Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 1 IPEM 4431 MANAJEMEN PEMERINTAHAN

NAMA
: MUHAMMAD YACOB
NIM
: 018440194
PRODI
: ILMU PEMERINTAHAN
UPBJJ
: BANDA ACEH
PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KONFLIK DALAM ORGANISASI
I.

PENDAHULUAN
Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan
sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik.
Demikian halnya dengan kehidupan organisasi. Anggota organisasi senantiasa
dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru sangat rentan menimbulkan
konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap
ide-ide yang berkembang.

II.

TUJUAN PENULISAN
Selain dari bagian tugas 1 mahasiswa Universitas Terbuka jurusan Ilmu
Pemerintahan, mata kuliah IPEM 4431, Penulisan Tugas ini bertujuan untuk
memberikan sumbangan pemikiran kepada pimpinan dalam suatu organisasi dalam
menghadapi dan menganilisis konflik dalam organisasinya dengan mempedomani
konsep dasar dan perkembangan administrasi, organisasi dan manajemen; teori

III.

organisasi neo-klasik , dan pandangan modern serta pasca modern.


TINJAUAN TEORI.
Dalam menganalis dan menghadapi permasalahan konflik dalam suatu organisasi
mengharuskannya adanya teori yang dapat memberikan penjelaan atas masalah yang
dihadapi. Gejala- gejala yang timbul dapat dianalisis dengan menggunakan kerangka
teori, sehingga dapat disimpulkan akibat dalam menentukan keputusan tersebut.
A. Konsep evolusi dan perkembangan teori organisasi.
Perkembangan teori organisasi dengan evolusi adalah revolusi industry yang
mempunyai dua elemen yaitu;
1. Kekautan mesin telah menggantikan kekuatan manusia secara cepat.
2. Pembangunan sarana transportasi yang cepat sehingga mengubah metode
pengiriman barang Hasilnya adalah menyebarnya pendirian pabrik-pabrik.

Dampaknya terhadap desain organisasi jelas, yaitu pembangunan pabrik


membutuhkan penciptaan yang terus menerus dari struktur-struktur organisasi
untuk memungkinkan terjadinya proses produksi yang efesien. Pekerjaan harus
dirumuskan, arus pekerjaan harus ditetapkan, departemen diciptakan, dan
mekanisme koordinasi dikembangkan, dengan demikian struktur organisasi yang
kompleks harus dirancang. Perkembangan teori organisasi dimulai pada tahun
1919-an dengan lahirnya teori manajemen ilmiah, dan berakhir pada tahun 1960an dengan lahirnya teori modern yang mengakomodasi segi manusia, mesin,
teknolgi,

dan

lingkungan

sebagai

dasar

peningkatan

produktivitas

organisasi.Pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi dipengaruhi oleh


persfektif sosial kerangka kerja sistem terbuka.Evolusi merupakan perubahan
yang sangat cepat dalam perkembangan organisasi dengan memberikan inovasi
baru dalam bentuk keunggulan-keunggulan dan keunikan-keunikan dari
perkembangan awal sampai perkembangan yang paling mutakhir dalam teori
organisasi. Evolusi atau perkembangan teori organisasi memunculkan berbagai
macam pendekatan-pendekatan yang masing-masing dipengaruhi oleh cara yang
digunakan untuk meninjau masalah organisasi. Keseluruhan pendekatan ini bisa
dikelompokan menjadi tiga aliran utama, sesuai kurun waktu permunculan
masing-masing pendekatan tersebut, yaitu pendekatan teori klasik, pendekatan
neo-klasik dan pendekatan modern.

B. Konsep Dasar Teori


Calvin S. Hall dan Gardner Lindsey (1970) berpendapat bahwa teori adalah
seperangkat konvensi yang diciptakan oleh ahli teori, terdiri dari suatu gugus
asumsi yang relevan yang secara sistematik berhubungan satu sama lain. Suatu
teori tidak dilihat dari benar salahnya, melainkan dilihat apakah teori itu
mempunyai kegunaan dalam meramalkan suatu kejadian atau dapat menghasilkan
konsep yang relevan yang dapat diverifikasikan.
C. Perkembangan Administrasi, organisasi dan manajemen
Pelaksana administrasi adalah seorang yang disebut administrator.Ketika
organisasi belum maju dan belum terlalu kompleks,seorang administrator
melaksanakan

