Anda di halaman 1dari 7

1. Pengertian Komunikasi Bisnis?

Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang
mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun
komunikasi non verbal untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Hambatan Komunikasi Bisnis?
Gangguan
Informasi berlebihan
Perbedaan persepsi
Perbedaan bahasa
Lingkungan terbatas
Taktik yang memperdaya
3. Fungsi Teknologi?
Sebagai sarana atau alat untuk mempermudah didalam berkomunikasi
4. Komunikasi yang efektif ? Apa saja yang terkait ?
Membuat suatu pesan secara lebih berhati-hati yang perlu diperhatikan adalah

memperhatikan maksdu dan tujuan berkomunikasi dan audiens yang dituju


Meminimalkan gangguan dalam proses komunikasi yang berhati-hati komunikator
dapat membuat audiensnya lebih mudah memusatkan perhatian pada pesan yang
disampaikan dengan lisan (oral) akan efektif bila lokasi atau tempat penyampaian

pesan teratur, rapi, nyaman, sejuk, dan sebagainya


Mempermudah upaya umpan balik antara pengirim dan penerima pesan agar
memberikan umpan balik (feedback) tersebut memberikan suatu manfaat yang
cukup berarti, cara dan waktu penyampaiannya harus direncanakan dengan baik.

5. Gaya kepemimpinan dalam komunikasi?


1) Teori X dan Y
Dikemukakan oleh Douglas Mc Gregor : Teori X dan Y berdasarkan pada berbagai
asumsi yang berbeda, dimana teori X diasumsikan cenderung negative, sedangkan
teori Y cenderung positif
2) Empat gaya kepemimpinan, menurt Ludlow dan Panton
Pengarahan (Directing)
Gaya kepemimpinan ini tepat digunakan pada situasi dan kondisi dimana para
karyawan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam pelaksanaan suatu
tugas. Hal ini juga dilakukan saat kondisi pekerjaan cukup kompleks dan sulit

sehingga manajer perlu lebih detail mengarahkan karyawannya.


Pembekalan
Gaya Kepemimpinan ini digunakan pada situasi dan kondisi dimana para
karyawan

memiliki

pengalaman

serta

motivasi

cukup

tinggi

dalam

menyelasikan setiap pekerjaannya. Manajer tidak perlu rinci menjelaskan

pekerjaannya.
Dukungan

Gaya kepemimpinan supporting ini tepat digunakan pada situasi dan kondisi
dimana para karyawan telah menganl teknik yang dituntut dan telah
mengembangkan hubungan yang baik dengan seorang manajer. Dalam hal ini,
seorang manajer lebih banyak terlibat dalam berbagai keputusan kerja dan

para karyawan yang member masukan demi prestasi kerja.


Pendelegasian
Gaya ini tepat untuk situasi dan kondisi dimana para karyawan telah
memahami dengan baik tugas yang harus diselesaikan sehingga mereka layak
untuk menerima pendelegasian dari manajer, manajer tetap harus melakukan

monitoring atas kinerja karyawan sehingga kinerja tetap pada jalurnya.


3) Gaya Kepemimpinan Situasional
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang manajer mengikuti perubahan
yang terjadi dalam kondisi dan situasi organisasi yang dipimpinnya. Hal ini
disebabkan karena organisasi yang merupakan lingkungan di mana komunikasi
terjadi antara manajer dan karyawan bersifat dinamis dan tidak statis. Ketika
seorang manajer menghadapi kondisi dimana karyawan adalah orang yang tidak
berpengalaman maka gaya kepemimpinan akan berubah seiring perubahan
kemampuan karyawan yang kemudian makin membaik kinerjanya.
Ada tiga kemampuan atau ketrampilan penting yang perlu diperhatikan dalam
menerapkan kepemimpinan situsional tersebut, antara lain :
a. Ketrampilan analistis merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang
manajer dalam melakukan evaluasi atau penilaian kinerja bawahan (karyawan)
dalam melaksanakan pekerjaan mereka.
b. Ketrampilan fleksibilitas penerapan gaya

kepemimpinan

kadang

kala

diterapkan secara kaku, tetapi dapat juga diterapkan secara luwes tergantung
pada situasi dan kondisi yang ada.
c. Ketrampilan komunikasi merupakan ketrampilan yang harus dimilki oleh
seorang manajer untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada bawahan,
termasuk bagaimana ia harus menjelaskan perubahan gaya kepemimpinannya
kepada bawahannya.
4) Kepemimpinan inti
Pemimpin yang efektif harus mampu menerapkan gaya kepemimpinan setelah ia
memahami dengan tepat kondisi lingkungan kerja dan latar belakang karyawan.
Pemimpin yang dinamis mampu menerapkan lima keahlian inti (core leadership)
yaitu :
Empowerment (Pemberdayaan)
Merupakan kemampuan pemimpin dalam berbagi pengaruh (power) dan
pengendalian (controlling) dengan karyawannya. Hal ini tentu sulit mengingat
butuh keberanian untuk berbagi resiko. Namun manajer yang baik akan
berhasil memberdayakan karyawan untuk kepentingan organisasi dan
karyawan itu sendiri sehingga menghasilkan pemimpin baru nantinya

