Anda di halaman 1dari 3

The Clown : The Begining of

Death
CHAPTER 01
Hoamm, pagi ini terasa sangat melelahkan. Aku bahkan tak tahu harus memulai
kerjaanku dari mana. Bagi seluruh siswa segera menuju ke lapangan upacara karena upacara
akan dimulai 5 menit lagi, Sial! Suara itu membuatku makin terganggu, kenapa pagi ini ada
upacara sih? Padahal bukan hari Senin. Ayo Zam! Jangan ngelamun aja, sebentar lagi
upacara ahh suara temanku, Faiq yang menggelegar di seluruh telingaku. Iya iya, sabar, ini
juga masih ambil topi.
Selama upacara berlangsung aku tak terlalu peduli dengan agendaagendanya.Amanat pembina upacara, hee ada amanat?. Belakangan ini banyak tersiar
tentang kabar tak mengenakkan, hmm menarik.Tentang adanya pembunuh badut yang
berkeliaran di kota ini, Kami dari pihak kepolisian sudah menangani kasus ini dua bulan lalu
dan kami sampai sekarang masih menyelidikinya, langsung saja banyak teman-teman yang
langsung berbicara tentang berita itu. Bahwa ada pembunuh berantai yang memakai baju
badut, entah kenapa berita ini terdengar menarik bagiku.
Eh emang bener itu beritanya? tanyaku pada Haidar. Ya iyalah, emang kamu nggak
lihat berita apa? Enggak, lagian aku jarang lihat berita Ya jelaslah, kerjaanmu kan cuma
tidur aja hahaha ha ha
Aku langsung tak menggubrisnya karena ejekannya tadi . Memang benar kalau aku
selalu tidur dikelas, tapi itu karena malamnya aku bekerja paruh waktu di sebuah cafe. Ya, aku
hidup sendirian kurang lebih sudah 3 tahun karena keluargaku sekarang tinggal di luar kota,
sementara aku masih bersekolah di kota ini. Beberapa bulan ini aku merasa tak ingin banyak
meminta uang dari orang tuaku, jadi aku bekerja agar mendapat uang saku sendiri.
Izzam kan malamnya kerja di cafe, jadi iya gampang ngantuk hehe ah suara itu, pasti
Famila. Ia adalah orang yang pertama kali tahu kalau aku bekerja di kafe. Aku tidak terlalu
peduli dengan hal itu, yang penting aku kerja aku dapat uang.Tumben sekali kamu berada di
pihakku hahaha sekali-sekali berada di pihak orang sepertimu tak salah kan? iya terserah
deh. Oh iya, kamu tahu tetang berita pembunuh badut itu? Iyap Ceritakan padaku!
Baiklah, aku mendengar berita itu dari salah satu temanku, katanya pembunuh badut ini
membunuh korbannya dengan cara yang tidak biasa dan mereka para korban kehilangan
jantung mereka, katanya sih untuk dimakan, hii... Hmm...menarik, hanya saja cara itu
sepertinya kurang efisien kan? Hah? Maksudku, jika ia ingin membunuh korbannya kenapa
tak langsung membunuh mereka dengan pisau atau langsung saja penggal kepalanya
ditambah lagi cara membunuhnya tidak keren sama sekali, kalau aku pasti akan kusayat-sayat
tubuh korbannya dan mengeluarkan isi perutnya untuk kujadikan hiasan rumah Hmm...
tapi... Tapi apa? Ah sudahlah lupakan.
Selama dua bulan tersebut, kami menemukan bukti bahwa pembunuh tersebut selalu
mengincar korbannya jauh-jauh hari dan semua korbannya adalah anak-anak SMA, jadi kami
sarankan bagi para siswa untuk tidak terlalu lama berada di sekolah ataupun saat keluar
rumah ah jadi korbannya anak SMA, ini sangat menarik perhatianku. Setahuku di sekolah ini
belum ada korban dari pembunuh badut itu. Aku ingin melakukannya lagi....
CHAPTER 02
Hmm...menarik, hanya saja cara itu sepertinya kurang efisien kan? hah? Kurang
efisien? Emangnya membunuh itu perlu efisiensi?
Maksudku, jika ia ingin membunuh korbannya kenapa tak langsung membunuh
mereka dengan pisau atau langsung saja penggal kepalanya ditambah lagi cara
membunuhnya tidak keren sama sekali, kalau aku pasti akan kusayat-sayat tubuh korbannya
dan mengeluarkan isi perutnya untuk kujadikan hiasan rumah jadi menurutmu membunuh
itu keren?.
