Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

LANDASAN TEORI
A. Pengertian Momentum dan Impuls

Gambar 1.1 impuls dan


momentum

Momentum dan Impuls dalam pembahasan fisika


adalah sebagai satu kesatuan karena momentum dan
Impuls dua besaran yang setara. Dua besaran dikatakan
setara seperti momentum dan Impuls bila memiliki satuan
Sistim Internasional(SI) sama atau juga dimensi sama
seperti yang sudah dibahas dalam besaran dansatuan.
Posting

kali

ini

akan

sedikit

membahas

mengenai

pengertian momentum dan impuls.


1.Pengertian Momentum
Momentum adalah besaran turunan yang muncul
karena ada benda bermassa yang bergerak. Dalam fisika
besaran turunan ini dilambangkan dengan huruf P.
Momentum

adalah

hasil

kali

antara

massa

dan

Momentum memungkinkan analisis gerakan dalam batas


massa dan kecepatan vektor suatu benda daripada
hanya menggunakan gaya dan percepatan. Momentum
adalah suatu vektor yang mempunyai arah sama dengan
kecepatan benda.
. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:

P = m.v
(1-1)
Keterangan

P = momentum(kg.m/s)

M=massa(kg)

V=kecepatan(m/s)
Dari rumus momentum di atas dapat disimpulkan
momentum suatu benda akan semakin besar jika massa
dan kecepatannya semakin besar. Ini juga berlaku
sebaliknya, semakin kecil massa atau kecepatan suatu
benda maka akan semakin kecil pula momentumnya.

Gaya diperlukan untuk


benda

baik

menguranginya

untuk

(seperti

mengubah momentum

menambah
membawa

momentum,

benda

bergerak

untuk berhenti ), atau untuk mengubah arahnya. Hukum


ke dua Newton berbunyi : laju perubahan momentum
sebuah benda sebanding dengan gaya total yang
dikenakan padanya. Hal ini dapat dituliskan dalam
sebuah persamaan:

(1-2)
Dengan:

= resultan gaya yang bekerja pada benda


( Newton )
= perubahan momentum ( kg.m/s )
= perubahan waktu ( sekon )
Kita dapat dengan mudah menurunkan betuk hukum
kedua yang sudah dikenal,

(1-3)

(1-4)
2. pengertian Impuls
Impuls adalah peristiwa gaya yang bekerja pada
benda dalam waktu hanya sesaat. Atau Impuls adalah
peristiwa bekerjanya gaya dalam waktu yang sangat
singkat. Contoh dari kejadian impuls adalah: peristiwa
seperti bola ditendang, bola tenis dipukul karena pada
saat tendangan dan pukulan, gaya yang bekerja sangat
singka. Impuls merupakan suatu gaya yang dikalikan
dengan waktu selama gaya bekerja. Suatu impuls adalah
hasil kali suatu gaya yang bekerja dalam waktu yang
singkat

yang

menyebabkan

suatu

perubahan

dari

momentum.

Sebuah

benda

menerima

momentum

melalui pemakaian suatu impuls.


Dari hukum Newton II, didapatkan:
F=m.a

(1-5)
F dt

= m . dV

F dt = m (V2 V1)
= mV2 mV1
Impuls

F.t

(1-6)
Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
I=F.t

(1-7)

Keterangan

I= impuls

F=gaya(N)

t=selang waktu(s)

B. Hubungan Impuls dengan Momentum


Salah satu hukum newton mengatakan bahwa gaya
yang bekerja pada suatu benda sama dengan perkalian
massa dengan percepatannya.
F = m.a.
Jika hukum newton tersebut kita masukkan ke rumus I = F.
t, maka:
I = F. t
I = m.a (t2-t1)
I = m v/t (t2-t1) sehingga diperoleh:
I = m.v1 mv2
Jadi dapat disimupulkan bahawaBesarnya impuls
yang bekerja/dikerjakan pada suatu benda sama dengan
besarnya perubahan momentum pada benda tersebut.
C. Aplikasi Impuls dalam Keseharian dan Teknologi
Mengapa pelatihan judo selalu diadakan diatas
matras? Kenapa tidak langsung diata lantai saja? Ketika
pejudo dibanting diatas matras atau lantai, impuls yang
dialaminya sama. Tetapi karna selang waktu kontak antar
punggung pejudo dan lantai , maka gaya implusif yang
dikerjakan matras pada punggung lebih kecil dari pada
gaya implusif (gaya yang bekerja dalam waktu simgkat)
yang dikerjakan lantai pada punggung. Sebagai akibatnya,
pejudo yang dibanting di matras dapat menahan rasa sakit
akibat bantingan yang dialaminya.
Prinsip kebalikannya, mempersingkat selang waktu
kontak impuls agar