Intuisi
Intuisi adalah keyakinan bawaan dalam diri seseorang mengenai sesuatu
tanpa pertimbangan sadar. Pemimpin kadang memutuskan suatu karena
merasa benar atau firasat. Namun kemampuan itu sesungguhnya tidak datang
begitu saja melainkan merupakan hasil pengalaman dan latihan bertahuntahun dalam pengambilan keputusan dan situasi serupa.
Pemahaman diri
Seseorang pemimpin yang baik harus memahami kekurangan dan kelebihan
yang dimiliki. Dengan peta kekuatan dan kekurangan tersebut maka akan
membantu dirinya mengembangkan diri di masa depan untuk lebih baik lagi
Visi
Visi merupakan kemampuan untuk berimajinasi pada situasi yang berbeda dan
situasi yang lebih baik lagi dengan cara bagaimana mencapainya
Kesesuaian nilai
Dalam hal ini (value congrue) merupakan kemampuan untuk memahami dan
memadukan prinsip organisasi dengan nilai karyawan. Ketidaksesuaian antara
keduanya

akan

berdampak

pada

terganggunya

kelancaran

kegiatan

operasional organisasi seperti pemogokan, unjuk rasa dsb


6. Lintas Budaya ?
Komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis
baik berkomunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor
budaya di suatu daerah, wilayah, atau Negara. Pengertian lintas budaya dakam hal ini
bukanlah semata-mata budaya asing (internasional), tetapi juga budaya yang tumbuh
dan berkembang di berbagai daerah dalam wilayah suatu Negara.
Komunikasi antarbudaya adalah suatu proses mengirimkan dan menerima pesanpesan antar orang-orang yang latar belakang budayanya dapat membawa mereka
mengartikan tanda-tanda verbal dan nonverbal dengan cara berbeda.
7. Pengertian Good News, Bad News, Good Will
Good News adalah Kabar baik atau pesan-pesan yang menyenangkan bagi audiensnya
Bad News adalah Kabar buruk atau pesan-pesan yang kurang menyenangkan bagi
audiensnya
Good Will adalah suatu perasaan positif yang dapat mendorong orang untuk menjaga
hubungan bisnis.
8. Surat formal, bisnis, kartu nama?
Surat formal adalah suatu sarana komunikasi dalam bentuk tulisan yang digunakan
dalam situasi formal/ resmi dan dibuat sesuai dengan aturan-aturan tertentu yang sudah
ada
Fungsi :
Surat bisnis adalah surat yang digunakan oleh seseorang, lembaga organisasi atau
institusi untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis secara tertulis kepada pihak lain

dengan media tertentu, misalnya: pengiriman lewat pos, facsimile, telepon seluler (HP),
atau lewat dunia maya (internet)
Fungsi Surat bisnis :
1. Sebagai wakil atau duta pengirim surat. Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, surat
bisnis berfungsi sebagai pembawa pesan-pesan bisnis dari pengirim pesan kepada
2.

pihak lain
Alat untuk menyampaikan pemberitahuan, permintaan, atau permohonan, buah

pikiran atau gagasan yang berkaitan dengan masalah masalah bisnis.


