTON

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

Gambar 1.2. Percobaan Push Button Normally Open

Gambar 1.3. Percobaan Push Button Normally Closed


3. PERCOBAAN RELAY

Gambar 1.4. Percobaan Push Button NO, Relay NO

Gambar 1.5. Percobaan Push Button NO, Relay NC

Gambar 1.6. Percobaan Push Button NC, Relay NO

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

Gambar 1.7. Percobaan Push Button NC, Relay NC


4. GERBANG LOGIKA

Gambar 1.8. Percobaan NAND

Gambar 1.9. Percobaan AND

Gambar 1.10. Percobaan OR

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

9
Gambar 1.11. Percobaan NOR

Gambar 1.12. Percobaan NOT


5. PERCOBAAN SELF HOLDING

Gambar 1.13. Percobaan Self-Holding

VI.

LEMBAR DATA

VII. TUGAS LAPORAN


1. Gambarkan dan jelaskan diagram hirarki otomasi industri!

Gambar 1.14. Hirarki Sistem Otomasi


Hirarki sistem otomasi industri terdiri dari 5 level yaitu:
a. Level 0 (Actual Process Production)
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi


Level

ini

10
disebut

sebagai

proses

produksi

dengan

menggunakan berbagai jenis mesin produksi tergantung pada kebutuhan


produksi. Mesin produksi yang sering digunakan seperti mesin potong, sistem
conveyor dan mesin injek yang dikontrol secara otomatis dan saling
terintegrasi dengan sistem yang lain.
b. Level 1 (Control)
Level control unit ini berperan sebagai fungsi kontrol kinerja dari
mesin-mesin produksi. Fungsi kontrol merupakan sistem yang terdiri dari
proses pengolahan input dan output. Proses kontrol menggunakan berbagai
macam device controller seperti PLC ( Progammable Logic Control )
c. Level 2 (Supervisory)
Supervisory merupakan proses monitoring kinerja dari plant di floor
produksi. Level ini berguna untuk mengintegrasikan seluruh unit kontrol yang
digunakan untuk produksi. Intergrasi dilakukan untuk memperoleh data secara
nyata seperti kondisi di lapangan yang dapat disimpan dalam database dan
divisualisasikan secara real time untuk memonitoring kondisinya.
d. Level 3 (Enterprise)
Tingkat ini memasuki proses manajemen bisnis. Level enterprise
mengarah pada bagaimana proses produksi itu berlangsung dengan
mempertimbangkan segala sumber daya yang ada.
e.

Level 4 (Administration)
Level administration terdiri dari financial, statistic dan planning. Level

ini merupakan poses manajemen bisnis. Perusahaan akan melakukan


forecasting atau peramalan tentang bagaimana kondisi pasar dalam beberapa
waktu kedepan. Keadaan ini yang menentukan seberapa besar sebuah produk
akan diproduksi. Pada level ini berlangsung proses financial atau keuangan
perusahaan.
2. Gambarkan rangkaian gerbang logika (AND, OR, NOT dll) untuk alarm proses
dibawah ini!

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

11

Kondisi terjadinya alarm adalah :


High temperature dan low pressure
High pressure dan high level
High level, low temperature dan high pressure
3. Jelaskan perbedaan dan persamaan dari relay dan contactor!
Perbedaan :
-

Bentuk
Bentuk kontaktor lebih besar daripada bentuk relay.

Fungsi
Biasanya kontaktor digunakan untuk salah satu material untuk sistem
motor induksi 3 fasa. Relay digunakan untuk salah satu alat bantu untuk
sistem kontrol (PLC).

Persamaan :
-

Sama-sama memiliki normaly open dan normally close.

