Anda di halaman 1dari 7

1.

Menyusun portofolio dengan menggunakan prinsip- prinsip markowitz


Menggunakan model markowitz investor bisa memanfaatkan semua informasi yang
tersedia sebagai dasar pembentukan portofolio yang optimal. Pada dasarnya, teori portofolio
dengan model markowitz didasari oleh tiga asumsi, yaitu :
a. Periode investasi tunggal, misalnya 1 tahun
b. Tidak ada biaya transaksi
c. Preferensi investor hanya berdasar pada return harapan dan risiko
Dalam pendekatan markowitz, pemilihan portofolio investor didasarkan pada preferensi
mereka terhadap return harapan dan risiko masing-masing pilihan portofolio. Pemilihan
portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap return harapan dan risiko
yang ditunjukkan oleh kurva indeferen. Gambar portofolio efisien dan optimal

a. ABCDEGH menunjukkan kumpulan portofolio yang tersedia bagi investor


b. BCDE adalah permukaan efisien (efficient frontier), yaitu kombinasi aset-aset yang
membentuk portofolio yang efisien
c. BCDE merupakan pilihan portofolio terbaik dibanding AGH, karena mampu menawarkan
tingkat return yang lebih tinggi dengan risiko yang sama dengan AGH
d. Kurva indeferen investor bertemu dengan permukaan efisien pada titik D, artinya,
portofolio optimal bagi investor tersebut adalah portofolio pada titik D, karena portofolio
D menawarkan return harapan dan risiko yang sesuai dengan preferensi investor tersebut
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dari model markowitz.
a. Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan efisien mempunyai kedudukan yang
sama antara satu dengan yang lainnya. Artinya, tidak ada titik-titik portofolio di sepanjang
garis permukaan efisien yang mendominasi titik portofolio lainnya yang sama-sama
berada pada garis permukaan efisien
b. Model markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam dana untuk
membiayai investasi portofolio pada aset yang berisiko. Model markowitz juga belum
memperthitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi pada aset bebas
risiko
c. Dalam kenyataannya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi input yang berbeda
pula kedalam model markowitz, sehingga garis permukaan efisien yang dihasilkan juga
berbeda-beda bagi masing-masing investor tersebut
Investor harus membuat keputusan yang disebut sebagai keputusan alokasi aset (asset
allocation decision). Keputusan ini menyangkut pemilihan kelas-kelas aset yang akan
dijadikan sebagai pilihan investasi, dan juga berapa bagian dari keseluruhan dana yang
dimiliki investor yang akan diinvestasikan pada kelas aset tersebut. Masing-masing bobot

dana akan berkisar antara 0%-100%. Keputusan alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan
alokasi dana pada kelas aset di satu negara saja, melainkan bisa dilakukan pada beberapa
negara.
Dengan kata lain, diversifikasi bisa dilakukan antar kelas aset dan antar negara.
Manfaat yang diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset di berbagai negara, pada
dasarnya sama dengan manfaat diversifikasi pada aset individual, yaitu manfaat pengurangan
risiko pada tingkat tertentu dari return harapan. Sama halnya dengan portofolio pada aset
individual, portofolio kelas aset yang optimalakan ditentukan oleh preferensi investor
terhadap return harapan dan risiko. Jika ada portofolio kelas aset yang sesuai dengan
preferensi investor, maka portofolio tersebut nantinya akan menjadi portofolio yang optimal.
B. Metode alternative untuk memperole efficient frontier
Sebagai contoh, ada 3 sekuritas yang sedang dipertimbangkan , yaitu:
a. Saham AAA, return harapan 14%
b. Saham BBB, return harapan 8%
c. Saham CCC, return harapan 20%
Investor ingin menciptakan portofolio yang mengandung 3 saham diatas dengan return
harapan portofolio 15,5%

Tabel diatas merupakan contoh kombinasi portofolio dengan return harapan


15,5%. Untuk mengetahui kombinasi yang terbaik, yaitu dengan cara memilih portofolio
yang menghasilkan varians/ standar deviasi paling kecil. Namun, masalahnya adalah
kombinasi yang diciptakan adalah tidak terbatas. Secara matematis, masalah yang dihadapi
investor dapat dinyatakan secara umum sebagai :

Untuk menyelesaikan masalah dalam contoh, tiga input perlu diestimasi :


a. Return harapan tiap sekuritas
b. Varians/ standar deviasi tiap sekuritas
c. Korelasi/ kovarians antar sekuritas
Anggap input berikut tersedia pada contoh sebagai berikut :

Melanjutkan contoh, masalah efficient frontier dapat ditetapkan sebagai berikut :

Ada sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tiga pendekatan yang paling umum digunakan adalah prosedur grafis, pemrograman
kuadratik, dan kalkulus. Dalam prakteknya, investor berpengalaman akan dibantu dengan
komputer.

