Anda di halaman 1dari 17

LAMPIRAN : MATERI

KENALI DIET TEPAT PADA DIABETES MELITUS TIPE 2


A. PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Diabetes adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Diabetes terjadi karena adanya masalah dengan
produksi hormon insulin oleh pankreas, baik hormon itu tidak diproduksi dalam jumlah yang
benar, maupun tubuh tidak bisa menggunakan hormon insulin yang benar (Martinus, 2005:
2).
Diabetes mellitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai
kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan komplikasi kronik pada
mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam
pemeriksaan mikroskop elektron (Mansjoer, 2000: 580).
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan
tanda tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik
akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh, gangguan
primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan
metabolisme lemak dan protein (Askandar, dalam Subhan 2002).
Cara pelaksanaan tes beban glukosa (tes toleransi glukosa oral = TTGO) untuk diagnosis DM
(WHO, 1994):
1. 3 hari sebelum tes pasien tetap makan seperti kebiasaan sehari - hari, dengan jumlah
karbohidrat yang cukup dan beraktifitas seperti kebiasaan sehari - hari
2. Berpuasa sedikitnya 8 jam dimulai malam hari sebelum pemeriksaan. Minum air putih
tawar tetap diperkenankan
3. Diambil darah vena untuk pemeriksaan glukosa darah puasa
4. Diberikan glukosa 75 gram untuk dewasa, dan 1.75 gram/kgBB untuk anak - anak.
Dilarutkan dalam 250 cc air diminum dalam jangka waktu 5 menit (untuk
menghindari mual dapat diberikan dalam laurtan yang dingin)
5. Pasien berpuasa kembali selama 2 jam, kemudian diambil lagi darah vena untuk
pemeriksaan glukosa darah 2 jam setelah beban
6. Selama proses pemeriksaan, pasien tetap dalam keadaan istirahat, dan tidak merokok

7. Untuk menegakkan diagnosis DM kehamilan (gestational DM) beban yang diberikan


berupa glukosa 100 gram, dan diperiksan glukosa darah puasa, 1, 2 dan 3 jam setelah
beban, dengan kriteria diagnosis yang berbeda.

Pengelompokan hasil pemeriksaan TTGO


Gangguan
Tes

Sumber

Normal

Toleransi Gula
(belum pasti

Diabetes

dibetes)
Kadar gula darah
puasa (mg/dL)
Kadar gula darah
sewaktu (mg/dL)

Plasma vena

< 110

110-125

126

Darah kapiler

< 90

90-109

110

Plasma vena

< 110

110-199

200

Darah kapiler

< 90

100-199

200

Sumber: Martinus, 2005: 44


Perbedaan
Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 adalah dua jenis Diabetes. Diabetes Mellitus adalah suatu
kondisi dimana tingkat glukosa darah meningkat melebihi tingkat normal dan fungsi insulin
terhambat. Pada Diabetes Mellitustipe 1, terjadi kekurangan jumlah insulin karena pancreas
tidak bisa memproduksi insulin. Sedangkan Diabetes Mellitus tipe 2, insulin bisa diproduksi,
tetapi reseptor untuk insulin tidak bekerja dengan baik.
B. PENYEBAB DIABETES MELITUS
1) Banyak Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Gula
Kita semakin sulit menghindari makanan yang mengandung gula, hal tersebut sangat mudah
di jumpai seperti es krim, sirup, minuman dalam kemasan, permen, aneka jajanan kue dan
lain-lain. Semua makanan dan minuman tersebut kadang tanpa kita sadari mengandung
banyak gula. Yang patut diwaspadai adalah gula yang terkandung dalam makanan dan
minuman tersebut tidak pernah kita ketahui berapa takarannya. Berbeda jika kita minum teh

