Anda di halaman 1dari 101

BUKU PENUNTUN PRAKTIKUM

KOMPUTASI PROSES INDUSTRI


KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2016

LEMBAR PENGESAHAN

Penuntun Praktikum Komputasi Proses Industri Kimia


KBK-KKNI 2016

Tim Penyusun
Jurusan Teknik KImia

Mengetahui;
Jurusan Teknik Kimia
Industri
Ketua,

Padang, Juli 2016


Lab. Komputasi Proses

Dr. Eng. Reni Desmiarti, ST. MT.

Dr. Mulyazmi.,ST., MT.

Kepala,

ii

Mengetahui;
Fakultas Teknologi Industri
Dekan,

Ir. Drs. Mulyanef, M.Sc.

VISI

Menjadi Lembaga Pendidikan Teknik Kimia Tingkat Sarjana yang Berkualifikasi


Unggul di Tingkat Nasional dan Berkontribusi pada Industri Khususnya Kawasan
Sumatera dan Berkonsentrasi di Bidang Teknologi Pengolahan Sumber Daya Alam.
Miles Stone:
Tahun 2014-2024 : Unggul di Sumatera
Tahun 2024-2034 : Unggul di Tingkat Nasional
Tahun 2034-2044 : Terjaringkan di Tingkat Internasional

MISI
1. Melaksanakan sistem ketatakelolaan yang kredibel, transparan, akuntabel,
bertanggung jawab dan adil.
2. Mengembangkan sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan sistem
informasi.
3. Melaksanakan pendidikan yang menghasilkan sarjana teknik kimia yang
berkualitas.
4. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang teknik kimia yang
dapat menunjang pembangunan dan perekonomian.
5. Membangun kemitraan dan jaringan kerjasama.

TUJUAN
1. Menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu, ketrampilan dan perilaku dibidang
teknik kimia sehingga mampu berkarya secara kompetitif.

iii

2. Menghasilkan hak kekayaan intelektual berupa buku, makalah ilmiah dan


produk/prototype yang dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional.
3. Membangun jaringan kerjasama dengan lembaga/instansi yang terkait.

iv

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirrabbilalamin. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan modul praktikum yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016 yang sesuai
dengan kurikulum 2012 yang berbasis Kompetensi (KBK).
Sehubungan telah dilaksanakannya kurikulum 2012 mulai tahun ajaran
2012/2013, maka perlu dilakukan penyesuaian modul praktikum. Buku Penuntun
Praktikum ini disusun untuk praktikum Komputasi Proses Industri yang tercantum
pada semester VII dengan jumlah 2 SKS.
Kompetensi umum yang diharapkan dari mahasiswa dalam melaksanakan Praktikum
Komputasi Proses Industri ini adalah:
1. Mampu menggambarkan ukuran sebenarnya peralatan industri kimia sesuai
dengan perbandingan skala.
2. Memiliki kemampuan untuk membuat pemodelan matematik terhadap
rancangan peralatan dan persamaan yang berhubungan dengan industri kimia
3. Mampu menyelesaikan pemodelan tersebut dengan menggunakan perangkat
Matlab, Hysis dan Suoer Pro
4. Mampu menganalisan kasus-kasus yang berhubungan dengan industri kimia
Agar pencapaian kompetensi diatas bisa berjalan dengan efektif, maka perlu
dilakukan pembuatan modul praktikum yang dijabarkan dalam Buku Penuntun. Buku
Penuntun ini memberikan informasi secara detail tentang pelaksanaan Praktikum.
Dengan selesainya penyusunan Buku Penuntun Praktikum Komputasi Proses Industri
ini, maka bisa dijadikan acuan mahasiswa dalam melaksanakan Praktikum
Komputasi Proses Industri.
Laboratorium Komputasi Proses Industri
Kepala

DR. Mulyazmi ST, MT


DAFTAR ISI

Lembaran Pengesahan
Visi
Misi
Tujuan
Kata pengantar
Daftar Isi
1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Ruang Lingkup

ii
iii
iii
iii
iv
v
1
1
2
2

2 Tata Tertip danTata Cara Pelaksanaan Praktikum


Komputasi Proses Industri
2.1 Kuliah Umum
2.2 Responsi (Pretest)
2.3 Pelaksanaan Praktikum
2.4 Penyusunan Laporan Praktikum
Modul 1: Menggambarkan Flow Sheet Proses Industri Kimia
Modul 2: Pengenalan Penggunaan Hysis Untuk Perancangan Alat Proses
Modul 3: Pengenalan Penggunaan Super Pro Untuk Perancang Alat Proses
Modul 4: Pengenalan Matlab Pada Bidang Teknik Kmia
Modul 5: Komputasi Matematika Teknik Kimia Menggunakan Matlab
Modul 6: Persamaan Keadaan
Modul 7: Rancangan Alat Perpindahan Panas
Lampiran A: Format Laporan Awal
Lampiran B: Format Laporan Akhir
Lampiran C: Laporan Awal/Akhir
Lampiran D: Lembar Penilaian Asisten
Lampiran E: Lembar Penilaian Instruktur
Lampiran F: Lemabr Penugasan
Lampiran G: Lembar Data
Lampiran H: Lembar Pengesahan Laporan Akhir
Lampiran I: Kartu Peserta Praktikum dan Bukti Tanda Penyerahan Laporan

3
3
4
5
7
14
21
42
48
69
74
92

vi

I. PENDAHULUAN
Pada pendahuluan ini akan dijabarkan latar belakang, tujuan dan ruang
lingkup dari praktikum Komputasi Proses Industri.
1.1. LATAR BELAKANG
Kurikulum berbasis kompentensi (KBK) tahun 2012 Jurusan Teknik
Kimia terdiri dari kegiatan perkuliahan teori (kelas), praktikum di laboratorium,
kegiatan praktek lapangan di industri, kegiatan penelitian dan seminar, serta pra
rancangan pabrik. Pra Rancangan Pabrik merupakan tugas akhir untuk
mendapatkan gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik Kimia. Tugas akhir ini
merupakan sarana untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap mata
kuliah mulai dari semester 1-7.
Program Studi Teknik Kimia menginginkan agar lulusannya mampu
mendalami dan mengembangkan ilmu secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini
seiring dengan Visi Misi dari Program studi di Jurusan Teknik Kimia yaitu
Menjadi Lembaga Pendidikan Teknik Kimia Tingkat Sarjana yang Berkualifikasi
Unggul di Tingkat Nasional dan Berkontribusi pada Industri Khususnya Kawasan
Sumatera dan Berkonsentrasi di Bidang Teknologi Pengolahan Sumber Daya
Alam Nabati dengan Misi sebagai berikut :
1. Melaksanakan sistem ketatakelolaan yang kredibel, transparan, akuntabel,
bertanggung jawab dan adil.
2. Mengembangkan sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan
sistem informasi.
3. Melaksanakan pendidikan yang menghasilkan sarjana Teknik Kimia yang
berkualitas.
4. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang Teknik
Kimia yang dapat menunjang pembangunan dan perekonomian.
5. Membangun kemitraan dan jaringan kerjasama.
Dalam menunjang visi misi tersebut, untuk menghasilkan sarjana teknik
kimia yang berkualitas harus dibekali penguasaan berupa materi teori dan materi
yang berupa praktek.

Penguasaan materi teori saja tidak cukup tapi perlu

penghayatan dengan praktek di laboratorium/lapangan. Laboratorium sangat


diperlukan untuk membentuk sikap, keterampilan, kemampuan bekerja sama, dan
kreativitas dalam menerima ilmu. Kemampuan tersebut diperoleh melalui latihanlatihan yang intensif dan kegiatan praktikum. Praktikum adalah aktivitas yang
dilakukan untuk mencapai suatu tingkat ketrampilan (skill) tertentu, kemampuan
bekerja sama, dan menumbuhkan sikap (attitude) yang diperlukan dalam
berprofesi di bidang Teknik Kimia.
Laboratorium merupakan sarana fisik dan sarana programatik karena
merupakan suatu organisasi dimana pra-sarana dan sarana fisik serta sumberdaya
manusia dikelola untuk melakukan kegiatan kajian, penelitian atau pengembangan
suatu keilmuan. Laboratorium Teknik Kimia merupakan laboratorium pendidikan
yang mewujudkan kegiatan dalam bentuk modul percobaan/praktikum. Untuk
kelancaran pelaksanaan praktikum di program Studi Teknik Kimia perlu disusun
suatu panduan buku Penuntun Praktikum.

1.2. TUJUAN
Buku panduan Penuntun Praktikum Komputasi Proses Industri disusun
dengan tujuan menjadi pedoman/acuan untuk Praktikan, Asisten, Instruktur,
Teknisi, dan Kepala Laboratorium dalam melaksanakan kegiatan laboratorium.
Selain itu buku ini juga bertujuan :
1. Mengoptimalkan fungsi dan manfaat laboratorium.
2. Meminimalkan

dampak

negatif

kegiatan

laboratorium

terhadap

keselamatan, kesehatan, kenyamanan kerja, dan lingkungan.


3. Memperjelas tugas dan wewenang pengelola laboratorium
4. Mengembangkan, merencanakan, dan mengoperasikan laboratorium
dengan memperhatikan faktor berkelanjutan
5. Menentukan tolak ukur untuk mengevaluasi kemajuan yang dicapai
laboratorium
6. Merancang dokumen yang jelas untuk digunakan sebagai dasar
pelaksanaan kegiatan tersebut
1.3. RUANG LINGKUP

Buku panduan Penuntun Praktikum ini berisi tentang ;


1. Tata tertib praktikum dan Tata cara pelaksanaan praktikum, pembuatan
laporan, dan penilaian.
2. Modul praktikum. Modul praktikum yang akan dilaksanakan sudah
mengacu pada Standar Minimal Laboratorium Teknik Kimia yang
diterbitkan oleh DIKTI
3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

2.

TATA TERTIB DAN TATA CARA PELAKSANAAN


PRAKTIKUM KOMPUTASI PROSES INDUSTRI

Tata Tertib dan Tata cara pelaksanaan praktikum Komputasi Proses Industri
terdiri dari 6 tahapan yaitu :
1. Kuliah Umum
2. Responsi (pretest)
3. Pelaksanaan praktikum
4. Penyusunan laporan praktikum
5. Responsi laporan praktikum
6. Ujian akhir
2.1. KULIAH UMUM

Kuliah umum adalah pembekalan atau penyampaian tata tertib dan tat cara
pelaksanaan dan materi modul praktikum ke pratikan sebelum memulai praktikum
dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Kuliah umum dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan praktikum dan harus
diikuti oleh semua kelompok praktikan, asisten dan instruktur.
b. Kuliah umum menjelaskan tentang
1. Tujuan praktikum
2. Tata tertib pelaksanaan praktikum
3. Tata cara pemodelan matematik

4. Penyusunan laporan
5. Sistem penilaian dan sanksi
6. Materi yang terkait dengan modul praktikum
2.2. RESPONSI (PRETEST)
Kegiatan Responsi atau Pretest dilaksanakan setelah praktikan mengikuti
Kuliah Umum. Responsi dilaksanakan oleh praktikan pada waktu berikut ini :
a.