Titik Y merupakan portofolio yang menghasilkan return harapan sebesar 15,5%


seperti yang diinginkan investor pada contoh. Deviasi standar pada titik Y adalah 0,063. Pada
titik Y ini, proporsi dana yang diinvestasikan pada saham AAA adalah 87%, pada saham BBB
adalah -6%, dan pada saham CCC adalah 19%. Dibandingkan dengan kombinasi lainnya
yang juga menghasilkan return harapan 15,5%, portofolio Y ini memberikan standar deviasi
paling rendah.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar, semakin E* meningkat, standar deviasi
portofolio juga meningkat. Pada titik , portofolio memberikan return harapan 20% dengan
standar deviasi 0,092. Dan semakin E* menurun, standar deviasi portofolio juga menurun.
Pada titik X return harapan adalah 0,075 dan standar deviasi 0,029. Titik X merupakan
portofolio pada efficient frontier yang memberikan standar deviasi paling kecil. Titik X ini
disebut global minimum variance portofolio. Jadi yang disebut sebagai efficient frontier itu
adalah segmen yang berada diatas global minimum variance portofolio.
C. Memilih Kelas Aset yang Optimal
Ada tiga aktivitas utama dalam manajemen portofolio yaitu
1. Pebuatan keputusan alokasi aset

Keputusan ini menyangkutpemilihan kelas-kelas aset yang akan dijadikan sebagai pilihan
investasi dan juga berapa bagian dari keseluruhan dana yang dimiliki investorr yang akan
diinvestasikan pada aset tersebut
2. Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset
Porsi dana atau bobot dana adalah bagian dari dana yang diinvestasikan pada setiap kelas
aset. Masing-masing bobot dana akan berkisar antara 0% - 100%
3. Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Kelas aset adalah pengelompokkan aset-aset berdasarkan jenis-jenis aset seperti saham,
obligasi, real estat, sekuritas luar negeri, emas, dan sebagainya.contoh pembagian kelas asset
sbb:

Keputusan alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan alokasi dana pada kelas aset di satu
negara saja tapi bisa dilakukan pada beberapa negara. Investor dapat mendiversifikasikan
danya pada pihak tertentu. Diversifikasi bisa dilakukan antar kelas aset dan antar negara.
Manfaat yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset di berbagai negara.
Sehingga manfaatnya yaitu berupa pengurangan risiko pada tingkat tertentu dari return
harapan. Portofolio kelas aset yang optimal akan ditentukan oleh preferensi investor terhadap
return harapan dan risiko. Jika portofolio aset yang sesuai dengan preferensi investor, maka
portofolio tersebut akan menjadi portofolio optimal.
D. Pengaruh Diversifikasi terhadap Risiko Investasi
Untuk memperoleh manfaat pengurangan risiko yang optimal, perlu diperhatikan
tingkat return harapan dan klasifikasi industri dari suatu aset.Dalam teori portofolio
Markowitz, ditunjukkan secara kuantitatif mengapa dan bagaimana diversifikasi bisa
menurunkan risiko portofolio. Dalam teori Markowitz, return asset berkorelasi satu dengan
yang lain dan tidak independen. Sehingga risiko portofolio tidak boleh dihitung dari
penjumlahan semua risiko asset portofolio tetapi mempertimbangkan efek keterkaitan antar
return asset dalam pengestimasian risiko portofolio.
Kontribusi risiko akibat hubungan return antar asset diwakili oleh nilai kovarians atau
koefisien korelasi. Kovarians adalah ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana return
dari 2 sekuritas dalam portofolio cenderung bergerak bersama-sama. Sedangkan koefisien
korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan pegerakan relative antar dua variabel
dengan kisar besaran -1 hingga +1. Hal-hal terkait penggunaan koefisien korelasi dalam
konsep diversifikasi, yaitu:
(1) Penggabungan dua sekuritas berkorelasi positif sempurna +1,0 tidak akan mengurangi
risiko,

