Anda di halaman 1dari 4

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kondisi Fisik Perumahan
Berdasarkan kondisi fisik bangunannya, rumah di suatu perumahan dapat
digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu: (Samsudin Amin dan Wiiwik Wahidah,
2012)
1. Rumah permanen, memiliki ciri dinding bangunannya dari tembok, berlantai
semen atau keramik, dan atapnya berbahan genteng.
2. Rumah semi-permanen, memiliki ciri dindingnya setengah tembok dan setengah bambu,
atapnya terbuat dari genteng maupun seng atau asbes, banyak dijumpai pada gang-gang
kecil.
3. Rumah non-permanen, ciri rumahnya berdinding kayu, bambu atau gedek,
dan tidak berlantai (lantai tanah), atap rumahnya dari seng maupun asbes.
2.2 Perubahan pada Perumahan
Dengan menganalogikan perubahan rumah dengan konsep perubahan sosial
maka fenomena perubahan rumah setelah ditempati dapat menggambarkan bagian apa
yang berubah sesuai dengan perubahan sumber (Gerth dan Mills, 1972 dalam Soekanto,
1980). Wujud dari perubahan rumah itu dapat menggambarkan bagian apa yang
berubah. Wujud dari perubahan rumah itu dapat menggambarkan seperti apa bagian
rumah itu berubah. (Sugini,1999)
Para penghuni memperbaiki dan mengubah struktur fisik rumah berdasarkan
harapan dan kebutuhna mereka masing-masing. Perubahan dalam aspek fisik juga
memperlihatkan kemampuan dan kapabilitas dalam melakukan perubahan tempat
tinggal. (Ellyta Sjaifoel,2008)
Dalam hal kebutuhan manusia, Maslow mengemukakan tentang kebutuhan dasar
dalam suatu klasifikasi kebutuhan manusia sebagai berikut: (1) Kebutuhan fisiologis,
(2) Kebutuhan keamanan, (3) Kebutuhan sosial, kebutuhan akan rasa memiliki, dimiliki
dan akan kasih sayang, (4) Kebutuhan akan penghargaan, (5) Kebutuhan akan
aktualisasi diri, realisasi diri. Dalam hal ini dikatakan setiap orang harus berkembang
sepenuh kemampuannya. (Goble, 1987, dalam Sugini, 1999)
4

Kebutuhan dasar tersebut tidak selalu dapat dirasakan berurutan, tetapi pada
kenyataannya banyak dirasakan datang secara acak (lateral). Selain lima kebutuhan
dasar tersebut, Maslow menyebutkan tentang dua kebutuhan manusia yang tak kalah
pentingnya yaitu : Kebutuhan akan estetika dan kebutuhan akan pertumbuhan. (Goble,
1987, dalam Sugini, 1999)
Dalam kaitan rumah dipandang sebagai proses, rumah akan berkembang sejalan
dengan perkembangan psikologis penghuni, perkembangan sosial penghuni, dan
perkembangan ekonomi keluarga. Dalam hal rumah sebagai proses, rumah akan
berkembang sesuai dengan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan dan penghuninya.
(Silas, 1983)
2.3 Persyaratan Perumahan
Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan lokasi lingkungan
perumahan harus memenuhi ketentuan lokasi perumahan harus sesuai dengan
rencana peruntukan lahan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
setempat atau dokumen perencanaan lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan
Daerah setempat, dengan kriteria sebagai berikut: (SNI 03-1733-2004, 2004)
a. Kriteria keamanan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi
tersebut bukan merupakan kawasan lindung (catchment area), olahan
pertanian, hutan produksi, daerah buangan limbah pabrik, daerah bebas
bangunan pada area Bandara, daerah dibawah jaringan listrik tegangan
tinggi;
b. Kriteria kesehatan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut
bukan daerah yang mempunyai pencemaran udara di atas ambang batas,
pencemaran air permukaan dan air tanah dalam;
c. Kriteria kenyamanan, dicapai dengan kemudahan pencapaian (aksesibilitas),
kemudahan

berkomunikasi

(internal/eksternal,

langsung

atau

tidak

langsung), kemudahan berkegiatan (prasarana dan sarana lingkungan


tersedia);
d. Kriteria keindahan/ keserasian/ keteraturan (kompatibilitas), dicapai dengan
penghijauan, mempertahankan karakteristik topografi dan lingkungan yang
ada, misalnya tidak meratakan bukit, mengurug seluruh rawa atau danau/

setu/ sungai/ kali dan sebagainya;


e. Kriteria keterjangkauan jarak, dicapai dengan mempertimbangkan jarak
pencapaian ideal kemampuan orang berjalan kaki sebagai pengguna
lingkungan terhadap penempatan sarana dan prasarana-utilitas lingkungan;
f. Keterpaduan antara tatanan kegiatan dan alam di sekelilingnya, dengan
mempertimbangkan jenis, masa tumbuh dan usia yang dicapai, serta
pengaruhnya terhadap lingkungan, bagi tumbuhan yang ada dan mungkin
tumbuh di kawasan yang dimaksud.
2.4 Kriteria Perumahan Sehat Sederhana
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain kebutuhan
sandang dan pangan. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, berlindung dari
gangguan iklim dan mahluk lain. Rumah yang sehat dan nyaman merupakan sumber
inspirasi

bagi

penghuninya

untuk

berkarya

sehingga

dapat

meningkatkan

produktifitasnya. (Mega, 2013)


Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan
merupakan faktor risiko sumber penularan beberapa jenis penyakit, seperti diare, ISPA,
malaria, TB Paru, demam berdarah, pes dan lain-lain. Faktor risiko lingkungan pada
bangunan rumah yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit maupun kecelakaan,
antara lain ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian ruang tidur, kelembaban ruang,
kualitas udara ruang, binatang penular penyakit, air bersih, limbah rumah tangga,
sampah dan perilaku penghuni dalam rumah. (Likungan, 2013.)
Upaya pengendalian faktor risiko lingkungan perumahan perlu dilakukan untuk
mencegah terjadinya penyakit tersebut di atas, yaitu dengan membangun rumah yang
memenuhi syaratsyarat kesehatan. Secara umum kriteria rumah sehat sebagai berikut
(Candra, 2005, Depkes RI, 2005):
1. Memenuhi kebutuhan fisiologis, antara lain pencahayaan, penghawaan, ruang
gerak yang cukup dan terhindar dari gangguan kebisingan.
2. Memenuhi kebutuhan psikologis, antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang
sehat antara anggota keluarga dalam rumah.
3. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit, antara lain penyediaan air
bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit,
terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran.
4. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan, antara lain persyaratan

garis sepadan jalan, konstruksi yang kuat, tidak mudah terbakar, dan tidak
cenderung menimbulkan kecelakaan bagi penghuninya.