Setiap akan melaksanakan satu modul praktikum, terlebih dahulu diadakan


pretest. Pretest dipandu oleh asisten dan dilaksanakan secara lisan terhadap
kelompok praktikan 2 (dua) hari sebelum praktikum dimulai. Dan inti
pembicaraannya meliputi dari :

Tujuan dan prinsip modul

Cara pengoperasian perangkat yang digunakan

Memabangun pemodelan matematik bidang industri kimia

Mengaplikasikan pemodelan tersebut menggunakan perangkat Matlab,


Hysis dan Super Pro.

b.

Membuat pengolahan data

Jika ada diantara praktikan dalam satu kelompok tidak dapat menjelaskan hal
yang ditanyakan oleh asisten, kelompok tersebut tidak diperkenankan
melaksanakan pratikum pada hari yang telah ditentukan. Kelompok praktikan
yang tidak lulus pretest, diwajibkan mengulang kembali pretest. Jika sampai
saat praktikum akan dimulai dan kelompok praktikan belum lulus pretest,
maka

pelaksanaan

praktikum

untuk

kelompok

praktikan

tersebut

dilaksanakan dihari lain.


c.

Kelompok praktikan yang dinyatakan lulus, asisten akan memberikan


variabel yang harus diamati yang ditulis pada form data.

d.

Jika ada beberapa tugas persiapan bahan yang disiapkan sebelum mulai
praktikum, maka harus sudah disiapkan 1 hari sebelum praktikum.

2.3. PELAKSANAAN PRAKTIKUM


10

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Pelaksanaan Praktikum dimulai ketika kelompok praktikan telah melaksanakan
responsi dan memperoleh form data yang telah diisi oleh Asisten. Dan Aturan
pelaksanaan Praktikum tersebut antara lain sebagai berikut :
1.

Praktikum dimulai pada pukul 8.15 pagi.

2.

Praktikan harus hadir di laboratorium paling lambat 15 menit sebelum


praktikum dimulai dengan memakai pakaian hitam putih dan sepatu tertutup.

3.

Jika praktikan berhalangan hadir, maka harus memberitahukan atau minta


ijin pada instruktur atau asisten praktikum (dengan melampirkan surat izin)

4.

Pada saat memasuki ruang laboratorium, praktikan harus meletakkan tas dan
asesoris lainnya yang tidak berkaitan dengan modul praktikum di tempat yang
telah disediakan, dan menandatangani absen kehadiran. Praktikan yang tidak
mengisi absen dianggap tidak hadir.

5.

Praktikan kemudian memeriksa perangkat software yang akan digunakan


sesuai dengan modul yang akan dilaksanakan.

6.

Pemodelan matematik praktikum


a. Pemodelan matematik yang dibangun adalah data yang ditugaskan oleh
asisten yang tercantum dalam form data
a. Praktikan membuat pemodelan sesuai dengan urutan kerja yang dilakukan
dan dibutuhkan. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data.
b. Setiap data yang diperoleh harus dianalisa dan dikonfirmasikan ke asisten.
Asisten harus memeriksa pemodelan tersebut tersebut dengan seksama.
Jika terjadi kesalahan, maka pemodelan harus diulangi. Data yang
diperoleh harus dibandingkan dengan menggunakan perangkat software
yang berbeda. Jika data yang diperoleh masih tidak sesuai dengan
perangkat software yang digunakan, berikan alasan dan pembahasannya.
c. Kasus pemodelan yang akan dibangun gamatan harus ditulis secara rapi
dalam lembaran data yang telah disediakan.
d. Lembar data harus dibuat rangkap dua dan diparaf oleh asisten. Satu
lembar data harus diserahkan pada asisten dan lembar lainnya di simpan
oleh kelompok praktikan untuk pembuatan laporan lengkap

11

7.

Selama praktikum berlangsung praktikan juga harus mentaati beberapa aturan


sebagai berikut:
a. Tidak diperkenankan merokok, makan, dan minum di dalam ruang
laboratorium.
a. Praktikan tidak diperkenankan meninggalkan ruang praktikum tanpa ijin
asisten atau koordinator praktikum sebelum ada tanda praktikum selesai
b. Pada jam istirahat, ruangan harus dikosongkan dan pekerjaan yang telah
dibuat harus disimpan dengan benar.
c. Tidak dibenarkan meninggalkan peralatan yang sedang beroperasi
d. Jika terdapat hal yang tidak dipahami ketika sedang menjalankan
pemograman, segera laporkan ke asisten/tenaga kependidikan/instruktur.

8.

Praktikum berakhir pada pukul 16.00 wib. Sebelum meninggalkan ruangan


praktikum, praktikan harus memastikan kembali alat dan meja kerja dalam
keadaan bersih dan mengisi absen pulang. Praktikan yang tidak mengisi absen
pulang dianggap meninggalkan praktikum dan mengakibatkan pengurangan
nilai pada pelaksanaan praktikum.

9.

Setiap praktikan harus mengikuti seluruh modul praktikum. Apabila tidak


mengikuti praktikum tanpa pemberitahuan atau ijin, maka praktikan yang
bersangkutan dianggap mengundurkan diri atau gugur.

10. Setiap kelompok praktikan akan mendapat 6 modul praktikum


11. Setiap praktikan harus membuat laporan lengkap yang ditandangani oleh
asisten
12. Praktikan melaksanakan pembicaraan laporan akhir praktikum secara lisan
dengan instruktur.
13. Praktikan melaksanakan ujian akhir Praktikum
14. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur kemudian
B. PEMAKAIAN ALAT
1.

Perangkat komputer sudah tersedia di atas meja kerja dalam keadaan baik dan
bersih

2.

Praktikan dan asisten harus memeriksa kondisi perangkat komputer yang


akan digunakan. Perangkat yang rusak dikembalikan kepada asisten harus

12

diperbaiki dan diganti oleh praktikan. Nama dan kondisi perangkat ditulis
dalam form penggantian alat
3.

Praktikan tidak boleh menerima perangkat dalam keadaan rusak.

4.

Perangkat praktikum yang rusak karena kelalaian praktikan harus diganti dan
menjadi tanggung jawab kelompok praktikan. Cara penggantian alat
dikonfirmasikan kepada Kepala Laboratorium.

5.

Pada saat pengembalian perangkat kerja, asisten harus memeriksa kembali


keadaan alat. Keadaan pergkatan tersebut tertulis didalam form pengembalian
dan ditandangani oleh praktikan dan asisten.

2. 4. PENYUSUNAN LAPORAN PRAKTIKUM


A. PENULISAN LAPORAN
Laporan Praktikum terdiri dari laporan awal dan laporan akhir (lengkap).
1. Laporan Awal
Laporan singkat adalah laporan yang diserahkan pada saat responsi awal.
Susunan Laporan Awal
Judul modul
Penilaian Asisten
1 . Latar Belakang
2. Tujuan Percobaan
3. Kompetensi
4. Mata Kuliah Terkait
5. Penelusuran Pustaka
6. Pemodelan matematik
6.1. Parameter dan Variabel berdasarkan persamaan yang digunakan
6.2. Pemograman yang dibangun
6.3. Tahapan kerja
Pada penyusunan laporan Singkat dibuat oleh semua praktikan sesuai
dengan modul yang akan dilaksanakan saat itu. Laporan singkat dibuat sebelum
responsi sampai bab 3. Dan setelah melakasanakan praktikum dan selesai semua
pengamatan yang dilkukan, praktikan segera melanjutkan pengolahan data dan

13

pembahasan yang diajukan ke asisten untuk dikoreksi. Dengan format laporan


sebagai berikut :
7. Hasil Sumulasi dan Pembahasan
7.1. Hasil Simulasi
Hasil simulasi harus disusun dalam daftar-daftar yang rapi. Nama jalur dan
deret dalam daftar itu diperhatikan, supaya mudah dimengerti. Tiap-tiap
daftar harus diberi nama dan nomor urut didahului dengan kata Tabel.
Hasil percobaan akan lebih mudah ditafsirkan bila dari hasil tersebut
dibuat grafik, gambar dan diagram aliran harus diberi nama dan nomor
urut dengan didahului data Gambar. Penulisan Tabel di letakkan diatas
tabelnya dan penulisan Gambar diletakkan pada bawah Gambar. Sebelum
menampilkan Tabel dan Gambar harus diawali dengan kalimat-kalimat
pengantar, karena suatu bab tidak dapat dimulai dengan Gambar atau
Tabel.
Pada point Bab ini bukanlah tempat untuk membicarakan hasil. Tujuan
kalimat-kalimat pengantarnya adalah untuk memberikan orientasi kepada
pembaca akan cara-cara penyajian hasil-hasil secara logis dan mudah
untuk dimengerti.
7.2 Pembahasan
Pembahasan dititik-beratkan pada hasil simulasi yang dimuat dalam bab
hasil-hasil. Saran-saran yang memungkinkan perbaikan hasil simulasi
boleh dimasukkan..
8. Kesimpulan dan Saran
Dikemukakan semua hasil simulasi dalam ringkasan dan dari hasil-hasil
itu kemudian ditarik kesimpulan.
9. Daftar Pustaka
10. Lampiran
2. Laporan Akhir (Lengkap)
Laporan Akhir adalah laporan yang memuat semua modul praktikum yang
telah dilaksanakan. Laporan ini dibuat setelah semua praktikum siap semua.

14

(Hasil laporan singkat yang telah direvisi oleh asisten). Laporan Lengkap ini di
jilid cover langsung dengan warna sesuai warna jurusan.
Susunan Laporan Lengkap
Judul laporan, Ditulis pada formulir yang telah disediakan.
Penialaian Asisten
Penilaian Instruktur
Lembar Pengesahan
Daftar Isi.
Daftar Tabel, Memuat tabel yang terdapat dalam laporan dan halaman
dimana tabel tersebut dimuat.
Daftar Notasi, Memuat urutan simbol persamaan yang terdapat dalam
laporan dan halaman di mana simbol tersebut dimuat
Daftar Gambar, Memuat urutan gambar yang terdapat dalam laporan dan
halaman dimana gambar tersebut dimuat.
BAB 1 s/d BAB 7 (Uraian sama dengan yang dicantumkan di laporan
singkat + pembahasan yang telah direvisi atau yang diperiksa oleh
Asisten)
Daftar Pustaka
Dituliskan pustaka yang dibaca atau dari mana asal

kutipan kutipan,

disusun dan diberi nomor urut. Kutipan dapat diambil dari buku, majalah,
catatan kuliah atau keterangan pribadi; asalkan disebutkan sumbernya
sebagai berikut :
1. Untuk buku :
Nama pengarang (nama keluarga lebih dahulu), nama buku, jilid, edisi,
penerbit, tempat penerbit, tahun terbit, dan halaman.
2. Untuk majalah :
Nama pengarang, nama majalah, nomor, jilid, halaman dan tahun terbit.

Lampiran
Dalam bab ini dimut semua data asli pemograman yang dilakukan.
Data dan keterangan lain yang diperlukan, data-data termodinamika
yang digunakan.

15

B. FORMAT LAPORAN

Digunakan kertas A4 (21x297 mm).