gaya implusif

yang dihasilkannya

menjadi lebih besar juga di aplikasikan dalam keseharian


dan teknologi. Mengapa sebuah paku terbuat dari logam
keras? Tujuannya adalah mempersingkat selang waktu
kontak antara palu dengan paku yang dihantamkannya,

sehingga paku tertancap karena mengalami gaya implusif


yang lebih besar.
D. Hukum Kekekalan Momentum

Gambar 1.2 hukum kekekalan momentum

Dua buah bola masing-masing mempunyai massa


m1 dan m2, dimana m1 = m2. m1 bergerak kearah m2 yang
diam (v2 = 0). Setelah tumbukan kecepatan benda berubah
menjadi v1 dan v2 . Bila F12 adalah gaya dari m1 yang
dipakai untuk menumbuk m2 dan F21 gaya dari m2 yang
dipakai untuk menumbuk m1, maka menurut Hukum III
Newton :

(1-8)

Jumlah momentum dari benda 1 dan benda 2 sebelum dan


sesudah tumbukan adalah sama/tetap. Hukum ini disebut
sebagai Hukum Kekekalan Momentum.
E. Aplikasi Hukum Kekekalan Momentum
Hukum kekekalan momentum tidak hanya berlaku
untuk tumbukan saja, tetapi secara umum berlaku untuk
masalah interaksi antara benda-benda (sedikitnya dua
benda) yang hanya melibatkan gaya dalam (gaya interaksi
antara banda-benda itu saja), seperti pada peristiwa
ledakan, penembakan proyektil, dan peluncuran roket.
F. Jenis-Jenis Tumbukan
Kekekalan momentum merupakan sebuah sarana yang
sangat bermanfaat untuk membahas proses tumbukan.
Contoh tumbukan dalam kehidupan sehari-hari : sebuah
raket tenis atau sebuah gada bisbol menabrak sebuah
bola,

mobil

trem

menabrak

mengenai paku, dsb.

trem

lain,

sebuah

palu

Gambar1.3tumbukan

Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat


dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan tumbukantumbukan tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai
koefisien elastisitas (koefisien restitusi) dari dua buah
benda yang bertumbukan. Koefisien elastisitas dari dua
benda yang bertumbukan sama dengan perbandingan
negatif antara beda kecepatan sesudah tumbukan dengan
beda kecepatan sebelum tumbukan. Secara matematis,
koefisien elastisitas dapat dinyatakan sebagai berikut:

dengan :
e = koefisien elastisitas ( 0 < e < 1 )
Ketika dua buah benda saling bergerak mendekati
kemudian bertumbukan(bertabrakan), setidaknya ada tiga
jenis tumbukan yang terjadi.
1) Tumbukan Lenting Sempurna
Dua buah benda bisa dibilang mengalami tumbukan
lenting sempurna bila tidak ada kehilangan energi kinetik
ketika terjadi tumbukan. Energi kinetik sebelum dan
sesudah

tumbukan

sama

demikian

juga

dengan

momentum dari sistem tersebut. Dalam tumbukan lenting


sempurna secara matematis bisa dirumuskan
V1
+
V1
=
V2

(1-9)
Pada peristwa tumbukan lenting sempurna, berlaku :
a. Hukumkekekalan energi mekanik
b. Huku kekekalan momentum
c. Koefisien restitusi e = 1
2) Lenting Sebagian

V2

Dua buah benda dikatakan mengalami tumbukan lenting


sebagaian bila ada kehilangan energi kinetik setelah
tumbukan. Secara matematis kecepatan masing-masing
benda sebelum dan sesudah tumbukan dapat diliha pada
rumus berikut
eV1
+

