Anda di halaman 1dari 15

Penyakit Hemoroid Interna Grade 3

Nur salsabilla
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Nursalsabilla1994@gmail.com

Pendahuluan
Hemoroid adalah pelebaran vena didalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan
keadaan patalogik. Hanya apabila hemoroid ini menyebabkan keluhan atau penyulit,
diperlukan tindakan. Hemoroid merupakan pembengkakan submukosa pada lubang anus
yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar. Plexus
hemoroid merupakan pembuluh darah normal yang terletak pada mukosa rektum bagian
distal dan anoderm. Gangguan pada hemoroid terjadi ketika plexus vaskular ini membesar.
Sehingga pengertian dari hemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari plexus hemorrhoidal
inferior dan superior. Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena
hemoroidalis di daerah anorektal. Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena hemoroidalis,
tetapi bersifat lebih kompleks yakni melibatkan beberapa unsur berupa pembuluh darah,
jaringan lunak dan otot di sekitar anorektal.

Gambar 1. Hemoroin internal & Hemoroid External


Anamnesis
Anamnesis adekuat penting dalam diagnosis penyakit rectum. Empati dan sensitivitas
bisa diperlukan dalam menjelaskan anamesis yang lengkap dan tepat, karena sejumlah
pasien enggan menyampaikan secara sukarela gejala yang bisa berhubungan dengan
defekasi. Pemeriksaan abdomen atau rectum dengan cermat dengan pasien dalam keadaan
santai adalah penting , seperti pemeriksaan visual anus dan pemeriksaan rectum digital
1

yang lengkap. Dalam melakukan pemeriksaan rectum, pemeriksa seharusnya berusaha


secara mental menvisualisasi anatomi dengan menggunakan evaluasi taktil lengkap pada
daerah ini.1
1. Identitas Pasien.
Menanyakan kepada pasien :
Nama lengkap pasien, umur,tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pendidikan,agama,
pekerjaan,suku bangsa.
Berikut data pasien yang didapatkan:
Nama
: Ibu X
Jenis Kelamin : Perempuan
Data yang lain harus ditanyakan kepada pasien dengan jelas.
2. Keluhan utama.1
- Keluhan utama pasien : Pasien mengeluh adanya benjolan yang keluar dari
anusnya dan berdarah berwarna merah segar
3. Riwayat penyakit sekarang :1
Biasanya hal yang menyebabkan penderita datang untuk minta pertolongan,
misalnya perdarahan setelah buang air besar, nyeri, penonjolan. Berikut beberapa
pertanyaan yang dapat ditanyakan kepada pasien:
Sejak kapan keluhan tersebut dirasakan dan apakah sudah mendapat
pertolongan?
Dimanakah lokasi perdarahan, apakah hanya satu tempat saja, atau ditempat
lain juga terjadi ?
Apakah perdarahannya lama, atau cepat berhenti?
Menanyakan kira-kira jumlah perdarahan yang menetes banyak atau sedikit?
Dimanakah lokasi nyeri setempat/ meluas/ menjalar ke tempat lain
(abdoment,dll)? Jika terdapat nyeri
Apa ada penyebabnya yang spesifik atau factor resiko timbulnya keluhan
perdarahan?
Bagaimana karakteristik darah, apakah bercampur feses, lendir atau tidak,
bagaimana warna darah tersebut? Perdarahan saluran cerna bagian bawah
dengan cirri berwarna merah segar, dan menetes
Apakah darah yang keluar menetes, muncrat, dll?
Apakah ada keluhan lain selain perdarahan, misalnya seperti iritasi, panas,
atau gatal pada daerah sekitar anus,dll?
Tunjukkan titik yang paling nyeri menurut pasien dan kapan nyeri terasa
paling parah! Jika terdapat keluhan nyeri
Apakah perdarahan akan berkurang/membaik jika istirahat atau tindakan apa

yang dilakukan untuk mengurangi perdarahan?


Apakah keluhan ini pertama kali dirasakan pasien, atau sering hilang timbul?
Menanyakan kelainan bentuk :
Apakah ada benjolan atau karena ada pembengkakan?

Apakah pasien mengalami gangguan tidur dan depresi akibat dari perdarahan
yang dialami? Perlu diperhatikan pula adanya gejala depresi terselubung seperti

retardasi psikomotor, konstipasi, mudah menangis, dsb.