Margin kiri atas 4 cm, kanan dan bawah 3 cm (buat garis batas)

Nomor halaman sebelum bab pendahuluan adalah tengah-tengah 2,5 cm


dari tepi bawah dengan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst). Nomor
halaman yang memuat bab baru adalah ditengah-tengah 2,5 cm dari tepi
bawah dengan angka arab (1, 2, 3, 4, dst). Nomor halaman lain adalah
dengan angka arab pula 2,5 cm dari tepi atas dan 4 cm dari tepi kanan.
Gunakan penomoran urutan bab pasal sebagai berikut :
Bab. 1
1.1 .
1.2 .
1.2.1 .
1.2.2 . Dst
Gambar dan grafik hendaknya dibuat pada halaman tersendiri dan diberi
keterangan secukupnya. Tabel dan gambar masing-masing harus diberi
nomor urut (misalnya : Tabel 1, Gambar 1, dst). Dan setiap menampilkan
tulisan Tabel dan Gambar awali dengan huruf besar. Semua gambar harus
juga termuat dalam kertas A4 dan didalam bidang yang diberi batas garis 4
cm, dari tepi atas dan kiri, serta 3 cm dari tepi kanan dan bawah.
Tulis daftar pustaka sebagai berikut : (contoh literatur)
1. Sherwood, T.K, dan Pigford, R.L.Absorpstion and Extraction,
McGraw Hil, New York, 1952, hal 16-19.
2. Whitney,R.P. dan Vivian, J.E. Ind. Eng. Chem, 33 (184J, hal 743).

C. PETUNJUK UMUM

Laporan Awal harus ditulis tangan dengan menggunakan pena tinta biru.

Laporan harus rapi. Tulisan dan gambar harus terang dan dapat dibaca.

16

Laporan harus seksama dan benar, baik dalam bahasa dan ejaannya,
maupun dalam perhitungannya. Jangan mempergunakan kata saya,
kami, dan kita.

Sedapat mungkin jangan mengulang sesuatu pernyataan atau kalimat yang


ada. Kalimat-kalimat harus berhubungan satu sama lain secara wajar dan
teratur.

Jangan semata-mata mengutip kalimat dari buku. Susunlah kalimatkalimat menurut kesanggupan sendiri.

Pergunakan satuan metrik (SI unit) dalam setiap perhitungan. Sebutkan


satuan (unit) dalam lajur data sehingga cukup sekali saja dikemukakan.

Untuk Laporan Akhir / Lengkap , harus di ketik dengan komputer, file dan
dokumen gambar atau foto disatukan filenya dan dibuat satu folder , dan
diburning dalam CD.

D. PENYERAHAN LAPORAN

Laporan awal, dibuat untuk setiap percobaan yang dilakukan dan harus
diserahkan kepada asisten pada hari yang sama dengan pelaksanaan
praktikum.

Laporan akhir / lengkap, diserahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku


dan waktu yang telah ditetapkan.

Semua laporan diserahkan kepada asisten untuk diperiksa.

E. RESPONSI LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM


Responsi laporan akhir bertujuan memantau kemampuan pemahaman
praktikan setelah pelaksanaan praktikum. Materi responsi meliputi :

Keterkaitan parameter percobaan terhadap hasil simulasi

Penguasaan materi

Kemampuan komunikasi

F. PENILAIAN
Nilai praktikum Komputasi Proses Industri terdiri dari:

17

o Responsi awal (10%)

Kelengkapan persyaratan response (50%)

Penguasaan materi (50%)

o Pelaksanaan Praktikum (30%)

Kehadiran pada saat pelaksanaan praktikum (15%)

Kebersihan tempat kerja (10%)

Disiplin (15%)

Kesungguhan dalam melaksanakan praktikum (60%)

o Laporan singkat (10%)

Kesesuaian format (15%)

Kebersihan (15%)

Kelengkapan materi (70%)

o Laporan lengkap (15%)

Kesesuaian format (15%)

Kebersihan (15%)

Teori pendukung (20%)

Kesesuaian data hasil praktikum (15%)

Pembahasan (35%)

o Responsi Laporan (20%)

Kesesuaian parameter percobaan terhadap hasil (20%)

Penguasaan materi (50%)

Kemampuan komunikasi (30%)

o Ujian Akhir Semester (15%)


G. SANKSI
1. Praktikan yang tidak mengikuti kuliah umum tidak diizinkan mengikuti
kegiatan praktikum kecuali ada pemberitahuan, dan harus mengikuti kuliah
umum di hari lain.
2. Praktikan yang tidak lulus responsi tidak diizinkan mengikuti kegiatan
praktikum.

18

3. Praktikan yang tidak tepat waktu pada pelaksanaan praktikum, harus


membuat surat perjanjian di atas materai 6000 yang diketahui oleh kepala
laboratorium. Jika praktikan melanggar surat perjanjian yang telah dibuat,
maka praktikan tidak diizinkan untuk mengikuti praktikum selanjutnya
(praktikum dibatalkan).
4. Praktikan yang tidak membawa perlengkapan sesuai dengan yang telah
ditentukan oleh asisten tidak diizinkan mengikuti praktikum.
5. Praktikan yang keluar masuk laboratorium tanpa seizin asisten, maka nilai
disiplin dikurangi 50%.
6. Kelompok praktikan yang tidak menjaga kebersihan area kerja, maka nilai
kebersihan tempat kerja dikurangi 50%.
7. Perangkat kerja yang rusak karena kelalaian praktikan harus diganti. Cara
penggantian alat dikonfirmasikan dengan kepala laboratorium.
8. Praktikan yang tidak serius/lalai dalam melakukan praktikum, maka nilai
kesungguhan praktikum dikurangi 50%.
9. Praktikan yang mengumpulkan laporan sementara dan laporan lengkap tidak
tepat waktu, maka nilai laporan akan dikurangi 50%.

19

Modul 1
Menggambar Flow Sheet Proses Industri Kimia
1.1 Latar Belakang
Menggambar flow sheet proses industri kimia merupakan modul praktikum untuk
menggambarkan proses rancangan pabrik sesuai dengan nilai dimensi peralatan
yang diperoleh.

Modul praktikum ini berisikan tentang standardisasi gambar

teknik, jenis- jenis peralatan proses yang digunakan , dan cara menggambarkan
peralatan proses tersebut dengan menggunakan perbandingan. Menggambarkan
proses industri kimia ini menggunakan bantuan Microsoft Visio. Microsoft Visio
merupakan salah satu program yang digunakan khusus dalam membantu membuat
perancangan diagram atau gambar. Visio menyediakan banyak fasilitas yang membantu
dalam pembuatan diagram untuk menggambarkan informasi dan sistem dari penjelasan
dalam bentuk teks menjadi suatu diagram dalam bentuk gambar disertai penjelasan
singkat.

Visio

dapat

menghasilkan

suatu diagram mulai dari yang sederhana hingga diagram yang kompleks.

1.2 Tujuan
Menggambarkan flow sheet proses industri kimia lengkap sesuai dengan
perbandingan skala sebenarnya dengan menggunakan bantuan perangkat
Microsoft Visio.
1.3. Kompetensi
Mahasiswa memiliki pemahaman terhadap menggambarkan flow sheet
rancangan proses industri kimia dengan perbandingan skala sebenarnya.
1.4. Mata Kuliah Terkait
Proses Industri kimia, Perancangan Alat Proses dan Pengendalian Proses.
1.5. Penelusuran Pustaka
Wilayah kerja Visio terdiri atas 2 jendela utama yaitu jendela pilihan toolbox
disebelah kiri dan halaman pengerjaan disebelah kanan. Tampilan awal Visio,
20

sebelah kiri terdapat jenis-jenis kategori dan di sebelah kanan terdapat jenis
template dari tiap kategori seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Menu utama
Toolbar

Katagori

Gambar 1. Tampilan awal Microsoft visio


a. Menu Utama
Microsoft Visio memiliki menu utama yang terdiri dari:
1. File

: digunakan untuk mengatur yang berhubungan dengan file, seperti


membuat file baru, membuka file, menutup file, mengatur file, dll

2. Edit

: digunakan untuk proses pengeditan seperti copy, paste, delete, dll

3.View

: digunakan untuk mengatur tampilan lingkungan kerja Visio.

4. Insert : digunakan untuk menyisipkan objek, gambar, simbol, komentar, dll


5. Format: digunakan untuk mengatur halaman pengerjaan.
6. Tools : digunakan ini berhubungan dengan fasilitas tambahan yang
disediakan Visio seperti Export to Database, Macro, Ruler& Grid,
Report dan sebagainya.
7. Shape : digunakan untuk mengatur objek shape pada halaman pengerjaan.

21

8. Window: digunakan untuk mengatur jendela kerja Visio.


9. Help

: digunakan untuk bantuan penggunaan Visio

B. Membuat Bangun Sederhana


Untuk membuat bangun sederhana dapat kita gunakan kategori Block Diagram
dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : Setelah kita membuka program
VISIO kita tinggal pilih kategori block Diagramkemudian pilih Basic Diagram.
Perhatikan gambar berikut ini :

Untuk memulai membuat gambar flow sheet dapat dilakukan dengan cara:

22

a. Klik file, pilih new


b.Klik shape yang terdapat pada menu utama
c pilih program program yang dikehendaki (misalnya : engineering), seperti

yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

C. Menampilkan Gambar pada Visio


Untuk menampilkan dan menambahkan gambar peralatan ke halaman pengerjaan dapat
kita
lakukan dengan cara:
1. Pilih shape yang ingin kita buat
2. Drag shape tersebut ke halaman pengerjaan, kemudian lepaskan
3. Atur besar kecil bangun sesuai dengan keinginan.

23

3 Langkah Kerja
Menggambar Flow Diagram dengan Microsoft Visio
1. Pilih File > New > Engineering > Flow Diagram

24

2. Pada jendela bagian kiri akan muncul tampilan sebagai berikut.

3. Pilih alat yag akan digunakan, dengan cara klik tahan dan bawa ke
halaman putih.

25

4. Mengatur skala pada alat.


Pilih View > Toolbars > View maka akan muncul tampilan

Atur skala pebandingan alat sesuai dengan tugas yang diberikan.


Klik 2 kali pada alat untuk merubah tag name.
5. Jika alat yang digunakan tidak terdapat pada pilihan alat maka alat tersebut
bisa digambar dengan menu drawing :

26

Modul 2
PENGENALAN PENGGUNAAN HYSIS
UNTUK PERANCANGAN ALAT PROSES
2.1 Latar belakang
Perangkat Hysis (Hyphothetical System/sistem hipotesa) adalah program
yang dirancang untuk mensimulasikan unit atau multi unit suatu proses yang
terintegrasi di dalam suatu pabrik.

