Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya,sehingga makalah keselamatan lepas pantai kami dengan judul Aktifitas
Produksi di Lepas Pantai dan Fasilitasnya ini dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah
ditentukan. Makalah ini disusun guna menyelesaikan tugas kelompok untuk mata kuliah
keselamatan lepas pantai dan memberikan informasi tambahan tentang aktifitas produksi dan
fasilitasnya di lepas pantai kepada para pembaca. kami berharap,semoga informasi yang ada
dalam makalah ini dapat berguna bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada
umumnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Kami mohon
maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan. Kami sangat menerima kritik dan saran yang
membantu dalam penyempurnaan makalah ini.

Balikpapan,September 2016

[AUTHOR NAME]

Daftar Isi

KATA PENGANTAR............................................................................................................1
DAFTAR ISI..........................................................................................................................2
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................3
B. Rumusan Masalah...................................................................................4
C. Tujuan.......................................................................................................4

BAB II

PEMBAHASAN
A. Aktifitas Produksi di Lepas Pantai
Exploration,Exploration Drilling,Development Drilling,Production
& Transportasion.5
B. Fasilitas yang Terdapat di Kegiatan Lepas Pantai
Tipe Anjungan Produksi Lepas Pantai6-7
Fasilitas Transportasi Produksi Lepas Pantai.8.
Sistem Gathering Lepas Pantai...9
Stasiun Pompa Pada Anjungan...9
Fasilitas Pemisahan Lepas Pantai...9
Fasilitas Penampungan Lepas Pantai11

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................12

DOKUMENTASI...................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................15

BAB I
[AUTHOR NAME]

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber Hidrokarbon utama di alam adalah minyak bumi dan gas penggunaan
minyak bumi dan gas sangat luas, terutama bahan bakar dan juga bahan baku di industri
petrokimia. Minyak Bumi adalah salah satu sumber energi yang paling berperan dalam
kehidupan manusia Minyak Bumi merupakan salah satu sumber energi yang paling sering
digunakan oleh manusia. Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model),
permintaan minyak dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan
meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata
1.8% per tahun. Sedangkan pada periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi
106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph.
Tak hanya untuk bahan bakar mesin, namun minyak bumi juga digunakan untuk
sumber energi dalam memasak, bahkan lilin pun terbuat dari minyak bumi. Minyak bumi
berasal dari sisa sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati kemudian diuraikan oleh tanah,
sehingga Sumber Daya Alam ini tergolong lambat dalam pembaharuan, sehingga dapat
dikategorikan sumber daya alam tak terbaharui. Minyak bumi yang telah diolah dan
dimanfaatkan oleh manusia contohnya seperti pelumas, plastik, karet, bahan bakar minyak,
bitumen, lilin, pestisida, cat).
sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan
industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut
berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi
dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati.Sisa-sisa organisme itu
mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah
menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan
meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu
menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri
yang penting. Seiring dengan semakin berkurangnya cadangan minyak dan gas di daratan
maka perusahaan-perusahaan migas mulai agresif mengembangkan aktivitas operasinya
kekawasan lepas pantai. Jika ditinjau dari sudut proses sistemnya, aktifitas ekplorasi
serta produksi minyak dan gas di darat maupun di lepas pantai tidak jauh berbeda,kali ini
penulis akan memberikan informasi mengenai aktifitas-aktifitas produksi di lepas pantai dan
fasilitasnya untuk memproduksi minyak bumi dan gas.

B. Rumusan Masalah
[AUTHOR NAME]

Bagaimana proses aktifitas produksi di lepas pantai dan fasilitas-fasilitas yang


digunakan?

C. Tujuan
Adapaun tujuan dari penelitian ini ialah:
Menjelaskan mengenai aktifitas produksi di lepas pantai beserta fasilitas yang tersedia
di lepas pantai untuk memproduksi minyak bumi dan gas.