4. Riwayat penyakit keluarga.1
- Apakah ada keluarga yang menderita hal yang sama seperti yang diderita pasien,
karena terdapat faktor resiko genetic untuk terjadinya hemoroid.
5. Riwayat penyakit dahulu.1
- Menanyakan pasien tentang riwayat pernah menderita penyakit hemoroid
-

sebelumnya.
Penting untuk menanyakan apakah pasien pernah menderita sirosis hepatis yang
menyebabkan hipertensi portal ,yang dapat menyebabkan aliran sentrifugal dari
system portal ke kolateral dan sebagai akibatnya dapat menimbulkan varises di

vena hemoroidalis yaitu yang membentuk hemoroidalis interna


- Menanyakan riwayat paska hamil dan melahirkan
6. Riwayat social.1
- Menanyakan kepada pasien apakah penyakitnya menganggu/sangat menggangu/
tidak menggangu aktivitas sehari-hari pasien.
7. Riwayat pengobatan/obat.1
- Menanyakan kepada pasien apakah sedang meminum obat-obatan, jenis dan lama
obat yang sedang diminum pasien harus diketahui. Sehingga dalam
-

penatalaksanaan terhadap pasien dapat dengan tepat.


Riwayat pengobatan dan diet yang bisa menyebabkan konstipasi atau

diare.
A. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Umum.2
Menilai keadaan umum pasien: baik/buruk, yang perlu diperiksa dan dicatat
adalah tanda-tanda vital, yaitu:
- Kesadaran penderita : - Kompos mentis (sadar sepenuhnya), Apatis (pasien
tampak segan, acuh tak acuh terhadap lingkunganya), Delirium (penurunan
kesadaran disertai kekacauan motorik, dan siklus tidur bangun yang
terganggu),Somnolen (keadaan mengantuk yang masih dapat pulih penuh bila
dirangsang, tetapi bila rangsang berhenti, pasien akan tertidur lagi),
Sopor/stupor (keadaan mengantuk yang dalam, pasien masih dapat
dibangunkan tetapi dengan rangsangan yang kuat, rangsang nyeri, tetapi
pasien tidak terbangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal
-

yang baik).
Kesakitan yang dialami pasien, dapat dilihat dari raut wajah pasien dan

keluhan pasien ketika datang.


Tanda vital seperti : tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu pasien
3

b. Pemeriksaan Lokal.
Inspeksi.2
- Pasien tampak terlihat pucat
- Melihat daerah sakrokoksigeal untuk melihat kista atau sinus
- Melihat daerah perianal untuk melihat hemoroid, kutil atau massa yang lain.
Melihat anus sementara pasien diminta mengejan. Apabila hemoroid
mengalami prolaps, lapisan epitel penutup bagian, yang menonjol ke luar ini
mengeluarkan mucus yang dapat dilihat .
Nail bed, terlihat pengisian lebih lama dari 3 detik, berarti ada

perdarahan/vasokontriksi.
Palpasi.2
- Palpasi sfingter anus
- Palpasi dinding rectum untuk memeriksa adanya massa
- Palpasi kelenjar prostat untuk memeriksa adanya massa pembesaran
- Tangan dingin/keringat dingin
- Biasanya nadi diatas 100X/ menit
Jika pasien tampak terlihat pucat, nail bed terlihat pengisian lebih lama dari 3
detik, berarti ada perdarahan/vasokontriksi, tangan dingin/keringat dingin, dan
biasanya nadi diatas 100X/ menit. Keempat hal ini menandakan bahwa
perdarahan cukup banyak dan pasien setiap saat dapat jatuh dalam syok.2
Pemeriksaan Rectal Toucher/colok dubur.3
Prosedur Rectal Toucher:
- Kandung kemih harus kosong
- Tanyakan apakah pasien memakai pessarium
- Posisi pasien : Knee elbow position, miring, telentang
- Inspeksi regiouh jari telunjuk n analii, apakah ada : eksim, efek gesekan,
ulkus, pembengkakan, fistel
Bentangkan anus
Pasien jangan mengedan
Tenangkan pasien, nafas dalam
Pakai sarung tangan
Jari telunjuk diberi pelicin
Taruh jari telunjuk pada perineum dengan ujung jari pada anus
Jari didorong kedalam anus
Penilaian
- Tonus sfingter ani
- Raba selaput lender :
Harus licin dan lunak
Adakah striktur
Adakah tumor
Prostat(normal 3-4 cm)
- Palpasi kavum douglasi:
Peritonistis
Infiltrat
-

Tumor
Setelah Rectal Toucher
Lihat sarung tangan terhadap :
Warna feses
Adanya darah,lender atau tidak ada
Adanya pus.
Pada pemeriksaan colok dubur hemoroid interna tidak dapat diraba sebab
tekanan vena didalamnya tidak cukup tinggi, kecuali bila sangat besar, dan
biasanya tidak nyeri. Colok dubur diperlukan untuk menyingkirkan

kemungkinan karsinoma rectum.