Penggunakan program Hysis ini akan

membantu secara cepat untuk menyelesaikan perhitungan dalam mendesain suatu


proses yang rumit (karena melibatkan banyak persamaan matematik) dan
memerlukan waktu yang lama bila dikerjakan secara manual.
Simulator dengan menggunakan perangkat Hysis dapat digunakan untuk
berbagai kasus-kasus aplikasi di bidang industri kimia seperti:
1. Membuat suatu rancangan terhadap industri kimia
2. Melakukan monitor terhadap kemampuan proses industri kimia yang telah ada.
3. Melacak berbagai permasalahan prosess yang terjadi di industri kimia
4. Memungkinan melakukan peningkatan kapasitas produksi dari industri kimia
Area penggunaan dari simulator Hysys adalah

Conceptual analysis

Process design

Project design

Operability and safety

Automation

Asset utilization

Perangkat Hysys dapat dipergunakan untuk mensimulasikan unit-unit process


secara steady state dan dynamic.)
2.2 Tujuan
1. Mengetahui tool-tool sebagai dasar simulasi yang ada dalam HYSYS

27

2. Mampu membuat alur sistem proses rancangan industri kimia dengan


menggunakan software Hysis
3. Memberikan pengertian dasar konsep penyelesaian perhitungan Neraca
Massa dan panas
2.3. Kompetensi
Mahasiswa memiliki pemahaman terhadap konsep dasar penggunaan
perangkat Hysis dalam menghitung neraca massa dan energi suatu proses
industri.
2.4. Mata Kuliah Terkait
Matematika dasar dan Teknik Kimia, Proses Industri kimia, Azas Teknik
Kimia, Thermodinamik Analisa Numerik, dan Perancangan Alat Proses
2.5. Penelusuran Pustaka
I. Bagian-Bagian dari Perangkat Hysis
Jendela awal: saat mengklik icon Hysys yang telah ada di desktop atau menu
program computer akan menampilkan jendela awal seperti gambar berikut ini

Di samping itu perangkat Hysis menyediakan beberapa tombol yang fungsinya


seperti berikut:

28

29

II. Langkah-langkah dasar untuk melakukan simulasi dengan Hysys


a. Membuka case baru yang ada di bagian file ( File New Case)

b. Setelah dipilih new case kemudian muncul jendela simulation basis manager

C. Melakukan pengaturan satuan (tersedia dalam unit SI dan British) yang akan
digunakan sebelum menuju ke Simulation Basic Manager. Langkah yang
dilakukan klik menu bar tools preference variables. Jendela untuk
bagian Units adalah sebagai berikut

30

Perangkat Hysis menyediakan fasilitas clone. Fungsinya adalah untuk mengubah


beberapa variable dengan unit yang dikehendaki jika unit tidak semuanya di ubah
dalam bentuk SI atau British unit. Contohnya tekanan yang tersedia dalam satuan
SI adalah kPa kemudian diubah dalam atm atau bar. Caranya adalah Klick bagian
clone maka akan muncul unit set baru dengan nama NewUser Kemudian pilih
units variable yang akan diubah misalnya tekanan dari kPa ke bar, maka pilih
pada bagian display units Pressure dan pilih satuan yang dikehendaki.
Selain perubahan units, bagian variables juga menyediakan bagian formats.
Bagian ini dipergunakan untuk mengubah jumlah digit dibelakang koma serta
jumlah satuan. Bila tidak semua unit akan diubah dalam SI atau british, Hysys
menyediakan fasilitas clone untuk mengubah beberapa variable dengan unit yang
dikehendaki misalnya tekanan yang tersedia dalam satuan SI adalah kPa
kemudian diubah dalam atm atau bar, bisa dilakukan dengan fasilitas clone
tersebut. Caranya adalah Klick bagian clone maka akan muncul unit set baru
dengan nama NewUser.

Kemudian pilih units variable yang akan diubah

misalnya tekanan dari kPa ke bar, maka pilih pada bagian display units Pressure
dan pilih satuan yang dikehendaki.

31

Selain perubahan units, bagian variables juga menyediakan bagian formats.


Bagian ini dipergunakan untuk mengubah jumlah digit di belakang koma serta
jumlah satuan.
Simulation basis manager terdiri dari beberapa bagian seperti Components.
Pada bagian ini dipergunakan untuk memasukan data komponen-komponen yang
terlibat pada unit-unit process yang akan disimulasikan (fasilitas add). Hysys
telah

mengelompokan

komponen-komponen

dalam

satu

group

seperti

Hydrocarbon, Solid, Alkohol dengan menggunakan fasilitas View Filters. Group


komponen yang telah dipilih untuk simulasi Hysys dapat diberi nama lain
(default Component List-1). Komponen yang akan dipergunakan dapat
dimasukkan

ke

dalam

kolom

selected

component dengan melalui tahap berikut ini:

masukkan formula atau nama dari komponen di bagian Match

bila komponen yang akan dipergunakan telah dimasukkan maka klik Add
Pure

bila ingin menghilangkan komponen yang telah dipilih dengan komponen


lain cukup pilih komponen yang akan dipilih dan yang diganti kemudian
klik bagian.

Substitute Jendela Component view list

32

Komponen-komponen yang telah dipilih dapat dilihat datanya dengan mengklik


komponen tersebut. Data tersebut adalah ID komponen di simulasi Hysys dan
beberapa properties dari komponen tersebut.
Contoh adalah komponen n-Pentana

Data ID adalah kelompok Hydrocarbon dengan formulat C5H12 dengan


ID number 7

Data critical seperti berat molekul dan titik didih.

Fluid Package Pemilihan persamaan keadaan termodinamika seperti PengRobinson, Van Laar, Wilson, Margules, NRTL. Tahapan pemilihan fluid package
adalah:

Pada bagian simulation basis manager pilih fluid package dan klick add
untuk setiap kasus baru

Maka muncul windows seperti dibawah ini

33

Pada bagian Property Package Selection ditemui bermacam-macam


Property Package. Property Package tersebut dalam diseleksi dalam
beberapa bagian iaitu

Bagian Equation of State (Persamaan Keadaan)

34

Bagian Activity Model

35

Bagian Chao Seader Models

Bagian Vapour Pressure Model

36

Bagian lain-lain (Miscellaneous)

Gambar dibawah ini memperlihatkan algoritma untuk pemilihan suatu fluid


package untuk simulasi dengan Hysys.

37

Error yang akan terjadi dalam pemilihan Fluid Package adalah

Error dengan tampilan tidak direkomendasikan (not recommended) artinya


fluid package yang

dipergunakan tidak direkomendasikan untuk

menjalankan simulasi tersebut maka dapat dilakukan dengan pemilihan


fluid package yang lainnya

Error dengan tampil incompactible component dengan perbaikan sama


mempergunakan fluid package lainnya yang cocok untuk komponent
dalam list tersebut

Reaction
Dari simulation basis manager klik bagian Reactions kemudian klik Add Rxn,
maka akan muncul tipe dari reaksi.

38

Hysys menyediakan 5 macam tipe reaksi yaitu Conversion, Equilibrium, Kinetic,


Heterogen Catalytic dan Simple Rate

39

3. Kemudian Press Enter Simulation Environment, maka muncul jendela PFD


(ProcessFlow Diagram) yang akan dipergunakan untuk menggambarkan process
yang akan disimulasikan dengan Hysys. Pada bagian kanan muncul pula unit-unit
process yang tersedia di program simulator Hysys ini.

Unit-unit process tersebut dapat dilihat dengan menekan tombol keyboard F12

Aliran massa dan energi


Aliran massa Aliran massa dipergunakan untuk mengetahui kondisi dari
komponen-komponen yang ada dalam aliran tersebut pada tekanan (P) dan
temperatur (T) yang terjadi pada aliran tersebut. Pada aliran tersebut dapat diset P

40

dan T atau fraksi mol dan tekanan (P). Contoh kasus air (H20) pada tekanan 1 atm
bila temperatur 50oC maka tidak terdapat phasa uap bila pada temperature 110oC
akan diperoleh seluruhnya berphasa uap. Tanda panah dibawah ini menunjukkan
kondisi dari data yang dimasukkan. Bila berwarna biru muda maka data aliran
belum lengkap dan biru tua menandakan data telah lengkap.
Data yang diberikan ke aliran belum lengkap
Data yang diberikan ke aliran telah lengkap

Aliran Energi
Aliran energi dipergunakan untuk mensuplai energi ke unit atau menyerap energi
yang dihasilkan dari proses reaksi. Energi yang disuplai perlu diketahui berapa
laju alir panasnya sedangkan energi yang diserap hanya mengetahui jenis

41

pendingin yang akan dipergunakan. Icon yang dipergunakan akan memberikan


sinyal sebagai berikut
Data yang diberikan ke aliran belum lengkap
Data yang diberikan ke aliran telah lengkap
Tugas:
1. Buat suatu aliran massa dengan fluida hanya berisi air dengan kondisi Fluid
package yang digunakan adalah Peng-Robinson Laju alir mol yang digunakan
adalah 100 kmol/jam Tekanan : 1 atm Fraksi uap: 1 Berapakah temperatur
dari air tersebut (oC)
2. Lakukan kembali seperti soal 1 dengan menghilangkan data tekanan dan diganti
data temperatur 150oC, berapakah tekanan dari aliran yang berisi air tersebut
(atm). 3. Ubah temperatur pada soal 2 menjadi 70 oC, berapakah tekanan dari
aliran tersebut (atm)
4. Ubah soal no 1 dengan tekanan menjadi 2 atm, berapakah temparatur dari aliran
yang berisi air tersebut (oC)
5. Bila tekanan pada soal 4 dinaikan hingga menjadi 5 atm berapakah temperatur
dari aliran air tersebut (oC)
6. Bila tekanan pada soal 4 diturunkan hingga menjadi 0.5 atm berapakah
temperatur dari aliran air tersebut(oC)
7. Kesimpulan apa yang didapatkan dari soal 1 -6.

42

Modul 3
PENGENALAN PENGGUNAAN SUPERPRO
UNTUK PERANCANGAN ALAT PROSES
3.1 Latar belakang
Perangkat

Superpro

adalah

program

yang

dirancang

untuk

mensimulasikan unit atau multi unit suatu proses yang terintegrasi di dalam
suatu pabrik. Penggunakan program Superpro ini akan membantu secara cepat
untuk menyelesaikan perhitungan dalam mendesain suatu proses yang rumit
(karena melibatkan banyak persamaan matematik) dan memerlukan waktu yang
lama bila dikerjakan secara manual.
3.2 Tujuan
4. Mengetahui tool-tool sebagai dasar simulasi yang ada dalam SUPERPRO
5. Mampu membuat alur sistem proses rancangan industri kimia dengan
menggunakan software Superpro
6. Memberikan pengertian dasar konsep penyelesaian perhitungan Neraca
Massa.
3.3. Kompetensi
Mahasiswa memiliki pemahaman terhadap konsep dasar penggunaan
perangkat Superpro dalam menghitung neraca massa dan energi suatu proses
industri.
3.4. Mata Kuliah Terkait
Matematika dasar dan Teknik Kimia, Proses Industri kimia, Azas Teknik
Kimia, Thermodinamik Analisa Numerik, dan Perancangan Alat Proses.
3.5 Penelusuran Pustaka

43

The SuperPro / EnviroPro Designer software merupakan pilihan terbaik saat ini
untuk bahan kimia apapun, insinyur biokimia atau lingkungan dan ilmuwan di R
& D, rekayasa proses atau manufaktur. Penggunaannya akan meningkatkan efikasi
produktivitas dan komunikasi dari setiap pekerja.
SuperPro dan EnviroPro Designer software mengelola keseimbangan yang unik
antara fleksibilitas, kemudahan penggunaan dan daya komputasi. Software ini
dapat dengan mudah digunakan oleh pemula komputer yang tidak sangat akrab
dengan simulasi dan evaluasi ekonomi. Dalam kasus tertentu jika tersandung pada
sebuah pertanyaan atau memerlukan bantuan maka bantuan

dapat diperoleh

dengan menekan F1. F1 akan menyajikan layar bantuan yang berkaitan erat
dengan tugas yang sedang dikerjakan. Berikut bagian dari desain awal dan
evaluasi alternatif proses:
Bahan dan Energi Saldo Proses Terpadu
Peralatan Sizing
Penjadwalan dan Siklus Analisis Waktu Proses Batch
Analisis Biaya dan Evaluasi Ekonomi
Analisis Throughput dan Debottlenecking
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Semua hasil simulasi juga dapat dilihat dalam bentuk baik laporan mandiri (dalam
PDF, MS-Word, HTML dan format lainnya) atau hasil dapat dimasukkan sebagai
bagian dari laporan berbentuk Ms. Excel. Menggunakan teknologi OLE terbaru,
kita juga dapat menyalin semua atau bagian dari flowsheet dan / atau grafik atau
grafik lain yang dihasilkan oleh aplikasi dan hanya paste di aplikasi Windows
favorit Anda digunakan untuk mengumpulkan laporan atau presentasi.