BAB II
PEMBAHASAN
[AUTHOR NAME]

A. Aktifitas Produksi di Lepas Pantai


Operasi (pekerjaan) minyak di lepas pantai (offshore) dapat dibagi kedalam 4 (empat)
bagian, yaitu:
1. Exploration
Kegiatan di phase ini adalah pencarian/penentuan lapisan tanah yang menyimpan minyak di
dasar lautan. Kegiatan ini dilakukan oleh ahli geologi dan geofisik Ahli geologi bertugas
mempelajari dan mengamati formasi lapisan batuan dari dalam bumi serta mengambil contoh
batuan bawah tanah untuk menentukan bentuk dari lapisan-lapisan batuan dalam bumi. Selain
itu, ahli geofisik bertugas untuk menggunakan metoda-metoda dalam mengumpulkan data
seperti seismic exploration dan peralatan ukur medan gravitasi untuk membuat perkiraan
mengenai adanya lapisan minyak.
2. Exploratory Drilling
Setelah daerah yang diperkirakan mengandung minyak ditentukan, pemboran minyak harus
dilakukan untuk memastikan perkiraan. Pemboran dilakukan dengan menggunakan mobile
drilling rig yang diikatkan ke kapal atau dengan menggunakan movable platform. Untuk
kedalaman 15-76 m digunakan jack-up mobile rig. Untuk kedalaman lebih kecil dari 15 m
digunakan alat submersible. Sedangkan untuk kedalaman lebih dari 76 m digunakan floating
drilling rig.
3. Development Drilling
Development drilling adalah proses pembuatan/pemboran lubang ke dalam tanah yang
diketahui mengandung minyak untuk diambil dengan cara yang paling ekonomis.
Development drilling yang efisien membutuhkan pemboran beberapa sumur sekaligus dari
satu lokasi. Design platform akhir-akhir ini memungkinkan pemboran 32-40 sumur dari satu
platform.
4. Production and Production Transport (Transportation)
Setelah development drilling selesai dibangun, produksi dari sumur dimulai.Dilokasi laut
dalam, peralatan produksi dan pemrosesan ditempatkan pada selfcontained platform yang
sama yang digunakan untuk development drilling. Di laut dangkal drilling platform biasanya
cukup kecil sehingga kemudian dijadikan well protector platform setelah proses produksi
dimulai. Platform yang terpisah tetapi berdekatan dengan well-protector platform dibangun
untuk pemrosesan atau treatment. Tempat penyimpanan (storage) minyak adalah perhatian
utama dalam operasi offshore. Minyak dari platform laut dangkal diangkut ke darat dengan
menggunakan barge atau pipa panjang,sedangkan untuk laut dalam penyimpanan dan
transportasi minyak disimpan dalam kapal tanker.

Peralatan peralatan operasi pemboran

[AUTHOR NAME]

Pada operasi pemboran biasanya peralatan-peralatan yang digunakan dikelompokan


dalam beberapa sistim. Pembagian komponen Pemboran (komponen Rig) yang dilakukan
orang-orang industri Perminyakan adalah sebagai berikut:

Sistem Pengangkatan (Hoisting System)

Sistem Pemutar (Rotating System)

Sistem Sirkulasi (Circulation System)

Sistem daya (Power System)

Sistem Pencegahan Semburan Liar (BOP System)

B. Fasilitas yang Terdapat di Kegiatan Lepas Pantai


Daerah lepas pantai adalah bagian dari lautan yang permukaan dasarnya dibawah pasang
surut terendah atau bagian lautan yang berada diluar daerah gelombang pecah (breaker zone)
arah ke laut. Daerah lepas pantai yang berada di bagian lempengan benua (continental
shelves) yang mempunyai kedalaman kurang dari 200 m kira-kira seluas 8% dari luas lautan
atau sama dengan 20% dari luas daratan. Bangunan, kendaraan dan fasilitas yang beroperasi
di lepas pantai disebut bangunan(anjungan lepas pantai), kendaraan, dan fasilitas di lepas
pantai
Ciri-ciri dari bangunan atau sistem lepas pantai adalah :
1.
Beroperasi di daerah sekitar sumur minyak atau daerah pertambangan yang terbatas.
Jadi, tidak berpindah jauh seperti halnya dengan kapal laut.
2.
Tidak beroperasi di daratan.
3.
Tidak dibangun langsung di lapangan. Jadi, komponen-komponennya dibuat di darat
untuk kemudian diangkut dan dirakit di lapangan.
4.
Tetap beroperasi di lapangan untuk perioda waktu yang lama sehingga bangunan harus
dapat bertahan dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi selama masa operasipas pantai.