Perkusi
- Jika ada penyakit penyerta lain atau komplikasi pada daerah abdomen
Auskultasi
- Jika ada penyakit penyerta lain atau komplikasi pada daerah abdomen
Dalam menentukan kecepatan dan derajat beratnya perdarahan dapat dilakukan
dengan 3 cara yaitu :4
-

Menilai keadaan klinis pasien


Pasien dengan riwayat perdarahan yang baru terjadi dengan gambaran klinis
syok berat menunjukkan telah terjadi perdarahan masif. Riwayat perdarahan
yang sudah lama tanpa ditemukan gangguan sirkulasi yang berarti, perdarahan
yang terjadi berlangsung lambat. Bila keadaan klinis tampak normal mungkin

perdarahan hanya sedikit dan sudah berhenti


Mengukur banyaknya darah yang keluar
Perdarahan berlansung cepat bila jumlah darah yang keluar baik melalui mulut
maupun anus berjumlah besar dan kesannya darah segar. Harus diingat bahwa
apa yang keluar belum mencerminkan jumlah sebenarnya, harus

diperhitungkan darah yang masih berada didalam saluran cerna


Menilai jumlah cairan atau darah yang harus diberikan
Pasien yang telah teratasi syoknya dengan pemberian cairan kemudian timbul
syok kembali waktu stabilisasi menunjukkan perdarahan aktif kembali.
Ketidakberhasilan mengatasi gangguan sirkulasi dapat diartikan bahwa
kecepatan berdarah tidak terkejar dengan pemberian cairan perinfus. Dalam
hal pemberian/transfusi darah , penilaian serial Hb dan Ht dapat dipakai untuk
menilai kecepatan perdarahan. Bila Hb dan Ht naik berarti perdarahan yang
terjadi lambat atau telah berhenti dan bila meurun berarti kecepatan berdarah
tidak terkejar dengan transfusi darah.

2. Pemeriksaan Penunjang

a. Endoskopi.2,4
- Anoskopi
Diperlukan untuk melihat hemoroid internal yang tidak menonjol keluar.
Anaskop dimasukkan dan diputar untuk mengamati keempat kuadaran.
Hemoroid intena terlihat sebagai struktur vascular yang menonjol kedalam
lumen. Apabila penderita diminta mengedan sedikit maka ukuran hemoroid
-

akan membesar dan penonjolan atau prolaps akan lebih nyata.


Sigmoidoskopi
Akan terlihat benjolan kebiru-biruan. Lokasi dapat diatas linea dentate atau
dibawahnya. Pasien dapat datang dengan keadaan inkaserata/prolaps hemoroid

atau trombosit hemoroid


Proktosigmoidoskopi
Perlu dikerjakan untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh
proses radang atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi, karena

hemoroid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai.


b. Pencitraan :2
- Ultrasonografi (USG):
Membantu untuk melihat adanya kemungkinan tumor disekitar abdomen
Tanda-tanda sirosis hati (Penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah
pada vena portal dan kadang - kadang menyebabkan terbentuknya Hemoroid)
- Keganasan perlu Ba-enema /USG
c. Laboratorium:2-4
- Beberapa laboratorium tertentu mutlak dilakukan antara lain Hb/Ht untuk
-

kemungkinan adanya perdarahan atau dehidrasi


Hitung leukosit menunjukkan adanya proses peradangan
Hitung trombosit dan factor-faktor koagulasi biasanya diperlukan untuk

persiapan pembedahan.
Feses harus diperiksa adanya darah samar.
CEA/IDT untuk keganasan atau inflamasi
LFT/darah perifer untuk hemoroid

Klasifikasi Hemoroid
Hemoroid dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu hemoroid eksterna dan hemoroid interna. 5
a. Hemoroid eksterna merupakan pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior terdapat
disebelah distal garis mukokutan didalam jaringan dibawah epitel anus.
b. Hemoroid interna adalah kondisi pleksus v. hemoroidalis superior di atas garis mukokutan
dan ditutupi oleh mukosa. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler di dalam
jaringan submukosa pada rektum sebelah bawah.
Hemoroid interna terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan depan (jam 11), kanan
belakang (jam 7) dan lateral kiri (jam 3). Hemoroid yang lebih kecil tedapat di antara ketiga
letak primer tersebut.
6

Hemoroid interna dibagi menjadi 4 derajat yaitu :


Derajat
I

Berdarah
(+)

Menonjol
(-)

Reposisi
(-)

II
III
IV

(+)
(+)
(+)

(+)
(+)
tetap

Spontan
Manual
Tidak dapat

Grade 1, terjadi perdarahan tetapi tidak ada tonjolan rektum.