44

Software Super Pro dapat bermanfaat untuk mendesain serta mengevaluasi sebuah
proses industry. Umumnya super Pro digunakan pada bidang biochemical,
farmasi, chemical, konsultan lingkungan atau dapat juga pada industry makanan.
Langkah awal memulai simulasi ini adalah sebagai berikut:
Langkah Kerja Superpro
1. Kllik ikon Super Pro untuk memulainya
2. Pilihlah mode operasinya, anda dapat memilih batch atau continu. Peerbedaan
keduanya dapat dilihat pada tabel Plant Operation Mode. Selain itu anda harus
mengisi Annual Operating time, yaitu waktu operasi alat dalam satu tahun.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :

Setelah memilih akan terlihat workspace atau lembar kerja untuk memulai
simulasi. Pilih komponen komponen yang akan terlibat pada simulasi. Klik pada
Task, kemudian Register Component and Mixture. Anda dapat memilh komponen
atau mixture yang terlibat. Untuk memilih salah satu komponen anda dapat
mencarinya pada tabel yang tersedia, kemudian klik register. Sebagai contoh, yang
terlihat pada gambar di bawah ini, adalah acetic acid.

45

Apabila komponen tersebut tidak terdapat pada Data bank maka anda dapat
membuat baru yaitu dengan menekan tabel new. Kemudian memasukkan datadata komponen pada tabel properties. Setelah semua komponen yang akan terlibat
di input, anda dapat memilih alat yang diperlukan. Selanjutnya anda dapat
memulai merangkai alat serta arus in dan out. Langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Klik Unit Prosedur
b. Pilihlah alat yang diperlukan, kemudian klik sembarang pada work space.
c. Setelah alat muncul, anda bisa mengklik connect mode, atau ikon . Pada
connect mode anda dapat membuat arus in (S-101) dan out(S-102). Pada Arus in
(S-101) anda harus memasukkan komponen yang terkandung pada arus ini.
Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

46

Hal selanjutnya adalah mengklik dua kali atau klik kanan pada alat tersebut
(misalkan: reactor), kemudian memilih add or remove operation. Option ini harus
sesuai dengan fungsi dari alat tersebut.Klik kanan pada alat tersebut dan pilih
operation data. Option ini merupakan langkah yang dibutuhkan untuk menginput
data data yang dibutuhkan oleh alat tersebut. Perlu diperhatikan bahwa, dari
data-data yang anda input maka super Pro akan menghitung arus output. Untuk
mengetahui permodelan pada masing-masing alat anda dapat menekan help.
Langkah terakhir setelah semua operasi data diisikan adalah klik ikon solve, yang
bergambar .
Pada simulasi yang kompleks dimana diperlukan recycle maka harus dipastikan
bahwa setiap alat dapat disolve satu persatu. Setelah itu arus dapat di-recycle.
Untuk mengetahui mass balance anda dapat mengklik kanan pada alat, kemudian
pilih equipment content. Sedangkan untuk mengetahui mass balance tiap arus
anda dapat melihat pada stream report yang terletak pada menu view.
Beberapa catatan penting:

47

a. Selalu save dan namai file anda setiap kali memberikan perubahan pada
simulasi dengan menggunakan Super Pro 4,55. Terkadang program ini akan error
apabila proses running terlalu lama atau proses sulit konvergen.
b. Untuk simulasi dengan recycle yang kompleks, apabila proses tidak bisa
konvergen maka cara untuk menyelesaikannya yaitu dengan menaikkan nilai
toleransi serta menaikkan iterasi. Untuk mengubah nilai toleransi anda dapat
mengklik pada workspace kosong kemudian klik kanan lalu pilihlah convergence
parameter.
c. Workspace pada Super Pro 4,55 memiliki keterbatasan yaitu alat yang dapat
dipakai pada simulasi ini hanya 25 alat, Sehingga untuk simulasi yang sangat
kompleks dibutuhkan beberapa workspace.

48

MODUL 4
PENGENALAN MATLAB PADA BIDANG TEKNIK KIMIA
4.1 Latar Belakang
Matlab adalah suatu pemograman untuk menyelesaikan persamaan-persamaan
matematika dan data visual yang digunakan oleh para engineer untuk
menganalisis maupun mendisain.
Kegunaaan matlab secara umum adalah untuk:

Matematika dan komputasi


Pengembangan dan algoritma
Pemodelan, simulasi dan pembuatan prototype
Analisis data, eksplorasi dan visualisasi
Pembuatan aplikasi termasuk pembuatan graphical user interface

Matlab memberikan sistem interaktif yang menggunakan konsep array/matriks


sebagai standar variabel elemennya tanpa membutuhkan pen-deklarasi-an array
seperti pada bahasa pemograman lainnya.

Untuk menjalankan Matlab,

sebenarnya tidak dibutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Namun untuk


visualisasi dari program dengan iterasi ataupun pengolahan data yang cukup
besar, perbedaan kecepatan processor akan signifikan. Untuk itu, pada tahap
instalasi Matlab perhatikan versinya. Setiap versi akan membutuhkan spesifikasi
komputer minimum yang berbeda.
1. Lingkungan kerja Matlab
Ketika mulai membuka program Matlab, akan muncul desktop Matlab yang berisi
tools (Graphical User Interface) untuk mengatur file, variabel dan aplikasi yang
berhubungan dengan Matlab. Dalam desktop juga muncul beberapa form/window
yang memiliki kegunaan masing-masing. Anda dapat menutup semua window
kecuali Command Window yang menjadi window utama Matlab.

49

Menyimpan
variabel masukan
dan hasil

Jendela utama,
mengeksekusi, memasukan
perintah-perintah

Menyimpan segala
perintah pada command
window

Saat anda bekerja di Command window semua perintah, variabel dan data yang
disimpan berada di dalam ruang kerja Matlab. Ruang kerja default dari Matlab
yaitu di folder work di dalam folder Matlab. Apabila kita menginstal Matlab versi
7.1 di C maka folder work akan berada di C:/Matlab7p 1/work. Untuk merubah
ruang kerja lakukan di Command Window, seperti anda merubah direktori di
DOS. Selanjutnya akan dibahas tentang sintak dasar, teknik visualisasi data,
teknik dasar komputasi matematika, dan komputasi matematika Untuk lebih
memahami, anda sebaiknya mencoba langsung pada Command window pada
Matlab.
2. Sintak Dasar` Matlab
2.1 Pendefinisian Data Matlab
1. Data setring
a. Menuliskan data setring
>> M = Mahasiswa
M =

50

Mahasiswa
b. Menggabungkan dua atau lebih data setring.
>> NIM = strcat (Nomor ,Induk,Mahasiswa)
NIM =
Nomor Induk Mahasiswa
c. Mengubah karakter menjadi bilangan ASCII
>> A = double (MATLAB)
A =
77

65

84

76

65

66

2. Data numerik tunggal


Data numerik tunggal yang dapat didefinisikan pada Matlab adalah bilangan
real dan kompleks.
a. Bilangan real

b. Bilangan kompleks

>> a = 2

>> z = 2 3i

z =

=
2

c. Bagian real dari z

2.0000 3.0000i
d. Bagian imajiner dari z

>> real (z)

>> imag (z)

ans =

ans

2
e. Panjang dari z

-3
f. Sudut yang dibentuk z terhadap sumbu x

>> r = abs (z)

>> angle (z)

r =

ans =
3.6056

-0.9828

3. Data matriks
a. Data matriks dengan satu elemen
>> A = [20]
A =
20
b. Data matriks dengan satu baris
>> A = [1 2 3 4]
A =

51

c. Data matriks dengan satu kolom


>> A = [2; 3; 4]
A =
2
3
4
d. Data matriks dengan n baris dan m kolom
>> A = [1 3 2 4; 5 4 2 -6; -5 6 7 0]
A =
1

-6

-5

e. Kontruksi matriks 0 berukuran n baris dan m kolom


>> zeros (3,4)
ans =
0

f. Kontruksi matriks 1 dengan n baris dan m kolom


>> A = ones (2,3)
A =
1

g. Kontruksi matriks identitas dengan n baris dan n kolom


>> eye (3,3)
ans =
1

h. Kontruksi data pada interval (a,b) dengan step 1.


52

>> data = [2:6]


data =
2
i.

Kontruksi data pada interval [a,b] dengan step c

3.2 Operasi Matematika


1. Data setring
Untuk data setring, tidak dapat dioperasikan.
2. Data numerik tunggal
Operasi matematika untuk data numerik tunggal pada Matlab, sama halnya
sebagaimana mengoperasikan kalkulator.
a. Bilangan real
Misalkan dimiliki;
>> a = 2;
>> b = 3;
a). Penjumlahan

b). Pengurangan

>> c = a + b

>> c = a b

c =

-1

c). Perkalian

d). Pembagian

>> c = a * b

>> c = a / b

c =

c
6

e). Perpangkatan

=
0.6667

f). Akar kuadrat

53

>> c = a^2

>> c = sqrt(4)

c =

b. Bilangan kompleks
Misalkan dimiliki bilangan kompleks;
>> z1 = 3 + 2i;
>> z2 = 5i 1;
a). Penjumlahan

b). Pengurangan

>> z = z1 + z2

>> z = z1 z2

z =

2.0000 + 7.0000i
c). Perkalian

4.0000 3.0000i
d). Pembagian

>> z = z1 * z2

>> z = z1 / z2

z =

-13.0000 + 13.0000i
e). Perpangkatan

0.2692 o.6538i

f). Akar kuadrat

>> z = z1^2

>> z = sqrt(z1)

z =

5.0000 + 12.000i

1.8174 + 0.5503i

3. Data matriks
Operasi matematika pada data berbentuk matriks, terbagi menjadi dua, yakni
operasi matriks dan operasi elemen matriks.
a. Operasi matriks
Misalkan dimiliki dua buah matriks A dan B sebagai berikut:
>> A = [3 4 5; 1 2 3; 4 3 2]
A

=
3

>> B = [0 9 8; 4 5 6; 7 6 5]
B

=
0

54

a). Penjumlahan

b). Pengurangan

>> C = A + B

>> C = A B

C =

13

13

-5

-3

-3

-3

-3

11

-3

-3

-3

c). Perkalian

d). Pembagian

>> C = A * B

>> C = A / B

C =

51

77

73

-0.0000

0.9091

-0,0909

29

37

35

-0.0000

0.7273

-0.2727

26

63

60

0 -0.2727

0.7273

b. Operasi elemen matriks


Operasi elemen matriks untuk penjumlahan dan pengurangan, sama dengan
operasi penjumlahan dan pengurangan pada matriks.
a). Perkalian elemen matriks
>> C = A.*B
C =
0

36

40

10

18

28

18

10

b) Pembagian elemen matriks


>> C = B. / A
C =
0

2.2500

1.6000

4.0000

2.5000

2.0000

1.7500

2.0000

2.5000

c) Perpangkatan elemen matriks

55

>> C = A.^B
C =
1

262144

390625

32

729

16384

729

32

Catatan :
1. Tanda (;) pada akhir perintah Matlab, digunakan untuk tidak menampilkan
hasil operasi.
Contoh:
>> A = [3 4 5; 2 1 4; 4 5 6];
2.

