Anda di halaman 1dari 81

1.

Soal
:
Tidak bisa angkat tangan? Tidak bias abduksi? Musculus apa yang terkena?
a. M. deltoid
b. M.supraspinatus
c. M.infraspinatus
Jawaban

:?

Pembahasan

Fascia

: Regio deltoidea

Otot

: m. deltoideus
m.supraspinatus
m.infraspinatus
m.teres mayor
m.teres minor

Fungsi :
m.deltoideus pars anterior: antefleksi lengan atas, endorotasi lengan atas, adduksi

horizontal lengan atas


m. deltoideus pars medialis
m.deltoideus pars posterior

horizontal lengan atas


m. supraspinatus: abduksi lengan atas
m. infraspinatus: eksorotasi lengan atas dan abduksi horizontal lengan atas
m. teres mayor: adduksi lengan atas
m. teres minor: eksorotasi lengan atas, abduksi horizontal lengan atas

: abduksi lengan atas


: retrofleksi lengan atas, eksorotasi lengan atas, abduksi

2. Soal
:
Pria 25 tahun tertusuk pisau lengan atas kanan sebagian tangan tidak bias digerakkan
sehingga jadi drop hand/wrist hand. Nervus apa yang rusak?
a. n.ulnaris
b. n.radialis
c. n.axillaris
d. n.medianus
Jawaban

: B. n.radialis

Pembahasan

Pada kasus ini pasien menunjukkan gambaran klinis yang khas berupa wrist-drop yang
merupakan manifestasi kelumpuhan dari nervus radialis. Gambaran khas kelumpuhan
saraf tepi pada tangan antara lain:

Wrist-drop (kelumpuhan nervus radialis)


Claw-hand (kelumpuhan nervus ulnaris)

Popes blessing (kelumpuhan nervus medianus)

3. Soal
:
Pasangan suami istri cek sperma, hasil konsentrasi 30 juta/ml, motilitas 10% morfologi 1
%. Kelainan ini terdapat?
Jawaban
: Oligoastenoteratospermia
Pembahasan
:
Menurut WHO, berikut adalah empat kriteria yang dilihat dalam pengujian semen:
1. Volume
Pria subur rata-rata mengeluarkan 2 hingga 5 cc semen dalam satu kali ejakulasi. Secara
konsisten mengeluarkan kurang dari 1,5 cc (hypospermia) atau lebih dari 5,5 cc
(hyperspermia) dikatakan abnormal. Volume lebih sedikit biasanya terjadi bila sangat
sering berejakulasi, volume yang lebih banyak terjadi setelah lama berpuasa.
2. Konsentrasi sperma
Pria subur memiliki konsentrasi sperma di atas 20 juta per cc atau 40 juta secara
keseluruhan. Jumlah di bawah 20 juta/cc dikatakan konsentrasi sperma rendah dan di
bawah 10 juta/cc digolongkan sangat rendah. Istilah kedokteran untuk konsentrasi
sperma rendah adalah oligospermia. Bila sama sekali tidak ada sperma disebut
azoospermia. Semen pria yang tidak memiliki sperma secara kasat mata terlihat sama
dengan semen pria lainnya, hanya pengamatan melalui mikroskoplah yang dapat
membedakannya.
3. Morfologi Sperma
Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di
tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti
kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah
sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya
sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma
berbentuk normal.
4. Motilitas (Pergerakan) Sperma
Sperma terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat berenang maju dan yang tidak. Hanya
sperma yang dapat berenang maju dengan cepatlah yang dapat mencapai sel telur.
Sperma yang tidak bergerak tidak ada gunanya. Menurut WHO, motilitas sperma
digolongkan dalam empat tingkatan:
Kelas a: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru
kendali.

Kelas b: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau
bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.
Kelas c: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.
Kelas d: sperma yang tidak bergerak sama sekali.
Sperma kelas c dan d adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling
tidak 50% sperma kelas a dan b. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan
akan sulit memiliki anak. Motilitas sperma juga dapat terkendala bila sperma saling
berhimpitan secara kelompok sehinga menyulitkan gerakan mereka menuju ke sel
telur.
4. Soal
:
Pada pemeriksaan sperma didapatkan motilitas sperma 10%. Bagian apa yang
bertanggung jawab akan motilitas sperma yang rendah?
a. kepala
b. ekor
c. acrosom
d. mitokondria
e. nukleus
Jawaban : b. ekor
Pembahasan :
Spermatozoa memiliki empat bagian: kepala, akrosom, bagian tengah, dan ekor. Kepala
terutama terdiri dari nukleus, mengandung informasi genetik sperma. Akrosom
merupakan bagian enzimatik yang digunakan untuk menembus ovum. Mobilitas sperma
dihasilkan oleh ekor yang panjang dan berbentuk seperti pecut. Pergerakan sperma
dihasilkan oleh mitokondria sperma (di bagian tengah sperma). Nilai normal motilitas
sperma: minimal 32%. Pada analisa sperma, motilitas yang dinilai ialah yang dapat
berjalan lurus saja (pergerakan memutar-mutar tidak dihitung). Oleh sebab itu
jawaban pertanyaan ini ialah ekor.
5. Soal
:
Pasien yang dilakukan pemeriksaan tinja, ditemukan gambaran telur berdinding tebal
berwarna kecoklatan. Spesies cacing?
Jawaban : Telur Askaris
Pembahasan
:
Nama Cacing

Gambaran Telur

Deskripsi

Askaris lumbricoides

Memiliki dinding 3 lapis:


1. Albuminoid : tebal dan
bersifat impermiable
2. Lapisan Hialine : memberi
bentuk telur, impermiable
3. Viteline : mengelilingi sel
telur sangat impermiable

Trichuris trichuria

Sangat

khas

Tempayan

berbentuk

dengan

dua

operkulum atas dan bawah

Enterobius Vermicularis

Berbentuk ovale biconcave


dengan

telur

mengandung

larva cacing.

Telur

Hookworms

(Cacing Tambang)

Bentuk

telur

khas

dengan

sitoplasma

ovale
jernih

berisi lobus 4-8 mengandung


larva

Taenia Saginata (Cacing Pita


Taenia Sp (Cacing Pita)

Sapi)

dan

(Cacing

Taenia

Pita

Solium

Babi).

Telur

berbentuk bulat dengan kulit


radial dan mempunyai 6 kait
didalamnya.
Bentuk khas seperti lampu
Clonorchis

Sinensis

(Cacing Pipih)

pijar dengan satu operkulum


dibagian

ujung

yang

mengecil.

Telur cacing yang paling besar


Fasciola

Hepatica

(Cacing Daun)

berbentuk
dengan

ovale
satu

silindris
operkulum

disalah satu sisinya.

6. Soal
:
Seorang wanita 45 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan batuk berdahak, tidak ada
rasa nyeri, BB menurun sejak 2 bulan yang lalu. Gambaran foto rontgen Thorax PA.
Diagnosis?
a. Pneumonia lobaris
b. Atelektasis apex dekstra
c. Ca Paru dekstra
d. Tb duplex aktif
e. Abses paru dekstra
Jawaban :
Tb duplex aktif
Pembahasan

Pemeriksaan Radiologik
Pemeriksaan standar ialah foto toraks PA. Pemeriksaan lain atas indikasi: foto lateral, toplordotik, oblik, CT-Scan. Pada pemeriksaan foto toraks, tuberkulosis dapat memberi

gambaran bermacam-macam bentuk (multiform). Gambaran radiologi yang dicurigai


sebagai lesi TB aktif :
-

Bayangan berawan / nodular di segmen apikal dan posterior lobus atas paru dan

segmen superior lobus bawah


Kaviti, terutama lebih dari satu, dikelilingi oleh bayangan opak berawan atau nodular
Bayangan bercak milier
Efusi pleura unilateral (umumnya) atau bilateral (jarang)

Gambaran radiologik yang dicurigai lesi TB inaktif


-

Fibrotik
KalsifikasiSchwarte atau
penebalan pleura

Luluh paru (destroyed Lung ) :


-

Gambaran radiologi yang menunjukkan kerusakan jaringan paru yang berat, biasanya
secara klinis disebut luluh paru . Gambaran radiologi luluh paru terdiri dari
atelektasis, ektasis/ multikaviti dan fibrosis parenkim paru. Sulit untuk menilai aktiviti

lesi atau penyakit hanya berdasarkan gambaran radiologi tersebut.


Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologi untuk memastikan aktiviti proses penyakit

Luas lesi yang tampak pada foto toraks untuk kepentingan pengobatan dapat dinyatakan
sebagai berikut (terutama pada kasus BTA negatif) :
-

Lesi minimal , bila proses mengenai sebagian dari satu atau dua paru dengan luas
tidak lebih dari sela iga 2 depan (volume paru yang terletak di atas chondrostemal
junction dari iga kedua depan dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis 4 atau

korpus vertebra torakalis 5), serta tidak dijumpai kaviti


Lesi luas
Bila proses lebih luas dari lesi minimal.

7. Soal
:
Laki-laki 50 tahun sesak, nyeri dada kiri menyebar hingga ke lengan kiri, disertai dengan
sesak nafas gambaran radiologinya adalah: (ada foto rontgen dengan kesuraman pada
supra kardia, para kardia, dan basal thorax kiri dan kanan = batwing appearance)
a. Edema pulmonal
b. Bronkopneumonia
c. Atelektasis
d. Pneumonia lobaris
e. Tb milier
Jawaban :
Edema pulmonal
Pembahasan

Foto thoraks Pulmonary edema secara khas didiagnosa dengan X-ray dada. Radiograph
(X-ray) dada yang normal terdiri dari area putih terpusat yang menyinggung jantung dan
pembuluh-pembuluh darah utamanya plus tulang-tulang dari vertebral column, dengan
bidang-bidang paru yang menunjukan sebagai bidang-bidang yang lebih gelap pada
setiap sisi, yang dilingkungi oleh struktur-struktur tulang dari dinding dada.
X-ray dada yang khas dengan pulmonary edema mungkin menunjukan lebih banyak
tampakan putih pada kedua bidang-bidang paru daripada biasanya. Kasus-kasus yang
lebih parah dari pulmonary edema dapat menunjukan opacification (pemutihan) yang
signifikan pada paru-paru dengan visualisasi yang minimal dari bidang-bidang paru yang
normal. Pemutihan ini mewakili pengisian dari alveoli sebagai akibat dari pulmonary
edema, namun ia mungkin memberikan informasi yang minimal tentang penyebab yang
mungkin mendasarinya.
Gambaran Radiologi yang ditemukan :
1.

Pelebaran atau penebalan hilus (dilatasi vaskular di hilus)

2.

Corakan paru meningkat (lebih dari 1/3 lateral)

3.

Kranialisasi vaskuler

4.

Hilus suram (batas tidak jelas)

5.

Interstitial fibrosis (gambaran seperti granuloma-granuloma kecil atau nodul milier)

Gambar 1 : Edema Intesrtitial


1. Gambaran underlying disease (kardiomegali, efusi pleura, diafragma kanan letak
tinggi).

Gambar 2 : Kardiomegali dan edema paru


1. Infiltrat di daerah basal (edema basal paru)
2. Edema butterfly atau Bats Wing (edema sentral)

Gambar 3 : Bats Wing


1. Edema localized (terjadi pada area vaskularisasi normal, pada paru yang mempunyai
kelainan sebelumnya, contoh : emfisema).

8. Soal
:
..
Jawaban :
DBD Grade III
Pembahasan
:
Derajat Penyakit
Derajat penyakit DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat (pada setiap derajat sudah
ditemukan trombositopenia dan hemokonsentrasi)
Derajat I
Derajat II

Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan


ialah uji bendung.
Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan
lain.

Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi
Derajat III menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut,

Derajat IV

kulit dingin dan lembap dan anak tampak gelisah.


Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah
tidak terukur.

9. Soal
:
Seorang anak demam sejak sekitar 4 hari lalu, sekarang sudah tidak demam. TTV dalam
batas normal. Sekarang dalam fase apa?
Jawaban :
Fase Critical
Pembahasan:

10. Soal
:
Seorang anak setelah makan ikan laut, gatal dan kemerahan pada siku, lutut. Hal ini
sudah sering dialami sejak 5 tahun lalu. Diagnosis? (sama seperti soal CBT 1)
Jawaban :
Dermatitis Atopik
Pembahasan:
- Dermatitis atopi
ditandai oleh pruritus yang hebat, eritema. Anak dengan dermatitis atopi mempunyai
riwayat keluarga atopi, sering berhubungan dengan asma dan atau rinitis. Peranan
hipersensitivitas tipe 1 diperantarai oleh IgE dalam patogenesis dermatitis atopi. Pada
80% anak dengan dermatits atopi terjadi peningkatan IgE serum dan menunjukan uji
tusuk kulit posiif dan uji radioalergosorbent (RAST) positif terhadap alergen
makanan dan inhalan.
-

Dermatitis Kontak
Peradangan kulit yang terjadi akibat kontaknya substansi dengan kulit

11. Soal
:
Ketombe, kemerahan, kulit terlepas pada daerah berambut seperti alis, pertemuan rambut
dan wajah, dll.. Diagnosis?
Jawaban :
Dermatitis Seboroik
Pembahasan:

Dermatitis seboroik adalah penyakit papuloskuamosa kronis yang menyerang bayi dan
orang dewasa sering ditemukan pada bagian tubuh dengan konsentrasi folikel sebaseus
yang tinggi dan aktif termasuk wajah, kulit kepala, telinga, badan bagian atas dan
fleksura (inguinal, inframma dan aksila).
Patogenesis yang pasti dari dermatitis seboroik belum dimengerti sepenuhnya, tetapi
dermatitis ini umumnya terkait dengan jamur Malassezia, kelainan immunologi, aktivitas
sebaseus yang meningkat dan kerentanan pasien.
Lesi dermatitis seboroik tipikal adalah bercak-bercak eritema, dengan sisik-sisik yang
berminyak. Penyakit ini suka muncul di bagian-bagian yang kaya kelenjar sebum, seperti
kulit kepala, garis batas rambut, alis mata, glabela, lipatan nasolabial, telinga, dada atas,
punggung, ketiak, pusar dan sela paha.
Pasien sering mengeluhkan rasa gatal, terutama pada kulit kepala dan pada liang telinga.
Lesi pada kulit kepala dapat menyebar ke kulit dahi dan membentuk batas eritema
bersisik yang disebut corona seborrheica. Dua bentuk dermatitis seboroik bisa terjadi
pada dada, tipe petaloid dan tipe pitiriasiform.

12. Soal
:
Terjadi peningkatan hormon apa yang menyebabkan ovulasi?
Jawaban :
LH
Pembahasan:

13. Soal
.

Jawaban :
NSTEMI
Pembahasan:
Sindroma Koroner Akut (SKA)
Merupakan

spektrum

manifestasi

akut

dan

berat

yang

merupakan

keadaan

kegawatdaruratan dari koroner akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen


miokardium dan aliran darah (Kumar, 2007).
Faktor risiko konvensional, ada empat faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu:
usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga. Faktor-faktor risiko lain masih dapat
diubah, sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik. Faktor-faktor
tersebut adalah peningkatan kadar lipid serum, hipertensi, merokok, gangguan toleransi
glukosa dan diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kalori
Yang termasuk kedalam Sindroma koroner akut adalah angina tak stabil, miokard infark
akut dengan elevasi segmen ST (STEMI), dan miokard infark akut tanpa elevasi segmen
ST (NSTEMI).

14. Soal

Terdapat gambaran fungus ball pada roentgen dada


Jawaban :
Aspergilosis

Aspergillosis adalah sebuah spectrum dari penyakit manusia dan binatang yang
disebabkan oleh anggota dari genus Aspergillus. Ini termasuk (1) mikotoksikosis karena
menelan makanan yang terkontaminasi; (2) alergi dan sekuele terhadap keberadaan
konidia atau pertumbuhan sementara dari organisme pada lubang-lubang tubuh;
(3)kolonisasi tanpa perluasan pada akvitas yang belum terbentuk dan jaringan yang
rusak;(invasive), peradangan, granulomatosa, penyakit narcotizing pada paru, dan
organ-organ lain; dan jarang sekali (5) sistemik dan penyakit diseminata yang
mematikan.
Aspergillosis merupakan infeksi opurtunistik, paling sering terjadi pada paru-paru, dan
disebabkan oleh spesies Aspergillus yaitu A. Fumigatus, jamur yang terutama ditemukan
pada pupuk kandang dan humus.
Prinsip pengobatan yang disebabkan oleh jamur Aspergillus fumigatus adalah dengan
menghilangkan jamur dan sporanya yang terdapat dalam tubuh. Penanganan bergantung
pada jenis dan beratnya infeksi dan pada status imunologi dari pasien. Aspergillosis
alergi biasanya dikontrol dengan menggunakan prednison karenaefektif untuk
mengurangi gejala. Aspergilloma atau bola jamur dari paru membutuhkanreseksi
pembedahan, biasanya sebuah lobektomi untuk memastikan eradikasi yanglengkap.
Terapi dari bentuk infeksi yang lebih invasif biasanya membutuhkan toleransiyang lebih
baik dan dosis setinggi 3-5 mg/kg per hari yang diberikan tanpa efek samping yang
serius. Itraconazole [400 mg/hari] sering digunakan sebagai terapi tambahan atauuntuk
terapi pemeliharaan untuk mencegah kekambuhan
15. Soal

Risiko PPOK ?
Jawaban

Pembahasan

FAKTOR RISIKO
1. Kebiasaan merokok merupakan satu - satunya penyebab kausal yang terpenting, jauh
lebih penting dari faktor penyebab lainnya.
Dalam pencatatan riwayat merokok perlu diperhatikan :
a. Riwayat merokok
- Perokok aktif
- Perokok pasif

- Bekas perokok
b. Derajat berat merokok dengan Indeks Brinkman (IB), yaitu perkalian jumlah rata- rata
batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun :
- Ringan : 0-200
- Sedang : 200-600
- Berat : >600
2. Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja
3. Hipereaktiviti bronkus
4. Riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
5. Defisiensi antitripsin alfa - 1, umumnya jarang terdapat di Indonesia
16. Soal
:
Kaku kuduk (+), Penyebab tersering meningitis?
Jawaban

Streptococcus pneumoniae
Pembahasan

Meningitis adalah radang arachnoid, piamater ( leptomeningitis ).