V1

eV2

V2

(1-10)

e pada persamaan di atas adalah koefiseien retitusi yang


nilainya bergerak antara 0 sampai 1. Contoh tumbukan
lenting sebagian yang pernah sobat hitung jumpai adalah
bola bekel yang jatuh dan memantul berulang-ulang
hingga akhirnya berhenti. Karena ada nilai e maka tinggi
pantulann jadi lebih rendah dari pada tinggi mula-mul.
Secara matemtis tinggi pantulna ke-n tumbukan adalah
hn
=
ho.e2n
(1-11)

peristiwa tumbukan lenting sebagian, berlaku :


a. Hukum kekekalan momentum
b. Koefisien restitusi (0 <1)
3) Tumbukan Tak Lenting sama sekali
Dua buah benda dikatakan mengalami tumbukan tidak
lenting sama sekali jika setelah tumbukan kedua benda
tersebut menjadi satu dan setelah tumbukan kedua benda
tersebut memiliki kecepatan yang sama. Momentum
sebelum dan sesudah tumbukan juga bernilai sama. Secara
matematis dirumuskan
m1 V 1
+

m2V2

=(m1+m2)V

(1-12)
Contoh peristiwa tumbukan ini sering dijumpai dalam
ayunan balistik.

Gambar 1.4 ayunan balistik (contoh tumbukan tak lentimg sama sekali)

Sebuah perluru dengan massa m ditembakkan dengan


kecepatan v sehingga menumbuk sebuah balok yang
terikat oleh tali. Jika setelah tumbukan keduanya menyaut
dan mencapati tinggi maksimum H (titik puncah saat balok
dan peluru berhenti). Maka kita dapatkan persamaan:
mv=
(m+M)
2gh
(1-13)
Pada tumbukan tak lenting sama sekali, berlaku :
a. Seluruh energi mekanik terserap.
b. Berlaku hukum kekekalan momentum.
c. Setelah tumbukan, benda menyatu.
d. Koefisien restitusi e = 0.
e. Kecepatan sesudah tumbukan :

(1-14)
f. Untuk kasus tumbukan tak elastis dan benda kedua
dalam keadaan diam (v2 =
energi kinetik kedua sistem :

(1-15)

10

0), maka nilai perbandingan

BAB II
CONTOH SOAL DAN JAWABAN
1. Misalkan sobat hitung yang gemuk dengan berat badan 110
kg berlari dengan kecepatan tetap 72 km/jam. Berapa
momentum dari sobat hitung tersebut?
P = m.v
Kecepatan harus dalam m/s, 72 km/ jam = 72000/3600 =
20 m/s
P = 110 x 20 = 2.220 kg m/s
2. Lionel messi mengambil tendangan bebas tepat di garis area
pinalti lawan.
Jika ia menendang

dengan

gaya

300

dan

kakinya

bersentuhan dengan bola dalam waktu 0,15 sekon. Hitunglah


berapa besar impuls yang terjadi!
I = F. t
I = 300. 0,15 = 45 Nt
3. Sebuah bola bekel jatuh dari ketinggian 4 meter, lalau dia
mengalami pemantulan berulang. Jika koefisien restitusi
adalah

0,7,

maka

berapa

tinggi

pemantulan ke-5?
Jawab
h5 = 4.0,710 = 0,113 m = 11,3 cm

11

bola

bekel

setelah

4. Sebuah peluru bermassa 20 gram, ditembakkan mengenai


sebuah balok pada ayunan balistik yang massanya 1 kg. Jika
peluru tertancap pada balok hingga mereka mencapai tinggi
maksimal 25 cm. Berapa kecepatan peluru mula-mula peluru
tersebut?
mv=(m+M)2gh
0,02.v=(0,02+1)2.10.0,25
0,02.v=1,025
v=(1,02+5)/0,02
v = 162,8 m/s
5. Sebuah bus bermassa 5 ton bergerak dengan kecepatan
tetap 10 m/s. Berapa momentum yang dimiliki bus tersebut?
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan diatas maka kita
mendapatkan besar momentum bus sebesar P = mv
P = 5000 kg x 20 m/s
P= 100000 kg m/s
(catatan 1 ton = 1000 kg)
6. Sebuah bola dipukul dengan gaya 50 Newton dengan waktu
0,01 sekon. Berapa besar Impus pada bola tersebut?
Penyelesaian
I=F.t
I=50 N. 0,01s
I=0,5 Ns
7. Mobil dengan massa 800 kg bergerak dengan kelajuan 72
km/jam. Tentukan momentum mobil tersebut.
Diket:
m = 800 kg
v = 72 km/jam = 20 m/s
Ditanya:
= .?
Jawab:
= m.v
= 800.20
= 16000 kg m/s

12

8.