Untuk menampilkan A maka dapat dilakukan sebagai berikut:


>> A
A =

3.

Bentuk tampilan yang lain juga, dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
>> disp (A)
A =

4.

Jika ingin menampilkan dua buah karakter, yakni setring dan numerik,
maka dilakukan dengan teknik berikut:
>> Panjang = 3;
>> Lebar = 5;
>> Luas = Panjang*Lebar;
>> disp ( [Luas = , num2str 9Luas) ] )
Luas = 15

56

5.

Untuk data matriks, hanya data matriks dengan satu baris yang bisa
ditampilkan seperti pada contoh 4 di atas,
>> disp ( [Data = , num2str (A(1,:) ) ] )
Data = 3 4 5

Untuk melatih kemampuan anda dengan membuat kontruksi data sembarang


sebagaimana contoh yang telah diberikan. Kemudian berlatih untuk mengakses
dan mengoperasikan data tersebut. Jika salah mengoperasikan, maka Matlab akan
memberikan informasi.
4.

Teknik Visualisasi Data

4.1 Visualisasi Data Dengan Grafik Fungsi


a. Membuat grafik 2 dimensi
>> sudut = [0:4.*360];
>> y = sin (sudut*pi/180);
>> plot (sudut,y)

b. Membuat title dari grafik

57

c. Menampilkan garis-garis dimensi pada grafik

d. Mengubah simbol garis grafik

Untuk simbol-simbol lainnya digunakan tanda sebagai berikut:


Simbol

Garis

Solid line

Dotted line

-.

Dash dot line

--

Dash line

58

Simbol

Tanda

Point

Circle

Cross

Simbol

Tanda

Plus sign

Asterisk

Square

Diamond

Triangle (down)

Triangle (up)

<

Triangle (left)

>

Triangle (right)

Pentagram

Hexagram

e. Mengganti warna grafik

Untuk warna lain, simbol yang digunakan dalam Matlab adalah:

59

Simbol

Warna

Blue

Green

Red

Cyan

Magenta

Yellow

Black

White

f. Menggabungkan beberapa grafik fungsi dalam satu koordinat

g. Menampilkan grafik fungsi dalam beberapa koordinat


1. Secara vertikal

60

2. Secara horizontal

61

4.2 Visualisasi Data 2 Dimensi


a. Menampilkan data dalam bentuk grafik batang
>> x = [ -3:0.1:3];
>> y = x.^2 + 1;
>> bar (x,y)

>>

62

b. Menampilkan data dalam bentuk grafik stem


>> x = [ -3:0.1:3];
>> y = x.^2 + 1;
>> stem (x,y)
>>

c. Menampilkan data dalam bentuk grafik tangga


>> x = [ -3:0.1:3];
>> y = x.^2 + 1;
>> stairs (x,y)
>>

4.3. Visualisasi Data 3 Dimensi


a. Menampilkan data dalam tiga dimensi
>> t = [5 6 12; 2 3 4; 4 2 9; 4 7 8; 11 10 20; 9 7 9; 5 6 12];

63

>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))


>>grid

b. Menampilkan data dalam bentuk permukaan tiga dimensi


>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> mesh (t)

c. Menampilkan data dalam bentuk permukaan tiga dimensi dengan warna


berdasarkan bobot grid
>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> surf (t)

64

d. Menampilkan data dalam bentuk permukaan tiga dimensi dengan warna


berdasarkan teknik pencahayaan
>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> surfl (t)

e. Menampilkan data tiga dimensi dalam bentuk permukaan dua dimensi


>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> pcolor (t)

f. Menampilkan data tiga dimensi dalam bentuk dua dimensi dengan


pewarnaan yang lebih halus
>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> imagesc (t)

65

g. Menampilkan garis-garis pada visualisasi data dengan tiga dimensi


>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> imagesc (t)

h. Memberikan warna pada grafik counter


>> plot3 (t(:,1),t(:,2),t(:,3))
>> grid
>> imagesc (t)

66

5.

TEKNIK DASAR KOMPUTASI MATEMATIKA


Matlab memiliki 4 (empat) jenis perintah dasar komputasi matematika
untuk mengendalikan aliran permasalahan dalam pemograman , yaitu
berupa perulangan (iterasi) dan percabangan (kondisional).
a. Iterasi terbatas (bentuk for.end)
Format umumnya:
for variabel = mulai:inkremen:akhir
perintah-perintah
end
Jika inkremen diabaikan, maka MATLAB akan menganggap bernilai 1.
Inkremen bisa bernilai positif atau negatif. Pada saat perulangan pertama,
nilai variabel = awal. Untuk setiap siklus perulangan nilai variabel
bertambah sebanyak nilai inkremen.
b. Iterasi terkondisi (bentuk while.end)
Format umumnya:
while syarat
perintah-perintah
end
Struktur perulangan while 1==1end sangat berbahaya karena bisa
mengakibatkan perulangan yang tak berhingga. Oleh karena itu diperlukan
perintah break untuk menghentikan perulangan yang tak berujung.
c. Kondisional nilai relative (ifelsi if.else.end)
Format umumnya:

67

Setiap memberikan perintah if selalu diikuti dengan end. elseif dapat


digunakan sebanyak-banyaknya, tetapi hanya ada 1 else dalam setiap
levelnya.
d. Kondisional nilai absolute (switchcase.otherwise..end)
Format umumnya:

Sama seperti penggunaan if, maka setiap penggunaan perintah switch


selalu diakhiri dengan end.
Matlab memiliki bahasa logika yang dapat digunakan untuk kondisi lainnya.
Operator Deskripsi
==
Sama
Dengan
~=
Tidak sama
<=
Kurang
dari
atau
sama
dengan
>=
Lebih
besar
dari
atau
sama dengan
6.

Operator
<

Deskripsi
Kurang dari

>
&

Lebih besar dari


dan

atau

PENUGASAN
Buatlah program berikut di bawah ini, amati hasilnya dan jelaskan.
% -------------------------------% Program latihan_4
% MATLAB Programming ifelseifelseend
% -------------------------------nama = input(Nama Mahasiswa = ,s);
tugas = input(Nilai tugas = );
uts= input(Nilai UTS = );
uas= input(Nilai UAS = );
na = (tugas*20/100) + (uts*30/100) + (uas*50/100);

68

disp([Nilai Akhir = num2str(na)]);


If na>80
disp(Grade = A);
elseif na<=80 & na>70
disp(Grade = B);
elseif na<=70 & na>60
disp(Grade = C);
elseif na<=60 & na>50
disp(Grade = D);
else
disp(Grade = E);
end;

69

MODUL 5
KOMPUTASI MATEMATIKA TEKNIK KIMIA
MENGGUNAKAN MATLAB
1. Latar Belakang
Insiyur kimia adalah seorang insane kreatif yang terdidik dan terlatih untuk
melaksanakan fungsi-misi profesi teknik kimia, yaitu menelaah, menghimpun,
menerapkan, dan mengembangkan strategi-strategi dan cara-cara penyelesaian
masalah kerekayasaan di dalam kegiatan penelitian, pengembangan, perancangan,
dan

pengoperasian

permasalahan

proses-proses

tersebut

umumnya

kimia

berskala

diselesaikan

niaga.

secara

Permasalahan-

numerik.

Metode

penyelesaian secara numerik diartikan sebagai tata cara perhitungan untuk


mendapatkan penyelesaian hampiran terhadap suatu persoalan/kasus/model
matematika melalui operasi matematika.
Contoh-contoh perhitungan dalam bidang teknik kimia:
a. Sifat-sifat fisik (densitas, viskositas, konduktivitas panas), sifat kimia
(kepolaran), sifat termodinamika (kelarutan, kesetimbangan fasa).
b. Komposisi kesetimbangan, laju reaksi kimia, laju perpindahan
panas/massa
c. Neraca massa dan energi (rangkaian proses), kondisi operasi proses:
steady state and dynamic
d. Distribusi konsentrasi dan temperatur dalam peralatan (reaktor, kolom)
Perhitungan-perhitungan ini diselesaikan dengan menggunakan metode numerik
karena berbagai alasan, diantaranya:
a. Harus dilakukan secara rutin (recurrent) ataupun berulang, sehingga akan
menjemukan jika digunakan metode analitik
b. Seringkali merupakan perhitungan jajal dan periksa (trial and error),
yang akan memakan waktu jika dilakukan secara manual
c. Melibatkan banyak persamaan (setipe maupun beragam), diantaranya
aljabar (SPL dan non-linier), ODE, PDE.
5.2 Tujuan
a. Mahasiswa mengenal beberapa tipe persamaan matematika (SPL, Non-

70

linier, dan ODE)


b. Mahasiswa mampu merubah suatu sistem persamaan matematika ke dalam
bentuk matriks
c. Mahasiswa mampu mencari akar sistem persamaan tersebut menggunakan
Matlab.
5.3 Kompetensi
Kompetensi yang diharapkan adalah mahasiswa mampu menentukan
akar-akar solusi suatu sistem persamaan, baik aljabar ataupun
differensial dari suatu persoalan di bidang teknik kimia.
2. Mata Kuliah Terkait
a. Matematika I dan II
b. Matematika Teknik Kimia
c. Metode Numerik
d. Azas Teknik Kimia I dan II
5.3 Tinjauan Pustaka
1. Sistem Persamaan Linier (SPL) Simultan
Bentuk umum persamaan linier simultan:

Dalam hal ini akan dicari harga x1, x2,, xn. Secara numeric, terdapat banyak
metode yang dapat digunakan diantaranya elliminasi gauss, metode gauss-jordan,
dan sebagainya. Dalam MATLAB, jenis persamaan di atas dapat diselesaikan
dengan menggunakan fasilitas yang sudah tersedia yaitu operasi matrix.

2. Sistem Persamaan Non Linier


Dalam bidang teknik kimia sering dijumpai persoalan mencari akar persamaan
non-linier.