LCS :
- Meningitis purulenta ( keruh, pus )
- Meningitis serosa ( jernih )
Patogenesis
-

Seperti infeksi lainnya, terjadi meningitid karena faktor virulensi bacterial dapat

mengalahkan mekanisme pertahann tubuh ( host )


Secara anatomi CNS sangat terlindungi dari lingkungan external dengan adanya
leptomeningitis & tengkorak juga oleh adanya Blood Brain Barrier ( BBB ) SDO

( sawar darah otak )


Kuman masuk karena ada efek pada external barrier : ( Cedera kepala, neuro surgery,
penetrating, sinusitis & defek ectodermal koengenotal ( jarang ), otitis interna,

mastoiditis ) atau karena gagalnya sistem pertahanan tubuh ( sistemik )


Sebagian besar meningitis karena penyebaran hematogen microorganisme melintasi

BBB
Keempat jenis bakteri tersering penyebab meningitis ( Strept. Pneumonia, Hemofillus

influenza. Mycobacterium meningitidis ) mempunyai kapsul


E. Coli Meningitis pada bayi karena kumannnya ada di saluran cerna

17. Soal
:
VOD +2.50 , VOS +5.0 dikoreksi visus tidak dapat mencapai 20/20.
Jawaban
:
Anisometropia
Pembahasan
:
Anisometropia berasal dari bahasa Yunani yang mengandung 4 komponen kata yaitu
"an = tidak"," iso = sama," metr = ukuran," opia "mata." Jika diartikan secara singkat
anisometropia adalah Ukuran mata tidak sama.
Sedangkan secara luas Anisometropia adalah suatu keadaan dimana mata mempunyai
kelainan refraksi yang tidak sama pada mata kanan dan mata mata kiri. Dapat saja satu
mata myopia sedang mata yang lainnya hypermetropia. Perbedaan kelainan ini paling
sedikit 1.0 Dioptri. Jika terdapat anisometropia 2.5 - 3.0 Dioptri maka akan dirasakan
terjadi perbedaan besar bayangan 5%, yang mengakibatkan akan terganggunya fusi. Pada
keadaan ini dapat terjadi supresi penglihatan pada satu mata. Anisometropia pada
hypermetropia lebih buruk dibanding pada myopia. Pada anak ia kan melihat terutama
dengan mata yang jelas dan membiarkan penglihatan yang kabur atau lemah tidak
melihat biasanya yang lebih hypermetropia sehingga mata tersebut menjadi ambliopia.
Keluhan pada anisometropia :
-

pasien dengan anisometropia akan memberikan keluhan :

sakit kepala

astenopia ( keadaan lelah, panas pada mata, berair, mata sakit, rasa tertekan)

silau atau fotofobia

sukar membaca

gelisah

vertigo

pusing

lesu

gangguan melihat ruang (dimensi

18. Soal
:
Seseorang ingin diet untuk menurunkan berat badan, dirinya mengurangi konsumsi
karbohidrat. Mekanisme apa yang terjadi? (kalau tidak salah seperti ini soalnya)
Jawaban
:
Glikogenolisis
Pembahasan
:
Dalam menjaga kadar gula dalam darah tetap dalam jumlah yang konstan, tubuh
melakukan proses glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenesis. Proses-proses
tersebut dikendalikan oleh sekresi hormon-hormon tertentu di dalam tubuh. Hormon
tersebut akan memicu kerja enzim-enzim yang berperan dalam membentuk glikogen,
memecah glikogen, ataupun membentuk glukosa.
Glikogenesis. Glikogenesis adalah pembentukan glikogen dari glukosa. Apabila
terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah (misalnya beberapa saat setelah makan)
maka pankreas akan mensekresikan hormon insulin yang akan menstimulasi
penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen di dalam hati dan otot. Hormon insulin
akan menstimulasi enzim glikogen sintase untuk memulai proses glikogenesis. Hati
mampu menyimpan glikogen sebesar 6% dari massa total hati, sedangkan otot hanya
mampu menyimpan gikogen kurang dari 1% saja.
Glikogenolisis. Glikogenolisis merupakan proses pemecahan molekul glikogen
menjadi glukosa. Apabila tubuh dalam keadaan lapar, tidak ada asupan makanan,
kadar gula dalam darah menurun, gula diperoleh dengan memecah glikogen menjadi
glukosa yang kemudian digunakan untuk memproduksi energi. Glukogenolisis diatur
oleh hormon glukagon yang disekresikan pancreas dan epinefrin (adrenalin) yang
sekresikan kelenjar adrenal. Kedua hormon tersebut akan menstimulasi enzim glikogen
fosforilase untuk memulai glikogenolisis dan menghambat kerja enzim glikogen sintase
(menghentikan glikogenesis).
Glukoneogenesis. Glukoneogenesis adalah proses sintesis (pembentukn) glukosa dari
sumber bukan karbohidrat. Molekul yang umum sebagai bahan baku glukosa adalah
asam piruvat, namun oxaloasetat dan dihidroxiaseton fosfat dapat juga menjalani proses
glukoneogenesis. Asam laktat, beberapa asam amino dan gliserol dapat dikonversi
menjadi glukosa. Glukoneogenesis hampir mirip dengan glikolisis dengan proses yang
dibalik, hanya beberapa tahapan yang membedakannya dengan glikolisis. ATP
dibutuhkan dalam tahapan glukoneogenesis. Glukoneogenesis terjadi terutama dalam
hati dan dalam jumlah sedikit terjadi pada korteks ginjal. Sangat sedikit glukoneogenesis
terjadi di otak, otot rangka, otot jantung dan beberapa jaringan lainnya. Umumnya
glukoneogenesis terjadi pada organ-organ yang membutuhkan glukosa dalam jumlah

banyak. Glukoneogenesis terjadi di hati untuk menjaga kadar glukosa darah agar tetap
dalam kondisi normal.

19. Soal
:
Penderita DM, kadar glukosa darah tinggi, proses metabolisme karbohidrat yang
terjadi...? (kalau tidak salah soalnya seperti itu)
Jawaban

Glikolisis
Pembahasan

20. Soal
:
Pasien anak menderita campak, terapi yang di berikan adalah ..
Jawaban
:
Rawat jalan dan pemberian vitamin A (?)
Pembahasan
:
Diagnosis
Demam tinggi, batuk, pilek, mata merah
Diare
Ruam makulopapular menyeluruh
Riwayat kontak
Riwayat imunisasi
Tatalaksana Campak tanpa komplikasi
Pada umumnya tidak memerlukan rawat inap.
Beri Vitamin A. Tanyakan apakah anak sudah mendapat
vitamin A pada bulan Agustus dan Februari. Jika
belum, berikan 50 000 IU (jika umur anak < 6 bulan),
100 000 IU (611 bulan) atau 200 000 IU (12 bulan hingga 5 tahun). Untuk pasien

gizi buruk berikan vitamin A tiga kali. Selengkapnya lihat tatalaksana pemberian
Vitamin A.
Perawatan penunjang
Jika demam, berikan parasetamol.
Berikan dukungan nutrisi dan cairan sesuai dengan kebutuhan. Lihat tata laksana
pemberian cairan dan nutrisi.
Perawatan mata. Untuk konjungtivitis ringan dengan cairan mata yang jernih, tidak
diperlukan pengobatan. Jika mata bernanah, bersihkan mata dengan kain katun yang
telah direbus dalam air mendidih, atau lap bersih yang direndam dalam air bersih.
Oleskan salep mata kloramfenikol/tetrasiklin, 3 kali sehari selama 7 hari. Jangan
menggunakan salep steroid.
Perawatan mulut. Jaga kebersihan mulut, beri obat kumur antiseptik bila pasien dapat
berkumur.
21. Soal

Pasien mengeluh batuk berdahak lebih dari 2 minggu, keringat malam, penurunan berat
badan. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah ...
Jawaban

Sputum BTA 3x, Foto toraks PA, LED


Pembahasan

Tahap awal penemuan dilakukan dengan menjaring mereka yang memiliki gejala:
-

Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih.
Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk
darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun,
malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu
bulan. Gejala-gejala tersebut diatas dapat dijumpai pula pada penyakit paru selain
TB, seperti bronkiektasis, bronkitis kronis, asma, kanker paru dan lain-lain.
Mengingat prevalensi TB di Indonesia saat ini masih tinggi, maka setiap orang yang
datang ke fasyankes dengan gejala tersebut diatas, dianggap sebagai seorang terduga
pasien TB, dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopik langsung.

22. Soal
:
Seseorang dengan pekerjaan mengangkat beban berat menderita HNP, pada kasus ini,
tulang rawan apakah yang mengalami kerusakan?
a. tulang rawan hialin
b. tulang rawan elastin
c. tulang rawan fibrosa
Jawaban :
tulang rawan fibrosa
Pembahasan:
1) tulang rawan hialin, yang terdapat terutama pada dinding saluran pernafasan dan
ujung-ujung persendian;
2) tulang rawan elastis misalnya pada epiglotis, aurikulam dan tuba auditiva; dan
3) tulang rawan fibrosa yang terdapat pada anulus fibrosus, diskus intervertebralis,
simfisis pubis dan insersio tendo-tulang.
Tulang rawan terdiri dari tiga tipe yaitu:

1. Tulang rawan hialin


Tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan,
mengandung serat-serat kolagen dan chondrosit.
Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada
laring,

trakea,

bronkus,

ujung-ujung

tulang

panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung


dan rangka janin.
Gambar stuktur tulang rawan hialin
2. Tulang rawan elastis
Tulang yang mengandung serabut-serabut elastis.
Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun
telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.

Gambar struktur tulang rawan elastis


3.Tulang rawan fibrosa
Tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang
rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan pada discus
diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis.
Gambar struktur tulang rawan elastis
Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan
anak-anak. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu
cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada,
sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.
Spinal disc herniasi: kompresi asimetris dari diskus intervertebralis pecah disc
kantung-seperti, menyebabkan herniasi dari isi yang lembut. Hernia sering
menekan saraf yang berdekatan dan menyebabkan nyeri punggung.

23. Soal
:
Seseorang yang memiliki aktivitas fisik berat terutama saat mengangkat beban berat
sering mengalami kerusakan di L4-L5, apakah penyebab terjadinya kerusakan didaerah
tersebut?
a. Tempat tersebut adalah tumpuan
b. Terjadi kesalahan gerakan mengangkat barang
c. Struktur didaerah tersebut lebih tipis dari daerah lain
d. Cincin anulus yang tipis
e. pasien mengalami osteoporosis
Jawaban :
Terjadi kesalahan gerakan mengangkat barang
Pembahasan :
Penyebab HNP ini berbagai macam. Faktor resikonya antara lain adalah merokok, batuk
yang terlalu lama, cara duduk yang salah, menyetir terlalu sering, cara mengangkat
barang yang salah, dll. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan cakram untuk
menjalankan fungsinya juga menurun. Faktor-faktor di atas dapat menyebabkan
terjadinya herniasi, yaitu keluarnya suatu organ melalui suatu celah dalam tubuh. HNP
dapat dianalogikan seperti terjadinya turun bero, tetapi pada daerah tulang belakang.
Dapat dilihat pada gambar di bawah ini bahwa nukleus pulposus tersebut keluar dari
dalam bantalan melalui dinding bantalan melalui dinding bantalan yang lemah, maka
nukleus pulposus masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang; keadaan inilah yang
disebut hernia nukleus pulpolus (HNP). Tergantung besar kecilnya, HNP dapat
menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang saraf tepi. Gerakan mengangkat
barang sambil membungkuk diikuti secara tanpa sadar kepala di condongkan ke
depan saat mengankat barang menyebabkan tulang pinggul menahan berat tubuh
atas dan tulang belakang menjadi dislokasi. Gerakan sederhana seperti mengangkat
benda ringan atau membungkuk bisa mengakibatkan nyeri di tulang pungung, kita sering
menyebutnya kecetit. Pengobatan dengan cara chiropractic keberhasilanya mungkin
hanya 30%, apalagi jika HNP berada di L4-L5 atau L5-S1
24. Soal
:
Seorang anak mengeluh bagian perianalnya gatal terutama pada malam hari. Dokter
mencurigai adanya cacing berperan pada penyakit anak ini. Saat dilakukan anal swab,
apakah cacing yang dapat ditemukan pada anak ini?
a. trichiuris trichiura

b. tubifex sp
c. palola viridis
d. oxyuris vermicularis
e. lumbricina haplotaxida
Jawaban :
oxyuris vermicularis
Pembahasan
:
KREMIAN (Oxyuris Vermicularis & Enterobius Vermicularis)

Cacingan, penyakit yang cukup akrab di kalangan anak-anak Indonesia. Mulai dari yang
berukuran besar seperti cacing perut, sampai yang kecil setitik seperti cacing kremi
(pinworm). Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis atau Enterobius vermicularis adalah
parasit yang hanya menyerang manusia, penyakitnya kita sebut oxyuriasis atau
enterobiasis. Oleh awam, kita sering mendengar, Kremian.

Morfologi dan Siklus Hidup


Cacing betinanya berukuran 8-13 mm sedangkan jantan 2-5 mm. Cacing dewasa hidup di
sekum, usus besar dan di usus halus yang berdekatan dengan sekum. Mereka memakan
isi usus penderitanya.
Perkawinan (atau persetubuhan) cacing jantan dan betina kemungkinan terjadi di sekum.
Cacing jantan mati setelah kawin dan cacing betina mati setelah bertelur. Cacing betina
yang mengandung 11.000-15.000 butir telur akan bermigrasi ke daerah sekitar anal
(perianal) untuk bertelur. Migrasi ini berlangsung 15 40 hari setelah infeksi. Telur akan
matang dalam waktu sekitar 6 jam setelah dikeluarkan, pada suhu tubuh. Dalam keadaan
lembab telur dapat hidup sampai 13 hari.
Infeksi dan Penularan Penularan dapat dipengaruhi oleh :

Penularan dari tangan ke mulut (hand to mouth), setelah anak anak menggaruk
daerah sekitar anus oleh karena rasa gatal, kemudian mereka memasukkan tangan atau
jari jarinya ke dalam mulut. Kerap juga terjadi, sesudah menggaruk daerah perianal
mereka menyebarkan telur kepada orang lain maupun kepada diri sendiri karena
memegang benda-benda maupun pakaian yang terkontaminasi. Telur Enterobius
vermicularis menetas di daerah perianal kemudian larva masuk lagi ke dalam tubuh
(retrofeksi) melalui anus terus naik sampai sekum dan tumbuh menjadi dewasa. Cara

inilah yang kita kenal sebagai : autoinfeksi


Debu merupakan sumber infeksi oleh karena mudah diterbangkan oleh angin sehingga

telur yang ada di debu dapat tertelan.


Anjing dan kucing bukan mengandung cacing kremi tetapi dapat menjadi sumber
infeksi oleh karena telur dapat menempel pada bulunya.

Parasit ini kosmopolit tetapi lebih banyak ditemukan di daerah dingin daripada di daerah
panas. Hal ini mungkin disebabkan karena pada umumnya orang di daerah dingin jarang
mandi dan mengganti baju dalam. Penyebaran cacing ini juga ditunjang oleh eratnya
hubungan antara manusia satu dengan lainnya serta lingkungan yang sesuai.
Frekuensi di Indonesia tinggi, terutama pada anak dan lebih banyak ditemukan pada
golongan ekonomi lemah. Frekuensi pada orang kulit putih lebih tinggi daripada orang
negro.
Hasil penelitian menunjukkan angka prevalensi pada berbagai golongan manusia 3-80%.
Penelitian di daerah Jakarta Timur melaporkan bahwa kelompok usia terbanyak yang
menderita entrobiasis adalah kelompok usia antara 5-9 tahun yaitu terdapat 46 anak
(54,1%)

dari

85

anak

yang

diperiksa.

