Anda di halaman 1dari 6

BAB VI

Kesimpulan
II.

Pada analisis uji statistic chi-Square

Pengaruh hubungan kasus Ca payudara (mamae) usia lebih dari 35 tahun. Signifikan ada
hubungan = 0,0-00
Pengaruh hubungan Ca payudara (mamae)
Saran

I.

Perlu dilakukan apenelitian lebih lanjut terhadap hubunga usia, obesitas, keluarga
berencana, riwayat menyusui dengan ca mamae. Penelitian eksperimental agar bias unjuk
pencegahan timbulnya tumor mamae.

fP
u
o
K
m
C
n
s
b
B
e
o
a
p
ik
e
n
tu
a
s
-y
l
io
u
C
tr
s
a
rs
a
u
e
is
s
i
k
o

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dengan perubahan ekositem yang begitu cepat, terjadi pula polatransformasi pola penyakit
di dunia. Di Negara berkembang, yang semula menjadi masalah kesehatan adalah penyakit
infeksi, ini mulai beralih menjadi penyakit degenerative dan penyakit kanker. Di
beberapanegara maju, perubahan gyahidup telah berhasil menurunkan angka kematian
penyakit degenerative di usia produktif. Tapi insiden penyakit kanker meningkat, telah di
antisipasi bahwa penyakit kanker akan menjadi masalah utama di dunia begitu pula di
Indonesia
Denagn kemajuan ilmu dan teknologi yang begitu cepat harapan hidup penderita penyait
kanker semakin baik, tapi di sisi lain prosedur pengobatan penyakit kanker menjadi
semakin rumit dan mahan. Sehingga diperlukan informasi yang jelas dan bertanggung
jawab mengen ai prosedur penangan kanker yang benar dan sesuai standart kaidah dasar
penanggulangan penyakit kanker justru tidak di rumah sakit, tetapi pada kegiatan anti
kanker ditengah masyarakat itu sendiri. Sesuai dengan misi pelayanan kesehatan dunia
yang di canangkan WHO, declaration of alma alta (1978), hope for all by year (2000),
terjadi perubahan paradigm pelayanan kesehatan yang mendasar. Sasaran pelayanan
kesehatan tidak lagi terbatas pasa individu yang sakit saja. Tetapi lebih luas lagi yaitu
menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.1
Tidak sedikit penderita yang datang dengan keluhan benjolan di payudara. Pada satu
penelitian disebutkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun pengamatan, sedikitnya 16%
wanita dating dengan keluhan benjolan di payudara. Dari jumlah ini, ternyata 8% adalah
kanker payudara, terutam pada usia diatas 40 tahun. Gejala subjektif yang dikeluhkan
bervariasi dari hanya benjolan yang nyeri atau tidak nyeri sampai keluarnya cairan di
putting susu.
Pada usia muda (80-90%) benjolan di payudara adalah jinak dan disertai keluhan. Justru
bila tanpa ada keluh, harus dicurigai kemungkinan kanker payudara. Di antara berbagai
jenis tumor jinak payudara, yang tersering adalah kista dan fibroadenoma.5
Tumor payudara yang diidentikan dengan benjolan payudara sering dijumpai dalam kasus
bedah sehari hari dirumah sakit. Penderita bervariasi pada muda hingga tua
Berdasarkan spectrum yang luas dari hasil pemeriksaan patologi anatomi, maka diperlukan
pemeriksaan klinis yang seksama dan teliti. Secara garis besar dapat dibedakan apakah
benjola tersebut suatu neoplasma dibedakan jinak dan ganas.
Terapi pada tumor bis melalui konservatif, operatif, hingga terapi adjuvant. Pemilihan
terapitentunya didasarkan atas penemuan diagnose yang meliputi diagnose klinis dan
histopatologisnya.
Diseluruh dunia kanker payudara sekarang merupakan kanker paling umum didiagnosa
pada wanita dan merupakan penyebab utama pada kematian akibat kanker dikalangan
perempuan, dengan sekitar 1,3 juta kasus baru dan 458.000 kematian diperkirakan

dilapokan pada tahun 2008. Seorang wanita yang lahir di amerika serikat saat ini memiliki
1 dari 8 kesempatan memeiliki kanker payudara invasive selama masa hidupnya. Resiko
peningkatan kanker payudara dengan usia.
Pelayanan rawat jalan di RSU haji Surabaya
a. Waktu pelayanan
Hari senin-kamis : pukul 07.30 12.00 WIB
Hari jumat
: pukul 07.30 12.00 WIB
b. Petugas dating sebelum pukul 07.15 dan mempersiapkan semua kebutuhan untuk
pelaksanaan kerja
Resiko terjadinya tumor mamae :

Perubahan genetic
Riwayat reproduksi dan menstruasi
Hormonal
Ras
Wanita yang mendapatkan terapi radiasi daerah dada
Kepadatan jaringan payudara
Overweight atau obese setelah menopause
Usia
Jenis kelamin
Riwayat kanker payudara
Riwayat keluarga
Perubahan payudara tertentu
Kurangnya aktivitas fisik
Diet

Untuk itu
1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas maka rumusan masalahpenelitian ini adalah
pola pasien berobat di RS haji Surabaya, apakah berhubungan dengan usia, obesitas,
keluarga berencana, riwayat menyusui.
1.3. Tujuan penelitian
1.3.1.
Tujuan umum
Hubungan tumor mamae di RSU haji Surabaya dengan usia, obesitas, keluarga
berencana, riwayat menyusui.
1.3.2.
Tujuan khusus
Melihat hubungan penyakit tumor dengan usia, obesitas, keluarga berencana
dan riwayat menyusui
Menganalisa apakah memang ada hubungan peningkatan resiko tumor
mamae dengan usia, obesitas, keluarga berencana dan riwayaat menyusui

1.4. Manfaat penelitian


1.4.1.
Bagi rumah sakit
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk bagaian penyuluhan
RSU haji agar kedepan bias dijadikan acuan pencegahan untuk terjadinya tumor
mamae. Dan perlunya deteksi dini agar dapat mengurangi resiko terjadinya tumor
mamae.

Definisi operational variable


Jumlah pasien
Adalah jumlah pasien yang dilayani di poli bedah RSU haji dalam satu hari
Usia
Adalah pasien yang berusia diatas 35 tahun dan dibawah 35 tahun yang menderita tumor mamae
Obesitas
Adalah akibat ketidakseimbangan antara jumlah makanan yang masuk dibandingkan
pengeluaran energy oleh tumor dan diukur denga BMI (body mass index) atau IMT (index masa
tubuh), sehingga pasien yang masuk ke poli bedah diukur BMI nya.
Keluarga berencana (KB)
Adalah penderita tumor mamae yang masuk poli bedah yang memakai alat kontra sepsi KB oral
dan injeksi hormonal
Menyusui
Adalah penderita tumor mamae yang masuk poli bedah dengan riwayat menyusui