Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Instrumentasi Kelautan adalah suatu bidang ilmu kelautan yang behubungan
dengan alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian
dalam

suatu

sistem

yang

lebih

besar

dan

lebih

kompleks

dalam

dunia kelautan. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas.
Oleh karena itu, banyak masalah mengenai benda atau organism yang akan di amati
hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu.
Instrumentasi kelautan sebagai alat pengukuran meliputi insturmentasi Survey /
Statistik, Intrumentasi Pengukuran Suhu, Disolve Oxygen (DO), Turbiditas, Salinitas,
PH perairan, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis dan kendali dalam
instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya dibaca dan ditulis tangan),
tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan menggunakan komputer (sirkuit
elektronik). Untuk jenis yang kedua ini, instrumentasi tidak bisa dipisahkan dengan
bidang elektronika dan instrumentasi itu sendiri.
Dalam praktikum instrumentasi kelautan ini membahas tentang alat alat yang
erat kaitannya dengan kondisi oseanografi dan parameter-parameter lingkungkan yang
ada di laut.
Adapun alat-alat tersebut seperti GPS, Refraktometer, PH dan DO meter,
Anemometer dan Horiba. Semuanya dibahas berdasarkan fungsi, teknik dan prosedur
penggunaan, cara kalibrasi hingga teknik menyimpan dan perawatannya.
Dalam pembahasan ini kita akan membahas lebih dalam tentang ODM ( Oil
Discharge Monitoring ). Dimana alat ini merupakan alat yang berfungsi sebgai
pengontrol kandungan minyak yang terdapat pada air buangan dari kapal.
1.2 Permasalahan
1. Apa yang dimaksud dengan ODM (Oil Discharge Monitoring ) ?
2. Apa saja komponen dari ODM (Oil Discharge Monitoring ) ?
3. Bagaimana cara kerja dari ODM (Oil Discharge Monitoring ) ?
4. Apa saja keuntungan dan kerugian dari ODM (Oil Discharge Monitoring ) ?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat memahami kegunaan dari ODM (Oil Discharge Monitoring )
2. Mahasiswa dapat mengetahui bagian bagian dari ODM (Oil Discharge
Monitoring ) .
3. Mahasiswa dapat menggunakan ODM (Oil Discharge Monitoring ) dengan baik
dan benar.
4. Mahasiswa dapat mengerti cara pengkalibrasian dari ODM (Oil Discharge
Monitoring ) .
1.4 Manfaat Masalah
1. Menambah lebih banyak konsep, pengetahuan, dan pemahaman penulis mengenai
jenis sistem kenadali khususnya ODM (Oil Discharge Monitoring )
2. Menambah ilmu material lebih untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dan
dokumentasi data ilmiah
3. Sebagai referensi lebih dalam Measurement and Control Technology

1.1 Sistematika Penulisan


Penulisan tugas akhir ini dibagi menjadi beberapa bagian, agar mudah dalam
memahami dan mempelajarinya. Sistematika penulisan makalah ini adalah :

COVER DEPAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I - PENDAHULUAN
Bab ini terdiri atas :

1.1 Latar belakang


Berisi alasan mendasar pemilihan topik. Dapat berupa paparan teoritis maupun
paparan praktis, tetapi jangan libatkan alasan yang bersifat pribadi atau alasan
subjektif.
1.2 Permasalahan

Berisi intisari topik yang ingin dibahas, gunakan bahasa yang singkat dan
jelas.
1.3 Tujuan penulisan
Berisi maksud tulisan, apa yang ingin dicapai dan deskripsi sasaran penulisan.
1.4 Manfaat Masalah
Berisi apa manfaat yang kita dapat dari pembuataan makalah dengan
pembahasan masalah yang kita angkat .
1.5 Sistematika penulisan
Berisi garis besar yaitu apa yang di tulis mulai dari pendahuluan, isi, sampai
menutup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini berisi penjelasan mengenai sumber lain yang mencerminkan dari
permasalahan yang penulis angkat

BAB III METODOLOGI PENULISAN MAKALAH


Bab ini berisi penjelasan tentang langkah-langkah penyelesaian masalah

BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini berisi penjelasan tentang pembahasan tentang permasalahan yang
penulis angkat

BAB V - PENUTUP
Bab ini terdiri atas :
5.1 Kesimpulan
Berisi intisari dari hasil pembahasan dalam kalimat yang jelas, dan juga
dapat dituliskan dalam bentuk poin-poin.
5.2 Saran
Berisi tentang rekomendasi atau tindak lanjut kepada pihak-pihak
terkait.