Grade 2, terjadi tonjolan rektum tetapi bisa masuk kembali dengan sendirinya.
Grade 3, terjadi tonjolan rektum tetapi bisa masuk kembali dengan bantuan tangan.
Grade 4, terjadi tonjolan rektum disertai dengan bekuan darah dan tonjolan ini menutupi
muara anus
Etiologi
Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena
hemoroidalis. Beberapa factor etiologi telah digunakan, termasuk konstipasi/diare, sering
mengejan, kongesti pelvis pada kehamilan, pembesaran prosfat; fibroma arteri dan tumor
rectum. Penyakit hati kronik yang disertai hipertensi portal sering mengakibatkan hemoroid
karena vena hemoroidalis superior mengalirkan darah ke dalam system portal. Selain itu
system portal tidak mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik.
Epidemiologi
Prevalensi penyakit hemoroid di Amerika Serikat adalah 4,4%. Hemoroid bisa
terjadi pada semua umur tetapi paling banyak terjadi pada umur 45-65 tahun.
Penyakit hemoroid jarang terjadi pada usia di bawah 20 tahun. Prevalensi
meningkat pada ras kulit putih dan individu dengan status ekonomi tinggi. 5
Hemoroid sering terjadi pada Negara barat/Eropa. Setiap tahun tgaraerdapat 1 juta orang
menderita penyakit hemoroid. Prevalensi penyakit ini tidak spesifik terjadi pada jenis
kelamin tertentu atau usia tertentu, jadi setiap orang memiliki peluang yang sama, tetapi
anak kecil lebih jarang menderita penyakit hemoroid dibanding orang dewasa. Penyakit
hemoroid ditemukan kurang/rendah pada negara yang masih belum berkembang/negara
yang masih terbelakang. Biasanya ditemukan pada orang Eropa yang makanannya rendah
serat, tinggi lemak yang menyebabkan konstipasi dan tekanan yang dapat menimbulkan
hemoroid. 6

Faktor risiko
-

Kurang imobilisasi/kurang olahraga, lebih banyak tidur


Konstipasi/obstipasi
Cara buang air yang tidak benar (lebih banyak memakai jamban duduk, terlalu

lama duduk di jamban sambil membaca, dan merokok)


Kurang minum air dan kurang makanan berserat (sayur dan buah)
Factor genetika atau keturunan : dimana dinding pembuluh darah lemah dan tipis
Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus

hemoroidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi disekitarnya.


Penyakit yang meningkatkan tekanan intraabdomen (tumor abdomen, tumor

usus)
Sirosis hati (Penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah pada vena

portal dan kadang - kadang menyebabkan terbentuknya Hemoroid)


Hubungan seks peranal
Pekerjaan : orang yang harus berdiri atau duduk lama, atau harus mengangkat

barang berat, mempunyai predisposisi untuk hemoroid


Endokrin : misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus

(sekresi hormone relaksin).


Umur : pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh , juga otot
sfingter menjadi tipis dan atonis. Namun pada umur tua biasanya mengalami

keganasan.
Fisiologis : bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada penderita

dekompensasio kordis atau sirosis hepatis


Radang adalah factor penting, yang menyebabkan vitalitas jaringan didaerah

tersebut berkurang.
Mekanis : semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang

meninggi dalam rongga perut, misalnya penderita hipertrofi prostat. 6


Patofisologis
Hemoroid adalah pelebaran/dilatasi vena didalam pleksus hemoroidalis akibat
mengedan pada saat defekasi , pada saat melahirkan atau akibat factor resiko lainnya,
yang bukan merupakan keadaan patologik jika tidak menimbulkan keluhan.
Dikatakan bahwa Hemmoroid adalah bantalan yang terdiri dari pembuluh darah dan
jaringan ikat, dilapisi seaput lendir dan terdapat pada bagian distal rectum dalam
saluran anus, diatas linea dentata. Berfungsi membantu menutup anus agar angin dan
cairan tidak keluar.
Hemoroid dapat menjadi masalah apabila menyebabkan keluhan atau penyulit
yang mana diperlukan tindakan. Hemoroid interna adalah pleksus hemoroid superior
yang berdilatasi diatas garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa.Hemoroid interna
ini merupakan bantalan vaskuler didalam jaringan submukosa pada rectum disebelah
bawah. Sering hemoroid terdapat pada tiga posisi primer yaitu kanan depan, kanan
belakang, dan kiri lateral. Hemoroid yang lebih kecil terdapat diantara ketiga letak
primer tersebut. Hemoroid eksterna yang merupakan dilatasi dan penonjolan pleksus
8