atau kopi buatan sendiri, yang sudah diketahui berapa sendok teh takarannya. Kita boleh
minum teh manis dan kopi selama dalam batas yang wajar.
2) Kurang tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan berkurangnya sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh
mudah terserang penyakit. Selain itu kebiasaan begadang sambil minum kopi dan merokok
mempunyai resiko terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu hindarilah kebiasaan begadang,
istirahatlah secara cukup, yaitu 8 jam dalam sehari agar tubuh dapat fit kembali.
3) Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti
Perlu Anda ketahui bahwa tubuh mempunyai kemampuan yang terbatas dalam mengolah
makanan yang Anda makan. Jika Anda makan terlalu banyak karbohidrat, maka tubuh akan
menyimpannya dalam bentuk gula dalam darah (glikogen). Jika hal ini berlangsung setiap
hari, maka dapat dibayangkan besarnya penumpukan glikogen yang disimpan dalam tubuh.
Inilah pemicu awal terjadinya gejala diabetes.
4) Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik selain minum minuman beralkohol.
Merokok dapat menjadi pemicu terjadinya diabetes. Selain merusak paru-paru, merokok juga
dapat merusak hati dan pankreas dimana hormon insulin diproduksi sehingga dapat
mengganggu produksi insulin di dalam kelenjar pankreas.
5) Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup naik mobil ketika berangkat kerja, naik lift ketika berada dikantor, duduk terlalu
lama di depan komputer serta kurangnya aktivitas fisik lainnya membuat sistem sekresi tubuh
berjalan lambat. Akibatnya terjadilah penumpukan lemak di dalam tubuh yang lambat laun
berat badan menjadi berlebih. Sebagai pencegahan, Anda dapat memperbanyak aktivitas fisik
selama bekerja. Misalnya jalan kaki ketika berangkat ke kantor, naik tangga, melakukan
senam ringan sehabis duduk terlalu lama dan lain-lain.
6) Faktor Keturunan
Diabetes juga dapat disebabkan karena faktor keturunan atau genetika. Biasanya jika ada
anggota keluarga yang menderita diabetes, maka kemungkinan besar anaknya juga menderita
penyakit yang sama. Para ahli diabetes telah sepakat menentukan persentase kemungkinan

terjadinya diabetes karena keturunan. Jika kedua orang tuanya (bapak dan ibu) menderita
diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 83%. Jika salah satu
orang tuanya (bapak atau ibu) adalah penderita diabetes, maka kemungkinan anaknya
menderita penyakit diabetes yaitu 53%. Sedangkan jika kedua orang tuanya normal/tidak
menderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 15%.

C. TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS


Ada beberapa tanda dan gejala diabetes melitus yang dapat anda kenali sebagai gejala
umum yang terjadi pada penderita diabetes melitus yaitu penderita akan senantiasa merasa
haus sehingga banyak minum, kemudain penderita juga menjadi sering berkemih, dan yang
terakhir ada penurunan berat bada yang drastis. Mungkin awalnya penderita mengalami
kenaikan berat badan yang disebabkan oleh tingginya kadar gula pada tubuh. Jadi, harus
diwaspadai jika kita selalu merasa haus dan selalu berasa lapar.
Tanda dan gejala diabetes melitus lainnya yaitu adanya gangguan syaraf pada kaki
dalam bentuk sering terjadi kesemutan di malam hari, turunnya daya penglihatan, berasa gatal
pada kemaluan, luka yang sulit sembuh, adanya gangguan saat ereksi serta adanya keputihan
pada wanita.
D. TUJUAN PELAKSANAAN DIET DIABETES MELITUS TIPE 2
Tujuan penatalaksanaan diet pada diabetes mellitus adalah:
1. Mencapai dan kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal
2. Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati normal
3. Mencapai dan mempertahankan berat badan agar selalu dalam batas-batas yang
memadai atau berat badan idaman 10%
4. Mencegah komplikasi akut dan kronik
5. Meningkatkan kualitas hidup. Kebutuhan kalori untuk penderita diabetes dihitung
sesuai dengan kebutuhannya yaitu berdasarkan umur, jenis kelamin, aktivitas dan
penyakit lain yang diderita.
E. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN DIET DIABETES MELITUS TIPE 2

Menurut Almatsier (2009), syarat-syarat diet diabetes mellitus adalah :


Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk metabolisme basal
o

sebesar 25-30 kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan
khusus. Makanan dibagi dalam tiga porsi besar, yaitu makan pagi (20%), siang (30%), dan
sore (25%), serta 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan.
o
Kebutuhan protein normal,
yaitu 10-15% dari kebutuhan energy total. Protein dapat diperoleh dari berbagai macam

sereal (roti, sereal, nasi, pasta, tepung terigu) atau yang berasal dari hewani (daging, ikan,
telur, dan hasil peternakan). Protein hewani relative cenderung kaya akan lemak dan kalori
serta tidak mengandung karbohidrat, sehingga hal ini perlu diperhitungkan saat
merencanakan makan.
Kebutuhan lemak sedang,
yaitu 20-25% dari kebutuhan energy total, dalam bentuk < 10% dari kebutuhan energi total
o

berasal dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan sisanya dari lemak
tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol makanan dibatasi, yaitu 300 mg hari. Lemak jenuh
(hewani) antara lain terdapat dalam daging berlemak, susu full cream, mentega, dan lemak
babi. Jenis makanan tersebut dapat menyebabkan masalah dalam sirkulasi darah. Sangat
penting mengkonsumsi jenis makanan tersebut bagi setiap orang.Lemak tak jenuh agak lebih
baik dibandingkan lemak jenuh, yang terdapat dalam dua bentuk, yakni Lemak tak jenuh
ganda, ditemukan dalam beberapa produk, seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran
murni, minyak jagung, dan margarin bunga matahari, dan lemak tak jenuh tunggal, antara
lain ditemukan dalam minyak zaitun dan minyak lokal. Jenis lemak ini dapat dipakai sebagai
pengganti lemak jenuh maupun lemak tak jenuh.
o
Kebutuhan karbohidrat
sisa dari kebutuhan energi total, yaitu 60-70%. Contohnya adalah roti, kentang, pasta, nasi,

sereal, dan buah. Kandungan gula makanan tersebut sangat rendah dan merupakan sumber
energi yang baik. Karena itu pilihlah makanan tersebut sebagai menu harian.
Penggunaan gula
Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan kecuali jumlahnya
o

sedikit sebagai bumbu. Bila kadar glukosa darah sudah terkendali, diperbolehkan

mengkonsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total. Contohnya adalah gula,
permen dan coklat, bolu manis, biscuit manis dan puding, minuman soda. Makanan tersebut
harus dihindari karena kadar gula akan masuk ke dalam aliran darah dengan cepat, sehingga
dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba. Untuk itu, dapat menggunakan
pemanis buatan, seperti sakarin, aspartame, dan acelsufame, ke dalam makanan dan minuman
sebagai pengganti gula. Boleh saja memakai sedikit gula dalam adonan bolu, tetapi jangan
dalam makan utama.
o
Penggunaan gula alternatif dalam jumlah terbatas.
Gula alternative adalah bahan pemanis selain sukrosa. Ada dua jenis gula alternative yaitu

yang bergizii dan yang tidak bergizi. Gula alternatiff adalah fruktosa, gula alkohol berupa
sorbitol, manitol dan silitol,
sedangkan gula alternatif tak bergizi berupa aspartam dan sakarin. Penggunaann gula
alternatif hendaknya dalam jumlah terbatas. Fruktosa dalam jumlah 20% dari kebutuhan
energi total dapat meningkatkan kolesterol dan LDL.
Asupan serat
dianjurkan 25 g/hari dengan mengutamakan serat larut air yang terdapat di dalam sayur dan
o

buah. Menu seimbangg rata-rata memenuhi kebutuhan serat sehari.