Gejala Klinis
Kremi-an relatif tidak berbahaya. Gejala klinis yang paling menonjol adalah rasa gatal
(pruritus ani) mulai dari rasa gatal sampai timbul rasa nyeri. Akibat garukan akan
menimbulkan iritasi di sekitar anus, kadang sampai terjadi perdarahan dan disertai infeksi
bakteri. Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari. Hal ini akan menyebabkan
gangguan tidur pada anakanak (insomnia) oleh karena rasa gatal, anak akan kurang tidur
dan badannya pun menjadi lemah serta lebih cengeng atau sensitif. cepat marah, dan gigi
menggeretak. Kondisi yang tidak mengenakkan ini membuat nafsu makan anak
berkurang. Berat badannya serta merta berkurang. Untuk mengatasi kegelisahannya,
biasanya

anak

akan

sering

berkemih/kencing

(enuresis)

dan

masturbasi.

Kadang-kadang cacing dewasa muda dapat bergerak ke usus halus bagian proksimal
sampai ke lambung, esofagus dan hidung sehingga menyebabkan gangguan di daerah
tersebut. Cacing sering ditemukan di apendiks (usus buntu) tetapi jarang menyebabkan
appendisitis. Pada beberapa kasus dilaporkan adanya migrasi cacing betina pada penderita
wanita bisa sampai ke vagina-rahim-akhirnya ke tuba fallopi dan menimbulkan radang
saluran telur atau salpingitis.
Adanya cacing dewasa pada mukosa usus akan menimbulkan iritasi dan trauma sehingga
dapat menyebabkan ulkus kecil. Jumlah cacing yang banyak dalam rectum dapat
menyebabkan

rectal

kolil

(rasa

nyeri

hebat

pada

usus

besar).

Diagnosis
Infeksi cacing sering diduga pada anak yang menunjukkan rasa gatal di sekitar anus pada
waktu malam hari. Diagnosis dibuat dengan menemukan telur dan cacing dewasa. Telur
cacing dapat diambil dengan mudah dengan alat anal swab yang ditempelkan di sekitar
anus pada waktu pagi hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat (cebok).
Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya
dilekatkan Scotch adhesive tape. Bila adhesive tape ini ditempelkan di daerah sekitar
anus, telur cacing akan menempel pada perekatnya. Kemudian adhesive tape diratakan
pada kaca benda dan dibubuhi sedikit toluen untuk pemeriksaan mikroskopik.
Bila ditemukan salah seorang anggota mengandung cacing kremi. Obat piperazin dosis
tunggal 3-4 gram (dewasa) atau 25 mg/kg berat badan (anak-anak), sangat efektif bial
diberikan pagi hari diikuti minum segelas air sehingga obat sampai ke sekum dan kolon.
Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual dan muntah.
Obat lain yang juga efektif adalah pirantel pamoat dosis 10 mg/kg berat badan atau
mebendazol dosis tunggal 100 mg atau albendazol dosis tunggal 400 mg. Mebendazol
efektif terhadap semua stadium perkembangan cacing kremi, sedangkan pirantel dan
pipreazin dosis tunggal tidak efektif terhadap stadium muda. Pengobatan sebaiknya
diulang 2-3 minggu kemudian.
25. Soal
:
Seorang dokter menggunakan pakaian rapi, apa tujuannya??
a. menggambarkan kualitas & citra dokter tersebut
b. mendukung komunikasi non verbal
c. ...
Jawaban :
menggambarkan kualitas & citra dokter tersebut
Pembahasan:

jas tersebut adalah simbol untuk identitas resmi seorang dokter yang sedang bekerja baik
melakukan pengobatan di rumah sakit, memeriksa pasien di puskesmas atau bahkan
hanya sekedar membuka praktek di rumah nya sendiri. Ini adalah aturan yang telah
ditetapkan untuk kemudian harus dipatuhi oleh semua dokter. Satu-satunya aksesoris
atau tambahan yang bisa diberikan pada jas berwarna putih itu adalah name tag atau
nama dokter itu sendiri yang akan berguna sebagai identitas dan pengenal diri kepada
semua pasien yang dirawatnya. Jas putih ini tidak melulu dibandrol dengan harga yang
cukup mahal seperti jas lain pada umumnya.
26. Soal
:
Seorang laki-laki berusia 50 tahun memiliki tinggi badan 150cm dan berat badan 50 kg
menderita diabetes melitus. Sehari-hari, ia hanya melakukan aktivitas ringan. Berapa
kebutuhan kalori yang dibutuhkan dalam sehari?
Jawaban :
1500 kalori
Pembahasan:
1. Menghitung BB ideal
BBI = (TB cm-100)-10%
Wanita <150 cm dan laki-laki <160cm
BBI = TBcm -100
2. Kalori basal. Rumus Brocca kebutuhan kalori per hari
Wanita. Kebutuhan kalori basal per hari = BBI x 25 kalori
Laki-laki. Kebutuhan kalori basal per hari = BBI x 30 kalori
3. Penyesuaian
Umur >40 tahun = -5%
Aktivitas ringan (duduk-duduk, nonton TV) = +10%
Aktivitas sedang (kerja kantoran, ibu rumah tangga, perawat, dokter) = +20%
Aktivitas berat (olahragawan, kuli bangunan, tukang becak) = +30%
Berat badan gemuk (BB >120% BBI) = -20%
Berat badan lebih (BB 110-120 BBI) = -10%
Berat badan kurus (BB < 90%BBI) = +20%
Stres metabolik (infeksi, operasi, stroke) = +300kalori
Kehamilan trimester 1 dan 2 = +300kalori
Kehamilan trimester 3 dan menyusui = + 500 kalori
Pada pasien tersebut:
BB ideal = 150 cm 100 = 50 kg
Kalori basal: 50 kg x 30 kalori/kg = 1500 kalori
27. Soal
:
Pewarnaan apakah yang cocok untuk menegakan diagnosis diatas? (kasus TB)
Jawaban :
Zielh Neelsen
Pembahasan:

Pewarnaan Zielh Neelsen termasuk pewarnaan tahan asam. Biasanya dipakai untuk
mewarnai golongan Mycobacterium dan Actinomyces. Bakteri genus Mycobacterium dan
beberapa spesies nocardia pada dinding selnya mengandung banyak zal lipid sehingga
bersifat permeabel dengan pewarnaan biasa. Bila zat warna yang telah terpenetrasi tidak
dapat dilarukan dengan alkohol asam, maka bakteri tersebut tahan asam (BTA +). Pada
kasus diatas, pasien tersebut menderita TBC. Pewarnaan yang sesuai untuk kuman TB
adalah Ziehl-neelsen

28. Soal
:
Seorang ibu P5A2 melahirkan di bidan. Tiga puluh menit pasca melahirkan, terjadi
perdarahan dari vagina. Ibu tampak pucat dan lemas. TD 90/60. TFU 2 jari di atas
umbilicus, pada palpasi teraba lunak. Diagnosa yang sesuai ialah??
Jawaban :
atonia uteri
Pembahasan :
Perdarahan postpartum dapat terjadi karena:
1. Atonia uteri uterus teraba lunak.
2. Inversi uteri tampak keluar massa berwarna kemerahan dari vagina
3. Retensio placenta pada pemeriksaan placenta, placenta belum lahir secara
sempurna
4. Kelainan darah ibu
29. Soal
:
Perempuan 29 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang dengan keluhan perut terasa nyeri
sejak tadi siang, beberapa saat yang lalu keluar darah bercampur lendir dari kemaluan,
apakah diagnosis pasien diatas?
Jawaban :
Bloody Show
Pembahasan :
Terdapat 3 tanda in partu pada primipara:
1. Bloody show
2. His teratur
3. Terdapat pembukaan
Pada multipara tidak diperlukan kriteria pembukaan (cukup bloody show dan his
yang teratur saja). Bloody show ditandai dengan keluarnya lendir bercampur bercak
darah. Bercak darah muncul karena adanya pecahnya pembuluh darah di daerah

serviks akibat dilatasi. Berbeda dengan pecah ketuban yang ditandai dengan semburan
cairan (banyak seperti mengompol) yang normalnya jernih atau sedikit keruh, hampir
tidak berwarna dengan jumlah yang bervariasi.

30. Soal
:
Pasien datang dengan keluhan nyeri pada mata, mata merah dan penglihatan buram, pada
pemeriksaan ditemukan lesi di kornea dan ditemukan flare di COA. Diagnosis yang
tepat adalah?
Jawaban :
keratouveitis
Pembahasan:
Keratitis adalah radang pada kornea. Pada kasus diatas ditemukan adanya lesi pada
kornea, hal itu menandakan adanya kelainan pada kornea. Sedangkan ditemukan nya sel
flare menandakan bahwa vireus keruh ( biasanya paling sering darah) yang merupakan
salah satu gejala uveitis. Sehingga diagnosa pasien diatas adalah keratouveitis
31. Soal
:
Dalam menghitung kebutuhan kalori basal per hari, yang diperlukan sebagai patokan
ialah
Jawaban :
Berat badan ideal
Pembahasan:
Rumus Brocca untuk menghitung kebutuhan kalori basal:
Wanita. Kebutuhan kalori basal per hari = BBI (berat badan ideal) x 25 kalori/kg
Laki-laki. Kebutuhan kalori basal per hari = BBI (berat badan ideal) x 30 kalori/kg
32. Soal
:
Seorang pasien berobat di rumah sakit A, karena tidak puas akan pelayanan di RS
tersebut, pasien ingin pindah berobat di rumah sakit B. Untuk itu, ia meminta rekam
medis miliknya. Yang harus dilakukan oleh dokter ialah:
a. menjelaskan untuk apa pasien membutuhkan rekam medis
b. memberikan salinan rekam medis
c. tidak menghiraukan permintaan pasien
Jawaban :
Memberikan salinan rekam medis

Pembahasan:
Rekam medis adalah milik rumah sakit, untuk itu tidak bisa diberikan kepada pasien.
Tetapi isi rekam medis ialah milik pasien, dan pasien berhak mendapatkan isinya dalam
bentuk salinan/resume.
33. Soal :
Sebuah jenazah diantarkan ke RS. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata didapatkan
tanda kekerasan tajam pada jenazah tersebut. Mana dari berikut ini yang merupakan ciriciri dari kekerasan benda tajam?
Jawaban:
Tepi sudut rata, sudut luka lancip, tidak ditemukan jembatan jaringan, tidak ditemukan
luka memar atau lecet di sekitarnya
Pembahasan:
-

Cici kekerasan akibat benda tajam: tepi sudut rata, sudut luka lancip, tidak ditemukan

jembatan jaringan, tidak ditemukan luka memar atau lecet di sekitarnya


Cici kekerasan benda tumpul:
a. Memar: perubahan warna di kulit tanpa merusak kontinuitas permukaan kulit.
Lokasi dapat dimana saja, bisa disertai pembengkakan. Warna bervariasi: merah
ungu hijau kuning hilang
b. Luka lecet: bentuk dan batas luka tidak teratur, tepi luka tidak rata, kadang
disertai sedikit perdarahan, warna coklat kemerahan, tertutup krusta
c. Luka robek/laserasi: bentuk garis batas luka tidak teratur, tepi tidak rata, bila luka
ditautkan tidak rapat (karena sebagian jaringan hancur), tebing luka tidak rata,
dan terdapat jembatan jaringan, di sekitar garis luka terdapat memar

34. Soal
:
Kuman penyebab pneumonia tersering?
Jawaban :
......?
Pembahasan :
Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme, yaitu bakteri, virus,
jamurdan protozoa. Dari kepustakaan pneumonia komuniti yang diderita oleh masyarakat
luar negeri banyakdisebabkan bakteri Gram positif, sedangkan pneumonia di rumah sakit
banyak disebabkan bakteri Gram negatif sedangkan pneumonia aspirasi banyak
disebabkan oleh bakteri anaerob.
Berdasarkan bakteri penyebab

o Pneumonia bakterial / tipikal. Dapat terjadi pada semua usia. Beberapa bakteri
mempunyai tendensi menyerang sesorang yang peka, misalnya Klebsiella
pada penderita alkoholik, Staphyllococcus pada penderita pasca infeksi
influenza.
o Pneumonia atipikal, disebabkan Mycoplasma, Legionella dan Chlamydia
o Pneumonia virus
o Pneumonia jamur sering merupakan infeksi sekunder. Predileksi terutama
pada penderita dengan daya tahan lemah (immunocompromised)
Pneumonia komuniti adalah pneumonia yang didapat di masyarakat. Pneumonia
komuniti ini merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan angka kematian tinggi di
dunia. Menurut kepustakaan penyebab pneumonia komuniti banyak disebabkan bakteri
Gram positif dan dapat pula bakteri atipik. Akhir-akhir ini laporan dari beberapa kota di
Indonesia menunjukkan bahwa bakteri yang ditemukan dari pemeriksaan dahak
penderita pneumonia komuniti adalah bakteri Gram negatif.
Berdasarkan laporan 5 tahun terakhir dari beberapa pusat paru di Indonesia (Medan,
Jakarta,Surabaya, Malang, dan Makasar) dengan cara pengambilan bahan dan metode
pemeriksaan mikrobiologi yang berbeda didapatkan hasil pemeriksaan sputum sebagai
berikut :

Klebsiella pneumoniae 45,18%


Streptococcus pneumoniae 14,04%
Streptococcus viridans 9,21%
Staphylococcus aureus 9%
Pseudomonas aeruginosa 8,56%
Steptococcus hemolyticus 7,89%
Enterobacter 5,26%
Pseudomonas spp 0,9%

Foto toraks (PA/lateral) merupakan pemeriksaan penunjang utama untuk menegakkan


diagnosis. Gambaran radiologis dapat berupa infiltrat sampai konsolidasi dengan air
broncogram", penyebab bronkogenik dan interstisial serta gambaran kaviti. Foto toraks
saja tidak dapat secara khas menentukan penyebab pneumonia, hanya merupakan
petunjuk kearah diagnosis etiologi, misalnya gambaran pneumonia lobaris tersering
disebabkan

oleh

Steptococcus

pneumoniae,

Pseudomonas

aeruginosa

sering

memperlihatkan infiltrat bilateral atau gambaran bronkopneumonia sedangkan Klebsiela


pneumonia sering menunjukkan konsolidasi yang terjadi pada lobus atas kanan meskipun
dapat mengenai beberapa lobus.

35. Soal
:
Laki-laki 60 tahun BAB berdarah 2 minggu, BB turun, nafsu makan baik, mual (-) ,
muntah (-), badan lemas, perut kembung. Pemeriksaan radiologi yang diperlukan?
a. MRI abdomen
b. USG abdomen
c. Barium Enema
d. CT scan Abdomen
e. Foto polos Abdomen
Jawaban

C.Barium Enema
Pembahasan

Karena pasien BAB berdarah, jadi kita mau lihat Colon nya, dari pilihan yg ada, yg
spesifik untuk pemeriksaan colon itu adalah Barium Enema atau nama lainnya Colon in
Loop.
Barium Enema merupakan pemeriksaan radiografi dari usus besar dengan menggunakan
bahan kontras yang dimasukkan per anal. Tujuan pemeriksaan adalah untuk
menggambarkan usus besar yang berisi kontras media, sehingga dapat memperlihatkan
anatomi dan kelainan-kelainan yang terjadi baik pada mukosanya maupun yang terdapat
pada lumen khusus. Indikasi : Massa/tumor, kelainan anatomi, Hemoroid, radang.
36. Soal

Laki-laki 60 tahun BAB berdarah 2 minggu, BB turun, nafsu makan baik, mual (-) ,
muntah (-), badan lemas, perut kembung. Pemeriksaan Barium enema ada filling defect,
penyempitan lumen kolom sigmoid dengan tepi irreguler dan overhanging edges di ujung
penyempitan. Diagnosis nya adalah
a. Tb colon
b. Polip Colon
c. Divertikel colon
d. Tumor ganas Colon
e. IBD
Jawaban

d. Tumor Ganas Colon


Pembahasan

Hasil pemeriksaan Barium enema penyempitan lumen kolom sigmoid dengan tepi
irreguler dan overhanging edges di ujung penyempitan yang bisa juga disebut Apple
Core lesion sesuai dengan gambaran karsinoma colon.