Sama-sama memiliki koil

4. Jelaskan syarat-syarat atau kriteria relay yang baik dan aplikasi relay pada
kehidupan sehari-hari!
- Kepekaan (sensitivity)
Pada prinsipnya relay harus cukup peka sehingga dapat mendetekasi gangguan
di kawasan pengamanannya meskipun gangguan yang ada relatif kecil.
- Keandalan (reliability)
Relay harus selalu berada pada kondisi yang mampu melakukan pengamanan
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

12

pada daerah yang diamankan. Keandalan memiliki 3 aspek yaitu dependability,


security, dan availability.
- Selektifitas (selectivity)
Relay harus dapat membedakan gangguan berada di mana.
- Kecepatan kerja
Relay yang baik adalah relay yang mampu beroperasi dalam waktu kurang dari
50 ms.
- Sederhana
Relay harus disusun sesederhana mungkin namun tetap mampu bekerja sesuai
dengan tujuannya.
- Ekonomis
Relay harus memiliki perlindungan maksimum dengan biaya yang minimum.

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari seperti relay untuk klakson mobil, lampu
utama kendaraan, wiper, alarm, fuel pump, lampu kabut, dll.

5. Jelaskan minimal 3 aplikasi rangkaian self holding dalam kehidupan seharihari!


-

Remote AC

Tombol on off pada handphone

Tombol radio dalam mobil


Ketiga contoh di atas merupakan aplikasi rangkaian self holding. Pada saat
menggunakan ketiga contoh di atas, untuk menyalakannya hanya perlu
menekan tombol sekali dan bila tombol tersebut di lepas, ketiga alat di atas
tetap menyala dan tidak mati.

VIII. APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Pada jaman ini, otomasi memang sangat diperlukan. Apalagi dengan adanya
globalisasi yang menuntut kita dan kehidupan kita untuk melakukan semua yang
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

13

serba canggih dan cepat. Otomasi sangat diperlukan terutama untuk kegiatan
industri maupun usaha-usaha yang lain dengan tingkat permintaan pasar yang
tinggi, kesulitan untuk melakukan inspeksi manual pada proses produksi maupun
produk yang sudah jadi, proses produksi yang kompleks dan membutuhkan
teknologi yang tinggi, kebutuhan distribusi yang harus cepat, banyaknya variasi
produk, serta kebutuhan pengemasan produk yang khusus dengan standar tertentu.
Otomasi sendiri sangat berguna untuk meningkatkan produktivitas (demand
rate yang tinggi), mengurangi atau menghilangkan pekerjaan rutin manual atau
clerical tasks, meningkatkan safety bagi pekerja, meningkatkan kualitas produk,
mengurangi waktu produksi (manufacturing lead time), melakukan pekerjaan yang
tidak dapat dilakukan dengan cara manual, menghindari biaya tinggi, serta
mengantisipasi kekurangan tenaga kerja dalam proses produksi.
Otomasi menghasilkan banyak produk dengan hasil dan kualitas yang bagus
serta kuantitas yang banyak. Contoh otomasi produk hasil industri seperti mobil.
Seperti yang kita tahu, mobil banyak komponen seperti kaca jendela, tempat
duduk, radio, wiper, rem, klakson, dan lain lain. Begitpun juga dengan avionics
pesawat, auto pilot dalam pesawat, rekaman penerbangan seperti black box, serta
manajemen penerbangan seperti jumlah penumpang yang mampu ditampung.
Semua hal di atas dilakukan dengan otomasi. Tentu saja karena otomasi, semua
pekerjaan manusia menjadi lebih gampang atau dalam kata lain diringankan.
Otomasi dalam proses manufaktur juga termasuk pada conveyor, mesin CNC,
robot, serta logistik. Dengan adanya otomasi dalam proses manufaktur, pembuatan
produk menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan bila dikerjakan oleh
manusia. Tingkat ketelitian pada mesin jauh lebih teliti daripada manusia sendiri.
Otomasi juga ada dalam pembangkit listrik seperti penyediaan bahan baku; proses
utama (tenaga uap, tenaga angin); keamanan personal, pabrik dan lingkungan
sekitar; dampak lingkungan; proses pembangkitan (voltage dan frekuensi); serta
distribusi energi.
Otomasi dalam kehidupan sehari-hari bisa dilihat di sekeliling kita seperti
pemasangan relay pada motor agar lampu motor menjadi lebih terang. Push button
yang ada pada conveyor, menyalakan lampu, menyalakan alarm, dan masih
banyak lagi. Push button di atas dimaksudkan untuk memberi tahu kode untuk
membedakan fungsi dari tiap tombol atau alat.
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

IX.