Maksud penambahan isi serat dalam makanan tidak berarti makan nasi dan yang lainnya,
melainkan harus mengkonsumsi 30 gram serat setiap harinya. Sangat penting untuk membuat
usus bekerja baik. Beberapa jenis serat yang dapat larut dapat membantu
mengontrol kadar darah agar normal dan menjaga tingkat kolesterol darah agar turun.
Makanan, seperti buncis matang, bubur kacang hijau, bubur gandum, sereal gandum lainnya,
maupun kue gandum semuanya kaya akan serat dapat larut. Sedangkan sereal
berkadar serat tinggi, roti, sayuran dan buah-buahan tanpa kulit, pasta, tepung terigu, dan
beras merupakan makanan dengan serat yang tak dapat larut.
o
Asupan Garam.
Pasien diabetes mellitus dengan tekanan normal diperbolehkan mengkonsumsi natrium daam

bentuk garam dapur seperti sehat, yaitu 3000 mg/hari. Apabila mengalami hipertensi, asupan
garam harus dikurangi. Terlalu banyak garam tidak bagi bagi siapa pun dan dapat
menyebabkan tekanan darah tinggi. Cobalah untuk memakai hanya sedikit garam saat
memasak dan jangan tambahkan sedikit pun saat makan. Berbagai bumbu, rempah-rempah,
dan lada dapat digunakan secukupnya untuk menambah rasa dalam makanan.

Cukup vitamin dan mineral.


Apabila asupan dari makanan cukup, penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk
o

suplemen tidak diperlukan. Bila makan-makanan yang seimbang, maka tidak memerlukan
tambahan vitamin atau mineral. Sebagian ahli berpendapat bahwa kekurangan elemen, seperti
khromium dan selenium berperan dalam serangan komplikasi diabetes. Namun, tidak ada
cara untuk mengukur jumlah dalam makanan maupun kadar yang diperlukan tubuh.
Tampaknya sangat baik bila makan makanan yang bervariasi untuk menjamin kecukupan
vitamin dan mineral serta gizi lainnya.

F. MAKANAN YANG DIANJURKAN BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS


TIPE 2
Bahan makanan yang dianjurkan untuk diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut :

Sumber Karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, mie, kentang singkong dan sagu.

Sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kkulit, susu skim, tempe, tahu
serta kacang-kacangan.

Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk bahan makanan yang mudah
dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus disetup, direbus
dan dibakar.

1. Air putih
air adalah sumber kehidupan. Air putih memiliki peranan besar dalam membantu
memperlancar metabolisme tubuh kita. Air putih juga memiliki peranan besar dalam
melarutkan racun-racun dan lemak jahat dalam tubuh kita.
2. Roti Gandum
Banyak penderita diabetes yang salah kaprah mengenai kentang. Mereka menganggap
makanan ini sehat dan aman untuk penderita diabetes. Padahal kentang termasuk
makanan yang harus dihindari karena memiliki indeks glikemik yang tinggi. Makanan
pokok alternatif yang lebih baik untuk penderita diabetes adalah roti gandum. Anda
bisa mengonsumsi roti gandum sebagai makanan pokok pengganti nasi atau roti putih.
Roti gandum terbuat dari gandum utuh yang kaya akan serat dan nutrisi lain seperti
asam lemak omega-3, chromium, folat dan magnesium. Berbagai penelitian