Pernyataannya tentang cara membunuh dan ketertarikannya akan berita ini
membuatku merasa dia orang yang aneh dan menakutkan, walaupun ia dari luar terlihat
seperti itu. Tapi ia tetap temanku yang paling berharga. Aku tahu betul sudah 4 bulan ini ia
bekerja di Cafe Gremorine, yang nggak terlalu jauh dengan tempat tinggalnya. Apakah karna
kerja disana ia jadi kayak gini? Aku hanya tidak ingin temanku ini jatuh ke jurang yang gelap
dan dalam. Hei Fam Iya ada apa? aku ingin melakukannya lagi Melakukan apa? Nanti
kau juga akan tahu hehehe Entah kenapa kata-katanya membuatku merinding. Sebenarnya
kau kenapa Zam! Kau sekarang terlihat berbeda dari Izzam yang ku kenal. Ah sial aku tak
ingin memperdulikannya. Toh, besok paleng ia juga lupa.

Hari ini sekolah memulangkan siswanya lebih cepat. Yipee!!! Aku sangat senang, kapan
lagi hari bebas kayak gini.Tumben banget hari ini kita dipulangkan cepet Denger-denger sih
katanya guru-guru pada rapat ngebahas soal yang tadi Tadi? Iya, soal pembunuh berantai
itu lo Owh. Hari ini aku tak ingin terlalu dipusingkan dengan berita itu, aku ingin segera ke
kostku. Yap aku memang anak kostan karena rumahku yang jauh dari sekolah. De ayo nanti
malam ke kostku ngerjain KTI mumpung besok kamis bebas Iyaa.
Malam ini kerjaanku Cuma nulis KTI, ya nggak begitu sulit sih, sudah terbiasa soalnya.
Eh kamu tahu nggak tentang pembunuhan itu ah pertanyaaan itu lagi muncul.Nggak de
Ah masa? Bukannya kamu tadi tertarik Nggak tuh, cepet kerjain bagianmu! Hai hai
sensei. Ngomong-ngomong mana sih Yusta, lama banget dia.Ting tong ah itu pasti dia.
Bukannya Yusta tapi malah Bu Minah, Tetangga ibu kos. Ada apa bu, kog kelihatan panik
gitu? A..anu dek, temenmu ada yang meninggal Dug! Jantungku terasa mau berhenti, ini
pasti bohong! Si..siapa bu? Kalau tidak salah namanya Syamsul dek Apa! bohong!
Bohong! Ini pasti bohong!. Aku segera berlari menuju ade, ku tak kuasa menahan tangis. De
Syamsul meninggal dia Cuma bias dia melihatku menuturkan kata-kata itu.
Esoknya sekolah berkabung, suasana hening dan penuh denggan keseidhan terasa di
kelassku, karena ia teman sekelas. Kenapa ini terjadi... suara temanku, Putri yang disertai
tangisan ini membuat seluruh kelas terhenyak. Aku hanya bias duduk diam melihat temanku
ini yang tak bias mengendalikan kesedihannya, berbeda dengan yang lain yang sama
sepertiku.
Hei... suara itu HEI FAM! a..apa? kulihat Izzam melambaikan tangannya kepadaku,
ah kenapa dia datang di saat yang tidak tepat, aku butuh keheningan, ini suasana haru, aku
tak ingin kau merusaknya!. Kemari, aku akan memberitahumu sesuatu yang sangat
penting!. Akhirnya aku keluar kelas, kulihat dia sedang memutar sebuah pisau kecil dengan
jemarinya, sangat cepat sampai-sampai aku tak bias melihat pisau tersebut.Kau tahu tentang
kematian Syamsul? Apa yang kau tahu? Sepertinya kau sangat tertarik Cepat katakan!
