Anda di halaman 1dari 6

FAQ tentang Amnesti Pajak

FAQ tentang Amnesti Pajak

1. Apa itu Amnesti Pajak?

Jawab: Amnesti pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang atas
kekayaan/harta (dana tunai; cash related seperti logam mulia atau surat berharga;
dan aset tetap) yang belum pernah dilaporkan dengan cara menyampaikan Surat
Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (SPHPP) dan membayar sejumlah
Uang Tebusan.

2. Kapan Amnesti Pajak akan diberlakukan?

Jawab: Amnesti Pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017, dan terbagi
kedalam 3 (tiga) periode, yaitu:

Periode I: Dari tanggal diundangkan s.d 30 September 2016

Periode II: Dari tanggal 1 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016

Periode III: Dari tanggal 1 Januari 2017 s.d 31 Maret 2017

3. Siapa sajakah yang bisa memanfaatkan?

Jawab: Yang dapat memanfaatkan kebijakan Amnesti Pajak adalah:


1.

Wajib Pajak Orang Pribadi

2.

Wajib Pajak Badan

3.

Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM)

4.

Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak

Pengecualian:
Wajib Pajak yang sedang:
1. Dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh
Kejaksaan
2.

Dalam proses peradilan

3.

Menjalani hukuman pidana

4. Bagaimana caranya untuk mendapatkan Amnesti Pajak?

Jawab: Untuk mendapatkan Amnesti Pajak, Wajib Pajak dapat melakukan repatriasi
harta dari luar negeri ke wilayah NKRI atau mendeklarasikan dana yang
diinvestasikan di luar negeri.

5. Apa yang akan terjadi apabila saya tidak melakukan repatriasi atau mendeklarasikan dana
investasi yang di luar negeri?

Jawab: Jika Direktorat Jenderal Pajak menemukan harta yang belum dilaporkan
Wajib Pajak setelah masa pengampunan berakhir, harta tersebut akan
diperhitungkan sebagai tambahan penghasilan dan dikenai PPh dengan ditambah
sanksi 200%.

6.

Apa yang terjadi apabila saya memutuskan untuk melakukan dana repatriasi?

Jawab: Jika anda mengalihkan dan menginvestasikan harta di luar negeri ke dalam
wilayah NKRI, tarif yang berlaku adalah 2%, 3% dan 5% selama dilakukan dalam
periode I, II dan III. Lalu, dana Wajib Pajak akan di- lock selama tiga tahun di
Indonesia dan diinvestasikan ke berbagai sarana instrumen yang disetujui oleh
pemerintah.

7.

Apa yang terjadi apabila saya memutuskan untuk hanya melakukan deklarasi dana?

Jawab: Jika anda hanya melakukan deklarasi dana dan tidak dialihkan ke dalam
wilayah NKRI, tarif yang berlaku adalah 4%, 6% dan 10% selama dilakukan dalam
periode I, II dan III.

8.

Apa yang dimaksud jika dana akan di-lock?

Jawab: Artinya dana tetap berada di Indonesia dan ditempatkan dalam beragam
instrumen investasi selama tiga tahun sesuai pilihan nasabah dan harus dilaporkan
ke Direktorat Jenderal Pajak. Laporan secara berkala akan diberikan oleh bank ke
Direktorat Jenderal Pajak.

9.

Apakah keuntungan yang saya dapatkan dari Amnesti Pajak?

Keuntungan secara finansial:


1. Untuk pengungkapan harta di dalam negeri dan dana repatriasi, tarif yang
berlaku lebih rendah dari pajak biasa yaitu 2%, 3% dan 5% selama dilakukan dalam
periode I, II dan III
2. Untuk dana deklarasi, tarif yang berlaku lebih rendah dari pajak biasa yaitu 4%,
6% dan 10% selama dilakukan dalam periode I, II dan III

3. Tarif khusus omzet tertentu: Tarif 0,5% jika harta yang diungkapkan sampai
dengan Rp 10 miliar atau 2% jika harta yang diungkapkan lebih dari Rp 10 miliar
sampai periode III berakhir
Keuntungan secara administratif:
1.

Penghapusan pajak yang seharusnya terutang

2.

Tidak dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana perpajakan

3.

Tidak dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan

4. Penghentian proses pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan atau


penyidikan
5. Data pengampunan pajak tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan
penyidikan tindak pidana dana apapun
6.

Pembebasan pajak penghasilan untuk balik nama harta tambahan

10. Apa yang dimaksud dengan Bank Persepsi?

Jawab: Bank Persepsi adalah bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk
menerima dana repatriasi dalam program Amnesti Pajak.

11. Apakah CIMB Niaga termasuk menjadi Bank Persepsi?

Jawab: Efektif 18 Juli 2016, CIMB Niaga resmi menjadi Bank persepsi.

12. Apa yang harus saya lakukan untuk menjadikan CIMB Niaga Bank Persepsi saya?

Jawab: Silakan menghubungi staf CIMB Niaga di kantor cabang yang ditunjuk.
Selain itu, nasabah juga dapat mengakses informasi melalui phone banking 14041,
email: 14041@cimbniaga.co.id dan website www.cimbniaga.com.
13. Bagaimana tata cara pengajuan Amnesti Pajak?