Sebuah bola massa 800 gram ditendang dengan gaya 400


N.

Jika kaki dan bolah bersentuhan selama 0,5 sekon,

tentukan Impuls pada peristiwa tersebut.


Diketahui:
m = 0,8 kg
F = 400 N
t = 0,5 S
Ditanya :
I = .?
Jawab:
I = F. t
= 400. 0,5
= 200 NS
9. Sebuah bola bergerak ke utara dengan kelajuan 36 km/jam,
kemudian bola ditendang ke Selatan dengan gaya 40 N
hingga kelajuan bola menjadi 72 km/jam ke Selatan. Jika
massa bola 800 gram tentuka :
a.
Impuls pada peristiwa tersebut
b.
Lamanya bola bersentuhan dengan kaki
Diket:
V0 = 36 km/jam = 10 m/s, m = 800 gram = 0,8 kg
Vt = -72 km/jam = -20 m/s
F = -40 N
Ditanya:
a.

I = .?

b.

t = ?

Jawab:
I = P
I = m.Vt m.V0
I = m(Vt V0)
= 0,8 (-20 10)
= 0,8 30
= - 24 kg m/s
tanda negatif menyatakan arahnya ke selatan

13

10.

Sebutir peluru massanya 0,05 kg melayang dengan

kecepatan 400

masuk sampai 0,1 m ke dalam sebuah

balok yang dipancangkan teguh di tanah. Misalkan bahwa


gaya penghambatan konstan.
Hitunglah:

a) perlambatan peluru,

b) gaya penghambatan,
c) waktunya (untuk perlambatan),
d) impuls tumbukannya!
Penyelesaian :
a

= ....... ?

= ....... ?

= ....... ?

= ....... ?
= Vot at2

0,1 = 400 t . 400 t


0,1 = 200 t
VP

x
0

= 0,1 m
=

at =
a

= 400 m/det

400 at
400

= 8 . 105 ms-2

b) F

m.a

0,05 . 8 . 105

4 . 104 N

14

c) t

d) I

11.

5 . 10-4 det

F.t

4 . 104 . 5 . 10-4

20 newton det

Sebuah balok yang massanya 10 kg mula-mula diam di

atas permukaan horizontal tanpa gesekan. Suatu gaya yang


arahnya horizontal, F bekerja pada balok itu, besarnya gaya
berubah setiap saat dinyatakan oleh persamaan F(A) = 103 t
+ 10 di mana F dinyatakan dalam Newton dan A dalam detik.
a. Berapa impuls pada balok bila gaya bekerja selama 0,1
detik?
b. Berapa kecepatan balok tersebut saat itu?
c.

Bila gaya F bekerja selama t = 5 detik, berapa

kecepatannya saat itu?


Penyelesaian :
m

10 kg

F(t)

103 t + 10

a)

I
b)

(103 t + 10) dt

103 . t2 + 10 t

103 . (0,1)2 + 10 . 0,1

5+1

6 newton det

Impuls
F dt
6

c)

F dt

=
=
=

perubahan momentum

mV
10 V(0,1)

V(0,1)

F selama 5 detik

15

0,6 m/det

F dV =

m V(t)

500 t2 + 10 t

m V(5)

500 t2 + 10 t

=
=

m V(5)

V(5)

12.

103 . t2 + 10 t

m dV

Sebuah

500 . 25 + 50
12550
=

peluru

kecepatan 600

dari

1255 m/det

0,03

kg

ditembakkan

dengan

pada sepotong kayu dari 3,57 kg yang

digantungkan pada seutas tali. Jika ternyata pelurunya masuk


ke dalam kayu. Hitunglah kecepatan kayu sesaat setelah
peluru tersebut mengenainya!
Penyelesaian :
Jawab :
mP V P + mk V k

0,03 . 600 + 3,57 . 0

13.