hemoroid inferior terdapat disebelah distal garis mukokutan didalam jaringan dibawah
epitel anus. Kedua pleksus hemoroid, internus dan eksternus, saling berhubungan
secara longgar dan merupakan awal dari aliran vena yang kembali bermula dari
rectum sebelah bawah dan anus. Pleksus hemoroid interna mengalirkan darah ke vena
hemoroidalis superior dan selanjutnya ke vena porta. Pleksus hemoroid eksternus
mengalirkan darah ke peredaran sistemik melalui daerah perineum dan lipat paha ke
vena iliaka. Dilatasi vena tersebut terjadi karena banyak factor. Faktor yang
memegang peranan kausal ialah mengedan pada waktu defekasi dan kehamilan. Dan
masih banyak factor pencetus lainnya yang telah dijelaskan pada bagian etiologi dan
factor resiko. 5,6
Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala klinis dari pasien yang menderita penyakit hemoroid adalah
sebagai berikut :
1. Pasien dengan hemoroid interna biasanya datang dengan perdarahn rectum tanpa
nyeri yang biasanya terdiri dari tinja berbecak darah yang terjadi saat atau setelah
defekasi akibat feses yang keras. Jika terdapat nyeri yang hebat dan terus-menerus
adalah gejala radang. Perdarahan yang terjadi biasanya dengan ciri-ciri :
- Warna darah merah terang karena kaya akan zat asam
- Tak tercampur dengan feses, hanya menempel di luar fese, seperti bercakbercak darah
Terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah.
Muncrat. 7

Penatalaksanaan

a. Non Medika Mentosa.1


1. Penjelasan dan pendidikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien
tentang penyakit yang sedang diderita, dan tidakan yang harus dilakukan
dalam mengatasi penyakit pasien, dan memberikan saran kepada pasien
tentang hal-hal apa yang harus dihindari yang dapat memperburuk penyakit
dan kondisi pasien.
2. Penatalaksanaan ini berupa perbaikan pola makan dan minum, perbaiki pola
-

cara defekasi.
Memperbaiki defekasi merupakan pengobatan yang selalu harus ada dalam
setiap bentuk dan derajat hemoroid. Perbaikan defekasi disebut bowel
management program (BMP) yang terdiri dari diet, cairan, serat tambahan,

pelican feses, dan perubahan perilaku buang air.


Untuk memperbaiki defekasi dianjurkan menggunakan posisi jongkok
(squatting) sewaktu defekasi. Pada posisi jongkok ternyata sudut anorektal
pada orang menjadi luruskebawah sehingga hanya diperlukan usaha yang

lebih ringan untuk mendorong tinja ke bawah atau ke luar rectum.


Mengedan dan konstipasi akan meningkatkan tekanan vena hemoroid, dan
akan memperparah timbulnya hemoroid, dengan posisi jongkok ini tidak
-

diperlukan mengedan lebih banyak.


Bersamaan dengan program BMP diatas, biasanya juga dilakukan tindakan
kebersihan local dengan cara merendam anus dalam air hangat/biasa selama
10-15 menit, 2-4 kali sehari. Dengan perendaman ini maka eksudat yang
lengket atau sisa tinja yang lengket dapat dibersihkan.Karena eksudat atau

sisa tinja yang lengket dapat menimbulkan iritasi dan gatal bila dibiarkan.
Pasien diusahakan tidak banyak duduk atau tidur, banyak bergerak, dan

banyak jalan. Dengan banyak bergerak pola defekasi menjadi membaik.


