Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

harus memiliki kehomogenan yang baik


atau harus bebas dari partikel kasar yang

Pada praktikum ini dibuat salah


satu

jenis

sediaan

semisolida

dapat mengiritasi mata serta salep mata

untuk

mata harus memiliki daya serap yang

penggunaan topikal yaitu sediaan salep

bagus agar dapat berpenetrasi dengan

mata dengan bahan Tetrasiklin HCL 300

cepat pada cairan mata dan tentunya harus

mg, sesuai dengan yang telah ditetapkan

bebas dari mikroba.

dalam literatur Tetrasiklin HCL digunakan


sebanyak

0,5-1%

Tetrasiklin

HCL

berkhasiat

untuk

dalam
dalam

sediaan.

sediaan

Sediaan salep mata kloramfenikol


dipahami sebagai sediaan steril yang tidak

ini

tahan terhadap panas, sehingga tidak dapat

infeksi

dilakukan sterilisasi akhir terhadap sediaan

superficial pada mata yang disebabkan

ini. Dengan demikian untuk menjamin

bakteri.

sterilitas

mengobati

Pada praktikum ini dibuat sediaan

dari

sediaan

kloramfenikol,

maka

salep
selama

mata
proses

salep mata Tetrasiklin HCL dengan bobot

produksi harus dilakukan secara aseptis,

5 gram di mana sediaan akan dibuat

dimana semua alat-alat dan bahan-bahan

sebanyak 2 resep perkelompok dengan

yang

resep yang berbeda-beda Resep pertama

pembuatan salep mata harus disterilisasi

kelompok 1 terdiri dari Tetrasiklin HCL

terlebih

300 mg, setil alkohol 0,6 gram, dan

pengerjaannya dijaga seminimal mungkin

vaseline flavum ad 5 gram. Resep kedua

dari kontaminasi mikroba.

akan

digunakan

dahulu

saat

kemudian

proses
dalam

kelompok satu terdiri dari Tetrasiklin HCL

Basis salep yang terdiri dari adeps

300 miligram,setil alkohol 0,45 gram

lanae, vaselin flavum dan paraffin cair

,paraffin cair 0,5 gram dan vaselin flavum

dapat disterilisasi sekaligus dilebur dengan

ad 5 gram. Kemudian, untuk resep pertama

cara

kelompok 2 terdiri dari Tetrasiklin HCL

menggunakan oven selama 60 menit pada

300 miligram, adeps lanae 1 gram,

suhu

vaseline flavum ad 5 gram. Sedangkan

disterilisasi

pada resep kedua digunakan Tetrasiklin

langsung dengan alkohol 96%. Zat aktif

HCL 300 miligram,adeps lanae 0,5 gram,

kloramfenikol sendiri secara teoritis dapat

paraffin liquid 0,5 gram, dan vaselin

disterilisasi dengan metode radiasi,namun

flavum ad 5 gram. Karena sangat sensitif,

hal ini tidak dapat dilakukan karena

kesterilan dari sediaan salep mata harus

keterbatasn alat dan bahaya dari radiasi.

benar-benar terjaga. Salep mata yang baik

melebur
60o

C.

basis

salep

Mortir

dengan

cara

dan

dengan
stamper

pembakaran

Selain itu, tube salep sekaligus

untuk mengatur tingkat kekerasan basis

tutupnya yang akan digunakan juga perlu

berlemak

sehingga

akan

diperoleh

disterilisasi dengan cara dioven pada suhu

konsistensi basis yang diinginkan.