fungsi

perencanaan,pelaksanaan

dan

pengawasan

dan

kordinasi.Tugas seorang adminstrator dalam melakukan administrasi mencakup


koordinasi dan pengawasan/pengendalian.Pada saat kegiatan administrasi telah
maju,maka pelaksanaan administrasi dilaksanakan oleh orang-orang yang bekerja
sama dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan bersama,dan untuk itulah
diperlukan organisasi dan manajemen.
Secara sederhana organisasi adalah suatu kerja sama kelompok untuk mencapai
tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
D. Teori Klasik
Menurut Frederick Taylor (1911) dalam buku karyanya yang berjudul principles
of scientific management. Taylor mengusulkan empat prinsip scientific
management yaitu :
1. Penggantian Metode untuk menentukan elemen pekerjaan ditentukan secara
ilmiah.
2. Seleksi dan pelatihan pekerja secara ilmiah.
3. Kerjasama antara pimpinan dan bawahan untuk mencapai suatu tujuan sesuai
dengan metode ilmiah.
4. Pembagian tanggung jawab yang lebih merata diantara manajer sebagai
perencana dan supervise dan para pekerja sebagai pelaksana.
E. Teori Neo Klasik.
Tokoh Teori Elton Mayo (1927) membentuk aliran antar manusia (human relation
school), memandang organsisasi sebagai sesuatu yang terdiri dari tugas-tugas dari
sisi manusia dibanding sisi mesin. Pada masa ini dilakukan percobaan yang
menyangkut rancang ulang pekerjaan, perpanjangan hariu kerja dan waktu kerja
dalam seminggu, pemngenalan waktu istirahat serta rencana upah individual
dibandingkan dengan upah kelompok. Disimpulkan bahwa norma social
kelompok merupakan kunci utama penentu perilaku kerja seseorang.
F. Teori Modern.
Teori modern ditandai dengan lahirnya gerakan contingency yang dipelopori
Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsipprinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai
kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing.
Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya the social psychology of
organization mengenalkan perspektif organisasi sebagai suatu system terbuka.

Buku tersebut mendeskripsikan keunggulan- keunggulan perspektif system


terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan
lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan
yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan.
IV.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN.


Agar tujuan organisasi dapat diimplementasikan secara optimal dan dalam
menghadapi dan menganilisis konflik dalam organisasinya dengan mempedomani
konsep dasar dan teori organisasi diantaranya :
a. Adanya perencanaan organisasi yang matang.
- Perekrutan Sumber daya yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.
- Pembagian tugas sesuai dengan jenjang dan keahliannya
- Membuat hubungan tata cara kerja mulai dari.
- Merumuskan rencana organisasi yang baik
b. Pengorganisasian yang baik.
- Pembagian tanggung jawab yang lebih merata diantara manajer sebagai
perencana dan supervise dan para pekerja sebagai pelaksana Bertekad
mencegah dan menuntaskan konflik yang terjadi.
c. Pelaksanaan
- Menampilkan ketauladanan, menerapkan kepemimpinan yang melayani,
-

menjadi konsultan yang solutif, menjamin kualitas kinerja


Selalu mengutamakan peran, tugas, kewajiban dan tanggung jawab daripada

status, hak dan kewajiban


Mengakomodasi hak dan kewajiban bawahan untuk menolak setiap perintah

atasan yang melanggar hukum dan nilai-nilai luhur yang berlaku


Mewujudkan kredibilitas reputasi dan soliditas organisasi dengan tanggung

jawab, kehormatan, dan integritas.


d. Pengawasan dan koordinasi
- Memberdayakan pengawaan internal dan eksternal independen dalam
transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas organisasi.
V.

KESIMPULAN.
Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu
pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun
konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Konflik yang ditata dan
dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu
kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami
eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan organisasi. Konflik dapat terjadi

dalam organisasi apapun. Untuk itulah manajer atau pimpinan dalam organisasi harus
mampu mengelola konflik yang terdapat dalam organisasi secara baik agar tujuan
organisasi dapat tercapai tanpa hambatan-hambatan yang menciptakan terjadinya
konflik.
VI.

DAFTAR PUSTAKA
1. Adam, Indrawijaya, (1983). Perubahan dan Pengembangan Organisasi. Sinar
2.
3.
4.
5.
6.

Baru: Bandung.
Organisasi-organisasi Modern. UPI Press: Bandung.
Hersey, Faul, Blanchard, (1982). Management of Organization Behavior
Terjemahan Agus Darma. Erlangga: Jakarta.
Hick, Herbert, G. and Gullet, G. Ray, (1975). Organization Theory and Behavior
Richard, Beckard, (1969). Organizational DevelopmentStrategis and Models.

Anda mungkin juga menyukai