71

Yang sulit diselesaikan dengan manipulasi matematika analisis. MATLAB


menyediakan fasilitas untuk menyelesaikan jenis persamaan-persamaan di atas
yang telah tersusun dalam fungsi yaitu fzero.
Sintak penulisannnya:

x = (fzero, tebakan awal)


Untuk persamaan non-linier simultan dengan bentuk umum sebagai berikut:

Dalam hal ini akan dicari harga x1, x2, x3,, xn. Dalam MATLAB, jenis
persamaan di atas diselesaikan dengan menggunakan fasilitas yang sudah tersedia
yaitu fungsi fsolve. Sintak penulisannya:

(var.keluaran, fval) = fsolve (nama function,[tebakan])


5.3 Persamaan differensial
Persamaan differensial biasa (ordinary differential equation, ODE) adalah
persamaan differensial yang terdiri atas fungsi turunan satu buah variabel.
Contoh persamaan gaya geser pada aliran fluida:

Perhatikan bahwa ODE hanya memiliki satu variabel bebas yaitu x dan satu
variabel terikat (x).
ODE banyak ditemukan pada pemodelan-pemodelan teknik reaktor, kinetika
reaksi kimia, peristiwa perpindahan, dll. MATLAB memberikan kemudahan
dalam menyelesaikan persamaan-persamaan ODE secara numerik. MATLAB
memiliki penyelesaian ODE berbeda yang memungkinkan penyelesaian secar
akurat dan efisien.
Terdapat cara berbeda untuk menyusun dan mengeksekusi penyelesaian ODE.
Salah satunya adalah sistem yang menggunakanan banyak m-files untuk setiap
penyelesaian ODE . Seperti halnya sistem linier maupun non-linier, dua files
utama yang diperlukan adalah:
72

1. Satu buah file eksekusi (run), bisa dilakukan di command window


saja
2. Satu buah file fungsi.
Untuk penyelesaian suatu ODE dalam MATLAB semua ODE harus didefinisikan
dalam suatu fungsi m-file. Ketika memasukkan kedalam file fungsi, persamaan
diferensial harus memiliki order satu berbentuk dy/dx = f(y,x).
File fungsi harus berisikan:
1. Definisi fungsi seperti
function dmdt = nama_file (t,m)
2. Jika variabel global digunakan, perintah global harus disiapkan
setelah definisi fungsi
3. Persamaan diferensial harus dalam bentuk diskripsi di atas, misal
dmdt = f (t,m).
Sintak umum untuk ODE:

[output] = ode23 (nama_file, input)


3. PENUGASAN
1. Selesaikanlah persamaan linier simultan dibawah ini:

2. Diketahui sebuah persamaan kapasitas panas sebagai berikut:

Akan ditentukan temperatur pada saat Cp = 1 kJ/kg.K. Tentukanlah nilai


akar-akar dari T (temperatur) tersebut dengan menggunakan Matlab.

73

MODUL 6
PERSAMAAN KEADAAN

6.1 Latar Belakang


Penyelesaian menggunakan persamaan keadaan dapat digunakan untuk menentukan
volume

spesifik campuran gas kimia pada suhu dan tekanan tertentu. Tampa

menggunakan persamaan keadaan hampir tidak mungkin untuk merancang pabrik


kimia. Volume spesifik dapat menentukan diameter pipa, daya compressor dam
pompa, diameter kolom destilasi, dan reaktor kimia. Penentuan volume spesifik
merupakan langkah pertama untuk menghitung entalpi dan sifat-sifat campuran UapCair. Perhitungan entalpi sangat penting untuk menentukan neraca energi yang
berguna mengurangi penggunaan energi yang digunakan. Penyelesaian persamaan
keadaan dapat diselesaikan dengan menggunakan software Matlab, Hysis dan
Superpro.
6.2 Tujuan
1. Mampu mendefenisikan volume spresifik dan pada suhu dan tekanan tertentu
untuk komponen murni dan campuran dengan menggunakan penyelesaian
State Equation (Peng Robinson dan SRK) menggunakan Matlab
2. Mampu membandingkan hasil yang diperoleh dengan perangkat Hysis
6.3. Kompetensi
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk membuat pemodelan matematik
berhubungan dengan persamaan keadaan pada bidang teknik kimia untuk
diselesaikan menggunakan peragkat Matlab, serta membandingkannya dengan
Hysis.
6.4. Mata Kuliah Terkait
Proses Industri kimia, Matematika, Matematika Teknik Kimia, Termodinamika I
dan II, Perancangan Alat Proses dan Pengendalian Proses.

73

6.5. Penelusuran Pustaka


Rumusan Matematik Persamaan Keadaan
Persamaan keadaan utuk gas ideal berhubungan dengan tekanan, suhu dan volum
spesifik yang dinyatakan oleh:

(6.1)

= tekanan absolute,
gas,

adalah volume,

adalah jumlah mol,

adalah konstantan

adalah suhu absolute. Persamaan keadaan telah dikembangkan, biasanya

bersaman dengan proses simulasi untuk menentukan proses kimia pada tekanan
tinggi.
a. persamaan Van Der Waals

(6.2)
b. Persamaaan Redlich - Kwong

(6.3)

dan

(6.4)

74

adalah suhu kritik (dalam bentuk absolute),

adalah tekanan kritik,

penurun suhu (suhu absolute dibagi suhu kritik),

adalah

adalah koreksi persamaaan

keadaan Redlich Kwong. persamaaan Redlich Kwong dimodifikasi oleh Soave


menghasilkan persamaan Redlich Kwong-Soave (pada Aspen Plus dikenal dengan
RK-Soave),umumnya dalam proses simulator adalah:

(6.5)

Untuk nilai

diberikakan dalam bentuk yang berbeda.

(6.6)

adalah faktor acentric, yang jumlahnya ditabulasikan untuk banyak senyawa


kimia. Nilai

dapat dihitung tiap-tiap senyawa kimia dan suhu reduced.

c. Persamaan Peng-Robinson

(6.7)
Untuk seluruh persamaan dapat disusun kembali dalam fungsi kubik

volume

spesifik. Bentuk persamaan Redlich Kwong dan Redlich Kwong- Soave adalah:

(6.8)

Untuk komponen murni, parameter

dan

ditentukan dari suhu dan tekanan

kritikal, dan mungkin dari faktor acentric. Semua ini jumlahnya ditabulasikan,
contoh; bentuknya dikorelasikan dengan tekanan uap dan titik didih normal. Untuk
campuran , diperlukan kombinasi nilai

dan

untuk tiap-tiap komponen menurut

75

komposisi campuran gas. Umumnya aturan pencampuran tersebut ditunjukkan


persamaan berikut di mana

adalah fraksi mol tiap-tiap senyawa kimia dalam fasa

uap.

Atau

(6.9)

(6.10)
Di mana:

Atau:

(6.11)
Permasalahanya adalah hanya perbedaan antara kompenen murni dan campuran yang
dievaluasi untuk parameter

dan .

A. Persaman Keadaan Menggunakan Matlab


Penyelesaian Persamaan Keadaan Menggunakan Matlab
Persamaan aljabar non linier dapat diselesaikan menggunakan Matlab. Pertama
mesti dilakukan pendefenisian masalah untuk menyelesaikan masalah dengan
menulisnya di m-file, lalu memeriksanya, terakhir persoalan tersebut diperintahkan
untuk diselesaikan.

76

Tahapan I : defenisikan fungsi yang dibuat menggunakan m-file, di sini disebut f.m.,

(6.12)
Ganti aliran directori dalam Matlab ( pada atas command windows) ke direktori yang
anda kehendaki untuk menyimpan kerja dan simpan sebagai f.m.
Tahap 2: periksa fungsi, Command yang dikeluarkan
(6.13)
Untuk mendapatkan hasilnya:
(6.14)
Persamaan (6.12) dapat dengan mudah dilakukan, jika x=2 nilai fungsinya adalah -8.

Tahap 3: Untuk menemukan nilai

yang memuat

dalam Matlab, gunakan

fungsi fzero . dalam Command window, issue command mengikuti:


(6.15)
(6.16)
Penyeleaian command masalah untuk

mengikuti:

(6.17)
Memulai dari perkiraan mula-mula

, kadang-kadang fungsi akan mempunyai

lebih dari satu solusi, dan bisa dihitung hanya dengan menggunakan command
dengan perbedaan

Anda dapat menguji dengan menyatakan:

(6.18)

77

Rangkuman tahapan yang dilakukan: tahapan 1 mendefenisikan


diinginkan untuk diselesaikan,
menginstruksikan

tahap 2

Matlab untuk

masalah yang

memeriksa pemprograman, tahap 3

menyelesaikan masalah. Jika mencoba untuk

mengabaikan tahap kedua , maka periksa pemograman anda tapi harus diingat jika
pemograman salah maka akan menghasilkan masalah yang salah.
Ketika pengujian command fzero(f,
untuk diselesaikan,
Matlab untuk jenis

) dalam Matlab,

mendefenisikan masalah

merupakan solusi perkiraan terbaik, dan fzero mengenalkan


yang dimulai dari

sampai

Untuk seluruh command dan m-file di atas,

adalah nol.

bisa diganti dengan yang lain

dikatakan prob1 . harus diyakini bahwa pergantian tersebut pada tiga tempat :
filename of the m-file, first line of m-file ( tidak diperlukan sama sekali) dan
command. Penambahan bentuk command adalah:

(6.19)
Hasil contoh terakhir adalah memasukan dalam variabel . Pilihan vektor
memungkin anda untuk mengatur jumlah pasti. Untuk menuliskannya:
(6.20)
Untuk contoh yang ditunjukkan di atas, anda dapat menemukan akar lainnya dengan
menjalankan program dengan

= 3 dalam persamaan (6.15)

Contoh Pemecahan Masalah Teknik Kimia Menggunakan Matlab


Tentukan volume spesifik n-butane pada 500 K dan 18 atm menggunakan persamaan
Redlich-Kwong :

78

Tahap 1: diperlukan persiapan m-file untuk menghitung

, atau di sini

memberikan suhu, tekanan, sifat termodinamik . File tersebut ditunjukkan seperti di


bawah berikut:

(6.21)
Fungsi ini disebut Specvol mendefeniskan masalah yang akan di pecahkan.
Tahap2 : uji fungsi Specvol

(6.22)
Fungsi feval menyebabkan Matlab untuk menghitung nilai

(output didefinisikan

dalam specvol) menggunakan m-file dinamakan specvol ketika

= 0.2. Out yang

diperoleh adalah:

79

(6.23)
Anda akan memeriksa hasil ini line by line , khususnya perhitungan

Tahap 3:
Ketika menggunakan fzero, fungsi specvol akan dievaluasi oleh variasi . Ini akan
merepotkan untuk memperoleh print out yang konstan pada layar setiap iterasi.
Untuk menghindari hal ini, dapat mengganti fungsi specvol dengan menambahkan
semi-colon pada akhir setiap line, ;. Ini akan menekan output. Lakukan hal ini dan
save m-file, specvol.
Tahap 4: selanjutnya issue command

(6.24)
Dalam feval. Nilai
dengan fzero ,

pada 0.2 digunakan untuk melakukan perhitungan, sedangkan

mulanyanya diperkirakan jawapannya. Pemeriksaan , dibuat

evaluasi fungsi untuk menemukan bagaimana dekat dengan nol

adalah

(6.25)

80

Contoh Lain Pemecahan Masalah Teknik Kimia Menggunakan Matlab


Faktor compressibility dinyatakan oleh persamaan berikut:

(6.26)

Untuk tekanan rendah, di mana untuk gas ideal faktor compressibility adalah 1.
Nilainya akan berubah dengan naiknya tekanan. Ada dua keutamaan baru yang
diilustrasikan yaitu penggunaan global dan plotting.
Tahap 1: kode disebut run_volpot menghitung volume spesifik dan tekanan dari 1
hingga 31 atm dan menghitung faktor compressibility. Pernyataan pertama dalam
run_volpotadalah global command. Variabelnya di identifikasi sebagai

dan

seterusnya, dan kemudian nilai-nilai yang ditunjuk. Pada program lain seperti
specvol, beberapa global command digunakan dan variabelnya dapat diakses.
Prgram selanjutnya adalah loop dengan 31 tahap. Tekanan adalah perubahan
dari 1, ke-2,3 4..,31. Untuk tiap-tiap tekanan, dihitung konstantan
berturut turut sebagai

dan

dan

Kemudian panggil specol untuk menemukan

volume spesifik untuk kondisi ini; jawaban di simpan dalam variabel vol sebagai
array atau vector. Faktor kompresibility dihitung dan disimpan dalam vektor Z.
Terakhir, memplot dengan menetapkan tekanan sebagai axis dan Z sebagai ordinat,
seperti yang ditunjukkan oleh gambar 6.1.