37. Soal

Perempuan 28 tahun datang ke poli jiwa dengan keluhan payudara keluar ASI, Pasien
tidak merasa hamil. Saat ini minum risperidone 2x3 mg/hari. Apakah obat pengganti yg
sesuai?
a. Haloperidol
b. Olanzapine
c. Aripiprazole
d. Quetiapine
e. Clozapine
Jawaban :
C. Aripiprazole
Pembahasan :
Payudara yg mengeluarkan ASI sementara pasien tidak hamil sesuai dengan gejala
hyperprolactinemia. Terdapat prevalensi kejadian hyperprolactinemia yg cukup tinggi yg
dilaporkan pada penggunaan risperidone.
Umumnya penggunan antipsikotik dapat menyebabkan hyperprolactinemia karena kerja
dari obat itu sendiri adalah memblok reseptor dopamine D2, sementara kerja dr dopamine
adalah menginhibisi sekresi prolactin dr kelenjar pituitari, akibatnya krn reseptor
dopamine-nya diblok prolactine nya jd meningkat. Obat yang biasa digunakan sebagai
pengganti dari Risperidone adalah Aripiprazole, karena obat ini agonis parsial dopamine
jd membantu menurunkan prolactine.

38. Soal

Jawaban :
Posbindu
Pembahasan:
Posbindu berdasarkan pengertian dari kementrian kesehatan adalah :

Kegiatan Posbindu adalah kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka
deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular
secara mandiri dan berkesinambungan.
Manfaat atau tujuan dari posbindu umumnya lebih kepada meningkatkan kesejahteraan
hidup bagi mereka yang sudah berumur, termasuk juga lansia. dan lebih di
kedepankan terhadap kontrol PTM. Biasanya dengan adanya kegiatan posbindu di
masyarakat maka mereka yang memiliki penyakit diabete, DM, dll akan dapat terkontrol
sehingga derajat hidup mereka akan semakin baik.
Kegiatan yang biasanya sering dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan posbindu di
masyarakat ini adalah pemeriksaan fisik, mulai dari urin, darah, berat badan, tinggi badan.
Jika ada keluhan maka bisa dirujuk ke Puskesmas.
39. Soal

Jawaban

Pembahasan

DD --> IgM
Perbedaan klinis antara demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan karena
kebocoran plasma yang diduga karena proses imunologi. Hal itu tidak didapati pada
demam dengue.
Virus dengue yang masuk ke dalam tubuh akan beredar dalam sirkulasi darah dan
ditangkap oleh makrofag (antigen precenting cell). Viremia akan terjadi sejak 2 hari
sbelum timbul gejala hingga setelah 5 hari terjadinya demam.
Antigen yang menempel pada makrofag akan mengaktifasi sek T Helper dan menarik
makrofag lainnya untuk menangkap virus lebih banyak. Sedangkan T helper akan
mengkatifasi T sitotoksik yang akan melisis makrofag.
Proses ini akan diikuti dengan dilepasnya mediator-mediator lain yang merangsang terjadi
gejala sistemik, seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi, dll. Juga dapat terjadi agregasi
trombosit yang menyebabkan trombositopenia. Jenis-jenis sitokin yang memicu panas
ialah TNF alfa, IL-1, IL-6, dan sebaliknya sitokin yang meredam panas ialah TGF beta
dan IL-10.
Respon innate imun terhadap virus dengue meliputi dua komponen yang
berperan penting sebelum gejala infeksi, yaitu antibodi IgM dan platelet. Antibodi
IgM dibuat oleh CD5 + B sel yang bersifat spesifik dan struktur molekul mutimerix.
Kompleks imun IgM tersebut selalu ditemukan di dalam dinding darah bawah kulit atau

di bercak merah kulit penderita dengue. Oleh karenanya, dalam penentuan virus dengue,
level IgM merupakan hal spesifik.

40. Soal
:
.... IgM anti HAV +, HbsAg -, Anti HCV -. Diagnosis ?
Jawaban :
Hepatitis A akut

41. Soal
:
Daerah endemis DBD, dilakukan fogging, tujuannya umtuk membasmi ..??
Jawaban :
Nyamuk dewasa
Pembahasan :
Fogging (pengasapan) adalah salah satu teknis pengendalian nyamuk yang dilakukan
diluar ruangan. Alat yang digunakan adalah mesin fogging (Termal Fogger). Target dari
cara pengendalian ini adalah nyamuk dewasa yang berada diluar gedung. Area
yang biasa dilakukan pengasapan antara lain Garbage Area (tempat sampah), drainage
(STP), pengasapan tebal pada seluruh jalur got (drainage) yang tertutup treatment dengan
insektisida khusus termal fogger.
42. Soal
:
Wanita berusia 35 tahun mengaku bahwa dirinya utusan Tuhan. Ia sering bersabda dan
menginjili orang lain sampai merasa terganggu. Hal ini terjadi setelah ia mengikuti suatu
ibadah 1 tahun yang lalu. Diagnosis?
Jawaban :
Gangguan waham
Pembahasan
:
Gangguan waham adalah satu gangguan psikiatri yang didominasi oleh gejala-gejala
waham. Waham pada gangguan waham bisa berbentuk: kebesaran, penganiayaan,
cemburu, somatic, atau campuran. Waham merupakan suatu keyakinan atau pikiran yang
salah karena bertentangan dengan kenyataan (dunia realitas), serta dibangun atas unsurunsur yang tak berdasarkan logika, namun individu tidak mau melepaskan wahamnya
walaupun ada bukti tentang ketidakbenaran atas keyakinan itu. Keyakinan dalam bidang
agama dan budaya tidak dianggap sebagai waham.

Pedoman diagnostik gangguan waham (F22.0)


Waham-waham merupakan satu-satunya ciri khas klinis atau gejala yang paling
mencolok. Waham-waham tersebut (baik tunggal maupun sebagai suatu system
waham) harus sudah ada sedikitnya 3 bulan lamanya, dan harus bersifat khas pribadi

(personal) dan bukan budaya setempat


Gejala-gejala depresif atau bahkan suatu episode depresif yang lengkap mungkin
terjadi secara intermitten, dengan syarat bahwa waham-waham tersebut menetap pada

saat-saat tidak terdapat gangguan afektif itu


Tidak boleh ada bukti-bukti tentang adanya penyakit otak
Tidak boleh ada halusinasi auditorik atau hanya kadang-kadang saja ada dan bersifat

sementara
Tidak ada riwayat gejala-gejala skizofrenia (waham dikendalikan, siaran pikiran,
penumpulan afek, dsb)

43. Soal
:
Anak perempuan usia 7 tahun takut-takut sama orangtua, jadi menurut saja. Gangguan
fiksasi terdapat pada tahap apa?
Jawaban :
Early childhood
Pembahasan
:
Pada pembagian perkembangan psikologi anak, hanya didapatkan fase early dan middle
childhood, tidak terdapat fase young childhood. Fase early terjadi didefinisikan sejak
lahir hingga usia 8 tahun dan di fase inilah anak terutama mengalami pembelajaran dan
perkembangan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial-emosional.
44. Soal
:
Seorang pasien laki2 usia 65 tahun dibawa berobat karena marah2 sejak tidak lagi
bekerja, merasa terisolasi, takut jadi tua dan kesepian, merasa anak tidak peduli, yang
dialami adalah?
Jawaban :
Despair
Pembahasan
:
Pasien di usia ini berusia 65 tahun, periode perkembangan psikologis pada soal ini
mengacu pada teori perkembangan Eric Erikson, menurutnya tahap perkembangan yang
dilalui manusia adalah:
Developmental Stage
Infancy (0-1 thn)

Basic Components
Trust vs Mistrust

Early childhood (1-3 thn)

Autonomy vs Shame, Doubt

Preschool age (4-5 thn)

Initiative vs Guilt

School age (6-11 thn)

Industry vs Inferiority

Adolescence (12-10 thn)

Identity vs Identity Confusion

Young adulthood ( 21-40 thn)

Intimacy vs Isolation

Adulthood (41-65 thn)

Generativity vs Stagnation

Senescence (+65 thn)

Ego Integrity vs Despair

45. Soal
:
Seorang wanita umur 23 tahun, pilek 4 minggu, hidung gatal dan bersin2, 3 hari yang
lalu mengeluh sakit kepala, nyeri pada kedua mata dan pipi kiri, ingus kental (+), post
nasal drip (+). Pemeriksaan apa yang dilakukan
Jawaban :
Rinoskopi anterior + foto rontgen sinus paranasal
Pembahasan

Pasien diatas mengalami penyakit sinusitis. Sinusitis adalah peradangan, atau


pembengkakan, dari jaringan yang melapisi sinus. Biasanya sinus berisi udara, tetapi
ketika sinus tersumbat dan berisi cairan, kuman (bakteri, virus, dan jamur) dapat
berkembang dan menyebabkan infeksi. Pada penderita sinusitis,dapat ditemukan gejalagejala seperti di bawah ini : Napas berbau, Sakit kepala, Hidung tersumbat, Postnasal
Drip, Batuk, Rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung & di
antara mata, Berkurangnya daya pengecap, Hidung terus meler dengan warna hijau
pekat, Demam. Pemeriksaan fisik pada hidung terutama dilakukan rinoskopi anterior.
Pemeriksaan Fisik : Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan
pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan
disekitar mata dan dahi. Rhinoskopi adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke
rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan
penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan
pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang
terjadi.
Beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis diantaranya adalah
Transiluminasi, Rontgen sinus paranasalis sinusitis akan menunjukkan gambaran berupa
penebalan mukosa, opasifikasi sinus (berkurangnya pneumatisasi) gambaran air fluid
level yang khas akibat akumulasi pus yang dapat dilihat pada foto waters. CT Scan,
Sinoscopy, pemeriksaan mikrobiologi.

46. Soal

Hamil trimester ketiga, TD 170/110 mmHg, LDH meningkat, Hb 7. Komplikasi yang


dialami pasien?
Jawaban

HELLP syndrome
Pembahasan

Sindrom HELLP merupakan komplikasi kebidanan yang mengancam nyawa yang


biasanya terjadi akibat preeklamsia. Kedua kondisi ini biasanya terjadi selama fase akhir
dari suatu kehamilan, atau kadang-kadang terjadi setelah melahirkan. "HELLP"
merupakan singkatan dari tiga ciri utama dari sindrom ini, yakni:

Hemolisis

Elevated Liver enzymes (Peningkatan enzim hati)

Low Platelet count (Penurunan platelet)

HELLP biasanya dimulai pada trimester ketiga suatu kehamilan; pada kasus yang jarang
pernah dilaporkan pada usia kehamilan 21 minggu. Seringkali pasien yang mengalami
sindrom HELLP telah mengalami hipertensi dalam kehamilan (hipertensi gestasional),
atau yang dicurigai mengalami pre-eklamsia. Hingga 8% dari keseluruhan kasus terjadi
setelah melahirkan.
Perempuan yang mengalami sindrom HELLP sering terlihat tidak sakit berat. Gejala
awalnya dapat berupa:

Pada 90% kasus, baik nyeri ulu hati didefinisikan sebagai nyeri kuadran kanan
atas.

Pada 90% kasus, malaise.

Pada 50% kasus, mual atau muntah.

Terdapat gejala yang bertahap namun signifikan dari sakit kepala (30%), pandangan
kabur, dan parestesia (kesemutan pada anggota gerak). Edema dapat terjadi namun
ketiadaan edema tidak menyebabkan diagnosis sindrom HELLP dapat disingkirkan. Bila

ditemukan Hipertensi arteri, kejang atau koma, dapat dicurigai penyakit ini telah
berlanjut pada eklampsia.
DIC (Disseminated intravascular coagulation) juga terlihat pada 20% perempuan
dengan sindrom HELLP , dan pada 84% ditemukan ketika sindrom HELLP
dikomplikasikan oleh gagal ginjal akut. Edema paru juga ditemukan pada 6% perempuan
dengan sindrom HELLP, dan pada 44% kasus ketika sindrom HELLP dikomplikasikan
oleh gagal ginjal akut.
Penatalaksanaan utama pada kasus ini adalah terminasi kehamilan dan pemberian
kortikosteroid

47. Soal
:
Pasien 50 tahun nyeri dada kiri sejak 1 bulan lalu disertai sesak nafas dan nyeri menjalar
a.
b.
c.
d.
e.

ke tangan kiri. Foto x- thorax posisi PA. Dx/?


Edem pulmonal
Bronkopneumonia
Pneumonia lobaris
Tb milier
atelektasis
Jawaban :
Edem pulmonal
Pembahasan

Pada parenkim paru tampak kesuraman di suprahiler perihiler paracordial dextra sinistra
berbentuk bat wing appearence.
Kesan : COR : tampak cardiomegali, elongatio arcus aortae, LVH
Pulmones : sesuai gambaran edema pulmonum tipe alveolar

Edema pulmonum ada dua tipe, alveolar dan intersisial. Kalo vaskular meningkat dengan
gambaran kranialisasi, kesuraman lebih tebal bagian atas daripada bawah = edema
intersisial. Th/ oksigen, HCT
Kalau tipe alveolar Th/ oksigen dan konsul jantung
Pasien pada kasus kemungkinan telah mengalami gagal jantung melihat usia, keluhan,
dan hasil pemeriksaan thorax yang memperlihatkan cardiomegali. Komplikasi dari gagal
jantung yang berat adalah edem pulmonal, yang semakin di perkuat dengan adanya
kesuraman pada pulmones dextra sinistra berbentuk bat wing appearence.
48. Soal
:
OS datang awalnya nyeri perut kanan atas, saat ini diperiksa terdapat tanda rigiditas, dan
nyeri tekan seluruh abdomen:
a. Appendisitis akut
b. Peritonitis generalisata
Jawaban :
Peritonitis generalisata
Pembahasan

Peritonitis adalah keadaan akut abdomen akibat peradangan sebagian atau seluruh
selaput peritoneum parietale ataupun viserale pada rongga abdomen. Peritonitis
seringkali disebabkan dari infeksi yang berasal dari organ-organ di cavum abdomen.
Penyebab tersering adalah perforasi dari organ lambung, colon, kandung empedu atau
apendiks. Infeksi dapat juga menyebar dari organ lain yang menjalar melalui darah.
Diagnosis
Diagnosis peritonitis biasanya ditegakkan secara klinis. Kebanyakan pasien datang
dengan keluhan nyeri abdomen. Nyeri ini bisa timbul tiba-tiba atau tersembunyi. Pada
awalnya, nyeri abdomen yang timbul sifatnya tumpul dan tidak spesifik (peritoneum
viseral) dan kemudian infeksi berlangsung secara progresif, menetap, nyeri hebat dan
semakin terlokalisasi (peritoneum parietale). Dalam beberapa kasus (misal: perforasi
lambung, pankreatitis akut, iskemia intestinal) nyeri abdomen akan timbul langsung
secara umum/general sejak dari awal.

Adanya syok, nyeri tekan, defans muskular,

dan perut kembung harus diperhatikan sebagai gejala dan tanda penting. Sifat nyeri,
cara timbulnya dan perjalanan selanjutnya sangat penting untuk menegakkan diagnosis.
Penatalaksanaan
Prinsip umum pengobatan adalah mengistirahatkan saluran cerna dengan memuasakan
pasien, pemberian antibiotik yang sesuai, dekompresi saluran cerna dengan penghisapan

nasogastrik atau intestinal, penggantian cairan dan elektrolit yang hilang yang dilakukan
secara intravena, pembuangan fokus septik (apendiks) atau penyebab radang lainnya, bila
mungkin dengan mengalirkan nanah keluar dan tindakan-tindakan menghilangkan nyeri.
Prinsip umum dalam menangani infeksi intraabdominal ada 4, antara lain: (1) kontrol
infeksi yang terjadi, (2) membersihkan bakteri dan racun, (3) memperbaiki fungsi organ,
dan (4) mengontrol proses inflamasi.
49. Soal
:
Seorang perempuan usia 35 tahun, datang dengan keluhan gatal-gatal dan bengkak pada
bibir setelah makan obat penghilang nyeri. Patof?
a. Pengikatan IgE ke basofil
b. Timbun Ag-Ab
c. Hiperaktif sel T
d. IgG terhadap jar
e. IgM terhadap jar
Jawaban :
Pengikatan IgE ke basofil
Pembahasan

Pada skenario pasien di atas merupakan suatu erupsi akibat obat yang dapat timbul dalam
berbagai bentuk seperti diantaranya urtikaria, angioudema, eritema multiformis, purpura,
eksantema multiformis, erupsi morbiliformis, fotosensitivitas, eritroderma, sindroma stevensjohnson, dan nekrolisis epidermal toksik.
Pada kasus ini perlu dibedakan antara urtikaria dan angioudema. Dapat juga angioudema
timbul bersama urtikaria.

Timbulnya

Urtikaria
Angioudema
Akut, timbul dalam beberapa Subakut,
timbul

Gejala

menit
Pruritus,

eritema,

batas tegas

beberapa jam
urtika, Rasa sengatan/panas/tegang
pada bagian yang bengkak,
eritema

Lamanya
Lokasi

Beberapa jam 24 jam


Kulit

dalam

kurang

menonjol,

batas difus
Beberapa jam beberapa hari
Mukosa,
jaringan
ikat
longgar seperti kelopak mata,
bibir.

