Anda di halaman 1dari 2

B.

MORFOLOGI JANGKRIK
Tubuh jangkrik mempunyai rangka luar dari bahan kitin yang disebut eksoskeleton.
Jangkrik bersayap dua pasang, sepasang sayap depan dan sepasang sayap
belakang, namun ada juga jenis jangkrik yang tidak bersayap, meskipun demikian
jangkrik yang diternakkan pada umumnya mempunyai sayap jika telah dewasa
(imago). Sayap depan diistilahkan dengan nama tegmina, yaitu sayap yang
berbentuk seperti kertas perkamen dengan venasi atau alur-alur pembuluh darah
yang sangat kompleks pada sayap. Tubuh jangkrik dibagi menjadi tiga bagian
utama, yaitu caput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut).
Pada kepala jangkrik terdapat sepasang antena, mata majemuk, mata oseli, labrum
(bibir atas), labium (bibir bawah), mandibula (gigi), dan alat tambahan lain yang
berfungsi sebagai lidah yaitu palpus maksilaris dan palpus labialis. Di dalam kepala
jangkrik terdapat otak yang terdiri atas otak depan, otak tengah, dan otak belakang
dengan fungsi masing-masing yang berbeda, namun semuanya berkaitan dengan
sistem indera dan hormon yang ada pada tubuh jangkrik.
Antena digunakan sebagai sensor rasa dan bau (chemoreceptor), mata majemuk
digunakan sebagai sensor cahaya (chromoreceptor) untuk melihat bentuk dan
warna, sedangkan mata tunggal digunakan untuk membedakan intensitas cahaya.
Bagian toraks terdapat alat-alat gerak yang berupa dua pasang sayap, tiga pasang
kaki, dan terdapat pronotum yang keras, menutup bagian dorsal hingga lateral
toraks.
Sayap depan (tegmina) jangkrik jantan berbentuk gelombang, yaitu permukaannya
tidak rata dapat memproduksi suara dengan cara menggesekkan antar sayap
depan tersebut.
Suara yang diproduksi digunakan sebagai alat komunikasi antar jangkrik (auditory
organ), mekanisme penghasil suara pada serangga yang digunakan sebagai sarana
komunikasi disebut dengan istilah striduiatory mechanism.
Jangkrik jantan memproduksi suara untuk berbagai kepentingan, diantaranya
adalah untuk:
Menandai wilayah teritorialnya.
Bersenandung untuk mencari pasangan (mencari betina).
Menunjukkan jika sedang marah dan siap berkelahi.
Masing-masing suara dalam berbagai kepentingan tersebut mempunyai panjang
suara dan intonasi yang berbeda.

Sayap depan (tegmina) jangkrik betina relatif lebih rata dengan venasi yang teratur
nyaris tidak bergelombang, sehingga jangkrik betina tidak dapat menghasilkan
suara
Sayap belakang jangkrik berupa membran halus yang pada kondisi istirahat terlipat
secara rapih di bawah sayap depan dan akan terbentang lebar ketika digunakan
untuk terbang. Selain sayap, organ lokomotor/penggerak pada jangkrik adalah kaki.
Kaki jangkrik seperti kaki serangga pada umumnya yaitu terdiri atas koksa,
trokanter, femur, tibia, dan tarsus.
Tympanum jangkrik terletak pada bagian posterior basal tibia kaki depan (Gambar
6). Tympanum adalah membran yang berfungsi sebagai telinga yang mampu
menerima rangsang suara. Oleh karena itu tibia kaki depan jangkrik betina
berperan dalam keberhasilan proses perkawinan.
Kaki depan jangkrik selain berfungsi untuk telinga juga digunakan untuk berjalan,
demikian juga dengan kaki tengahnya. Kaki belakangnya selain digunakan untuk
berjalan juga berfungsi untuk melompat, baik untuk mengawali penerbangan
maupun untuk mencapai tempat lain dalam jarak yang cukup jauh. Tipe kaki untuk
melompat ini disebut dengan istilah saltatohal.
Abdomen merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan
reproduksi. Abdomen jangkrik terdiri atas 9 ruas. Bagian dorsal dan ventral
mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa
membran. Bagian dorsal yang mengeras disebut terga sedangkan bagian ventral
yang mengeras disebut sterna dan membran yang menghubungkan antara terga
dan sterna disebut pleura
Alat penceranaan jangkrik terdiri atas usus depan untuk peng-hancuran makanan,
usus tengah untuk penyerapan sari makanan, dan usus belakang untuk
pengeluaran sisa-sisa makanan.
Alat reproduksi pada jangkrik jantan adalah aedeagus dan pada jangkrik betina
adalah ovipositor. Aedeagus pada jangkrik jantan tidak terlihat karena berada di
dalam tubuh, sedangkan ovipositor pada jangkrik betina terlihat jelas seperti bentuk
jarum yang ujungnya seperti tombak dan berfungsi untuk meletakkan telur.