membuktikan bahwa gandum utuh efektif dalam mengurangi resiko penyakit diabetes
dan jantung. Serat pada roti gandum sangat baik bagi penderita diabetes karena
mampu menghambat pelepasan kadar gula di dalam darah. Jadi, sakit diabetes atau
tidak, roti gandum sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari sebagai pengganti nasi,
kentang atau roti putih.
3. Ikan
Penderita diabetes sangat disarankan makan ikan, jadi bersyukurlah jika anda
memang suka makan ikan. Jika lemak pada daging sebaiknya dihindari, tidak
demikian halnya dengan lemak ikan. Ikan berlemak seperti patin, tuna, salmon,
mackarel dan ikan hering mengandung banyak lemak omega-3 yang berkhasiat
memperlancar pembuluh areteri dengan menghajar lemak jahat dan plak yang
menempel. Omega-3 juga mampu mengurangi kadar trigliserida dalam darah,
sekaligus meningkatkan kadar lemak baik alias HDL. Satu hal penting yang perlu
diingat, ikan sebaiknya tidak digoreng, melainkan dimasak dengan cara lain seperti
di-pepes, dikukus, dibuat sup dan lainnya.
4. Buncis
Selain kandungan karbohidratnya yang rendah, Buncis juga kaya akan serat dan
nutrisi, yang berkhasiat dalam memperlancar pencernaan sekaligus menjaga kadar
gula darah tetap rendah setelah makan. Ketika hendak memasak sayur, buncis bisa
dijadikan pilihan menu yang baik bagi penderita diabetes.
5. Kacang-kacangan
Pada dasarnya semua jenis kacang-kacangan merupakan makanan yang baik bagi
penderita diabetes karena mampu menjaga berat badan sekaligus mengontrol kadar
gula dalam darah. Kacang mengandung omega-3, yaitu lemak baik yang tidak hanya
berkhasiat sebagai obat penyakit jantung, tapi juga mampu mengurangi resistensi
insulin. Selain itu, kacang juga kaya akan serat, vitamin E dan magnesium.Jadi, ketika
Anda ingin ngemil, kacang-kacangan seperti selai kacang, kacang tanah, kacang
polong, kenari dan kacang merah bisa dijadikan pilihan yang bijaksana. Kacang
polong misalnya, mengandung serat dan juga kalsium, satu jenis mineral yang dapat
membantu membakar lemak tubuh. Ketika mengonsumsi kacang-kacangan, pastikan
kacang tersebut tidak terlalu banyak mengandung garam ataupun gula.

6. Cabai
Berbahagialah mereka yang menyukai makanan pedas. Hal ini karena cabai pada
dasarnya makanan yang menyehatkan. Selain sebagai anti kanker dan mengandung
banyak antioksidan, senyawa capsaicin yang memberi rasa pedas pada cabai ternyata
juga bermanfaat dalam membakar lemak, kalori, serta meningkatkan metabolisme
tubuh. Cabai juga terbukti efektif dalam mengurangi resiko obesitad dan
meningkatkan ketahanan insulin. Namun perlu diingat, khasiat abai ini akan menjadi
sia-sia jika anda menyantapnya bersama gorengan atau disajikan dalam makanan
berlemak seperti pada masakan Padang. Cobalah konsumsi cabai dalam campuran
pepes, sop, atau sambal.
7. Dada ayam
Siapa bilang penderita diabetes tidak boleh makan enak? Pingin makan daging? selain
ikan, dada ayam juga merupakan makanan aman untuk penderita diabetes.
Dibandingkan bagian tubuh yang lain, dada ayam relatif rendah lemak dan kalori.
Satu porsi ayam dengan berat 300 gram hanya mengandung 142 kalori dan 3 gram
lemak. Yang penting, dada ayam ini tidak digoreng.
8. Susu bebas lemak dan yogurt
Selain ikan dan dada ayam, produk hewani lain yang aman untuk dikonsumsi adalah
susu tanpa lemak dan yogurt. produk makanan ini kaya akan kalsium dan vitamin D
yang membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan ketahanan insulin.
Jangan lupa, susu yang dikonsumsi adalah susu tanpa lemak, bukan susu full cream.
9. Buah dan Sayuran
Sebagian besar buah dan sayuran sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Buah-buahan seperti pepaya, jeruk, buah berry, tomat memang rasanya manis dan
nikmat. Tapi jangan khawatir, karena buah tersebut tidak banyak mengandung gula
yang bisa membahayakan penderita diabetes. Buah-buahan banyak mengandung
vitamin penting dan antioksidan yang diperlukan tubuh. Sedangkan konsumsi sayuran
juga sangat penting karena kandungan serat-nya mampu mengontrol dan mengikat
karbohidrat dalam tubuh. Sayuran memang merupakan sumber serat, mineral dan
vitamin. Beberapa sayuran yang dianjurkan bagi penderita diabetes antara lain
paprika, kubis, bayam, brokoli, buncis, dan wortel. Hasil riset membuktikan bahwa
sayuran berdaun hijau mampu menurunkan risiko diabetes tipe-2.