Pasien diharuskan banyak minum 30-40ml/kgBB/hari untuk melembekkan

tinja
Pasien harus banyak makan serat antaralain buah-buahan, sayur-sayuran,
cereal, dan suplemetasi serat komersial bila kurang serat dalam

makanannya, dan mengurangi makan daging.


b. Medika Mentosa. 8
Penatalaksanaan medis dengan obat-obat farmakologis hemoroid dapat dibagi
atas empat, yaitu, yang pertama : memperbaiki defekasi, kedua : meredakan
keluhan subyektif, ketiga: menghentikan perdarahan, dan keempat : menekan atau
mencegah timbulnya keluhan dan gejala.
1. Obat yang memperbaiki defekasi :
Ada dua obat yang diikutkan dalam BMP yaitu supplement serat dan pelincir
atau pelican tinja. Suplemen serat komersial yang banyak dipakai antara lain
psyllium atau isphagula Husk yang berasal dari kulit biji Plantago ovate yang
dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. Dalam saluran cerna bubuk ini agak
menyerap air dan bersifat sebagai bulk laxative, yang bekerja membesarkan
volume tinja dan meningkatkan peristalsis. Efek samping antara lain
kentut,kembung,dan konstipasi,alergi,sakit perut,dan lain-lain. Untuk
mencegah konstipasi atau obstruksi dianjurkan minum air yang banyak.
2. Obat Simtomatik :
Bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal, nyeri
atau karena kerusakan kulit didaerah anus. Obat pengurang keluhan sering kali
dicampur pelumas (lubricant), vasokonstriktor, dan antiseptic lemah. Untuk
menghilangkan nyeri, tersedia sediaan yang mengandung anastesi local. Bukti
yang menyakinkan anastesi local tersebut belum ada. Pemberian anastesi local
tersebut dilakukan sesingkat mungkin untuk menghindarkan sensitasi dan
irititasi kulit anus. Sedian penenang keluhan yang ada dipasaran dalam bentuk
ointment atau supositoria. Bila perlu dapat menggunakan sediaan yang
mengandung bahan kortikosteroid untuk mengurangi radang daerah hemoroid
atau anus. Sediaan bentuk supositoria digunakan untuk hemoroid interna,
sedangkan sediaan ointment/cream digunakan untuk hemoroid eksterna.1
10

3. Obat menghentikan perdarahan :


Pemberian serat komersial misal psyllium pada penelitian setelah 2 minggu
pemberian ternyata dapat mengurangi perdarahan hemoroid yang terjadi.
Pemberian citrus bioflavonoids yang berasal dari jeruk lemondan paprika pada
pasien hemoroid berdarah, dapat memperbaiki permeabilitas dinding
pembuluh darah, bioflavonoids yang berasal dari jeruk lemon antara lain
diosmin, heperidin, rutin, naringin, tangretin, diosmetin, neohesperidin,
quercetin. Yang digunakan untuk pengobatan hemoroid yaitu campuran
diosmin (90%) dan hesperidin (10%), dalam bentuk micronized.
4. Obat penyembuh dan pencegah serangan hemoroid :
Diosminthesperidin memberi perbaikan yang nyata terhadap gejala inflamasi,
kongesti, edema, dan prolaps.8
Penatalaksanaan Hemoroid Interna Derajat 3
Derajat 3 :
Suplemen serat komersial yang banyak dipakai antara lain psyllium atau
-

isphagula Husk
Bila nyeri diberi suppositoria kortikosteroid
Rubber binding ligation : Hemoroid yang besar dan mengalami prolaps
ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron. Dengan bantuan
anuskop, mukosa diatas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik atau
dihisap kedalam tabung ligator khusus. Gelang karet didorong dari ligator
dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalis
tersebut. Nekrosis karena iskemia dapat terjadi dalam beberapa hari. Mukosa
bersama karet akan lepas sendiri. Fibrosis dan parut akan terjadi pada pangkal
hemoroid tersebut. Pada pertama kali terapi hanya diikat satu kompleks
hemoroid, sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarang waktu 2- 4
minggu. Penyulit dari ligasi ialah timbulnya nyeri karena terkenanya garis
mukokutan. Untuk menghindarinya maka gelang tersebut ditempatkan cukup

jauh dari garis mukokutan.


Infrared thermocoagulation : Prinsipnya adalah mendenaturasi protein
melalui efek panas dari infrared, yang selanjutnya mengakibatkan jaringan
terkoagulasi. Untuk mencegah efek samping dari infrared berupa kerusakan
jaringan sekitar yang sehat, maka jangka waktu paparan dan kedalamannya
perlu diukur akurat. Metode ini diperuntukkan pada derajat 1-2.