(mP + mk) V
=

(0,03 + 3,57) V

18

3,6 V

Seorang yang massanya 70 kg berdiri di atas lantai yang

licin, menembak dengan senapan yang massanya 5 kg.


Peluru yang massanya 0,05 kg meluncur dengan kecepatan
300. Hitunglah:

a)

Berapa kecepatan mundur orang itu sesaat setelah


menembak?

16

b)

Hitunglah kecepatan kayu sesaat setelah ditembus


peluru (peluru tepat bersarang dalam kayu)!

Penyelesaian :
a)

mo Vo + ms Vs + mp Vp

mo Vo + ms Vs + mp

Vp
0

70 . Vo + 5Vs + 0,05 .

300
-15

75 V

b) mp Vp + mk Vk
0,05 . 300 + 0

14.

- 0,2 m/det

mp Vp + mk Vk

0,05 Vp + 1,95 Vk

15

2 V

7,5 m/det

Sebuah bola A massa 40 gram bergerak dengan kelajuan

10 m/s menumbuk bola B dengan massa 60 gram yang


bergerak searah dengan kelajuan 5 m/s. Tentukan kelajuan
bola A dan B sesaat setelah tumbukan jika :
a.

tumbukan elastis sempurna

b.

tumbukan elastis sebagian e = 0,5

c.

tumbukan tidak elastis

Diket:
mA

= 40 gram

VA

= 10 m/s

mB

= 60 gram

VB

= 5 m/s

Ditanya:
a.

VA1 dan VB1 saat e = 1

b.

VA1 dan VB1 saat e = 0,5

c.

VA1 dan VB1 saat e = 0

17

Jawab:
= mA.VA1 + mB.VB1

mA.VA + mB.VB

= 40.VA1 + 60.VB1

40.10 + 60.5

= 4.VA1 + 6 VB1

70

= VB1 VA1

e (VA VB)
a)

= VB1 VA1

e (VA VB)

= VB1 VA1

1 (10 5)
- VA1 + VB1
Pers. 1

. (1)

= 5

. (2)

4.VA1 + 6 VB1 = 70
- VA1 + VB1

Pers. 2

= 5 x 4

+
10 VB1 = 90
VB1 = 9 m/s

b)

-VA1 + VB1

= 5

VA1 = VB1

= 9 5 = 4 m/s
= VB1 VA1

e (VA VB)

= VB1 VA1

0,5 (10 5)

= VB1 VA1 (2)

2,5
Pers. 1

4.VA1 + 6 VB1 = 70
- VA1 + VB1

Pers. 2
+
10 VB1 = 80
VB1 = 8 m/s
-VA1 + VB1

= 5

VA1 = VB1 - 5= 8 5 = 3 m/s


c)

= VB1 VA1

e (VA VB)

0 (10 5)
- VB1 VA1

= VB1 VA1
= 0

(2)

18

= 2,5 x 4

Pers. 1

4.VA1 + 6 VB1 = 70

Pers. 2

- VA1 + VB1

= 0x4

10 VB1 = 70
VB1 = 7 m/s

15.

-VA1 + VB1

= 0

VB1 = VA1

= 7 m /s

Air meninggalkan selang karet dengan laju1,5 kg/sekon

dengan kecepatan 20 m/s dan membentur sebuah dinding


yang menghentikannya. Berapakah gaya yang didesakkan
oleh air ke dinding ?
Penyelesaian : dalam setiap sekon air dengan momentum
p=(1,5 kg)(20m/s)=30 kg m/s dibawa ke keadaan diam.
Pada

saat

air

membentur

dinding.

Besarnya

gaya

(dianggap tetap) yang harus didesakkan dinding untuk


mengubah momentum air sebanyak itu adalah :

Tanda minus menunjukkan bahwa gaya pada air berlawanan


dengan kecepatan asal. Dinding mendesakkan gaya 30 N
untuk menghentikan air, sehingga dengan hukum Newton
ketiga, air mendesakkan gaya sebesar 30 N ke dinding.
16.