180oC selama 30 menit. Metode sterilisasi

Dasar salep yang dimanfaatkan

ini dilakukan untuk menjamin sterilitas

untuk salep mata harus bertitik lebur

sediaan salep mata kloramfenikol dan

mendekati suhu tubuh. Dalam beberapa

mencegah

dan

hal, campuran dari petrolatum dan cairan

pirogen. Sediaan salep mata yang dibuat

petrolatum (minyak mineral) dimanfaatkan

harus memiliki basis yang halus agar

sebagai dasar salep mata. Kadang-kadang

dalam penggunaannya tidak mengiritasi

zat yang bercampur dengan air seperti

mata

memberikan

lanolin ditambahkan ke dalamnya. Hal ini

kenyamanan. Oleh karena itu, untuk

memungkinkan obat yang tidak larut

menghasilkan basis yang halus maka 10%

dalam

dari basis vaselin flavum dapat diganti

penyimpanan. Dari formulasi tersebut

dengan sejumlah sama paraffin cair yang

dapat

berfungsi

masing bahan dengan dilebihkan sebanyak

kontaminasi

dan

mampu

sebagai

kloramfenikol

mikroba

tidak

pelembut.
larut

air

Karena
maka

air

bertahan

dihitung

selama

penimbangan

20% untuk setiap zat. Setelah

sistem
masing-

dilakukan

digunakan basis lemak yaitu adeps lanae

penimbangan

masing-masing

bahan,

dan vaselin flavum.

kemudian dilakukan peleburan basis pada

Selain sebagai basis salep, adeps

cawan porselen yang telah dilapisi dengan

lanae berfungsi sebagai emulgator yang

kain kasa steril. Peleburan dilakukan

dapat menyerap air dan memiliki efek

menggunakan pemanasan kering pada

melembutkan

memudahkan

oven dengan suhu 60C selama 30 menit

untuk kontak dengan cairan mata. Vaselin

sampai seluruh basis melebur sempurna.

flavum merupakan basis salep petrolatum

Peleburan

yang titik lebur atau titik melumernya

sterilisasi bahan di mana vaselin yang

mendekati suhu tubuh, sehingga dengan

mengandung

demikian basis ini baik digunakan sebagai

domba) dapat disterilkan menggunakan

basis salep mata. Setelah penambahan

udara panas tanpa mengurangi kualitasnya.

emulgator, konsistensi salep mata dapat

Kain

diatur dengan penambahan paraffin cair

penyaring

sehingga didapat konsistensi salep yang

diperoleh basis salep yang halus dan bebas

lembut. Paraffin cair merupakan basis

dari partikel-partikel pengotor sehingga

salep hidrokarbon yang dapat digunakan

pada

sehingga

kasa

ini

juga

berfungsi

kolesterol

steril
(filter)

(lemak

berfungsi
basis

pemakaiannya

untuk
bulu

sebagai

salep

tidak

agar

akan

menimbulkan iritasi pada jaringan mata.

diperoleh

Setelah dilakukan peleburan,basis salep

homogen dan berwarna kuning. Setelah

yang terdapat pada kasa steril diperas agar

diperoleh

campuran

yang

homogen

diperoleh campuran basis salep yang

kemudian

campuran bahan

ditimbang

berwarna kuning. Kemudian dilakukan

sebanyak

kemudian

pencampuran bahan aktif dengan basis.

dimasukkan ke dalam tube salep yang

Pencampuran dilakukan pada saat basis

telah disiapkan dan dilakukan di dekat

masih dalam keadaan panas karena apabila

lampu spiritus untuk menjaga kondisi

dibiarkan sampai dingin maka basis akan

pencampuran tetap aseptis. Setelah semua

mengeras

monografi

campuran masuk ke dalam tube, sediaan

tercantum bahwa Tetrasiklin HCL sukar

diberi etiket kemudian dimasukkan ke

larut dalam air, mudah larut dalam alkohol,

dalam kemasan. Penggunaan tube dinilai

kloroform, dan dalam eter.

paling cocok untuk wadah sediaan salep

perlahan.