50. Soal
:
Dx/ Pneumonia pada anak
a. Rawat inap, oksigen, Ab
b. ICU, alat bantu nafas
Maap ud gak inget soal lengkapnya
Jawaban

Kalo ada tanda tarikan dinding dada, napas cuping hidung, dll = pneumonia berat
rawat inap, Ab, oksigen. Kalo di tambah gangguan kesadaran resusitasi, ICU
Pneumonia ringan rawat jalan, Ab
Bukan pneumonia rawat jalan, gk di kasi Ab, simptomatik aja.
Pembahasan

Diagnosis
Batuk dan atau kesulitan bernapas ditambah minimal salah satu hal berikut ini:

Kepala terangguk-angguk

Pernapasan cuping hidung

Tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam

Foto dada menunjukkan gambaran pneumonia (infiltrat luas, konsolidasi, dll)

Selain itu bisa didapatkan pula tanda berikut ini:

Napas cepat:

Anak umur < 2 bulan : 60 kali/menit


Anak umur 2 11 bulan : 50 kali/menit
Anak umur 1 5 tahun : 40 kali/menit
Anak umur 5 tahun : 30 kali/menit

Suara merintih (grunting) pada bayi muda

Pada auskultasi terdengar:


Crackles (ronki)
Suara pernapasan menurun
Suara pernapasan bronkial

Dalam keadaan yang sangat berat dapat dijumpai:

Tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya

Kejang, letargis atau tidak sadar

Sianosis

Distres pernapasan berat.

Untuk keadaan di atas ini tatalaksana pengobatan dapat berbeda (misalnya: pemberian
oksigen, jenis antibiotik).
Tatalaksana

Anak dirawat di rumah sakit

Terapi Antibiotik

Beri ampisilin/amoksisilin (25-50 mg/kgBB/kali IV atau IM setiap 6 jam), yang harus


dipantau dalam 24 jam selama 72 jam pertama. Bila anak memberi respons yang baik
maka diberikan selama 5 hari. Selanjutnya terapi dilanjutkan di rumah atau di rumah
sakit dengan amoksisilin oral (15 mg/ kgBB/kali tiga kali sehari) untuk 5 hari
berikutnya.

Bila keadaan klinis memburuk sebelum 48 jam, atau terdapat keadaan yang berat
(tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya, kejang,
letargis atau tidak sadar, sianosis, distres pernapasan berat) maka ditambahkan
kloramfenikol (25 mg/kgBB/kali IM atau IV setiap 8 jam).

Bila pasien datang dalam keadaan klinis berat, segera berikan oksigen dan pengobatan
kombinasi ampilisin-kloramfenikol atau ampisilin-gentamisin.

Sebagai alternatif, beri seftriakson (80-100 mg/kgBB IM atau IV sekali sehari).

Bila anak tidak membaik dalam 48 jam, maka bila memungkinkan buat foto dada.

Apabila diduga pneumonia stafilokokal (dijelaskan di bawah untuk pneumonia


stafilokokal), ganti antibiotik dengan gentamisin (7.5 mg/kgBB IM sekali sehari) dan
kloksasilin (50 mg/kgBB IM atau IV setiap 6 jam) atau klindamisin (15 mg/kgBB/hari
3 kali pemberian). Bila keadaan anak membaik, lanjutkan kloksasilin (atau
dikloksasilin) secara oral 4 kali sehari sampai secara keseluruhan mencapai 3 minggu,
atau klindamisin secara oral selama 2 minggu.

Terapi Oksigen

Beri oksigen pada semua anak dengan pneumonia berat

Bila tersedia pulse oximetry, gunakan sebagai panduan untuk terapi oksigen (berikan
pada anak dengan saturasi oksigen < 90%, bila tersedia oksigen yang cukup).
Lakukan periode uji coba tanpa oksigen setiap harinya pada anak yang stabil.
Hentikan pemberian oksigen bila saturasi tetap stabil > 90%. Pemberian oksigen
setelah saat ini tidak berguna

Lanjutkan pemberian oksigen sampai tanda hipoksia (seperti tarikan dinding dada
bagian bawah ke dalam yang berat atau napas > 70/menit) tidak ditemukan lagi.

Sumber : http://www.ichrc.org/422-pneumonia-berat-diagnosis-dan-tatalaksana
51. Soal
:
Seorang anak lahir 8 jam yang lalu, ada sianosis, murmur (-). Pada pemeriksaan toraks
ditemukan egg shaped dan corakan bronkovaskular meningkat, apa yang terjadi pada
kasus tersebut?
Jawaban :
Aliran darah dengan O2 menurun
Pembahasan
:
Kasus yang terjadi pada anak tersebut adalah transposition of the great arteries (TGA),
suatu PJB sianosis yang pada X-ray dicirikan dengan egg-shaped/egg on a string sign.
Pada kasus ini arteri pulmonale terhambat alirannya oleh aorta, sehingga pertukaran gas
di paru terjadi dengan buruk yang berakibat aliran darah miskin oksigen.
52. Soal
:
Hasil laboratorium BTA 3+, bagaimana yang terlihat di mikroskop?
Jawaban :
Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang
Pembahasan
:
Interpretasi pemeriksaan mikroskopik dibaca dengan skala IUATLD (rekomendasi
WHO).

Skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease) :


-

Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang, disebut negatif


Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang, ditulis jumlah kuman yang

ditemukan
- Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang disebut + (1+)
- Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut ++ (2+)
- Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut +++ (3+)
53. Soal
:
Pasien wanita amenore 2 bulan, sering mengalami nyeri ulu hati, mual dan muntah.
Diagnosis?
Jawaban
:
Hiperemesis gravidarum
Pembahasan
:
Hiperemesis Gravidarum:
Penyebab pasti mual dan muntah pada kehamilan belum diketahui secara pasti, tetapi
terdapat beberapa teori yang mengajukan keterlibatan factor-faktor biologis, psikologis,
dan social. Factor biologis yang berpengaruh adalah peningkatan kadar human corionic
gonadotropin (hCG) akan menginduksi ovarium untuk memproduksi esterogen yang
dapat merangsang mual dan muntah. Progesteron juga diduga menyebabkan mual dan
muntah dengan cara menghambat motilitas lambung dan irama kontraksi otot-otot polos
lambung.
Derajat Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum dapat diklasifikasikan secara klinis menjadi hiperemesis
gravidarum tingkat I, II, dan III.
-

Derajat I: Muntah terus-menerus disertai penurunan nafsu makan, Frekuensi Nadi

~100, TD sistol menurun, Gejala dehidrasi ringan sedang.


Derajat II: BB Menurun, rasa haus yang hebat, Nadi 100~140, TD sistolik

<80mmHg, apatis, kadang ikterik, ditemukan Aseton dan Bilirubin dalam urin.
Derajat III: Muntah berkurang, kesadaran menurun, ikterik, sianosis, gangguan
irama jantung, dan ditemukan Bilirubin dan Protein dalam urin.

54. Soal
:
Ibu hamil HT => TD150/90. G2P1A0 34 mgg.
Jawaban
:
Pembahasan
:
Penatalaksanaan? (tergantung soal)
Preeklampsia diberikan larutan MgSO4 4 gram IV loading dose dalam 4-5 menit +
1,5-2g/jam MT dose.

Hipertensi gestasional Bila TD sistolik >170 atau diastole >110 diberikan anti HT
Metyl dopa oral atau nifedipine.
55. Soal :
Seorang anak berusia 2 tahun datang dengan keluhan sumbatan pada jalan napas dan
bersifat unilateral dan terdapat ingus kental dengan bau yang keluar dari hidungnya.
Diagnosisnya adalah:
Jawaban:
Benda asing di hidung
Pembahasan:
Benda asing mati (inaminate foreign bodies) di hidung cenderung menyebabkan edema
dan inflamasi mukosa hidung, dapat terjadi ulserasi epistaksis, jaringan granulasi dan
dapat berlanjut menjadi sinusitis. Benda asing hidup (animate foreign bodies)
menyebabkan reaksi inflamasi dengan derajat bervariasi dari infeksi local sampai
dekstruksi masif tulang rawan dan tulang hidung dengan membentuk daerah supurasi
yang dalam dan berbau. Benda asing di hidung pada anak sering luput dari perhatian
orang tua karena tidak ada gejala dan bertahan pada waktu yang cukup lama. Dapat
timbul rinolith di sekitar benda asing. Gejala yang paling sering adalah hidung tersumbat
rinore unilateral dengan cairan kental dan berbau. Kadang-kadang terdapat rasa nyeri,
demamepistaksis dan bersin. Pada pemeriksaan tampak edema dengan inflamasi mukosa
hidung unilateral dan dapat terjadi ulserasi. Benda asing biasanya tertutup oleh mukopus
sehingga disangka sinusitis. Dalam hal demikian bila akan menghisap mukopus haruslah
berhati-hati supaya benda asing itu tidak terdorong ke nasofaring yang kemudian dapat
menyumbat ke laring, trakea dan bronkus. Benda asing seperti karet bus sangat cepat
menimbulkan secret yang berbau busuk. Penatalaksanaan: cara mengeluarkan benda
asing dari dalam hidung ialah dengan memakai pengait (haak) yang dimasukkan kedalam
hidung di bagian atas, menyusuri atap kavum nasi sampai menyentuh nasofaring. Setelah
itu pengait diturunkan sedikit dan ditarik ke depan. Dengan cara ini benda asing itu akan
ikut terbawa keluar. Dapat pula menggunakan cunam Nortmanatau wire loop. Pemberian
antibiotic sistemik selama 5-7 hari hanya diberikan pada kasus benda asing hidung yang
telah menimbulkan infeksi hidung maupun sinus.
56. Soal :
Untuk membedakan antara polip dan konkha di hidung maka diperlukan tes
menggunakan:
Jawaban :
Adrenalin

Pembahasan :
Pada konka, pemberian adrenalin, akan membuat konk amenjadi kecil sedangkan pada
poli pemberian adrenalin, tidak akan mengecil. Polip hidung adalah massa lunak yang
mengandung banyakcairan di dalam rongga hidung berwarna putih keabu-abuan yang
terjadi akibat inflamasi mukosa. Keluhan utama polip nasal adalah hidung tersumbat dari
yang ringan sampai berat, rinore mulai dari yang jernih sampai purulent, disertai bersin,
hiposmia atau anosmia, rasa nyeri pada hidung disertai nyeri kepala pada daerah frontal.
Apabila terjadi infeksi sekunder, dapat ditemukan post nasal drip dari rinore yang
purulent. Polip nasi yang masif dapat menyebabkan deformitas hidung luar sehingga
hidung tampak mekar karena pelebaran batang hidung. Pada pemeriksaan rhinoskopi
anterior terlihat sebagian massa yang berwarna pucat yang berasal dari meatus medius
dan mudah digerakan.
57. Soal :
Anak dengan Otitis Media Suppurativa Kronis diperlukan terapi dengan menggunakan.
Jawaban :
Amoxcillin
Pembahasan :
Penatalaksanaan
a. OMSK tipebenigna / aman
- Bila aktif, berikan cuci telinga berupas olutio H2O2 3 %, 2-3 kali
- Antibiotika selama 7 hari : Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari; Anak 25 mg/
KgBB 4 xsehariatau Amoksilin : Dewasa 500 mg 3 x sehari; Anak 10 mg/ KgBB
-

3 xsehariatau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari


Antihistamin apabila ada tanda-tanda alergi
Nasehatkan agar tidak berenang dan tidak mengorek telinga
Bila selama 2 bulan tidak kering atau hilang timbul, rujuk kedokterspesialis THT.

b. OMSK tipemaligna / bahaya


-

Apabila belum memungkinkan dirujuk ke spesialis THT, dilakukan terapisbb :


Berikancuci telinga berupa Solutio H2O2 3%, 2-3 kali. Antibiotik selama 14 hari;
Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari;Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau
Amoksilin : Dewasa 500 mg 3 x sehari;Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau
Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari;Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari2. Apabila
terdapat abses retroaurikuler dilalukan insisi dahulu dan segerarujuk ke dokter
spesialis THT

58. Soal
Jawaban

:
:

Pembahasan

Tanda dini kematian


Tanda kematian awal :
-

Pernafasan berhenti, dinilai selama lebih dari 10 menit (inspeksi, palpasi, auskultasi)
Terhentinya sirkulasi, dinilai selama 15 menit, nadi karotis tidak teraba
Kulit pucat, tetapi bukan merupakan tanda yang dapat dipercaya, karena mungkin

terjadispasme agonal sehingga wajah tampak kebiruan


Tonus otot menghilang dan relaksasi. Relaksasi dari otot wajah menyebabkan

kulitmenimbul sehingga kadang kadang orang menjadi tampaka lebih muda.


Kelemasanotot sesaat setelah kematian
disebut relaksasi primer. Hal ini
mengakibatkanpendataran daerah-daerah yang tertekan, misalnya daerah belikat dan

bokong padamayat yang terlentang.


Pembuluh darah retina mengalami

kematian.Segmen segmen tersebut bergerak kearah retina dan menetap.


Pengeringan kornea menimbulkan kekeruhan dalam waktu 10 menit yang masih

segmentasi

beberapa

menit

setelah

dapatdihilangkan dengan meneteskan air.


Tanda lanjut :
a) Algor mortis ( penurunan suhu )
Akibat adanya perbedaan suhu tubuh dengan suhu disekelilingnya, penurunannya
menurut kurve signoid, mula-mula lambat, cepat lalu melambat kembali. Kecepatan
penurunan suhu pada mayat bergantung kepada suhu lingkungan dan suhu mayat itu
sendiri. Faktor yang mempengaruhi Algor mortis yaitu :

Faktor lingkungan
Suhu tubuh saat kematian ( suhu meningkat, a.m.makin lama)
Keadaan fisik tubuh serta pakaian yang menutupinya
Aliran udara, kelembaban udara
Aktivitas sebelum meninggal, konstitusi tubuh

b) Livor mortis ( lebam mayat )


Lebam mayat atau livor mortis (post-morten hypostatis, suggilation) adalah tanda
pertama bahwa korban pasti meninggal dunia. Livor mortis terjadi karena :

Ekstravasasi dan hemolisis sehingga hemoglobin keluar


Kapiler sebagai bejana berhubungan
Lemak tubuh mengental saat suhu tubuh menurun
Pembuluh darah terjepit ole otot saat rigor mortis

Waktu terjadinya livor mortis :

Terjadi setelah mati somatis dan tampak 20 - 30 menit kemudian


Dengan penekanan hilang kurang 6 sampai 10 jam
Ditekan tidak dapat hilang lagi lebih 6 sampai 10 jam

c) Rigor mortis ( kaku mayat)


Kaku mayat atau rigor mortis adalah kekakuan yang terjadi pada otot yang kadangkadang disertai dengan sedikit pemendekan serabut otot, yang terjadi setelah periode
pelemasan /relaksasi primer. Proses terjadi kaku mayat dimulai pada otot-otot kecil
daerah muka (otot kelopak mata) dilanjutkan ke otot-otot besar.
Patofisiologi rigor mortis :

Terjadi bila cadangan glikogen habis, aktin dan miosin menggumpal


Dimulai dari otot kecil ke arah dalam dan menghilang juga dari otot kecil

(proteolisis)
Bila otot dipaksa diregangkan maka otot akan robek
Dapat disertai atau tidak disertai pemendekan serabut otot

Perubahan kekakuan pada mayat :

Relaksasi primer : 2-3 jam setelah kematian rigor mortis


Relaksasi sekunder. Skala waktu rigor mortis :
Kurang dari 2-4 jam post mortal belum terjadi rigor mortis
Lebih dari 3-4 jam post mortal rigor mortis mulia tampak
Rigor mortis maksimal 12 jam post mortal
Rigor mortis dipertahankan selama12 jam
Rigor mortis menghilang 24-36 jam post mortal

Kaku mayat akan dipercepat dengan adanya atau pada kondisi :

Orang kurus.
Sebelum mati mengalami panas tinggi/radang.
Pada suhu sekitar yang tinggi.
Melakukan aktifitas fisik yang berat sebelum kematian.

d) Dekomposisi (pembusukan)
Pembusukan adalah suatu proses dari perkembangan post mortem. Pembusukan
merupakanhasil dari autolisis dan aktivitas mikroorganisme. Tanda pertama

pembusukan baru dapat dilihat kira-kira 24 sampai 48 jam pasca matiberupa warna
kehijauan pada dinding abdomen bagian bawah, lebih sering pada fosa iliakakanan
dimana isinya lebih cair, mengandung lebih banyak bakteri dan letaknya yang
lebihsuperfisial. Perubahan warna ini secara bertahap akan meluas keseluruh dinding
abdomensampai ke dada dan bau busukpun mulai tercium.
59. Soal
:
Lupa, tapi yang pasti seputar Skoring GCS....
Jawaban :
E1M2V1
Pembahasan:

60. Soal
:
Kira2, wanita dewasa muda dengan IMT 31 (obese grade I) 6 bulan lagi pengen kawin,
untuk mendapat proporsi tubuh yang ideal, sebagai dokter apa yang anda sarankan?
Jawaban
:
Kurangi asupan 500 kalori/ hari
Pembahasan :
Gw ga inget2 amad ama opsion yang lain, cuman kalo ga salah ada 2 opsi yang
menyarankan diet rendah gula atu lagi rendah lemak entah disertai tinggi protein apa ga,
yang pasti kedua opsi ini udah tersingkirkan, karena untuk turunin berat badan seseorang,
ga ada hubungannya ama porsi karbo, protein n lemak, berapapun porsinya itu ga akan
menurunkan BB seseorang kalo jumlah kalorinya sama. Ketiga proporsi itu akan berubah
kalo ada penyakit-penyakit yang mendasari, contoh DM tinggi karbo(serius nih bukan
rendah karbo, karena resiko rendah karbo untuk Ketoasidosis dapat meningkat, inget
starvation faktor resiko KAD, jadi lebih baik tinggi karbo namun jumlah kalori sama dan
GDS terkendali) sementara kalo orang gagal ginjal kronik harus rendah protein.
Sisa opsi lain adalah kurangin jumlah asupan 500 kalori/hari,kurangin asupan kalori jadi
setengahnya dan satu lagi kalo ga salah ga dapat intake makanan apapun. Sederhananya
jawaban pertanyaan ini adalah kurangi 500 kalori sehari, karena kunci diet dengan
penurunan 500 kalori/hari akan turunin berat badan 0,5 kg per minggu
61. Soal

Mayat diperiksa luar dan otopsi. Kesimpulan VER harus ada apa?
Jawaban

Sebab kematian
Pembahasan

Keterangan Uraian Kesimpulan Visum et Repertum


Dari hasil berbagai pemeriksaan medis, dapat dilakukan inventarisasi masalah pokok
sesuai dengan arah tujuan pemeriksaan kasus/korban/ barang bukti. Tujuannya memberi
informasi kepada pihak penyidik atau praktisi hukum, sehingga mempermudah
penerapannya. Informasi tersebut misalnya mengenai:
1)
2)
3)
4)

Identitas korban
Saat kematian
Kelainan-kelainan akibat peristiwa/penyakit sebelumnya
Mengapa terjadi kelainan tersebut, apakah akibat kekerasan tumpul, tajam, racun,

kimia, senjata api, listrik, dan lain-lain (akibat penyebab)


5) Berbagai gejala sebab kematian
6) Sebab kematian-satu penyebab atau lebih yang sifatnya mandiri atau terkait
mendukung
7) Bila memungkinkan cara kematian, yang pada prinsipnya harus mengikuti
pemeriksaan TKP/Rekonstruksi
8) Untuk kasus orok, ada hal-hal khusus yang harus dijelaskan seperti di bawah ini.
Umur dalam kandungan
Ada/ tidak ada cacat
Sudah/ belum ada perawatan normatif
Identitas orok-jenis kelamin, golongan darah dan DNA
Lahir hidup atau lahir mati (belum/ sudah bernafas)
Sebab kematian diluar kandungan
Cara kematian
62. Soal
Jawaban

:
:

Dahak hijau strepto pneumonia, kleb pneumonia


Pembahasan

Klasifikasi sputum
Klasifikasi sputum dan kemungkinan penyebabnya menurut Price Wilson

Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan, kemungkinan berasal

dari sinus, atau saluran hidung, bukan berasal dari saluran napas bagian bawah.
Sputum banyak sekali dan purulen kemungkinan proses supuratif (eg. Abses paru)

Sputum yg terbentuk perlahan dan terus meningkat kemungkinan tanda bronkhitis/

bronkhiektasis.
Sputum kekuning-kuningan kemungkinan proses infeksi.
Sputum hijau kemungkinan proses penimbunan nanah. Warna hijau ini
dikarenakan adanya myeloperoksidase yg dihasikan oleh PMN dlm sputum.
Sputum hijau ini sering ditemukan pada penderita bronkhiektasis karena
penimbunan sputum dalam bronkus yang melebar dan terinfeksi.
Sputum merah muda dan berbusa kemungkinan tanda edema paru akut.
Sputum berlendir, lekat, abu-abu/putih kemungkinan tanda bronkitis kronik.
Sputum berbau busuk kemungkinan tanda abses paru/ bronkhiektasis. (Price Wilson)

Batuk Berdahak Hijau


Dahak berwarna hijau sering diproduksi karena infeksi jangka panjang atau penyebab
inflamasi non-infeksi. Warna dahak dapat dikaitkan dengan enzim yang disebut
myeloperoxidases (MPO) yang disebabkan oleh kerusakan neutrofil dalam sel dan
dikeluarkan oleh sel-sel darah putih. Jika disertai dengan gejala lain seperti batuk,
kelelahan, mengi, kehadiran dahak hijau dapat menunjukkan bronkitis kronis. Penyebab
medis lainnya :

Pneumonia
Fibrosis kistik
Abses paru

Jika disebabkan oleh infeksi maka dahak hijau akan bernanah atau disertai nanah. Jika hal
itu disebabkan oleh penyebab inflamasi non-infeksi, maka jumlah besar lendir hadir
dalam dahak.
63. Soal dan Jawaban:
Bagaimanakah cara vaksin rabies?
a. IM
b Subkutan
c Intrakutan
d Intravena
Pembahasan :
Jenis Vaksin Rabies yang dipergunakn saat ini :

Human Diploid Cell Rabies Vaccine (HDCV), vaksin ini mulai dikembangkan
sejak tahun 1965, dosis yang diberikan adalah 1 ml/ dosis, diberikan secara intra

muskular atau IM

Purified Chicken Embryo Cell Rabies Vaccine (PCEC), tehnologi pembuatan


vaksin dengan embryo ayam ini mulai dikembangkan sejak tahun 1940. Dosis
vaksin yang diberikan adalah 1 ml/dosis, diberikan secara intra muskular kedalam
jaringan otot

Purified Vero Cell Rabies Vaccine (PVRV), yang mulai dikembangkan cara
pembuatan vaksin ini pada tahun 1965, dosis vaksin yang diberikan adalah 0.5
ml/dosis, diberikan secara intra muskular kedalam jaringan otot

Purified Duck Embryo Rabies Vaccine (PDEV), tehnik pembuatan vaksin ini
dikembangkan sejak tahun 1956. Dosis vaksin ini adalah 1 ml/dosis, dan pemberian
intra muskular dalam jaringan otot.

Vaksinasi Pencegahan (tanpa paparan)

Orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, seperti dokter hewan, orang yang bekerja
dengan binatang, pekerja laboratorium rabies, penjelajah gua, dan pekerja produksi

produk biologis rabies harus ditawarkan untuk mendapat vaksin rabies.


Vaksin ini juga dipertimbangkan untuk
Mereka yang kontak dengan virus rabies atau dengan hewan yang mungkin
terinfeksi rabies (anjing, kucing, kera, musang, kelelawar).
Pelancong antar negara yang mungkin berkontak dengan hewan di belahan dunia

tempat rabies sering dijumpai


Anak-anak di daerah endemis rabies
Jadwal pemberian vaksin rabies pra-paparan adalah dalam 3 dosis, yang diberikan

pada waktu-waktu berikut:


Dosis 1: bila dibutuhkan/hari pertama
Dosis 2: 7 hari setelah dosis 1
Dosis 3: 21 hari atau 28 hari setelah dosis 1
Pekerja laboratorium dan orang lain yang mungkin terpapar dengan virus rabies
berulang kali direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan kekebalan berkala,
dan dosis booster harus diberikan sesuai kebutuhan (pemeriksaan maupun dosis
booster ini tidak direkomendasikan untuk pelancong).

Vaksinasi setelah paparan

Setiap orang yang digigit hewan, atau yang dengan cara lain terpapar dengan virus
rabies, harus membersihkan luka tersebut dengan air mengalir sekitar 15 menit dan

pemberian disinfektan dapat dengan sabun, detergen, betadin, alkohol.


Orang yang terpapar dan belum pernah mendapat vaksinasi terhadap virus rabies
harus diberikan 4 dosis vaksin rabies dua dosis segera setelah paparan, dan dosis

tambahan pada hari ketujuh dan ke 21 masing- masing satu dosis. Mereka juga
harus mendapat suntikan imunoglobulin rabies pada waktu yang bersamaan dengan

dosis vaksin rabies pertama.


Orang yang sebelumnya sudah divaksinasi harus diberikan 2 dosis vaksin rabiessatu dosis segera setelah terpapar dan dosis selanjutnya pada hari ketiga.
Immunoglobulin rabies tidak dibutuhkan.

64. Soal
:
Banjir lalu terjadi banyak kasus leptospirosis
Jawaban
:
Teori Blum (Lingkungan)
Pembahasan
:

65. Soal :
Stadium infektif filariasis?
Jawaban :
Larva stadium III
Pembahasan :
Mikrofilaria yang terisap oleh nyamuk, melepaskan sarungnya di dalam lambung,
menembus dinding lambung dan bersarang di antara otot-otot toraks. Mula-mula parasit
ini memendek, bentuknya menyerupai sosis dan disebut larva stadium I. Dalam waktu
kurang lebih seminggu, larva ini bertukar kulit, tumbuh menjadi lebih gemuk dan
panjang, disebut larva stadium II. Pada hari ke sepuluh dan selanjutnya, larva bertukar

kulit sekali lagi, tumbuh makin panjang dan lebih kurus, disebut larva stadium III. Gerak
larva stadium III sangat aktif. Bentuk ini bermigrasi mula-mula ke rongga abdomen
kemudian ke kepala dan alat tusuk nyamuk. Bila nyamuk yang mengandung larva
stadium III (bentuk infektif) menggigit manusia, maka larva tersebut secara aktif masuk
melalui luka tusuk ke dalam tubuh hospes dan bersarang di saluran limfe setempat. Di
dalam tubuh hospes, larva mengalami dua kali pergantian kulit, tumbuh menjadi larva
stadium IV, lalu stadium V atau cacing dewasa.

66. Soal : Gambar telur


Jawaban : Ascaris lumbricoides
Pembahasan :

67. Soal :
Daerah endemis diare, punya kebiasaan konsumsi keong air. Stadium infektif
Jawaban :
Serkaria
Pembahasan :
Telur setelah 3 minggu di dalam air, berisi tempayak yang disebut mirasidium. Bila telur
menetas, mirasidium keluar dan berenang bebas untuk hinggap pasa hospes perantara I

yang berupa keong jenis kecil. Dalam hospes perantara I, mirasidium tumbuh menjadi
sporokista, kemudian melanjut menjadi redia induk, redia anak yang kemudian
membentuk serkaria. Serkaria yang pada suaru saat berjumlah banyak, dilepaskan ke
dalam air oleh redia yang berada dalam keong. Serkaria (bentuk infektif) ini kemudian
hinggap pada hospes perantara II untuk menjadi metaserkaria yang efektif. Hospes
perantara II adalah jenis keong yang besar. Manusia terinfeksi karena memakan hospes
perantara II yang tidak dimasak sampai matang.
68. Soal :
Dokter baru di pindah ke NTT, di kecamatan tersebut angka kematian ibu tinggu, tindak
lanjut yang harus dilakukan dokter tersebut terlebih dahulu untuk menanganinya adalah :
Jawaban :
Mengenal masalah yang ada di masyarakat
Pembahasan :
1. analisis situasi
a. mengumpulkan fakta / data yang tersedia dan yang dibutuhkan untuk
- menetapkan masalah, populasi sasaran, kelompok risiko tinggi
- memperkirakan jangkauan pelayanan saat ini
- menguraikan sumber daya kesehatan yang relevan
- menetapkan kesulitan-kesulitan dalam penetapan masalah
b. mengidentifikasi data tambahan yang diperlukan untuk melengkapi masalah
2. analisis masalah
a. menentukan masalah untuk menggambarkan variabel kritis yang berhubungan
dengan masalah kesehatan
3. menetapkan prioritas masalah
4. mencari penyebab masalah
69. Soal :
Dokter baru di pindah ke NTT, di kecamatan tersebut angka kematian ibu tinggu, tindak
lanjut yang dapat dilakukan dokter tersebut untuk menanganinya adalah :
a. melatih dukun
b. penyuluhan KIA
70. Soal :
Ada penelitian tentang efikasi obat kanker, untuk pasien yang dirawat di RS, surat
apakah yang perlu disiapkan oleh peneliti :
a. surat persetujuan pasien
b. surat registrasi penelitian
c. surat keamanan obat
Jawaban :

Informed consent
Pembahasan :
Surat persetujuan penelitian (informed consent)
Surat ini diperlukan sebelum pengobatan dilakukan, informed consent ini berisi
penjelasan kepada calon subyek mengenai tujuan, untung rugi turut di dalam uji klinis
dan apa yang akan dilakukan bila timbul efek samping. Padsa dasarnya informed consent
ini dibuat sebagai bukti pengakuan dari komite etik bahwa penelitian ini dikerjakan
dengan mengacuhkan kode etik penelitian.
71. Soal :
Pasien TD terkontrol konsumsi rutin ramipril. Lalu diberi obat untuk nyeri sendinya yang
menyebabkan TD jadi tidak terkontrol. Obat apa yang kemungkinan dikonsumsi?
Jawaban :
a. Na dikrofenak
b. Kondroitin sulfat
c. Glukosamin
d. Vit D
e. Kalsium
Pembahasan:
Diuretics can reduce plasma volume leading to reduced renal blood flow. This may lead
to increased serum creatinine concentrations. The kidney can compensate via the reninangiotensin system by constricting the efferent renal arteriole to increase glomerular
filtration pressure and favor water and sodium retention. ACEIs and ARBs inhibit
efferent renal arteriolar vasoconstriction that lowers glomerular filtration pressure.
NSAIDs, by inhibition of prostaglandins and bradykinin, produce vasoconstriction of the
afferent renal arteriole and reduce the ability of the kidney to regulate (increase)
glomerular blood flow. The administration of an NSAID plus diuretic or ACEI or ARB
may reduce the hypotensive effect of the antihypertensive agent but does not commonly
lead to acute renal failure. When triple therapy with an NSAID plus diuretic and an ACEI
or ARB is administered, the kidney is unable to use its normal compensatory
mechanisms and may suffer an acute reduction in glomerular filtration that is marked by
a rising serum creatinine.
72. Soal :
.... (Lupa. Intinya tentang analisis penentuan prioritas)
Jawaban:
Delhi

Delbecq

Pembahasan:
Metode Delphi
Metode ini menggunakan serangkaian kuesioner sebagai alat untuk mengidentifikasikan
masalah ataupun kebutuhan. Metode ini dikembangkan oleh Linstone dan Turoff, tetapi
Gilmore lebih lanjut meringkaskan metode tersebut, sebagi berikut:
o Defenisikan isu yang akan dibahas
o Tentukan siapa saja yang akan dijadikan partisipan dalam penelitian atau
o
o
o
o

pengidentifikasian ini
Mengembangkan kuesioner pertama
Kembangkan kuesioner kedua
Kembangkan kuesioner ketiga
Analisis akhir

Metode Delbecq Sebagai Teknik Pengidentifikasian Masalah Dan Potensi


Masyarakat Melalui Pendekatan Kualitatif
Salah satu metode untuk melakukan assesment melalui pendekatan kualitatif adalah
dengan metode Delbecq. Berbeda dengan metode Delphi yang menekankan pada
prinsip prinsip kuantitatif,metode Delbecq mempunyai kelebihan dalam hal adanya
interaksi antar partisipan. Perbedaan antara asumsidasar metode Delphi dan metode
Delbecq ini, serupa dengan perbedaan asumsi dasar ,dari pendekatan kuntitatif dan
pendekatan kualitatif, dimana pihak pertama mengandalkan pada keobjektifan data,
sedangkan pihak berikutnya melihat kesubjektifan data itu justru yang dapat
menggambarkan realitas yang sebenarnya dari suatu masyarakat.
73. Soal :
Mekanisme/patofisiologi GNAPS
Jawaban :
Kompleks antigen antibody
Pembahasan :
Sebagian besar GNAPS bersifat swasirna, namun dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
Gagal ginjal didahului oleh infeksi streptococcus B hemolitikus grup A seperti radang
tenggorokan. Kemudian menyebabkan terbentuknya suatu kompleks imun yang
bersirkulasi sehingga terjadi penumpukan kompleks imun in situ. Infeksi sebelumnya

akan merangsang tonsil menghasilkan IgA yang akhirnya tertimbun pada mesangium
glomerulus ginjal sehingga menimbulkan kerusakan ginjal.
Tanda dan gejala:
-

Riwayat infeksi ISPA 1-2 minggu sebelumnya

Hematuria makroskopis

Edema di kedua kelopak mata dan tungkai

Oligouria atau anuria

Stadium lanjut: kejang, enselopati hipertensi, gagal jantung, edema paru

74. Soal :
Penyakit yang sering disebabkan oleh seringnya pemakaian kontak lens
Jawaban :
Keratitis bakterialis
Pembahasan :
Merupakan peradangan yang terjadi pada kornea. Trauma pada epitel yang disebabkan
oleh penggunaan lensa kontak (terutamasoft lens) akan mengakibatkan stroma dan
lapisan Bowman rentan terhadap infeksi bakteri.
Manifestasi:
-

Trias keratitis (fotofobia, blepharospasme, mata berair)

Nyeri

Penurnan visus disertai sekret yang brsifat purulent/mukopurulen

Faktor risiko:
-

Penggunaan lensa kontak hipoksia dan mikrotrauma. Penggunaan soft lens lebih
berisiko dibandingkan rigid gas permeable

Trauma, termasuk trauma operasi

Penyakit permukaan mata: mata kering, trikiasis, entropion, penurunan sensibilitas


kornea

Faktor lain: imunosupresi, DM, etc

75. Pemeriksaan untuk asmaSpirometri


Merupakan

penyakit

hiperresponsif,

inflamasi kronis pada saluran pernafasan menyebabkan

obstruksi,

dan

aliran

udara

yang

terbatas

bronkokonstriksi, penumpukan mukus, dan proses inflamasi.

disebabkan

oleh

Spirometri digunakan untuk pemeriksaan fungsiparu (severity, repairability, variability).


