Anda di halaman 1dari 4

Pemberian Pupuk Daun dan Zat Pengatur

Tumbuh Pada Tanaman Cabai


July 24, 2015
21750
Share on Facebook
Tweet on Twitter

Pertanianku Dalam perawatan tanaman cabai dapat dilakukan juga pemberian pupuk daun
dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Pemberian masingmasing bahan tersebut bertujuan agar
tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik dan tidak mudah terserang oleh hama penyakit.

1. Pupuk daun

Sebagaimana pupuk yang diberikan lewat tanah, pupuk yang diberikan lewat daun juga dapat
berupa pupuk organik dan anorganik. Cara pemberiannya dilakukan melalui penyemprotan ke
daun sehingga disebut pupuk daun. Tujuan pemberian pupuk daun adalah:

untuk memenuhi kekurangan zatzat tertentu yang tidak tersedia pada pupuk akar,

menjaga agar tanaman tidak jenuh dengan pemberian pupuk akar yang berlebihan, dan

untuk menjaga agar struktur tanah tidak rusak akibat pemberian pupuk buatan.

Penggunaan pupuk daun harus hati-hati, baik dosis, frekuensi, maupun waktu pemberiannya.
Biasanya aturan pakai terdapat pada label kemasan masing-masing pupuk daun. Oleh karena itu,
bacalah aturan pakai sebelum menggunakan pupuk daun tersebut. Carapenyemprotannya juga
harus diperhatikan. Secara garis besar cara penyemprotan tersebut adalah sebagai berikut.

Jarak penyemprotan harus diperhitungkan agar pendistribusian pupuk dapat diterima


secara merata oleh daun tanaman. Jadi, seluruh daun tanaman harus basah terkena
semprotan tersebut.

Lakukan penyemprotan pada pagi hari saat udara cerah dan sinar matahari tidak terlalu
terik (sekitar pukul 09.00). Jika disemprotkan pada siang hari, akan banyak larutan air
dan pupuk yang menguap ke udara.

Ketika tanaman mulai berbunga atau mulai mengeluarkan tunas baru, sebaiknya tanaman
dihindarkan dari upaya penyemprotan. Pada saat ini, tanaman sangat peka terhadap benda
asing. Tunas muda akan mati atau bunga akan berguguran terkena semprotan. Jadi,
penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat tunas muda sudah menumbuhkan daun
yang cukup tua atau bunga sudah menjadi bakal buah.

Sebaiknya jangan mencampurkan pupuk daun dengan bahan kimia lain, kecuali kalau ada
penjelasan bahwa pupuk itu aman dicampur dengan bahan kimia lain.

2. Zat pengatur tumbuh (ZPT)


Sebagaimana halnya pupuk daun, zat pengatur tumbuh (ZPT) juga diberikan dengan cara
penyemprotan. Namun, ada pula yang menggunakan ZPT saat pembenihan, yaitu dengan
merendam benih ke dalam larutan air dan ZPT sebelum benih disemaikan.
Petani menggunakan ZPT semata-mata tidak untuk memacu pertumbuhan tanaman, melainkan
untuk mencegah terjadinya gugur bunga dan buah, memperbaiki mutu buah, dan meningkatkan
hasil buah. Dari beberapa penelitian dan pengalaman petani, penggunaan ZPT dapat
meningkatkan hasil hingga 50%. Namun, peningkatanini bukan hanya disebabkan oleh ZPT saja,
melainkan juga karena pengaruh pemupukan.

Sebagaimana pupuk daun, pemakaian zpt juga harus dilakukan dengan hatihati. Jangan pernah
sekalikali melanggar aturan yang tertera pada label kemasan.
3. Membuat sendiri pupuk daun organik dan hormon tanaman organik
Untuk menghemat biaya, pupuk daun dan hormon tanaman dapat dibuat sendiri. Bahan
utamanya dapat menggunakan beberapa bahan organik yang terdapat di sekitar kita. Cara
pembuatannya pun tergolong mudah dan praktis.
1. Pupuk daun organik
Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pupuk daun organik di antaranya pupuk
hijau atau kacang-kacangan, dedak, dan air dengan perbandingan masing-masing sebesar 1 : 1 :
1. Cara pembuatannya sebagai berikut.
1) Hasil pangkasan tanaman (pupuk hjau) dan dedak dicampur sampai merata, lalu dimasukkan
ke dalam karung yang diberi lubang udara.
2) Kemudian campuran dimasukkan ke dalam drum dan rendam dengan air, lalu drum ditutup.
3) Setelah 45 hari, drum dibuka lalu air rendaman disaring.
4) Cairan hasil saringan merupakan pengganti pupuk daun sekaligus pupuk daun organik.
1. Hormon tanaman organik
Berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Cara pembuatannya sebagai berikut.
1) Ambil tunas air dari tanaman cabai.
2) Siapkan 10 g gula pasir dan 2030 g gula merah.
3) Tunas air dirajang-rajang kecil.
4) Taburkan gula di atas rajangan, lalu tutup dengan plastik dan letakkan di tempat yang sejuk;
5) Setelah 57 hari, rajangan tersebut akan mengeluarkan cairan;
6) Tambahkan air sampai seluruh rajangan terendam air.
7) Biarkan sampai rajangan membusuk dan larut ke dalam air.
8) Setelah benar-benar larut, saring air rendaman tersebut.
9) Hasil saringan inilah yang berfungsi sebagai hormon atau perangsang pertumbuhan tanaman.

http://www.pertanianku.com/pemberian-pupuk-daun-dan-zat-pengatur-tumbuhpada-tanaman-cabai/