3. Alat bukti tertulis (dokumen tertulis), misalnya surat perjanjian jual beli, surat
perintah kerja, surat kerja sama, surat bukti tanda terima, dan faktur
4. Alat untuk mengingat, misalnya surat-surat bisnis yang diarsipkan
5. Bukti sejarah (historis), misalnya surat izin pendirian perusahaan, surat kepailitan
usaha, dan surat penggabungan usaha
6. Pedoman kerja, misalnya surat keputusan dan surat perintah
7. Media promosi bagi pengirim surat.
Kartu nama adalah media informasi yang dibuat untuk memperkenalkan instansi,
lembaga, perusahaan, atau seseorang dan juga memberikan informasi produk dan
/atau layanan jasa.
Fungsi :
1. Sebagai sarana promosi produk atau layanan jasa
2. Sebagai pengingat jika seseorang butuh produk atau layanan jasa karena pada
kartu nama tercantum nama alamat dan kontak person.
9. Syarat laporan bisnis yang baik ?
laporan bisnis yang baik mencakup tiga hal yaitu informasi akurat, isinya menunjukkan
suatu pertimbangan yang baik dan format, gaya dan organisasinya sesuai dengan
kebutuhan pembaca.
1. Akurat
Hal pertama yang perlu diperhatikan oleh seseorang penulis laporan bisnis
adalah bagaimana mengatakan suatu kebenaran. Beberapa hal berikut ini akan
dapat membantu mengatasi kemungkinan terjadinya distorsi, sebagai berikut :
a. Jelaskan fakta atau peristiwa yang terjadi secara konkret.
b. Laporkan semua fakta yang relevan.
c. Tempatkan fakta yang ada dalam suatu perspektif.
d. Berikan bukti-bukti terhadap kesimpulan yang Anda buat.
e. Sajikan hanya bukti yang valid dan mendukung kesimpulan Anda.
f. Jaga bias peribadi Anda dalam suatu laporan.
2. Keputusan yang baik
Laporan bisnis dibuat tidak hanya untuk kepentingan pihak intern saja,tetapi
juga pihak ekstern organisasi. Di lain pihak, pembaca akan merasa senang
membaca suatu laporan yang mencakup lima hal berikut ini :
a. Adanya ide pokok pada permulaan suatu laporan.
b. Melihat fakta-fakta yang tersedia.

c. Menerima uraian atau cerita secara menyeluruh.


d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
e. Mempelajari sesuatu yang dapat membuat pekerjaan atau tugas-tugas mereka
menjadi lebih mudah.
3. Format, gaya dan organisasi yang responsif
Sebelum menulis, Anda harus memutuskan apakah akan menggunakan format
surat, memo atau manuskrip; apakah menggunakan gaya formal atau informal.
Dalam hal ini, ajukan Anda sendiri pertanyaan berikut :
a. Siapa yang berinisatif membuat laporan? sukarela disusun atas dasar inisiatif
Anda sendiri, sehingga rinci dan perlu mendapat dukungan; sedangkan laporan
otoritas disusun atas permintaan orang lain.
b. Apa subyek yang akan dimasukkan ke dalam laporan ? subyek dari suatu
laporan bisnis akan berpengaruh terhadap perbendaharaan kata maupun
format penulisannya.
c. Kapan suatu laporan dibuat ? sangat tergantung pada jenis laporannya,
apakah laporan rutin atau laporan khusus. Laporan rutin dibuat atas dasar
waktu, apakah harian, bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan. Laporan
khusus dibuat manakala dalam suatu organisasi terjadi situasi tertentu yang
tidak bersifat rutin, seperti kondisi penjualan produk di pasar yang menurun
secara drastis setelah munculnya produk sintetis atau pemalsuan produk.
d. Ke mana laporan akan dikirim ? suatu laporan dapat digunakan untuk
kepentingan intern maupun ekstern organisasi.
e. Mengapa suatu laporan dibuat ? untuk laporan informasional isinya
memfokuskan pada fakta-fakta yang ada dalam suatu organisasi; sedangkan
laporan analitikal mencakup analisis, penafsiran, kesimpulan dan rekomendasi.
f.

Bagaimana sikap pembaca ? bila pembaca setuju terhadap isi suatu laporan,
materi yang disajikan menggunakan urutan langsung (direct order), yang
dimulai dengan ide-ide pokok (hasil temuan, kesimpulan dan rekomendasi).

10. Jenis wawancara ?


Wawancara terstruktur (structured interview) umumnya digunakan pada tahap
penyaringan, pemberi kerja mengendalikan wawancara dengan menanyakan

serangkaian pertanyaan yang disiapkan dalam perangkat yang diatur.


Wawancara terbuka (open ended interview) tidak formal dan tidak terstruktur,
dengan format yang santai. Pewawancara melemparkan pertanyaan luas yang
bersifat terbuka dan mendorong Anda untuk berbicara dengan bebas. Jenis
wawancara ini baik unruk memerlihatkan kepribadian Anda dan untuk menguji

penilaian profesional. Jadi berhati-hati Anda perlu mencari keseimbangan antara

bersikap bersahabat dan mengingat bahwa Anda berada dalam situasi bisnis.
wawancara kelompok (group interview), bertemu dengan beberapa kandidat
secara serentak untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi, jenis wawancara ini

berguna untuk menilai ketrampilan antarpribadi.