81

(6.27)

Gambar 6.1 Faktor kompresibility untuk n-buatane

82

Tahap2: Specol m-file diganti menggunakan global command seperti yang


ditunjukkan oleh persamaan 6.28. Sekarang parameter tersedia untuk specol karena
didefinisikan sebagai variabel global dan di setting dalam program run_volpot

(6.27)
Tahap3: Karena telah dilakukan pemeriksaan program spcol, maka tidak dibutuhkan
pemeriksaan lagi. Diperlukan untuk memasukan semi-colons (;) pada akhir lines
pada specol karena tidak diperlukan hasil intermediate. Kemudian dapat diperiksa
dan

untuk satu tekanan, untuk memastikanm maka diperiksai dalam

program run_valpot. Tapi pernyataan ini di copy dari langsung dari specol,
selanjutnya tidak diperlukan pemeriksaan lagi. Penggunaan vil(i), Z(i) dan press(i)
lebih mudah untuk pemerksaan dari garafik yang ditunjukkan gambar 6,1
Tahap4:

Cara

alternatif

untuk

menghitung

faktor

kompresibility

dengan

menggunakan command berikut setelah loop;

(6.28)
Command perhitungan untuk hal yang sama

(6.29)
B. Persamaan Keadaan menggunakan Hysys
Sebelum memulainya, maka diperlukan hal berilut ini:

Memulai Hysys
Memilih komponen
Mendefenisikan dan memilih Fluid Pakage
Menambah dan menetapkan aliran material

83

Berikut ini adalah perbandingan persamaan yang digunakan Hysys untuk persamaan
Soave-Redlich- Kwong (SRK) dan Peng-Robinson (PR) ditunjukkan oleh tabel 6.1:
Tabel 6.1 Perbandingan persamaan SRK dengan PR pada Hysys
Soave-Redlich-Kwong (SRK)

Peng-Robinson (PR)

dimana

Contoh simulasi menggunakan Hysys


Tentukan volume spesifik n-butane pada 500K dan 18 atm menggunakan persamaan
SRK dan PR.

Memulai Hysys:
- Klik Start menu
- Pilih Program pada Hysys
Buka kasus baru menggunakan salah satu berikut ini:
- Pergi ke file menu, pilih New, menyusul case atau
- Tekan ctrl N, atau
- Pilih icon New pada toolbar
Mendefinisikan basis simulasi
1) Enter nilai berikut untuk menetapkan fluid pakage

2) Klil enter simulation environment ketika memulai membangun simulasi

84

Menginstal aliran

Terdapat beberapa cara untuk menambahkan aliran:

- Menekan F11. Atau


- Dauble klik icon Stream dalam object Palette
Mendefenisikan aliran yang diperlukan
Tambahkan aliran dengan mengikuti nilai berikut

Penyimpanan
- Pergi ke File menu
- Pilih Save As
- Berikan file Hysys dengan nama EOS SRK laku tekan OK

Gambar 6.2

Petunjuk hasil menggunakan Workbook


- Pergi ke menu Tools dan pilih Workbook atau klik Ctrl + W seperti
-

yang ditunjukkan gambar 6.3


Selanjutnya, pilih View dan Bookwork pada gambar 6.4

85

Gambar 6.3

Gambar 6.4
-

Volume spesifik pada Hysys di definisikan sebagai Volume Molar.


Gambar 6.4 tidak menunjukan volume molar dalam Workbook. Supaya

menunjukan nilai Volume Molar maka ditambahkan ke dalam Workbook.


Untuk menambahkan Volume Molar atau variabel lainnya. Pergi ke menu
Workbook dan klik Setup. Hal ini ditunjukkan gambar 6.5

86

Gambar 6.5
-

Dalam Variables, pilih Add pada sisi kanan window


Pemilihan variabel ditunjukkan oleh gambar 6.6 berikut:

Gambar 6.6
-

Selanjutnya pada Variable temukan Molar Volume dan klik OK. Tutup

Setup windows dengan cara klik red X pada sisi atas sudut kanan
Nilai Molar Volume pada Workbook yang ditunjukkan gambar 6.7 berikut:

87

Gambar 6.7

Analisa Sifat Menggunakan Studi Kasus


Pada bagian ini kita menganalisa volume spesifik n-butane ketika suhu
berubah. Langkah analisa adalah sebagai berikut:
-

Pergi ke menu Tools dan pilih Databook atau klik Ctrl+D seperti
yang ditunjukkan oleh gambar 6.8 berikut.

88

Gambar 6.8
-

Selanjutnya, klik Insert kemudian Variable Navigator yang ditunjukkan


oleh gambar 2.9 berikut.

Gambar 6.9
-

Dalam kolom Object, pilih aliran 1 dan dalam kolom Variable pilih
Molar Volum, lalu klik OK.

89

Gamabr 6.10
-

Ulangi tahapan di atas untuk memasukan Temperature. Databook


diprbaharui seperti yang ditunjukkan gambar 6.11berikut:

Gambar 6.11
-

Ganti ke Case Studied tab, ditunjukkan oleh gambar berikut:

90

Gambar 6.12

Klik View ditujukan oleh gamabar 6.13 berikut:

Gambar 6.13

91

Untuk memulai analisis klik Start, ditunjukkan gamabar 6.14 berikut:

Penugasan:
1. Tentukan volume molar ammonia pada 56 atm dan 450 K menggunakan
persamaan Soave-Redlich-Kwong (SRK)
2. Tentukan volume molar methanol pada 100 atm dan 300 0C menggunakan
persamaan Peng-Robinson . bandingkan volume molar ketika menggunakan
persamaan Soave-Redlich-Kwong (SRK)
3. Bandingkan untuk campuran yang masuk ke reaktor Water Gas Shift untuk
membuat hidrogen untuk hyrogen economy. CO,630 kmol/h; H2O, 1130
kmol/h; CO2, 189 kmol/h; H2, 63 koml/h. gas berada pada tekanan 1 atm dan
500 K. Hitung volume spesifik campuran menggunakan persamaan SoaveRedlich Kwong (SRK)

92

MODUL 7
RANCANGAN ALAT PERPINDAHAN PANAS

7.1 Latar Belakang


Perpindahan panas adalah salah satu dari displin ilmu teknik termal yang
mempelajari cara menghasilkan panas, menggunakan panas, mengubah panas, dan
menukarkan panas di antara sistem fisik. Perpindahan panas diklasifikasikan menjadi
konduktivitas termal, konveksi termal, radiasi termal, dan perpindahan panas melalui
perubahan fasa. Konduksi termal adalah pertukaran mikroskopis langsung dari energi
kinetik partikel melalui batas antara dua sistem. Ketika suatu objek memiliki
temperatur yang berbeda dari benda atau lingkungan di sekitarnya, panas mengalir
sehingga keduanya memiliki temperatur yang sama pada suatu titik kesetimbangan
termal. Perpindahan panas secara spontan terjadi dari tempat bertemperatur tinggi ke
tempat bertemperatur rendah, seperti yang dijelaskan oleh hukum kedua
termodinamika.
Konveksi terjadi ketika aliran bahan curah atau fluida (gas atau cairan)
membawa panas bersama dengan aliran materi. Aliran fluida dapat terjadi karena
proses eksternal, seperti gravitasi atau gaya apung akibat energi panas
mengembangkan volume fluida. Konveksi paksa terjadi ketika fluida dipaksa
mengalir menggunakan pompa, kipas, atau cara mekanis lainnya.
7.2 Tujuan:
Mampu merancang alat Perpindahan Panas menggunakan perangkat Matlab dan
Hysis
7.3. Kompetensi
Mahasiswa memiliki pemahaman terhadap konsep pemograman menggunakan
perangkat Matlab dan pengoperasian alat perpindahan panas yang terdapat dalam
perangkat Hysis menjadi model proses perpindahan panas.
7.4. Mata Kuliah Terkait

93

Matematika dasar dan Teknik Kimia, Azas Teknik Kimia, Thermodinamik Analisa
Numerik, Perpindahan panas dan Perancangan Alat Proses
7.5. Penelusuran Pustaka
Alat perpindahan panas shell-tube dipergunakan untuk mendinginkan benzena dari
temperatur 180o F ke temperatur 100o F pada laju alir 100 lbm/hr dan tekanan 1.2 bar.
Air dipergunakan mendingkan yang dialirkan berlawanan arah dengan temperatur
masuk 70oF dan laju alir 50 lbm/hr berapa temperatur keluar air dan bagaimana
kondisi operasi double pipe??

Panas yang dipertukaran antara aliran dingin dan panas dapat juga diperhitungkan
dengan menggunakan korelasi koeffisien perpindahan panas keseluruhan (U), cross
section area (A) dan perbedaan temperatur logaritmic antara aliran panas dan dingin.

94

Gambar profil suhu pada alat perpindahan panas (a) Counter current (b) Co-Current

Gambar 1-2 exchanger (one well-baffle shell pass and two tube passes with an equal
number of tubes in each pass)
95

Jenis-jenis rancangan Heat Exchanger


1. End Design Model, yaitu merupakan standard perhitungan HE dengan
data seperti persamaan diatas tanpa perubahan phase selama proses
perhitungan
2. Weighted Design Model, yaitu merupakan standard perhitungan HE bila
terjadi proses perubahan phase.
3. Steady State Rating Model, yaitu merupakan pengembangan dari End
Design Model pada kondisi tunak .
4.

Dynamic Rating Model diaplikasikan pada kondisi dynamic

Pada bagian ini aliran panas adalah benzena dan aliran dingin adalah air. Tahapan
penyelesaian perhitungan di Heat Exchanger adalah

Definisikan kondisi basis environmentnya

Definisikan kondisi operasi di aliran dan unit operation

Kemudian lakukan analisa

1. Set Units yang akan dipergunakan dalam bagian Fields dengan melakukan clone
pada tekanan yaitu psia ke bar.
2. Komponent yang terlibat adalah benzena dan air.
3. Fluid package yang dipergunakan Peng-Robinson
4. Pada unit ini tidak terjadi reaksi
5. Aliran umpan di tube dengan kondisi operasi T = 180 oF, P = 1.2 bar, Flow = 100
lb/hr dan komposisi hanya terdiri atas benzena
6. Aliran umpan di shell dengan kondisi operasi T = 70 oF, P = 1 bar, Flow = 125
lb/hr dan komposisi hanya terdiri atas air
7. Aliran keluaran di shell yaitu T = 100 oF
8. Pemilihan design HE
9. Lihat hasil pada bagian worksheet untuk dianalisa dan graphic suhu.

96

97

98

99

100