Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................1
1.1. Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................................1
1.3. Tujuan..............................................................................................................................1
BAB II........................................................................................................................................2
PEMBAHASAN........................................................................................................................2
2.1. Pengertian Tes Bakat.......................................................................................................2
2.2. Differential Aptitude Test (Tes Bakat Pembedaan).........................................................4
2.3. The General Aptitude Test Battery (GATB)....................................................................6
2.4. Penggunaan Tes Bakat dalam Program Layanan Bimbingan dan Konseling..................8
BAB III.......................................................................................................................................8
PENUTUP..................................................................................................................................8
3.1. KESIMPULAN...............................................................................................................8
3.2. SARAN............................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Untuk membantu para siswa agar dapat memahami dirinya secara tepat, jelas,
nalar, dan logis terutama menyangkut mengenai kemampuan, potensi, bakat, minat,
sikap, dan ciri-ciri kepribadiannya sendiri agar individu siswa dapat memilih suatu
tindakan secara tepat, baik dalam kegiatan pembelajaran, memilih program atau jurusan,
memilih teman, memilih lapangan kerja, jabatan dan karir dan sebagainya.
Dengan menggunakan instrumen tes psikologis seperti tes bakat, tes kemampuan
umum, tes atau inventori minat dan kepribadian dalam pelaksanaan layanan bimbingan
dan konseling pada umumnya dan bimbingan karir di sekolah pada khususnya, maka
hasil pengukurannya akan lebih tepat, sebab setiap instrument yang baku telah memiliki
persyaratan-persyaratan tertentu, yaitu memiliki tingkat reliabilitas yang memadai, valid,
baku dan objektif.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tes bakat?
2. Apa itu differential aptitude test?
3. Apa itu the general aptitude test battery?
4. Bagaimana penggunaan tes bakat dalam program layanan bimbingan dan konseling?
1.3. Tujuan
1. Agar kita mengetahui dan mengerti mengenai tes bakat.
2. Agar kita mengerti pelaksanaan tes bakat.
3. Mengetahui kegunaan tes bakat tersebut dalam bimbingan dan konseling.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Tes Bakat
A. Menurut para ahli dalam sekarpsikologi.blogspot.com menjelaskan :
1. F.S. FREEMAN

: Tes bakat adalah yang dirancang untuk mengukur


kemampuan potensial seseorang dalam suatu
kegiatanjenis yang khusus dan dalam kisaran terbatas
(1976).

2. R.S. CHOUHAN

: Tes bakat dapat didefinisikan sebagai suatu tes yang


mengukur kemampuan potensi seseorang dalam suatu
aktivitas dari jenis yang khusus dan dalam kisaran
terbatas (1979).

3. KI FUDYARTANTA : Tes Bakat adalah tes Standar Yang dirancang UNTUK


mengukur kemampuan Khusus Yang istemewa
(menonjol) PADA seseorang (Yang biasa disebut
Bakat). Tes Bakat Yang Telah distandar disini dapat
dipakai UNTUK mendiagnosa murah prediksi bidangbidang Dalam, Pendidikan murah Dunia Kerja.
Pengertian Bakat menurut para ahli dalam sekarpsikologi.blogspot.com :
1. FRANK S. FREEMAN : Bakat adalah karakteristik kombinasi indikatif
kapasitas seorang individu untuk memperoleh (dengan
latihan) beberapa pengetahuan khusus, keterampilan,
atau serangkaian respon yang terorganisir, seperti
kemampuan untuk berbicara bahasa, untuk menjadi
seorang musisi, untuk melakukan pekerjaan mekanik
(1976).
2. R.S. CHOUHAN

Bakat adalah sebuah kombinasi dari memperoleh beberapa karakteristik


menunjukkan kapasitas seorang individu untuk mendapatkan beberapa
pengetahuan khusus, keterampilan, atau satu set tanggapan yang terorganisir

seperti kemampuan untuk menjadi seorang seniman atau menjadi montir.


Aptitude berarti bakat individu untuk jenis tertentu kegiatan, kemampuan
untuk mendapatkan kemahiran dalam kondisi yang tepat, yaitu potensi
2

sebagai hadir sebagai diungkapkan oleh kinerja pada tes yang dipilih
memiliki nilai diprediksi.
3.

