Anda di halaman 1dari 6

Contoh

1) Adin Sugandi (tidak kawin) bekerja pada PT Suka Makmur dengan


memperoleh gaji sebesar Rp 3.000.000,- sebulan. Pada bulan Juli 2014
memperoleh THR sebesar Rp 7.500.000,- Setiap bulan Adin Sugandi
membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang pendiriannya telah
disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 100.000,Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR tersebut adalah:
a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun)
Gaji setahun (12 x Rp 3.000.000,-)

= Rp 36.000.000,-

THR

= Rp 7.500.000,-

Penghasilan Bruto Setahun

= Rp 43.500.000,-

Pengurangan:
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 43.500.000

= Rp 2.175.000,-

2. Iuran Pensiun Setahun


12 x Rp 100.000,-

= Rp 1.200.000,-

Jumlah Pengurangan
Penghasilan neto setahun

Rp 3.375.000,Rp 40.125.000,-

PTKP (TK/0)

Rp 24.300.000,-

PKP
PPh Pasal 21 terutang

Rp 15.175.000,Rp

758.750,-

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun


Gaji setahun (12 x Rp 3.000.000,-)

= Rp 36.000.000,-

Penghasilan Bruto Setahun

= Rp 36.000.000,-

Pengurangan:
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 36.000.000

= Rp 1.800.000,-

2. Iuran Pensiun Setahun


12 x Rp 100.000,-

= Rp 1.200.000,-

Jumlah Pengurangan
Penghasilan neto setahun

Rp 3.000.000,Rp 33.000.000,-

PTKP (TK/0)

Rp 24.300.000,-

PKP
PPh Pasal 21 terutang

Rp 8.700.000,Rp

435.000,-

c. PPh Pasal 21 atas THR


PPh Pasal 21 atas THR adalah
Rp 758.750 Rp 435.000

= Rp 323.750,-

Jadi, pada bulan Juli 2014 Adin Sugandi mendapatkan penghasilan


bruto sebesar Rp 10.500.000,- dan atas penghasilan bruto tersebut
dipotong PPh Pasal 21 :
atas gaji rutinnya > Rp 435.000/12

= Rp 36.250,-

atas THR-nya

= Rp 323.750,-

Jumlah

= Rp 360.000,-

2) Asep Rusdiana (K/1) merupakan seorang karyawan pada PT


Serbaguna dengan gaji perbulan sebesar Rp 5.000.000,- per bulan.
Asep membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang pendiriannya telah
disahkan Menteri Keuangan sebesar Rp 250.000 sebulan. Asep
merupakan karyawan pada PT Serbaguna tersebut yang baru mulai
bekerja pada bulan Maret 2014. Pada bulan Juli 2014, Asep
mendapatkan THR sebesar dua kali gaji per bulannya.
Perhitungan PPh Pasal 21 atas THR nya adalah:
a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (Penghasilan setahun)
Gaji setahun (10 x Rp 5.000.000,-)

= Rp 50.000.000,-

THR

= Rp 10.000.000,-

Penghasilan Bruto Setahun


Pengurangan:
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 60.000.000

= Rp 3.000.000,-

= Rp 60.000.000,-

2. Iuran Pensiun Setahun


10 x Rp 250.000,-

= Rp 2.500.000,-

Jumlah Pengurangan

Rp 5.500.000,-

Penghasilan neto setahun

Rp 54.500.000,-

PTKP (TK/0)

Rp 28.350.000,-

PKP

Rp 26.150.000,-

PPh Pasal 21 terutang

Rp

1.307.500,-

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun


Gaji setahun (10 x Rp 5.000.000,-)

= Rp 50.000.000,-

Penghasilan Bruto Setahun

= Rp 50.000.000,-

Pengurangan:
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 50.000.000

= Rp 2.500.000,-

2. Iuran Pensiun Setahun


10 x Rp 250.000,-

= Rp 2.500.000,-

Jumlah Pengurangan
Penghasilan neto setahun
PTKP (TK/0)
PKP

Rp 5.000.000,Rp 45.000.000,Rp 28.350.000,Rp 16.650.000,-

PPh Pasal 21 terutang

Rp

832.500,-

c. PPh Pasal 21 atas THR


PPh Pasal 21 atas THR adalah
Rp 1.307.500 Rp 832.500

= Rp 475.000,-

Jadi, pada bulan Juli 2014 Asep Rusdiana mendapatkan penghasilan


bruto sebesar Rp 15.000.000,- dan atas penghasilan bruto tersebut
dipotong PPh Pasal 21 :
atas gaji rutinnya > Rp 832.500,-/12
atas THR-nya

= Rp 69.375,= Rp 475.000,-

Jumlah

= Rp 544.375,-

Saat Pemotongan
PPh Pasal 21 atas THR harus dipotong pada saat dibayarkan (Pasal
10 ayat (1) PER-31/PJ/2012)

Cara Penyetoran
PPh Pasal 21 atas THR disetorkan dengan menggunakan Surat Setoran
Pajak (SSP) dengan kode akun pajak dan kode jenis setoran sama
dengan PPh Pasal 21 bulanan, yaitu :
Kode Akun Pajak (KAP)

= 411121

Kode Jenis Setoran (KJS) =

100

Dibayarkan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.