Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI

Hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat serum di atas normal. Pada sebagian besar
penelitian epidemiologi, disebut sebagai hiperurisemia jika kadar asam urat serum orang dewasa lebih dari 7,0 mg/dl
pada laki-laki dan lebih dari 6,0 mg/dl pada perempuan.
Hiperurisemia yang lama dapat merusak sendi, jaringan lunak dan ginjal. Hiperurisemia bisa juga tidak
menampakkan gejala klinis/ asimptomatis. Dua pertiga dari hiperurisemia tidak menampakkan gejala klinis.
Hiperurisemia terjadi akibat peningkatan produksi asam urat karena diet tinggi purin atau penurunan ekskresi karena
pemecahaan asam nukleat yang berlebihan atau sering merupakan kombinasi keduanya (Dianati MA. Gout and
hyperuricemia. http://juke.kedokteran.unila.ac.id. Pada tanggal 28 September 2016.)
PREVALENSI
Prevalensi gout artritis pada populasi diperkirakan 1,6-13,6/100.000, di Amerika diperkirakan sebanyak 13,6/100.000
penduduk. Prevalensi ini meningkat dengan meningkatnya umur. Gout artritis banyak dijumpai pada laki-laki, usia
sekitar 30-40 tahun, sedangkan pada wanita usia 55-70 tahun, insidens wanita lebih jarang kecuali pada wanita
menopause diduga adanya peranan esterogen yang bersifat urikosurik. (soeroso J, Juliasih. Hiperuresemia dan gout
artritis, dalam; buku ajar ilmu penyakit dalam. Surabaya: fakultas kedokteran univeritas airlangga; 2011. Hlm.242246.)

Hidayat

R.

Gout

dan

hiperurisemia.

Diakses

dari

http://www.dexa-

medica.com/sites/default/files/publish_upload090624821093001245818260Medicinus%20Edisi%20Juni%20%20Agustus%202009.pdf pada tanggal 28 September 2016


1. Hiperuresemia asimptomatik
Hiperuresemia asimptomatik adalah keadaan hiperurisemia tanpa adanya manifestasiklinik gout. Fase ini akan
berakhir ketika muncul serangan arthritis gout, atau urolitias, dan biasanya setelah 20 tahun keadaan
hiperurisemia asimptomatik. Terdapat 10-40 % subyek dengan gout mengalami sekali atau lebih serangan
kolik renal, sebelum adanya seranga arthritis.
2. Arthritis gout akut
Serangan pertama biasanya terjadi antara umur 40-60 tahun pada laki-laki, dan setelah 60 tahun pada
perempuan. Onset sebelum 25 tahun merupakan bentuk tidak lazim arthritis gout,nyang mungkin merupakan
manifestasi adanya gangguan enzimatik spesifik, penyakit ginjal atau penggunaan siklosporin. Pada 85-90%
kasus, serangan berupa arthritis monoartrikuler dengan predileksi MTP-1 yang disebut podagra. Gejala yang
muncul sangat khas, yaitu radang sendi yang sangat akut dan timbul sangat cepat dalam waktu singkat. Pasien
tidur tanpa adanya gejala apapun, kemudian bangun tidur terasa sakit hebat dan tidak dapat berjalan. Keluhan

monoartrikuler berupa nyeri, bengkak, merah dan hangat disertai gejala sistemik demam, meriangdan merasa
lelah, disertai lekositosis dan peningkatan laju endap darah. Sedangkan gambaran radiologis hanya berupa
pembengkakan pada jaringan lunak periartikuler. Keluhan cepat membaik setelah beberapa jam bahkan tanpa
terapi sekalipun.
Pada keadaan yag lebih lanjut, terutama tanpa pengobatan adekuat, serangan dapat mengenai sendi-sendi yang
lain seperti pergelangan tangan atau kaki, jari tangan dan kaki, lutut, siku atau bahkan beberapa sendi
sekaligus. Selanjutnya serangan akan menjadi lebih lama dengan interval yang lebih singkat, dan menyembuh
lebiih lama. Diagnosis definitif atau gold stadard dengan menemukan kristal urat (MSU) di cairan sendi atau
tofus.
3. Stadium Interkritikal
Meupakan kelanjutan stadium akut, dimana secara klinik tidak terdapat tanda radang akut, meskipun terdapat
kristal urat pada cairan sendi, yang merupakan proses kerusakan sendi yang progresif. Stadium ini biasanya
berlangsung beberapa tahun sampai 10 tahun tanpa serangan akut. Dan tanpa penanganan yang adekuat dapat
beranjut ke stadium kronik.
4. Arthritis gout kronik = kronik tofaseus gout
Ditandai dengan adanya tofi dan terdapat di poliarthikuler, dengan predileksi cuping telinga, MTP-1,
olekranon, tendon achilles dan jari tangan. Tofi tidak menimbulkan nyeri, tetapi mudah inflamasi disekitarnya,
dan menyebabkan destruksi progresit dan menjadi deformitas. Selain itu tofi bisa pecah dan sembuh dalam
waktu yang lama. Kecepatan terbentuknya deposit tofus tergantung berat dan lamanya hiperurisemia, dan
diperberat dengan gangguan fungsi ginjat atau penggunaan diuretik. Pada analisis cairan sendiri atau tofi akan
terdapat kristal MSU. Gambaran radiologis didapatkan erosi pada tulang dan sendi dengan batas sklerotik dan
overhanging edge.