FUDYARTANTA
Bakat adalah kemampuan Yang Lebih menonjol atau Istimewa PADA
seseorang. Misalnya, seseorang Yang Mempunyai Bakat bahasa Inggris, Maka
AGLOCO sangat Senang bahasa tersebut, Sangat Mudah murah cepat
mempelajarinya, sehingga cakap berbahasa Inggris lisan maupun secara Baik
tertulis (2001).
Dari pendapat-pendapat diatas, dapat di simpulkan bahwa Tes bakat adalah
tes yang mengungkap bakat seseorang,yang juga merupakan kemampuan
intelligensi khusus. Dengan mengetahui bakat seseorang,maka proses
pendidikan dapat diarahkan pada bidang-bidang yang sesuai,sehingga akan
lebih mudah mencapai hasil.
Adapun tujuan diadakannya tes bakat ini adalah:
1. Untuk mengukur bakat atau kemampuan yang mungkin telah dikembangkan
atau masih terpendam dan tidak dipergunakan.
2.

Dapat membantu seseorang untuk mengerti sesuatu yang mungkin dapat


atau tidak dapat berhasil dikerjakannya.

B. Sejarah Perkembangan Tes Bakat


Tes bakat muncul karena pemikiran para psikolog bahwa tes inteligensi hanya
mengukur aspek tertentu dari inteligensi, dimana hal ini saja tidaklah cukup karena
tidak semua aspek penting terwakili karena cakupannya yang agak terbatas. Bahkan
sebelum PD I, para psikolog mulai mengakui perlunya tes-tes bakat khusus untuk
digunakan dalam konseling pekerjaan serta dalam seleksi dan klasifikasi personil
industri dan militer. Sehingga beberapa tes kemudian dimodifikasi menjadi tes bakat,
misalnya pada tahun 1920-an sejumlah tes inteligensi berubah menjadi tes bakat
sekolah. Aplikasi praktis tes selanjutnya menunjukkan perlunya dikembangkan tes
multi bakat (multiple aptitude tes) karena sarana untuk menyusun tes semacam ini
telah tersedia.

2.2. Differential Aptitude Test (Tes Bakat Pembedaan)


Differential aptitude test (DAT), dikembangkan pada tahun 1947 dengan
memandukan prosedur ilmiah dan prosedur pembakuan untuk mengungkap kemampuan
(ability) pria dan wanita pada para siswa kelas IX SMP sampai dengan siswa kelas XII
SMA/SMK untuk tujuan bimbingan kependidikan dan bimbingan karir. Tes ini juga
digunakan dalam konseling pendidikan dan konseling karir bagi para pemuda remaja
yang telah menyelesaikan pendidikannya di sekolah dan dalam penyaringan tenaga kerja.
Tes ini juga dirancang untuk memenuhi keperluan para konselor dalam membantu
memberikan layanan bimbingan dan konseling dan bagi para psikolog dalam membantu
kliennya. Yang termasuk dalam baterai Differentian aptitude test (DAT) adalah sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
A.

Penalaran verbal(verbal reasoning)


Kemampuan angka(numerical ability)
Penalaran abstrak(abstrak reasoning)
Kecepatan dan ketelitian klerikal (clerical speed and accuracy)
Penalaran mekanikal (mechanical reasoning)
Relasi ruang(space relation)
Pemakaian bahasa : mengeja (language usage-1:spelling)
Pemakaian bahasa : tata bahasa (language usage-2 : grammer)
Prosedur pelaksanaan dan penilaian tes bakat pembedaan
1. Material Tes

Buku tes kedelapan subtes dalam perangkat tes bakat pembedaan edisi
tahun 1966 tersedia dalam dua bentuk, form L dan M, masing-masing
bentuk dengan dua buku tes. Tiap buku tes memiliki empat subtes:
o Buku tes 1 : Penalaran verbal, kemampuan angka, penalaran abstrak,
kecepatan dan ketelitian klerikal.
o Buku tes 2 : Penalaran mekanikal, tilik ruang, pemakaian bahasa 1 :

mengeja, pemakaian bahasa 2: tata bahasa


Lembaran jawaban
Jawaban-jawaban ditandai secara terpisah dalam lembaran jawaban yang
dapat diskors dengan tangan dan dengan mesin. Pemakaian tes tentu saja
akan memilih lembar jawaban yang paling sesuai dengan situasinya sendiri,
dan dia harus menyadari keuntungan dan

kerugian atau kekuatan

dan

kelemahan tipe lembar jawaban yang akan digunakannya.