14

ANALISA
Laporan
Pada percobaan switch, ada dua kondisi yaitu on dan off. Pada posisi switch on,
kondisi lampu akan menjadi nyala dengan hambatan sebesar 4,5 ohm. Adanya
besar hambatan sebesar 4,5 ohm menandakan bahwa ada arus listrik yang mengalir
dari kutub positif ke kutub negatif rangkaian karena kedua lempeng yang
bersentuhan menyebabkan lampu yang menyala. Dengan lampu yang menyala,
arus yang melalui hambatan dapat diukur. Pada posisi switch off, kondisi lampu
akan menjadi mati dengan hambatan sebesar 0 ohm. Tidak adanya besar hambatan
akibat posisi switch off menandakan bahwa tidak adanya arus listrik yang mengalir
dari kutub positif ke kutub negatif rangkaian karena kedua lempeng tidak
bersentuhan sehingga lampu tidak menyala. Karena tidak adanya arus listrik inilah
hambatan tidak dapat diukur atau dalam kata lain tidak ada hambatan.
Pada percobaan push button ada dua kondisi yaitu normally open dan normally
close. Pada percobaan push button normally open, bila tombol push button
normally open ditekan, maka lampu akan menyala dengan besar hambatan 0,5
ohm. Pada percobaan push button normally open, bila tombol push button
normally open tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala dengan besar
hambatan 0 ohm. Pada percobaan push button normally close, bila tombol push
button normally close ditekan, maka lampu tidak akan menyala dengan besar
hambatan 0 ohm. Pada percobaan push button normally close, bila tombol push
button normally close tidak ditekan, maka lampu akan menyala dengan besar
hambatan 1,8 ohm. Peristiwa di atas terjadi karena pada percobaan push button
normally open, pada awalnya kedua lempeng tidak menempel, sehingga ketika
ditekan, kedua lempeng akan menempel maka arus listrik mengalir dari kutub
positif ke kutub negatif yang mengakibatkan lampu menyala. Sedangkan, ketika
tidak ditekan kedua lempeng tersebut akan terlepas kembali dan tidak menempel
lagi. Pada percobaan push button normally close, pada awalnya kedua lempeng
menempel sehingga ketika ditekan, kedua lempeng akan berpisah maka arus listrik
dari kutub positif ke kutub negatif tidak dapat berpindah, sehingga menyebabkan
lampu tidak menyala. Pada saat tidak ditekan, lampu akan menyala dikarenakan