Jangan banyak bicara baik baik, sepertinya kondisimu saat ini sangat syok dan tertekan Ah
terserah! Apa infonya? Kau tahu apa yang ku bawa ini? Ini jenis pisau yang digunakan
pelaku untuk membunuhnya Plakkk suara tamparanku ke arahnya sangat keras, hingga
teman-temanku melihatnya. APA MAKSUDMU! DIA MENINGGAL KARENA SAKIT! JANGAN
SEMBARANGAN! baru pertama kali ini aku merasakan kemarahan yang tak tertahankan, ingin
sekali kupukul wajahnya.Dia hanya terdiam sambil tersenyum ke arahku APA YANG KAU
LIHAT! HAH? DASAR ANEH! KAU LAKI LAKI ANEH YANG PERNAH KUTEMUI! Hentikan!!! suara
itu? Jangan mengolok-ngolok! A...Alul? Fam apa kau tak tahu jika kematian Syamsul karena
dibunuh? apa? Ini tidak mungkin! Kau pasti bercanda kan lul? Aku dengar dari guru ia sakit
lul Tidak fam, ini kenyataannya. Para guru hanya ingin menutupinya Ja...jadi yang
dikatakan Izzam memang benar?. Aku terdiam dan mereka semua melihatku seperti tak
membayangkan perilakuku akan seperti tadi. Aku tak tahu harus berbuat apa, Sudah-sudah
ini cuma salah paham, lagipula aku yang salah, bicara seenaknya padahal suasana lagi kayak
gini katanya Tapi zam? Sudahlah. Mereka semua kembali kekelasnya masing-masing,
hanya tersisa aku,Izzam dan Alul. Aku tak bisa berkata-kata, hanya saja...maaf.
CHAPTER 03
Naufalul Ikbar, ya itu namaku. Mungkin terdengar biasa, tapi aku suka. Kehidupanku
biasanya santai-santai saja, tak terlalu baik juga tak terlalu buruk. Namun, beberapa hari ini
aku sedikit terusik tentang berita diskolahku, berita tentang pembunuh berantai yang
mengenakan kostum badut berkeliaran di sekeliling kota, membunuh dengan cara yang tidak
biasa yaitu semua korban kehilangan organ jantungnya, yang aneh lagi sang pelaku
melakukan setiap pembunuhan denga cara membentuk tubuh korban menjadi sebuah sesuatu
yang disebut dengan karya walau itu bukan karya sama sekali, aku pernah dengar salah satu
korban ada yang dipotong kedua tangannya dan dijahitkan di mulutnya seperti membentuk
tikus tanah hidung bintang, mengerikan!
Sore ini seperti biasa aku duduk di depan ruang data sekolah. Yak arena hari ini tak ada
les atau pun tambahan jadi kuputuskan untuk ngenetHai lul, mau membantuku? Membantu
apa? Bantu aku menyelidiki kasus pembunuhan itu Hah? Ini anak lagi ngimpi apa?
Sudahlah jangan banyak berpikir, tinggal bilang mau atau enggak? Kan analisismu biasanya
yang paling mendekati kebenaran? Emang apa untungnya zam zam, biar polisi yang
menanganinya. Dia hanya menggeleng-geleng kepala, ish ish ish, polisi pasti nanti juga
butuh bantuan kita Hah? Memang kamu detektif? Enggak tapi... Ah sudahlah Kalau
menunggu lama nanti ada korban kupergi meninggalkannya tak peduli tetang ocehannya
soal pembunuh itu lagi pula buat apa si pembunuh itu membunuh para siswa SMAku.
Hari ini hari terburuk yang pernah aku alami, bukan, lebih tepatnya yang kami alami.
Kata-kata Izzam benar-benar terjadi. Syamsul, teman kami, ia meninggal dan yang lebih
parahnya lagi ia dibunuh. Pertama kali mendengarnya kukira ini hanya berita bohong, namun

saat berita tersebut masuk berita nasional aku langsung syok, bahkan ini seperti mimpi buruk
yang kualami. Famila bahkan menampar Izzam saat ia berkata bahwa Syamsul dibunuh. Ya
semoga Famila segera baikan dengannya.
Ah! Pembunuh itu! Aku sampai lupa.The Clown, ya dia badut sialan yang berkeliling
kota hanya untuk membunuh siswa-siwa SMA yang tak berdosa. Aku selalu bingung apa
sebenarnya maksud dari pembunuh itu,ia bahkan tega membunuh Syamsul dan
membentuknya seperti anjing, orang biadab!.
Aku akan benar-benar mencari tahu siapa dalang kelakuan keji ini. Ku tarik pergi kakiku
menuju seseorang. Ya, ia yang selalu mengerti bagaimana keadaanku, walaupun hal ini
mungkin juga dirasakannya.Ia adalah orang yang akan sangat berguna saat seperti ini. Orang
yyang pasti akan membuat Izzam senang, ya walupun aku belum mengatakan akan ikut
bersamanya dalam menyelidiki kasus gila ini. Setelah berkeliling cukup lama akhirrnya
kutemukan dia, Oi put! Kita punya kasus! ya kasus yang akan membawa pada kebenaran
atau kematian kita?