Pensil
Untuk semua tipe lembar jawaban baik yang dinilai dengan tangan maupun
dengan mesin memerlukan pensil yang runcing untuk mengerjakan jawaban

ke dalam lembar jawaban. Untuk itu, semestinya tester menyiapkan beberapa

pensil yang runcing sebagai persediaan tambahan.


Kunci penskoran atau penilaian
Kunci penskoran atau penilaian tersedia untuk tangan dan untuk mesin; tipe
kunci penilai yang akan digunakan bergantung dengan lembar jawaban yang

dipakai (periksa bagian prosedur penskoran atau penilaian).


Format laporan individual
Format laporan individual dirancang untuk pelaporan dan pemberian
informasi tentang hasil differential aptitude test untuk masing-masing
individu siswa yang di Tes.

2. Langkah-langkah pelaksanaan tes


a. Memberikan petunjuk umum kepada siswa tentang manfaat tes dengan uraian
dengan kata-kata yang sederhana yang berkaitan dengan tes yang diberikan
(setiap subtes).
b. Penyediaan alat-alat tulis. Jika tes dinilai dengan tangan maka usahakan setiap
siswa memiliki dua pensil atau pena.
c. Pembagian lembar jawaban yang tepat dan buku tes.
d. Membaca petunjuk untuk setiap subtes dalam buku tes itu sendiri. Sedangkan
siswa membaca petunjuk-petunjuk setiap subtes di dalam hati.
e. Pengaturan waktu pelaksaan tes untuk setiap subtes sesuai dengan batas waktu
yang telah ditetapkan(sebaiknya memakai stopwatch)
f. Pengumpulan bahan-bahan termasuk buku tes dan lembar jawaban yang telah
diisi.
3. Prosedur penilaian (penskoran)
Differential aptitude test dapat dinilai (diskor) dengan tangan (hand scoring)
maupun dengan mesin (mechine scoring). Kuncinya berbeda antara form L dan
M. skors untuk masing-masing tes adalah jumlah jawaban yang benar. Hanya
satu jawaban yang diperbolehkan untuk masing-masing item dalam setiap tes.
Bila dinilai atau diskor dengan manual, diperlukan untuk memeriksa lembar
jawaban untuk menentukan apakah siswa menandai dua pilihan atau lebih
terhadap beberapa item. Jika ada dua pilihan atau lebih ditandai untuk satu item,
item itu harus diabaikan dari penilaian. Cara yang lebih efisien untuk menangani
item yang ditandai secara ganda ini dengan menarik suatu garis merah yang
sejajar melalui semua jawaban item ganda. Bila pemberi skors menempatkan
kertas di atas lembar jawaban, tanda-tanda merah akan kelihatan melalui lubang
dan item ini dengan mudah bisa disisihkan dari perhitungan.
5

Pemberian skors harus telah begitu yakin bahwa dia dengan tepat atau benar
menempatkan kertas penskoran diatas lembar jawaban dan bahwa dia mencatat
skors dalam tempat yang cocok.
B. Peranan tes bakat pembedaan dalam pemilihan program studi dan karir
Setelah para siswa memahami bakat-bakat yang dimilikinya berdasarkan profil
hasil pengukuran tes bakat pembedaan yang diberikan kepada para siswa, maka
secara langsung berperang sebagai bahan informasi yang bermakna dan akurat
kepada siswa terutama dalam membantu mereka mengambil jenis-jenis keputusan
yang bersangkutanpaut dengan pemilihan program (jurusan) di SMA memilih studi
sambungan setelah tamat sekolah, serta karir-karir yang perlu dipertimbangkan
untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Bagi sekolah, skors tes bakat pembedaan ini akan bermakna terutama untuk
membantu menentukan siswa-siswa manakah yang cocok untuk ditempatkan dalam
program-program atau kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
2.3. The General Aptitude Test Battery (GATB)
The general aptitude test battery (GATB) dikembangkan dalam tahun 1940 oleh
united state employment servise untuk memenuhi kebutuhan tes yang bisa dipergunakan
untuk berbagai tujuan. Tes ini adalah hasil dari penelitian yang dilaksanakan beberapa
tahun dalam karakteristik pekerja dan pengembangan tes.
Tes bakat baterai umum (GATB) adalah suatu tes yang berhubungan dengan jabatan
yang berorientasi pada beberapa tes bakat baterai yang mengukur sembilan bakat dalam
delapan tertulis serta empat perangkat tes.
A. Penggunaan the general aptitude test battery (GABT)
Hasil-hasil tes GATB bermanfaat dalam bermacam-macam hal untuk membantu
koselor (guru pembimbing) dalam memberikan bantuan terhadap klien, terutama
untuk:
a. Pemahaman diri klien yang lebih mendalam dalam hubungannya dengan
b.

kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan bekat-bakatnya.