Anjungan produksi lepas pantai mempunyai fungsi yang dapat ditinjau dari kegunaannya
dapat dikelompokkan sebagai tempat produksi (Production Platform), sebagai tempat
pemisah fluida produksi (Satellite) dan sebagai tempat penimbun (Storage), bahkan sebagai
tempat tinggal atau hunian para pekerja atau merupakan gabungan dari fungsi-fungsi diatas.
Ditinjau dari sistem produksinya, anjungan lepas pantai dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu :

Sistem produksi konvensional (Conventional Production System), dimana semua


peralatan produksi diletakkan pada anjungan diatas permukaan laut maupun pada dek
anjungan
[AUTHOR NAME]

Sistem produksi bawah permukaan (Subsea Production Sharing), dimana peralatan


produksi khususnya well-head, x-mas tree, manifold, header dan storage diletakkan
didasar laut. Sedangkan sistem kontrol operasi dilakukan secara otomatis dengan
remote control, tetapi pemisahan fluida (processing) tetap dilakukan pada satellite
platform
Tipe Anjungan Produksi

Ada beberapa tipe anjungan produksi yang umum digunakan, antara lain :
Template Platform
Concrete Gravity Platform
Guyed Tower Platform
Tension Leg Platform
Drill Trough Platform
1.1. Template Platform
Jenis platform ini sering disebut dengan Conventional Platform, karena merupakan anjungan
produksi generasi pertama (1974) yang dipasang pada kedalaman 200 ft dilepas pantai
Lousiana. Dan pada tahun 1978 telah dipasang pada kedalaman laut 1000 ft.
Pada dasarnya anjungan ini terdiri dari struktur pipa baja yang besar (Jacket) dan ruang Deck.
Melalui kaki anjungan, jacket diikatkan pada tiang pancang dasar laut yang berfungsi sebagai
penyangga anjungan, sedangkan ruang deck berfungsi untuk menyokong kegiatan
operasional dan beban lainnya.
Tipe template ini cocok digunakan pada kedalaman laut antara 200 hingga 300 meter.
Sedangkan untuk kedalaman yang lebih dalam, tipe ini kurang praktis karena memerlukan
tiang penyangga dengan ukuran besar dan juga panjang yang memadai.
Instalasi template platform ada dua macam yaitu : instalasi terapung (Self Floating
Installation) dan instalasi barge launching (Barge Launching Installation).
Self Floating Installation, cara pemasangan instalasi ini adalah dengan jalan
mengapungkan Floater yang dapat dilepas atau terapung sendiri karena efek
buoyancy, kemudian ditarik menuju lokasi yang telah ditentukan dan struktur
anjungan diturunkan vertikal kedasar laut dengan cara mengisi Flooding Chamber
Pipe

Barge Launching Installation, saat keluar dari pabrik maka struktur anjungan
ditempatkan pada kapal tongkang selanjutnya barge ditarik menuju lokasi dan
diturunkan dengan cara Ballasting kemudian diluncurkan kelaut dan ditegakkan
dengan menggunakan Barge Derrick agar dapat berdiri tegak pada koordinat ynag
telah ditentukan

Concrete Gravity Platform


Platform ini terikat kedalam dasar laut karena berat konstruksinya sendiri yang terbuat dari
beton bertulang. Pertimbangan penting dalam penempatan anjungan jenis ini adalah lokasi
dasar laut harus stabil dan tahan terhadap penembusan tiang pancang sehingga didapatkan
stabilitas struktur yang baik. Berdasarkan alasan ini concrete platform tidak dapat
[AUTHOR NAME]

dioperasikan pada semua lokasi. Karena kondisi strukturnya, maka fasilitas produksi
lengkap dimana dapat ditempatkan diatasnya dan dapat dipasang langsung sejak dari
pabrik. Disamping itu dapat pula dilengkapi dengan penimbun yang tidak perlu dipancang.
a Guyed Tower Platform
Merupakan platform dengan struktur baja yang diletakkan diatas Spud Can didasar laut.
Karena anjungan ini dapat bergerak diatas spud can, maka untuk menjaga agar hanya
dapat bergerak pada batas-batas tertentu, anjungan ini diikat secara simetris dengan kabelkabel (Guy-lines) yang diklem pada dek dengan menggunakan sepasang Wedge Type
Lucker Clamps.
b Tension Leg Platform
Merupakan anjungan produksi yang dibuat dari baja atau beton bertulang yang relatif
ringan sehingga dapat terapung dipermukaan laut dan diikat dengan guy-lines kestruktur
pondasi yang ditancapkan didasar laut. Karena anjungan ini terapung maka kabel-kabel
pengikat harus selalu dalam keadaan tegang (Tension), sehingga posisi anjungan dalam
keadaan cukup stabil pada kondisi operasi.
c Drill Trough Leg (DTL) Platform
Dirancang dengan empat kaki baja, dimana terdapat dua pipa vertikal dengan diameter
besar dan dua lainnya lebih kecil dan dipasang miring. Pemboran dilakukan diatas kaki
vertikal dengan kedalaman antara 145-264 ft untuk tipe Mudslide DTL dan 71 ft untuk
Conventional DTL. Keuntungan platform ini adalah cukup stabil, baik terhadap pengaruh
dari luar maupun akibat beratnya sendiri dan harganya juga yang relatif mudah.
2

Fasilitas Tranportasi Produksi Lepas Pantai

Pengiriman fluida produksi dari satu platform menuju platform yang lain maupun dari
platform produksi kesatellite dan dari satellite kestorage serta dari storage kemooring atau
keterminal dilakukan melalui sistem pemipaan dengan diameter pipa antara 8 sampai 18 inch
yang diletakkan pada dasar laut. Terdapat beberapa metode pemasangan pipa didasar laut,
antara lain :
Bottom Pull Method
Pada metoda ini seluruh bagian pipa disandarkan pada dasar laut. Pipa ini dirancang untuk
mengalirkan fluida produksi dari terminal darat, maka sebagian pipa berada didarat dan
selebihnya berada didasar laut dan pada bagian akhirnya mengembang untuk sampai
keplatform atau tanker, metode ini sering digunakan pada pipa dasar laut dari terminal
keSingle Bouy Mooring (SBM) seperti diBalongan, Cirebon
Station Method
Pada bagian ini pipa disambung dengan cara dilas didarat, kemudian ditarik dengan
dengan pontoon kedalam laut. Sebagian besar dari pipa melayang dilaut dan untuk
menempatkan posisinya maka diberi pelampung (Floating) sehingga mudah diketahui
keberadaannya
Relled Pipe Method
[AUTHOR NAME]

Pada metode ini pipa yang sangat panjang digulungkan pada Rell Barge dengan diameter
gulungan yang sangat besar yang selanjutnya akan dilepaskan didasar laut ketika barge
bergerak menuju tempat tujuan. Umumnya jenis pipa yang digunakan adalah pipa elastis
(spiral) atau pipa plastik yang dibalut dengan asbes atau karet
Lay Barge Method
Pada pemasangan dengan metode ini sambungan-sambungan pipa dilas dibarge dan
pelaksanaan pemasangan diatas barge
3

Sistem Gathering Lepas Pantai

Jaringan pipa transportasi untuk mengalirkan fluida produksi baik dari anjungan produksi
menuju satelit, dari satelit kestorage maupun dari storage kemooring atau terminal dilakukan
melalui sistem jaringan pipa dasar laut. Dari anjungan proses/CPA fluida produksi dikirim
dengan pipa dasar laut yang berukuran lebih besar, dengan jenis pipa tertentu seperti Plastik
Lined Steel Pipe, dengan jenis pipa baja aluminium menuju terminal yang berada didarat atau
kestorage vessel dilaut. Dari sinilah fluida yang telah dipisahkan kemudian dikapalkan
(Loading) melalui Single Bouy Mooring (SBM).
4

Stasiun Pompa Pada Anjungan

Unit stasiun pompa dianjungan tidak jauh berbeda dengan stasiun pompa didarat yaitu
menggunakan pompa tekan jenis Piston Duplex Double Acting atau Triplex Single Acting
ataupun pompa sentrifugal tergantung pada besarnya tekanan yang diperlukan. Stasiun pompa
ini biasanya ditempatkan pada rantai dasar anjungan (Cellar Deck) dari anjungan proses,
untuk mengirimkan fluida menuju storage atau terminal didarat.
5

Fasilitas Pemisahan Lepas Pantai

Merupakan anjungan dengan fasilitas pemisahan yang berada didekat anjungan produksi,
biasanya anjungan ini dirangkaikan dengan salah satu anjungan produksi yang berfungsi
sebagai suatu stasiun operasi produksi (satelite).
1) Peralatan Pada Satellite
Peralatan baik yang berada pada cellar deck, main deck, maupun pada top deck terdiri dari :
Separator Produksi
Scrubber Gas
Oil Skimmer
Chemical Electric
Free Water Knock Out (FWKO)
Surge Tank
Pig Launcher dan Pig Receiver, tempat menerima dan mengirimkan pig (pembersih
flowline)
Compressor
Stasiun Pompa
Power Crane
Safety Control System
[AUTHOR NAME]

Hydrant, unit pemadan kebakaran dan alat keselamatan lainnya


Safety Calsuls
Main and Safety Engine/Turbine
2) Central Prosesing Area (CPA)

CPA merupakan unit pemroses untuk suatu lapangan yang besar berfungsi untuk memproses
fluida produksi dari beberapa lapangan disekitarnya, selain terdapat unit pemroses fluida
(pemisah minyak, air dan gas) juga dilengkapi dengan unit pemroses gas, sehingga gas yang
dikirim ke LPG plant untuk diproses lebih lanjut menjadi Liquid Petroleum Gas.
Unit peralatan CPA terdiri dari beberapa perangkat peralatan pemisah dan perangkat peralatan
penunjang operasi lainnya yang secara garis besar terdiri dari beberapa peralatan, yaitu :
Separator Produksi
Scrubber Gas
Free Water Knock Out Tank
Manifold

Flowline, pipeline penghubung dan penyalur valve


Compressor, baik low compressor maupun high compressor
Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
Glycol Rake Generation, untuk pemanasan glycol
Stasiun Pompa
Pig Launcher dan Pig Receiver
Metering System
Control Room, ruang pengontrol operasi kerja yang dilengkapi dengan panel-panel control
Unit Pemadam Kebakaran
Unit Pengangkut Barang
Unit Pemukiman Kerja
Panel Safety System dan perangkat peralatan keselamatan kerja
3) Anjungan Kompresor

Anjungan kompresor ini merupakan unit pemroses gas setelah gas dipisahkan dari fluida
produksi dianjungan proses. Pada anjungan ini gas mengalami pemampatan dan pengeringan
sebelum dikirim keLPG plant, untuk diproses lebih lanjut menjadi LPG. Perangkat peralatan
pada anjungan kompresor ini, baik pada main deck ataupun pada cellar deck, terdiri dari :
Compressor, untuk memberikan tekanan pada gas supaya dapat dimampatkan
Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
Pig Launcher dan Pig Receiver
Pipa-pipa, Flowline, Orifice Meter, Valve
Generator Engine
Sum Tank, Flare, Pump
Control Room, Scrubber Gas
[AUTHOR NAME]

1
0

Panel Safety System


Unit Pengangkut Barang
Unit Pemadam Kebakaran
Untuk suatu lapangan produksi lepas pantai yang sudah dilengkapi dengan central processing
area (CPA), maka anjungan proses dan anjungan kompresor tidak diperlukan lagi.
6

Fasilitas Penampungan Lepas Pantai

Fasilitas penampungan migas untuk lapangan produksi lepas pantai dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu :

Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada suatu terminal
penampungan didarat

Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada fasilitas


penampungan dilaut seperti tanker, storage vessel dan storage tank terapung atau pada
tangki-tangki yang dipasang pada kaki-kaki anjungan produksi
1

Terminal Loading Area (TLA)


Merupakan suatu unit penampungan fluida produksi yang terdiri dari beberapa tangki
pengumpul (storage tank) dan dilengkapi juga dengan fasilitas pengapalan seperti
Loading Pump, metering system, manifold dan lain-lain.
Seperti halnya terminal yang menampung produksi fluida produksi dari lapangan darat,
untuk terminal loading area yang menampung fluida produksi dari lapangan lepas pantai
juga dilengkapi dengan beberapa peralatan utama, antara lain :
Storage Tank
Pig Launcher dan Pig Receiver
Booster Meter
Loading Pump
Manifold
Surge Tank
Sum Tank
Drainage Sum Tank
Free Water Knock Out Tank
Control Room
Unit Pemadam Kebakaran
Pipeline, Sealine dan Metering System
Single Buoy Mooring (SBM) System
1) Pengapalan (Loading)
Yang dimaksud dengan pengapalan (loading) adalah pengapalan minyak dari storage
tank dengan pipa dasar laut menuju tanker. Minyak dari storage tank dialirkan
kemanifold, pembukaan valve disesuaikan dengan minyak yang akan diloading dari tanki
yang dikehendaki. Selanjutnya minyak dipompa oleh booster pump dan jika diperlukan
[AUTHOR NAME]

1
1

minyak tersebut dipanaskan terlebih dahulu supaya jangan membeku dengan heater atau
cara lain. Kemudian dialirkan kemetering system terus keloading pump, manifold,
sealine, single buoy mooring (SBM) system, masuk kedalam tanker.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diketahui dalam memproduksi migas di lepas pantai
(offshore) memiliki beberapa tahapan produksi untuk memproduksinya dan juga
terdapat jenis-jenis fasilitas yang tersedia di lepas pantai mulai dari fasilitas produksi
hingga fasilitas pengumpulan migas untuk di bawa ke darat hingga akhirnya dapat
diolah sesuai permintaan pasar dan dapat segera digunakan untuk kepentingan
konsumen (masyarakat).

DOKUMENTASI

Gambar Tipe-Tipe Anjungan Lepas Pantai

[AUTHOR NAME]

1
2

[AUTHOR NAME]

1
3

[AUTHOR NAME]

1
4

DAFTAR PUSTAKA

Fadhlan,Anugrah.2015.Peralatan Produksi Lepas Pantai.


(dokumen.tips/documents/peralatan-produksi-offshore.html) diakses pada tanggal 28
September 2016 pukul 20.26 WITA
Sumantri,Trisno Kusuma.2014.Pengenalan Anjungan Lepas Pantai.
(http://ilmumarine.blogspot.co.id/2014/03/pengenalan-anjungan-lepas-pantai.html) diakses
pada tanggal 28 September 2016 pukul 20.38 WITA
Ningsi,Waode Sulfia.2013.Anjungan Lepas Pantai 2.(http://operatorit.blogspot.co.id/2013/11/anjungan-lepas-pantai-2.html) diakses pada tanggal 29 September
2016 pukul 18.37 WITA

[AUTHOR NAME]

1
5

Anda mungkin juga menyukai