10. Cokelat hitam


Hati-hatilah dengan banyak klaim yang menyebutkan bahwa coklat baik untuk
kesehatan. Tidak semua jenis coklat baik untuk kita konsumsi. Kebanyakan coklat
yang kita beli di supermarket justru cokelat yang menandung banyak gula. Coklat
terbaik untuk penderita diabetes adalah jenis cokelat hitam alias dark chocolate.
Disebut cokelat hitam karena mengandung bubuk cokelat lebih banyak dari cokelat
lainnya. Cokelat jenis ini kaya akan antioksidan flaconoid yang berkhasiat
menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol yang baik, sekaligus
mengurangi tekanan darah dalam tubuh kita.
11. Oat
Bagi sebagian orang, oatmeal memang rasanya tidak enak, seperti bubur yang lengket.
Padahal oat termasuk makanan yang sangat menyehatkan. Makanan ini dapat
membantu menjaga kadar kolsterol dan gula darah daam tubuh agar tetap normal.
Selain kaya akan serat, oat juga mengandung banyak jenis mineral seperti
magnesium, protein, fosfor dan vitamin B1, yang berperan penting dalam
memproduksi energi. Membiasakan diri sarapan dengan oatmeal merupakan pilihan
yang baik untuk mereka yang sehat maupun menderita penyakit diabetes.
12. Minyak zaitun
Siapa yang tidak kenal dengan kehebatan minyak zaitun? jenis minyak ini kaya akan
lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan. Lemak tak jenuh ini berkhasiat mengurangi
risiko penyakit jantung dan membantu menjaga gula darah stabil dengan mengurangi
resistensi insulin.

G. MAKANAN YANG DIHINDARI / DIBATASI


BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut
:

Bahan makanan yang mengandung gula sederhana seperti Gula pasir, gula jawa,
sirop, jam, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman
botol ringan, es krim.

Bahan makanan yang mengandung banyak lemak seperti cake, makanan siap saji,
goreng-gorengan.

Bahan makanan yang mengandung banyak natrium seperti ikan asin, telur asin,
makanan yang diawetkan.

H. CARA MENGATASI MENGATASI HIPOGLIKEMI DAN HIPERGLIKEMI


TERKAIT ASUPAN NUTRISI
a. HIPOGLIKEMI & PENATALAKSANAANNYA
-

Definisi hipoglikemia

Suatu keadaan abnormal dimana kadar glukosa dalam darah < 50/60 mg/dl (Standards of
Medical Care in Diabetes, 2009; Cryer, 2005; Smeltzer & Bare, 2003)
-

Pedoman Penatalaksana hipoglikemia

Menurut Perkeni (2006) pedoman tatalaksana hipoglikemia sebagai berikut . Glukosa


diarahkan pada kadar glukosa puasa yaitu 120 mg/dl. Bila diperlukan pemberian glukosa
cepat (IV) satu flakon (25 cc) Dex 40% (10 gr Dex) dapat menaikkan kadar glukosa kurang
lebih 25-30 mg/dl. Manajemen Hipoglikemi menurut Soemadji (2006); Rush& Louise
(2004); Smeltzer & Bare (2003) sebagai berikut . Tergantung derajat hipoglikemi:
Hipoglikemi ringan:
1. Diberikan 150-200 ml teh manis atau jus buah atau 6-10 butir permen atau 2-3 sendok
teh sirup atau madu
2. Bila gejala tidak berkurang dalam 15 menit ulangi pemberiannya

3. Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori coklat, kue, donat, ice
cream, cake.
Hipoglikemi berat:
1. Tergantung pada tingkat kesadaran pasien
2. Bila klien dalam keadaan tidak sadar jangan memberikan makanan atau minuman
karena dapat mengakibatkan aspirasi.
3. Terapi hipoglikemi:
Glukosa oral
Glukosa Intravena
Glukagon 1 mg (SC/IM)
Thiamine 100 mg (IV/IM) pada pasien yang sering meminum alkohol
b. HIPERGLIKEMI & PENATALAKSANANYA
-

Definisi hiperglikemia:

Suatu keadaan abnormal dimana kadar glukosa dalam darah < 200 mg/dl
(Standards of Medical Care in Diabetes, 2009; Smeltzer & Bare, 2003; PERKENI, 2006)
-