Pada

campuran

semisolid

gram

untuk

yang

Dalam hal ini penggunaan alkohol

karena tube memiliki luas permukaan jalan

sebagai pelarut dalam formulasi salep mata

keluar yang rendah sehingga menjamin

dihindari karena alkohol memiliki daya

penekanan

kontaminasi

osmotik yang dapat merangsang mata serta

pemakaiannya

sampai

bersifat iritan bagi mata, sehingga sebagai

minimum serta memberikan perlindungan

pengatasannya

penggerusan

terhadap cahaya yang baik. Sediaan salep

Tetrasiklin HCL terlebih dahulu di dalam

mata ini disimpan pada suhu kamar dan

mortir hingga halus, baru ditambahkan

diletakkan pada tempat yang terlindung

basis sedikit demi sedikit hingga homogen.

dari cahaya.

Untuk

dilakukan

menjamin

kehomogenitasan

Sediaan

akhir

selama

tingkat

yang

yang

diperoleh

sediaan, Tetrasiklin HCL digerus terlebih

praktikan bertekstur halus dan berwarna

dahulu di dalam mortir untuk memperoleh

kuning. Keuntungan utama salep mata

ukuran partikel Tetrasiklin HCL yang lebih

dibandingkan larutan untuk mata adalah

kecil

dapat

adanya penambahan waktu kontak antara

terdispersi homogen dalam basis yang

obat dengan mata. Waktu kontak antara

digunakan kemudian basis ditambahkan

obat dengan mata 2 sampai 4 kali lebih

sedikit demi sedikit dan digerus agar bahan

besar

aktif dan basis tercampur merata dalam

dibandingkan

sediaan.

kekurangan salep mata adalah kaburnya

sehingga

nantinya

akan

apabila
tetes

digunakan
mata

salep

sedangkan

Pada saat penggerusan, Tetrasiklin

pandangan yang terjadi begitu dasar salep

HCL dapat bercampur dengan basis dan

meleleh dan menyebar melalui lensa mata.

Sediaan salep mata Tetrasiklin


HCL

yang

dievaluasi.

sudah

selesai

Adapun

kemudian

daya sebar. Untuk melakukan uji daya

yang

sebar maka diperlukan sebanyak 0,5 gram

dilakukan antara lain uji organoleptis, uji

salep yang diletakkan dibagian tengah

daya tercuci, uji daya sebar, uji daya rekat,

kaca uji, kemudian bagian atasnya ditutup

uji daya proteksi, uji sterilisasi, dan uji

dengan kaca uji yang lainnya dan diukur

homogenitas. Pertama yang dilakukan

diameter yang terjadi sebelum dan setelah

adalah

uji

ditambahkan beban. Adapun beban yang

didapatkan

ditambahkan adalah 10, 20, dan 30 gram

sediaan salep mata pada formula pertama

selama 1 menit. Setelah 1 menit beban

berwarna kuning muda, tidak berbau,

diangkat, kemudian diukur diameternya.

dengan tekstur halus dan sedikit keras serta

Pada

memadat. Sedangkan pada formula kedua

diameter awal yaitu 1 cm, lalu setelah

didapatkan warna dan bau yang sama

ditimpa mika sebesar 1,73 cm, setelah

namun tekstur halus dan lebih lembut.

diber beban 10, 20, dan 30 gram berturut-

Pada uji organoleptis kelompok 2 baik

turut diameter sebesar 1,76. 1,77, dan 2,1

formula pertama dan kedua didapatkan

cm. Sedangkan pada formula kedua,

sediaan berwarna kuning, bau khas, dan

diameter awal yaitu 1 cm, lalu setelah

tekstur kental atau lengket.

ditimpa mika sebesar 1,43 cm, setelah

uji

organoleptis

evaluasi

Selanjutnya dilakukan pengujian

organoleptis.
kelompok

Kemudian,

dilakukan

Pada

uji

kelompok

formula

pertama,

daya

diber beban 10, 20, dan 30 gram berturut-

tercuci dimana 500 mg salep dioleskan ke

turut diameter sebesar 1,86. 1,91, dan 2,3

telapak tangan lalu dicuci dan dibilas

cm

dengan air, kemudian diamati ada tidaknya

Dari uji evalusi daya sebar ini,

salep yang tersisa di telapak tangan lalu di

dapat

catat berapa volume yang terpakai dengan

kloramfenikol memiliki daya sebar yang

syarat volume harus kurang dari 50 ml.