Jika peningkatan FEV > 12% dan > 200 cc setelah pemberian bronkodilator, hasilnya
reversible. Pemeriksaan bertujuan untuk menegakkan diagnosis, menilai derajat berat
asma dan pemantauan. Dilakukan pada saat awal setelah stabil pasca tatalaksana
eksaserbasi, dan berkala setiap 1-2 tahun untuk mengetahui perjalanan penyakit.
DerajatAsma
Intermiten

Fungsi Faal Paru


VEP atau APE > 80% prediksi

Persisten ringan

Variabilitas VEP atau APE < 20%


VEP atau APE >= 80% prediksi

Persisten sedang

Variabilitas VEP atau APE 20-30%


VEP atau APE 60-80% prediksi

Persisten berat

Variabilitas VEP atau APE >30%


VEP atau APE <60%prediksi
Variabilitas VEP atau APE >30%

76. Soal :
Pasien dengan Hb 5, dan trombosit 165.000, darah yang ditransfus
Jawaban :
Packed Red Cell (PRC)
Pembahasan :
-

PRC mengandung eritrosit, trombosit, leukosit, dan sedikit plasma. Nilai hematokrit
60-70%. Produk darah ini digunakan pada kondisi yang membutuhkan penambahan
sel darah merah saja (Hb saja yang nilainya berubah pada pemeriksaan lab)

Whole blood mengandung eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma. Digunakan pada
kasus yang membutuhkan transfuse sel darah merah dan plasma bersamaan.
Kontraindikasi: anemia kronis normovolemik, kondisi yang membutuhkan sel darah
merah saja. Satu unit WB dapat meningkatkan Hb sebanyak 1g/dLatau Ht sebanyak 34%
Indikasi PRC:

Kehilangan darah >20% volume darah

Kadar Hb < 8 g/dL

Kadar Hb < 10 g/dL dengan penyakit mayor

Kadar Hb < 10 g/dL dengan transfuse autolog

Kadar Hb < 12 g/dL pada pasien yang bergantung pada ventilator

77. Soal :
Lupa.. yang jelas pasien mengaku susah melihat cahaya dan ada bercak di kornea.
Jawaban :
Keratitis
Pembahasan :
Keratitis adalah peradangan pada kornea. Jika peradangan ini mengenai bagian stroma
kornea akan menimbulkan ulkus (tes fluorosensi +). Gejala dan tanda-tanda berupa
epifora, fotofobi, penglihatan kabur, mata merah, kadang sakit, blefarospasme dan injeksi
kornea.Perbedaan klinis antara keratitis dan konjungtivitis adalah sebagai berikut. Pada
keratitis visus menurun, mata merah tidak begitu berat, ada injeksi perikornea, sekretnya
sedikit atau tidak ada, tapi pasien merasa sangat silau (fotofobia) dan untuk
mengkompensasi rasa silau makanya bisa terjadi blefarospasme, karena palpebra terusmenerus menyipit. Pada konjungtivitis mata sangat merah, sekretnya bisa sangat banyak,
ada injeksi konjungtiva, dan visus biasanya tidak menurun.
Jenis keratitis:
Keratitis superficial
Radang epitel/subepitel, yang dapat disebabkan oleh infeksi, keracunan, degenerasi,
maupun alergi. Gambaran klinis : tampak titik-titik putih atau pungtata yang merata,
infiltrate dibagian atas (pada trachoma), di celah mata (keratitis sika) atau akibat
ultraviolet, dan dibagian bawah (blefarokonjungtivitis stafilokokus)
Keratitis virus herpes simpleks
Keratitis ini bisa digolongkan menurut lokasi dan bentuknya. Keratitis epitelialis
(keratitis, dendritika, keratitis geografika). Keratitis metaherpetik atau pascainfeks.
Keratitis intertisialis virus, putih seperti keju (nekrosis), ada radang limbus. Keratitis
diskiformis, kekeruhan bentuk cakram di parenkim kornea yang edema tanpa nekrosis
Keratitis virus herpes zooster
Infeksi kronis yang mengenai ganglion gasseri, jarang bilateral, sakit saat awal, timbul
vesikula pada kulit dahi, kelopak mata sampai ujung hidung, konjungtiva hiperemis,
sensitivitas kornea menurun.
Keratitis jamur
Lebih sering ditemukan pada petani, sukar sembuh, infiltrate abu-abu, kadang ada
hipopion, gejala inflamasinya berat.
78. Soal :

Seorang mahasiswa sering mengeluh nyeri kepala berdenyut, leher terasa tegang,
pemeriksaan fisik neurologis tidak ada kelainan, pemeriksaan lain belum dilakukan.
Diagnosis yang mungkin?
Jawaban :
Tension Type Headache
Pembahasan :
Jenis nyeri kepala yang sering dijumpai adalah : TTH, migraine, cluster headache
Tension Type headache
Migrain
Nyeri bilateral
Nyeri unilateral
rasa seperti tertekan dan rasa berdenyut

diikat
lokasi frontal dan occipital

lokasi di frontotemporal

dan ocular
mual, muntah, fotofobia
disertai aura (klasik)

Cluster headache
Nyeri unilateral
Terasa sangat berat seperti

ditusuk
Lokasi

di

orbita

dan

temporal

ada photopsia / tanpa aura

mata

(common)

keluar
lakrimasi, mata merah,

rinorea
perspirasi di dahi ipsilateral

seperti

didorong

79. Soal :
kalo nggak salah bekas pake softlens trus matanya merah sakit gk bs dibuka, trus ke
dokter umum, apa tindakan selanjutnya.
Jawaban :
mata dibalut lalu rujuk
Pembahasan : 80. Soal :
Pasien mengalami trauma mata terkena cairan pemutih pakaian, tatalaksana awal
adalah ...
Jawaban :
Cuci air mengalir
Pembahasan : -

81. Soal :
Tanda kronis dari tonsillitis?
Jawaban :
Kripta melebar
Pembahasan :

Faktor predisposisi timbulnya tonsillitis kronis ialah rangsangan yang menahun dari
rokok, beberapa jenis makanan, hygiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan
fisik dan pengobatan tonsillitis akut yang tidak adekuat.
Gejala dan tanda pada pemeriksaan tampak tonsil membesar dengan permukaan yang
tidak rata, kriptus melebar dan beberapa kripti terisi oleh dendritus. Rasa ada yang
mengganjal di tenggorokan, dirasakan kering di tenggorok dan napas berbau.
Kalau nggak salah di soal ada pilihan jawaban detritus pada kripti, itu juga ditemukan
pada tonsillitis akut yang bacterial. Jadi jawaban paling tepat yang kripta melebar.
82. Soal :
Wanita 20 thn dari daerah tinggi polusi timbal. Lab hb 11, ht 4, rdw 11.9%, retikulosit
11.3% feritin 18% fe serum 117, mcv 70, mch 16.2, mchc 32. Anemia apa?
Jawaban :
Keracunan timbal.
Pembahasan :
Timbal menyebabkan 2 macam anemia, yang sering disertai dengan eritrosit berbintik
basofilik. Dalam keadaan keracunan timbal akut terjadi anemia hemolitik, sedangkan
pada keracunan timbal yang kronis terjadi anemia makrositik hipokromik, hal ini karena
menurunnya masa hidup eritrosit akibat interfensi logam timbal dalam sintesis
hemoglobin dan juga terjadi peningkatan corproporfirin dalam urin (ATSDR, 2003).
Menurut Adnan, kadar timbal dalam darah yang dapat menyebabkan anemia klinis
adalah sebesar 70 g/dL atau 0,7 mg/L. Sedangkan menurut US Department of Health
and Human Services kadar timbal dalam darah yang dapat menimbulkan gangguan
terhadap hemoglobin adalah sebesar 50 g/dL atau sebesar 0,5 mg/L.
Anemia aplastik
Anemia Aplastik adalah suatu kondisi dimana sum-sum tulang tubuh berhenti
memproduksi sel-sel darah baru yang cukup. Tidak seperti anemia pada umumnya, pada
anemia aplastik ini tidak hanya sel darah merah yang berhenti produksinya, akan tetapi
juga sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Oleh karena itu kondisi ini disebut juga
sebagai pansitopenia.
83. Soal :
Blastospora dan pseudohifa adalah gambaran kandida diobatin dengan terapi topikal
yaitu..
Jawaban :
Ketokenazol
Pembahasan :
Pemeriksaan mikroskopik
Pada pemeriksaan mikroskopik dengan sediaan basah KOH 10% dapat terlihat adanya
bentuk ragi (yeast form): blastospora dan pseudohifa (seperti sosis panjang tersambung).

Dengan pewarnaan Gram dapat ditemukan pseudohifa yang bersifat Gram positif dan
blastospora. Karena merupakan jamur, di obatin dengan antifungal yaitu ketokenazol 200
mg.
84. Soal :
Seorang anak umur 13 thn datang dengan keluhan gatal kemerahan disiku sejak 2 tahun
lalu. keluhan timbul bila makan ikat laut. Pasien juga mengeluh sesak napas. Tampak
makula eritematosa, batas tidak jelas , bentuk tidak teratur, papul, vesikulasi, eskoriasi,?
Jawaban :
D. Atopi
Pemabahasan :
Dermatitis Atopik, juga dikenal sebagai ekzema atopik, adalah suatu kondisi medis yang
kronis yang ditandai dengan kulit yang kemerahan, kering, meradang dan gatal, biasanya
pada lapisan dalam sendi (seperti siku dan lutut). Apabila kulit yang meradang
memburuk, mungkin akan menjadi lecet atau terbentuk lepuhan. Kondisi ini dapat
memburuk atau membaik seiring dengan waktu, kadang-kadang hilang ketika orang
tersebut telah menjadi remaja. Namun, penyakit ini dapat kambuh beberapa waktu
kemudian. Kebanyakan kasus untuk penyakit ini biasanya muncul sebelum usia 5 tahun
dan terutama terjadi pada orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan dan di iklim yang
kelembabannya rendah. Penyebab untuk penyakit ini telah diidentifikasi, tetapi perlu
diingat bahwa penyakit ini merupakan faktor keturun.
Gejala utama dermatitis atopik ialah pruritus,dapat hilang timbul sepanjang hari, tetapi
umumnya lebih hebat pada malam hari.Akibatnya, penderita akan menggaruk sehingga
timbul bermacam-macam kelainan kulit berupa papul, likenifikasi, eritema, erosi,
eksoriasi, eksudasi, dan krusta.Kulit penderita dermatitis atopik umumnya kering, pucat
atau redup, kadar lipid di epidermis berkurang, dan kehilangan air lewat epidermis
meningkat.
Lesi akut pada dermatitis atopik berupa eritema dengan papul, vesikel, edema yang luas
dan luka akibat menggaruk.Sedangkan pada stadium kronik berupa penebalan kulit atau
yang disebut likenifikasi.

85. Soal :
Seorang sering mimisan, namun cepat berhenti.
Jawaban :
Tampon anterior
Pembahasan :
Epistaksis atau perdarahan dari hidung banyak dijumpai sehari-hari baik pada anak
maupun usia lanjut. Seringkali epistaksis timbul spontan tanpa diketahui penyebabnya,
kadang-kadang jelas disebabkan oleh karena trauma, kelainan local hidung atau kelainan
sistemik. Kelainan local misalnya trauma, kelainan anatomi, kelainan pembuluh darah,
infeksi local, benda asing,tumor, pengaruh udara lingkungan. Kelainan sistemik seperti
penyakit kardiovaskular, kelainan darah, infeksi sistemik, perubahan tekanan atmosfir,
kelainan hormonal, dan kelainan kongenital.
Melihat asal perdarahan, epistaksis dibagi menjadi epistaksis anterior dan epistaksis
posterior. Epistaksis anterior kebanyakkan berasal dari pleksus Kisselbach di septum
bagian anterior atau dari arteri etmoidalis anterior. Perdarahan pada septum anterior
biasanya ringan karena keadaan mukosa yang hiperemis atau kebiasaan mengorek
hidung dan kebanyakkan terjadi pada anak, seringkali berulang dan dapat berhenti
sendiri.
Epistaksis posterior dapat berasal dari arteri etmoidalis posterior atau arteri
sfenopalatina. Perdarahan biasanya lebih hebat dan jarang dapat berhenti sendiri. Sering
ditemukan pada pasien denga hipertensi, arteriosclerosis atau pasien dengan penyakit
kardiovaskular karena pecahnya arteri sfenopalatina.
Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan epistaksis adalah perbaiki keadaan umum, cari sumber
perdarahan, hentikan perdarahan, cari factor penyebab untuk mencegah berulangnya
perdarahan. Untuk menghentikan perdarahan perlu dicari sumbernya, setidaknya dilihat
apakah perdarahan dari anterior atau posterior. Pasien dengan epistaksis diperiksa dalam
posisi duduk, biarkan darah mengalir keluar dari hidung sehingga bisa dimonitor. Kalua
keadaannya lemah sebaiknya setengah duduk atau berbaring dengan kepala ditinggikan
dan perhatikan jangan sampai darah mengalir ke saluran napas bawah. Sumber
perdarahan dicari untuk membersihkan hidung dari darah dan bekuan darah dengan
bantuan alat penghisap. Kemudian dipasang tampon sementara yaitu kapas yang telah
dibasahi dengan adrenalin 1/5.000 1/10.000 dan pantocain atau lidocaine 2%
dimasukkan ke dalam rongga hidung untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi
rasa nyeri pada saat dilakukan tindakan selanjutnya. Tampon itu dibiarkan salaam 10-15

menit. Setelah terjadi vasokonstriksi biasanya dapat dilihat apakah perdarahan berasal
dari bagian anterior atau posterior hidung.
Perdarahan anterior seringkali berasal dari pleksus Kisselbach di septum bagian depan.
Apabila tidak berhenti dengan sendirinya, perdarahan anterior, terutama pada anak, dapat
dicoba dihentikan dengan menekan hidung dari luar selama 10-15 menit, seringkali
berhasil. Bila sumber perdarahan dapat dilihat, tempat asal perdarahan dikaustik dengan
larutan AgNo3 25-30%, sesudahnya area tersebut diberi krim antibiotic. Bila dengan cara
ini perdarahan masih terus berlangsung, maka perlu dilakukan pemasangan tampon
anterior yang dibuat dari kapas atau kasa yang diberi pelumas vaselin atau salep
antibiotic. Tampon dimasukan sebanyak 2-4 buah, disusun secara teratur dan harus dapat
menekan asal perdarahan, dan dipertahankan selama 2 x 24 jam, harus dikeluarkan untuk
mencegah infeksi hidung.
Untuk menanggulangi perdarahan posteriordilakukan pemasangan tampon posterior yang
disebut tampon Bellocq. Tampon ini dipasang selama 2-3 hari.
86. Soal :
Pasien sering mengalami nyeri kepala (migran)
Jawaban :
Ergotamin
Pembahasan :

Dan kafein), obat gol ergotamin

87. Soal :
Laki-laki 23 tahun dibawa ke PKM karena gelisah, tidak bisa duduk diam, selalu ingin
bergerak sejak 3 hari yang lalu, sejak dosis risperidone ditingkatkan menjadi 2 x 3
mg/hari. pasien menderita skizofrenia sejak 1 tahun yang lalu. Apa nama efek samping
yang dtimbulkan obat tersebut?
a. Tardif dyskinesia
b. Parkinsonisme
c. Distonisa akut
d. Bradykinesia
e. Akatisia
Jawaban :
Tardif diskinesia
Pembahasan :
-

Sindrom Parkinson
Faktor risiko antipsikotik menginduksi parkinsonism adalah peningkatan usia, dosis obat,
riwayat

parkinsonism

sebelumnya,

dan

kerusakan

ganglia

basalis.