Generator galvanis : Jaringan hemoroid dirusak dengan arus listrik searah


yang berasal dari baterai kimia. Cara ini paling efektif digunakan pada
hemoroid interna. 1

11

Bipolar Coagulation / Diatermi bipolar : Prinsipnya tetap sama dengan terapi


hemoroid lain di atas yaitu menimbulkan nekrosis jaringan dan akhirnya
fibrosis. Namun yang digunakan sebagai penghancur jaringan yaitu radiasi
elektromagnetik berfrekuensi tinggi. Pada terapi dengan diatermi bipolar,
selaput mukosa sekitar hemoroid dipanasi dengan radiasi elektromagnetik
berfrekuensi tinggi sampai akhirnya timbul kerusakan jaringan. Cara ini

efektif untuk hemoroid interna yang mengalami perdarahan.( 3 )


Laser haemorrhoidectomy : Metode ini mirip dengan infrared. Hanya saja
mempunyai kelebihan dalam kemampuan memotong. Namun, biayanya
mahal. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan,tidak banyak
mengeluarkan darah, tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal.

Doppler ultrasound guided haemorrhoid artery ligation : Metode ini menjadi


pilihan utama saat terjadi perdarahan karena dapat mengetahui secara tepat

lokasi arteri hemoroidalis yang hendak dijahit.


Hemoroidektomi : Prinsip yang harus diperhatikan adalah eksisi yang hanya
dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Eksisi sehemat
mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak

mengganggu sfingter anus.


Stapled Hemorrhoidopexy : Teknik ini digunakan untuk hemoroid
yang mengalami prolaps.Circular stapling gun digunakan untuk
mengeksisi mukosa anal kanal atas sekitar 2-3cm di atas linea
dentata. Teknik ini digunakan untuk hemoroid internl yang tidak
berespon terhadap terapi non bedah. Penggunaan obat anti nyeri lebih
sedikit dan penyembuhannya lebih cepat dibandingkan dengan

Hemoroidektomi
Teknik Milligan Morgan : Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di
3 tempat utama. Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan
Morgan pada tahun 1973. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan
dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. Kemudian dipasang
jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Penting
untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. Hemostat
kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Suatu incisi elips
dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus
hemoroidalis internus dan eksternus, yang dibebaskan dari jaringan yang
mendasarinya. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. Bila diseksi mencapai
12

jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi.
Setelah mengamankan hemostasis, maka mukosa dan kulit anus ditutup
secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. Biasanya tidak lebih
dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu. Striktura rektum
dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu
banyak. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil
-

terlalu banyak jaringan.


Teknik Whitehead : Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang
sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan
mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa

daerah itu. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali.


Teknik Langenbeck : Pada teknik Langenbeck, hemoroid internus dijepit
radier dengan klem. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut
chromic no 2/0. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Sesudah itu klem
dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat. Teknik ini lebih sering
digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan
jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis.

Komplikasi

Trombsosis, ini akan mengakibatkan iskemi pada daerah tersebut dan nekrosis.
Trombosis dapat terjadi karena tekanan tinggi divena tersebut misalnya ketika
mengangkat barang berta, batuk, bersin, mengedan, atau partus. Vena lebar yang

menonjol itu dapat terjepit sehingga kemudian terjadi thrombosis.


Ulserasi, infeksi, abses,
Anemia, dapat terjadi karena perdarahan yang massif, atau perdarahan ringan yang

lama.
Emboli septic dapat terjadi melalui system portal dan dapat menyebabkan abses hati.
Inkontinesia dapat terjadi karena sfingter ani tidak berfungsi dengan baik lagi.
Biasanya akibat eksisi atau memotong otot sfingter interna di sisi lateral secara

terbuka atau tertutup. 9


Fisura ani adalah koreng di saluran anus, berbentuk lonjong mulai dari linea dentate
sampai pinggir anus. Biasanya disebabkan oleh robekan lapisan mukosa sewaktu

defekasi atau pada pasien pasca bedah hemoroid.


Peradangan : proktitis yang dapat berkembang menjadi abses yang harus segera
diinsisi, karena pasien sangat kesakitan dengan obstipasi karena takut buang air besar.
Sering kali menjadi fistel ani karena insisi yang kurang adekuat.

