Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD FLAT FOOT Patologi: Dibawa sejak lahir atau akibat

kelemahan otot intrinsik Arcus longitudinal datar.


3 ASSESSMENT Anamnesis Tidak ada arcus longitudinal plantaris Inbalance Inspeksi Telapak
kaki datar, tulang navicularis menonjol ke medial.
4 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gait analisis tampak kaki menyudut
kelateral Plantar fleksi lebih lemah Tes gerak aktif Dalam batas normal Tes gerak pasif Gerak
pronasi kaki ROM lebih besar dari normal, gerak pronasi terbatas elastic end feel Gerak lain normal
Tes gerak isometric Fleksi jari-jari kaki kekuatan kurang dibanding dengan otot lain.
5 TES KHUSUS Tes khusus Palpasi: arcus longitudinal plantaris rata Podometri Pengukuran
adakah genu valgus Pemeriksaan lain Podografi: dijumpai flat foot. Diagnosis Gangguan
kesimbangan dan berjalan akibat flat foot
6 INTERVENSI Strengthening exercice pada fleksor jari kaki Ballance exc Walking exc dengan
menggunakan ujung kaki Penggunaan medial arc support
7 Flat foot BawaanOver weight External rotated leg Nyeri medial foot (knee) Navicular nonjol medial
Calcaneal valgus Pronation foot Antalgi gait Medial arc support shoes Strengthening exc. Toes flexors
Palpasi nyeri navicular Pengukuran longit arc Stretch test lig. Plantar foot Strength test
8 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD PES EQUINO VARUS Patologi: Dibawa sejak lahir
atau akibat kelumpuhan Kadang disertai spine bifida
9 ASSESSMENT Anamnesis Diketahui anak terlambat usia jalan Berdiri dan jalan dengan
punggung kaki Inspeksi Telapak kaki melengkung, menapak dengan sisi luar kaki atau dengan
punggung kaki.
10 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gait anlisis tampak kaki menyudut
kemedial atau berdiri denga sisi luar kaki atau bahkan punggung kaki Tes gerak aktif Gerak dorsal
fleksi dan eversi kekuatan menurun Tes gerak pasif Gerak dorsal fleksi dan eversi dengan firm end
feel Tes gerak isometric Gerak dorsal fleksi dan eversi kekuatan menurun
11 TES KHUSUS Tes khusus Joint play movement Stretch test pada arcus longitudinal kaki
Pemeriksaan lain Podografi: dijumpai flet foot. Diagnosis Gangguan jalan dengan punggung kaki
akibat pes equino varus
12 INTERVENSI US: Pada apponeurosis plantaris dan medial kaki Dosis 2 2,5 watt/cm 2 waktu
5 menit Peregangan medial kaki Strengthening exercice pada dorsal fleksi dan eversi Ballance exc
Penggunaan sebatu koreksi
13 Pes equino varus Bawaan External rotated leg Nyeri medial foot (knee) Navicular nonjol medial
Calcaneal valgus Pronation foot Antalgi gait Medial arc support shoes Strengthening exc. Toes flexors
Palpasi nyeri navicular Pengukuran longit arc Stretch test lig. Plantar foot Strength test
14 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD PLANTAR FASCIITIS (Calcaneal Spur) Patologi:
Proses degeneratif Injury Obesitas
15 ASSESSMENT Anamnesis Nyeri pada telapak kaki belakang diatas tuberositas calcanei Nyeri
jenis nyeri tajam pada telapak kaki posterior Nyeri pada pagi hari dan meningkat pada saat berjalan
Inspeksi Tidak tampak kelainan