1. Wajib Pajak datang ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar
atau tempat lain yang ditentukan oleh Menteri untuk meminta penjelasan mengenai
pengisian dan pemenuhan kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dalam
Surat Pernyataan, yaitu:
o

bukti pembayaran Uang Tebusan;

o bukti pelunasan Tunggakan Pajak bagi Wajib Pajak yang memiliki Tunggakan
Pajak;

daftar rincian Harta beserta informasi kepemilikan Harta yang dilaporkan;

daftar Utang serta dokumen pendukung;

o bukti pelunasan pajak yang tidak atau kurang dibayar atau pajak yang
seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan
pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan;
o

fotokopi SPT PPh Terakhir; dan

o surat pernyataan mencabut segala permohonan yang telah diajukan ke


Direktorat Jenderal Pajak
o surat pernyataan mengalihkan dan menginvestasikan Harta ke dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama jangka waktu 3 (tiga)
tahun terhitung sejak dialihkan dalam hal Wajib Pajak akan melaksanakan repatriasi;
o melampirkan surat pernyataan tidak mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama jangka waktu 3 (tiga) tahun
terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan dalam hal Wajib Pajak akan
melaksanakan deklarasi;
o surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha bagi Wajib Pajak yang
bergerak di bidang UMKM
2. Wajib Pajak melengkapi dokumen-dokumen yang akan digunakan untuk
mengajukan Amnesti Pajak melalui Surat Pernyataan, termasuk membayar uang
tebusan, melunasi tunggakan pajak, dan melunasi pajak yang tidak atau kurang
dibayar atau pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang
sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan.
3. Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan ke Kantor Pelayanan Pajak
tempat Wajib Pajak terdaftar atau Tempat Lain yang ditentukan Menteri Keuangan.
4.

Wajib Pajak akan mendapatkan tanda terima Surat Pernyataan.

5. Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri menerbitkan Surat
Keterangan dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak
tanggal diterima Surat Pernyataan beserta lampirannya dan mengirimkan Surat
Keterangan Pengampunan Pajak kepada Wajib Pajak.
6. Dalam hal jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri belum menerbitkan
Surat Keterangan, Surat Pernyataan dianggap diterima.
7. Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan paling banyak 3 (tiga) kali
dalam jangka waktu terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku sampai
dengan tanggal 31 Maret 2017 di mana Surat Pernyataan Kedua dan Ketiga dapat

disampaikan sebelum atau setelah Surat Keterangan atas Surat Pernyataan


sebelumnya dikeluarkan.

14. Produk apakah yang cocok untuk dijadikan instrumen dana repatriasi?

Jawab: Hal ini dapat dikonsultasikan dengan staf CIMB Niaga terkait atau
hubungi phone banking 14041 atau email ke 14041@cimbniaga.co.id untuk
informasi lebih lanjut.

15. Produk-produk apa saja yang bisa dimanfaatkan nasabah/investor dalam program ini?

1.

Surat berharga Negara Republik Indonesia

2.

Obligasi BUMN

3.

Obligasi lembaga pembiayaan milik Pemerintah

4.

Investasi keuangan pada Bank Persepsi

5.

Obligasi perusahaan swasta yang diawasi OJK

6.

Investasi infrastruktur melalui kerja sama Pemerintah dengan badan usaha

7.

Investasi sektor riil berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Pemerintah

8.

Bentuk investasi lainnya yang sah sesuai UU

16. Untuk dana repatriasi, apabila dana pindah ke bank lain masih dalam masa lock-in 3
tahun, bagaimana status reportnya?

Jawab: Report dana nasabah tersebut akan berpindah ke bank penerima dana dan
wajib dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak.

17. Bila dana sudah masuk sebelum Undang-Undang ini berlaku, apakah masuk dalam
kategori repatriasi?

Jawab: Dana yang masuk setelah tgl 31 Desember 2015 dapat dinyatakan sebagai
dana repatriasi, namun harus segera disusulkan Surat Keterangan ke Direktorat
Jenderal Pajak.

18. Apakah data yang saya cantumkan dalam Surat Pernyataan untuk Amnesti Pajak itu
aman?

Jawab: Data dan informasi yang bersumber dari Surat Pernyataan dan lampirannya
yang diadministrasikan oleh Kementerian Keuangan atau pihak lain yang berkaitan

dengan pelaksanaan Undang-Undang ini aman, dan tidak dapat dijadikan sebagai
dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana terhadap Wajib Pajak.

19. Jadi, data yang saya berikan tidak dapat diminta oleh orang lain?

Jawab: Data dan informasi yang disampaikan Wajib Pajak dalam Surat Pernyataan
untuk Pengampunan Pajak tidak dapat diminta oleh siapapun atau diberikan kepada
pihak manapun berdasarkan peraturan perundang-undangan lain, kecuali atas
persetujuan Wajib Pajak sendiri.

20. Apa sanksi bagi setiap orang yang membocorkan data dan informasi Wajib Pajak terkait
pelaksanaan Amnesti Pajak?

Jawab: Setiap orang yang berkaitan dengan pelaksanaan Amnesti Pajak, dilarang
membocorkan, menyebarluaskan, dan/atau memberitahukan data dan informasi
yang diketahui atau diberitahukan oleh Wajib Pajak kepada pihak lain. Setiap orang
yang melanggar ketentuan ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun.

Selesai

Disclaimer:

1.

Informasi dalam materi ini disarikan dari berbagai sumber.

2. Untuk informasi dan konfirmasi lebih lanjut mengenai perpajakan, dapat


menghubungi Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Konsultan Pajak. Adapun terkait
dengan peran CIMB Niaga sebagai Bank Persepsi dan Gateway serta produk-produk
yang ditawarkan, dapat menghubungi kantor cabang CIMB Niaga yang
ditunjuk, phone banking 14041,
email: 14041@cimbniaga.co.id dan website www.cimbniaga.com.