Terdiri dari akinesia, tremor, dan bradikinesia. Akinesia meliputi wajah topeng, jedaan
dari gerakan spontan, penurunan ayunan lengan saat berjalan, penurunan kedipan, dan
penurunan mengunyah yang dapat menimbulkan pengeluaran air liur. Pada suatu bentuk
yang lebih ringan, akinesia hanya terbukti sebagai suatu status perilaku dengan jeda
bicara, penurunan spontanitas, apati dan kesukaran untuk memulai aktifitas normal,
kesemuanya dapat dikelirukan dengan gejala skizofrenia negatif. Tremor dapat
ditemukan pada saat istirahat dan dapat pula mengenai rahang. Gaya berjalan dengan
-

langkah kecil dan menyeret kaki diakibatkan karena kekakuan otot.


Tardive Dyskinesia
Disebabkan oleh defisiensi kolinergik yang relatif akibat supersensitif reseptor dopamin
di puntamen kaudatus. Merupakan manifestasi gerakan otot abnormal, involunter,
menghentak, balistik, atau seperti tik mempengaruhi gaya berjalan, berbicara, bernafas,
dan makan pasien dan kadang mengganggu. Faktor predisposisi dapat meliputi umur
lanjut, jenis kelamin wanita, dan pengobatan berdosis tinggi atau jangka panjang. Gejala
hilang dengan tidur, dapat hilang timbul dengan berjalannya waktu dan umumnya
memburuk dengan penarikan neuroleptik. Diagnosis banding jika dipertimbangkan
diskinesia tardive meliputi penyakit Hutington, Khorea Sindenham, diskinesia spontan,
tik dan diskinesia yang ditimbulkan obat seperti Levodova, stimulant, dan lain-lain.Perlu

dicatat bahwa tardive diskinesia yang diduga disebabkan oleh kesupersensitivitasan


reseptor dopamin pasca sinaptik akibat blockade kronik dapat ditemukan bersama
dengan sindrom parkinson yang diduga disebabkan karena aktifitas dopaminergik yang
tidak mencukupi. Pengenalan awal perlu karena kasus lanjut sulit diobati. Banyak terapi
yang diajukan tetapi evaluasinya sulit karena perjalanan penyakit sangat beragam dan
kadang-kadang terbatas. Diskinesia tardive dini atau ringan mudah terlewatkan dan
beberapa merasa bahwa evaluasi sistemik, Skala Gerakan Involunter Abnormal (AIMS)
harus dicatat setiap enam bulan untuk pasien yang mendapatkan pengobatan neuroleptik
-

jangka panjang.
Akatisia
Manifestasi berupa keadaan gelisah, gugup atau suatu keinginan untuk tetap bergerak,
atau rasa gatal pada otot. Manifestasi klinis berupa perasaan subjektif kegelisahan
(restlessness) yang panjang, dengan gerakan yang gelisah, umumnya kaki yang tidak bisa
tenang. Penderita dengan akatisia berat tidak mampu untuk duduk tenang, perasaannya
menjadi cemas atau iritabel. Akatisia sering sulit dinilai dan sering salah diagnosis
dengan anxietas atau agitasi dari pasien psikotik, yang disebabkan dosis antipsikotik
yang kurang. Pasien dapat mengeluh karena anxietas atau kesukaran tidur yang dapat
disalah tafsirkan sebagai gejala psikotik yang memburuk. Sebaliknya, akatisia dapat
menyebabkan eksaserbasi gejala psikotik yang memburuk. Sebaliknya akatisia dapat
menyebabkan eksaserbasi gejala psikotik akibat perasaan tidak nyaman yang ekstrim.
Agitasi, pemacuan yang nyata, atau manifesatsi fisik lain dari akatisia hanya dapat
ditemukan pada kasus yang berat.

88. Soal
:
Seorang laki-laki 47 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki kanan, hilang setelah
minum obat. Pada pemeriksaan fisik kaki kanan terdapat benjolan di ibu jari kanan,
merah, nyeri tekan (+). Pemeriksaan mikroskopik terdapat sebukan sel limfosit dan giant
cell. Diagnosisnya apa?
a. Chondroma
b. OA
c. Gout
d. Rematik
e. Osteosarcoma
Jawaban
:C
Pembahasan
:
Chondroma: merupakan tumor jinak yang terdiri dari tulang rawan hialin yang matur.
Pertumbuhannya terbatas dan tidak agresif. Bila tumbuh di saluran medula tulang

disebut enchondromas, tumbuh di permukaan tulang disebut chondromas periosteal


atau juxtacortical, tumbuh di selubung sinovial tendon atau jaringan lunak yang
berdekatan dengan tendon di tangan dan kaki orang dewasa disebut chondromas
sinovial atau jaringan lunak. Pada temuan mikroskopik ditemukan lobulus dari tulang

hialin matur dengan sel-sel lain yang berisikan kondrosit inti gemuk dan ganda.
OA: merupakan suatu penyakit degeneratif akibat kegagalan sendi yang bersifat
kronis dan menyerang persendian, terutama kartilago sendi. Predileksi sendi terkena
ialah weight bearing joint: sendi leher, vertebra lumbosacral, panggul, lutut,
pergelangan kaki, dan sendi metatarsal falangeal pertama, serta sendi tangan CMC,
PIP,

dan

DIP.

Gejala klinisnya nyeri, gangguan range of motion, kaku pagi hari (<30 menit),

deformitas. Gambaran radiologi yang mengarah OA:


o Celah sendi menyempit
o Sklerosis subkondral
o Ditemukan kista pada tulang
o Osteofit di sekitar sendi: nodus Heberden (DIP), nodus Boucard (PIP)
o Struktur anatomi sendi berubah
Gout: suatu kumpulan gejala yang timbul akibat adanya deposisi kristal monosodium
urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat di dalam cairan ekstraseluler.
Terjadinya hiperurisemia yaitu peninggian kadar urat serum lebih dari 7 mg/dl (lakilaki) dan 6 mg/dl (perempuan). Jika gout menyerang sendisendi yang terserang
tampak merah, mengkilat, bengkak, kulit diatasnya terasa panas disertai rasa nyeri
yang hebat, dan persendian sulit digerakan. Serangan pertama gout pada umumnya
berupa serangan akut yang terjadi pada pangkal ibu jari kaki. Namun, gejala-gejala
tersebut dapat juga terjadi pada sendi lain seperti tumit, lutut dan siku. Dalam kasus
kronis, dapat timbul tofus (tophus), yaitu endapan pada kulit yang membentuk
tonjolan

yang

menandai

pengendapan

kristal

asam

urat.

Mikroskopiknya adanya giant cell benda asing biasanya mengelilingi benda


asing.Fibroblast, sel plasma kadang-kadang neutrophyl dapat dilihat dalamgranuloma,
akan tetapi sel epitheloid diperlukan untuk menegakkandiagnosis.

Synovitis

akut

dengan banyak PMN, macrophage danmikrokristal dari urate. Khas adanya


tophus yaitu adanya massakristal dari urate, berupa massa amorf dikelilingi oleh
reaksi radang yang hebat

berupa macrophage, limfosit, fibroblast dan giant cell

benda asing.
Rheumatoid Arthritis (RA): suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya
sendi tangan dan kaki) mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri

dan

seringkali

akhirnya

menyebabkan

kerusakan

bagian

dalam

sendi.

Dikarakteristikkan oleh inflamasi dari membran sinovial dari sendi diartroidial.


Pola karakteristik dari persendian yang terkena adalah : mulai pada persendian kecil
di tangan, pergelangan, dan kaki. Secara progresif mengenai persendian, lutut, bahu,
pinggul, siku, pergelangan kaki, tulang belakang serviks, dan temporomandibular.
Awitan biasanya akut, bilateral dan simetris. Persendian dapat teraba hangat, bengkak,
kaku pada pagi hari berlangsung selama lebih dari 30 menit. Deformitas tangan dan
kaki

adalah

hal

yang

umum.

Beberapa faktor yang turut dalam memeberikan kontribusi pada penegakan diagnosis
rheumatoid arthritis, yaitu nodul rheumatoid, inflamasi sendi yang ditemukan pada
saat palpasi dan hasil-hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaaan laboratorium
menunjukkan peninggian laju endap darah dan factor rheumatoid yang positif sekitar
70%; pada awal penyakit faktor ini negatif. Jumlah sel darah merah dan komplemen
C4 menurun. Pemeriksaan CUniversitas Sumatera Utara reaktifprotein (CRP) dan
antibody antinukleus (ANA) dapat menunjukan hasil yang positif. Artrosentesis akan
memperlihatkan cairan sinovial yang keruh, berwarna mirip susu atau kuning gelap
dan mengandung banyak sel inflamasi, seperti leukosit dan komplemen.
Osteosarcoma: suatu neoplasma gansa yang berasal dari sel primitif di daerah
metafise tulang panjang. Merupakan neoplasma primer dari tulang yang tersering
nomor 2 setelah myeloma multipel. Osteosarkoma klasik merupakan tipe yang paling
sering dijumpai. Tipe ini disebut juga: osteosarkoma intrameduler derajat tinggi
(High-Grade Intramedullary Osteosarcoma).Tipe ini sering terdapat di daerah lutut
pada anak-anak dan dewasa muda, terbanyak pada distal dari femur. Sangat jarang
ditemukan pada tulangtulang kecil di kaki maupun di tangan, begitu juga pada
kolumna vertebralis. Penderita biasanya datang karena nyeri atau adanya benjolan.
Pada hal keluhan biasanya sudah ada 3 bulan sebelumnya dan sering kali
dihubungkan dengan trauma. Terdapat benjolan pada daerah dekat sendi yang sering
kali sangat besar, nyeri tekan dan tampak pelebaran pembuluh darah pada kulit di
permukaannya. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan alkaline
phosphatase dan lactic dehydrogenase, yang mana ini dihubungkan dengan kepastian
diagnosis

dan

prognosis

dari

osteosarkoma

tersebut

Gambaran radiologi pembentukan tulang baru pada periosteum, pengangkatan kortek


tulang, dengan pembentukan: Codmans triangle,dan gambaran Sunburst dan disertai
dengan gambaran massa jaringan lunak, merupakan gambaran yang sering dijumpai

89. Soal
:
Anak perempuan umur 9 tahun datang dibawa oleh orang tua dengan keluhan mudah
lelah dan sering berdebar. Pada inspeksi tidak tampak sianosis ataupun jari tabuh, tidak
ada gangguan tumbuh kembang. Pada auskultasi terdengar bunyi jantung S2 splitting,
bising ejeksi sistolik di ICS 4 parasternal kiri. Diagnosisnya apa?
a. Tetralogi Fallot
b. Defek septum atrium
c. Transposisi arteri besar
d. Defek septum ventrikel
e. Duktus arteriosus persisten
Jawaban
:D
Pembahasan
:
Tetralogi Fallot: penyakit jantung bawaan tipe sianotik. Ada 4 kelainan anatomi: VSD,
Stenosis Pulmonal, Aorta overriding, dan Hipertrofi ventrikel kanan. Gambaran klinis
terdapat sesak, berat badan bayi tidak bertambah, pertumbuhan berlangsung lambat,
jari

tabuh,

sianosis.

Pemeriksaan jantung:
o Bising sistolik keras nada rendah pd sela iga 4 line parasternalis kiri/VSD
o Bising sistolik nada sedang, bentuk fusiform, amplitudo maksimum pada akhir
sistole berakhir dekat S2 pada sela iga 2-3 lps kiri (stenosis pulmonalis).
o Stenosis pulmonalis ringan : bising kedua lebih keras dengan amplitudo
maksimum pada akhir sistole, S2 kembar.
o Stenosis pulmonalis berat : bising lemah, terdengar pada permulaan sistole. S2
keras, tunggal, kadang terdengar bising kontinyu pada punggung (pembuluh

darah kolateral).
ASD: kelainan akibat adanya lubang pada septum intersisial yang memisahkan
antrium kiri dan kanan. Merupakan penyakit jantung bawaan tipe asianotik. Sebagian
besar penderita defek atrium sekundum tidak memberikan gejala (asimptomatis)
terutama pada bayi dan anak kecil, kecuali anak sering batuk pilek sejak kecil karena
mudah terkena infeksi paru. Bila pirau cukup besar maka pasien dapat mengalami
sesak

napas.

Pemeriksaan fisik yakni dengan askultasi ditemukan murmur ejeksi sistolik di daerah
katup pulmonal di sela iga 2-3 kiri parasternal

Transposisi arter besar: kelainan letak dari aorta dan arteri pulmonalis.

Dalam

keadaan normal, aorta berhubungan dengan ventrikel kiri jantung dan arteri pulmonalis
berhubungan dengan ventrikel kanan jantung. Pada transposisi arteri besar yang terjadi
adalah kebalikannya. Aorta terletak di ventikel kanan jantung dan arteri pulmonalis

terletak di ventrikel kiri jantung. Darah dari seluruh tubuh yang kekurangan oksigen
akan mengalir ke dalam aorta dan kembali dialirkan ke seluruh tubuh. Sedangkan darah
yang berasal dari paru-paru dan kaya akan oksigen akan kembali dialirkan ke paruparu.

Transposisi arteri besar dikelompokkan ke dalam kelainan jantung sianotik,

dimana terjadi pemompaan darah yang kekurangan oksigen ke seluruh tubuh, yang
menyebabkan sianosis (kulit menjadi ungu kebiruan) dan sesak nafas. Bayi dengan
kelainan ini, setelah lahir bisa bertahan sebentar saja karena adanya lubang diantara
atrium kiri

dan

kanan

yang

disebut foramen

ovale.

Gejalanya berupa sianosis, sesak nafas, tidak mau makan, jari tangan tabuh.

VSD: kelainan berupa lubang atau celah pada septum di antara rongga ventrikal
akibat kegagalan fusi atau penyambungan sekat interventrikel. Pada pemeriksaan fisik,
terdengar intensitas bunyi jantung ke-2 yang menigkat, murmur pansistolik di sela
iga 3-4 kiri sternum dan murmur ejeksi sistolik pada daerah katup pulmonal.

PAD: duktus arteriosus yang tetap membuka setelah bayi lahir. Penderita PDA yang
memiliki defek kecil dapat hidup normal dengan tidak atau sedikitnya gejala, namun
defek yang besar dapat menimbulkan gagal jantung kongestif yang serupa dengan
gagal jantung pada VSD. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya murmur
sinambung (continous murmur) di sela iga 2-3 kiri sternum menjalar ke infraklavikuler.

90. Soal
:
Pasien cedera di kaki, terkena tendon posterior dari Maleolus lateralis tendon apa itu?\
Jawaban

: m.peroneus

Pembahasan

91. Soal
Jawaban

:
:

Penyuluhan pencegahan primer


Pembahasan:
1. Pencegahan primer, yaitu suatu usaha pencegahan penyakit melalui usaha mengatasi
atau mengontrol faktor-faktor risiko dengan sasaran utamanya orang sehat melalui
usaha peningkatan derajat kesehatan secara umum (promosi kesehatan) serta usaha
pencegahan khusus terhadap penyakit tertentu. contoh pencegahan primer :
penggunaan kondom untuk mencegah infeksi HIV, pengurangan kadar paparan hingga
ke dalam kadar yang tidak dapat menyebabkan sakit untuk industri-industri,dll..
Pencegahan primer terdiri dari health promotion dan specific protection.
Perubahan gaya hidup, penyuluhan kesehatan masyarakat, skrining kesehatan,
pendidikan kesehatan adalah di sekolah, kegiatan kesehatan perawatan pranatal yang
baik, pilihan perilaku hidup yang baik, gizi yang cukup, kondisi keamanan dan
kesehatan di rumah, sekolah atau tempat kerja, semuanya termasuk dalam aktivitas
pencegahan primer.
2. Pencegahan sekunder merupakan pencegahan yang mana sasaran utamanya adalah
pada mereka yang baru terkena penyakit atau yang terancam akan menderita penyakit
tertentu melalui diagnosis dini serta pemberian pengobatan yang cepat dan tepat.
tujuan dari pencegahan sekunder adalah untuk menghentikan proses penyakit lebih
lanjut dan mencegah komplikasi. contoh: kegiatan penyaringan(screening) untuk
kanker leher rahim, pengukuran tekanan darah dan pengobatan tekanan darah tinggi
pada usia pertengahan dan usia lanjut, dll.
3. Pencegahan tersier merupakan pencegahan dengan sasaran utamanya adalah penderita
penyakit tertentu, dalam usaha mencegah bertambah beratnya penyakit atau mencegah
terjadinya cacat serta program rehabilitasi.tujuannya adalah menurunkan kelemahan
dan kecacatan, memperkecil penderitaan, dan membantu penderita-penderita untuk
melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang tidak dapat
diobati lagi. contoh: rehabilitasi pada penderita-penderita poliomielitis, stroke dll.
pencegahan tersier terdiri dari : pembatasan kecacatan dan rehabilitasi.