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

15

kedua lempeng yang saling bersentuhan sehingga ada arus listrik yang mengalir
dari kutub positif ke kutub negatif yang menyebabkan lampu menyala.
Pada percobaan relay terdapat 4 kondisi yaitu percobaan normally open dengan
kontak relay normally open, percobaan normally open dengan kontak relay
normally close, percobaan normally close dengan kontak relay normally open, dan
percobaan normally close dengan kontak relay normally close. Pada percobaan
normally open dengan kontak relay normally open, bila kontak relay normally
open ditekan, lampu akan menyala dengan hambatan sebesar 0,5 ohm. Sedangkan,
bila kontak relay normally open tidak ditekan, lampu tidak akan menyala sehingga
hambatan sebesar 0 ohm. Pada percobaan normally open dengan kontak relay
normally close, bila kontak relay normally close ditekan, lampu tidak akan
menyala maka hambatan sebesar 0 ohm. Sedangkan, bila kontak relay normally
close tidak ditekan, lampu akan menyala dengan hambatan sebesar 0,8 ohm. Pada
percobaan normally close dengan kontak relay normally open, bila kontak relay
normally open ditekan, lampu tidak akan menyala sehingga hambatan sebesar 0
ohm. Sedangkan, bila kontak relay normally open tidak ditekan, lampu akan
menyala dengan hambatan sebesar 0,6 ohm. Pada percobaan normally close
dengan kontak relay normally close, bila kontak relay normally close ditekan,
lampu akan menyala dengan hambatan sebesar 0,5 ohm. Sedangkan, bila kontak
relay normally close tidak ditekan, lampu tidak akan menyala sehingga hambatan
sebesar 0 ohm.
Pada percobaan normally open dengan kontak relay normally open lampu
menyala ketika ditekan karena ketika ditekan lempeng menjadi menempel satu
sama lain sehingga menggetarkan koil, akibatnya lempengan relay yang tadinya
terbuka menjadi tertutup sehingga lampu menyala. Pada percobaan normally open
dengan kontak relay normally close lampu tidak menyala bila ditekan karena
ketika ditekan lempeng menempel antara satu dengan yang lain sehingga koil
bergetar dan mengakibatkan medan magnet membuka lempengan relay yang
tadinya tertutup menjadi terbuka sehingga lampu tidak menyala dan menyebabkan
tidak ada aliran listrik yang mengalir. Pada percobaan normally close dengan
kontak relay normally open lampu mati ketika ditekan karena ketika ditekan
lempengan yang tadinya menempel satu dengan yang lain menjadi terpisah, koil
kemudian akan bergerak sehingga mengakibatkan medan magnet menarik
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

16

lempengan relay dari terbuka menjadi tertutup dan menempel satu sama lain
sehingga tidak ada arus yang mengalir yang menyebabkan lampu tidak menyala.
Pada percobaan normally close dengan kontak relay normally close lampu
menyala saat ditekan karena ketika ditekan lempengan yang tadinya menempel
satu dengan yang lain menjadi terbuka sehingga koil bergetar menggerakkan
medan magnet untuk membuka relay yang menyebabkan lampu menyala.
Pada percobaan self holding, push button dengan prinsip switch yang ketika
ditekan maka lampu akan menyala, kemudian pada saat push button ditekan untuk
kedua kalinya maka lampu akan mati. Persitiwa di atas dapat terjadi karena, pada
saat push button ditekan sekali, lempenglempeng pada push button normally
open akan menutup sehingga arus akan mengalir dari kutub positif ke relay, lalu
mengalir ke koil, sehingga lempenglempeng pada relay menutup dan lampu pun
menjadi menyala. Kemudian, ketika push button normally open tidak ditekan,
lampu tetap menyala dikarenakan arus listrik yang terus berjalan. Setelah push
button normally close ditekan, lempenglempeng yang ada pada push button
normally close menjadi terbuka yang menyebabkan aliran listrik terputus dan
menyebabkan lampu mati.
Jurnal
Berdasarkan jurnal yang berjudul Pintu Portal Otomatis Berbasis Teknologi
Programmable Logic Device (PLD), jurnal ini berisi tentang pembuatan pintu
portal parkir pada bagian pintu keluar untuk kendaraan bermotor tanpa
menggunakan operator yang mengoperasikannya. Penulis menulis jurnal ini
berdasarkan keadaan yang ada sekarang. Di setiap gedung maupun mall ataupun
universitas pasti ada pintu portal keluar untuk kendaraan. Tetapi, masih ada
operator yang melayani atau dalam kata lain masih ada tenaga operator dalam
pengoperasian pintu portal ini. Butuh waktu yang cukup lama untuk kendaraan
bermotor keluar karena operator harus menerima uang parkir, meng-input ke
dalam komputer dengan cara meng-scan karcis parkir pengendara, lalu
mengembalikan uang kembalian parkir, dan terakhir baru membuka portal untuk
kendaraan tersebut keluar.
Pada jurnal ini, sistem kerja yang ingin dibuat yaitu sistem kerja yang
beroperasi dengan mendeteksi koin. Pengendara motor harus memasukkan 3 koin
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

