Anda di halaman 1dari 9

Pengeluaran pemerintah mencerminkan kebijakan pemerintah.

Apabila
pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan untuk membeli barang dan jasa,
pengeluaran pemerintah mencerminkan biaya yang harus dikeluarkan oleh
pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Teori mengenai pengeluaran
pemerintah dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu teori makro dan teori
mikro. Dalam bab ini akan dibicarakan teori-teori pengeluaran pemerintah baik
secara makro maupun secara mikro.
TEORI MAKRO
Teori makro mengenai perkembangan pemerintah dikemukakan oleh para
ahli ekonomi dan dapat digolongkan kedalam tiga golongan, yaitu:
1. Model pembangunan tentang perkembangan pengeluaran pemerintah.
2. Hukum Wagner mengenai perkembangan aktivitas pemerintah.
3. Teori Peacock & Wiseman.
1. Model Pembangunan Tentang Perkembangan Pengeluaran
Pemerintah
Model ini dikembangkan oleh Rostow dan Musgrave yang
menghubungkan perkembangan pengeluaran pemerintah dengan tahap-tahap
pembangunan ekonomi yang dibedakan antara tahap awal, tahap menengah dan
tahap lanjut. Pada tahap awal perkembangan ekonomi, persentase investasi
pemerintah terhadap total investasi besar sebab pada tahap ini pemerintah harus
menyediakan prasarana, seperti misalnya pendidikan, kesehatan, prasarana
transportasi dan sebagainya. Pada tahap menengah pembangunan ekonomi,
investasi pemerintah tetap diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
agar dapat tinggal landas, namun pada tahap ini peranan investasi swasta sudah
semakin membesar. Peranan pemerintah tetap besar pada tahap menengah, oleh
karena peranan swasta yang semakin besar ini banyak menimbulkan kegagalan
pasar, dan juga menyebabkan pemerintah harus menyediakan barang dan jasa
publik dalam jumlah yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik. Selain itu,
pada tahap ini perkembangan ekonomi menyebabkan terjadinya hubungan antar
sektor yang semakin rumit (complicated). Misalnya pertumbuhan ekonomi yang
ditimbulkan oleh sektor industri, menimbulkan semakin tingginya tingkat
pencemaran udara dan air, dan pemerintah harus turun tangan untuk mengatur dan

mengurangi akibat negatif dari polusi itu terhadap masyarakat. Pemerintah juga
harus melindungi buruh yang berada dalam posisi yang lemah agar dapat
meningkatkan kesejahteraan mereka.
Musgrave bependapat bahwa dalam suatu proses pembangunan, investasi
swasta dalam presentase terhadap GNP semakin besar dan presentase investasi
pemerintah dalam presentase terhadap GNP akan semakin kecil.
Pada tingkat ekonomi yang lebih lanjut, Rostow mengatakan bahwa
pembangunan ekonomi, aktivitas pemerintah beralih dari penyediaan prasarana
kepengeluaran-pengeluaran untuk aktivitas sosial seperti halnya, program
kesejahteraan hari tua, program pelayanan kesehatan masyarakat dan sebagainya.
Teori perkembangan peranan pemerintah yang dikemukakan oleh
Musgrave dan Rostow adalah suatu pandangan yang ditimbulkan dari pengamatan
berdasarkan pembangunan ekonomi yang dialami oleh banyak Negara, tetapi
tidak didasarkan oleh suatu teori tertentu.Selain itu, tidak jelas, apakah tahap
pertumbuhan ekonomi terjadi dalam tahap demi tahap, ataukah beberapa tahap
dapat terjadi secara simultan.

Hukum Wagner
Wagner mengemukakan teori mengenai perkembangan pengeluaran
pemerintah yang semakin besar dalam presentasi terhadap GNP yang juga
didasarkan pada pengamatan di negara negara Eropa, U.S dan Jepang pada abad
ke-19. Wagner mengemukakan pendapatnya dalam bentuk suatu hukum, akan
tetapi dalam pandangannya tersebut tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan
pertumnuhan pengeluaran pemerintah dan GNP, apakah dalam pertumbuhan
secara relatif atau secara absolut. Apabila yang dimaksud Wagner adalah
perkembangan pengeluaran secara relatif sebagaimana teori Musgrave, maka
hukum Wagner adalah sebagai berikut : Dalam suatu perekonomian apabila
pendapatan perapita meningkat, secara relatif pengeluaran pemerintahan pun akan
meningkat.

Dasar dari ukum tersebut adalah pengamatan empiris dari negara-negara


maju (USA, Jerman, Jepang), teteapi hukum tersebut memberi dasar akan
timbulnya kegagalan pasar dan eksternalitas. Wagner menyadari bahwa dengan
bertumbuhnya perekonomian hubungan antara industri dan industri, hubungan
industri dan masyarakat dan sebagainya menjadi semakin rumit atau kompleks.
Dalam hal ini Wagner menerangkan mengapa peranan pemerintah menjadi
semakin besar, yang terutama disebabkan karena pemerintah harus mengatur
hubungan yang timbul dalam masyarakat, hukum pendidikan, rekreasi,
kebudayaan dan sebagainya.
Kelemahan hukum Wagner adalah karena hukum tersebut tidak didasarkan
pada suatu teori mengenai pemilihan barang-barang publik. Wagner mendasarkan
pandangannya dengan suatu teori yang disebut teori organis mengenai pemerintah
(organic theory of the state) yang menganggap pemerintah sebagai individu yang
bebas bertindak, terlepas dari anggota masyarakat lainnya.
Hukum Wagner dapat diformulasikan sebagai berikut :
P k PP 1 Pk PP 2
P PP
<
<< k n
PPK 1 PPK 2
Pk PP n

PkPP

: Pengeluaran pemerintah per kapita

PPK

: Pendapatan per kapita, yaitu GDP/ jumlah penduduk

1, 2, ... n

: Jangka waktu (tahun)

Hukum Wagner ini ditunjukkan dalam diagram 8.1 dimana kenaikan pengeluaran
pemerintah mempunyai bentuk eksponensial yang ditunjukkan oleh kurva 1, dan
bukan seperti yang ditunjukkan oleh kurva 2.

Kurva 1

Kurva 2

Z = kurva perkembangan pengeluaran pemerintah

Waktu

Diagram 8.1
Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah menurut Wagner

3. Teori Peacock
Peacock dan Wiseman adalah dua orang yang mengemukakan teori
mengenai perkembangan pengeluaran pemerintah yang terbaik.. Teori mereka
didasarkan pada suatu pandangan yang sedangkan masyarakat tidak suka
membayar pajak yang semakin besar untuk membiayai pengeluaran pemerintah
yang semakin besar tersebut, sehingga teori peacock dan wiseman merupakan
dasar dari teori pemungutan suara. Peacock dan wiseman mendasarkan teori
mereka pada suatu teori bahwa masyarakat mempunyai suatu tingkat toleransi
pajak, yaitu suatu tingkat dimana masyarakat memahami besarnya pungutan pajak
yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Jadi
masyarakat menyadari bahwa pemerintah membutuhkan dana untuk membiayai
aktivitas pemerintah sehingga mereka mempunyai suatu tingkat kesediaan
masyarakat untuk mebayar pajak. Tingkat toleransi pajak ini merupakan kendala
bagi pemerintah untuk menaikkan pemungutan pajak secara semena-mena. Teori
Peacock dan Wiseman adalah sebagai berikut
Perkembangan ekonomi menyebabkan pemungutan pajak yang semakin
meningkat walaupun tarif ajak tidak berubah dan meningkatnya penerimaan pajak
menyebabkan pengeluaran pemerintah juga semakin meningkat. Oleh karena itu,
dalam keadaan normal,meningkatnya GNP menyebabkan penerimaan pemerintah
yang semakin besar, begitu juga dengan pengeluaran pemerintah semakin besar.

Apabila keadaan normal tersebut terganggu misalnya karena adanya


perang, maka pemerintah harus memperbesar pengeluaran pemerintah untuk
membiayai perang. Karena itu penerimaan pemerintah dari pajak juga meningkat
dan pemerintah meningkatkan penerimaanya tersebut dengan cara menaikkan tarif
pajak sehingga dana swasta untuk investasi dan konsumsi menjadi berkurang.
Keadaan ini disebut efek pengalihan (displacement effect) yaitu adanya gangguan
efek social menyebabkan aktivitas dialihkan pada aktivitas pemerintah. Perang
tidak hanya bias dibiayai hanya dengan pajak. Sehingga pemerintah juga harus
meminjam dari Negara lain untuk pembiayaan perang.
Sebetulnya pemerintah dapat menurunkan tarif pajak pada tingkat sebelum
adanya gangguan. Akan tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan oleh karena
pemerintah harus mengembalikan bunga pinjaman dan angsuran utang yang
digunakan untuk membiayai perang. Sehingga pengeluaran pemerintah setelah
perang selesai meningkat tidak hanya karena GNP naik, tetapi juga karena dari
pengembalian utang dan bunganya. Selain itu banyak aktivitas pemerintah yang
baru keliatan setelah terjadinya perang dan ini disebut efek inspeksi (Inspection
Effect).
Efek atau akibat lain dari adanya gangguan social adalah apa yang disebut
efek inspeksi yang timbul karena masyarakat sadar akan adanya hal-hal yang
perlu ditangani oleh pemerintah setelah selesainya gangguan sosial
tersebut.misalnya dalam hal perang, setelah perang selesai timbul masalah
banyaknya yatim.

Wagner, Solow
Pengeluaran
Musgrave
Pemerintah/GDP

Peacock danwiseman

Kurva Pengembangan
Pengeluaran Pemerintah

Piatu cacat veteran, dan sebagainya yang tidak terjadi / timbul sebelum
adanya perang. Setelah perang selesai, pemerintah harus bertindak untuk
menangani masalah tersebut dan masyarakat pun dapat memaklumi tindakan
pemerintah tersebut sehingga toleransi pajak pun meningkat.
Jadi berbeda dengan pandangan wagner, perkembangan pengeluaran
pemerintah versi peacock dan wiseman tidaklah berbentuk suatu garis tetapi
berbentuk seperti tangga
Suatu hal yang perlu dicatat dari teori peacock dan wiseman adalah bahwa
mereka mengemukakan adanya toleransi pajak, yaitu suatu limit perpajakan, akan
tetapi mereka tidak menyatakan pada tingkat berapakah toleransi pajak tersebut.

Clarke menyatakan bahwa limit perpajakan sebesar 25 persen dari pendapatan


nasional, apabila limit tersebut dilampaui maka akan terjadi inflasi dan gangguan
sosial lainnya.
Teori Mikro
Tujuan dari teori mikro mengenai pengeluaran pemerintah ialah untuk
mengananalisis factor-faktor yang menimbulkan permintaan akan barang barang
publik dan factor yang mempengaruhi tersedianya barang publik. Hubungan
antara permintaan dan penawaran akan menentukan jumlah barang publik
disediakan oleh anggaran belanja. Jumlah barang public ttersebut akhirnya akan
menimbulkan permintaan barang lain. Teori mikro mengenai pengeluaran
pemerintah dapat dirumuskan sebagai berikut:
Penentuan permintaan
U i = f (G, X)
G

Vektor dari barang public

Vektor dari barang swasta

individu; i = 1, ., m

fungsi utilitas

Seorang individu memiliki permintaan dan penawaran barang- barang


publik dan barang-barang swasta, akan tetapi permintaan efektif akan barangbarang tersebut (pemerintah dan swasta) bergantung pada kendala anggaran
(budget constraints). Kita anggap bahwa seorang individu (i) membutuhkan
barang publik (K) sebanyak

Gi k

.Untuk dapat menghasilkan barang sejumlah

Gk maka harus mengatur kegiatan . Artinya untuk menyediakan barang barang


Gk itu diperlukan kombinasi dengan faktor lain. Perkembangan pengeluaran
pemerintah dapat dijelaskan dengan beberapa faktor seperti:
1. Perubahan permintaan akan barang publik
2. Perubahan dari aktivitas pemerintah dalam menghasilkan barang publik, dan juga
perubahan dari kombinasi faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi
3. Perubahan kualitas barang publik

4. Perubahan harga-harga faktor-faktor produksi


Penentuan tingkat output
Barang dan jasa publik yang disediakan oleh pemerintah ditentukan oleh
politisi yang memilih jumlah barang/jasa yang dihasilkan. Selain itu, para politidi
juga menentukan jumlajh pajak yang dikenakan kepada masyarakat untuk
membiayai barang dan jasa public yang disediakan, para politisi memperhatikan
selera atau keinginan masyarakat guna merasa puas dan tetap memilih mereka
sebagai wakil rakyat
UP
U

= g (X, G, S)
=

fungsi utilitas

keuntungan yang diperoleh politisi dalam bentuk materi

atau pangkat/kedudukan
G
=
vector barang public
X
=
Vektor barang swasta
Selanjutnya, kita asumsikan bahwa fungsi utilitas masyarakat mewakili
oleh seorang pemilih yang memaksimumkan utilitas:
Ui
max
=f (X,G)
dengan batasan dibatasi oleh kendala anggaran:
PX
P
T

Mi
Bi
Bi

X+t

Bi

<

Mi

vektor harga barang swasta

Jumlah pendapatan individu i

Tarif pajak

Basis pajak invidu i

total basis pajak

Untuk menyempurnakan model, maka dianggap basis pajak hanya ada satu
untuk seluruh ekonomi, begitu juga dengan pajak hanya ada satu individu i
Oleh karena itu, t

eG
B

, dimana

e 1, e2, , em

vektor biaya per unit untuk semua barang public; yaitu e = (

Kurva permintaan dari pemilik (pemungut suara yang mewakili


masyarakat) ditentukan melalui dua macam proses. Pertama, kita asumsikan
bahwa pemilik tidak dapat mempengaruhi tingkat pajak atau ia bertindak sebagai
price taker. Kedua, ia tidak bisa menentukan jumlah barang publik yang
disediakan atau ia bertindak sebagai output taker. Dalam hal ini,nilai t dan G
masuk di dalam fungsi kepuasan konsumen. Nilai t dan G mungkin merupakan
nilai yang terbaik baginya, sehingga dengan melalui proses politik, penyesuaian
atau perubahan nilai t dan G dapat mempertinggi kepuasannya. Politisi (yang
berusaha untuk memaksimumkan jumlah pemilih) akan berusaha untuh mengubah
nilai t dan G sehingga mendekati nilai yang dikehendaki oleh pemilih.
Dengan melalui proses inerative antara politisi dan pemilih tersebut
akhirnya akan menyebabkan terjadinya kepuasan maksimumdari pemilih dengan
batasan-batasan yang telah disebut diatas, dan perintaan akan barang publik (Dqi )
adalah:
D qi = q(p, Bi , Mi ,t, B)
Kurva permintaan barang-barang publik yang dijabarkan dalam fungsi
diatas mempunyai keunggulan karena fungsi varibel-variabel yang cukup relevan.
Walaupun demikian, akan lebih baik lagi apabila kurva permintaan diatas
dianggap sebagai kurva permintaan akan satu jenis barang publik tertentu, bukan
merupakan kurva permintaan diperoleh dari fungsi kepuasan individu dengan
menggunakan ceteris paribus , termasuk juga asumsi harga dari barang public
adalah konstan.