Sebuah trem 10.000 kg berjalan dengan laju 24 m/s

menabrak trem sejenis yang berhenti. Jika trem menempel


bersama sebagai akibat tumbukkan, berapa laju bersama
mereka sesudahnya?
Penyelesaian:

19

Setelah tumbukan, momentum total akan sama tetapi akan


disebar merata pada kedua trem. Karena kedua trem
menempel, mereka akan memiliki kecepatan sama, sebut v' .
Maka :

17.

Hitung kecepatan lompatan mundur setelah senapan 5,0

kg yang menembakkan sebuah peluru 0,050 kg pada


kecepatan120 m/s.
Penyelrsaian :

Karena senapan mempunai massa ang lebih besar, kecepatan


(lompatan mundur)-nya lebih kecil daripada peluru. Tanda
minus menunjukkan bahwa kecepatan (dan momentum)
senapan berada dalam arah berlawanan dengan peluru.

Gambar 2.1 tumbukan tak lenting sama sekali

20

18.

Sebuah bola kasti bermassa 100 gr mendekati Amir

dengan kelajuan 10 m/s. Amir memukul bola tersebut dengan


gaya 40 N. Jika selang waktu saat bola menyentuh pemukul
adalah 0,2 sekon, berapakah kelajuan bola sesaat setelah
dipukul oleh Amir?
Besaran yang diketahui :
Massa bola : m = 100 gr = 0,1 kg = 10-1 kg
Kelajuan awal bola sebelum dipukul : v1 = 10 m/s
Gaya Impuls : F = 40 N
Selang waktu bola menyentuh pemukul : t = 0,2 s = 2 10 -1
s
Kelajuan bola setelah dipukul....?
Gunakan pengertian bahwa impuls merupakan perubahan
momentum bola :

19.

Sebuah peluru bermassa 10 gr ditembakkan ke dalam

suatu balok yang digantung dan bermassa 1,49 kg hingga

21

balok bergerak naik. Balok berayun hingga ketinggian 45 cm


dan peluru bersarang di dalamnya. Jika percepatan gravitasi
10 ms-2, berapakah laju peluru pada saat ditembakkan?

Gambar 2.2 tumbukan tak lenting sama sekali

Pada kasus seperti ini, terjadi peristiwa tumbukan tak


lenting. Karena setelah tumbukan, peluru menyatu dengan
balok. Dengan kata lain, setelah tumbukan terjadi, kelajuan
peluru maupun balok adalah sama.
Kelajuan awal balok vB = 0 (balok diam) Kelajuan awal
peluru : vP = ....?
Massa balok : mB = 1,49 kg Massa peluru : m P = 10 gr = 10-2
kg
Untuk menentukan kelajuan awal peluru (sebelum peluru
menyentuh balok), terlebih dulu kita menentukan besarnya
kelajuan peluru dan balok setelah mereka bertumbukan.
Untuk menentukan kecepatan balok dan peluru setelah
tumbukan, gunakan rumus gerak jatuh bebas :
Hukum

kekekalan

momentum

menyatakan

.
bahwa

momentum sistem benda sebelum tumbukan sama dengan


momentum sistem benda setelah tumbukan :

22

Sebelum ditumbuk peluru, balok dalam keadaan diam,


sehingga mBvB = 0.
Setelah

tumbukan,

peluru

dan

balok

kelajuan sama : vB = vP = v
Sehingga persamaan di atas menjadi :

23

bergerak

dengan

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Momentum ialah : Hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu pada
suatu saat. Momentum merupakan besaran vector yang arahnya searah
denganKecepatannya. Satuan dari mementum adalah kg m/det atau gram cm/det
Impuls adalah : Hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls
merupakan Besaran vector yang arahnya se arah dengan arah gayanya.Perubahan
momentum adalah akibat adanya impuls dan nilainya sama dengan impuls.

IMPULS = PERUBAHAN MOMENTUM

24

DAFTAR PUSTAKA
Blog pada WordPress.com. | Tema: Sunspot oleh WordPress.com.
Diposkan oleh BELAJAR FISIKA di 18.09

www.fisikastudy.co.nr
http://www.antonin.education.co.uK
Diposkan oleh ASAZ di 2:19 PM

Kanginan, marthen.2006.FISIKA UNTUK SMA KELAS XI.penerbit


erlangga

25