17

uang seribu untuk biaya parkir pada mesin pendeteksi koin di tempat keluar parkir
yang ada portal yang menghalangi jalan keluar. Setelah 3 koin dimasukkan, bagian
counter akan menghitung dan akan tampil pada display counter. Sistem sensor
pada photodiode akan mendeteksi jumlah koin yang masuk lalu pintu portal akan
terbuka dan pengendara bisa keluar. Setelah itu, limit switch akan menyetel ulang
bagian penghitung koin.
Kelebihan dari jurnal ini adalah dengan adanya sistem kerja yang beroperasi
dengan mendeteksi koin, tidak dibutuhkan lagi tenaga kerja manusia untuk
mengoperasikannya. Dengan tidak dibutuhkan tenaga kerja manusia lagi,
pengendara akan menjadi lebih cepat keluar (mempersingkat waktu karena tidak
ada operator yang mengembalikan uang parkiran maupun membuka pintu portal),
perusahaan atau pemilik juga tidak perlu mengeluarkan upah bagi operator yang
mengoperasikan pintu portal tersebut.
Kekurangan dari jurnal ini adalah sistem kerja ini hanya menggunakan uang
koin seribu sebanyak 3 koin dan belum tentu semua pengendara ada uang koin itu.
Selain itu, tarif parkir di setiap tempat berbeda dan tidak bisa disamakan dengan
sebanyak 3 koin uang seribu saja. Dengan adanya sistem kerja ini juga lapangan
pekerjaan menjadi lebih sedikit karena tidak ada yang bisa bekerja karena semua
sudah digantikan dengan yang otomatis atau bisa dilakukan oleh pengguna sendiri.
Saran saya adalah perlu dipikir-pikir lagi bila ada sistem kerja seperti ini.
Memang bisa membuat waktu keluar lebih cepat, tetapi semua orang tidak pasti
memiliki uang koin seribu dan tarif parkir di setiap tempat juga berbeda dan tidak
bisa disamakan.

X.

DAFTAR PUSTAKA
Shamaturangga, Graha. (2014). Otomasi Industri (Teknik Otomasi Industri).
http://grahalouvitshamaratungga.blogspot.com/2014/01/teknik-otomasiindustri.html. (diakses tanggal 10 September 2015)
Dha,
Mufidd.
(2013).
Teknik

Otomasi

Industri.

http://mufiddha.blogspot.com/2013/11/teknik-otomasi-industri_16.html.
(diakses tanggal 10 September 2015)
Istiqomah.
(2010).
Sistem

Otomasi

Industri.

sticuteez.blogspot.com/2010/03/sistem-otomasi-industri.html. (diakses tanggal


10 September 2015)
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul I. Pengantar Sistem Otomasi

18

Listrik, Rekayasa. (2013). Perbedaan dan Persamaan Kontaktor Dengan


Relay.

https://rekayasalistrik.wordpress.com/2013/08/24/perbedaan-dan-

persamaan-kontaktor-dengan-relay/. (diakses tanggal 10 September 2015)


Hidayatullah,
Nur.
(2011).
Syarat
Relay
Proteksi.
http://blog.umy.ac.id/hidayat/2011/11/09/syarat-relay-proteksi/.

(diakses

tanggal 10 September 2015)


Gumilang, Edi. (2014). Hirarki Sistem Otomasi.
https://www.scribd.com/doc/241210435/Hirarki-Sistem-Otomasi (diakses
tanggal 10 September 2015)

XI.

LAMPIRAN (JURNAL)

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya