Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUGAS AKHIR

ANALISIS SOP
TATA CARA PENYAMPAIAN SURAT HIMBAUAN KEPADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
BARU HASIL KEGIATAN EKSTENSIFIKASI
DI KANTOR PELAYAN PAJAK PRATAMA JAKARTA MENTENG DUA

HANURA ILHAM SUJATMOKO


810202478

PROGRAM ON THE JOB TRAINING PEGAWAI BARU/CPNS


KPP PRATAMA JAKARTA MENTENG DUA
KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA PUSAT
DIREKTORAT JENDRAL PAJAK
2016

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN OJT

Pada hari ini tanggal bulan .. tahun,

Mengesahkan,
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I

Gunawan Muhamad
NIP : 197501051999031002

Menilai,
Nilai
(1-100)
Laporan Tugas Akhir
Presentasi Workshop

DAFTAR ISI

Halaman Depan.............................................................................................................
Lembar Pengesahan dan Penilaian..............................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................................
BAB I ...........................................................................................................................
Pendahuluan................................................................................................................
a. Latar Belakang.....................................................................................................
b.Sasaran.................................................................................................................
BAB II ........................................................................................................................
Pembahasan...............................................................................................................
a. Permasalahan......................................................................................................
b. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama............................................
BAB III .......................................................................................................................
Penutup .....................................................................................................................
a. Kesimpulan............................................................................................................
b. Saran.....................................................................................................................

i
ii
iii
1
1
1
1
2
2
2
2
2
3
3
3

BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2009, pajak adalah kontribusi wajib kepada
Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan
Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung, dan digunakan untuk
keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam pengertian tersebut
mengandung beberapa ciri yang melekat pada pajak, salah satunya yaitu fungsi pajak yang
digunakan untuk membiayai keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pernyataan tersebut berarti bahwa pajak digunakan untuk membiayai pengeluaranpengeluaran negara dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat. Untuk memenuhi fungsi
tersebut, setiap orang pribadi atau badan yang menurut peraturan perundang-undangan
perpajakan memenuhi syarat subjektif dan objektif, ditetapkan sebagai Wajib Pajak.
Wajib Pajak (WP) harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Menurut PER20/PJ/2013, NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak dalam administrasi
perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal atau identitas Wajib Pajak dalam
melaksanakan hak dan kewajibannya. Salah satu kewajiban Wajib Pajak yang telah berNPWP yaitu melaporkan pajaknya yang telah dibayar dengan menyampaikan Surat
Pemberitahuan (SPT). Tugas dari Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan disini yaitu
menghimbau Wajib Pajak khususnya Orang Pribadi yang baru terdaftar dengan menerbitkan
surat himbauan agar melaporkan pajaknya yang telah dibayar.
1. Kondisi Ideal
Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan melakukan pemantauan terhadap Wajib
Pajak Orang Pribadi Baru yang telah terdaftar pada Master File Lokal (MFL) / Master File
Nasional (MFN). Selanjutnya, Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan menyiapkan data
(daftar nominatif) sebagai bahan pembuatan Surat Himbauan, kemudian meminta persetujuan
kepada Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan terkait data Wajib Pajak Orang Pribadi
Baru yang akan disampaikan Surat Himbauan. Daftar nominative yang telah disetujui oleh
Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan diteruskan ke Kepala Kantor untuk diteliti dan
ditandatangani.
Kepala

Kantor

meneruskan

daftar

nominative

tersebut

ke

Pelaksana

Seksi

Ekstensifikasi dan Penyuluhan untuk mencetak Surat Himbauan. Setelah dicetak, Surat
4

Himbauan tersebut diteruskan ke Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan untuk mendapat
persetujuan dan diparaf. Selanjutnya, Surat Himbauan yang telah diparaf oleh Kepala Seksi
Ekstensifikasi dan Penyuluhan diteruskan ke Kepala Kantor untuk diteliti dan ditandatangani.
Setelah ditandatangani oleh Kepala Kantor, Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan
Penyuluhan meneruskan dan mengadministrasikan Surat Himbauan ke Bagian Tata Usaha
untuk dikirimkan kepada Wajib Pajak.
2. Kondisi Saat Ini
Secara umum, proses penyampaian Surat Himbauan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi
yang baru terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Menteng Dua telah berjalan
dengan baik, dan sesuai dengan Standard Operating Procedures. Pada pelaksanaan proses
penyampaian Surat Himbauan ini, sangat jarang ditemukan masalah. Adapun masalah yang
timbul merupakan hal diluar kewenangan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta
Menteng Dua, yaitu Surat Himbauan yang tidak sampai ke alamat Wajib Pajak.
b. Sasaran
Penulisan laporan ini bertujuan untuk memahami proses penyampaian Surat Himbauan
kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Baru sekaligus mengamati dan meninjau kesesuaian proses
penerbitan Surat Himbauan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Baru di Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Jakarta Menteng Dua terhadap Standard Operating Procedures (SOP). Penulis juga
mencoba mencari solusi dari permasalahan yang timbul pada proses Penyampaian Surat
Himbauan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Baru di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta
Menteng Dua.

BAB II
PEMBAHASAN
a. Permasalahan
Permasalahan yang muncul dalam penyampaian Surat Himbauan kepada Wajib Pajak
Orang Pribadi Baru adalah tidak lengkapnya data dan/atau alat keterangan yang berasal dari
pihak ketiga. Seringkali yang terjadi, alamat Wajib Pajak kurang akurat sehingga membuat
Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan kesulitan untuk menyampaikan Surat
Himbauan tersebut.
b. Analisa Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan Pelaksana Seksi Ekstensifikasi
dan Penyuluhan KPP Pratama Jakarta Menteng Dua penulis menguraikan analisis
permasalahan tentang penyampaian Surat Himbauan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi
Baru yaitu Surat Himbauan yang Tidak Sampai ke alamat Wajib Pajak.
Masalah ini terjadi karena informasi atau data yang diperoleh baik di lapangan maupun
pihak ketiga kurang akurat. Data Wajib Pajak yang kurang akurat ini akan membuat
Pelaksana Seksi Ekstensifikasi kesulitan untuk menyampaikan surat himbauan kepada Wajib
Pajak Orang Pribadi Baru. Hal ini dapat terjadi karena Wajib Pajak saat mengisi formulir
pendaftaran NPWPnya kurang lengkap atau dapat juga petugas Tempat Pelayanan Terpadu
(TPT) melakukan kesalahan input data.
Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Jakarta Menteng Dua
juga pernah menemui masalah dalam menyampaikan surat himbauan tersebut karena
alamat Wajib Pajak yang diperoleh belum diperbarui atau Wajib Pajak sudah pindah lokasi.
Hal ini tejadi karena Wajib Pajak belum mengajukan perubahan data atau mengajukan
pindah ke KPP terdaftar sehingga data yang ada masih merupakan alamat lama.

BAB III
PENUTUP
6

a. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan masalah yang telah dijelaskan diatas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa tata cara penyampaian Surat HImbauan kepada Wajib Pajak
Orang Pribadi Baru hasil dari kegiatan Ekstensifikasi sudah berjalan sesuai Standard
Operating Procedure (SOP). Beberapa kendala dalam proses penyampain Surat Himbauan
tersebut di KPP Pratama Jakarta Menteng Dua disebabkan oleh factor eksternal.
b. Saran
Berdasarkan evaluasi dan uraian hasil pembahasan, penulis mencoba memberikan
masukan sesuai kapasitas yang dimiliki. Beberapa saran tersebut penulis rangkum sebagai
berikut:
1. Perlunya ketelitian dalam mengumpulkan data dan alat keterangan sehingga
kelengkapan data dan alat keterangan dapat dipertanggungjawabkan sehingga
memudahkan seksi ekstensifikasi dalam proses menyampaikan surat himbauan untuk
wajib pajak orang pribadi yang baru terdaftar.
2. Perlunya dilakukan sosialisasi yang merata bagi seluruh wajib pajak agar sadar akan
kewajiban perpajakan. Sosialisasi tersebut bias berupa iklan layanan di televise,
membuat spanduk atau baliho di jalan dan kunjungan ke rumah wajib pajak.
3. Tidak lupa juga memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak yang melaporkan
Surat Pemberitahuan (SPT) sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan.

CATATAN:
Tulisan menggunakan font Arial size 11
line spacing 1,5
Margin yang digunakan adalah 1" dari atas,
bawah, kiri, kanan
Pada saat Judul besar, pisahkan antara judul SOP
dengan Nama KPP menggunakan enter
contoh:
ANALISIS SOP PROSES PENYELESAIAN
PEMINDAHBUKUAN
DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA
SETIABUDI TIGA
Daftar ISi menyesuaikan isi laporan dengan
ketentuan minimal 3 halaman dan maksimal 5
halaman dihitung mulai dari pendahuluan
sampai penutup
Nantinya Laporan OJT akan disimpan di SIKKA
dengan format:
judul laporan_nama_seksi
Contoh:
Analisis SOP Proses Penyelesaian
Pemindahbukuan DI Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Jakarta Setiabudi Tiga_Adityayudha
Pratama_Seksi Pengawsan dan Konsultasi I