(2) Penggabungan dua sekuritas berkorelasi nol akan mengurangi risiko portofolio secara
signifikan. Jadi, semakin banyak jumlah saham yang tidak berkorelasi dalam portofolio,
semakin berkurang risikonya.
(3) Penggabungan dua sekuritas berkorelasi negatif sempurna -1,0 akan menurunkan risiko
kedua sekuritas tersebut
(4) Dalam dunia nyata, jarang terjadi penggabungan ketiga jenis korelasi sehingga investor
tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko melainkan hanya bisa mengurangi.
Hal-hal terkait kovarians dalam konsep diversifikasi, yaitu:
(1) Kovarians + berarti kecenderugan return A naik maka return B juga naik
(2) Kovarians berarti kecenderugan return A naik maka return B turun
(3) Kovarians nol berarti kecenderugan gerak return dua sekuritas bersifat independen
Beberapa hasil studi empiris tentang jumlah saham dalam portofolio yang bisa
mengurangi risiko telah dilakukan, dan menghasilkan rekomendasi bahwa untuk mengurangi
risiko portofolio diperlukan sedikitnya antara 15 hingga 20 jenis saham. Penelitian yang
pernah dilakukan oleh Tandelilin (1998) di pasar modal Indonesia menghasilkan rekomendasi
bahwa untuk meminimalkan risiko portofolio sedikitnya diperlukan15 saham untuk pasar
modal Indonesia.
Diversifikasi adalah salah satu strategi bagi perusahaan untuk menurunkan risiko bisnis
perusahaan (Frenkel et al., 2000 dikutip oleh Amran et al., 2009 dalam Hendiono, 2015).
Pengaruh negatif ini menunjukkan bahwa semakin terdiversifikasi perusahaan, maka semakin
rendah risiko bisnis perusahaan tersebut. Perusahaan yang melakukan diversifikasi mampu
untuk menurunkan risiko bisnis perusahaan karena jika perusahaan mengalami kerugian di
salah satu segmen bisnisnya, kerugian itu akan tertutupi oleh return dari segmen bisnis
lainnya. Peran manajer pun termasuk salah satu faktor diversifikasi yang dapat menurunkan
risiko perusahaan.
Pada tingkat risiko tinggi, manajer cenderung menjadi risk seeker sehingga memilih
proyek berisiko tinggi agar mendapat return yang tinggi. Dalam menghadapi risiko ini
manajer bekerjasama dengan pihak kreditor sehingga terjadi peralihan kekayaan dari kreditor
kepada pemegang saham. Pada tingkat risiko rendah manajer cenderung menjadi risk
aversion dan tidak mencari proyek berisiko tinggi. Sehingga dengan adanya kepemilikan
manajerial, risiko yang dihadapi perusahaan terdiversifikasi relatif rendah. Karena manajer
yang sekaligus merupakan pemegang saham atau pemilik perusahaan akan termotivasi untuk
mengurangi risiko yang dihadapi perusahaan. Adapun cara melakukan diversifikasi yang
baik:

Jangan melakukan diversifikasi dalam instrumen instrumen yang memiliki karakter


yang sama.

Membandingkan karakter suatu instrumen investasi dalam hal potensi return, risiko
dan likuiditas.

Selalu sediakan uang untuk investasi.


Adapun diversifikasi yang berlebihan akan memiliki dampak negatif, yaitu:

Kesulitan untuk mengontrol perkembangan investasi.

Pertumbuhan investasi kurang memuaskan.

Munculnya biaya-biaya yang tidak terduga.

E.