Menentukan di mana klien berada, yang berhubungan dengan bakat-bakatnya,
dalam berhubungan dengan orang lainnya dalam angkatan kerja (menggunakan

c.

norma-norma populasi pekerjaan umum).


Menentukan potensi bakat klien untuk jabatan khusus (menggunakan norma

d.

norma tes bakat baterai khusus).


Menentukan potensi bakat-bakat klien untuk mengelompokkan jabatan
(menggunakan norma-norma pola tes bakat jabatan)
6

e. Menentukan potensi bakat klien dalam pendidikan dan pelatihan tertentu


(menggunakan semua norma yang telah dikemukakan dalam b,c,dan d di atas)
B. Karakteristik teknis tes bakat GATB
a. Kepraktisan
1. Waktu pelaksanaan relative singkat dengan memperoleh informasi yang
cukup banyak.
2. Pelaksanaan dan penskoran dapat dipelajari dengan mudah.
3. Dua papan perlengkapan adalah kompak, mudah dibawa, dan relative
murah.
4. Buku tes dan papan perlengkapan dapat dipergunakan kembali.
b. Reliabilitas
Karakteristik studi ini sebagian besar memperhaitkan stabilitas atau
konsistensi pengukuran dan secara langsung dapat diperbandingkan dengan
c.

bentuk pengganti.
Validitas
Studi validitas telah dilaksanakan pada tes GATB lebih dari dua puluh lima

tahun.
d. Standarisasi
GATB adalah suatu tes baku. Oleh karena itu, pelaksanaan tes harus
dilakukan menurut kondisi yang telah ditetapkan dan tes ini harus diskors dalam
suatu cara yang telah ditetapkan sebelumnya(manual pelaksanaan dan
penskoran GATB bagian 1). Juga, data yang berkenaan dengan kelompok
normative yang ditarik yang ditarik sebagai suatu sampel representative, dalam
menggambarkan suatu populasi (populasi pekerjaan umum).
2.4. Penggunaan Tes Bakat dalam Program Layanan Bimbingan dan Konseling
Bakat atau kemampuan khusus sebagai potensi yang dimiliki individu siswa perlu
sekai digali agar tampil dan dapat diaplikasikan dengan tepat sesuai dengan bidangnya.
Hal ini penting sekali diterapkan khususnya dalam rangka program layanan bimbingan
karir, umumnya dalam program layanan bimbingan dan konseling di sekolah, yaitu untuk
mengetahui kekuatan dan kelemahan kemampuan individu siswa agar siswa mampu
memahami dirinya (pemahaman diri) terutama bakat-bakatnya. Dengan mengetahui
secara jelas kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, individu siswa akan mampu untuk
membuat perencanaan dan keputusan kariernya di masa depan.

BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Dari isi makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa tes bakat adalah adalah tes yang
mengungkap bakat seseorang,yang juga merupakan kemampuan intelligensi khusus. Tes
bakat pembedaan adalah yang dibuat dengan maksud agar dapat mengukur kemampuan
mental dari beberapa faktor bukan hanya satu faktor saja sehingga skor yang dihasilkan
tidak pula hanya satu akan tetapi ada beberapa sesuai dengan kemampuan yang diukur.
Sedangkan tes GATB adalah Tes bakat baterai umum (GATB) adalah suatu tes yang
berhubungan dengan jabatan yang berorientasi pada beberapa tes bakat baterai yang
mengukur sembilan bakat dalam delapan tertulis serta empat perangkat tes.
3.2. SARAN
Dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Sukardi,Dewa Ketut dan Nila kusmawati.2008. Proses Bimbingan dan Konseling di


Sekolah;untuk memperoleh angka kredit. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi, Dewa Ketut dan Nila Kusmawati.2009.Analisi Tes Psikologis Teori dan Praktek;
dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhammad Nurhayadi.2009. Tes Bakat. sekarpsikologi.blogspot.com. 03- 2009 jam 02:56.

10