Wawancara tekanan (stress interview). Anda diberi pertanyaan tajam yang
dirancang untuk membuat Anda jengkel atau tidak tenang, atau Anda dihadapkan
pada kesunyian dalam periode yang panjang, kritikan terhadap penampilan,

interupsi yang disengaja dan reaksi semena-mena.


Wawancara video (video interview). Banyak perusahaan besar menggunakan
sistem konferensi video (videoconferencing) untuk menyaring para kandidat di

universitas.
wawancara situasional (situational interview) atau wawancara perilaku (behavior
interview) dalam hal ini pewawancara akan menguraikan situasi dan bertanya.
Bagaimana Anda menangani hal ini ? atau meminta Anda untuk menguraikan cara
Anda menangani beberapa situasi di masa lalu.

11. Mengapa Negosiasi Penting?


Negosiasi penting dikarenakan diperlukan untuk mencapai kesepakatan antara kedua
belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan atau keinginan kedua belah pihak
sehingga memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak.
12. Perbedaan Rapat Bisnis dan Non Bisnis?
Yang membedakan rapat bisnis dan non bisnis adalah tujuan atau orientasi
penyelanggaraan sebuah pertemuan. Rapat bisnis tujuan atau orientasinya adalah
bisnis. Berbicara tentang bisnis, pada akhirnya adalah bagaiman suatu perusahaan
memperoleh keuntungan (laba). Sementara rapat non bisnis tujuan atau orientasinya
bukan berorientasi pada bisnis, misalnya untuk tujuan sosial kemasyarakatan,
peningkatan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
Dilihat dari sisi formalitasnya, rapat non bisnis bersifat formal dan tidak formal. Rapat
non bisnis yang dilakukan oleh instansi pemerintah bersifat formal. Sedangkan rapat
non bisnis yang dilakukan oleh warga masyarakat untuk membahas kebersihan dan
peduli lingkungan sekitarnya termasuk tidak formal.
13. Presentasi Bisnis?
Persiapan Presentasi Bisnis adalah

Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan merupakan


salah satu syarat penting agar apa yang ingin disampaikan kepada audiens dapat
mencapai sasaran. Ketidaksiapan terhadap materi yang akan dipresentasikan
bukan saja menghambat penyampaian pesan kepada audiens, tetapi juga akan
memberikan citra (image) yang kurang baik bagi pembicara yang bersangkutan.

Pengusaan berbagai alat bantu presentasi yang baik disamping penguasaan materi
yang baik, yang juga penting adalah bagaiamana seorang pembicara mampu
memanfaatkan berbagai alat bantu presentasi bisnis demi pencapaian tujuan yang

dikehendaki.
Menganalisis audiens agar tujuan presentasi bisnis dapat tercapai dengan baik,

seorang pembicara perlu mengenal siapa sebenarnya yang menjadi audiens.


Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat usaha untuk presentasi agar
presentasi bisnis yang dilakukan tersebut dapat mencapai tujuan,

seorang

pembicara perlu mengenal lebih dekat lingkungan lokasi atau tempat ia akan
melakukan presentasi bisnis.
Secara umum, presentasi bisnis memiliki 4 tujuan pokok, yaitu :
Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens salah satu tujuan presentasi
bisnis yang paling umum adalah menyampaikan atau menginformasikan (inform)
pesan-pesan bisnis kepada bisnis kepada audiens (audience). Pesan-pesan bisnis
yang disampaikan tentu saja harus menarik, sederhana,mudah dipahami dan enak

didengar audiens.
Menghibur audiens mempunyai tujuan untuk menghibur (entertain) audiens.
Artinya, untuk mencapai tujuan presentasi bisnis seorang pembicara perlu
menyelipkan humor-humor segar yang mampu menghidupkan suasana. Namun
demikian, suasana dalam presentasi bisnis juga perlu dikendalikan, jangan sampai

lepas kendali sehingga suasana tak ubahnya seperti dagelan atau lelucon.
Menyentuh emosi audiens selain memberi informasi dan menghibur, presentasi
bisnis juga memiliki tujuan untuk dapat menyentuh emosi

(emotion) audiens.

Seorang pembicara yang berpengalaman tentunya tahu bagaimana menyampaikan

pesan-pesan bisnis yang mampu menyentuh emosi audiens.


Memotivasi audiens untuk bertindak tujuan akhir presentasi bisnis adalah
memberikan motivasi (motivation) kepada audiens untuk melakukan atau bertindak
sesuatu sesuai yang dikehendaki pembicara.