DAFTAR PUSTAKA

Berisi catatan semua sumber yang digunakan dalam menulis makalah.

Peraturan 15 dari Bab II MARPOL 73/78 mensyaratkan bahwa tanker harus


dilengkapi dengan discharge oil monitoring yang disetujui dan sistem kontrol. Sistem
ini dapat beroperasi pada salah satu dari beberapa prinsip, tetapi harus disertifikasi
untuk memenuhi spesifikasi kinerja diadopsi oleh IMO, termasuk peralatan perekam
yang
menunjukkan
kandungan
minyak
dan
laju
discharge.
Catatan ODM harus menunjukkan tanggal dan waktu operasi. Catatan harus dijaga
untuk diperiksa selama tiga tahun. ODM harus digunakan bila ada pembuangan
limbah ke laut dan harus disusun dengan otomatis menghentikan pengeluaran ketika
tingkat seketika keluarnya minyak lebih dari yang diizinkan oleh regulasi. jika terjadi
kerusakan pada ODM juga harus menghentikannya pembuangan minyal dan harus
dicatat dalam buku catatan minyak. Dimulai pada tanggal 4 April 1993, kapal tanker
dengan ODM yang rusak dapat melakukan hanya satu perjalanan ballast (dengan
menggunakan alternatif

Penggunaan ODM diwajibkan ketika pemakaian ballast dari tangki


kargo atau CBT, tangki air kotor, atau air lambung kapal dirawat. Ballast
yang kotor dari tangki kargo, atau SBT yang diduga mengandung minyak,
harus
dibuang
ke
laut
di
atas
garis
air
kapal
kecuali:
# Permukaan ballast yang diperiksa dan ditemukan bebas dari minyak
langsung
sebelum
pembuangan,
# Tank-tank telah tetapkan selama waktu yang cukup untuk
memungkinkan pemisahan yang sesuai, dengan tingkat minyak / interface
yang air telah ditentukan menggunakan detektor interface yang disetujui
dan
membebaskan
adalah
menurut
gravitasi,
atau
# Garis pembuangan dilengkapi dengan sistem perpipaan bagian-aliran
yang berada di bawah pengamatan di seluruh pembuangan.
A. OIL DISCHARGE MONITORING ( ODM )
1. Peralatan Oil discharge Monitoring
Alat ini digunakan untuk memonitor dan mengontrol pembuangan
ballast di kapal tangker yang disesuaikan dengan peraturan dan
persyaratan. Oil Discharge Monitoring terdiri dari :
a. Oil content meter, meter suplly dan homogenizer ( oilcon )
b. Flow rate indicating System
c. Control section, recording device dan alarm ( central control
unit . CCU )
d. Overboard discharge control
e. Ships log
2. Fungsi dan sistem Oil discharge Monitoring
a. Ballast dibuang melalui overboard discharge dan diulur melalui
Measurement cell dai oilcon, hasil pengukuran ini akan dirubah ke
signal listrik dan digunakan sebagai petunjuk pada control box yang
terletak di cargo control room.
Besarnya jumlah buangan ballast yang melalui overboad discharge
dideteksi oleh orifice flow meter yang ditempatkan pada discharge
line hasil tersebut dirubah ke pnemautik signal dan diteruskan ke
P/E conventer dicargo room. Untuk pencatatan kecepatan kapal
didapatkan dari shiplog
b. Dari ketiga pencatatan diteruskan ke CCU dan kemudian
dihitung. Jumlah buangan minyak yang langsung =
Oil content meter ( ppm ) X Flow Rate ( m3 / h ) X 103 ( L / nm )
Ships speed ( Knots )
Jumlah Minyak yang terbuang =
Oil content meter ( ppm ) X Flow Rate ( m3 / h ) X 103 ( L / nm )
c. CCU ( Central Control units ) mengeluarkan tanda jika kondisi
sesuai dengan peraturan tanda di CCU berhenti dan membunyikan
alarm jika kondisi melampaui batas.
d. Overboard discharge valve dan resirkulasi valve ke slop tank