16 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gait analisis: early foot flat atau berjalan
dengan telapak kaki anterior Gerak dorsal fleksi posisi berdiri nyeri. Tes gerak aktif Gerak dorsal
fleksi nyeri Tes gerak pasif Gerak dorsal fleksi pasif nyeri pada calcaneus, ROM terbatas dengan
springy end feel Tes gerak isometric Gerak plantar fleksi isometrik nyeri
17 TES KHUSUS Tes khusus Palpasi pada apponeurosis plantaris dan tuberositas calcanei nyeri taja
Pemeriksaan lain X ray tampak osteophyte
18 INTERVENSI Intervensi Pada fase acute diterapkan RICE US: diberikan pada fase kronik Pada
apponeurosis plantaris dan tuberositas calcanei Dosis 2 2,5 watt/cm 2 waktu 5 menit Longitudinal
- Transverse stretching Active stabilization and balance exercise. Walking exc Evaluasi Nyeri sekitar
calcaneus, gait analisis
19 Plantar fasciitis calcaneal spur DegenerasiOver weight Repetitive Stretching apponeurosis
plantaris Nyeri tumit/plantar Antalgic gait, heel strike-foot flat U S Transverse friction Donnut padmedial arc suport shoes Palpasi nyeri plantar fascia & calcaneus Stretch test Plantar fascia Strength
test otot flexors
20 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD SPRAIN ANKLE Patologi: Keseleo paling sering
trauma inversi
21 ASSESSMENT Anamnesis Ada riwayat trauma (kesleo) kearah inversi Nyeri jenis nyeri tajam
pada kaki sisi lateral Nyeri meningkat pada saat gerak eversi Inspeksi Tampak oedeme dan/atau
haemetome pada lateral kaki.
22 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gerak plantar maupun dorsal fleksi
nyeri. Gerak inversi nyeri hebat. Tes gerak aktif Gerak inversi nyeri dan gerak eversi tidak terasa
nyeri Gerak dorso dan plantar flexi Tes gerak pasif Gerak pasif inversi nyeri, ROM terbatas denga
sringy end feel Gerak lain negatif Tes gerak isometric Gerak isometrik eversi nyeri bila tendon M.
Peroneus longus dan brevis cidera
23 TES KHUSUS Tes khusus Palpasi pada lig. Calcaneofibulare dan talofibulare terasa nyeri,
kemungkinan lig. lain seperti lig. Calcaneo cuboideum. Pada cidera tendon palpasi diatas tendon
mm.peroneus longus dan atau peroneus brevis terasa nyeri Joint play movement.pada sendi
calcaneo-fibulare dan talofibulare nyeri dengan springy end feel. Pemeriksaan lain Diagnosis Nyeri
lateral kaki disebabkan oleh sprain ankle.
24 INTERVENSI Pd fase acute diterapkan RICE Bandaging dgn elastic bandage dan /atau tapping
diberikan hingga satu minggu atau lebih US: diberikan pada fase kronik Pd ligamenta atau tendon
yg cidera Dosis 1.5 2 watt/cm 2 waktu 2-3 menit Transverse friction Active stabilization and
balance exercise. Walking exc
25 Ankle sprain Active unstable footInversion injury Nyeri lateral (medial) foot Riwayat injury
Antalgic gait Acute edema Nyeri inversi (eversi) ROM Acute Akt. tinggi KronikAkt. rendah Rest
Ice Compression Elevation Joint mobilization Active stabilization
26 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD GOUTY ARTHRITIS Patologi: Karena penumpulan
purin dalam sendi akibat kadar asam urat tinggi. Dimulai dari MTP ibu jari kaki nyeri tajam sehingga
harus berjalan dengan sisi lateral kaki.

27 ASSESSMENT Anamnesis: Nyeri tajam pada kaki terutama bila digerakkan Nyeri dimulai ibu
jari kaki Nyeri meningkat saat berjalan Inspeksi: Bengkak pada MTP ibu jari kaki Pada kasus
berat bengkak hingga seluruh kaki
28 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gait anlisis tampak antalgic gait dgn
early foot flat dan tahap heel off hilang Tes gerak aktif Nyeri tajam saat gerak ibu jari kaki pada
MTP I Tes gerak pasif Gerak fleksi-ekstensi MTP I nyeri terbatas dgn springy end feel Gerak
Abduksi-adduksi MTP I nyeri terbatas dengan springy end feel Kadang gerak sendi kaki lain nyeri
terbatas dgn springy end feel Non capsular pattern Tes gerak isometric Kadang tidak bisa
dilakukan karena nyeri
29 TES KHUSUS Tes khusus Palpasi: oedeme MTP I JPM dijumpai joint bockade tetapi elastic
end feel Pemeriksaan lain Pemeriksaan lab: Uric acid pria >7 dan wanita >5,4 Diagnosis Antalgic
gait akibat gouty arthritis
30 INTERVENSI Mendampingi medikamentosa utk mencegah kerusakan sendi US under water Pd
MTP I Dosis 1-1.5 watt/cm 2 waktu 2-3 menit Penggunaan tapping
31 Gouty arthritis MetabolismEndapan purinInflamasiAwal MTP I Nyeri tajam ibu jari kaki Gait
analysis Toe off ROM MTP I terbatas Non capsular pattern Joint blockade arah tertentu Palpasi:
Tenderness Medicamentosa US under water Joint mobilization
32 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PD CONTRACTURE POST IMMOBILIZ
33 ASSESSMENT Anamnesis: Nyeri Inspeksi: Bengkak
34 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR Tes cepat Gait Tes gerak aktif Nyeri Tes gerak
pasif Gerak Tes gerak isometric Kadang
35 TES KHUSUS Tes khusus Palpasi: JPM Pemeriksaan lain Pemeriksaan Diagnosis Pain and
contracture akibat capsular pattern hypomobility ankle joint

Anda mungkin juga menyukai