Anda di halaman 1dari 4

Histologi Ovarium

. Histologi Ovarium.
Ovarium merupakan organ endokrin maupun eksokrin, yakni penghasil hormon dan sel
gamet.
Struktur histologi.
Permukaan ovarium dilapisi sel epitel kuboid kompleks (kubus banyak lapis) yang makin keatas
menjadi squamus kompleks.
Ovarium terbagi menjadi dua daerah, yaitu :
- Daerah Korteks (Zona parenchymatosa)
- Daerah medulla ( Zona vasculosa)
Pada korteks ditemukan banyak folikel dengan berbagai tahap perkembangan (folikel primer,
sekunder, tertier, folikel de graff, dll).
Fossa ovulasi (terlihat jelas pada ovarium kuda).
Pada medulla :tersusun dari jaringan ikat longgar, vasa darah.
Gambar 1 : Struktur Pembagian Daerah Ovarium.
Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan betina.
Vertebrata, termasuk manusia, memiliki dua ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan
mengeluarkan hormon.

Sebagian besar burung hanya memiliki satu ovarium yang dapat

berfungsi dengan baik, dan ular memiliki dua ovarium yang tersusun berbaris.
Seperti organ tubuh lainnya ovarium dibagi ke dalam korteks (luar) dan medula (dalam).
Korteks terdiri dari stroma jaringan ikat yang sangat seluler yaitu tempat folikel ovarium
tertanam. Medula terdiri dari jaringan ikat longgar, yang berisi pembuluh darah dan saraf.
Folikel ovarium.

Folikel Ovarium
Folikel ovarium terdiri dari satu oosit dan sel folikel disekitarnya. Perkembangan folikel dapat
dibagi menjadi beberapa tahap yaitu folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, dan folikel
De Graff.

Folikel Primer
Folikel ini telah memasuki siklus, dan dibawah pengaruh hormon FSH dari hiphofisa
terjadi proses pertumbuhan. Pembesaran diameter dari seluruh komponen folikel disebabkan
oleh perubahan pada : Sel telur yang membesar karena intinya sedikit membesar akibat kromatin
bertambah, sitoplasma khususnya kuning telur (para plasma) bertambah secara bertahap sel telur

yang sedang berkembang ini disebut oosit primer.


Ciri-ciri :
1. Sel-sel follikel turut berkembang yang tadinya berbentuk pipih selapis, berubah menjadi kubis
2.

sebaris.
Membran basal masih tetap tipis.

- Folikel Sekunder.
Periode ini disebut Growing follicle dibedakan tiga stadium, yakni :
1. Stadium permulaan
Oosit primer terus berkembang, sel folikel mulai berkembang biak sehingga tampak dua lapis. Di
luar selaput vitelin mulai terjadi zona pelusida yang dihasilkan oleh sel folikel. Di sebelah dalam
selaput vitelin kuning telur bertambah banyak, membran basal sedikit menebal. Penambahan
diameter keseluruhan follikel, demikian juga oosit primer.
2. Stadium pertengahan
Perkembangan oosit primer terus berjalan, dengan bertambahnya kuning telur posisi inti yang
sentris mulai bergeser agak ke tepi.Zona pelusida agak menebal dan sel folikel berlapis mencapai
tiga sampai enam lapis. Membran basal agak menebal.
3. Stadium akhir
Perkembangan oosit primer berakhir, zona pelusida tebal. Sel follkel yang ada ditengah mulai
tampak tanda degenerasi yang berakhir dengan hancur (lisis) sehingga terbentuk rongga sebagai
permulaan dari antrum folikuli.
-

Folikel Tersier.
Seperti halnya dengan follikel sekunder, stadium ini dibagi dalam 3 sub stadium :
1. Stadium permulaan
Perkembangan oosit primer telah berhenti, zona pellusia sudah cukup tebal. Sel-sel follikel yang
mengitari zona pellusida mulai teratr letaknya. Pada waktu yang bersamaan sel follikel yang
terdapat ditengah berdegenerasi, handur dan membentuk antrum follikuli yang baru. Antrum
follikuli yang telah terbentuk mulai meluas dan berisi cairan Liquor follikuli. Membran basal
tetap ada, sel-sel stroma diluar membran basal berdiferensiasi menjadi sel-sel theca folliculi.
2. Stadium pertengahan

Pada stadium ini diduga oosit primer telah memasuki stadium pemasukan pertama dan
mengeluarkan benda kutub (polosit) pertama. Dengan demikian sel telur disebut oosit sekunder.
Sel folikel yang langsung mengelilingi zona pelusida telah teratur letaknya disebut : Corona
radiata. Diluar corona radiata, sel folikel selanjutnya disebut sel granulosa, membentuk dinding
antrum folikuli. Dengan bergabungnya antrum folikuli dan bertambahnya liquor folikuli maka
posisi sel telur terhadap folikel jadi semakin eksentris. Pertautan sel telur dengan dinding
folikel berlangsung melalui susunan sel granulosa berbentuk tangkai disebut : Kumulus
ooforus. Pada mamalia lazimnya hanya sebuah tetapi pada kelinci terdapat beberapa buah
disebut : Retinakulum. Membran basal yang memisahkan sel granulosa dan sel teka folikuli,
selanjutnya disebut: Membran skhalavianski. Teka foliculi terdiri atas : Teka interna dan teka
eksterna. Teka interna terdiri disusun oleh jaringan ikat dengan sel epitheloid mengandung
butiran didalamnya, diduga menjadi sumber hormon estrogen. Pembuluh darah banyak terdapat
didalamnya berbentuk kapiler. Sebagian dari hormon estrogen memasuki pembuluh darah dan
sebagian lain menembus sel jaringan ikat dengan sel memanjang mengelilingi folikel. Perubahan
teka eksterna dengan stroma kortikalispun tidak jelas.
3. Stadium terakhir
Stadium ini sering dikenal sebagai : Folikel renier de graaf suatu folikel yang sudah siap
mengalami ovulasi. Keadaannya hampir sama dengan substadium sebelumnya, hanya pada yang
terakhir ini terdapat adanya stigma, berupa dinding folikel yang paling tipis yang nantinya akan
pecah dan merupakan jalan keluar bagi oosit sekunder.
-

Folikel de draff
Folikel ini merupakan tingkatan terakhir dalam fase folikuli. Folikel ini terbentuk karena
adanya peningkatan FSH pada ovarium. Folikel de graff yang matang berisi likuor folikel,
mengandung estrogen dan siap berovulasi.

Folikel atresia
Atresia adalah nama untuk proses degeneratif yaitu suatu keadaan dimana oocyte dan
kelenjar-kelenjarnya binasa tanpa harus mengalami proses ovulasi.

Gambar 2 : Struktur histologi ovarium.


Keterangan :
1. Korteks
2. Medulla

5. Folikel Sekunder
6. Folikel Tertier

3. Daerah tempat folikel primordial berada


4. Folikel primordial (Primer)

7. Folikel De Graff
8. Folikel Atresia

Corpus Luteum
Corpus luteum adalah massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh sebuah
folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya.

Dalam uteri, corpus luteum akan

menghasilkan hormon progesteron yang berguna untuk mengatur siklus menstruasi,


mengembangkan jaringan glandul mamae, menyiapkan uteri pada waktu kelahiran dan
melindungi dari kanker endometrium. Corpus luteum akan berhenti memproduksi progesteron
pada saat ovum tidak dibuahi dan berkembang menjadi corpus albikan. Pada saat ini, lapisan
uterus akan meluruh keluar dari uterus.

http://andryrahim.blogspot.co.id/2012/04/histologi-ovarium.html