langsung bekerja secara otomatis mengikuti tanda dari CCU. Dan


pada waktu pengoperasian harus dalam kondisi yang baik
3. Prinsip / Metode Kerja peralatan ODM
a. Oil content Meter, meter suplly pump dan homogenizer ( oilcon )
1. Prinsip kerja
Teknik pengukuran yang dipakai do oilcon pada scattered light
( Pancaran sinar )
Cahaya melewati sebuah cell pencatat, jika air tidak mengandung
minyak maka cahaya langsung melalui cell dan jika air
mengandung minyak maka cahaya akan membuat sudut yang
berbeda, besarnya sudut tergantung pada densirty dan jumlah
minyak yang dibuang dan gelombang radiasi. Pada gambar
ditunjukan karakter kurva untuk direotlight ( IO ) dan scattered light
( LS ) sebagaimana kenaikan konsentrasi minyak. Hal tersebut
ditunjukan Ls bertambah secara lancer tapi mencapat maksimum
konsentrasi minyak.
Pencapaian tertinggi karena pertambahannya didalam altenuation
blocking keluar di scattered light pada konsentrasi tinggi, oleh
karena itu konsentrasi dengan minyak pada contoh dapat diukur
dengan mendeteksi kemampuan ID dan IS.
2. Metode Kerja
Contoh air yang diambil dari proble di line pembuangan dialirkan ke
dalam skid melalui sample line dan sample valve. Contoh air diisap
dan dibuang ke dalam measurement cell oleh sebuah sample
pump. Pada sudut pancaran sel pengukuran dipancarkan melalui
optical fibre ( Serat optic ) air optopneumatik box. Sinar langsung
dan terserai melalui contoh air diteruskan lagi ke dalam opto
pnemautik box melalui serat optic, yang mana kadar kandungan
minyak diukur. Disini oil oil content signal dirubah kedalam
electric signal pada opto pneumatic box dan ditunjukan pada
control box dicargo control room.
Contoh air yang melalui sel pengukuran mengalir keluar dari skid
melalui sample discharge line. Olicon mengukur terus menerus
kadar minyak dengan contoh dari air yang mengadung minyak.
Sebelum dan sesudah pengambilan contoh sample line diflusing
disimpan didalam probeline dan untuk digunakan flushing kembali
skip sample inlet, samping probeline dan untuk selanjutnya
dialirkan dari skip sample outlet ke slop tank line. Pengaliran ini
bekerja secara otomatis dan juga secara manual jika dikehendaki.
Selanjutnya untuk membersihkan jendela sebuah pompa dipasang
di skid untuk membersihkan optical path oleh semprotan air tawar
sepanjang pengambilan contoh ( kira kira 3 menit ). Pembersihan
ini dapat secara manual oleh switch. Oilcon memberikan kalibrasi
secara langsung, Optical intensity level untuk penetapan secara
langsung dari tanda seblum percontohan. Crude oil balack select oil
ke posisi yang dikehendaki.
3. Cara penampatan

Cara penempatan sebagai berikut :


a. Peralatan listrik tidak boleh ditempatkan dikamar pompa semua
peralatan listrik ditempatkan daerah tidak berbahaya
b. Peralatan peralatan sebagai berikut menembus melalui sekat
antara engine room dan pump room : sample, optical fibre untuk
memancarkan signal optic antara optipneumatik box dan
measurement cell, pneumatic signal pipings untuk valve drive.
c. Peralatan ini ditempatkan sesuai dengan permintaan dari biri
klasifikasi
4. Fungsi bagian dari alat dalam oil content meter
a. Sampling Pump
Mengambil contoh air ballast, Air cucian tangki dari pipa
pembuangan dikirim melalui tabung detector, dan sebagai tempat
pembilasan pipa pipa ODM dengan air tawar, sebelum atau
sesudah proses monitoring
b. Ballast skid
Peralatan ini dilengkapi dengan two way valve dan laser detector,
two way valve untuk mengatur mekanisme aliran digerakan oleh
pneumatic sesuai perintah dari computer laser detertor berfungsi
untuk mendeteksi konsentrasi minyak partikel padat untuk dikirim
ke computing unit
c. Optical / pneumatic cabinet
Terdapat peralatan Laser generator, Photo cell, susunan valve
pneumatic yang berfungsi untuk menangkap sinar untuk diubah
menjadi getaran arus listrik
d. Control box
Menerima arus listrik dan mengubah data input untuk computing
unit yaitu oil discharge dan total jumlah oil yang dibuang
e. Control panel
Merupakan computer unit mengakses data yang masuk dan
menyajikan dalam display tentang hasil perhitungan dan data
data , serta dilengkapi keyboard untuk memasukkan data secara
manual
f. Sampling Probe
Tempat dimana pipa hisap menembus discharge dari slop tank /
tangki muat untuk pengambilan contoh air? Sampling
g. Flow meter
Alat untuk mengukur jumlah air yang dibuang dan dipasang pada
pipa pembuangan dengan menggunakan jenis orifise serta
dipasang alat pengukur tekanan
h. Solenaide valve
Alat untuk mengatur buka / tutup valve buangan dengan
menggunakan angin dari compressor sebagai tenaga