Anda di halaman 1dari 2

Plastic Debris in the Ocean

By Ismail Maqbul
Plastik yang merupakan salah satu marine debris atau limbah padat yang
ditemukan di lingkungan laut, menjadi masalah serius yang harus diselesaikan.
Selain karena dapat mencemari lingkungan, juga keberadaannya dapat
membahayakan kehidupan biota di laut. Karena sifatnya yang sulit untuk
didegradasi secara biologi, telah terbukti bahwa beberapa biota mengalami
kematian akibat limbah plastik ini, mulai dari karena mereka terjerat oleh limbah
tersebut, sampai memakan limbah plastik tersebut.
Pencemaran lingkungan laut oleh limbah plastik saat ini berjalan sangat
cepat, mengingat produksi dan penggunaan plastik sendir dilakukan dalam jumlah
yang besar. Berdasarkan data dari United Nations Environment Program pada
tahun 1997, estimasi limbah dilaut sebesar 6,6juta ton, dan dari nilai tersebut 13.000
merupakan potongan plastik. Bahkan beberapa studi lain mengungkapkan
bahwa keberadaan limbah platik ini sekitar 18.000 potong plastik/Km2. Besarnya
limbah plastik tersebut di laut dan membahayakan keberadaan biota hal ini harus
menjadi perhatian serius.
Keberadaan limbah plastik di laut berasal dari berbagai sumber,
berdasarkan laporan dari The United Nations Joint Group of Experts on the Scientific

Aspect of Marine Pollution (GESAMP) sekitar 80% limbah dilaut khhususnya plastik
berasal dari daratan dan 20% berasal dari laut itu sendiri. Secara umum sumber
limbah berasal dari : kegiatan pariwisata di pantai, air sungai yang membawa
limbah ke laut, kegiatan penangkapan ikan, dan limbah yang berasal dari kapal.
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar didunia dan menjadi
destinasi wisata pantai dan laut, juga merupakan Negara penyumbang limbah
plastik terbesar ke-2 di dunia. Berdasarkan status tersebut, maka perlu adanya
langkah kongkrit untuk mengatasi masalah limbah plastik di laut khususnya di

Indonesia. Melalui kegiatan internship konservasi laut ini, dapat menjadi


momentum yang tepat bagi kita untuk berkontribusi dalam menyelesaikan isu
global ini.
Kegiatan yang bisa dilakukan diantaranya adalah membersihkan pantai
bersama dengan masyarakat sekitar yang dapat dilakukan secara rutin setiap
minggunya. Membuat dan menyebarkan tempat sampah di tempat-tempat
tertentu yang banyak menghasilkan limbah, hal ini karena tidak adanya tempat
sampah

menjadi

factor

tingginya

sampah.

Melakukan

kegiatan

preventif/pencegahan melalui sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Jika


memungkinkan melakukan kegiatan pengolahan limbah skala kecil dengan cara
memanfaatkan limbah plastik menjadi hal yang bermanfaat yang memiliki nilai
dan estetika dan ekonomi. Kegiatan diatas harus disesuaikan dengan kondisi sosialbudaya masyarakat agar tujuan dari setiap kegiatan dapat tercapai.