Tatalaksana Hiperglikemia:

Kadar gula darah

Regulasi cepat

Regulasi cepat sub

(sebelum rc)

Intra vena

Kutan (maintenance)

(rumus minus satu)

(rumus kali 2)

200 300

1x

3 x 4 unit

300 400

(@ 4 unit/jam)
2x

3 x 6 unit

(@ 4 unit/jam)
400 500

3x

3 x 8 unit

(@ 4 unit/jam)
500 600

4x

3 x 10 unit

(@ 4 unit/jam)
600 - 700

5x
(@ 4 unit/jam)

3 x 12 unit

I. PENGATURAN DIET BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2


Prinsip pengaturan makan pada diabetisi hampir sama dengan anjuran makan untuk orang
sehat masyarakat umum, yaitu makanan yang beragam bergizi dab berimbang atau lebih
dikenal dengan gizi seimbang maksudnya adalah sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi
masing-masing individu. Hal yang sangat penting ditekankan adalah pola makan yang
disiplin dalam hal Jadwal makan, Jenis dan Jumlah makanan atau terkenal dengan istilah 3 J.
Pengaturan porsi makanan sedemikian rupa sehingga asupan zat gizi tersebar sepanjang hari.
Penurunan berat badan ringan atau sedang (5-10kg) sudah terbukti dapat meningkatkan
kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman tidak dicapai. Penurunan berat badan dapat
diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan asupan energi yang moderat dan
peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 kkal
lebih rendah dari asupan rata-rata sehari. Komposisi makanan yang dianjurkan meliputi:
Karbohidrat
Rekomendari ADA tahun 1994 lebih memfokuskan pada jumlah total karbohidrat daripada
jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal. Buah dan susu sudah terbukti mempunyai
respon glikemik yang lebih rendah dari pada sebagian besar tepung-tepungan. Walaupun
berbagai tepung-tepungan mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya
lebih pada jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi daripada sumber karbohidrat.
Anjuran konsumsi karbohidrat untuk diabetesi di Indonesia:
1.
2.
3.
4.
5.

45-65% total asupan energi.


Pembatasan karbohidrat tidak dianjurkan < 130 g/hari.
Makanan harus mengandung lebih banyak karbohidrat terutama berserat tinggi.
Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% sehari ( 3-4 sdm)
Makan 3 kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari.

Penggunaan pemanis alternatif pada diabetesi, aman digunakan asal tidak melebihi batas
aman (Accepted Dialy Intake).
1. Fruktosa < 50 gr/hr, jika berlebih menyebabkan diare
2. Sorbitol < 30 gr, jika berlebih menyebabkan kembung, diare

3.
4.
5.
6.
7.

Manitol < 20 gr/hr


Aspartam 0 mg/ kg BB?hr
Sakarin 1 gr/hr
Acesulfame K 15 mg/kg BB/hr
Siklamat 11 mg/kg BB/hr

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai bagian dari perencanaan
makan tidak memperburuk kontrol glukosa darah pada individu dengan diabetes tipe 1 dan
2. Sukrosa dari makanan harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat makanan lain
dan tidak hanya dengan menambahkannya pada perencanaan makan. Dalam melakukan
subtitusi ini kandungan zat gizi dari makanan-makanan manis yang pekat dan kandugan zat
gizi lain dari makanan yang mengandung sukrosa harus dipertimbangkan, seperti lemak yang
sering ada bersama sukrosadalammakanan.
Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil daripada sukrosa dan kebanyakan karbohidrat
jenis tepung-tepungan. Dalam hal ini fruktosa dapat memberikan keuntungan sebagai bahan
pemanis pada diet diabetes. Namun pengaruhnyadalam jumlah besar (20% energi) potensial
merugikan pada kolesterol dan LDL. Penderita disiplemia hendaknya menghindari
mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah besar, namun tidak ada alasan untuk menghindari
makanan sepertibuah-buahan dan sayuran yang mengandung fruktosa alami maupun
konsumsi sejumlah sedang makananyangmengandungpemanisfruktosa.
Sorbitol, manitol dan xylitol adalah gula alkohol biasa mengadung 7 kalori /gram
menghasilkan respon glikemik lebih rendah daripada sukrosa dan karbohidrat lain.
Penggunaan pemanis tersebut secaraberlebihan dapat mempunyai pengaruh laksatif. Sakarin,
aspartame adalah pemanis tak bergizi yang dapat diterima sebagai pemanis pada semua
penderitaDM.
Serat
Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang yang tidak
diabetes yaitu dianjurkan mengkonsumsi 20-35 gr serat makanan dari berbagai sumber bahan
makanan. Di Indonesia anjurannya adalah kira-kira 25 gr/1000 kalori/ hari dengan
mengutamakan serat larut air.
Protein
Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia tahun 2006 kebutuhan protein untuk
diabetisi 15%-20% energi. Perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg berat badan

perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada orang dewasa dan
65% hendaknya bernilai biologic tinggi.
Sumber protein yang baik adalah ikan, seafood, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit,
produk susu rendah lemak, kacang-kacangan dan tahu-tempe.
Total lemak
Anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20-25% energi. lemak jenuh < 7% kebutuhan
energi dan lemak tidak jenuh ganda <10% kebutuhan energi, sedangkan selebihnya dari
lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari
300 mg perhari.
Apabila peningkatan LDL merupakan masalah utama, dapat diikuti anjuran diet disiplin diet
dislipidemia. Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolesterol adalah untuk
menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Garam
Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak lebih
dari 3000 mgr atau sama dengan 6-7 g (1 sdt) garam dapur, sedangkan bagi yang menderita
hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan 2400 mgr natrium perhari atau sama dengan 6
gr/hari garam dapur. Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin dan soda.
Alkohol
Anjuran penggunaan alkohol untuk orang dengan diabetes sama dengan masyarakat umum.
Dalam keadaan normal, kadar glukosa darah tidak terpengaruh oleh penggunaan alkohol
dalam jumlah sedang apabila diabetes terkendali dengan baik. Alkohol dapat meningkatkan
resiko hipoglikemia pada mereka yang menggunakan insulin atau sulfonylurea. Karena itu
sebaiknya hanya diminum pada saat makan. Bagi orang dengan diabetes yang mempunyai
masalah kesehatan lain seperti pancreatitis, dislipidemia, atau neuropati mungkin perlu
anjuran untuk mengurangi atau menghindari alkohol. Asupan kalori dari alkohol
diperhitungkan sebagai bagian dari asupan kalori total dan sebagai penukar lemak (1
minuman alcohol sama dengan 2 penukar lemak).
Kebutuhan kalori
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal. Komposisi
energy adalah 45-65% dari karbohidrat, 10-20% dari protein dan 20-25% dari lemak. Ada

beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan diabetes. Di
antaranya adalah dengan memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30
kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis
kelamin, umur, aktivitas, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan.
Pola Dasar Perencanaan Makanan
3 X makan utama, 2 X snack
3 X makan utama, 3 X snack
DENGAN POLA :
Pukul 06.30 Makan Utama Pagi
Pukul 09.30 Snack/buah
Pukul 12.30 Makan Utama Siang
Pukul 15.30 Snack
Pukul 18.30 Makan Utama Malam
Pukul 21,30 Snack

Jadwal dapat berubah asal intervalnya masih 3 jam

KESIMPULAN
Makanana merupakan suatu nutrisi yang sangat penting bagi kebutuhan seorang
pasien , maka dari itu , jenis makanan perlu diperhatikan dan di atur berdasarkan kebutuhan
pasien , agar intake sama dengan output . Selain itu asupan nutrisi harus dijaga gizi dan
kandungannya agar pasien dapat meningkatkan kualitas hidup secara maksimal hingga
kondisinya mulai membaik. Tujuan pelaksanaan diet pada pasien adalah Mencapai dan
kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal mencapai dan
mempertahankan lipid mendekati normal,mencapai dan mempertahankan berat badan agar
selalu dalam batas-batas yang memadai,mencegah komplikasi akut dan kronik .