baik dimana salep dapat tersebar merata

Pada kelompok 1 didapatkan hasil volume

pada

sebanyak 18 ml untuk formula pertama,

lingkaran yang utuh tanpa adanya udara di

dan

kedua.

dalam lingkaran tersebut. Hal tersebut juga

Sedangkan pada kelompok 2 volume

menunjukkan bahwa basis yang digunakan

sebanyak 20 ml untuk formula pertama

memiliki daya sebar yang baik, karena

dan formula kedua 17 ml . Sehingga dapat

daya sebar basis yang baik akan menjamin

disimpulkan

pelepasan bahan obat pada tempat atau

20

ml

untuk

bahwa

formula

semua

sediaan

memenuhi persyaratan uji daya tercuci.

diketahui

permukaan

bahwa

kaca

bagian tubuh yang dioleskan.

salep

mata

membentuk

Uji daya rekat dilakukan dengan

putih dari waktu 15 detik sampai 5 menit

merekatkan sediaan salep diantara 2 kaca

untuk resep pertama dan warna kuning

objek lalu ditahan dengan menggunakan

terang untuk resep kedua. Sedangkan

beban 20 gram selama lima menit, lalu

Pada kelompok 2 dihasilkan warna pink

digantung dan diberi beban kemudian

semakin menyebar pada waktu 15 detik,

diamati waktu sampai satu preparat bawah

pink pada waktu 30 dan 45 detik,

turun. Berdasarkan uji daya rekat yang

kemudian pink menyebar pada waktu 1

dilakukan diperoleh hasil pada kelompok 1

menit baik pada resep pertama maupun

bahwa kaca objek setelah digantung beban

kedua.

seberat 20 gram jatuh dalam selang waktu

Evaluasi

yang

selanjutnya

berturut- turut 0,78 detik; 0,99 detik; dan

dilakukan adalah uji homogenitas. Uji ini

0,92 detik untuk resep pertama dan 51

dilakukan

detik dan 40 detik untuk resep kedua.

sediaan salep mata Tetrasiklin HCL pada

Sedangkan pada kelompok 2, kaca objek

kaca objek. Dari pengujian ini diketahui

setelah digantung beban seberat 20 gram

bahwa

jatuh dalam selang waktu berturut- turut

memiliki homogenitas yang baik. Hal

0,72 detik; 0,48 detik; dan 0,62 detik untuk

tersebut

resep pertama dan 50 detik 39 detik untuk

terdapatnya butiran -butiran kasar pada

resep kedua. Dari hasil yang diperoleh

sediaan kelompok pertama maupun kedua,

bahwa daya rekat salep mata cukup singkat

yang menandakan zat aktif Tetrasiklin

baik pada kelompok 1 maupun 2, namun

HCL telah terdispersi secara homogen.

pada kelompok 2 didapatkan hasil waktu

Menurut

yang lebih singkat, hal ini menandakan

ukuran partikel untuk salep mata yaitu

basis yang digunakan mampu melepaskan

setiap 10 mikrogram zat aktif tidak boleh

bahan obat dengan baik dan melebur

memiliki partikel lebih besar dari 90 nm,

ketika mengenai lensa mata sehingga

tidak boleh lebih dari 2 partikel lebih besar

kaburnya pandangan setelah pemakaian

dari 50 nm dan tidak boleh lebih dari 20,25

dapat dikurangi walaupun tidak terlalu

nm. Sehingga dapat dikatakan sediaan

signifikan.

yang dibuat sudah baik karena tidak

Selanjutnya yaitu uji daya proteksi,


Pada kelompok 1 dihasilkan warna kuning

dengan

salep

cara

mata

ditunjukkan

British

mengoleskan

Tetrasiklin
dengan

Pharmacopea,

terdapatnya butiran butiran kasar.

HCL
tidak

batas