Implikasi Pemilihan Portofolio


1. Pengertian Portofolio
Portofolio adalah kumpulan saham / aset lain yang dimiliki oleh pemodal perorangan
atau lembaga. Tujuan portofolio adalah mengurangi risiko dengan penganekaragaman
kepemilikan efek. Portofolio secara harfiah memiliki sekumpulan suratsurat berharga. Teori
ini disebut teori portofolio karena mempunyai cara mengestimasikan dana kedalam bentuk
surat surat berharga,
Portofolio optimal dapat ditentukan dengan menggunakan model Markowitz atau
dengan model indeks tunggal. Untuk menentukan portofolio yang optimal dengan model ini,
yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk ini, semua
portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien. Karena setiap investor mempunyai
kurva yang tidak sama, portoflolio optimal akan berbeda untuk masing masing investor.
Investor yang lebih menyukai risiko akan memilih portofolio dengan return yang tinggi
dengan membayar risiko yang juga lebih tinggi. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan,
aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih oleh investor.
2. Menentukan Portofolio Efisien
Portofolio efisien berada di effisien set. Portofolio efisien dapat didefinisikan sebagai
portofolio yang memberikan return ekspektasian terbesar dengan risiko yang tertentu atau
memberikan risiko yang terkecil dengan return ekspektasian tertentu. Portofolio yang efisien
ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasian tertentu dan kemudian
meminimumkan risikonya atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian
memaksimumkan return ekspektasiannya. Investor yang rasional akan memilih portofolio
efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua
sudut pandang, yaitu dari sisi return ekspektasian atau risiko portofolio.
3. Menentukan Portofolio Optimal
Portofolio optimal merupakan portofolio dengan kombinasi return ekspektasian dan
risiko terbaik. Penentuan portofolio optimal dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut :
Portofolio Optimal Berdasarkan Preverensi Investor
Tiap tiap investor akan mempunyai tanggapan terhadap risiko yang berbeda,
sehingga seorang investor akan memilih portofolio berbeda dengan investor lainnya selama
portofolio tersebut merupakan portofolio efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio
mana yang dipilih investor tergantung dari fungsi utilitinya masing masing. Portofolio yang
optimal untuk tiap tiap investor terletak pada titik persinggungan antara fungsi utility
investor dengan efficient set.
Portofolio Optimal Berdasarkan Model Markowits
Model Markowits menggunakan asumsi sebagai berikut :
1. Waktu yang dipakai hanya satu periode
2. Tidak ada biaya transaksi
3. Preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasian dan risiko dari portofolio
4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko
Portofolio Optimal Dengan Aktiva Bebas Risiko
Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor sebenarnya adalah portofolio yang
belum benar benar optimal, tetapi optimal menurut investor tertentu preferensi risiko
tertentu. Demikian juga portofolio optimal Markowits belum benar benar merupakan
portofolio yang optimaltetapi hanya optimal untuk risiko portofolio terkecil atau MVP

(Minimal Variance Portofolio). Portofolio yang benar benar optimal secara umum (tidak
tergantung preferensi investor tertentu) dapat diperoleh dengan menggunakan aktiva bebas
risiko. Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return
ekspektasian tertentu dengan risiko yang sama dengan nol.
Portofolio Optimal dengan Adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko
Portofolio optimal secara umum sebelumnya hanya memasukkan aktiva-aktiva berisiko
ke dalam portofolionya. Aktiva bebas risiko hanya digunakan untuk menentukan letak dari
portofolio optimalnya tetapi tidak dimasukkan sebagai aktiva di portofolionya.
Dengan adanya aktiva yang bebas risiko, misalnya Sertifikat Bank Indonesia, investor
mempunya pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke dalam portofolionya. Karena aktiva
bebas risiko variannya (deviasi standarnya) sama dengan nol, kovarian antara aktiva bebas
risiko ini dengan aktiva berisiko lainnya akan menjadi sama dengan nol. Investor dapat
membuat portofolio barukombinasiantara portofolio aktiva aktiva berisiko yang sudah ada
dengan aktiva bebas risiko (SBI).
Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio timal aktiva
berisiko ke dalam bentuk simpanan (lending) atau pinjaman (borrowing). Dalam bentuk
simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio
efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan
tingkat bunga bebas risiko (menjual aktiva bebas risiko) dan menggunakan dana ini untuk
menambah proporsi di portofolio efisian aktiva berisiko.
Kenyataannya tidak selalu investor dapat membeli atau menjual aktiva bebas risiko
dengan risiko dengan tingkat pengembalian yang sama, yaitu sebesar return bebas risiko.
Umumnya investor dapat membeli (menginvestasikan) dananya dengan tingkat return bebas
risiko, yaitu misalnya dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia. Akan tetapi, investor
biasanya harus meminjam dengan pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat return bebas
risiko
Daftar Pustaka
Farrel, James I. 1997. Portofolio Management: Theory and Aplication, McGraw-Hill,
Singapore, hlm. 9.
Hendiono,
Elok.
2015.
PengaruhDiversifikasiBisnisTerhadapRisikoBisnisDan
KinerjaPerusahaan
ManufakturDi
Bursa
EfekIndonesia,
(Online),
(http://Jimfeb.Ub.Ac.Id/Index.Php/Jimfeb/Article/Download/2693/2432,
diaksesdiunduh 21 Spetember 2016)
UNS Library _______. 6 April 2016. Pertimbangan Return Dan Risiko Dalam
Keputusan Investasi, (Online), (https://Library.Uns.Ac.Id/PertimbanganReturn-Dan-Risiko-Dalam-Keputusan-investasi/, diakses 22 September
2016)