13

Komplikasi pembedahan hemoroid meliputi nyeri pasca operasi, perdarahan


pasca operasi, retensi urin, stenosis anorektal, cedera sfingter ani,
inkontinensia, sepsis pelvis, perforasi rectal, obstruksi rectal akut,

pembentukan fistula, luka yang tidak sembuh, infeksi, dan kekambuhan. 8,9
Different Diagnosis : Prolapsrektii
Definisi
Prolaps rektum adalah turunnya rektum melalui anus. Dalam hal ini terjadi penonjolan
mukosa rektum atau seluruh dinding rektum. Prolaps rektum yang bersifat sementara dan
hanya mengenai lapisan rektum (mukosa), sering terjadi pada bayi normal, mungkin karena
bayi mengedan selama defekasinya dan jarang berakibat serius. Prolaps rektum yang bersifat
sementara hanya meliputi mukosa dan biasanya hanya terlihat penonjolan beberapa
centimeter. Pada orang dewasa, prolaps lapisan rektum cenderung menetap dan bisa
memburuk, sehingga lebih banyak bagian dari rektum yang turun. Prolaps rektum yang
lengkap disebut prosidensia. Paling sering terjadi pada wanita di atas usia 60 tahun.1,2
Epidemiologi
Prolaps rektum jarang ditemukan bahkan jarang dibahas, tetapi jumlah kasus yang
sebenarnya tidak diketahui karena jarang dilaporkan khususnya bila terjadi pada daerah
terpencil. Lebih sering terjadi pada orang dewasa dan bayi. Prosidensia atau prolaps rektum
yang lengkap pada orang dewasa biasanya terjadi pada perempuan. Pada bayi, prolaps rektum
biasanya terjadi pada bayi di bawah tiga tahun khususnya pada tahun pertama kehidupan.2
Prognosis
Prognosis Hemoroid tanpa komplikasi biasanya baik, dengan angka rekurensinya adalah 1050%. Dengan terapi yang sesuai, semua hemoroid simptomatis dapat dibuat menjadi
asimptomatis. Pendekatan konservatif hendaknya diusahakan terlebih dahulu pada
semua kasus. Kematian akibat perdarahan hemoroid merupakan kejadian yang
jarang terjadi.
Kesimpulan
Hemoroid atau wasir adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus
mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Setiap orang pasti memiliki hemoroid,
cuma karena ukurannya kecil hemoroid ini sering diabaikan. Yang disebabkan oleh BAB
dengan posisi jongkok yang terlalu lama , obtipasi atau konstipasi kronis, faktor pekerjaan
orang yang harus berdiri,duduk lama, atau harus menggangkat barang berat mempunyai
predisposisi untuk terkena hemoroid dan olah raga berat dengan tanda dan gejala seperti

14

pembengkakan pada area anus timbulnya rasa gatal dan nyeri, perdarahan pada faeces
berwarna merah terang, keluar selaput lendir, prolaps dan duduk berjam-jam di WC.
Jadi pasien tersebut menderita hemoroid derajat 3 terjadi tonjolan rektum tetapi bisa
masuk kembali dengan bantuan tangan. Pada pasien dengan hemoroid penatalaksanaan antara
lain Intervensi yang lazim dilakukan adalah Anaskopi , Rectal Toucher (RT) dan Inspeksi.
Daftar pustaka
1. Sudoyo WA. Setiyohadi B, Alwi I,dkk. Buku ajar ilmu penyakit dalam.Jilid Ke-I.
Jakarta: Interna Publishing; 2009. Hal 25-7, 587-90
2. Staff Pengajar Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kumpulan kuliah ilmu bedah. Jakarta: Binaputra Aksara Publisher; 2002.Hal 81-82,25458
3. Lewis, Sharon Mantik (2000). Medical Surgical Nursing: Assessment and
Management of Clinical Problems. Philadelphia. Mosby Company
4. Gleadle, Jonathan. At a glance anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jakarta: Erlangga. 2005
5. Syahruhman Agus, Chatim Aidilfiet, W. K. Soebandrio Amin, Karuniawati Anis, Santoso
A.U.S, Harun Hasrul B.M, dkk. Buku ajar mikrobiologi kedokteran. Jakarta : Binarupsa
Aksara. 2006
6. Sudoyo WA. Setiyohadi B, Alwi I,dkk. Buku ajar ilmu penyakit dalam.Jilid Ke-I.
Jakarta: Interna Publishing; 2009. Hal 25-7, 587-90
7. Staff Pengajar Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kumpulan kuliah ilmu bedah. Jakarta: Binaputra Aksara Publisher; 2002.Hal 81-82,25458
8. Santoso Mardi. Pemeriksaan fisik diagnosis. Jakarta: Bidang penerbit yayasan diabetes
Indonesia ; 2004. Hal 80
9. Alonso-Coello P, Castillejo MM. Office evaluation and treatment of hemorrhoids. Nort
Am: J Fam Pract; 2003. Page 366-47.

15